Gomen..ga bisa ngupdate kilat..
Warning:masih sama. OOC, gaje dan typo berhamburan
Enjoy~
"Hari yang cerah ya..Zeref-kun?" kata Mavis sumringan "aku tidak menyangka kakek Makarov mengadakan study tour, karena ini hari terakhir kita mengajar bocah-bocah manis itu" ujar Mavis.
"Uh.." lenguh Zeref
"Ada apa Zeref-kun?" tanya Mavis yang melihat keadaan Zeref pagi itu yang sangat-sangat dan sangat jelek *digampar Zeref*
"Aku benar-benar tidak suka jadi guru, sudah 13 hari ini aku ga bisa tidur gara-gara mimpi seram tentang bocah-bocah setan itu!" teriak Zeref.
"Sudahlah Zeref, sehari lagi kita udah ga akan mengajar mereka lagi kok." hibur Mavis.
"Hei baka sensei!" kata suara itu.
Zeref menoleh pada sumber suara "Hah? Siapa yang kamu panggil baka!" teriak Zeref marah.
"Dan siapa yang kamu panggil bocah-bocah setan!" kata suara itu lagi.
"Ya..jelas kamu" Zeref menunjuk orang itu yang ternyata adalah Cana "Dan bocah-bocah yang lainnya!" sekarang Zeref memandang semua bocah-bocah TK yang memperhatikannya dengan pandangan ingin memanggang, menggoreng, merebus, menumis, mempepes. (author: enaknya di tumis aja deh,kayak tumis kangkung *death glare dari Zeref*)
Zeref memandang bocah-bocah itu, nyalinya mendadak menciut 'busyet, serem ame tuh bocah-bocah. Tapi tenang Zeref, jangan kalah sama bocah-bocah itu!' batin Zeref.
Cukup lama Zeref dan anak-anak TK itu saling pandang. Tiba-tiba…
"SERANG!" teriak author(?)
"Hyaat…!" teriak semua anak-anak, menyerang Zeref sambil bawa obor dan golok(?)
Zeref syok tiba-tiba di serang "Apa!" teriak Zeref lebay, yang kemudian lari seribu langkah.
Anak-anak mengejar dengan semangat 45(?)
Gray melempari Zeref dengan balok es yang gedenya hampir segede TV dua pintu(?)
Erza melempari Zeref dengan tombak-tombak dan pisau nyolong dari dapur rumahnya(?)
Lucy melempari Zeref dengan bermacam-macam kunci, kunci kamar, kunci lemari, kunci gudang dll.
Cana melempari Zeref dengan kartu-kartu yang dia punya, dari kartu remi sampai kartu Yu-Gi Oh(?)
Dan begitulah Zeref, dilempari dengan bermacam-macam benda.
"Natsu, keluarkan jurus andalan!" ujar Lisanna pada Natsu.
Natsu mengangguk "Igneel..!" teriak Natsu, bahkan toa di masjid-pun kalah keras.
Seketika langit menjadi gelap, petir menyambar dimana-mana, gempa bumi, topan, tanah longsor, ban…STOP…itu terlalu lebay.
Dari balik awan datanglah seekor naga, dan….
GENJROOT…Zeref di injek oleh naga itu(?)
"Bagus…sekarang serang!" teriak Erza, kemudian menyerang Zeref yang sudah gepeng(?) disusul anak-anak yang lain.
.
.
.
JREENG..!
Di Bus menuju pantai, terlihat seorang lelaki berambut hitam sedang di perban oleh Mavis menyerupai mumi(?)
"Itai…" ujar Zeref meringis kesakitan.
"Tahan Zeref, lukamu benar-benar parah nih" kata Mavis sibuk membalut luka-nya Zeref akibat ulah anak-anak TK itu.
"Mana mungkin ga parah kalau habis diinjak naga." ujar Zeref.
"Berhasil…berhasil…HOREE…" nyanyi murid-murid ala Dora The Explore(?)
"Apa yang kalian suka saat kita menyiksa Zeref-sensei?" tanya Lisana ala Dora.
"Aku suka waktu melempari Zeref-sensei dengan balok es." jawab Gray.
"Klo aku waktu nyumpelin mulut Zeref-sensei dengan cabai yang banyak." jawab Natsu.
"Klo aku waktu melempari tombak dan pisau." ujar Erza senang.
Dan bla…bla…bla… celoteh anak-anak itu riang gembira.
'hu..hu…malang-nya diriku, padahal ini hari terakhir aku bersama bocah-bocah itu, tetapi kenapa aku malah jadi mumi seperti ini' batin Zeref meratapi nasibnya.
"Bagaimana keadaan Zeref?" ujar Makarov tiba-tiba.
"hmmmpp.." ujar Zeref.
"Apa?" tanya Makarov.
"Katanya 'aku baik-baik saja', iya kan Zeref-kun?" ujar Mavis.
"hmmpp..hmp..um." kata Zeref lagi.
Author: hmmmp…hmm..hmmp..aja kamu tuh, bagaimana orang tau kamu ngomong apa?
Zeref: hmmpp..uh..hmmp..mm.. ..uh.!. (bagaimana bisa ngomong kalau aku jadi mumi kayak gini!)
.
.
.
Di pantai entah berantah (author tidak tau namanya dan lokasinya*ditimpuk*).
"Ah…akhirnya sampai." kata Mavis, turun dari bus.
"Yey..yey.." teriak murid-murid TK itu senang dan berdesakan turun dari bus.
"Pelan-pelan." ujar Mavis pada murid-murid TK itu.
Setelah semua murid-murid sudah turun "Baik anak-anak, sekarang kita berbaris dulu." kata Mavis.
"Baik" kata murid-murid nurut kemudian berbaris.
Setelah semua berbaris dengan rapi "Jadi anak-anak, kita akan dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok putra dan putri, kelompok putri akan bersama Mavis-sensei dan kelompok putra dengan Zeref-sensei." jelas Makarov panjang kali lebar sama dengan luas(?)
"Ada pertanyaan?" tanya Makarov pada murid-murid
Laxus mengangkat tangannya.
"Ya.." Makarov mempersilahkan.
"Kenapa kami harus sama mumi?" tanya Laxus diikuti anggukan murid cowok lainnya "Lagian untuk keluar dari bus aja Zeref-sensei tidak sanggup."
"Ah..iya. Zeref-kun!" teriak Mavis, kemudian lari menuju Zeref yang masih berada di bus.
Author: Kasian Zeref terlupakan, semoga amal dan kebaikannya diterima disisi-Nya..Amin..
Zeref: Woi..author! lu piker gue dah mati apa!
Author: Lho? Zeref dah ga jadi mumi lagi? *kaget*
Zeref:*ngeluarin hawa pembunuh* sekarang yang bakal jadi mumi adalah… *evil smile ke author*
Author: Huwaaaa…! (dan author-pun jadi mumi untuk selama-lamanya)
Murid-murid: semoga arwahnya author di terima para readers(?) ..amin..
Readers + Mavis + Makarov : *sweatdrop*
-The End-
Author: *bangkit dari kuburnya(?)* STOP..siapa bilang ini dah The End..LANJUT…LANJUT…camera roll action!
Back to story..
Setelah semua kembali normal dan tidak bakal ada yang jadi mumi lagi(?) kedua kelompok tadi, kelompok cowok dan cewek, berganti pakain mereka menjadi pakaian renang.
BYUUR..
"Wah..airnya segar" ujar Mavis "ayo..anak-anak" ajak Mavis
"Baik" ujar anak-anak cewek, kemudian menyusul gurunya main di air.
Sementara Zeref, sedang dipinggir pantai mengawasi anak-anak cowok yang sedang bermain air. Tiba-tiba matanya terpaku pada seorang guru yang sangat manis a.k.a Mavis.
Zeref POV
"Mavis.." guman ku, saat aku menyebut namanya aku merasakan kalau saat ini wajahku memerah layaknya kepiting rebus yang kecemplung cat merah(?)
CROOT…
'Bunyi apa itu? Seperti tidak asing lagi' batinku, reflek tanganku mengusap hidungku 'darah?' ya…ini darah, darah mengalir deras dari hidungku.
Seketika pandanganku memudar, kakiku-pun terasa sangat lemas, hingga tidak kuat lagi menahan berat tubuhku. Dan…BRUGH…aku terjatuh.
Sayup-sayup aku mendengar suara-suara orang yang tengah memperhatikan-ku
"Kasian anak itu"
"Apa dia sudah mati?"
"Darah dihidung-nya mengalir terus"
"Segera kita kuburkan…"
"Inalillahi.."
"Panggil medis.."
Dan bla bla bla…
"ZEREF-KUN!"aku mendengar teriakan salah satu orang di kerumunan itu.
Aku mengfokuskan pandangan ku pada orang itu, tetapi aku tidak dapat melihatnya dengan jelas "Ah..Mavis." ujarku lirih dan seketika pandanganku menghitam.
.
.
.
Perlahan aku membuka mataku, kurasakan pipiku ditampar berkali-kali.
"Uh…" aku cuma dapat meringis karena sakit.
"Zeref-kun!" teriak orang yang menamparku. Aku kembali menfokuskan penglihatanku dan akhirnya aku mengenali orang itu "Mavis?" ujarku.
"Huwaa…Zeref-kun akhirnya kamu sadar." kata Mavis seraya memelukku.
"Apa yang terjadi? Dimana aku?" tanyaku setelah Mavis melepaskan pelukannya.
"zeref-kun mimisan kemudian pingsan, sekarang Zeref-kun ada diruangan medis." jelas Mavis.
'Oh..iya, aku ingat sekarang, aku mimisan karena melihat Mavis pakai bikini' batinku dan kurasakan wajahku kembali memerah.
"Ada apa Zeref-kun?" tanya-nya.
"Tidak." jawabku singkat. Dan baru aku sadari kalau sekarang Mavis masih menggunakan bikini-nya.
CROOT…
Bunyi itu lagi dan pandanganku gelap lagi, sebelum benar-benar pingsan lagi aku mendengar suara Mavis yang berteriak memanggil namaku.
To be continued…
Hah..taichou ga tau nih kesambet apa, kok bisa-bisanya taichou bikin chap yang gaje bin abal ini.
Pengumuman! Tolong review ya…sebab satu review anda sangat berarti untuk Zeref yang saat ini sedang mencari stok darah (apa hubungannya).
Review..
Oceana Queen
Abis-nya taichou bingung, siapa yang kira-kira paling pintar diguild dan bisa ngerjain soal dari Mavis atas perintah taichou *plak* jadinya taichou pilih Erza dan Mira, karena waktu kecil mereka pernah berkelahi XD
bjtatihowo
hahaha iya. Terimakasih dah memberi tahu XD
Guest
Oia…yang nanya cara update chap baru itu caranya gini ehem..hem..tes..tes..1..2..3..*plak*.. jadi gini akun mu kamu buka, di publish mu, kamu klik manage stories, trus kamu klik fic yang mau kamu tambahin chap, di Editing Story kamu klikContent/Chapters. Selesai deh..tinggal kamu tambahin chapter.
Dan untuk review yang lain terimakasih, untuk silent readers juga terimakasih! Arigatou minna! Aku sayang kalian *hammers*
