Yui: Hyaaaa!!! Help me!! Help me!! Yui kena flame, Yui kena flame!! Siapa yang punya Aqua tolong kasi' Yui!!! JDUAK!!! *ditendang langsung tepar*
Naruto: Lebay lo!! Nggak ada flame (baca: Api) tau!?
Yui: Help me!! Help me!! *ngigau kayak ikan kehabisan napas*
Naruto: Lebay banget nih orang!? pergi sana jauh-jauh!! *nendang Yui sampai keluar kota*
Yui: HEEELEEEPPP MEEEE!!!!! Ting!
Naruto: Akhirnya pergi juga tuh orang! Terlalu lebay buat jadi Author gue!!
Kakashi: Naruto! Liat pasien sakit jiwa disini gak? Yang ngomongnya 'help me!', dia kabur dari RSJAS.
Naruto: Apaan tuh RSJAS?
Kakashi: Rumah Sakit Jiwa Author Stress! Ya udah deh, gue cari sendiri Author gilanya. Da-da Naru-chan!? *da-dah ala miss universe (Naruto sweatdropped)*
Hinata: Naruto-kun! Naruto-kun tau dimana Author? *bawa berkas-berkas gak jelas*
Naruto: Emangnya kenapa Hinata? *bantu bawain berkas gaje*
Hinata: Ini, buat bales review yang nggak login!
Naruto: Biar gue aja yang bales! Dari Rey Ichimura, Authornya itu udah nambahin deskripsinya setengah mati sampai dia gila sendiri. Soal kenapa Hinata mudah banget nerima bantuan gue, itu karena... dia memang suka ma gue! *narsis mode: on*
Hinata: Jangan bercanda!! Waktu itu aku Cuma lagi sedih karena aku sendirian dan lagi pula waktu itu aku nggak mood buat berantem. Bukannya Naruto-kun yang main tarik segala!? *melototin Naruto*
Naruto: Hehe.. i-iya ya!? Lanjut lagi! Dari Ryu-kun, ini lagi..! Authornya udah nambahin deskripsi!! Cuma sekarang, otaknya lagi bleng nggak ada ide sama sekali, jadi alurnya kecepetan deh!
Hinata: Dari Miuvizle Milkharu, alasannya udah ditransfer lewat sms kan? Authornya lagi stress jadi gak tau yang mana tanda tanya ato letaknya dimana!
Naruto: Udah deh! Silahkan baca fanfic gak jelas ini, dan tinggalin review buat Author malang ini ya????
Hinata: Happy reading and HERE WE GOO!!! (ngancungin tangan ke udara *naruto sweatdropped*)
.
Disclaimer: Narutonya punya Masashi Kishimoto, dan Hinatanya punya Naruto, jelas!
Pairing: NaruHina, NejiTen, dan ada pairing tersembunyi lainnya.
Summary: Hinata memarahi dan mencurigai Naruto soal tas maupun pembicaraannya dengan Neji. Apakah tindakan Naruto selanjutnya?
Warning: AU, OOC banget, gaje, campur aduk, alur berantakan, banyak tanda baca yang nyasar, inspirasi dari novel/cerpen buatanku sendiri (masa'?)
.
My Enemy My love
Author: Yui Hoshina
.
Chapter 4
.
Ting tong ting tung.. pengumuman, pengumuman. Kepada semua siswa maupun guru, sudah waktunya istirahat. Harap dengan sukarela menghentikan aktivitas belajar. Terima kasih. Tong ting tung tong..
Para siswa maupun guru sweatdropped dengar bel khas SMA Konoha Gakure dan dengan segera menghentikan aktivitasnya.
Hinata tidak memperdulikan bel norak itu. Sekarang yang ada dipikirannya hanyalah menemui Naruto (lebih tepatnya memarahi dan menginterogasi Naruto).
Hinata pun langsung menghampiri bangku Naruto yang terletak paling belakang dan paling ujung kiri dekat jendela.
"Naruto-kun!! Kenapa kau bersikap seolah tidak ada kejadian apa-apa soal yang tadi, hah!! Kau tidak menyadari kesalahanmu apa!? Lalu apa yang kau bicarakan dengan Neji Nii-san!!?" tanya Hinata bertubi-tubi dan tidak bisa mengendalikan emosinya. Naruto memalingkan muka dan melihat orang yang bicara padanya.
"Ah, gomen Hinata-chan! Tadi kau ngomong apa?" tanya Naruto innocent. Hinata sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya.
"Aku sudah nggak tahan ingin menghajar orang ini!!" ujar Hinata emosi sambil mengepalkan tangannya karena tidak tahan dengan sikap Naruto yang merasa tidak bersalah.
"Hi, Hinata-chan sudah! Sabar, sabar.. Tarik napas dulu.. tahan.. terus keluarkan!" Temari menenangkan Hinata (lebih tepatnya nahan Hinata biar gak mukul Naruto). Hinata pun menuruti perkataan Temari daripada dianggap gila nantinya.
"Huff.. haahh.. oke Naruto-kun! Soal kejadian tas yang tadi lupakan saja, sekarang aku ingin tau apa yang kau bicarakan dengan Neji Nii-san?!" tanya Hinata sambil memberikan Deathglare termaut yang pernah dia punya.
"Nggak ada!" jawab Naruto santai walaupun dalam hatinya merinding dengan tatapan pembunuh dari seorang Hinata.
"JANGAN BOHONG!!!" bentak Hinata yang suaranya mampu mengagetkan beruang kutub yang lagi hibernasi (?).
"Hinata-chan, sabar.. sabar..! Jangan meledak seperti itu.." Temari menenangkan Hinata dengan susah payah. Sakura pun ikut menenangkan Hinata dengan cara mengipasinya dengan kipas miliknya.
"Mana mungkin aku bisa sabar?! Aku yakin kalau apa yang dibicarakan Naruto-kun dengan Neji Nii-san pasti tentangku!!" kata Hinata sambil nunjuk Naruto sekuat tenaga.
"Kau yakin..?" tanya Naruto atau lebih tepatnya menyindir.
"Yakin banget!!" kata Hinata seyakin-yakinnya.
"Baiklah Hinata-chan, aku menyerah! Kata Neji Nii-san, aku boleh mengambilmu menjadi milikku," ujar Naruto seraya menarik tangan Hinata kedalam pelukannya.
"A, apa..!? KYAAAA!!"
GREB!!
"HAAAHH..." semua orang yang ada di dalam kelas terkejut plus blushing melihat adegan pelukan antara Naruto dan Hinata.
"Ja, jangan bercanda!! Neji Nii-san nggak mungkin ngomong kayak gitu!!" bantah Hinata walaupun semburat merah telah menghiasi wajahnya.
"Percaya atau nggak, itu terserah padamu," kata Naruto tanpa melepaskan pelukannya tapi malah mempereratnya.
"Lepaskan aku!! Lepaskan!!" perintah Hinata meronta-ronta walaupun usahanya akan gagal.
"Nggak!" jawab Naruto singkat. Padat, dan jelas. "lagipula, memelukmu seperti ini kan jarang ada kesempatan, hehe.."
"Lepaskan aku atau aku akan teriak!!" ancam Hinata.
"Teriak aja! Lagipula, guru-guru pasti bilang 'Naruto itu tampan, keren, baik hati dan tidak sombong, mubazir kalau ditinggalin'," kata Naruto yang kepedeannya tingkat tujuh.
"Dasar sombong!! Lepaskan aku!!" Hinata masih meronta-ronta. Tapi anehnya, nggak ada yang bantu Hinata lepas dari cengkraman Naruto, semua terbius dengan adegan yang menurut mereka 'so sweet..'.
"Kau ini nggak bisa diam ya? Terpaksa aku kunci bibirmu yang manis ini dengan satu ciuman yang akan membuatmu diam sementara..." kata Naruto dengan pandangan yang menggoda.
"Wah romantisnya... aku juga ingin di cium," ucap Sakura dengan gaya dibuat-buat. Mendengar hal itu, semua cowok yang ada di kelas kecuali Naruto (Sasuke nggak ada) mengajukan diri.
"Denganku saja! Tidak, denganku! Aku mau!" teriak cowok-cowok itu. Sakura cuek, nggak hirauin para cowok yang mengajukan diri tersebut.
"Aku nggak sudi berciuman denganmu! Kau nggak akan bisa menciumku!!" bantah Hinata walaupun tubuhnya bergetar hebat ditambah debaran jantungnya yang tidak bisa dikendalikan.
"Oh ya..." Naruto mulai mendekatkan wajahnya seraya mengangkat dagu Hinata agar ia lebih mudah menatap wajahnya.
Keringat dingin mengucur deras di pelipis Hinata. Semua orang terbius keadaan yang akan membuat jantung mereka berdetak tidak karuan. Hinata merasa seakan diambang kehancuran dimana first kissnya akan di rebut oleh orang yang sangat di bencinya. Ia menutup matanya rapat-rapat, tidak ingin melihat kejadian yang akan membuatnya sengsara.
Tik.. tik.. tik.. bunyi jarum jam berdetak di tengah keheningan, mengikuti irama jantung yang berdetak yang membuat suasana semakin menegangkan. Hinata sudah pasrah dengan apa yang akan didapatnya dan keheningan pun berlanjut semakin cepat dan tegang, membuat semua orang menarik napas begitu wajah Naruto semakin dekat dengan wajah Hinata. Tinggal beberapa centi meter lagi Naruto akan mendapatkan apa yang diinginkannya, semua orang yang ada didalam kelas tidak ingin kehilangan moment yang menurut mereka jarang terjadi, apalagi antara Naruto dan Hinata.
Akan tetapi, Hinata tidak merasakan apapun yang menyentuh bibirnya, ia pun sedikit membuka matanya, dan....
"Nggak jadi deh!" sahut Naruto sambil melepaskan pelukannya. Hinata terduduk lemas dan bersyukur kejadian tersebut tidak terjadi.
"Yaaahhh..." semua orang serempak protes atas kegagalan moment tersebut, dan diantara mereka ada yang nosebleed tentang ketegangan tadi dan ada juga pingsan gara-gara lupa bernapas menyaksikan peristiwa itu.
"Kenapa? Kau takut ya!?" ejek Hinata walaupun napasnya masih tidak beraturan.
"Aku nggak takut! Bel masuk akan segera berbunyi!" kata Naruto. Bersamaan dengan itu, bel (norak) pun berbunyi.
"Selamat, selamat..." Hinata mensyukurinya dalam hati dan kembali ke bangkunya dan merutuki Naruto.
-***-
Saat pulang sekolah, Hinata selalu berdiri di depan gerbang sekolahnya menunggu Neji menjemputnya.
"Hinata-chan, kita pulang sama-sama yuk.." ajak Naruto yang tiba-tiba muncul disamping Hinata sambil menebarkan senyuman mentarinya (?).
"Nggak perlu!!" jawab Hinata sinis yang masih teringat kejadian saat istirahat tadi.
Tiba-tiba saja, HP Hinata berdering melantunkan lagu 'Soba Ni Iru Kara' dari Amadori. Hinata pun mencari Hp nya di saku rok kanannya dan terpampang di layar Handphone nya 'Neji Narsis calling'. Ia pun mengangkatnya.
"Moshi-moshi!"
"Hinata-chan! Gomen ne Hinata, Nii-san nggak bisa menjemputmu sekarang!" kata Neji di seberang telepon yang dari nada bicaranya terkesan terburu-buru.
"T-tapi Nii-san, bagaimana denganku? Dompetku ketinggalan di kamar, dan aku tidak mempunyai uang sepeserpun!" kata Hinata merasa cemas akan keadaan dirinya.
"Kau pulang bersama Naruto aja ya?! Mungkin Nii-san akan pulang malam!"
"Tapi Nii-..."
Tut.. tut.. tut.. Neji memutuskan hubungan dan Hinata... terpaksa pulang bersama Naruto.
"Payah!! Mana mungkin aku pulang bersama Kumis Kucing itu sih.." gumam Hinata kesal dan merutuki kesialannya.
"Bagaimana, mau nggak?" tawar Naruto.
"Baiklah! Tapi ajak Sakura-chan dan Temari-chan!" kata Hinata tersenyum paksa.
"Nggak masalah! Aku akan telpon Kakashi untuk mengantar mobil kemari," ucap Naruto seraya mengambil Hpnya dan memencet nomor-nomor gaje.
Beberapa detik kemudian, Naruto berbicara dengan seseorang sebentar dan menutup telponnya menandakan ia sudah selesai dengan urusannya.
Beberapa menit kemudian, muncul mobil kijang dengan warna hitam siluet silver parkir tepat di hadapan Naruto dan Hinata dan muncullah orang gaje setengah baya yang pakai masker berambut perak. Orang itupun berjalan mendekati Naruto.
"Ini kuncinya Naruto! Tapi janji ya, kau harus pulang sebelum malam! Aku bisa dimarahi Kushina-sama dan Minato-sama kalau kau pulang terlambat," kata Kakashi seraya memberikan kunci mobilnya pada Naruto.
"Arigatou Kakashi, nanti kuusahakan. Ayo Hinata!" panggil Naruto seraya menoleh orang yang bersamanya sejak tadi.
"Iya!" sahut Hinata yang tiba-tiba saja sudah menggandeng Sakura dan Temari.
"Sejak kapan mereka ada disini? Cepet banget!" pikir Naruto sweatdropped sambil ngeliatin Hinata, Sakura dan Temari, masuk ke mobilnya.
Tanpa pikir panjang, Naruto pun masuk ke dalam mobilnya dan melaju kencang. Sedangkan Kakashi, malah menggoda siswi SMA yang lewat di gerbang dan akhirnya mendapat hukuman dari Shizune yang mengajar di SMA Konoha Gakure saat ia lewat untuk pulang.
-***-
Saat di perjalanan, Hinata, Sakura dan Temari tidak henti-hentinya menggosip gak jelas. Namanya juga cewek, ya pastilah cerewet. Hingga Sakura angkat bicara begitu tau Naruto Cuma jadi patung buat ngedengerin ocehan mereka.
"Arigatou ne Naruto! Kau baik banget nganterin kita pulang," puji Sakura yang agak sedikit centil.
"Tentu saja Sakura-chan, aku memang baik sih," kata Naruto bernarsis ria.
"Dasar narsis!" keluh Hinata yang tidak menyukai Sakura memuji Naruto.
"Hinata-chan, jangan begitu dong! Naruto kan baik banget," ucap Temari agar sahabatnya tidak kelewatan batas membenci Naruto.
"Biarin aja! Kalau Neji Nii-san menjemputku tadi, aku nggak akan ikut mobil ini!" kata Hinata kesal.
"Yah Hinata-chan! Oh ya Naruto, kenapa kau nggak jadi kiss sama Hinata sih?" tanya Sakura antusias. Biasa, sifat aslinya keluar kalo soal cinta, Sasuke aja kewalahan ngadepin sifatnya itu.
Hinata yang mendengar hal itu kupingnya langsung panas, mukanya merah padam karena marah, karena hal yang ingin dilupakannya diungkit lagi.
"Sakura-chan! Kenapa kau nanyain itu sih!?" tanya Hinata agak marah.
"Ya nggak apa-apa kan Hinata-chan. Habis, aku penasaran sih," kata Sakura yang lagi-lagi mengeluarkan sifat aslinya.
"Kan aku udah bilang, bel masuk mau bunyi!" kata Naruto santai.
"Iya sih tapi, kenapa kau mau mencium Hinata? Cium aku aja!" tawar Sakura dengan nada centil. (Kyaaa!!! Sakura nawarin diri ke Naruto!! KSD, KSD, Kiamat sudah Dekat!! *Author fainted*)
"Hehehe... kau kan punya banyak penggemar. Kenapa nggak minta aja sama mereka atau sama si Sasuke Teme itu? Kalau Hinata sih, kasian nggak ada penggemarnya," kata Naruto terkikik-kikik. Sasuke yang lagi study tour ke peternakan ayam, dikejer-kejer banyak ayam betina yang secara tidak langsung menjadi fans Sasuke karena rambut ayamnya. =.="
"Aku nggak butuh belas kasianmu!" kata Hinata sinis.
"Terserah!"
Karena cemberut plus marah pada Naruto (ato yang biasa disebut ngambek.), Hinata tidak menyadari bahwa rumahnya kelewatan. Setelah disadari lingkungan yang ia lewati sedikit asing atau jalan yang tidak pernah ia lewati sebelumnya waktu pulang, ia pun marah-marah sama Naruto.
"NARUTO-KUN!! Kenapa kau nggak bilang kalau rumahku kelewatan sih!?" tanya Hinata sinis (kebanyakan ngambek sih Hinata, Makanya nggak nyadar! *ditendang Hinata - author tepar-*)
"Ups, gomen ne Hinata-chan! Aku lupa," kata Naruto dengan wajah very innocentnya.
"Cepet kembali! Antar aku pulang!" perintah Hinata kesal.
"Yah Hinata, rumahmu itu sudah jauh. Sebaiknya antar Sakura dan Temari dulu," tawar Naruto. (padahal pengen berduaan aja tuh sama Hinata, kukuku..)
"Ya udah, cepetan!!" kata Hinata tidak sabaran.
Setelah mengantar Sakura dan Temari yang kebetulan searah dengan laju yang dilaluinya, Naruto pun dengan segera mengantar Princessnya, tapi....
Kruyuk..! Perut Hinata berbunyi menandakan ia lapar.
"Kau lapar ya?" tanya Naruto yang mendengar bunyi guntur (?) dari Hinata.
"I-iya," jawab Hinata malu-malu.
"Kalau gitu, kita makan yuk! Perutku juga udah laper!" kata Naruto.
"Iya!" jawab Hinata senang dan mereka pun melaju ke tempat yang di tuju Naruto.
.
.
~Tsuzuku~
Hyaaaa, gomen ne minna..! Apakah Yui telat publish ato terlalu kecepatan? Atau pendekkah fanfic ini? Ya sudahlah, maafkan Yui apabila banyak kesalahan didalam fanfic ini, namanya juga lagi repot ngurus ini itu (sok sibuk) jadi gak merhatiin, hehe... XD. Gomen kalo alurnya kecepetan, tapi itulah kemampuan Yui yang gak jago deskripsi.
Untuk yang menunggu insiden 'Naruto dateng pagi-pagi kerumahnya Hinata' , mungkin ada di chapter depan, jadi ditunggu dengan sabar ya? ("(o)")
Oh ya Yui lupa, daripada ada yang flame lebih baik Yui kasi tau settingnya. Disini NaruHina dan kawan-kawan kelas 3 SMA, NejiTen kuliah semester 4, dan di fic ini nggak ada adegan berantemnya, Cuma adu perang mulut ato saling teriak-teriakan, ejek-ejekan dan lain sebagainya (yah mungkin?), semoga minna-san mengerti alur cerita yang berantakan ini ya? ^o^"
Yui selalu terima saran, kritik, pujian maupun flame (pokoknya jangan sadis-sadis flamenya!) dan kalo ada kesalahan tolong bantu Yui buat memperbaikinya, Oke!!
Please review yang banyak ya!!! Klik ijo-ijo dibawah ya... ayo!! ayo!!
.
Salam manis..
.
Yui Hoshina ^^
