Sehun bangkit dari kap mobil menjadi duduk ia menarik pinggang serta leher Jongin. Jongin dengan senang hati menerima kuluman dari bibir Sehun. Lelaki tan itu memiringkan kepalanya dan menekan tengkuk Sehun untuk memperdalam ciumannya.

"Ngh" Sehun melenguh ketika tangan Jongin menelusup masuk kedalam gaun tak berlengan yang ia kenakan. Jongin menekan dada kanan dan kirinya secara bergatian.

Jongin mengangkat tubuh Sehun dan menggendongnya. Sehun terus melenguh karena tekanan yang diberikan Jongin pada dadanya semakin menjadi. Sehun melepas tautan bibirnya dan meletakkan kepalanya dibahu Jongin.

"Nghh Jongin" Sehun meremas kemeja putih Jongin saat kedua bibir Jongin menjamah daerah lehernya yang putih.

Jongin melangkahkan kakinya menuju jok mobil belakang masih dengan Sehun yang ada dalam gendongannya. Ia sedikit menundukkan tubuhnya dan meraba – raba pintu mobil untuk mencari handle pintunya.

Sebelum masuk kedalam mobil yang pintunya sudah terbuka Jongin menarik dagu Sehun dan mengulum bibirnya. Jongin mendudukan tubuhnya dijok sebelah kemudi dengan Sehun yang berada diatas pangkuannya.

Jongin membiarkan lidah Sehun masuk kedalam ruang mulutnya dan menuntun ciuman mereka. Jongin menggerakkan tangannya secara acak pada punggung Sehun ia meremas pinggang Sehun membuat Sehun melepas tautan bibir mereka.

"Naughty" bisik Jongin tepat ditelinga Sehun dan mengulum daun telinga Sehun. Jongin mengecup daerah belakang telinga Sehun. Kini kedua bibirnya mengecup leher Sehun.

"Jong –shh jangan digigit hh nanti mommy curiga" Jongin langsung menghentikan aktivitasnya pada leher Sehun.

"Tapi ini sudah ada tandanya"

"Shh" Sehun meringis saat Jongin menekan tanda merah –keunguan di lehernya, "Nanti mommy curiga aish kenapa kau buat disini huh bodoh"

Jongin mengecup bibir Sehun yang tengah maju kedepan itu, "Nanti kau pakai hoodie ku untuk menutupinya"

Sehun mengangguk dan meletakkan kepalanya didada Jongin yang masih berbalut kemeja. Jongin memejamkan matanya saat Sehun memajuka tubuhnya mendekat dan secara tak sengaja menabrak benda batangan miliknya yang berada dibawah.

Sehun melirik kewajah Jongin yang sedang menutup kedua matanya, ia kembali memundurkan tubuhnya dan melirik kearah selangkangan kekasihnya itu. Sehun terkikik pelan dan kembali memajukan pinggulnya tak lama kemudia ia memundurkan kembali pinggulnya.

"Jongin ini apa? kenapa membesar seperti ini?" tanya Sehun yang sudah menegakkan kembali wajahnya namun gerakan pada pinggulnya masih terus dilakukannya.

"Ssh –Hun ah"

"Ya Jonginnie?"

Jongin membuka kedua matanya dan memegang kedua sisi pinggul Sehun agar menghentikan aksinya. Jongin kembali menarik tengkuk Sehun dan mengulum bibir Sehun. Kali ini dia yang mendominasi ciuman.

Sehun menaikkan sedikit tubuhnya saat tangan Jongin menaikkan gaun malam yang ia kenakan. Kedua tangan Sehun juga tak tinggal diam ia membuka satu per satu kancing kemeja Jongin setelah membuka dasinya terlebih dahulu.

Sehun tersentak saat tangan Jongin meremas paha nya. Sehun yang sudah selesai melepas semua kancing kemeja Jongin menggerakan jari telunjuknya dengan asal pada dada serta perut Jongin hingga membuat Jongin mengerang.

Jongin melepas ciumannya ia menatap kedua mata Sehun tangannya yang berada di punggung Sehun berusaha untuk membuka kain yang menutupi tubuh kekasih manisnya itu.

Jongin menjilati bibir bawahnya yang terasa kering saat kembali melihat tubuh mulus dan putih Sehun dihadapannya yang hanya terkena sinar bulan mengingat mereka sekarang berada dipinggir pantai.

"Jo –Jongin" Sehun menenggelamkan wajahnya kembali pada dada Jongin.

"Hmm kenapa?"

Sehun menggeleng ia reflex memajukan dadanya saat tangan Jongin menggelitik punggungnya. Jongin menarik wajah Sehun yang masih berada didadanya, dan menarik dagu Sehun.

"Kenapa menunduk?"

"Aku malu" gumam Sehun pelan. Jongin yang masih bisa mendengar suara Sehun terkekeh ia mengecup kedua pipi Sehun yang menggembung kucu dimatanya.

"Kenapa malu? bukan kah aku sudah pernah melihat tubuhmu sebelumnya?"

Kedua pipi Sehun memanas mendengar ucapan Jongin ia memukul kedua lengan Jongin. Jongin yang masih terkekeh menarik satu tangan Sehun dan meletakkan diatas gundukan yang berada dibawahnya.

"Hey ayo kita lanjutkan, he's need your hole baby~" pipi Sehun kembali memanas saat Jongin menuntun tangannya untuk meremas milik Jongin yang menggembung itu.

"Ucapan mu Jongin" Sehun mengeratkan remasannya pada gundukan besar Jongin yang berada dibawah.

"Why? –AHHH" Jongin kembali memejamkan matanya saat Sehun mulai mengusap kan telapak tangannya pada permukaan penisnya yang masih tertutup celana.

"Sehun naikkan tubuhmu sebentar"

Sehun menuruti perintah Jongin ia menaikkan sedikit tubuhnya dan memegang kedua bahu Jongin. Ia menurunkan pandangannya kebawah saat Jongin menurunkan celananya dan juga jok yang didudukinya.

Tubuh Sehun terhempas diatas tubuh Jongin saat Jongin menarik pinggangnya. Jongin mengulum bibir Sehun dan tangannya meraba perut serta punggung Sehun membuat gadis yang berada diatasnya itu melenguh.

Sehun menggesekkan dadanya yang masih tertutup dengan kain dengan dada Jongin. Sehun membantu tangan Jongin yang sedang membuka pengait penutup dadanya.

Tangan Jongin yang meraba punggung Sehun kini merambat kedepan dada Sehun saat kaitan bra Sehun sudah terbuka. Sehun menaikkan dadanya agar kain yang sedikit menghalangi aktivitas tangan Jongin tersingkir.

Jongin melepas kuluman bibirnya pada bibir Sehun ia menaikkan tubuh Sehun agar menghadap pada kedua gundukan Sehun. Jongin mengitari dada Sehun dengan lidahnya sebelum memasukkan benda mungil berwarna merah mudah dipuncak dada Sehun. Jongin menggerakan gigi atas dan bawahnya ke kanan dan ke kiri seakan ingin menggigit benda mungil yang berada didalam mulutnya.

Sehun memejamkan matanya dan memeluk erat kepala Jongin saat lidah Jongin kembali menggelitik benda mungilnya.

"Shhh" Sehun menenggelamkan wajahnya pada surai hitam Jongin. Kedua tangan Jongin mencoba untuk menurunkan gaun Sehun yang masih bertengger dipinggangnya.

"Jongin –ahh"

Sehun menaikkan tubuhnya secara reflex saat tangan Jongin menelusup masuk kedalam celana dalamnya dan mengelus permukaan kewanitaanya.

Jongin melepas kulumannya pada dada Sehun ia kini menggigiti kulit yang berada ditengah – tengah dada Sehun. Jongin berhasil menurunka celana dalam Sehun dan juga celana dalam dirinya.

Sehun menarik wajahnya dan melirik kebawah karena merasaka sesuatu menyentuh permukaan kulitnya. Sehun merendahkan dadanya dan mengarahkan dadanya yang menggantung pada permukaan kulit wajah Jongin.

"SShh" Jongin memejamkan matanya saat dada Sehun menyentuh kulit wajahnya. Ia kembali membuka matanya saat sentuhan yang diberikan Sehun menghilang.

Jongin kembali mendesis saat Sehun mencengkram batang kejantanannya yang mengacung dan menggerakkan dengan tidak teratur.

"Hay kita bertemu lagi~" Sehun menghembuskan nafasnya tepat dikepala kejantanan Jongin, ia mengeluarkan lidahnya dan menggelitik permukaan kejantanan Jongin membuat sang pemilik kejantanan menggeram. Jongin memajukan pinggulnya membuat kejantanannya tertanam didalam mulut Sehun.

"Ahhh" Jongin menggerakkan pinggulnya maju mundur membuat Sehun harus memundurkan kepalanya. Tangan Sehun menahan pinggul agar tak bergerak. Kini gantian Sehun yang memaju mundurkan kepalanya. Sehun melepas kulumannya pada kejantanan Jongin ia menurunkan lidahnya dan mengecup bola yang berada dibawah batang kejantanan Jongin.

Mulut Sehun mengulum bola milik Jongin sedangkan tangannya menggerakkan batang kejantanan Jongin dengan tidak teratur. Jongin meletakkan tangan kirinya untuk menutup wajahnya tangan kanannya dijadikan sebagai bantalan. Mulut Jongin terus mendesis menikmati layanan dari Sehun.

"A–Ahh"

Jongin tersentak kaget mendengar suara rintihan sekaligus desahan yang meluncur dari bibir Sehun.

"Kenapa kau masukan?"

"Aku tak tahan melihat penis mu yang mengacung tegak didepan mataku Jongini u–uhhh" jawab Sehun dengan menggerakkan pinggulnya kedepan dan kebelakang membuat penis Jongin yang tertanam didalam tubuhnya keluar masuk.

"Shh j –jangan maju mundurkan tubuhmu Ohh shh naik turunkan tubuhmu Sehun"

Sehun tak mendengarkan perintah dari Jongin ia tetap memaju mundurkan tubuhnya. Jongin yang gemas dengan kelakuan Sehun menegakan tubuhnya dan mencubit simungil yang berada didada Sehun.

"Seperti ini honey~"

Jongin memegang kedua sisi pinggang Sehun dan menaik turunkan tubuh ramping Sehun.

"A –ah Jongin ah kau tak tertarik dengan susu ku ahh" ucap Sehun disela – sela desahannya dan meremas salah satu dadanya mencoba untuk menggoda kekasihnya.

Jongin kembali merebahkan tubuhnya pada jok mobil, ia meletakkan kedua tangannya sebagai bantalan. Jongin sesekali membasahi bibir bawahnya yang terasa kering saat melihat pemandangan didepannya menikmati permainan yang diciptakan oleh Sehun sendiri.

Sehun terus menggerakan tubuhnya keatas dan kebawah bibirnya terus mengeluarkan suara desahan yang begitu merdu di telinga Jongin. Sehun menggigit bibirnya dan menampung dadanya yang juga ikut bergoyang seiring dengan gerakan tubuhnya.

Jongin yang sudah tak tahan menarik lengan Sehun hingga tubuh Sehun menindihnya. Ia mengulum bibir Sehun salah satu tangannya memeras dada Sehun. Secara perlahan Jongin membalikkan tubuhnya menjadi diatas Sehun.

"A –Ah" Sehun melepas tautan bibirnya dengan bibir Jongin saat pinggul Jongin mulai bergerak. Jongin mengarahkan kakinya untuk menekan tombol yang berada didekat kemudi. Semilir angin malam langsung menerpa tubuh kedua nya saat seluruh kaca jendela mobil turun kebawah.

"Buka matamu" bisik Jongin tepat didepan bibir Sehun. Usai Jongin mengecup bibir Sehun bibirnya bergerak ke arah gundukan Sehun dan langsung mengulum benda mungil Sehun.

"Shhh ahh" Sehun kembali memejamkan matanya saat Jongin mempercepat gerakan pinggulnya ia meremas surai Jongin dan membusungkan dadanya saat Jongin menggigit simungilnya.

"Saranghae" bisik Jongin tepat didepan bibirnya ia menghentakkan pinggulnya.

"AHHHH" teriak Sehun maupun Jongin saat Jongin menembakkan cairannya didalam tubuh Sehun.

Sehun melepas pelukannya pada leher Jongin ia mengecup bibir Jongin, "Love you too" ujarnya pelan dan tersenyum dan menghapus peluh yang berada diwajah Jongin. Jongin memejamkan matanya merasakan belaian tangan Sehun pada wajahnya ia kembali membuka matanya dan mengecup bibir Sehun.

Jongin menarik pinggulnya dan beranjak dari atas tubuh Sehun. Ia duduk dijok belakang mobil setelah menaikkan celana dalam serta celananya tanpa mengancingnya. Jongin menepuk tempat disebelahnya saat Sehun melihatnya.

Sehun mengikuti Jongin duduk dijok belakang kemudi setelah menaikkan kembali jok kemudi yang dipakai untuk 'aktivitas' sebelumnya. Ia memeluk tubuh Jongin dari samping dan memejamkan matanya.

Sehun melirik Jongin yang sedang menutupi tubuhnya dengan jas hitam yang dikenakannya tadi untuk menutup pahanya.

"Terimakasih" gumam Sehun dan mengeratkam pelukannya pada tubuh Jongin.

"Harusnya aku tadi tak membawa mobil ini"

"Maksudmu?"

Jongin mengecup puncak kepala Sehun dan menyandarkan kepalanya dengan kepala Sehun, "Harusnya tadi aku membawa mobil milikku yang ada dirumahku"

"Ini mobil siapa?"

"Mobil orangtua Baekhyun"

Sehun menarik kepalanya dan melepas pelukannya pada tubuh, "YA BODOH BAGAIMANA KALAU ORANGTUA BAEKHYUN MENCIUM BAU YANG TIDAK – TIDAK DI DALAM MOBILNYAAA"

.

Bel istirahat telah berbunyi kini Sehun dan kedua temannya tengah menikmati makan siang mereka di cafeteria yang berada didalam sekolah mereka.

"WUSH A –APA ?" teriak Kyungsoo yang menyemburkan minumannya saat mendengar penjelasan Sehun, "KAU DENGAN JONGIN? KALIAN KAN BARU SALING KENAL? YA TUHAN SEHUN KAU TAK PIKIR ULANG HE?"

"Aish Kyung bersihkan dulu mulutmu!" ujar Baekhyun yang kesal karena terkena semprotan dari cairan mulut Kyungsoo.

"Tak usah berteriak belok!" kini gantian Sehun yang berujar kesal.

"Tapi benar kata Kyungsoo apa kau yakin pada Jongin? Kalian kan baru kenal semalam Hun?"

Sehun menatap kedua temanya itu, "Baek Kyung aku dan Jongin sebenarnya sudah bertemu tiga hari yang lalu dan yah aku belum terlalu mengenal Jongin sih tapi aku yakin dengan hatiku"

"Kalu begitu selamat Hunnieku akhirnya kau yang mendapatkan kekasih setelah aku" Kyungsoo bangkit dari kursinya dan memeluk leher Sehun dari belakang.

"Ya terimakasih my baby Kyungie" Sehun mengelus lengan Kyungsoo.

"Ehm Baek liat Sehun baru sehari kenal dengan sepupumu saja sudah menjadi sepasang kekasih huh masa kau kalah dari Sehun berkenalan sudah lebih dari sebulan tapi tetap tak ada kemajuan, sudahlah kau tinggalkan saja Luhan mu yang tak jelas itu"

Mata Baekhyun yang tadinya segaris kini membesar walau tak sebesar mata Kyungsoo, "YA Kyung!"

"Aisshh kalian diamlah!" Sehun langsung berdiri ditengah – tengah Baekhyun dan Kyungsoo.

"Kyung kembali ketempat dudukmu dan Baek kau juga"

"Ya eomma"

"AKU BUKAN IBU KALIANNNNNN" kini gantian Sehun yang berteriak pada kedua temannya.

"Aishh Hun tak usah berteriak! suaramu lebih mengerikan daripada suara Jongdae saat berteriak"

"Yak au benar Baek suara Sehun lebih mengerikan dari suara Jongdae saat berteriak. AH AKU LUPA JONGDAE HARI INI ADA LATIHAN FUTSAL DENGAN LUHAN DILAPANGAN SEKOLAH. HUN BAEKKI AKU PERGI DULU YA MAU MENEMANI JONGDAE BYE"

Sehun dan Baekhyun langsung berpandangan usai Kyungsoo berteriak dan meninggalkan mereka berdua dicafetaria sekolah.

"hhh dasar yang dimabuk cinta" Sehun tersenyum tipis mendengar gumaman Baekhyun.

.

Sehun yang baru saja keluar dari gerbang sekolahnya langsung mempercepat langkahnya karena merasa diikuti oleh seseorang dibelakangnya. Ia menundukan wajahnya saat motor yang tadinya ada dibelakang kini sudah berada disampingnya.

"Hey manis~"

Sehun semakin mempercepat jalannya bahkan kakinya jenjangnya itu sedikit berlari saat sipengendara motor yang disampingnya itu terus mengikutinya. Sehun tersentak kaget saat pengendara motor itu sudah berada didepannya.

"Kau tega sekali tak mengenalimu kekasihmu sendiri"

Sehun mengerutkan dahinya dan berjalan mendekat kearah sipengendara motor , ia mengarahkan tanganya untuk menurunkan helm yang dipakai oleh sipengendara motor. Kedua sudut bibir Sehun langsung terangkat saat mengetahui orang dibalik helm itu.

"Kau benar – benar tak mengenaliku tadi Hun?" Sehun menggeleng.

"Ck, mulai sekarang kau harus menandai bentuk dan plat nomor kendaraanku"

"Huh merepotkan"

"Hey kau harus mengingatnya"

"Aku tak mau"

"Ayo naik" ujar Jongin dan memberikan satu helm nya kepada Sehun.

"Kita mau kemana?"

"Sudahlah naik saja"

Sehun menaikkan kedua bahunya saat hendak memakai helm nya Jongin kembali memanggilnya dan mendaratkan sebuah kecupan dibibirnya.

"Untuk membayar helm yang kau pakai" ujar Jongin setelah mengecup bibir Sehun. Jongin menaikkan salah satu sudut bibirnya saat melihat wajah tersipu Sehun dari kaca spionnya.

.

Sehun turun dari motor Jongin saat mereka tiba di rumah yang begitu besar dan mewah dari rumah milik ibunya.

"Rumah siapa?" tanya Sehun dan memberikan helm yang ia kenakan tadi pada Jongin.

"Rumahku, ayo masuk"

Jongin mengenggam tangan Sehun untuk masuk kedalam rumah itu.

"Ini rumahmu?" Jongin mengangguk dan mendudukan tubuhnya diatas sofa.

"Kalau ini rumahmu kenapa kau tinggal dirumah Baekki ah Baekhyun maksudku, kau kan punya rumah sebesar ini untuk apa kau tinggal dengan sepupumu itu?"

"Kau cemburu?"

"Tidak" jawab Sehun cepat.

"Tenanglah maskipun aku tinggal dirumah Baekhyun dan dekat dengannya aku tak pernah berbuat sesuatu dengannya yah meskipun terkadang aku ingin memperko–" Jongin menghentikan penjelasannya saat Sehun duduk menjauhinya dan ia kembali mendekat pada Sehun, "Aku bersumpah hanya baru tubuhmu lah yang pertama kali kulihat secara langsung aku tak pernah melihat tubuh gadis lain selain kau" Jongin menggenggam tangan Sehun dan memeluknya dari samping ia menghirup aroma rambut Sehun.

"Siapa saja yang tinggal disini?"

"Ayah, ibu, bibi Ahn dan…" Jongin menggantung kalimatnya membuat Sehun menoleh kearahnya.

"Anakku…"

.

.


typo bertebaran ya kan ya kan?salahkan keyboardnya hihi. maunya ini cuma mau kubuat sampai part 5 tapi kok makin kesini ideku makin nyeleweng dan lari dari awal aku buat huhu;u;

thanks ;

miszshanty05; yoshiKyu; bbuingbbuingaegyo; Happybacon; Ayupadma28; Keepbeef Chiken Chubu; chuapExo31; ; ia; zoldyk; putry . siifanadicky; ; teleportbabies; edogawa ruffy; thanks reviewnya gais{}

ockta1810; ky shipper juga? wihh tos muehehehe:D. thanks reviewnya{}

xxx;ngiahaha demi keselamatan cerita jadi kuijinin maknya Sehun ngijinin anaknya jadi model pakaian dalem . thanks reviewnya{}

GLux99 ;hihiw tos nantideh kpnkpn aku bikin fiksi duatiang itu. umur Jongin masih sekitar 20tahunan. thanks reviewnya{}

TENALPOXE; muehehe nanti kalo dimasukin semua anggota exo fiksinya jadi ramer kaya ibu-ibu arisan. thanks reviewnya{}

BaixianGurls ; nanti kapan-kapan sehun hamil muehehe nikah? nanti deh sehunnya msih sekolah masa udah nikah aja huuhu. thanks reviewnya{}

nhaonk ; dobichan ; Michelle kim ;WuChan; ophiepoy . femmefatale ; the babykyu kyu ; Apple KyuMin ; NaturalCandy1994 ;ini udah updt ncnya muehehehe. thanks reviewnya{}

xokrayxo; hay xokray makasih makasih gomawo muehehe:D

indaah . cqupp ; muehehe kamu bisa aja sehun emang manis ihiw thanks reviewny{}

SehunBubbleTea1294; kai anak dukun jadi tau rumah sehun muehehehe. thanks reviewnya{}

FanMyun; muehehe maaf ya bukan Krisho huhuhu bihun hamil? biarkan waktu ysng menjawab. thanks reviewnya{}

byuncrackers; hay byun kap mobil yang ada dibagian depan mobil itulo yang buat mesin mobil itu._. thanks reviewnya{}

babysehunnie; hay babysehun panggil aku onik/? aja gausah freak maknae itu kepanjangan muehehehehe kenapa lay? karena aku lagi dimabuk SeXing jadi kubuat aja Yixing emaknya Sehun biarpun sembilan–enam line:D makasih reviewnya{}

smTown loversSJ; hay esemtown hehehe aku gatega buat Sehun menderita difiksiku tapi kalo baca fiksi yang lain aku suka kalo sehun yang disiksa hihiw. makasih reviewnya{}

aiyueo-tien; hay ayu kasian sehun kalo kai dijodohin sama cewek lain aku gatega reviewnya{}

dan semua hantu hantu tanpa jejak lainnya

review ya jangan jadi hantu

ps; asfdhfjfh aaagila exo comeback lagi aku keleyengan huhu habis liat teasernya omy not ohmy waw suara Luhan ce to the tar muehehehehe Baekhyun juga keren main pianonya he's drive me krezeh;-; hiks dan semoga semoga Jongin tunjukin tarian balletnya disalah satu comeback stage nanti aku berharap berharap wahai pap sooman dan Sehun asdgh kenapa dia bisa manly gitu;A; eh ya salju salju diteasernya buat aku jadi inget mv history dan dan maksud Kris lagi ngadep kanvas itu itu apa hiks dan dan akhirnya saya kebanyakan bacot/SLAP/