Judul: Enemy that Loves me~~~part 4

Genre: yaoi

Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Choi Siwon, Kim Heechul, Lee Hyukjae, OC

Author's POV

"Teng…Teng..Teng…"

"Ugh…" bunyi bel tanda istirahat membangunkan Sungmin dari tidurnya. Dia beranjak bangun dari kasur sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.

"Kalian?" terriak Sungmin kaget setelah menyadari kehadiran Donghae dan Siwon di UKS. "Apa yang kalian lakukan di sini? Apa Kyuhyun mengirim kalian untuk mengerjaiku lagi?" tanya Sungmin sinis.

"Tentu saja tidak." ucap Siwon sambil tersenyum tipis. "Kami ke sini untuk menjengukmu hyung."

"Lebih tepatnya, kami ke sini untuk minta maaf." tambah Donghae. "Hyung, mianhaeyeo…" ucap Donghae sambil membungkuk begitu juga dengan Siwon.

"Untuk apa kalian minta maaf? Yang membuatku terluka itu Kyuhyun bukan kalian!" ucap Sungmin sinis. "Apa kalian budak Kyuhyun? Sampai-sampai harus meminta maaf karena ulah tuannya?"

Siwon langsung berdiri tegak. Belum pernah ada orang yang bisa membuatnya membungkuk selain orang tuanya, bahkan orang itu sekarang malah menghinanya. Donghae yang menyadari kemarahan Siwon langsung berusaha menenangkannya.

"Hyung, kami bukan budak Kyuhyun tapi kami teman baiknya. Kami merasa bersalah atas tindakannya. Jadi tolong maafkan kami." ucap Donghae.

"Cih! Teman katamu? Teman macam apa yang membiarkan temannya melakukan hal buruk? Kalian takut kan? Takut akan kekuasaan Tuan muda Cho." ucap Sungmin tajam.

"Sialan! Asal kau tahu saja. Kami berteman dengan Kyuhyun sejak kami kecil. Dan itu juga bukan karena rasa takut!" ucap Siwon yang meledak marah. "Pertemanan kami tidak sedangkal apa yang kau pikirkan!" tambahnya. "Hae, lebih baik kita pergi. Tak ada gunanya meminta maaf kepada orang ini." ucap Siwon lagi yang langsung pergi.

"Hyung... Tujuanku kemari bukan untuk berperang denganmu. Tolong jangan salah paham." ucap Donghae.

Sungmin terdiam. Dia menimbang-nimbang kesungguhan perkataan Siwon dan Donghae tadi.

"Dia beruntung mempunyai teman seperti kalian." ucap Sungmin menyesal. "Maaf, seharusnya aku tak bersikap kasar pada kalian."

"Tak apa…Aku tau hyung pasti masih emosi." ucap Donghae sambil tersenyum.

Sungmin balas tersenyum. "Terima Kasih. Oh ya, kalian tak perlu meminta maaf atas ulah Kyuhyun. Kalian tak bersalah. Pengecut itulah yang harusnya datang ke sini dan meminta maaf." ucapnya. "Lebih baik aku ke kelas sekarang."

"Ayo Kuantar." ucap Donghae ceria sambil merangkul pundak Sungmin.

"Ya! Lepas!" ucap Sungmin tidak suka. "Lebih baik kau kembali ke kelasmu sana!"

"Shiro… Aku akan mengantarmu." jawab Donghae ngeyel.

"Yah terserah kau sajalah." ucap Sungmin menyerah. "Tapi jangan dekat-dekat." ucapnya lagi. "Apa sih maunya? Berpura-pura baik? Gak mempan!" batin Sungmin

Tanpa mereka sadari, 2 pasang mata menatap mereka dari tempat bebeda.

"Sial! Ngapain sih Donghae? Apa dia ingin mendekati Sungmin?" gumam Kyuhyun.

"Minnie… " ucap Eunhyuk pelan.

Sungmin's POV

"Aish apaan sih mereka?" batinku. Para penggemar fanatik Donghae menatapku sinis saat aku berjalan melewati koridor.

"Ngapain Donghae ngikutin dia sih?" bisik salah satu penggemar Donghae.

"Iya-iya, apa bagusnya si culun itu?" jawab yang lain.

Donghae tidak menanggapi reaksi dari penggemarnya, dia tetap berjalan dengan santai di belakangku.

"Akhirnya sampai juga" batinku.

Donghae berhenti tepat di belakangku.

"Kau bisa pergi sekarang!" bisikku padanya.

Donghae tersenyum. "Annyeong hyung… sampai jumpa lagi…" ucapnya ceria.

Aku tak menghiraukannya dan langsung memasuki kelas.

Seisi kelas langsung memandangku dengan sinis begitu aku memasuki ruangan. Beberapa malah berbisik dengan cukup keras, menghinaku.

"Ihh, gak nyangka ya. Murid beasiswa kita gak tau malu." ucap seorang yeoja saat aku lewat.

"Iya-iya, masih brani dia masuk. Pake dianter sama Donghae segala lagi. Dasar penjilat." sambung teman yeoja itu.

Sebenarnya aku ingin sekali memarahi yeoja itu, tapi aku berusaha menahan emosi. Sudah cukup masalah yang kudapatkan di sini. Emosiku langsung kembali memuncak saat melihat tempat dudukku. Meja yang berwarna krem sekarang dipenuhi coretan-coretan spidol hitam. Kata-kata kasar, umpatan, hinaan terkumpul jadi satu. Buku-buku pelajaran yag ada di tasku berserakan di lantai, sedangkan tasku sudah tak berbentuk lagi.

"Sialan!" unpatku. Beberapa anak menoleh ke arahku sambil terkikik.

Aku langsung mengunmpulkan buku-bukuku, mengambil tasku yang sudah robek-robek dan langsung pergi meninggalkan kelas.

Author's POV

"Bagaimana?" tanya Kyuhyun pada seseoang di telpon.

"Dia terlihat sangat marah dan langsung keluar kelas." jawab suara di seberang.

"Bagus." ucap Kyuhyun senang sambil menutup telpon. "Sebentar lagi diapasti ke sini." ucap Kyuhyun yakin.

"Apa kau tidak bosan mengerjai Sungmin?" tanya Siwon

"Belum. Aku kan sudah bilang dia itu berbeda." jawab Kyuhyun puas. "Aku akan membutanya terus menderita sampai dia menyerah."

"Terserah kau sajalah." ucap Siwon sambil beranjak pergi. "Aku mau berlatih basket dulu." pamitnya.

"Hai!" ucap Donghae sambil memasuki kelas khusus.

"Hai." jawab Siwon sambil berjalan keluar.

Kyuhyun tidak menjawab sapaan Donghae. Dia masih teringat kejadian yang membuatnya kesal, lebih tepatnya cemburu. Donghae yang menyadari perubahan sikap Kyuhyun hanya mengangkat bahu dan duduk di mejanya.

Sementara itu, Sungmin yang keluar dari kelasnya berjalan menuju loker. Dia memasukkan semua buku-bukunya dan membuang tasnya di tong sampah yang ada di situ. Setelah itu, dia tidak kembali ke kelasnya tapi dia memilih untuk membolos di atap gedung SMA, tempat sepi yang merupakan tempat favoritnya selain perpustakaan. Di atap gedung SMA terdapat lapangan basket untuk ekskul street basketball, anggota street basketball hanya menggunakan lapangan ini si sore hari jadi otomatis pada pagi dan siang hari tempat itu sepi.

Sungmin duduk bersender pada dinding pembatas yang ada di sana. Dia menundukan kepala, berusaha untuk menenangkan pikiran dan menahan emosinya yang sudah hampir melampaui batas.

"Buk…buk…buk…" suara orang men-dribble bola membuat Sungmin mengangkat kepalanya.

"Aigo~ dia lagi…" batin Sungmin. Siwon berjalan sambil men-dribble bola basket. Dia terkejut melihat Sungmin yang berada di pinggir lapangan. Tapi dia langsung menutupi keterkejutannya dengan tersenyum menghina.

"Sudah tidak kuat? Keluar saja." ucap Siwon menghina.

"Cih! Aku tak akan kalah dengan orang kaya sombong seperti kalian!" jawab Sungmin yang langsung berdiri tegak. Emosinya kembali memuncak.

"Menarik, coba kalahkan aku kalau kau bisa." ucap Siwon sambil melemparkan bola basket yang dipengangnya ke arah Sungmin. "Yang berhasil memasukan bola 10 kali dialah yang menang."

"Baik! Siapa takut." ucap Sungmin sambil mempassing bola kembali ke Siwon.

Sungmin langsung melepas kaca mata, jas, dasi dan sweater yang membalut tubuhnya. Siwon yang sudah menggunakan baju olah raga menunggu di lapangan.

Permainan dimulai. Siwon yang merupakan kapten tim basket Kyunghee dengan mudah mendapatkan poin. Sementara Sungmin masih agak kewalahan menghadapi permainan Siwon. Dalam waktu singkat, Siwon sudah memimpin. 5-2, Siwon unggul 3 bola dari Sungmin. Permainan bertambah seru saat Sungmin mulai bisa mengejar ketinggalan, 8-8. Mereka terlalu asyik bermain tanpa menyadari bahaya membayangi setiap langkah mereka*weks? salah" hehehe*

*ini yg bener* Mereka terlalu asyik bermain tanpa menyadari kehadiran orang lain di atap.

Orang itu terus memandangi mereka dengan pandangan penuh rasa marah…

Lebih tepatnya, Kyuhyun yang baru saja sampai di atap langsung kaget melihat pemandangan itu. Entah kenapa rasa marah dan iri mulai menjalar di tubuhnya.

Marah karena melihat sabatnya "mendekati" orang yang disukainya, iri karena tidak pernah mendapat senyuman ceria dari orang yang disukainya. Seperti apa yang dilakukan Sungmin kepada Siwon sekarang ini.

Sungmin dan Siwon memang terlihat gembira. Senyuman selalu terulas di bibir mereka berdua. Bukan karena hal yang dipikirkan Kyuhyun, melainkan karena mereka merasa tertantang untuk saling mengalahkan dalam permainan.

"Choi Siwon!" Panggil Kyuhyun. Yang dipanggil langsung berbalik, tak jadi melakukan 3 point-shot*bener nulisnya?*

Sungmin juga ikut berbalik melihat siapa yang memanggil lawan mainnya.

"Temui aku di kelas sekarang!" Ucap Kyuhyun dingin yang langsung meninggalkan atap.

"Sepertinya dia marah." Ucap Sungmin pelan. "Apa kau membuatnya marah atau apa?" Tanyanya pada Siwon.

"Mollayeo, lebih baik aku menyusulnya. Gomawo untuk permainannya. Kapan-kapan kita bertanding lagi ya... Annyeong." Pamit Siwon. Dia berlari pelan meninggalkan atap.

Siwon langsung menuju kelas khusus mereka. Begitu dia memasuki kelas, hawa tidak menyenangkan langsung terasa. Kyuhyun berdiri di depan papan tulis, dia melipat tangannya di dada dan menatap tajam ke arah Siwon dan Donghae.

Siwon memberikan tatapan bertanya pada Donghae yang sudah berada di sana. Donghae hanya menjawab dengan mengangkat bahu dan menggelengkan kepalanya pelan tanda tak mengerti. Siwon lalu duduk di sebelah Dongahe.

"Jelaskan padaku!" Ucap Kyuhyun tajam. "Apa yang kalian lakukan dengan Sungmin." Kyuhyun sudah seperti polisi yang menginterogasi penjahat.

Setelah mendengar pertanyaan Kyuhyun, semua rasa khawatir yang sudah menghinggapi Siwon dan Donghae langsung menghilang. Mereka saling pandang satu sama lain sambil menahan tawa.

"Apa yang lucu?" Tanya Kyuhyun berang.

"Bwahahahahaha..." Siwon yang tidak kuat lagi langsung tertawa keras. Sementara Donghae terkikik melihat wajah sahabatnya yang marah sekaligus bingung.

"Jadi... Kau menyuruh kami ke sini hanya untuk hal itu?" Tanya Donghae pelan. Siwon masih tidak bisa berhenti tertawa.

"Kau...kau... Cemburu pada kami?" Tanya Siwon di sela-sela tawanya.

"Eh... Apa maksudmu?" Tanya Kyuhyun kikuk. Wajahnya langsung berubah merah. Dia juga sudah lupa untuk bersikap dingin.

"Iya, kau marah karena kau cemburu melihat kami dengan Sungmin kan?" Tanya Donghae tepat sasaran. Kyuhyun tidak menjawab, wajahnya semakin memerah.

"Wah...wah...wah..." Ucap Siwon yang sudah tidak tertawa sambil berjalan ke arah Kyuhyun. "Jadi adik kecil kita sudah bisa jatuh cinta...?" Ucap Siwon sambil mengalungkan tangannya ke pundak Kyuhyun.

Dengan polosnya Kyuhyun mengaku. Dia menganggukkan kepalanya. "Iya..."

~tbc

From Me to You~

chachaminnie95: kenapa gk berani review? Heheheh aneh ya?
makasi udh mau baca, salam kenal juga

tha: heheheh liat saja nanti,,, makasih udh mau baca ^^

Lee HyeSang: Maap ya~~~ aslinya udh mau ak updet,,,tpi browserny error n gk bias buat updet di sini,,, jadi baru kemarin dhe… Neee akan saia usahakan…. Makasi udh mau baca ^^

ichigo-yesung: wkakakak,,,jangan dibunuh~~~ nanti gk bias dipake buat ff lagi xD
makasi udh mau baca ^^

Inha Sparkyuhyukbum: ^^ akan saia usahakan,,, makasi udh mau baca ^^

Sapphire Pearls: liat nanti aja ya~~~ makasi udh mau baca ^^

sekali lagi,,, makasi bgt buat yg udh mau baca n review ff saia ini,,, mohon map klo updetnya agak lama~~~ kemarin browsernya error~~~jdi gkk bias updet.
buat chapter ini jgn lupa review ya~~~
tengKyu~ ^^