Rani : Hem... Enak.. Lagi..
Riu : Yaya!
Rin: *Nguping di pintu* *Nose blood* Aw... Penyakit Author kumat...
BRAAK!
Rin : LEN!
Len : TUH KAN! PISANGKU KEMBALIKAN!
Rani : Ampun deh.. Cuma makan dikit doang!
Len : TAK KU MAAFKAN!
Riu : hem.. Hem... Iya deh.. Rin bacakan Disclaimer.. Len! Kamu ga dapat PISANG SETAHUN!
Len: AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAa! Maaf!
Rin : Ok! Tapi tambahkan jatah jerukku ya?
Disclaimer : Author kita tidak punya Vocaloid.. kata author camkan itu.. Biar ga dikasih disclaimer terus.. Eh?
Rani : RIU! KUBUNUH KAU!
Riu : Ma, maaf!
Len : Bales Ripiu!
Rina Aria : Terimakasih Ripiunya ya Senpai~~ Ehehehe! Makasih banyak senpai! Alhamdulilah.. Akhirnya bisa dimengerti..*plak!*
Kagerou days na Miku? He? Saya malah ga tau...? Itu Video?
Hoo... Makasih senpai~~
(Len: Wach? Saya dibenci nih? MAUT!*Lebay*) Ahahaha, Len kalau disini kayanya.. Rada-rada gitu deh..(Rin: MAMIH! ATUT!*Meluk Len*) He? Mau nampar Rin? Tampar aja.. Kan ga bayar ini..(Rin: KEJAM KAU AUTHOR!)
Akai Himuro : *ngasih tisu* Peningkatannya yang mana?*Di gaplok beneran*
Saran diterima.. Manusia memang tidak sempurna.. Hem? Saya juga masih bingung kok! Ahahaha, apalagi flamer yang baca Fic saya.. Udah di favorite lagi.. Kurang asem apa coba? Sabar aja ya Senpai~~ Ah ya~~ Makasih ya Ripiunya!
Yuu-Zai Baka ga bisa log in(?): Eh? Ga bisa Log in kenapa?
Mamih? Perbaikan ya? Ok! maksudnya kaya gini? Dimakan dan Di sana? Oh iya! Udah ku confirm tuh!^^ sekali lagi~ Makasih Ripiunya~~
Shana Hwang : Bayangkan aja Kiyoteru pake baju apika*banci deh!* terus ngomong kaya Afika.. Wah.. Kocak tuh!XD dan terimakasih Ripiunya ya! Adikku tercinta tidak akan pernah kamu dapat KYUPPA!*Didukung Sparkyu*
Rani: Dan maaf banyak adegan kissu dari chappie1 sampai chappie 4*Pingsan*
Rin : Dasar kebanyakan liat komik cewe sih!
Rani: AAAAAA! RIN! Jangan ngebongkar aibku dong!
Rin : Hentai juga pernah liat.. Ntar jangan bilang kalau mau bikin cerita rated M!
Rani : Mulai cerita! OKEH? Oiya karna karakter OC saya udah neriakin dimana bagian mereka.. Jadi disini banyak baget OC saya yang muncul.. GOMEN!
Rin : Dan jangan lupa Je- EH! Review! Selamat membaca!
I Love you Len!
Chap 4: Miki ruby no furukawa
(Len POV)
"Namaku Miki ruby no furukawa! Panggil saja Miki!" Kata gadis bermata ruby itu. Senyumnya sangat manis dan kelihatan dia sangatlah baik.
"Tch!" Kata seseorang berdecak keras. Aku menengok melihat Riu yang sedang sebal bertingkat. Ada hubungan apa mereka? Miki melihat Riu dengan tajam, tatapan mereka berdua sangatlah tidak dapat dipahami.
"Oh, ternyata Riu marga!
BUAGGGH
Riu melemparkan tasnya, karna dia duduk di depan.. Tasnya kini berada tepat di muka Miki..
"Nanti malam jangan lupa Miki.. Jahat benar kau padaku!" Kata Riu sambil memandang arah lain. Miki hanya tertawa hambar.
"Wajibkan? Kalau iya aku ikut.." Kata Miki memasang senyum licik. Wauw.. Kok jadi takut?
"Tentu saja bodoh.." Kata Riu . Seluruh kelas memandang Riu dan Miki yang kelihatan aneh, walaupun mereka berdua mengakhirinya dengan diam kuadrat. Terlihat percikan diantara mereka berdua.. Aww.. Menakutkan! Mereka juga saling melirik dengan tatapan sinis.. Adauw.. ATUT!
"Nah Miki, duduklah di sebelah Riu-kun.." Kata Megurine-sensei..
"WHAT?" Kata Miki dan Riu bersamaan.. Sungguh sepertinya mereka sangat bertolak belakang sekali. Mereka saling memancarkan dendam di kedua mata mereka..
(Miki POV)
So? Para readers bingung kenapa aku dan Riu kayak musuh abadi begitu? WAJARLAH! DIA TUH MUSUH AKU BEBERAPA HARI INI DI DUNIA STONMA! Oh? Readers juga ga tau ya apa itu Stonma? Stonma adalah Dunia para penyihir yang bisa mendengarkan permintaan tuannya sepertiku. Huh! Aku sebenarnya tidak mau duduk dengannya kali! Kaya kiamat saja!
"Kaino-sama.. Kamu harap sopan sama murid baru!" Kata Gakupo-sensei. Hoo.. Dia menyembunyikan identitasnya toh.. Pantas saja.. Lumayan juga? Apa kuajak dia bertarung nanti? Hem.. Menarik.. Tanpa sengaja terbentuklah senyuman licik. Riu melihatku dengan sebal. Tapi yang aneh.. Auranya melemah sekali, seperti sedang sakit...
"Kau tak apa Riu-sama?" Kataku berbisik. Untung guru dan murid tidak mendengar percakapan kami barusan, kecuali Kio-kun yang dari tadi mendengar kami.
"Tidak juga, tadi aku menerima serangan dari pelindung Satzune-san."Kata Riu memengang ke arah perutnya.
"Boleh kulihat?" Kataku penasaran akan lukanya. Riu memandangku dengan heran.
"Hei.. Kau tau 'kan? Nanti mereka mikir macem-macem loh!" Kata Riu yang mukanya makin lama memucat. "Aku sedang memakai sihir menahan sakit walaupun banyak darah ngucur sih.." Heh? Darah ngucur? jangan-jangan.. Aku menengok ke bawah meja..
.
.
.
.
.
Benar saja.. Darahnya banyak sekali!
"KYAAAAAAAAAAAAA!" Kataku teriak-teriak. Megurine sensei melihatku.. "Ahahaha,tadi ada kecoa!" Dan semuanya kembali tenang. Tapi sepertinya dia menggunakan sihir supaya tidak keliatan ya? Akupun mengacungkan tanganku.. Kebetulan Megurine-sensei melihatku..
"Ya?" Kata Megurine-sensei tersenyum.. Alasan yang bagus apa ya? OIYA!
"Ah! Saya kelupaan mengambil sesuatu di depan meja guru waktu itu! Saya mau mengambilnya bersama Riu-chan! Ya bu!" Kataku yang benar-benar ngibul banget.. Riu memandangku sinis..
"Inget ya! Aku bukan CEWE!" Kata Riu menggunakan sihir agar dirinya tidak kelihatan tidak pucat.. Kelemahan sihirnya : Makin banyak darah ngucur.. Megurine-sensei menggangguk pelan dengan alis naik sebelah.. Akupun menarik Riu dan mengucapkan mantra agar darah yang berada di bawah meja hilang.
"Jadi? Kita ke ruang guru? But, nyelow lah.." Kata Riu. Dasar aneh! Luka ngeluarin banyak darah begitu kapan bisa nyelow? HARUSNYA KAMU YANG KHAWATIR DODOL!
BRUUK!
Aku menengok lihat Riu sudah ambruk.. Waaw.. Foto ah.. Eh? Kasian.. Bawa ke UKS pake sihir aja? Akupun melirik kanan kiri, bagus tidak ada orang!
"Himoto-!
Aku melihat seorang wanita dengan mata biru dan rambut biru panjang.. Tch! Terpaksa aku harus membawa Riu ke UKS dengan cara manual.. MALAS DEH! Gadis itu menatapku tajam. Akupun menggedong Riu dan setelah jarak kami hampir sama tapi aku lewat sedikit..
"Selanjutnya kau ya? Miki ruby no furukawa? Tuanmu Len memang tidak kusiksa.. Tapi dirimu yang penghalang akan kusiksa!RUSA!(?)" Kata gadis itu..
ZREET!
"Waspada! Dia ini musuh Miki!" Kata Riu bangun walau masih terluka dan mendorongku. Kulihat sedikit goresan dari lengannya.. Aku melihat ekspresi Riu begitu kesakitan karna hal itu. "Ckk! Kau ini menyebalkan juga! Temui aku nanti malam! KU HAJAR KAU HABIS-HABISAN!" Riu memandang lukanya yang cukup membuat darahnya mengalir lagi.. Waauw.. hebat.. Riupun menarikku menuju UKS.. Tapi..
ZREET!
Nyaris saja! Kami terkena sebuah pisau yang dikendalikan gadis itu. Untung Riu langsung mendorongku.. Dengan cepat Riu membawaku menuju UKS.. Ya, ini situasi gawat! Riu masih terluka parah!
(UKS)
"Haah.. Hah.. Nyaris! AKU YAKIN KITA TADI GA BAKAL SELAMAT KALAU GA NGABUR!" Kata Riu sudah sempoyongan abis. Akupun dengan segera mengobatinya dengan sihir.. Tidak lupa aku membuka buku mantraku.. Agar tidak tamat riwayatku.. Tapi kalau Riu mati.. Ini bisa gawat.. Nanti aku dimarahin Raja dari Stonma! TIDAK MAU! Ah ya! Riu dan Kio itu anak angkat dari Raja Stonma jadi.. Mereka ini harus dihormati dan di bantu.. Kagak ikhlas banget dah.. Huh..
"Wah.. Kau terampil tapi harus baca buku mantra? Hapalkan dong kaya aku~~" Kata Riu..
BUUK!
"APAAN LO? UDAH AKU BANTUIN JUGA!" Kataku kesal karna sikap songongnya itu.. Kalau pengen.. AKU PENGEN HAJAR MUKAMU DEH! EMANG LO IMUT TAPI GA SEIMUT MARMUT!
"Iya deh ampun.. Akukan baru gabung beberapa hari ini.. Jangan marah-marah bu!" Kata Riu dengan jail.
"Lama-lama aku semprot kamu pake RACUN!" Kataku emosi.
"Waagh? Jangan kumat deh.. Iya maaf!" Kata Riu dengan sedikit kesakitan karna aku sedikit memainkan lukanya. Setelah 15 menit lukanya akhirnya berakhir di sembuhkan.. Fuh.. Akhirnya..
"Oiya Miki.. Temani aku menjenguk Rin sekarang mau ikut? Lagian sebentar lagi pelajaran ke dua kita bolos saja, OK?" Kata Riu dengan tatapan puppy eyes.. Hegh.. Ga tahan.. Akupun menggangguk dan Riu mengucapkan mantranya dan menyebabkan kami dengan cepat sampai di depan pintu rawat inap Rin. Waw, cepatnya..
"Tok.. Tok!" Riu mengetok pintu ruang inap Rin.. Sekilas matanya berubah menjadi memerah, tapi langsung berubah menjadi biru kembali.
"Kekuatan disini besar sekali ya Miki?" Kata Riu. Dia melirik kesana kemari, aku hanya heran atas perilakunya.
"Maksudmu? Aku tidak mengerti?" Kataku dengan tanda tanya. Riu memengang kepalanya.
"Jadi cuma aku yang bisa melihatnya? Ya sudah.." Kata Riu lalu mengetuk pintunya kembali. Tidak ada jawaban sama sekali.. Kami mencoba membuka pintunya tapi dikunci.. Aku dan Riu mengangguk memulai menobraknya.
(Rin POV)
BRAAAAAAK!
"Nggh?" Kataku yang masih mengantuk berat. Aku membuka mataku sedikit demi sedikit.. Kulihat seseorang di depan pintu, ada Riu dan...
.
.
.
"EEEEEEEEH!" Kataku langsung membuka selimutku. Itukan gadis yang kemarin! Pokoknya kali ini aku mau nanya aja! Riu cuma menghela napas.
"Kau ingin bertanya kepada siapa gadis darah ini?" Kata Riu dengan muka datar dan nada yang cukup sinis, gadis di sebelahnya lalu..
BUAGH!
Menonjoknya atau lebih tepat memukul perut Riu. Aww.. pasti sakit kan? Riu hanya memasang muka kesakitan. Gadis itu memasang muka puas.. Aw.. Takut..
Seeeeer!
"HE! RIU-KUN! MULUTMU KENAPA?" Kataku kaget sekali melihat mulut Riu-kun mengeluarkan banyak darah.. Riu hanya menggeleng pelan..
"Tenaga disini terlalu kuat, aku keluar dulu ya Miki no ruby furukawa dan Rin Kagarina!" Kata Riu yang membuatku tidak mengerti. Miki hanya mendengus kesal dan menghampiriku dengan senyum lembut di wajahnya.. Aw.. Manisnya..
"Nyonya.. Apa anda baik-baik saja?" Kata gadis yang bernama.. Aku bingung mau manggil apa! Namanya panjang banget! Miki melihatku lalu tersenyum lembut lagi.. "Panggil aku Miki atau Furukawa-sama." Akupun menggangguk pelan.
"Miki-sama, apa benar kau yang berada di mimpiku?" Kataku yang masih penasaran. Miki menggangguk, sepertinya dia siap dengan pertanyaan apapun itu.. "Kenapa kamu berada di mimpiku?" Kini dia hanya mengangkat bahunya. Sabarlah Rin.. Pasti dia akan bicara! "Kau mau memberitahukanku tentang hal yang kau bilang di mimpi?" Kini dia menggeleng pelan dan tersenyum. Kapan kau bicara sih!
(15 menit kemudian)
.
.
.
"Kau kenal dengan Riu-kun?" Kataku dan lagi-lagi DIA HANYA MENGGANGGUK! Oh.. Aku yakin kamu punya suara Miki! Ayolah bicara! Ayolah! Dan aku melayangkan satu pertanyaan terakhirku yang kuharap dia tidak memakai isyarat menggeleng, mengangkat bahu, ataupun menggangguk. Ayolah Miki.. Jawab aku dengan suaramu! "Kamu kenal dengan Len-kun?" Aku memandangnya serius.. Kuharap dia menjawab dengan menggunakan mulutnya bukan isyarat.
"Tentu saja saya kenal Rin-sama." Kata Miki yang sekarang membuat adanya bunga bermekaran di hatiku. Hore! Akhirnya! "Kalau anda ingin saya menjawab dengan kalimat bukan isyarat bilang saja Nona."
"Mou! Kau sudah tau tapi tetap pake isyarat! HIH!" Kataku kesal dengan perilaku Miki. Miki hanya tertawa pelan. Lalu seseorang membuka pintu ruang inap, mukanya terlihat pucat sekali.
"Miki, aku duluan ya? Tidak kuat disini.." Kata Riu yang memengang kepalanya dan Miki menggangguk pelan. "Pertarungan antar batu akan segera di mulai.. Camkan itu.." Riu lalu pergi dengan meninggalkan kata misterius itu.. Huh? Sumpah ga ngerti! Aku hanya memiringkan kepalaku dengan muka kebingungan.
"Abaikan yang tadi.. Sekarang anda istirahatlah dulu.. Saya harus kembali ke sekolah menemui Tuan Len." Kata Miki tersenyum. Aku hanya menggangguk dan Miki menyelimutiku dengan selimut sambil tersenyum lembut. "Ah ya! Sampaikan pada Len-" Kata-kataku sempat terputus karna aku teringat Len.. 'Aku menyukaimu' itu adalah yang paling ingin kukatakan.
"Tenang saja, akan saya sampaikan.. Catat ini nyonya.. Saya bisa baca pikiran!" Kata Miki lalu tersenyum.
DEG!
PESH!
Mukaku terasa panas sekali. Aku lalu memalingkan mukaku.. Miki tertawa. Dia mengeluarkan sebuah buku dan membaca bukunya.
TRING!
Dia langsung hilang dalam sekejap. Aku melihat jendela.. Kulihat Riu tersenyum polos melihatku dengan Miki yang berada di sebelahnya. Riu melambaikan tangannya dan mereka berjalan layaknya anjing dan kucing. Mereka saling kejar-kejaran... Hehe lucu juga..
"Huft.." Aku langsung menutup mukaku dan masuk ke dalam mimpi.
*The dream*(Normal POV ajalah biar ga ribet..)
"Riu-kun! BAWAKAN AKU JERUK!" Kata seorang gadis mirip seperti Rin memerintas kepada seorang pemuda mirip Len tapi tinggi. Pemuda itu hanya mendengus kesal dan menarik temannya yang berambut hitam dan mata azure sambil memakan semangka.
"Kenapa ga sama dia aja, Rin! Sakurani! Kau juga harus kerja!" Kata Riu kesal abis. Dia lalu membawakan jeruk besar pada Rin. Rin menampakan efek bling-bling dengan mata memelas. Sekilas mata Riu berubah menjadi merah dan kembali lagi menjadi biru. Lalu orang yang 'copy' an Riu tapi shota membuka pintu..
"LEN!" Kata Rin lalu memeluk Len orang yang dipanggil Len hingga..
BRUUK!
Jatuh.. Rin hanya tertawa kecil. Len tersenyum dan mengelus-elus kepala Rin..
"Bah, Pasangan kembar siam mulai lagi!" Kata Riu tersenyum kecil. Riu lalu mengambil beberapa jeruk dan memakannya sambil tertawa licik.
"JERUKKKKU! JANGAN MAKAN!" Kata Rin kesal dan memukul dan menjambak rambut Len.. Walah salah sasaran.. Kasian tuh Len..
"RIN! SAKIT!" Kata Len yang kesakitan. Rin tiba-tiba nyengir dan menyudahi acaranya. Riu lalu keluar ruangan tanpa aba-aba..
--Di luar-
"Hegh... Mataku berubah jadi merah darah lagi.. Jangan-jangan Rin mempunyai kekuatan yang berbahaya ya?" Kata Riu. Matanya berubah berwarna merah darah.. Lalu dilihatnya seorang gadis berambut biru panjang dengan iris senada membawa sebilah pisau. Riu tidak terlalu memperhatikan.. Dan..
SREEEEEEEEEEEEEK!
JRAAAAAAAAAASH!
Ah.. Kepala Riu terbelah dari badannya dan menimbulkan cipratan darah yang cukup banyak mengalir.
"Misi complete! Riu no king Ruby Kaino already dead..." Kata gadis itu tersenyum manis.. Sorot matanya menyeramkan.. Lalu dia memasuki ruangan yang ada Rin, Sakurani dengan Len..
"Eh? KYAAAAAAAAA!" Kata Rin teriak melihat gadis itu membawa kepala Riu.. Semua memucat.. Dan gadis itu..
*End the dream*(Rin POV ya... :))
BRUUK!
Aku terjatuh dari tempat tidur, Aw... Sakit banget.. Oh tidak mimpi yang sungguh ga enak banget diliat.. Ngenek bikin mual... AH! Dari kemaren mimpinya serem mulu! Ngeri! Kecuali... Mimpi kemaren... Kosong..
"Haduh.. Serem amet sih!" Kataku ngacak-ngacak rambutku. Tanpa sadar bulu kudukku merinding ketika mengingat Riu kepalanya.. Aku langsung geleng-geleng. Tenang Rin! Jangan INGAT ITU! Sekarang kau hanya perlu RILEKS! Ayo tidur lagi! OPTIMIS MIMPINYA BAGUS! Dan akupun kembali ke tempat tidurku dan tidur kembali...
*The Dream yang lebih layak di bilang Flash back*
(Istirahat siang)
"Hari ini yang masak siapa?" Kataku pada Shana. Shana memberikan bekalnya. Aku bingung seketika, Shana menggeleng.
"Jangan ke kantin hari ini, aku yakin isinya sup bawang semua loh." Kata Shana. "Yang masak Hatsune Miku si maniak daun bawang." Aku merinding, untung tidak jadi atau aku akan merasa disiksa memakan daun bawang yang aku benci. Aku melihat beberapa anak yang mau kekantin berbalik arah menuju kelas. Mereka lebih memilih kelaparan daripada mereka memakan sup bawang.
GREEK!
Pintu kelasku dibuka, dan seseorang memakai syal biru dan rambut biru serta mata biru yang senada. Shana-chan hanya meliriknya dengan death glarenya, pemuda itu masih memakan es krimnya.
"Kyaaaaaaaaa! Kaito-sama!" Kata para gadis, aku hanya menggeleng, Shana masih menatapnya dengan death glare. "Ahh, apa yang Kaito-sama lakukan disini?" Lalu shana-chan meminum jus buah strawberinya sambil melirik Kaito. Kaito hanya tersenyum dan melirik gadis yang meliriknya.
"Menengok pacarku yang sedang cemburu," Kata Kaito dengan tersenyum,
ZRUUUUUUTTTT!
Shana menumpahkan jus strawberi dari mulutnya di depan mukaku, tepat dan sangat pink.
"UHUK,UHUK!" Shana terbatuk-terbatuk karna keselek, sedangkan aku hanya bisa memberikan senyum tidak ikhlas karna Shana menumpahkan jus dari mulutnya ke mukaku. Aku mengambil tisu, aku menengok kea rah Kaito, dia tertawa sambil memengang perutnya. Dia mendatangi kami dan merangkul ke Shana.
"Shana, hari ini kamu bawakan es krim or bento untuk dimakan ?"kata Kaito tersenyum manis. "Bolehkah aku bergabung?"
"Boleh kok Kaito, pasangan suami istri harus bersama." kataku dengan senyum menyeringai . "Boleh aku meninggalkan kalian?" Kaito mengganguk hanya Shana yang menggeleng. Aku pergi melihat hal yang pahit seperti di mataku. Aku hanya bisa tersenyum pahit. Lagi-lagi kata itu selalu ku ucapkan.
"Ittai kaito-sama."
Dan apakah aku cemburu atas hubungan Shana dengan Kaito walau pura-pura? Pandanganku mulai kabur tapi aku masih berlari.
"GEDUBRAK!"
Aku menabrak seseorang, aku terjatuh… Dan orang yang kutabrak juga jatuh.
"Ittai….." Kata kami bersamaan. Pandanganku kini tidak sekabur tadi, namun aku hanya bisa melihat pemuda berada di atasku.
"Rin? Kamu menangis?" Kata seseorang, dia Len Kagamine, "Ada apa?" Katanya dengan memasang muka khawatir.
"A, a, a, ano, rasanya posisi kita salah!" Kataku. Mukaku memerah, Len yang menyadari itu langsung bangun dan menarik tanganku. "Arigato gozaimasu, Len." Aku tersenyum dan berusaha pergi namun Len menarik tanganku. Seakan-akan tidak mau aku pergi dan ingin aku menjelaskan semuanya.
"Rin!"kata len dengan suara marah,dan menarikku dengan cepat
"I,ittai!" Kataku namun Len tidak memedulikan dan menarik tanganku. "Len-sama! A, ano lihat semuanya memandangi kita!" Kataku sambil menyembunyikan rasa maluku.
"Shut up, or I will do kisu to you!" Kata Len dengan sikap acuh tak acuh padaku,tidak pernah aku melihat teman senekat len kagamine ini. Ahkirnya aku hanya diam kuadrat tanpa arti dan berjalan mengekori Len.
"…Arigato.." Kataku tiba-tiba, Len tidak mendengarnya hanya saja, aku merasa senang masih diperhatikan oleh orang lain. Kenapa aku merasakan genggaman tangan Len seperti tangan Kaito... Kenapa disaat-saat begini aku masih memikirkan Kaito? Tanpa kusadari air mataku mengalir, Len menyadari ada sesuatu yang basah di tangannya. Len menengok ke arahku dan melihatku menangis.
"Ada apa Rin?" Kata Len dengan suara selembut sutra, "Tentang kaito-sama?" Len hanya melihat melihatku dengan pandangan khawatir dan tulus.
"Ano, ano Len-sama, apa Len sama menyukaiku?" Kataku dengan kebingungan, muka Len mendadak memerah. Sudah tentu tidak pernah ada wanita yang berkata seperti itu di depannya. Len hanya mengganguk, dia membuang mukanya agar aku tidak melihatnya mukanya.
.
.
.
.
Krik…..krik…krik
.
.
.
.
.
Kami diam sejenak, seakan-akan aku menunggu lanjutan anggukan tadi. Apa ia akan bilang itu sekarang? Atau hanya diam kuadrat seperti ini? "A, a, aku…
"Len!" Sebuah suara nyaring yang membuat Len menghambat pembicaraannya padaku. Padahal mungkin itu kesempatan yang bagus karna kami sedang ehem berduaan, dan kulihat gadis berambut panjang pink mendekati dia menyodorkan sebuah lembar kertas.
"Aku mohon….sponsori kontes menyanyi ini." Kata gadis itu dengan puppy eyes, sepertinya dia amat kesulitan. Len hanya menggeleng-geleng dan mengacak-acak rambutnya, gadis itu kecewa tapi Len mengambil kertas itu dan menuliskan namanya serta tanda tangannya, dengan wajah bersinar di gadis tadi ."Terimakasih Le….. Ano, siapa dia?" Kata gadis itu sambil menunjukku. "Oh,iya aku Luka Megurine!salam kenal" Wajahnya tersenyum riang sekali.
"Dia Rin Kagarine,dan
"Pacarmukah?cantiknya…."kata benar-benar sangat baik sekali,dia lebih tinggi dariku dan erhm itu dia lebih dewasa. "ups….sorry ganggu,nanti sore ketemu kamui ya!"kata dia,lalu len hanyaa kami berdua lagi lalu suasana hening kembali,kami tak berani saling bertatapan.
(Len POV)*Ingat ya.. Saya cape ngeditnya.. Ini dari PI.4.. Makanya ada Len POV.. Sudahlah biarkan saja**Ditendang*
Kembali lagi suasana hening, ketika guru killer itu sudah pergi(author:Hayo siapa?). Kalau guru killer itu tidak di sponsori aku yakin Megurine-sensei akan menurunkan nilaiku dan membuat teman sekelasku menjadi pusing oleh ribetnya soal sejarah. Megurine sensei selalu saja membuat aura sekolah menjadi menakutkan, khususnya kelasku karna di kelaskulah Megurine-sensei mengajar. Kalau mau tahu seperti apa killernya guru ini , silahkan pindah ke kelasku, aku yakin tak ada yang melarang! Sesudah itu aku hanya menghela napas dan melirik sedikit ke arah Rin. Kami diam lagi tanpa mengatakan apa-apa.
.
.
Krik….krik….krik….
.
.
"A, ano a, a, aku…" Kataku masih terputus aku tidak bisa mengatakannya dengan terlalu lancar! AH! Damn! "Aku, s, s, suka padamu, Rin-chan. Apakah kamu mau jadi pacarku?" Kataku dengan suara agak mengetar dan gugup, memang ada yang pernah bilang aku player tapi itu semua hanya fitnah belaka . Akhh….Rin hanya membeku dengan wajah memerah, lalu ia medekatkan tangannya ke dagunya seakan-akan sedang berpikir.
"Nee, aku mau kok Len.." Kata Rin. "Tapi, aku mau agar kau tidak terlalu over proctect seperti Shana, karna aku masih menyimpan rasa sakit karna… AH! Lupakan lah!" Katanya. Aku tau dia menyukai cowo maniak es itu, kudengar mereka dulu pernah pacaran. Tapi mereka putus dalam waktu singkat.
"Kau masih menyukai Kaito-sama ya, Rin? Aku tau, tapi lebih baik kau mencoba melupakannya.." Kataku menepuk pundak Rin. Kami pun saling bertatapan, tanpa kusadari mataku dan mata Rin semakin dekat bahkan terlalu dekat, kusadari mata Rin tertutup. Owchbibirkamiowch saling menyentuh. Terasa waktu berjalan sangat lambat biarpun hanya beberapa detik, aku dan Rin terlihat sangat menikmatinya. Lalu aku melepaskan bibirku dari Rin, Rin tersenyum malu dengan wajah memerah sambil memengang bibirnya, akupun menggenggam tangannya yang hangat itu.
"Arigatou Len." Kudengar ia berguman kecil sambil tertawa. Kuharap ini dapat menghapus deritanya. Kamipun berjalan berdua sampai kelas.
*End the dream*(Rin POV)
Memikirkan itu... Aku bisa senyum-senyum sendiri.. Aih... Makin lama ga bener juga ni mimpi.. Aduh, Len.. Betapa romantisnya dirimu...
"RIN! KAMU TIDAK APA-APA?" Kata seseorang. Heh? Apa yang terjadi denganku?
(Len POV)
Akhirnya aku bisa bebas... Setidaknya aku sudah berhasil kabur dari pelajaran Megurine-sensei yang sesudah jam istirahat itu.. Aku sudah pasti akan menjenguk Rin.. Tadi aku mengajak beberapa orang tapi pada ga mau alasannya...
(Normal POV)
-Kaito-
Len dan Kaito sedang berdiri menunggu di kantin, menunggu antrian yang panjangnya NAUSUBILEH...
"Kaito, ntar mau ga kabur? ngejenguk Rin?" Kata Len sambil melihat antrian yang ga abis-abis.
"Ga deh.. Sorry! Aku ga mau ke tinggalan pelajaran!" Kata Kaito.. dalam hati : Biar aja kamu mesra ma Rin...
"Ohh.." Kata Len mendengus kesal.
-Miku-
Miku dan Len lagi ngobrol di depan kelas.
"Miku, ntar mau ga kabur? ngejenguk Rin?" Kata Len.
JLEB!
Sedikitnya atau sebanyak-banyaknya piso nancep ke hati Miku..
"Ga ya, Len..." Kata Miku miris.. Len langsung bubar dan ke kelas.. Miku dalam hati: Aku harap kamu ga jadi kesana..
-Shana-
Lagi ngobrol...
"Shana, ntar mau ga kabur? ngejenguk Rin?" Kata Len.
"WHAT? APA YANG MAU KAU LAKUKAN?" Kata Shana langsung memukul Len.. Pake senjata berbahaya..
"WAAAAAAAAAAAA!" Len langsung ngacir..
-Riu & Miki-
Riu sama Miki lagi beradu mulut.. Len masuk-masuk..
"Riu dan Miki, ntar mau ga kabur? ngejenguk Rin?" Kata Len.
"SHUT UP YOU!" Kata Riu dan Miki barengan sambil ngelempar barang-barang terdekat ke Len.
"... Iya deh.." Kata Len ngacir.
-Kio-
Kio lagi nonton film HOROR abis di laptop pas istirahat...
POK!
Len nepuk pundak Kio.. Kio kaget bukan kepalang
"Kio, ntar mau ga kabur? ngejenguk Rin?" Kata Len yang mulai kesal.
"GA! AKU GA MAU! AMPUN! MBAH! AMPUN!" Kata Kio Histeris. Len dalam hati : Astajim.. Aku bukan hantu..
(Len POV)
Dan berakhirlah dengan diriku sendiri yang ngabur kesana.. Sigh.. Males banget.. Akupun sampai di rumah sakit Rin berada.. Trusan Piko ngasih Video yang katanya wajib kutonton bareng Rin, kebetulan aku bawa laptop.. Mungkin film bagus? Ah, never mind!
(skip time~ Author males ngetik~)
Akupun sampai di kamar Rin dan membuka pintu kamar Rin..
Kreek..
Akupun membuka pintu dan masuk. Aku langsung tersenyum melihat Rin tertidur manis sekali.. Aww... You 're cute~~ Rinny~~ Jadi pengen cium.. Aku melihat tulisan di bingkisan jeruk kemarin.
-Shana: Kalau Len ngapa-ngapain kamu.. Aku bakalan hajar dia tanpa ampun!-
Bulu kudukku langsung merinding hebat karna Note itu.. Uggh.. Sungguh Shana over protect pada Rin.. Haah.. Akupun hanya duduk di kursi yang telah di sediakan. Dan aku mengambil buku komikku yang berada di tas dan membacanya...
SEERR!
.
.
.
.
Hng? Bunyi apaan tuh? Kok kaya air ngalir..? Akupun celingak celinguk.. Tidak ada apa-apa tuh... Lalu aku menengok ke arah Rin..
ZRAAT!
Buku komik yang sedang kubaca jatuh, akupun langsung ke tempat tidur Rin dan menguncangkan tubuhnya.. Berharap dia cepat sadar..
"RIN KAMU TIDAK APA-APA?" Kataku panik ngeliat Rin nose blood banyak banget..
"Hng? Emangnya kenapa?" Kata Rin sambil ngebuka matanya perlahan-lahan.. Rin hanya terbelalak kaget melihatku berada di depannya.. " Le, Len.."
"Hm?" Kataku heran melihat muka Rin memerah..
"Kau ternyata agresif juga ya?" Kata Rin melepaskan tanganku yang berada di daerah...
"!" Kataku lalu langsung ngejauhi Rin ampe mentok pintu.. Rin cuma terkekeh sedikit.. Dan mendekatiku.. Aku menjauh..
DEG
DEG
DEG
Aduh.. Hatiku benar-benar berdebar-debar.. Pliss, Rin.. Jangan ngedeketin lagi sebelum otak mesumku mulai beraksi.. Oh tidak! Rin malah mendekatiku.. Semakin mendekat sampai ke arah wajahku.. Mataku tertutup..
BUAGH!
"RIN!" Kata seseorang yang sukses membuat kepalaku benjol.. Karna dia membuka pintu yang kebetulan aku sedang bersandar disana.. Yang barusan.. SAKIT TAHU! Rin hanya terkekeh seketika, aku melihat gadis berambut perak dan bermata hijau daun cuma cengo. Bah, muka lu kagak imut Shana! Minta maaf KEK! Sakit tau! Terus dia ngeliat aku yang sedang kesakitan.. "Lah? Kamu kenapa Len?"
"LO LIAT AJA NIH! BENJOL SAMA KAMU!" Kataku sambil mengelus kepalaku. Shana masih heran..
"Emang aku apain kamu Len?" Kata Shana polos bin cengo.. GUA ROBEK LAMA-LAMA MUKA LU! ASTAJIM!
"AH! NEVER MIND! Oiya Rin.. Aku disuruh nonton film ini bareng kamu sama Piko.. Mau nonton?" Kataku ngeluarin CD bertuliskan 'Film biru' Shana mandang titlenya dengan kaget.
"LO MAU NONTON FILM BIRU! GUA GA IKUT! NONTON FILM TERKUTUK UDAH PERNAH!" Kata Shana lalu keluar dari pintu. Terdengar suara pukulan dan omelan Shana di luar. Aku dan Rin makin penasaran apa maksudnya... Aku membuka laptopku dan memasukan CD itu kedalam..
"Rin, yakin kamu mau nonton?" Kataku masih kepikiran kenapa Shana kagak mau nonton ama sekali. Rin ngangguk.. Dan.. Film dimulai... Ceritanya normal-normal aja tuh.. Pikirku sih begitu tengah-tengahnya.. PANAS!
"WHAT THE HELL!" Kataku dan Rin dengan muka merah merona. Benar apa kata Shana, FILM INI TERKUTUK BANGET! ANJRIT! INI MAH RATE M! GUA TENDANG LU PIKO! Oh no, Rin mulai lirik-lirik..
"Len.." Kata Rin dengan nada sulit di deskrisikan.. Rin ngedeketin aku dengan muka kepiting rebus.. NOOO!
(Miku POV)
Kenapa akhir-akhir ini Len tidak pernah menemuiku lagi? Tadi dia hanya menemuiku untuk mengajakku menjenguk Rin.. Apa Len mulai lebih menyukai Rin? Haah..
"Miku!" Kata seseorang yang mempunyai ciri-ciri sama sepertiku. Aku tersenyum melihatnya.
"Mikuo.." Kataku kepadanya sambil tersenyum.
"Besok ikut aku ke taman bermain! Ajak teman min 4 orang! Biar pasang-pasangan ya!" Kata Mikuo ngasih tiket kepadaku. Heh? TUNGGU! Yah? Ajak siapa?
-TBC-
Rani : *Nose blood*
Rin : Ew? Author jangan-jangan baca Lemon ya?
Riu : Always right Rin..
Len : Hm.. Ratenya naik kagak?
Rin : KAGAK SETUJU!
Len : AHH! Rinny kejam! Biar aku bis-
BUAK!
Rin : DASAR LEN GILA~~~!
Rani : Pembaca.. Mo, mohon review.. Ukh kagak kuat baca.. Fic M!
Rin : Review ya! Keep or delete?
.
.
Keep or delete?
.
.
