Hai bertemu lagi dengan saya…., dalam fic saya… Akhirnya setelah meninjau-ninjau, saya akan lanjutkan fic saya sampai selesai, kalau bisa….., sebelum akhirnya saya Hiatus menghadapi 4 ujian. Baiklah, nggak usah banyak cek-cok langsung saja ya…

Sempurna..

Chapter 4 : Whatever

Disclaimer : Masahi Kishimoto

Created by : Uchiha Zagosa

"Selamat pagi Sasuke…" sapa anak-anak perempuan kepadanya di parkiran sekolah dengan wajah berseri-seri.

"…". Sasuke berjalan meninggalkan mereka tanpa membalas sapaan mereka

"Benar-benar pangeran es"

"Dingin bbbbrrrr"

Karena Sasuke belum sarapan, akhirnya dia memutuskan untuk membeli sekaleng susu di kantin. Saat akan kembali ke kelas, koridor utama sekolah sudah dipadati oleh banyak siswa yang mengrobrol kesana-kemari. Padahal waktu baru menunjukkan 08.00, tapi para siswa sudah dating dan melaksanakan ritual harian mereka. Mengobrol. Ada juga yang baru masuk, sendiri, berdua, bertiga, berempat, bahkan bersembilan..Sasuke memandangi dua orang yang baru masuk. Yap Naruto dan Sakura, mereka baru saja masuk dengan jas hujan yang masih melekat di tubuh mereka, mereka juga terlihat tertawa dan bercakap-cakap susu yang sudah tak berisi diremasnya dan dilemparkanya ke sembarang arah dan pergi dari tempat itu, sementara yang terkena lemparan kaleng itu tepat di kepalanya hanya menggerutu.

"Assholeeeeee, acid! siapa sih yang melemparnya?" gerutu Tenten

"Kaleng susu?" Tanya Ino bingung

"Orang kurang kerjaan kali.." jawab Hinata

"uhhh, eh itu kan…" kata Tenten. Perkataan tenten terhenti melihat seseorang yang dikenalnya dan seseorang yang tidak biasa bersamanya bercakap-cakap melewati persimpangan koridor sekolah dimana Tenten dkk berada.

"Apa Ten?" Tanya Ino

"Sakura dan… siapa itu? Orang berambut duren." Tanya-nya

"Oh, itu anak baru, namanya kalau tidak salah Naruto, ya Naruto" jawab Ino sambil menangguk anggukan kepalanya

"Hah? Anak baru? Sudah nempel dengan Sakura? Dia sedang beruntung…" kata Tenten

"Ya, tapi mungkin ketidak beruntunganya juga dimulai dari sekarang " sahut Hinata

"Maksudmu?" Tanya Tenten

"Ya, nasib sang pangeran gimana dong…?" kata Hinata

"Lho kok gitu, kan palah asyikk, tapi aku nggak mau ikut perang, aku netral aja" kata Ino

"Aku mihak Sakura" kata Tenten

"Aku juga, masalahnya aku cuma kenal sama Sakura" kata Hinata

"Tapi kalau Sasuke tahu dan mendeklarasikan perang, tamatlah riwayatnya…" kata Ino

"Riwayat siapa?" Tanya Kiba yang tiba-tiba berada dibelakangnya. Dia tidak sendirian, disana ada Sai, Neji, Shikamaru, dan Chouji

"Riwayat anak baru." Jawab Tenten

"Anak baru? Siapa?" Tanya Neji

"Naruto" jawab Tenten

"Memang dia kenapa?" Tanya Kiba

"Dia baru saja terlihat bercakap-cakap seru dengan Sakura sambil tertawa-tawa gitu, dan tadi ada orang yang melamparkan kaleng susu tempat di kepalaku." Jawab Tenten

"Kayaknya nggak ada sambunganya deh Ten, antara Naruto Sakura, Kaleng susu, dan Tamatnya riwayat Naruto" timpal Kiba

"Ada dong, 60% kemungkinan kalau yang melempar kaleng itu Sasuke. Soalnya tadi aku lihat dia ke kantin beli susu." Jawab Tenten

"Astaga.." kata Kiba sambil menepuk jidatnya 'Mikir apa tuh sih tu anak' gerutu Kiba dalam hati

Sasuke memandangi langit dari balik jendela kelas. Dia teringat memori apa saja yang sudah ia lewatkan dengan Sakura, mulai dari balita, anak-anak, remaja. Keluarganya-pun sangat menyukainya. Tapi….., yah ada anak baru itu.

Di tempat Naruto dan Sakura

"Eh Sakura, pagi ini aku harus melapor dulu ke kantor, jadi kau duluan saja" kata Naruto

"Baiklah" kata Sakura meninggalkan Naruto yang masih berada ditempat…, sewaktu dia akan beranaj, ada anak yang memanggilnya

"Naruto!". Naruto menengok

"Oh Hi Kiba, ada perlu apa?"

"Aku hanya ingin kamu mendengarkan" kata Kiba

"…"

Sakura menuju kelas, dan saat dia diambang pintu, dia melihat seseorang yang sangat disayanginya sedang memandangi langit dari balik jendela. Dia mendekati Sasuke yang kebetulan, mejanya bersebelahan dengan Sakura.

"Hai, kamu kenapa?" Tanya Sakura lembut

"Sakura…"

"Ya. Ada apa? Kau tidak nampak seperti biasanya. Kemana image pangeran es-mu itu?" Tanya Sakura

"Aku tidak pernah membuat image." Kata Sasuke

Sakura tersenyum, lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. "Kau mau?" Tanya Sakura sambil menawarkar sekaleng susu dan sebutir tomat.

"Aku tadi sudah minum susu" kata Sasuke. Sakura kecewa "Kau tidak mau?" Tanya-nya

Sasuke tersenyum "Tentu saja mau, terimakasih" kata Sasuke sambil menerima susu dan tomat itu. Sakura memandangi Sasuke yang sedang makan tomat dengan wajah sempurna, lalu dia membuka percakapan lain. "Sasuke…" panggilnya

"Apa?" Tanya Sasuke setelah menelan tomat yang sebelumnya ia kunyah.

"Kemarin malam, kamu lihat 'The Simpsons'"

"…."

"Ada apa Kiba?" Tanya Naruto,

"Aku ingin kau mendengar ceritaku" jawab Kiba

"Carita apa?" Tanya Naruto

"Kau baru empat hari disini, aku sudah 1 tahun lebih disini. Itu berarti, kau tidak tahukan, peristiwa apa saja yang terjadi selama itu? Atau sebelum-sebelumnya?" Tanya Kiba

"Iyalah, aku tidak tahu apa-apa" jawab Naruto

"Naruto, Sakura itu tidak ditakdirkan untukmu." Kata Kiba

Naruto menaikkan alisnya "Maksudmu?" Tanya-nya tegas

"Dia ditakdirkan milik orang lain, milik Sasuke. Kau tahu, 2 minggu lalu, Sasuke menembaknya."

"Hah!" Naruto shock "Lalu… ap-apa jawaban Sakura?"

Kiba menggeleng "Sakura belum menjawabnya, kau tahu, jika kau berada di posisi Sasuke kau akan sakit.."

"Tidak, aku bukan dirinya. Aku bukan Sasuke" jawab Naruto

"Sudah kubilangkan, Sora pernah mau macam-macam dengan Sakura, dan Sasuke yang menyelamatkanya. Sakura belum menjawabnya karena dia masih shock. Kau tidak tahu rasanya menanti orang yang kau cintai dari anak-anak, menanti selama 6 bulan di SMA, dan selama itu, orang yang kau cintai berpacaran dengan laki-laki lain… " kata Kiba

Naruto sangat terkejut "Ap-APA!"

"Ya, Sasuke menyukainya dari dulu dan mendukung apa saja yang dilakukan Sakura. Dia selalu melindunginya dari bahaya macam apa-pun.., bahkan ketika hatinya tersobek-sobek, dia tetap mencintai Sakura."

"Kau serius? kau tahu dari mana?" Tanya Naruto

"Sudah kubilang bahwa aku ini teman mereka dari SD, tentu saja aku tahu…" jawab Kiba. Naruto terdiam, Kiba menghela nafas "Mau mendengar cerita yang lain?" tawarnya. Naruto berfikir lagi "Ya"

"Hahaha, ya episode malam lalu sangat lucu, aku jadi punya kata-kata baru." Kata Sakura

"Ya, kata-kata itu sangat kusukai" kata Sasuke

"E….Sasuke"

"Ya"

"Besok kau ada acara?"

"Tidak, kenapa?"

"Jalan-jalan yuk…."

"Kemana?"

"Taman bermain"

"Terlalu ramai" tolaknya blak-blakkan

Sakura tersenyum "Sudah kuduga, bagaimana kalau…"

"Toko Es-krim Greeny lalu ke taman dekat danau" sela Sasuke

"Ya kau benar, aku bisa main ayunan di pinggir danau, sudah lama aku tak kesana" kata Sakura bersemangat.

Sasuke menaikkan alisnya "Sora tak pernah mengajakmu ke tempat favorite-mu?"

Sakura cemberut "Tidak, dia tidak pernah mananyakan itu padaku" jawab Sakura sedih. Keadaan mulai canggung. "Maaf" kata Sasuke

Sakura menggeleng "Tidak, tidak apa-apa, aku mengambil sisi positivnya saja. Kalau dia terlalu membahagiakan aku, mungkin malam itu, aku akan tunduk padanya" kata Sakura. Sasuke menunggu Sakura bicara lagi "Tapi, mungkin karena aku belum sangat mencintainya, aku memberontak, kabur, dan menelefonmu. Terimakasih ya…" sambungnya

Sasuke sedikit tersenyum "Hn"

Seteleh itu Hinata, Ino, Sai, tenten, Neji, dan Chouji masuk kelas

"Selamat pagi…" sapa Sakura

"Pagi Sakura" jawab Ino

"Pagi" jawab Hinata ramah

"Pagi…" jawab Tenten. Mereka duduk di bangku yang tempat duduknya didepan sakura berbalik dan menatap Sakura.

"Sak.., tadi aku kena sial!" kata Tenten

"Sial apa? Kamu mau curhat sama aku?" Tanya Sakura

"Tadi ada orang tak bertanggung jawab yang tiba-tiba membuang kaleng susu sembarangan. Dan sialnya kaleng itu jatuh TEPAT dikepalaku! Sakiiit tahu.." kata Tenten sedikit kesal sambil melirik ke arah Sasuke. Sasuke diam dan berlagak memandangi langit dan balik jendela.

"Lalu apa hubunganya denganku Tenten? Kau seperti menuduhku.." Tanya Sakura

"Aku tidak menuduhmu Sakura sayanggg, tapi kau kan punya fans boy banyak, bisa saja SALAH SATU dari fans-mu yang melemparnya kepadaku karena dia sebal melihatmu dan Naruto!" kata Tenten cemberut.

Sakura tertawa kecil "Hahahaha, kau ini bisa saja, maaf deh kalau begitu…" kata Sakura

"Huh! Menyusahkan…, aku berharap tahu siapa pelakunya!" kata tenten sambil berbalik kea rah papan tulis. Sakura bingung dengan perkataan Tenten-pun memilih untuk berfikir..

"Jadi banyak ya ceritanya?" Tanya Naruto

"Ya, banyak sekali" sahut Kiba. Hening.. "Tapi aku senang aku sudah mengatakan ini, aku berharap kau lebih bijaksana dalam mengambil keputusan… kalau begitu, ayo masuk kelas.." sambungnya sambil pergi meninggalkan Naruto..

Naruto diam.. "Lalu, bagaimana dengan perasaanku?" Tanya-nya entah pada siapa.

Naruto masuk kelas dengan lemas dan tak menghiaraukan siapa-pun yang ada disana termasuk Sakura, pikiranya sudah terlarut pada percakapanya dengan Kiba tadi… Akhirnya Sekolah usai. Sakura menuju pintu keluar Sekolah dan tiba-tiba handphone-nya berbunyi, dia menjawab panggilan tersebut "Halo..ayah…oh, baiklah…sendiri?... ya ya ya..Hmm, dadah…". Sakura menutup telefo-nya dan menghela nafas. "Huh..". Dia berjalan ke Halte dimana dia biasa menunggu bus pulang berfikir.. 'Sudah 2 minggu.., aku jahat sekali..mungkin…minggu..aku tahu dia menyayangiku, aku juga menyayanginya..'. Pikiranya buyar ketika hujan tiba-tiba turun dengan derasnya secara tia-tiba… "Huh! Hujan lagi…" runtuknya. "Eh, jas hujanku kupakai lagi saja…" katanya sambil mengeluarkan sebuah jas hujan dari tas-nya. Belum selesai dia memakai jas hujan-nya. Mobil Sasuke tiba-tiba melaju dan berhenti didepanya. Sakura bengong sambil menaikkan alisnya. Sasuke membuka jendela mobilnya dan bilang "Masuk..!". Sakura menuruti.

"Terimakasih ya…" katanya sambil membuka jas hujanya

"Hn. Tidak baik hujan-hujan, kau tahu.., itu mengganggu kesehatanmu.." kata Sasuke menasehati Sakura sambil mengemudi-kan mobilnya.

"Iya.., tapi aku tak hujan-hujan kok.." bela Sakura

"Buktinya tadi pagi, kau hujan-hujanan" kata Sasuke.

"Eh…" Sakura cengo. "Bagaimana kau tahu?"

"Kau pakai jas hujan, itu berarti kau hujan-hujanan kan..?" Tanya Sasuke

Sakura tersenyum "Pintar". Diam.., dan tanpa terasa, mereka sudah sampai di depan rumah Sakura

"Terimakasih ya…"

"Hn". Sakura keluar dan melambaikan tangan pada Sasuke yang setelah itu pergi dengan mobilnya.

"Aku pulaaang…" kata Sakura setelah masuk ke dalam rumahnya

"Selamat datang…" ucap ibu Sakura dari dapur. Sakura pergi ke kamarnya dan merebahkan dirinya ke tempat tidur… dan dia tidak tahu, masa depan apa yang akan menantinya esok pagi…

Wiittzzzzzzzzz Gimana-gimana? Bagus nggak? Kalau suka, syukur deh.., kalau nggak suka? Beri saran ya… (*_*)., tapi tetep.. harus proporsional, nggak 1000 huruf yang disedia-in dipakai semua.., Akhir kata… Riview…, dadah…