Yosh, saatnya balas Review dulu ^^)7
Miyank : iya ^^ mkasih udh like ama fic ini, hehe. Pasti! Pasti akan happy end utk SasuSaku, I promise. Saya jg Savers lovers lhoo.. #sombong XD ,,, mksih y udh review! Review lagi yoo ^^a
Glenndigimon : Hmmmz dibuat panjang? Emang kurang panjang yah O,o)a padahal perchapternya slalu Ayy usaha'in mencapai lebih 4000 words lho ^^a oke deh ntar Ayy buat lebih panjang lagi •_•)7 just for you ^^a wkwkwk #plaak. Sip.. 0,0)b makasih yah udh review,, review lgi yaaaak ^^)/
Sky pea-chan : iya, ini udah updet... tpi,, gomenasai kalau lama ^^)a
Aoi Ciel : Hay juga Aoi-san ^^)/ iya, Ayy usahain utk lbih bagus lagi... mohon bantuannya yah ^^)b .. ini udh updet.. mksih udh review,, review lagi yah ^^
Chandrachan : sulit ditebak yah? Ehmm.. yg bagus tuh cerita yg bagaimana? Yg sulit ditebak apa yang gampang ditebak? Trlalu rumit yah jln ceritanya? Hehehe saya aja juga semakin sulit memahami jln critanya. Wkwkwk #plaak bcnda! Untuk Pair tetntu sja ttp SasuSaku,, SasoSaku cm sebagai selingan di awal crita aja kok. Mksih yah udh review,, ayoo review lagi yak ^^
Syarah : mksih udh bilang bagus ^^ hehe maaf bgt nih, cewe yg disukai Sasu emang Hinata.. #maaf bgt kalau mengecewakan. ^^a tapi disini gak kan ada pair SasuHina, slight pun jg g ada ^^)/ cm skedar nama aja. hohoho #plaak. Bahkan jg g kn ada adegan SasuHina satupun ^^)b mksih udh review.. review lagi yah ^^
Karasu Uchiha : T,T Ayy emg paling g bs buat crita yg alurnya cepet, pasti lambat bgt -_-a mkax konfliknya pun jg akan tmpak sdkit dmi sdkit ^^a hehehee mohon bantuannya yah! Mksih atas reviewnya.. wajib review lagi XD
Hasni kazuyakamenashi streels : kalau Itachi itu ntar juga ada waktunya ^^)/ skrg Sasori dulu. Dan soal perempuan yg dcntai Sasu itu cm skedar 'ada' aja kog. Gak kan ada adegan mereka brdua xD .. utk ehem-lemonnya-ehem, silahkan baca sendiri di chap ini,, maaf bgt kalau hasilnya mengecewakan ^^ udh tuntunan cerita nih.. mksih yah udh review.. hayoo review lagi yaaa..
: keterangan jelas? Benarkah/ #mata berbinar.. ^^ oke ayy akan tetap mempertahankannya.. ^^ mksih udh review.. wjib review lagi yah ^^ hehehe
Kahoko : ini udah updet ^^ .. ehm ano,, cemburu? Tapi mslahnya kan mreka brdua msih blm ada rasa apapun =" mngkin akan mlai ada di chap 5 dst. Hehehe gpp kan? Mksih reviewnya.. review lagi yah ^^
Ran Murasaki SS : Yoo saya bls lagi reviewnya ^^ iya sma-sma, sjak awal emg Ayy udh brencana sprti itu ^^)b tp utk adegan SasoSaku, ky nya d chap ini msh blm ada.. mau fokus tentang Sasuke dulu.. hohoho chap depan deh ayy buatnya ^^a ok? Panggil apa yah? Panggil Ayy aja.. salam kenal, salam persahabatan ^^
HikariNdychan : hehehe yokatta, ternyata bnyak yg suka dgn saingan Sasu yaitu Saso ini ^^ .. ehm,, mafia itu apa yah? 0,o)a gak tau _ .. yah pokoknya semacam genk gtuh,, u,u)a gak tau juga apa namanya. Wkwkwk #plaaak. Mksih reviewnya, review lagi yak... ^^)b
Risma chan : hai, slam kenal juga.. mksih udh bilg bagus,, iya ini udh updet ^^ tp gomen kalau lama bgt T,T.. review lgi yah ^^
ROSE CHERRY MALFOY : Sou ka? Maaf yah ^^ mungkin krn alurnya yg lelet seperti siput.. hohoho #plaaak ini udh updet.. review lgi yaah ^^
Ruru Aika : gaka apa-apa kok ^^ mau review berapa banyak pun jg gpp.. gratis kok.. ra usah mbayar #plaak. Iya hinata emg yg dsukai sasu, chek this chap! Mksih bgt udh ngingetin yah ^^a mohon koreksinya lagi, senpai.. ^^
SS : hehehe... yah gimana ya mau ceritanya,, baca sendiri aja deh di chap ini,, tpi maaf nih klo mngecewain ^^.. review lagi yah ^^
Y0uNii D3ViLL : wanita yg dcntai Sasu di chap ini terjawab.. ^^ Saso suka Saku? Liat aja ntr di chap depan ^^ lalu Sasu suka Saku duluan? Insyallah idenya saya pakai deh.. ^^ tpi pelan-pelan yah.. #gak bisa bkin yg alurnya cepet T,T .. ini udh updet.. tpi gomenasai kalau lama bgt m(_ _)m ,,, review lagi yah ^^
Yosh, udah selesai balas reviewnya! Mohon maaf jk ada kslhan pnulisan nama!
Oh ya, sekedar mengingatkan di chap ini akan ada adegan LEMON SASUSAKU,, Jadi Ayy mohon bgt untuk Glenndigimon dan semua yang masih dibawah umur ataupun yang nggak suka Lemon, nanti jika ada tulisan WARNING LEMON ,, tolong langsung di skip kebawah hingga tulisan END OF LEMON.. Ayy udah memperingatkan yah.. jadi ayy gak mau terima protes yg aneh ^^ hohoho... dan dosa ditanggung sendiri-sendiri wkwkwk #plaaak
Ok, langsung aja..
.
.
Please, Let Me Go
Naruto © Masashi Kishimoto
Please, Let Me Go Kamikaze Ayy
Pair : SasuSaku, ItaSaku, SasoSaku
Rated : M
Genre : Romance, Tragedy, Angst, Hurt/Comfort
WARNING: Mengandung unsur dewasa 17+, EYD amburadul, Sakura centric, Typo(s) bertebaran, ide pasaran, gaje, gak mutu dll.
DONT LIKE, DONT READ!
NO FLAME
Happy Reading Minna ^,^/
.
.
Aku berlari . . .
.
.
.
Aku mengejarnya . . .
.
.
.
Aku ingin menggapainya . . .
.
.
.
Dia impianku . . .
Satu-satunya tujuanku . . .
Satu-satunya alasanku untuk tetap bertahan hidup . . .
.
.
Chapter : 4
"Hoam, kali ini pasti sangat merepotkan."
"Setidaknya kita mendapat sedikit hiburan, Shikamaru." Naruto berkata pelan seraya menyeringai dan mulai membayangkan dirinya yang tengah bergelut dengan salah satu dari musuh mereka tersebut, sebelum kemudian menaiki mobil kesayangannya dan segera menginjak gas untuk pergi menyusul Sasuke menuju tempat perjanjian.
"Terserahlah." Shikamaru pun juga mulai menyusul teman-temannya yang sudah berada cukup jauh di depan. Selama dalam mobilnya ia memandangi sebuah foto yang selalu ada di dalam dompetnya, pandangan sendu yang begitu sayu. Foto dimana disitu terpampang seorang gadis cantik berambut pirang yang mengenakan sebuah gaun biru sedang tersenyum manis di samping seorang pria yang tak lain adalah dirinya sendiri. Shikamaru menghela nafas pelan, entah apa yang ada di pikirannya saat ini. Sadar jika ia sedang menyetir, Shikamaru pun lantas menaruh foto tersebut di kursi sampingnya dan mulai fokus pada jalanan yang sedang di laluinya.
Tak berapa lama, akhirnya Sasuke dan teman-temannya yang menaiki kendaraan mereka masing-masing sudah sampai di lokasi perjanjian. Dimana di situ adalah sebuah tanah lapang yang di kelilingi berbagai macam rimbunan semak dan beberapa pohon. Tempat tersebut jarang dikunjungi orang, keadaannya begitu sangat kotor dan tak terurus. Di sana mereka dapat melihat beberapa orang yang sepertinya sudah menunggu mereka sedang berdiri sembari memandang tajam pada Sasuke dan teman-temannya. Sasuke pun segera menghampiri mereka disusul oleh teman-temannya yang lain.
"Akhirnya kau datang juga, Uchiha." Salah satu dari musuh mereka yang memakai kacamata berkata seraya menyeringai dan menatap sinis pada Sasuke.
"Hn. Apa maumu?" tanya Sasuke langsung pada topik utama tanpa mau menanggapi basa-basi yang dilontarkan oleh pemuda berkacamata di hadapannya tersebut.
"Tidak banyak, kami hanya menginginkan kekalahanmu saja. Bukan begitu, Kabuto" jawab salah seorang pemuda lainnya yang berambut keperakan dengan warna biru disetiap ujung rambutnya yang hanya di sambut kikikan sinis oleh Sasuke.
"Berhentilah bermimpi," balas Sasuke setelah sebelumnya ia terkikik begitu aneh yang malah terlihat sangat menyeramkan.
Dari kejauhan, tampak seorang pria berambut klimis bermata hitam kelam kini melangkah menuju tempat dimana Sasuke dan teman-temannya yang lain sedang berdiri dengan angkuh menghadap beberapa orang, yang diyakininya adalah musuh mereka kali ini.
"Kau terlambat, Sai." sindir Shikamaru sinis pada lelaki yang baru tiba tersebut.
"Ah, maaf." Sai hanya menjawabnya singkat sembari tersenyum datar pada Shikamaru yang hanya dibalas gumaman 'merepotkan' oleh Shikamaru.
"Langsung saja, aku ingin kita duel malam ini. Hanya kau dan aku, tanpa ada yang membantu," ucap laki-laki berkacamata tadi yang ternyata bernama Kabuto dengan tegas sembari memandang tajam pada Sasuke seolah mengatakan bahwa ia menantangnya.
"Hn, ku terima tantanganmu. Bisa kita mulai sekarang?" jawab Sasuke dengan tak kalah sinisnya.
"Tentu saja, Uchiha." Kabuto pun melirik sekilas pada empat orang temannya yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh mereka. Sasuke pun juga melakukan hal yang sama, dengan sekali pandang saja, teman-temannya yang lain pun sudah mengerti dan segera menjauh untuk memberikan ruang pada Sasuke dan Kabuto yang akan mulai bertarung one by one.
Sasuke mulai maju mengambil jarak sekitar lima meter di depan Kabuto, ia lalu memasang tatapan siaga pada setiap pergerakan musuhnya tersebut. Kabuto sendiri juga mulai bersiap dalam menyerang, lalu secara tiba-tiba, kabuto mendekat ke arah Sasuke dan mulai memukul perut lelaki bermata onyx tersebut. Sasuke segera merunduk guna menghindari serangan Kabuto tersebut. Lalu tanpa disangka, Sasuke balas menendang kaki kiri kabuto dengan kaki kanannya.
Buugh...
Kabuto yang tak sempat menghindar itupun terjungkal dan jatuh terduduk ditanah. Namun lelaki berkacamata tersebut segera balas menonjok muka Sasuke dalam posisi terduduk yang menyebabkan sedikit darah mengalir dari sudut bibir lelaki berambut model emo tersebut. Kabuto menyeringai puas melihat hasil karyanya pada wajah Sasuke tersebut.
"Cih." Sasuke mulai geram dan langsung berdiri lalu bersiap memberikan tendangan pada kepala Kabuto yang masih dalam posisi terduduk di hadapannya. Namun sayang, Kabuto berhasil mengelak dari serangan Sasuke tersebut.
"Apa kemampuanmu menurun, Uchiha?" Kabuto tersenyum mengejek.
"Brengsek, diam kau." Sasuke membalas ejekan Kabuto
Kabuto bangkit dari posisinya dan langsung mencoba menonjok kembali perut Sasuke, namun Sasuke segera melompat ke samping kanan untuk menghindari serangan Kabuto tersebut. Detik berikutnya, Sasuke ganti menendang perut kabuto dengan cukup keras yang langsung membuat Kabuto terpental beberapa langkah ke belakang.
"Akh." Kabuto meringis merasakan nyeri pada bagian lambungnya. Sasuke hanya menatap lelaki berkacamata itu dengan tatapan datar miliknya. Kabuto berusaha kembali berdiri tegak walau sedkit terhuyung, lalu dia maju perlahan mendekati Sasuke yang juga tampak mulai kelelahan. Dengan tak disangka, Kabuto mengambil sebuah pisau lipat kecil dari saku celananya, lalu berusaha menusukkannya pada perut Sasuke. Sasuke yang menyadarinya segera berkelit dengan lincah menghindari berbagai tikaman dan tusukan yang dilancarkan oleh musuhnya tersebut. Namun sayang sekali, pada satu gerakan, Kabuto berhasil menggoreskan pisau kecilnya di lengan kiri Sasuke. Darah pun mulai mengalir perlahan walau tak terlalu deras, namun sepertinya goresan tersebut cukup panjang, mulai dari lengan bagian bawah bahunya hingga ke siku. Sasuke meringis pelan menahan rasa perih yang mulai menjalar pada bagian lengan kirinya tersebut.
"Cih, jangan main-main denganku, Brengsek!" Sasuke yang geram segera menghampiri Kabuto dan meninju bagian mukanya secara berkali-kali menggunakan tangan kanannya yang sebenarnya juga masih baru sembuh dari luka akibat perkelahiannya dengan beberapa musuhnya pada tiga hari yang lalu. Setelah itu segera disusul oleh tendangannya pada bagian perut Kabuto dengan cukup keras. Serangan Sasuke yang begitu tiba-tiba dan bertubi-tubi itu tak sempat dihindari oleh Kabuto, ia terhuyung beberapa langkah kebelakang sembari memegangi perutnya yang kini terasa amat nyeri akibat tendangan Sasuke tersebut. Tak terima dengan perlakuan Sasuke pada temannya tersebut, seorang pemuda lainnya yang berambut putih keperakan dengan sedikit warna biru di bagian ujungnya segera menghampiri Sasuke, lalu berusaha memukul Sasuke dengan sebuah tongkat kayu yang entah dari mana ia dapatkan. Sasuke berkelit ke samping kiri begitu menyadari akan bahaya yang mengancam keselamatannya. Naruto yang tak terima akan perlakuan curang dari pihak musuh mereka tersebut langsung menghampiri Sasuke dan ganti menyerang balik pada lelaki berambut keperakan yang membawa sebuah tongkat kayu tadi. Naruto menendang tongkat yang dibawa oleh pemuda tadi, lalu memukul bagian dadanya dengan begitu keras. Teman-teman lainnya yang juga tersentak akibat kejadian tadi segera terjun langsung ke arena dan melawan musuh mereka masing-masing.
"Suigetsu, kau hadapi si rambut kuning tersebut! Aku akan menghajar yang berwajah pucat itu," ucap salah seorang pemuda lainnya yang berambut jingga dengan badan yang sedikit lebih kekar dibanding teman-temannya yang lain.
"Cih, jangan memerintahku, baka Juugo!" lelaki yang bernama Suigetsu itu menggeram kesal pada temannya tersebut yang kini sudah berdiri disampingnya dan bersiap akan menyerang Sai.
"Shikamaru, kau bereskan lelaki yang berambut putih panjang itu, biar aku yang lawan satunya!" ucap Neji pada Shikamaru yang kini hanya memandang malas pada musuh. Meski ia tampak begitu malas namun sesungguhnya ia memasang sikap waspada pada keadaan sekitar.
"Dia Kimimaru, aku pernah mengalahkannya beberapa waktu yang lalu. Cih, merepotkan saja." Shikamaru pun mulai mengambil ancang-ancang, lalu mulai menyerang musuhnya yang bernama Kimimaru tersebut.
"Kau Neji kan? Ketua klub Karate Konoha High School. Apa aku salah? Aku Sakon, senang bertemu denganmu, sudah lama aku ingin bertarung denganmu," ucap Sakon yang menjadi lawan Neji. Neji tak membalasnya, ia lebih memilih untuk siaga.
Di lain sisi, Sasuke kembali berusaha menyerang Kabuto yang masih sedikit terhuyung hingga Kabuto terjatuh ke tanah. Sasuke lalu mengambil posisi di atas tubuh Kabuto yang terjatuh terlentang, kemudian Sasuke kembali mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke wajah Kabuto bahkan hingga kacamata yang dipakai lelaki tersebut pecah. Setelah merasa puas, Sasuke berdiri lalu memandang ke arah teman-teman lainnya yang juga sepertinya berhasil mengalahkan musuh mereka masing-masing.
"Berhenti, kita kembali ke markas! Mereka sudah kalah," perintah Sasuke dengan suara dinginnya yang langsung membuat teman-teman lainnya menghentikan kegiatan mereka yang sedang menghajar musuh mereka dan langsung berjalan berbalik menyusul Sasuke yang sudah mulai melangkah menjauhi Kabuto.
"Itu yang akan terjadi jika kau main-main denganku." Suara maskulin yang terdengar tegas namun berkesan datar itu kembali terdengar. Dan tanpa ia menyebutkan nama, mereka sudah tau untuk siapa kalimat tersebut ditujukan.
xXxXx
Ceklek...
Sasuke dan teman-temannya kini sudah kembali berada di apartment milik Sasuke yang memang sengaja dibeli untuk menjadi markas tempat berkumpul mereka. Mereka duduk di atas sofa yang tersedia di ruangan utama apartment tersebut, sedangkan Sasuke langsung berjalan ke dapur untuk mengambil beberapa minuman kaleng dingin yang tersedia di lemari es.
"Hah, benar-benar melelahkan." Naruto menghela nafas pelan.
"Padahal aku belum menggunakan satu pun senjata yang sudah ku persiapkan," ucap Sai.
"Sudahlah, mereka hanya gangguan kecil. Tak begitu berarti untuk kita," sambung Neji dengan suara dingin yang hanya dibalas anggukan setuju oleh Sai dan Naruto, sedangkan Shikamaru sudah terlihat memejamkan matanya dengan begitu nyaman.
Tak lama kemudian, handphone milik Naruto pun berbunyi, menandakan adanya sebuah pesan singkat yang masuk. Lalu Naruto mulai mengambil benda tersebut dari saku celananya, dan membaca isi pesannya.
Sender: Hinata-hime
Naruto-kun sedang berada dimana? Kata Neji-nii tadi, Naruto-kun habis berkelahi lagi. Bolehkah aku ke tempat Naruto-kun sekarang. Aku mengkhawatirkanmu.
Naruto tersenyum membaca pesan singkat dari kekasihnya tersebut. Lalu ia segera mengetikkan balasan untuk menolak permintaan kekasihnya tersebut, mengingat hari yang sudah sangat malam, sekaligus juga memberitahu letak keberadaannya sekarang agar Hinata tidak cemas. Beberapa menit kemudian, handphonenya berbunyi lagi, menandakan adanya pesan balasan dari gadisnya itu.
Sender: Hinata-hime
Tidak apa-apa, Naruto-kun. Sekarang aku sedang dalam perjalanan menuju apartment Sasuke-kun, aku diantar oleh sopir. Lagipula Neji-nii juga berada disana 'kan? Jadi tidak masalah.
Naruto kembali tersenyum memandang layar handphonenya tersebut, betapa ia merasa beruntung memiliki seorang kekasih seperti Hinata
"Ku tebak kau baru saja mendapat pesan dari Hinata, " ucap Sai seraya melirik sekilas pada Naruto.
"Kau benar, Sai. Hinata memang kekasih yang sangat perhatian, sekarang dia sedang menuju kemari untuk melihat keadaanku," jawab Naruto dengan bangga sembari menunjukkan cengiran khasnya.
"Hei sekarang sudah sangat larut, sudah pukul setengah sebelas malam, apa kau tidak apa-apa jika Hinata ke sini?" tanya Sai.
"Aku sudah melarangnya untuk kemari, tapi ia tetap bersikeras akan pergi dengan diantar oleh sopirnya, lagipula ia akan aman disini selagi ada aku dan Neji tentunya." Naruto menjawab dengan nada yakin sembari memandang ke arah Neji seolah meminta persetujuannya. Neji hanya menjawab dengan gumaman kecil sebagai tanda ia setuju.
Sasuke lalu kembali muncul sembari membawa beberapa minuman kaleng dan snack untuk cemilan mereka. Naruto segera menyambar sekalen minuman softdrink lalu segera meneguk isinya hingga tandas separuh. Tiba-tiba,
Tok... tok...
"Itu pasti Hinata, cepat buka pintunya, Naruto!" Sai berkata seraya menyunggingkan senyum datarnya pada Naruto yang hanya dibalas dengan cengiran lebar oleh Naruto yang langsung melesat untuk membukakan pintu apartment.
Ceklek...
"A-ah... Naruto-kun, konbanwa!" Hinata menyapa Naruto sembari menunduk dan memainkan jemari telunjuknya seperti kebiasaannya jika sedang malu. Naruto tersenyum lembut melihat tingkah Hinata yang membuatnya semakin gemas pada gadis dihadapannya tersebut.
"Masuklah, Hinata! Ayo bergabung bersama kami," ajak Naruto pada Hinata sembari menggandeng mesra lengan gadisnya tersebut menuju sofa kosong yang cukup untuk diduduki oleh dua orang. Sasuke melirik tak suka pada tingkah kedua sejoli yang tak lain adalah temannya tersebut, perubahan raut wajah Sasuke disadari oleh Shikamaru yang membuka matanya saat ia mendengar adanya suara ketukan pintu tadi.
"Hinata apa ayah tidak akan mencarimu jika kau kesini malam-malam begini?" Neji bertanya seraya memandang lurus pada Hinata yang memang posisi mereka bersebrangan.
"A-ayah tadi sore berangkat ke korea, ka-katanya ada masalah dengan perusahaan disana," jawab Hinata.
"Selesaikan urusanmu, tiga puluh menit lagi kita pulang!" Neji berkata dengan tegas seolah tak mau menerima adanya penolakan dari mulut adiknya tersebut.
"Hei, tapi kan Hinata-chan baru saja tiba disini. Uh, kau jahat sekali, Neji." Naruto segera menyahut dengan muka masam.
"Berisik... Kalian 'kan bisa bertemu besok." Neji membalasnya dengan nada dingin yang membuat nyali Naruto untuk kembali membantahnya jadi ciut.
"Na..Naruto-kun, wajahmu sedikit lebam. A-aku ambilkan air untuk mengompresnya dulu yah!" Hinata berkata seraya beranjak dari posisi duduknya hendak mengambil peralatan untuk mengompres lebam di wajah kekasihnya tersebut. Namun tangan Naruto menarik pergelangan tangan kiri Hinata, yang membuat Hinata menghentikan langkahnya dan menatap Naruto.
"Tidak perlu, Hinata-chan! Aku bisa mengurusnya nanti."
"Ta-tapi, Naruto-kun."
"Tidak apa-apa. Kau tetaplah disini."
"Ba-baik."
Dari sudut ruangan, Sasuke mendecih tak suka pada tingkah laku Naruto yang menurutnya sok baik dan sangat berlebihan. Tapi perlu ditekankan, itu hanya menurut pemikiran Sasuke saja.
"Kenapa tak sejak dulu kau katakan perasaanmu pada Hinata. Sekarang sudah terlambat, gadis Hyuuga itu sudah menjadi milik Naruto. Dan kau tak berhak merusak hubungan mereka." Tiba-tiba Shikamaru berkata dengan nada pelan yang hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri dan Sasuke, mengingat memang posisi mereka yang pojok dan bersebelahan serta agak jauh dari teman-teman lainnya.
"Apa maksudmu?" Sasuke membalas dengan nada datar seolah menyalahkan kalimat Shikamaru tadi.
"Sudahlah, aku tau tentang perasaanmu pada Hinata. Kau selalu menampakkan emosimu tiap kali memandangnya. Hah, mendokusai!" Setelah mengatakan demikian, Shikamaru kembali memejamkan matanya dan tak mau ambil pusing pada Sasuke yang kini mulai terlihat geram dan tentu saja tak ada yang menyadarinya. Tak tahan pada pemandangan naruto yang sedang bermesra-mesraan dihadapannya, Sasuke pun memutuskan untuk pergi saja. Ia bangkit dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya yang ia letakkan di atas meja.
"Mau kemana kau, Sasuke?" Sai bertanya heran melihat Sasuke yang akan pergi.
"Pulang," jawab Sasuke singkat seraya keluar dari apartmentnya tersebut yang hanya mendapat tatapan bingung dari teman-temannya yang lain.
Sasuke mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, ia bahkan melupakan rasa sakit pada lengan kirinya yang masih mengucurkan darah segar akibat pertempurannya tadi dengan Kabuto. Sasuke memberhentikan kendaraannya di depan sebuah bar yang terlihat sangat mewah dan ramai. Setelah turun dari mobilnya, ia lalu melangkah memasuki bar dan duduk di salah satu sofa yang tersedia di sudut ruangan yang remang-remang dan sangat ramai oleh suara musik disko tersebut. Kemudian salah seorang pelayan wanita berambut coklat datang menghampiri Sasuke sembari membawa sebotol vodka dengan satu gelas kecil. Setelah tiba di hadapan Sasuke, pelayan tersebut lalu menuangkan vodka ke dalam gelas kecil tadi kemudian menyerahkannya pada Sasuke yang langsung diteguk habis oleh lelaki bermata onyx tersebut.
"Tampaknya anda sedang ada masalah berat, Sasuke-sama?" Pelayan tadi bertanya pada Sasuke dengan suara yang cukup keras mengingat betapa bisingnya suasana saat itu.
"Bukan urusanmu. Cepat berikan aku lagi vodka itu!" Sasuke menyahut dengan suara yang mulai serak, sepertinya pengaruh minuman keras itu mulai bekerja dalam tubuhnya. Sasuke merebut botol vodka dari tangan pelayan tadi lalu mengusirnya. Kemudian Sasuke kembali meneguk beberapa gelas setelah akhirnya tubuhnya tak kuat lagi untuk menopang berat badannya, hingga sasuke menjatuhkan kepalanya keatas meja dihadapannya.
"Brengsek!" Kini Sasuke mulai mengumpat tak jelas, pandangannya mulai kabur dan serasa berputar-putar. Dengan sekuat tenaga, Sasuke mencoba untuk berdiri namun kembali terjatuh.
"Ah, Sasuke. Kau sedang mabuk rupanya," ucap seorang lelaki pemilik bar tersebut.
"Hn, jangan menggangguku, Yamato!"
"Sopanlah sedikit pada orang yang lebih tua, Sasuke!"
"Urusai!"
"Sebaiknya sekarang kau pulang, Sasuke. Kakakmu pasti mencemaskanmu. Akan ku suruh pelayan membantumu berjalan. Apa kau juga perlu sopir untuk mengendarai mobilmu?"
"Hn, tidak perlu! Aku bisa sendiri."
Sasuke lalu mencoba bangkit untuk berdiri tegak, meskipun sedikit agak limbung karena rasa pusing yang menderanya. Kemudian ia mulai melangkah keluar secara perlahan dengan badan yang masih agak terhuyung. Yamato hanya menghela napas pelan melihat punggung Sasuke yang semakin menjauh dari pandangannya.
xXxXx
Sakura terbangun dari tidurnya begitu mendengar suara pintu mansion yang terbuka, ia melirik sekilas ke arah jam yang menunjukkan pukul satu dini hari, ia pun bergegas keluar kamarnya dan menuju pintu depan. Sakura sudah dapat menebak siapa yang datang, tidak mungkin Itachi, karena tuannya yang satu itu sedang keluar negeri tadi sore untuk mengurus salah satu perusahaan yang sedang dalam masalah.
"Sasuke-sama! Astaga apa yang terjadi?" ucap Sakura terkejut begitu melihat tuannya tersebut berjalan terhuyung menuju tangga. Sakura segera memapah Sasuke dan membawanya berjalan menaiki tangga untuk ke kamar tuannya tersebut.
"Hinata." Sekilas Sakura mendengar gumaman dari mulut tuannya tersebut, namun ia tak mau ambil pusing. Setelah sampai di depan kamar Sasuke, Sakura membuka pintu kamar tersebut lalu kembali memapah tubuh tuannya dan membaringkannya ke atas ranjang. Sakura membuka alas kaki yang masih melekat di kaki Sasuke dan jaket yang digunakan Sasuke, namun ia begitu terkejut melihat darah segar yang tampak mulai mengering di bagian lengan kiri Sasuke. kemudian Sakura berlari menuju dapur dan kembali dengan membawa kotak P3K, sebaskom air dan handuk kecil. Dengan sabar, Sakura mulai membersihkan darah pada lengan Sasuke, ia berusaha sepelan mungkin agar tak menimbulkan rasa sakit. Setelah selesai membersihkan darahnya, Sakura lalu mengobati lukanya dan membalutnya dengan perban. Kemudian Sakura segera membereskan segala peralatan yang telah ia gunakan dan membawanya kembali ke dapur. Tak beberapa lama kemudian, Sakura kembali ke kamar Sasuke untuk melihat keadaan tuannya tersebut. Sasuke tampak memejamkan matanya, nafasnya mulai teratur, Sakura kemudian mengambil selimut bermaksud untuk menyelimuti majikannya tersebut. Namun Sakura tersentak begitu melihat Sasuke yang terbangun, sakura mundur beberapa langkah dari posisinya.
"Ma-maaf, tuan! Saya tidak bermaksud membangunkan anda," ucap Sakura seraya menundukkan kepalanya. Sasuke merasakan rasa pusing yang sangat, sekilas ia kembali mengingat tentang Hinata yang sedang bercanda dan bermesraan bersama Naruto, itu membuatnya kesal. Lalu Sasuke pun bangkit berdiri dan menarik tangan Sakura secara paksa, Sakura tak sempat mengelak, ia merasakan tubuhnya terjatuh di atas ranjang. Sasuke lalu menangkupakan dua tangannya pada pipi Sakura lalu mencium bibirnya secara paksa, Sakura yang terkejut mendapat perlakuan tersebut pun berusaha memberontak dan berteriak. Namun ia tak dapat bersuara karena saat ini Sasuke sedang mengexploitasi seluruh bagian rongga mulutnya dengan lidah. Sakura juga tak dapat bergerak karena tubuhnya yang di tindih oleh tubuh Sasuke dan kadua kakinya mendapat kuncian dari kaki Sasuke. Yang bisa Sakura lakukan hanyalah memukul punggung Sasuke sekuat yang ia mampu. Tapi sepertinya perlawanan Sakura tersebut tidak begitu berarti bagi Sasuke, ia mulai menyusupkan kedua tangannya kedalam baju tidur yang Sakura kenakan, lalu mengelus bagian perut Sakura yang terasa amat halus. Tak berhenti hanya di situ saja, sasuke mulai menaikkan tangan kanannya menuju bagian dada Sakura dan menyusup ke dalam bra yang menutupi daerah tersebut. Sakura menggelinjang hebat akibat perlakuan Sasuke, ia merasakan ngilu pada bagian bibirnya yang terkadang mendapat gigitan kasar dari Sasuke, kini ia tengah merasakan rasa geli bercampur nyeri pada bagian dadanya yang tengah diremas dengan sangat kencang.
.
(WARNING LEMON)
.
"Aaagh~ Sasuke-sama, ku mohon hentikan," ucap Sakura setelah ia berhasil lepas dari ciuman Sasuke sembari terus meronta dan berusaha mendorong tubuh Sasuke yang menindihnya dan mengunci pergerakannya.
"Hinata~" Sasuke hanya menyebut nama itu dengan suara lirih di sela-sela kegiatannya.
"Sasuke-sama, Aaaagh~ to-tolong hentikan... Aaaaagh~" Sakura mendesah hebat karena merasakan putingnya di pelintir cukup keras oleh tangan yang sedari tadi meremas-remas dadanya. Sasuke tak lagi mampu mendengar ucapan Sakura, saat ini hanya nafsu dan emosilah yang menguasainya. Sakura semakin terbelalak saat ia merasakan bagian bawahnya tengah dielus-elus oleh sebuah tangan.
"Sa..Sasuke-sama, Aggggh~ ti-tidak ja-jangan disitu! Aaaaagh~"
"Urusai! Diam dan nikmatilah! Kau milikku, Hinata."
"Ku mohon, tolong lepaskan!"
Sasuke lalu bangkit dari posisinya yang menindih Sakura. Sakura cukup lega akan kondisi tersebut, ia berpikir jika tuannya tersebut sudah mau melepaskannya. Namun ternyata salah, Sakura semakin berusaha melepaskan diri saat tahu Sasuke kini tengah membuka paksa pakaiannya. Setelah usaha pemberontakannya yang sia-sia, kini Sakura telah tampak dalam keadaan tak berbusana dan Sasuke bertelanjang dada yang sedang duduk diatas perutnya.
"Sasuke-sama, apa yang hendak anda lakukan? Tolong lepaskan saya!" Sakura berkata sembari berusaha menutupi bagian dadanya yang menjadi bahan pelototan Sasuke sedari tadi. Namun sasuke menggubrisnya, kini ia malah menarik paksa tangan Sakura agar tak menutupi kedua buah dadanya tersebut. Lalu secara kasar, Sasuke mengubah posisinya kembali menindih tubuh Sakura dan mulai mendekatkan wajahnya pada payudara kiri Sakura kemudian meghisapnya dengan cukup keras, membuat bekas kemerahan dan rasa ngilu pada Sakura.
"Eeeengh~ Aaaagh~ hentikan! Aaaaagh~" Sakura tak bisa berontak lagi, kini dua tangannya tengah di pegang erat dan diposisikan berada diatas kepalanya oleh Sasuke. Hanya kakinya yang masih terus berusaha menendang-nendang udara. Sasuke memanfaatkan tangan kirinya yang masih bebas untuk meremas payudara Sakura yang sebelah kanan. Membuat sakura semakin menggelinjang hebat karena perlakuan tuannya tersebut. Setelah cukup lama meremas dada Sakura, tangan Sasuke kini berpindah menelusuri bagian perut Sakura dan mengelus-ngelusnya sejenak, setelah kemudian terus menuju selangkangan Sakura dan berhenti pada daerah vital milik Sakura. Sasuke mulai memasukkan satu jarinya ke dalam lubang kewanitaan Sakura dan kemudian mengocoknya dengan ritme pelan.
"Aaaaaagh~ Sa..Sasuke-sama , apa yang anda lakukan? Ooouchh~ hen-hentikan! Aaaaagh~ ku mohon," Sakura mendesah hebat merasakan sebuah jari tangan Sasuke yang mengocok bagian bawahnya.
"Hn."
"Aaaaaagh~ hentikan, Ooouch~ ku mohon."
Kini Sasuke menambah sebuah jari lagi, dua jari yang mengocok bagian bawah Sakura, membuat Sakura semakin menggelinjang liar dan meronta ingin lepas.
"Aaaaaaaaaaaagh~" Sakura mendapatkan orgasme pertamanya, matanya terpejam, dadanya naik turun dengan cepat seiring dengan nafasnya yang memburu, peluhnya bercucuran di seluruh tubuhnya. Setelah merasa cukup, Sasuke mengeluarkan jemarinya dan menjilat bekas cairan Sakura yang menempel disitu, lalu ia bangkit dari tubuh Sakura dan mulai membuka celana yang masih ia kenakan. Sejenak Sakura dapat bernafas lega namun di detik berikutnya ia terlihat membelalakkan matanya merasakan adanya benda asing yang jauh lebih besar dibandingkan jari Sasuke tadi kini tengah memaksa menerobos masuk ke dalam liang kewanitaannya yang sangat sempit.
"Sa..Sasuke-sama, tidaaak... Jangan... Kumohon hentikan!"
Sakura berteriak sekuat yang ia bisa, berharap seseorang dapat menolongnya saat itu juga, padahal ia tahu hal tersebut sia-sia mengingat hanya ada dirinya dan Sasuke di mansion tersebut. Suaranya tidak mungkin terdengar sampai ke Security di pos depan gerbang mansion karena letaknya yang cukup jauh juga mengingat kamar Sasuke itu kedap suara. Sasuke tetap melanjutkan kegiatannya, ia semakin memajukan pinggulnya untuk menanamkan kejantanannya, namun saat sudah berada di pertengahan jalan, Sasuke merasa ada sebuah selaput penghalang yang menghambat jalan kejantanannya untuk semakin masuk ke dalam liang kewanitaan Sakura. Sasuke menarik nafas pelan dan menghembuskannya, lalu detik berikutnya ia menyentakkan pinggulnya sehingga menyebabkan kesejatiannya merobek selapit penghalang tadi dan sukses masuk hingga ke dasar milik Sakura.
"Aaaaaaaarrrgh... Sa-sakit sekali, Sasuke-sama. Hiks..." Sakura berteriak kencang saat merasakan rasa perih dan ngilu yang teramat sangat pada bagian selangkangannya, ia menangis tersedu-sedu begitu sadar bahwa ia telah kehilangan sebuah mahkotanya yang berharga. Seluruh miliknya yang seharusnya ia berikan pada kekasih dan suaminya itu kini telah direnggut paksa oleh tuannya sendiri.
Plaak...
Sasuke tiba-tiba menampar Sakura dengan keras membuat wanita tersebut terdiam dan berhenti memberontak, kini ia hanya terdiam sembari mengisak pelan menahan rasa sakit yang mendera jiwa dan raganya sekaligus saat Sasuke kembali meneruskan kegiatannya hingga selesai.
'Kaa-chan, maaf karena Sakura bukanlah anak yang baik. Maaf karena Sakura bahkan tak dapat menjaga kesucian milik Sakura. Maaf, Kaa-chan.' Sakura menitikkan air matanya begitu terbayang wajah ibunya yang sedang tersenyum saat mengatakan bahwa harta berharga milik perempuan adalah kesuciannya, yang hanya boleh diberikan pada suaminya nanti.
(END OF LEMON)
xXxXx
Sasuke terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan matanya untuk menyesuaikan dengan keadaan ruangan yang cukup terang karena lampu. Sasuke melirik ke arah jam dinding yang tengah menunjukkan pukul lima pagi, rasa kantuk masih menyerangnya, ia ingin tidur lagi. Sesaat, Sasuke merasakan rasa hangat dan nyaman pada tubuhnya, ia juga merasakan miliknya yang terasa terhimpit dengan begitu nikmat. Ia mengernyit begitu menyadari ada sosok seorang wanita berambut pink yang sedang tertidur pulas di bawahnya, keadaan wanita itu begitu berantakan, juga ada bekas air mata yang mengalir di pipinya. Sasuke ingat, tentang apa yang semalam telah ia lakukan pada wanita yang tak lain itu adalah Sakura. Sasuke juga dapat mengingat tentang suara isakan dan jeritan Sakura saat ia berusaha merenggut kesuciaannya. Ya, Sasuke mengingatnya, ia bahkan sadar secara penuh saat tengah melakukannya. Entah apa yang sedang merasukinya saat itu, wanita yang tak berdosa di bawahnya kini harus menanggung semua aibnya. Sasuke kembali memejamkan matanya, lalu membukanya kembali. Kemudian secara perlahan ia menarik miliknya yang masih tertanam pada liang milik Sakura karena bekas tindakannya semalam. Hal tersebut membuat Sakura melenguh pelan dalam tidurnya, "Eeengh~"
Setelah itu, Sasuke bangkit dan mulai memandangi tubuh Sakura yang polos tanpa sehelai benang pun menutupinya, tubuhnya penuh dengan bercak merah dan pipinya sedikit lebam, timbul sedikit rasa sesal pada diri Sasuke yang telah melampiaskan nafsunya pada Sakura. memang itu juga merupakan hal yang pertama bagi dirinya dalam berhubungan seks dengan wanita, namun kenapa ia sampai tega mengambil paksa keperawanan Sakura? Apa yang sedang ia pikirkan. Sasuke kembali mengingat tentang adegan Hinata yang bermesraan dengan Naruto, apa benar ia melakukannya karena sedang kesal pada Hinata? Karena ia merasa kasihnya tak terbalas? Benarkah? Bahkan Sasuke sendiripun tak dapat menjawabnya.
.
.
Aku ingin menggapainya . . .
.
.
Dia impianku . . .
Satu-satunya tujuanku . . .
Satu-satunya alasanku untuk tetap bertahan hidup . . .
.
.
To Be Continued
.
.
A/N : Wow? Apa'an chap ini? Haduuuuuh.. kok Ayy merasa ceritanya tambah hancur yah =,=a gomenasai, minna-san! Maaf yah jika chap ini masih mengecewakan ^^a Ayy emg payah! #pundung! Sebenernya Chap 4 ini udah jadi sejak seminggu yang lalu, tapi Ayy ragu mau updetnya *ngelirik adegan lemon diatas* Ayy bnr2 ragu dan gak siap mental. Tapi krn ada seorang yang bujuk2 Ayy spya cepet meng-updet klanjutan fic ini, akhirnya dgn segenap keberanian, Ayy updet juga chap 4 ini, hohoho XD
Gimana? Gimana? Gimana nih ceritanya? Apa masih membosankan? Masih kurang feelnya? Masih kurg bagus? Ato gimana? Oh iya, sebelumnya Ayy minta maaf kalau alurnya sangat lamban, ayy emg paling gak bisa bikin yang alurnya ngebut , Mohon kasih masukannya yah ^^a ... yg mau saran, kritik, nyumbang ide atau sekedar sapa dan saling cuap, monggo di klik atuh kolom Reviewnya ^^
Salam Hangat Selalu~
Kamikaze Ayy
