A/N : Hai semuaaaa...kembali lagi bersama kami dengan fanfiction ini. ada yang nanya "fanfic ini update setiap hari?"

jawaban nyaaa.. tergantung. maksud nya tergantung ya kalau kami ada ide kami tulis trus post kalau nggak ada ide sama sekali ya nggak post :p

chapter kali ini adalah chapter special! karena ini merupakan request dari pemenang kuis yang kami adakan di chapter sebelum nya!

selamat buat "Alina ZaThiRa" yang udah jadi reader pertama yang ngejawab kuis kecil-kecil dari kami :D

Warning : OOC, TYPO, BAHASA NGGAK BAGUS!

Disclaimer : Chapter kali ini merupakan jalan cerita yang ajukan oleh "Alina ZaThiRa" dan kami sebagai author hanya ngembangin saja. tokoh nya minjam animonsta :D


Happy Reading

.

.

"Hanya karena kita memiliki perbedaan bukan berarti tidak bisa melengkapi kisah cinta kita ini"

.

.

Korea Vs Jepang

.

.

Pasangan Halilintar dan Yaya termasuk pasangan yang paling terkenal di SMA Pulau Rintis.

Siapa yang tidak kenal mereka?

Mereka berdua adalah pasangan yang fenomenal karena memiliki kepribadian yang begitu bertolak belakang, Yaya adalah siswa teladan dimana foto nya selalu terpajang di papan prestasi, dia hampir menjabati semua posisi ketua kecuali posisi sebagai Ketua Osis, karena itu sudah diambil alih oleh Gempa. Dengan otak encernya, Yaya sudah banyak mengikuti berbagai Olimpiade antar SMA.

Halilintar termasuk siswa bermasalah, bermasalah disini maksud nya tentang kebiasaan nya yang suka berkelahi. Halilintar sendiri juga memiliki prestasi yang membanggakan. Bidang IT adalah bidang yang ia geluti. Halilintar sudah pernah membuat program komputer dan Aplikasi games. Tak hanya itu, soal hacking meng-hacking juga spesialisasinya dan kemampuan nya itu sudah diakui sekolah karena selalu memenangkan beberapa perlombaan. Ya, Hanya saja kekurangan nya ya itu, suka berkelahi dan selalu berprilaku buruk terhadap Guru. Namun siapa yang menyangka? Halilintar yang seperti itu mendapatkan pacar seperti seorang Yaya.

Salah satu perbedaan yang juga mencolok dari pasangan ini adalah bahwa keduanya menyukai hal yang berbeda, Yaya menyukai Kpop dan Halilintar yang menyukai segala hal yang berbau Jepang.

Tapi, meskipun begitu. Mereka selalu bisa mengerti satu sama lain.

Atau mungkin tidak?

88

Eonjena geu jarie gidaryeojun neo
Du parro nal gamssaanajun gomaun neo
Jeoldaero ijjianheulgeoya
Haengbokhage mandeuleojulgeoya
Hanaran geu malcheoreom

Kau yang selalu menungguku
Kau yang selalu merangkulku dengan lengan mu
Aku tidak lupa
Aku akan membuat mu bahagia
Seperti kata 'we are one' yang telah aku katakan pada mu

Suara Yaya mengalun merdu di ruang kelas XI A, mengikuti lagu yang ia putar melalui MP3 nya. Salah satu tangan nya memegang sebuah SmarthPhone dan Yaya sesekali menggerakkan jari nya diatas layar kearah atas.

Yaya tidak sendirian, ia ditemani oleh Halilintar yang duduk di satu meja di belakang nya, posis Yaya membelakangi jendela membuat cahaya matahari sore menerpa punggungnya, Halilintar sendiri sedang membaca sebuah komik dan duduk menghadap kearah depan, persis menghadap Yaya.

Saat ini kelas hanya diisi oleh mereka berdua karena jam sekolah telah usai dari tadi, mereka berdua memilih untuk tetap di kelas dan menghabiskan waktu berdua. Kalian bisa menyebut ini dengan kencan sepulang sekolah seperti pasangan pada umumnya.

Sigani jinado malhaji mothago
Mam sokeuro samkhineun mal
Mianhadago neol saranghandago
Jigeum cheoreom mideodallago
Neol annajulke du son jabajulge
I mameul pyohyeonhae jul suittdamyeon
Nae modeungeol bachilke

Jikyeojugosipeo
Hangsang neol

Meskipun waktu berlalu, ada suatu kata yang tak bisa aku ungkapkan,
Hampir tenggelam di hatiku.
'Aku minta maaf' 'Aku mencintai mu'
Meminta mu untuk percaya padaku seperti saat ini
Aku akan memeluk dan menggenggam tangan mu
Jika aku bisa mengungkapkan isi hatiku,
Aku akan mencurahkannya pada mu.

Aku ingin melindungi mu kapanpun.

(EXO – Promise)

Yaya masih terus bernyanyi dengan melihat lirik lagunya yang ia dapat melalui internet di Handphone nya, namun kegiatan itu harus berhenti ketika Yaya mendengar lagu lain yang di putar di kelas ini, namun itu bukan lagu Korea melainkan lagu berbahasa Jepang.

Chiisana kata o nabete aruita
Nani demonai koto de warai ai onaji yume o mitsumete ita
Mimi o sumaseba ima demo kikoeru
Kiminokoe orenji-iro ni somaru machi no naka

Kita sama-sama berjalan dengan bahu yang saling menyandar.
Hal-hal yang tidak penting selalu kita tertawakan sambil menatap impian kita yang sama
Jika aku mendengarkan dengan baik, aku masih dapat mendengarnya
Suaramu, mewarnai kota ini dengan jingga

(Shigatsu wa Kimi no Uso ED 2 - Orange)

Yaya tahu dengan pasti siapa yang memutar lagu tersebut, kemudian ia memutar kepalanya menoleh kearah Halilintar yang masih asyik membaca komik nya dengan sesekali membalikkan halaman buku seolah ia tidak melakukan apa-apa tadi.

Yaya menyipitkan matanya lalu menatap Halilintar cukup lama hingga laki-laki itu sadar dan balas menatap Yaya dengan pandangan datar nya.

"Apa?" katanya datar, Yaya tidak menjawab dan masih menyipitkan matanya menatap Halilintar. Meletakkan komik nya, Halilintar melipat kedua tangan nya di meja lalu balas menatap Yaya tajam.

"Aku muak mendengar lagu Kpop mu itu, untuk apa kau mendengar lagu yang bahkan artinya saja tidak kau ketahui." Ucap Halilintar dingin, Yaya yang mendengar itu lalu tertawa remeh.

"Hahahaha..Begitupun berlaku sebalik nya untuk mu, untuk apa kau mendengar lagu yang bahkan artinya nya saja tidak kau ketahui." Balas Yaya dengan nada biasa berusaha bersikap tenang.

"Kau pikir aku tidak tau artinya? Ceh, aku bisa berbahasa Jepang dengan baik jika kau belum tau." Halilintar tidak mau kalah dan balas berkata dengan nada yang tidak kalah tenang nya.

"Oh tentu saja aku mengetahuinya, kau mengikuti lintas minat Bahasa Jepang tentu kau bisa berbahasa Jepang."

"Ya, dan itu sangat menguntungkan untuk ku, bukan kah kau seharusnya iri karena aku bisa belajar Bahasa Jepang sedangkan kau tidak." Halilintar memajukan badan nya lalu menyeringai kearah Yaya.

"Untuk apa aku iri!" Yaya terus berusaha agar emosi nya tidak keluar, " Belajar Bahasa Korea bisa aku lakukan secara otodidak, bahkan sekarang aku sudah bisa membaca Hangeul dan banyak tahu tentang kosa kata Korea." Yaya memperbaiki posisi duduk nya sehingga berhadapan dengan Halilintar.

"Jika dibandingkan dengan Korea, orang-orang Jepang lebih alami. Tidak seperti idola Korea mu yang kebanyakan melakukan oplas." Mendengar kalimat itu membuat Yaya mengenpalkan tangan nya kuat-kuat berusaha meredam amarah.

"Asal kau tahu saja! Tidak semua dari mereka melakukan oplas, masih ada yang tetap mempertahankan wajah alami mereka. Setidak nya masih lebih bagusan wajah orang Korea dibandingkan Jepang, kebanyakan dari mereka berwajah jelek." Yaya tersenyum manis saat Halilintar juga mengepalkan tangan nya.

"Cih! Kau tau, setidaknya tidak banyak yang membenci karya karya Jepang. Apakah kau pernah mendengar orang yang membenci komik? Atau apakah kau pernah mendengar orang yang membenci dan menjelek-jelekan anime? Bukankah orang-orang lebih banyak yang menjelek-jelekan Boyband atau Girlband Korea? Mereka sering di katakan Homo dan sejenis nya." Halilintar masih terus berusaha memikirkan apa-apa saja kejelekan Korea sehingga bisa membuat gadis di depan nya itu mati kutu tidak dapat membalas.

Kesabaran Yaya sudah mencapai batas nya, ia benar-benar marah sekarang. Yaya kemudian dengan cepat bangkit dari duduk nya.

"Apa bagus nya dengan Anime mu itu, bahkan sekarang film nya tidak bisa lagi dipertontonkan untuk anak-anak di bawah umur, bukankah kebanyakan anime sekarang bergenre Echi ataupun Hentai?" ucap Yaya sambil berkacak pinggang dan menatap Halilintar dengan tajam, "Aku seratus persen yakin jika kau juga pernah menonton dengan genre itu" Yaya melanjutkan dengan nada datar.

Oh dear..

Halilintar yang mendengar itu hanya bisa menelan ludah nya gugup dan berkeringat dingin, Yaya masih terus menatap nya tajam membuat aura mengintimidasi nya terasa sangat jelas,"B-bisakah kita menghentikan perdebatan konyol ini?" Tanya Halilintar berusaha untuk tenang namun gagal karena suara nya terdengar begitu gugup.

"KAU! JADI KAU PERNAH MENONTON NYA!" oh, oh. Yaya benar-benar murka sekarang, segala image tenang yang ia pertahankan selama ini runtuh begitu saja. Ia melebarkan mata nya lalu menggertakkan giginya kesal.

Halilintar merasa ingin kabur dari amukan Yaya sekarang, gadisnya itu jika sudah marah benar-benar mengerikan, seperti singa betina. Tidak salah jika mereka bisa menjadi pasangan.

Tapi Halilintar tidak mungkin lari begitu saja, ia harus membela diri sehingga Yaya tidak menuduh nya lagi.

"K-kau sendiri, bukankah kau sering membaca fanfiction yang bergenre Yaoi?" Tanya Halilintar kalem, berusaha kalem sebenar nya.

Skak

Halilintar tersenyum evil melihat Yaya terdiam dengan mata masih melebar, Halilintar lalu juga ikut berdiri lalu memasukkan kedua tangan nya kedalam kantong jaket nya.

"Apa kau tidak tau jika selama ini aku selalu mempergoki mu tertawa sendiri sambil memegang Hp, setelah aku periksa ternyata kau sering membaca fanfiction Yaoi."

Yaya hanya bisa terdiam, otak nya tiba-tiba blank tidak bisa memikirkan alasan lain untuk membalas tuduhan Halilintar kepadanya.

"S-setidak nya itu lebih baik daripada menonton film yang mengandung unsur begituan nya!" Yaya semakin menatap Halilintar tajam, laki-laki di depan nya ini benar-benar membuat nya kesal setengah mati. Dan makin membuat nya kesal setelah mengetahui kebiasaan buruk laki-laki itu.

"Kau!"

Yaya menunjuk Halilintar membuat yang di tunjuk mengkerutkan kening nya bingung, "HENTAI! ECCHI! YADONG! BYUNTAE! PERVERT!" Yaya memukul-mukul Halilintar sambil menyebut-nyebut nya mesum dengan 3 bahasa yang berbeda.

"Hei! Hei, hei. Aku hanya sekali pernah menonton nya, Sumpah!" Halilintar membentuk tanda peace dengan tangan nya mencoba meyakinkan Yaya. sesekali ia mencoba menghindar dari pukulan Yaya yang begitu brutal.

"JADI KAU MEMANG PERNAH MENONTON NYA!" Yaya geleng-geleng kepala lalu menatap Halilintar dengan pandangan ilfeel.

"Jangan mendekati ku, aku membenci mu" setelah mengatakan itu Yaya lalu mengambil tas nya lalu menggeser bangku yang menghalangi jalan nya kemudian berjalan keluar kelas dengan wajah cemberut.

"Aya!" Halilintar berteriak memanggil Yaya, namun gadis itu hanya mengabaikan nya dan terus berjalan keluar kelas. Halilintar menghembuskan nafas kasar lalu mengacak-acak rambut nya membuat topi yang ia kenakan menjadi miring.

Mengambil tas, komik dan Hp nya, Halilintar segera menyusul Yaya dengan melompati sebuah meja kemudian berlari keluar kelas.

88

"Aya, dengarkan aku dulu." Halilintar berusaha mengejar Yaya namun gadis itu hanya mengabaikan nya dan terus berjalan.

"Aya!" Halilintar mempercepat langkah berusaha untuk menyusul Yaya namun gadis itu juga ikut mempercepat langkah nya.

"Aya!"

"Kau mesum, jangan dekati aku!"

"Yak! Aku tidak mesum! Aku hanya menonton nya sekali karena cerita nya bagus."

"Aku tidak butuh alasan apapun, sekali kau menonton itu tetap saja kau itu mesum."

"Yaya!"

Perdebatan itu masih terus mereka lakukan selama perjalanan menuju lantai dasar, tangga demi tangga mereka lewati dan lorong demi lorong mereka telusuri namun sampai tiba di lantai dasar perdebatan itu masih terus berlanjut dan Yaya masih tetap merajuk.

Halilintar yang sudah hilang kesabaran mulai berlari untuk menyusul Yaya, sedangkan Yaya yang mengetahui jika Halilintar berlari kearah nya juga ikut berlari.

"Eoh, jadi sekarang kita sedang main kejar-kejaran? Oke!" kata Halilintar lalu mengeluarkan senyuman evil nya.

"JANGAN MENDEKAT!" Yaya berteriak kencang dan mencoba untuk mempercepat laju larinya.

"AKU AKAN MENANGKAP MU!" Halilintar balas berteriak lalu tertawa.

"HUAAA TOLONGGGG, HAHAHA!" Yaya entah kenapa mulai melupakan kemarahan nya, dan terlihat senang ketika Halilintar mengejar nya seperti ini. Menengok kebelakang Yaya lalu memeletkan lidah nya dan tertawa senang.

Mereka masih terus saling kejar-mengejar hingga keluar dari gedung sekolah, aksi kejarkejaran itu masih mereka lakukan ketika sampai di perkarangan sekolah.

"LINTAR JANGAN MENGEJAR KU! HIHIHI!"

"KAU TIDAK AKAN SELAMAT SETELAH AKU MENANGKAP MU"

"TIDAKKK..HAHAHAHA"

Sebagian orang yang masih berada di sekolah itu menatap mereka. Ada yang keheranan, ada yang cuek saja, dan ada yang tertawa geli melihat kelakuan pasangan paling fenomenal itu.

Kembali ke pasangan Halilintar dan Yaya, mereka masih terus berlari hingga keluar dari sekolah dan sampai di jalanan yang biasa mereka lewati untuk pulang.

Secara teknis Yaya itu perempuan, berlari sejauh dan selama tadi tentu membuatnya lama-kelamaan menjadi lelah, kaki nya sudah sakit dan dada juga nya mulai sakit. Pada akhir nya sedikit demi sedikit Yaya mulai memperlambat laju lari nya.

Halilintar yang menyadari itu memanfaatkan situasi dan segera berlari dengan kecepatan penuh kearah Yaya lalu menangkapnya dengan cara memeluk nya dari belakang.

Hap

"KYAAAA!" Yaya terpekik keras ketika tiba-tiba Halilintar memeluk nya dari belakang lalu mengangkat nya. Kemudian mereka berdua berputar-putar dengan Yaya masih diangkat oleh Halilintar.

"HAHAHAHA! BERHENTI! HUAAA"

Halilintar masih terus membawa Yaya untuk berputar-putar, ia lalu tertawa senang melihat reaksi Yaya yang begitu lucu, lalu mereka berdua tertawa bersama menikmati keseruan yang terjadi.

Satu hal yang mereka pelajari dari perdebatan yang terjadi pada hari ini adalah bahwa ada nya perbedaan dalam suatu hubungan tidaklah buruk. Karena perbedaan itu sendirilah yang membuat mereka semakin dekat dan mengerti satu sama lain.

TBC


A/N : YEYY... chapter kali ini selesai! bagaimana Alina ZaThiRa? kamu suka? maaf jika ini tidak sesuai dengan harapan mu TT_TT

wahhh..yang ini sama sekali tidak bisa disebut "Drabble" ya? hmm anggap aja gitu karena ini adalah "Special Chapter"

JANGAN LUPA REVIEW YAAAA :D