Author : Han Min Young a.k.a Anita

Main Cast : Lee Sungmin, Lee Hyukjae (Super Junior 'GS')

Other Cast : All member of Super Junior and many more. (Some Genderswitch)

Genre : Friendship, Mystery, Romance, maybe Humor.

Typo's, Genderswitch, Gak jelas, jauh dari kata sempurna, tidak sesuai EYD. Tapi ide cerita, alur milik saya, saya hanya meminjam nama.

Don't copy paste or plagiarism! Plagiarism it a crime!

Enjoy^^

..

THE WITNESS

..

Sungmin memijit pelipisnya kasar, pertemuannya dengan Donghae di apartement Kyuhyun tadi sedikit banyak menganggu pikirannya. Ditambah lagi perkataan Donghae yang menurutnya ambigu terus terngiang-ngiang diotaknya.

Terlalu percaya? Apa maskudnya? Memang benar Sungmin sangat mempercayai Hyukjae, lagi pula selama mereka berteman dia tidak pernah sekalipun mengkhianati Sungmin. Tapi, benarkah begitu?

CKLEK

Sungmin menoleh saat pintu apartementnya dibuka seseorang, ternyata Hyukjae. Sungmin mengerutkan alisnya melihat penampilan gadis itu yang sama kacau nya dengan Sungmin. Wajahnya pucat dan dia berjalan layaknya mayat hidup menghampiri Sungmin disofa.

"kenapa lemas sekali? Ryeowook tidak memberi mu makan, eoh?" ledek Sungmin, namun sepertinya tidak bereaksi apa-apa pada Hyukjae, gadis itu masih diam menunduk menatap lantai.

"kamu juga lemas, min. ada masalah dikampus?" balas Hyukjae, Sungmin memutar bola matanya jengkel.

"hey, aku bertanya duluan" Hyukjae tertawa puas melihat wajah kesal Sungmin, melihat gadis itu memajukan bibirnya lucu.

"tadi aku bertemu Siwon, Min" Sungmin memasang tampang biasa saja, saat Hyukjae mengatakannya. Berbanding terbalik dengan jantung nya yang tiba-tiba berdetak kencang mendengar nama mantan kekasihnya disebut.

"oh, dimana?"

"di café, dia menanyakan banyak soal kamu, min"

Sungmin menyandarkan tubuhnya kepunggung sofa, menghela nafasnya kasar. Hatinya tiba-tiba berdenyut, Siwon bertemu dengan Hyukjae dan itu berarti pemuda itu ada di Korea bukan?

"well, aku juga bertemu dengan Donghae di apartement Cho Kyuhyun, kamu kenal dia kan? Cho Kyuhyun?" kini gantian wajah Hyukjae yang menegang, dia tau siapa Cho Kyuhyun. Hey! Dia itu bintang kampus, mana mungkin dia tidak tau siapa Kyuhyun, tapi, kenapa Sungmin bisa ada di apartement Kyuhyun? Dan yang lebih mengejutkan, ada Donghae juga disana.

"jangan pikir macam-macam dulu, aku satu kelompok dengannya dalam satu mata kuliah dan kami membahas tugas itu di apartementnya tadi. Donghae sepertinya tinggal bersama Kyuhyun." Hyukjae mengangguk, tak ingin memperpanjang pembicaraan mereka tentang mantan kekasih masing-masing. Hanya saja ada yang mengusik hati Hyukjae saat tau Sungmin bertemu Donghae terlebih dahulu ketimbang dirinya.

"bye.." Sungmin pun berbelok ke arah yang berlawanan dengan Hyukjae, entah ini hanya perasaannya saja atau apa Sungmin merasa koridor kampus hari ini sangat sepi. Bahkan tidak ada satu orang mahasiswa pun yang terlihat disepanjang lorong ini. Sungmin memilih cuek dan terus melanjutkan langkahnya.

Drap… drappp..

Jantung Sungmin berdetak keras, dia tau kalau ada seseorang yang mengikutinya dibelakang, tak henti-hentinya Sungmin mengutuk lorong kampus nya yang kelewat panjang dan sepi ini. Sungmin tidak berani menoleh atau sekedar melirik kebelakang, tapi dia tau kalau yang mengikutinya adalah seorang laki-laki, langkah kaki yang membuat Sungmin berfikir bahwa orang dibelakangnya adalah laki-laki.

"kenapa kau mengikuti ku?" Sungmin akhirnya berhenti dan berbalik. Matanya membulat kala mengetahui siapa sosok yang sejak tadi ia rasa terus mengikutinya dari belakang, dia….

"Kim Jungmo?" bisik Sungmin, Jungmo pun tersenyum dan melangkah mendekati Sungmin. Sungmin hanya diam sama sekali tidak menaruh curiga. Jungmo tersenyum sinis melihat respon Sungmin dan tidak melihat gelagat curiga dari gadis manis itu.

"dimana ponsel itu?" Jungmo berbicara tepat disamping telinga Sungmin, Sungmin bergidik mendengar suara namja itu. Gadis itu kehilangan pita suaranya saat merasakan sesuatu yang runcing menekan pinggangnya, ia merasakan blazer yang dipakainya sobek akibat benda runcing itu. Sungmin seketika merasa tulangnya dilolosi begitu saja, lemas.

"ponsel apa?" Sungmin menatap heran Jungmo, Jungmo yang ini berbeda dengan Jungmo yang beberapa waktu lalu ia temui di pameran. Ini bukan Kim Jungmo, dia berbeda…

Jungmo menarik Sungmin ke tembok terdekat, memenjarakan tubuh gadis itu dengan kedua tangan kekarnya. Membuat akses kabur gadis itu tertutup, benda runcing yang ternyata sebuah pisau lipat sudah Jungmo amankan disaku hoodie nya. Pemuda menatap Sungmin tajam, Sungmin hanya mampu berdo'a dalam hati agar ada yang lewat dan menyelamatkannya.

"aku tau kamu tidak bodoh, jadi cepat beritau aku dimana ponsel itu dan aku akan membiarkan mu hidup dengan tenang" Suara Jungmo benar-benar menakutkan, Sungmin berusaha memutar otaknya tentang ponsel itu. Ponsel apa yang diinginkan Jungmo? Ponselnya? Atau…..

"ponsel itu.." Sungmin mengucapkannya lebih kepada dirinya sendiri. Jungmo memandang geram kearah Sungmin. Baru saja Jungmo akan mendarat kan sebelah tangan nya ke pipi mulus Sungmin saat sebuah tangan lain menahannya.

Jungmo memandang garang pada sosok itu, sosok itu tengah menahan tangan kanannya dan menatapnya dengan tatapan yang membekukan, terlalu tajam dan mematikan. Sedangkan Sungmin tengah memejamkan matanya erat-erat, bersiap menerima tamparan Jungmo.

"jauhi dia." Sosok itu mengucapkannya dengan penuh penekanan disetiap katanya.

Mendengar suara lain yang masuk ke gendang telinganya, Sungmin membuka matanya takut-takut. Dan sedikit terkejut saat melihat sosok Kyuhyun tengah berdiri menahan sebelah tangan Jungmo yang tadi hendak menampar pipi Sungmin. Oh, dan jangan lupakan tatapan mata Kyuhyun yang mengerikan itu. Sungmin dapat melihat Jungmo membatu hanya dengan melihat tatapan mata pemuda berkulit pucat didepannya. Jungmo memandang Kyuhyun dan Sungmin bergantian sebelum memilih beranjak pergi dari lorong kampus Sungmin tanpa berkata sepatah kata pun.

Sungmin meraskan pusing dikepalanya, kejadian barusan susah payah sedang ia proses di otaknya. Jungmo, ponsel itu… astaga apa yang sebenarnya terjadi disini, jeritnya dalam hati.

"ada yang perlu kita bicarakan. Dan bukan disini" ucap Kyuhyun datar, pemuda ikal itu menarik tangan Sungmin kasar. Sungmin hanya diam tak berniat berontak.

"jadi, dia tidak sendirian? Haha ini semakin menarik saja" Jungmo berjalan santai ke tempat dimana mobil nya diparkir. Senyum sinis masih setia bertengger diwajah tampannya. Matanya menatap kesekeliling area parkir. Dan senyumnya semakin melebar saat melihat seorang gadis tak jauh dari tempatnya berdiri.

"baik, bermain-main sebentar sepertinya tidak masalah" gumamnya lebih kepada dirinya sendiri.

"jadi… didalam ponsel itu terdapat semua bukti kecurangan bisnis seorang mafia kelas kakap, Kim Myung Hoo?" Sungmin menyesap kopinya sambil sesekali melirik Kyuhyun disampingnya. Kini mereka berdua sedang ada didalam mobil Kyuhyun, entahlah tapi kata pemuda ikal itu hanya mobil dan apartementnya lah tempat yang aman bagi mereka untuk berbicara.

Satu kejutan Sungmin dapatkan dari Kyuhyun dan Donghae. Ternyata 5 tahun tidak bertemu, Donghae kini menjadi agen intelejen kepolisian Korea di Jepang, seperti cita-citanya dulu saat di bangku sekolah. sedangkan Kyuhyun, pria itu bilang ia tidak terlalu tertarik menjadi agen tetap, ia memilih menjadi sukarelawan saja, dari situ Sungmin tau kalau jiwa Kyuhyun adalah jiwa yang bebas dan tidak suka dikekang.

"ponselnya ada padamu, kan?" Kyuhyun menoleh kearah Sungmin yang duduk disamping kirinya, namun tatapannya terkunci saat melihat raut serius Sungmin yang tengah berfikir. Bibir merah ranumnya mengerucut, kening nya berkerut, dan bola matanya memandang keatas-entah melihat apa. Sesaat Kyuhyun lupa caranya berkedip.

'manis' batin Kyuhyun.

"ada di apartement ku, lebih baik kita ambil sekarang dan kamu yang menyimpannya, aku tidak mau mengambil resiko dengan menyimpan ponsel keramat itu, apalagi sejak kejadian tadi." usul Sungmin, ia tidak mau mengambil resiko seperti tadi, dan ia sudah mulai muak diawasi terus oleh orang-orang berjas hitam yang belakangan ini selalu muncul dikawasan apartement nya. Dia ingin cepat-cepat keluar dari masalah ini dan menjalani harinya dengan normal seperti sebelum semua kekacauan ini terjadi.

"kau takut? Aku dan Donghae hyung disini untuk membantu kalian, jadi kau tenang saja nona Lee" wajah Sungmin merona merah saat Kyuhyun mengatakan nya, perasaan hangat menyelimuti dadanya. Lee Sungmin apa yang terjadi padamu, rutuk nya dalam hati. Kyuhyun diam-diam tersenyum melihat wajah merona Sungmin disampingnya.

"memang kamu bisa berkelahi? Dilihat dari penampilanmu, sepertinya mustahil. Kamu lebih cocok jadi model dari pada jadi agen" ucap Sungmin sinis.

"hm.. setidaknya aku bisa membuat kepala seseorang pecah dengan pistolku. Dan Nona Lee, apa kau benar-benar terpesona dengan pesona ku yang bagikan model ini? Dan satu lagi, aku bukan agen, aku hanya sukarelawan" ucapan Kyuhyun membuat Sungmin mau tak mau merutuki mulutnya yang bicara tanpa diproses itu. Bagaimana bisa dia –walau- secara tidak langsung mengakui pesona pemuda itu. Yaa walau Sungmin akui pesona Kyuhyun memang sulit ditolak siapapun, dan kalian pasti setuju dengan presepsi Sungmin.

Drrrtt… Drrrttt…

Ponsel Sungmin membuat nya tertarik kembali ke dunia nya. Sungmin benar-benar berterimakasih pada siapapun yang menelfonnya, dengan gerakan cepat ia mengambil ponsel dari tas nya dan terpampanglah nama Hyukjae dilayar ponselnya.

"hallo… aku sedang bersama Kyuhyun-ssi, ada apa?… iya, Cho Kyuhyun, ada apa Hyuk?… oh begitu, oke… ya, jaga dirimu baik-baik, aku tutup, ne. bye" setelah memutuskan sambungan telfonnya Sungmin memasukan ponselnya kedalam tas, ia menoleh kearah Kyuhyun yang tengah menatapnya. Seakan tau apa yang ada dipikiran namja ikal itu Sungmin mendengus.

"Hyukjae bertanya aku sedang bersama siapa, saat aku bilang sedang bersamamu dia kaget. Ahh lebih baik kita ambil ponsel itu, kajja" Sungmin segera mengalihkan pembicaraan dan memasang seatbelt, dia mendengus saat mendengar tawa Kyuhyun. Namja ini benar-benar menyebalkan, pikir Sungmin.

Hyukjae menghentikan langkahnya saat melihat sepasang kaki berada tepat didepannya. Hyukjae mengangkat wajahnya dan sedikit terkejut saat melihat wajah Jungmo lah yang ada didepannya.

"ohh Jungmo-ssi" sapa Hyukjae ramah. Jungmo hanya tersenyum misterius membuat Hyukjae mengerutkan dahinya dan menatap pemuda didepannya dengan tatapan bingung.

'mau apa dia?' batin Hyukjae.

Kyuhyun memperhatikan apartement Sungmin dari sofa tempatnya duduk, sedangkan Sungmin sedang kedalam mengambil ponsel keramat itu. Apartement Sungmin tidak seluas miliknya, namun nyaman dan sangat rapi. tentu saja, mereka wanita pasti rajin membersihkan apartementnya, pikir Kyuhyun. Kyuhyun melihat beberapa foto yang ditempel didinding apartement, hampir semuanya foto Hyukjae dan Sungmin. Dari mereka berseragam junior high school sampai saat ini, menurut perkiraannya.

Kyuhyun tersenyum miris, Sungmin sangat mempercayai Hyukjae dan sangat menyayanginya melebihi apapun. Jika mengingat cerita Donghae tentang kedua gadis itu, jujur Kyuhyun menaruh simpati pada Sungmin.

"ini…" Sungmin menyodorkan sebuah ponsel hitam pada Kyuhyun, Kyuhyun bahkan tidak tau sejak kapan gadis itu selesai. Dia sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tadi. Kyuhyun mengambil ponsel itu dari tangan Sungmin dan memasukannya kedalam kantung celana jeans nya.

"kalau ada sesuatu yang tidak beres, cepat hubungi aku atau Donghae" perintah Kyuhyun. Sungmin mengangguk sebagai jawaban.

"baiklah aku pulang" Kyuhyun sudah berdiri saat ponsel Sungmin berbunyi.

"halo…. Yaa saya sendiri… APA?! DIMANA DIA SEKARANG?! APA DIA BAIK-BAIK SAJA?!" Kyuhyun yang hendak pulang pun mengurungkan niatnya saat mendengar teriakan Sungmin, dengan segera dia mendekati Sungmin yang kini tengah menangis.

"ada apa?" ucap Kyuhyun panik.

"Hyukjae, kyu…." Bisik Sungmin, tubuhnya kini bergetar hebat karna menangis.

"ada apa dengan Hyukjae?"

"Hyuk…. Kecelakaan…" Kyuhyun membulatkan matanya, dengan cepat ia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.

"kita kerumah sakit sekarang!" Kyuhyun membimbing tubuh Sungmin berdiri, Sungmin hanya pasrah dan menurut.

"Donghae Hyung, bisa tolong aku?" ucap Kyuhyun saat seseorang disebrang sana menjawab panggilannya.

Sungmin berlari tergesa-gesa menelurusi lorong rumah sakit, tak dipedulikannya beberapa orang yang mengumpatinya karna tak sengaja tertabrak. Kyuhyun mengikuti Sungmin dibelakang, beberapa kali namja berkulit pucat itu menunduk minta maaf pada orang-orang yang tidak sengaja Sungmin tabrak. Kyuhyun tau gadis itu sangat panik sekarang, apalagi menurut informasi yang didapatnya, Hyukjae terpental cukup jauh.

"apa yang terjadi?! Bagaimana Hyuk bisa ada didalam?!" Sungmin mengguncang kuat bahu pemuda didepannya, Choi Minho, pemuda yang mengaku menabrak Hyukjae. Minho memandang Sungmin takut, bahkan dia tidak berani menatap mata Sungmin yang kini memandang tajam kearahnya.

"Sungmin, calm down!" Kyuhyun melingkarkan tangannya kepundak Sungmin berniat menenangkan, Sungmin pun melepaskan tangannya dari bahu Minho. Dapat Kyuhyun lihat Minho tengah menghela nafas lega. Sedangkan Sungmin kini mulai terisak, tubuhnya bergetar karna lagi-lagi menangis. Kyuhyun segera menarik Sungmin kedalam dekapannya, bermaksut menenangkan gadis itu. Tapi yang terjadi malah Sungmin menangis semakin menjadi-jadi, Kyuhyun menghela nafas, bingung. Kyuhyun tidak pernah berhadapan dengan seorang gadis yang menangis seperti ini apalagi kini jantungnya bekerja diluar batas normal, jadi wajar jika caranya menenangkan Sungmin terbilang payah. Kyuhyun diam dan memilih untuk membiarkan Sungmin menangis dipelukannya.

"bisa kau jelas kan pada kami kronologi kejadiannya?" Kyuhyun menatap Minho yang duduk disebelah nya, sebelah tangannya masih terus mengusap punggung Sungmin yang tengah menyadarkan kepala di bahu nya lelah, Sungmin memang sudah tidak histeris seperti tadi, mungkin gadis itu sudah kehabisan tenaga untuk menangis dan memukuli Minho tadi. Minho memandang Sungmin sekilas, dan menghembuskan nafas nya pelan.

"entahlah, aku juga tidak tau…." Belum sempat Minho menyelesaikan ucapannya, Sungmin menyela dan menunjuk Minho tepat diwajah dengan telunjuk nya.

"kau! Bagaimana bisa tidak tau!" semprot Sungmin sinis, Kyuhyun kembali menghela nafas dan menurunkan telunjuk Sungmin.

"Sungmin-ssi, ku harap kamu bisa mengontrol emosi mu dan biarkan Minho-ssi menjelaskan semuanya" ucap Kyuhyun tegas, Sungmin pun melipat tangannya di dada dan mengalihkan pandangannya, tidak mau melihat kearah Kyuhyun dan Minho.

'kekanakan' batin Kyuhyun, ia hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sungmin.

"Minho-ssi, silahkan" Minho mengangguk dan berniat melanjutkan ceritanya sambil sesekali melirik ke arah Sungmin takut-takut.

"aku tidak tau bagaimana awalnya, aku baru keluar dari area kampus sehabis mengantar kekasih ku. Aku melajukan mobilku dalam kecepatan sedang, dan entah tiba-tiba Hyukjae-ssi melompat kearah mobilku.. tidak, bukan melompat. Sepertinya dia didorong, karna panik aku menginjak rem mendadak, namun na'as Hyukjae-ssi malah terlempar kedepan" jelas Minho panjang lebar.

"Didorong?" lirih Sungmin, namun masih dapat didengar Kyuhyun dan Minho disampingnya.

"ya, seorang pria kalau tidak salah" Minho terlihat menerawang, mencoba mengingat-ngingat.

Dan baru saja Kyuhyun akan mengajukan pertanyaan nya pada Minho saat lampu ruang operasi berubah hijau. Itu menandakan operasi yang tengah berlangsung didalam sudah selesai. Ketiga orang itu pun bergegeas berdiri dari duduk nya.

"Dokter, bagaimana keadaan Hyukjae?" Sungmin langsung menghampiri dokter ketika pintu operasi dibuka. Sang dokter membuka maskernya dan tersenyum, wajah pria paruh baya itu terlihat lelah, apa Hyukjae baik-baik saja?

"Hyukjae-ssi sungguh luar biasa, pasien sempat kritis karna kehilangan banyak darah tapi semua bisa diatasi dengan baik. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya luka-luka memar dan lecet saja, pasien sudah bisa dipindahkan keruang rawat inap. Tapi, pasien belum bisa terlalu banyak diajak berkomunikasi. Baiklah saya permisi" Sungmin tersenyum cerah mendengarnya, ia melompat-lompat saking senangnya dan tanpa sadar memeluk Kyuhyun yang berdiri tepat disampingnya.

Kyuhyun tentu saja terkejut, gadis ini tiba-tiba memeluknya tanpa aba-aba sebelumnya dan itu membuat jantung nya merespon berlebihan. 'sejak kapan aku memiliki riwayat penyakit jantung?' pikir Kyuhyun.

"Bodoh! Hanya membereskan dua gadis tidak berguna begitu saja kau tidak bisa!" pria paruh baya itu menatap sinis pemuda didepannya.

"siapa bilang aku ingin membunuhnya secepat ini? Aku hanya ingin bermain-main sebentar,… ayah. Dan yang akan aku bereskan hanya satu, yang satu lagi akan jadi tawanan pribadiku." pemuda itu tersenyum sinis pada sosok yang ia panggil ayah. Sosok itu mengepal kan tangannya erat, sebenarnya ia amat sangat ingin memukul anaknya itu. Namun segera ia mengurungkan niatnya dan mencoba menekan emosinya dalam-dalam.

"jangan bertindak sesuka mu, karna suatu saat bisa-bisa kamu yang masuk dalam jebakan mu sendiri, Jungmo-ah" sosok itu meninggalkan Jungmo dalam kegelapan.

Jungmo menatap sinis siluet sosok itu sampai benar-benar hilang, kemudian tersenyum licik bagai ular.

Kyuhyun, Sungmin, dan Minho kini tengah duduk disofa kamar inap Hyukjae. Gadis hiperaktif itu belum sadar pasca operasi 30 menit yang lalu. Sungmin kini terlihat lebih tenang, bahkan dia sudah mulai terlihat bersahabat dengan Minho. Minho memang bertanggung jawab sepenuhnya atas apa yang terjadi pada Hyukjae, pemuda itu membiayai semua biaya rumah sakit Hyukjae, dan dia berjanji akan membiayai biaya rumah sakit sampai gadis itu sembuh total, dan tak tanggung-tanggung, Minho memberikan pelayan kelas VVIP untuk Hyukjae. Sungmin awal nya menolak, tapi karna melihat Minho yang sungguh-sungguh ingin bertanggung jawab akhirnya Sungmin luluh.

CKLEK….

Mendengar pintu dibuka sontak membuat ketiga orang itu menoleh kearah pintu, Sungmin menegang dalam duduk nya saat melihat sosok itu diambang pintu, Kyuhyun merasakan tubuh Sungmin menegangh disampingnya, ia menatap heran sosok diambang pintu itu yang kini diam mematung menatap Sungmin.

"hyung, kau datang!" Minho bergegas menghampiri sosok itu, dengan agak ling-lung sosok itu berjalan mengikuti Minho dan duduk disofa. Berhadapan dengan Sungmin dan Kyuhyun.

"ah perkenalkan Kyuhyun-ssi, Sungmin-ssi ini kakak sepupu ku. Choi Siwon"

Kyuhyun menundukkan kepalanya sebagai salam, sedangkan Sungmin hanya diam mematung menatap Siwon didepannya. Jantungnya sudah tidak berdetak dengan cepat lagi seperti dulu saat melihat pemuda berlesung pipi itu, hanya saja melihat Siwon secara langsung begini membuat nya mau tak mau kembali mengingat luka lama yang pemuda berlesung pipi itu torehkan. Tanpa sadar Sungmin meremas lengan Kyuhyun disampingnya. Kyuhyun menatap Sungmin bingung, lalu beralih menatap kakak sepupu Minho, melihat reaksi Sungmin yang seperti ini membuat Kyuhyun teringat sesuatu.

'apa ini Siwon yang dimaksud Donghae Hyung?' pikir Kyuhyun.

Siwon menatap sinis tangan Sungmin yang mengait posesif lengan namja bernama Kyuhyun itu. Apalagi melihat reaksi Sungmin yang seperti itu saat melihatnya membuat rasa bersalah Siwon pada gadis itu kembali muncul.

"jadi yang kamu tabrak itu Lee Hyukjae?" Siwon memilih bertanya pada Minho dan mengalihkan pandangannya pada adik sepupu nya ketimbang melihat adegan 'romantis' didepannya, entahlah dia merasa risih melihat Sungmin 'bermesraan' dengan namja lain didepannya. Hati nya seakan menolak untuk melihat nya.

"kau mengenal nya, Hyung?"

"Lee Hyukjae dan Lee Sungmin adalah teman sekolah ku diJepang dulu" ucap Siwon datar dan beralih menatap Sungmin. Sungmin lebih memilih memalingkan wajahnya kearah lain.

'oh, jadi dia Choi Siwon itu' batin Kyuhyun, ternyata diam-diam pemuda berkulit pucat itu memperhatikan.

"oh? Kalian saling mengen…." Ucapan Minho terpotong dengan suara erangan dari arah tempat tidur rumah sakit. Sepertinya Hyukjae sudah sadar. Sungmin pun bergegas mendekati Hyukjae, diikuti yang lainnya.

"min, kamu harus berhati-hati dengan orang itu!" Sungmin yang tengah mengupas buah pun sontak menghentikan kegiatannya dan menatap Hyukjae bingung. Kyuhyun dan Siwon pun yang tengah duduk disofa ikut-ikutan menghentikan aktifitasnya sejenak dan memandang Hyukjae. Sedangkan Minho, dia sedang keluar entah kemana.

"orang itu? Siapa maksud mu?" Sungmin meletakkan pisau buah nya dan meranjak mendekati Hyukjae.

"Jungmo, Kim Jungmo, dia berbahaya, min" Hyukjae menenggelamkan wajahnya diantara kedua telapak tangannya.

"dia yang melakukan ini padamu?" Sungmin beranjak memeluk Hyukjae.

"yaa… aku tidak tau.. aku merasa tidak pernah bermasalah dengan laki-laki itu… aku-kenapa?" isak Hyukjae. Sungmin mengusap-ngusap punggung Hyukjae yang bergetar dengan sayang.

"jangan dipikirkan, kamu aman sekarang" bisik Sungmin.

Kyuhyun memeriksa ponselnya yang tadi sempat bergetar di sakunya, setelah membaca pesan yang diterima nya, Kyuhyun bergegas mendekati Sungmin.

"Donghae hyung akan kesini, tidak apa-apa?" bisik Kyuhyun tepat disamping telinga Sungmin. Kyuhyun terkekeh pelan saat melihat wajah Sungmin yang merah merona akibat ulahnya.

"terserah" ucap Sungmin singkat dan kembali menunduk, jantungnya kini berdetak tidak karuan, perasaan hangat menjalar diarea pipinya.

'pasti aku sudah semerah tomat' batin Sungmin.

"ya! Kalian bisik-bisik seperti pasangan saja! Apa kalian diam-diam pacaran yaaa?" goda Hyukjae, Kyuhyun menatap nya heran.

'benar kata dokter, gadis ini benar-benar luar biasa. Aku bahkan tidak percaya kalau dia baru selesai melewati masa kritisnya' batin Kyuhyun.

Sementara disofa, Siwon hanya menatap interaksi ketiga orang didepannya dengan wajah datar. Ada pegulatan batin dihati nya, melihat mantan kekasih nya bersama orang lain dan terlihat bahagia seperti ini sungguh tidak bagus bagi keadaan hatinya.

CKLEK…

Pintu kembali terbuka, dan semua orang yang ada disana otomatis menoleh kearah pintu. Ekspresi setiap orang disana berbeda-beda saat melihat sosok itu, terlebih Hyukjae….

"Donghae-ah…" lirih Hyukjae.

"YA! Bagaimana bisa kamu menabrak Hyukjae Sunbae?!" Minho menghela nafas nya lelah, sudah sejak tadi Taemin, kekasihnya memarahi nya habis-habisan. Minho memang izin keluar tadi karna ingin menjemput kekasihnya yang baru selesai kuliah. Sebagai pasangan kekasih yang saling terbuka, sudah sewajarnya Minho menceritakan apa yang terjadi padanya tadi pada Taemin. Tapi, yang dia dapat malah amukan kekasihnya yang manis itu. Lee Hyukjae memang sosok yang sangat Taemin kagumi, mereka ada disatu fakultas yang sama dan Taemin cukup dekat dengan Sunbae nya itu. Tak jarang mereka berlatih dance bersama jika sedang ada waktu senggang.

"bisakah kau diam? Aku sudah pusing jadi makin pusing tau gak sih!" Taemin pun bungkam, ucapan Minho tadi bagai perintah yang tidak mungkin dia tolak, dia tau kekasihnya sedang kesal dan seharusnya sebagai kekasih yang baik dia tidak ikut-ikutan membuat beban Minho semakin banyak. Dan kalau Minho sudah begini, Taemin hanya bisa diam menghadapi kekasih nya.

Pasangan yang hebat, bukan?

Sungmin menatap bingung kearah Hyukjae, Donghae dan Siwon. Entahlah, hanya saja sejak Donghae datang tadi ketiga orang itu hanya diam tanpa bicara. Donghae menatap tajam Siwon didepannya sedangkan Hyukjae terlihat tengah menundukkan wajahnya. Setau Sungmin, Siwon dan Donghae tidak pernah punya masalah, tapi kenapa tatapan Donghae pada Siwon seakan Siwon pernah melakukan kesalahan yang fatal pada Donghae. Dan kenapa Hyukjae menunduk begitu? Seakan takut melihat Donghae. Ada apa ini? Kepala Sungmin sampai sakit memikirkan nya.

"jangan berfikir terlalu keras atau kepala cantik mu itu akan sakit" Sungmin tergejolak kaget saat mendengar bisikan Kyuhyun disampingnya. Ternyata sejak tadi Kyuhyun memperhatikan Sungmin, dan dia tau gadis itu sedang menebak-nebak tentang keadaan diruangan itu yang luar biasa canggung.

"kau tau sesuatu? Kenapa aku merasa telah melewatkan sesuatu disini?" bisik Sungmin tanpa menatap Kyuhyun.

"hm.. lebih baik kau terus saja melewatkan bagian itu. Akan jauh lebih baik jika kau melewatinya" Sungmin memandang Kyuhyun dengan tatapan penuh tanya, Kyuhyun masih betah menatap Donghae yang mematung memandang Siwon didepannya. Kyuhyun seakan tak memperdulikan tatapan bingung Sungmin disampingnya.

"Donghae Hyung, sepertinya ada yang harus kau laporkan padaku" ucap Kyuhyun membuat Donghae menoleh kearahnya.

.

.

.

To be continued

.

.