.: SWEET CHO KYUHYUN :.

'_ Date With You _'

Tittle : Sweet Cho Kyuhyun – Date With You

Cast : Cho Kyuhyun, Shim Changmin, dan beberapa cast numpang lewat lainnya

Rate : K – T

Genre : Comedy(?), Romance(?), Shounen-ai a.k.a BoysLove

Lenght : Oneshoot

Summary : Changmin mengajak Kyuhyun pergi kencan! Lalu bagaimana kencan mereka?

NB : Sebaiknya readerdeul membaca seri ketiga terlebih dahulu, biar lebih mudeng :D

.

.

ENJOY IT!

.

.

Angin musim panas bertiup sepoi. Menerbangkan helaian-helaian hitam itu, membuatnya nampak menari-nari. Cuaca yang panas, membuat pelipis putih itu kini terdapat butiran-butiran keringat. Sebenarnya bukan hanya karena panas, sih. Tapi juga dikarenakan dirinya yang semakin lelah karena sedari tadi terus berlari bersama seorang namja kelewat tinggi yang tengah menarik tangannya.

Bukan! Bukan seorang pemain NBA. Bukan juga atlet renang. Hanya seorang namja dengan tinggi nyaris dua meter yang sedang dimabuk cinta. *ciyeeee*

" Changmin-ah... hah... hah... kapan kita berhenti... hah... hah... aku lelaaah... "

Tiba-tiba namja jangkung itu berhenti berlari, menyebabkan dirinya ikut berhenti.

Ia segera membungkuk, menumpukan kedua tangannya di lutut. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan.

Belum sempat ia menstabilkan nafasnya, kembali tangannya ditarik. Kali ini memasuki sebuah cafe tak jauh dari sana.

Mereka memutuskan untuk duduk di dekat jendela.

" Aku pesan makanan dulu,ne? Kau mau pesan apa, Kyu? "

" Eum... terserahmu saja. Yang penting tidak pakai sayur! "

Sang namja jangkung, Shim Changmin, tertegun sejenak.

Coba lihat betapa indahnya sosok di hadapannya ini.

Seorang Cho Kyuhyun dengan pakaian ala maid, rambut panjang yang kini terurai bebas, dan juga beberapa tetes keringat yang nampak membasahi wajahnya.

Temptation, eoh? *smirk*

' Tahan, Shim. Jangan sampai kau bertindak aneh lagi di hadapannya. Apalagi mata berbentuk hati bodoh itu. ' batin Changmin seraya meneguk ludahnya gugup.

" O-oke... Tunggu sebentar. "

Sembari menunggu Changmin memesan makanan, Kyuhyun menekurkan kepalanya di meja.

Ia benar-benar lelah! Segera wajahnya menunjukkan ekspresi cemberut yang... emh... imut.

Terlihat kini beberapa pasang mata memandangnya gemas.

" Ugh! Shim Changmin pabbo! Aku sedang menjalankan tugas malah dibawa kabur! Pasti Teuki hyung akan memarahiku! ", gerutunya pelan.

" Pesanan datang! ", suara Changmin membuatnya mengangkat kembali kepalanya.

Kini di atas meja di depannya itu telah tersedia dua mangkok sup buah yang nampak segar, dua mangkuk es krim rasa vanilla, juga banana split –pisang yang di atasnya diberi es krim- dengan porsi jumbo.

Desert yang dijadikan makanan utama?

Kyuhyun memutar bola matanya bosan. Yang benar saja...

" Waeyo, Kyu? Sepertinya ini benar-benar enak! ", Changmin menggosok-gosok telapak tangannya.

Apalagi semua menu itu jadi nampak menggiurkan di hari dengan terik matahari yang menyengat kulit seperti ini.

Karena rasa lapar yang membahana(?) mereka pun menikmati makanan mereka dengan lahap.

Hingga tiba-tiba Changmin yang tatapannya –secara tidak sengaja- tertuju pada Kyuhyun yang tengah menyantap es krimnya, terpaku sejenak.

Bibir Kyuhyun yang kini berlepotan es krim. Terlihat seksi...

GLEK.

Sebuah bayangan menghampiri dirinya.

Changmin yang melihatnya segera memajukan wajahnya. Bibir tebalnya mendekati bibir sintal milik Kyuhyun. Mata keduanya kini terpejam.

Dan sedikit lagi...

" Min? Changmin-ah? WOY! SHIM CHANG-TIANG! "

Changmin terlonjak. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat. Berusaha mengusir pikirannya barusan.

" Waeyo, Min? ", tanya Kyuhyun sedikit khawatir.

" A-ani... Eum... itu... bibirmu kotor... ", jawab Changmin grogi. *Otak mu juga kotor,Min!*

" Ne? "

Bukannya mengambil tisu atau sapu tangan, Kyuhyun lebih memilih memakai lidahnya.

Ya Tuhan... Cho Kyuhyun, kau benar-benar tidak tau situasi, eoh?!

Lidah Kyuhyun bergerak keluar, menjilat es krim di area sekitar bibirnya. Membuat bibir itu kini nampak mengkilat oleh saliva.

Apalagi gerakan menjilatnya yang bisa dibilang –sengaja- dilambatkan. Tujuan awalnya, sih, ingin menikmati es krim itu, tapi malah terlihat menggoda.

Segera saja detak jantung Changmin menggila dibuatnya.

Eh, tidak! Bukan Cuma milik Changmin, tapi bisa dibilang seluruh orang di tempat itu. Yeoja dan namja. Seluruh pasang mata kini menatap lapar ke arahnya.

' Yeoja itu benar-benar manis... '

' Kyaaa! Cantik sekali dia! '

' Sexy girl... sulrp... Yummy...! '

' Neomu kyeopta...! '

' Argh! Yeoja tanpa make up itu bahkan terlihat lebih cantik dariku yang memakai make up import mahal! Menyebalkan! '

Yaah... Kurang lebihnya seperti itulah apa yang ada di dalam otak mereka. Yaah... mengingat namja manis itu masih mengenakan pakaian ala maidnya saat ini.

Changmin yang mendengar suara JejeKyu yang menyuruhnya untuk segera tersadar pun langsung menarik Kyuhyun keluar cafe. Untung saja makanannya sudah ia bayar saat memesan tadi.

Mereka kembali berlari tak tentu tujuan.

GDEBUK! (?)

Seketika Changmin berhenti dan menoleh ke belakang. Dilihatnya Kyuhyun terjatuh dengan posisi yang 'sial'nya –bagi Changmin- seksi.

Aproan yang Kyuhyun pakai sedikit tersibak, menampakkan kaki jenjang Kyuhyun yang putih mulus. Kemungkinan, sih, dilaser.

Lagi-lagi Changmin harus menelan ludahnya gugup.

Aigo... sepertinya di seri kali ini, JejeKyu benar-benar menguji keimanannya!

Seolah waktu berhenti sejenak. Tak lagi terdengar langkah kaki dari beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar mereka.

Oh, oke. Sepertinya bukan waktu yang berhenti, tapi mereka benar-benar berhenti. Mengagumi sosok yang kini terjatuh di trotoar jalan dengan posisi seksinya. Dan mimisan massal pun kembali terulang. Seperti hari dimana Kyuhyun pertama kali mengeluarkan aegyo-nya.

Ah... para yeoja di sana sudah berlalu sejak tadi, nampak tak terlalu mempedulikan keadaan Kyuhyun. Tapi... para namja itu... ,ehm, sesuatu tampak menggelembung di celana mereka.

Hingga kemudian terdengar ringisan pelan keluar dari bibir kissable milik Kyuhyun, membuat Changmin buru-buru mendekatinya. Ia pun berjongkok di depan Kyuhyun yang kini duduk dengan satu kaki bersila, dan kaki lainnya lurus.

" Gwenchana? Mana yang sakit?", tanya Changmin khawatir.

" Ugh... sepertinya kaki ku terkilir... aaah... ", jawab Kyuhyun menahan sakit.

Changmin segera berbalik, namun masih dengan posisi jongkoknya.

" Naiklah ke punggungku! ", ucap Changmin. Sedangkan Kyuhyun kini menatap Changmin terkejut.

" Kau mau menggendongku? ", tanyanya.

" Tentu saja! Kakimu sakit, Kyuhyunie... ", Changmin tersenyum lembut.

" Ba-baiklah... "

Ragu-ragu Kyuhyun beranjak dan menyamankan tubuhnya di punggung lebar Changmin, tak lupa mengalungkan tangannya di leher Changmin.

Merasa Kyuhyun telah siap(?), Changmin pun berdiri. Kemudian melangkahkan kakinya sedikit lebar. Menghiraukan dengusan kesal orang-orang yang merasa kalau pemandangan indahnya dibawa kabur.

Changmin membawa Kyuhyun ke sebuah taman dan mendudukkannya di salah satu bangku kayu. Ia segera memeriksa kaki Kyuhyun. Kebetulan Changmin memiliki darah tukang urut, turunan dari nenek moyangnya yang orang Indonesia. *Weeeiss... Hidup Indonesia!*

Pelan-pelan ia membenarkan(?) kaki Kyuhyun, namun tetap saja membuat Kyuhyun mengerang kesakitan.

" Nah! Selesai! ", Changmin berdiri seraya menepuk-nepukkan kedua tangannya.

Kyuhyun mencoba menggerakkan kakinya. Merasa kakinya kini tak lagi terasa sakit, ia tersenyum lebar. Sesuatu yang amat jarang ia tunjukkan pada khalayak umum. Bahkan di depan Changmin yang notabene sahabat dekatnya pun suangat jarang! Tak urung membuat Changmin –juga JejeKyu- melting dibuatnya.

" Ah! Sudah tidak sakit lagi! Changminie hebat! " pekik Kyuhyun senang.

Changmin hanya mengelus tengkuknya pelan, merasa malu karena dipuji.

Sesaat mereka dilanda keheningan. Changmin merutuki kebodohannya dalam hati. ' Ugh... Kenapa aku tak menyadarinya dari dulu?! Mungkin sekarang dia sudah menyandang calon marga Shim di depan namanya! Bukan hanya embel-embel sahabat! '

Kyuhyun mendongakkan wajahnya dan seketika itu juga satu kelopak bunga sakura jatuh di hidung bangirnya. Kembali seulas senyum manis tersemat di bibirnya.

" Aku ingat sesuatu tentang kencan. " ucap Kyuhyun membuat Changmin menoleh bingung.

" Itu... tadi kau bilang kalau kau mengajakku kencan, kan? ", Kyuhyun menatap Changmin dengan tatapan lugunya. Yang sekali lagi membuat Changmin merutuki keterlambatannya menyadari kemanisan sobatnya itu.

" Enngg... ne... lalu? ", tanya Changmin kemudian.

" Aku pernah melihat sebuah film bersama Jaejoong hyung. Di film itu, sepasang kekasih juga sedang pergi kencan. Pertama mereka berlari-lari di bawah hujan bunga sakura. Kemudian mereka pergi ke sebuah cafe dan makan es krim bersama. Setelah itu, mereka duduk di sebuah taman sambil saling menggenggam tangan satu sama lain... "

Changmin terus mendengarkan Kyuhyun berceloteh. Walaupun otaknya menangkap sesuatu yang familiar.

" Hingga waktu malam tiba, dua orang tadi pun pergi ke sebuah hotel. "

DEG.

Tunggu dulu!

Berlari-lari, makan es krim bersama, pergi ke taman... Bukankah hal itu yang Changmin lakukan bersama Kyuhyun seharian ini?!

" Kau berpikiran tidak, Min, kalau seharian ini kita melakukan kegiatan yang hampir sama dengan yang di film itu? ", tanya Kyuhyun kemudian. Hey! Kyuhyun terlalu jenius untuk menyadari yang cuma seperti itu!

" Sepertinya begitu, Kyu... ", jawab Changmin.

" Ah! Lalu, apakah setelah ini kita juga akan pergi ke hotel? "

Seketika tatapan Changmin berubah horor.

Pergi ke hotel... dan... melakukan 'itu'...

...bersama Cho Kyuhyun?!

What the?!

Ingin rasanya Changmin menggeplak kepala JejeKyu memakai patung Liberty, karena membuat serie kali ini begitu menguji keimanannya yang di bawah limit(?) itu.

" T-tidak! Tidak! Kita tidak akan pergi ke sana! ", Changmin menggeleng tegas.

" Waeyo? "

" Karena... eum... i-itu... ", bola mata Changmin bergerak-gerak gelisah. Mencoba mencari jawaban yang pas.

Hmm... walaupun ketika masih di tingkat sembilan mereka sudah diajarkan tentang Reproduksi manusia –dan tentunya tentang apa yang disebut dengan kopulasi-, tapi uri Kyuhyunie terlalu polos untuk memikirkan hal-hal begituan.

" Ah... aku tau! Pasti karena kita bukan sepasang kekasih, kan?! " tebak Kyuhyun.

' Hiks... kalau bisa sih, aku juga mau jadi kekasihmu... ', batin Changmin nelangsa. Ia pun hanya mengangguk pasrah.

" Lalu, kita ke mana setelah ini? ", tanya Kyuhyun lagi.

Keduanya terdiam.

" Ah! Bagaimana kalau melihat pertunjukan lumba-lumba? ", seru Kyuhyun dengan girang.

Senyum di bibir Changmin pun merekah.

" Pilihan yang bagus! Ayo kita ke sana! "

.

.

Changmin dan Kyuhyun terlihat begitu menikmati kencan mereka bersama sang lumba-lumba. Ketika pertunjukan berakhir, mereka pun menyempatkan diri untuk foto bersama mamalia air tersebut.

" Katakan 'cheese'! "

JPRET!(?)

" Waaah! Kyuhyunie manis sekali! ", pekik Changmin melihat hasil potretannya.

Kyuhyun yang penasaran segera menghampiri Changmin.

" Ne! Lumba-lumbanya juga sangat lucu! ", Kyuhyun tersenyum senang.

" Changmin-ah! Ayo kita foto bersama! Ahjussi, bisa minta tolong foto kami? ", Kyuhyun bertanya pada sang pawang. Dan dijawab anggukan oleh sang pawang.

Mereka pun segera memposisikan diri. Changmin berjongkok di samping lumba-lumba, sedang si lumba-lumba sendiri mencium TEPAT di BIBIR Kyuhyun. Pose yang membuat Changmin –juga JejeKyu- envy pada si lucky dolphin.

JPRET!

" Gomawo, lumba-lumba lucu! ", Kyuhyun mengelus pelan lumba-lumba itu.

" Kyu, sudah sore. Kita pulang, yuk! ", ajak Changmin. Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

.

.

" Changmin-ah, sampai sini saja mengantarnya. Sebaiknya kau pulang sekarang! ", ucap Kyuhyun. Changmin rupanya bersikeras mengantar Kyuhyun. Seperti tak merelakan dirinya berpisah dengan Kyuhyun.

" Tapi, kan, rumahmu masih masuk ke dalam gang itu! "

" Hanya delapan meter, Shim Chang-Tiang! "

Changmin mempoutkan bibirnya kesal. " Baiklah... Hati-hati, Kyuhyunie! "

Setelah Changmin berlalu, Kyuhyun segera melangkahkan kakinya menuju sebuah rumah bercat abu-abu.

Bukan. Itu bukan rumahnya. Melainkan rumah milik sepupu –sekaligus tetangga- kesayangannya. Kim Jaejoong.

" Joongie hyung! ", panggil Kyuhyun seraya membuka pintu kamar Jaejoong. Jangan aneh kalau Kyuhyun langsung masuk begitu saja ke rumah keluarga Kim ini.

" Umh... Kyuhyunie? ", Jaejoong yang tengah berbaring segera mendudukkan dirinya.

" Bagaimana keadaanmu, hyung? Kudengar kau sakit demam, ne? ", Kyuhyun duduk di kasur empuk milik Jaejoong.

" Kyuhyunie! Kau baik-baik saja? Apakah ada yang terluka? Siapa yang mengganggumu hari ini? ", Jaejoong memberondong Kyuhyun dengan pertanyaan-pertanyaan bodohnya. Ia meraba-raba tubuh Kyuhyun, memastikan kalau tubuh sepupunya ini lengkap. Tak kurang suatu apapun(?).

" Hyung... bisakah kau tenang sedikit?! ", Kyuhyun mempoutkan bibirnya kesal.

" Tadi memang ada –banyak- yang menggangguku di sekolah. Tapi Changmin menyelamatkanku. Seperti kau waktu itu! "

" Changmin... menyelamatkanmu? ", Jaejoong mengangkat sebelas alisnya. Ragu akan jawaban Kyuhyun. Apalagi ada nama laknat –menurut Jaejoong- seorang Shim Changmin di sana.

" Eum! Kemudian dia mengajakku pergi seharian ini! " ucap Kyuhyun senang.

" Pergi? "

" Ne! Kami makan es krim, dan pergi melihat pertunjukan lumba-lumba! "

Sementara Jaejoong hanya mengangguk-angguk.

Tunggu sebentar!

Jaejoong menatap Kyuhyun dari atas ke bawah dengan matanya yang membulat.

" KENAPA KAU MEMAKAI PAKAIAN SEPERTI INI, KYU?! "

" Aish! Jangan berteriak-teriak begitu! Ini juga gara-gara kau tau?! Karena kau tidak masuk, jadi aku yang disuruh menggantikanmu di bagian promosi dan harus memakai kostum ini! "

" Aaah... sudah kuduga kau tidak akan baik-baik saja... ", desah Jaejoong putus asa. Merasa bahwa ia telah gagal menjadi hyung yang baik. Hiks...

" Benarkah dirimu tidak diapa-apakan? ", tanyanya memastikan.

" Sungguh! Aku tidak apa-apa, hyung! Sudah kubilang Changmin-ah menyelamatkanku! ", jawab Kyuhyun mantap.

Jaejoong menghela nafas, ' Sepertinya aku harus berterima kasih pada tiang berjalan itu. Tumben sekali ia tidak tergoda sama Kyuhyun...' batinnya.

" Umm... hyung, aku pulang sekarang,ne? Tubuhku rasanya lengket. Rambut palsu ini juga terasa gatal. ", Kyuhyun beranjak.

Jaejoong pun mengantarnya sampai pintu depan dengan sebuah selimut menjubahi(?) tubuhnya.

" Hati-hati, Kyuhyunie... "

" Ne, selamat beristirahat, hyung! "

Ketika Kyuhyun baru saja berjalan dua langkah, ia segera berbalik dengan senyum lebar di bibirnya.

" Oh,iya! Tadi aku juga mendapat ciuman loh... ", Kyuhyun menempelkan telunjuknya di bibir, " di sini...! "

" Annyeong, hyung! ", Kyuhyun segera melanjutkan perjalanannya.

Jaejoong pun menutup pintu rumahnya, dan berbalik ke kamar.

Namun...

TAP!

Seketika aura membunuh menguar dari tubuh si tunggal Kim.

" Shim Changmin... AWAS SAJA KAU BESOK! KAU TELAH MELAKUKAN TINDAKAN TIDAK SENONOH PADA KYUNIE KUU! "

.

.

END

.

.

Behind The Scenes

.

.

Min : Huwah! Beruntungnya diriku!

Dolphin : Lebih beruntung aku kali! -3-

Siwon, Yesung, Yunho, Yoochun, Eunhyuk : Huweee... kita juga mau... T.T JejeKyu-ssi curang!

Teuk : Iya nih! Mentang-mentang JejeKyu-ssi ChangKyu shipper, jadi seri kali ini dibikin full ChangKyu!

JejeKyu : enggak full ChangKyu, kok! Itu buktinya yang adegan kissu punyanya PhinKyu(?)!

Kyu : Yaaa! Sudah! Sudah! Jangan bertengkar! *Kyu abis ganti kostum, baru buka baju*

Min, Won, Sung, Yun, Chun, Hyuk, Teuk, Phin(?) : *nosebleed setandon liat Kyu topless*

Jae : Huft... Terjadi lagi... -_-

.

.

Hening...

.

.

Henry : Biasanya si jangkrik bunyi tuh!

Jae : Jangkriknya ikutan KO *nunjuk sekumpulan jangkrik yang ikutan nosebleed dengan tragisnya(?)*

Henry : BTW, kok -tumben- JejeKyu gak ikut nosebleed?

Jae : Noh! Udah diangkut ambulans!

Henry : eh? mau dikembaliin ke RSJ?

Jae : *geleng2* Mau dirawat inap di rumah Eyang...

Henry : Eyang? Eyang Subur?

Jae : Bukan. Eyang Bubur yang baru aja naik haji ituuu...!

.

.

Kyu : -_-? Saya mewakili Kru yang bertugas mohon undur diri. Kami mohon maaf apabila terlalu banyak adegan dan kata-kata yang kurang berkenan di hati readerdeul, dan juga terdapat typos yang bertebaran. Namanya juga FF abal-abal bikinan author sarap v =.= v
Reviewnya yaaaaa?! *star-shaped eyes*

.

.