Warning : T semi M rate, some OC, maybe OOC, typos,
If you wanna fully understand the story you can read Neverland and Side Story.
Genres : Adventure/Fantasy/Friendship/Humor/Romance.
Pair : Akan diketahui seiring berjalannya alur.
Disclaimer : I do not own Naruto, they're belong to Masashi Kishimoto (except the OC).
This story belong to Riyuki18, dedicate to all reader.
Please enjoy it!
.
NEVERLAND 2 : SAVE THE WORLD
Chapter 3
(Something happen!)
.
.
Pada chapter sebelumnya Sakura bertemu dengan sosok bertopeng yang dia kira adalah sosok Joker. Kemudian semua teman-teman Rei yang ada di konoha datang untuk menyambut kedatangan Sasame dan Rei kecil di rumah kediaman Fujiwara, disana mereka berkenalan dengan Ash!
"Aku adalah Ash, kakak tertua di dalam keluarga Fujiwara," kata anak laki-laki yang sekilas terlihat seperti anak-anak itu.
"Kau Ash yang dibebaskan oleh Tsunade-sama?" tanya Sakura yang pernah mendengar kabar mengenai sosok Ash yang berada di bawah pengawasan kepolisian Konoha lalu dibebaskan oleh Tsunade untuk suatu kepentingan.
"Oh, jadi kau tau tentang hal itu juga, ya? Sekilas kupikir kau hanya gadis manja yang tidak tau apa-apa!" celetuk Ash dengan seenaknya pada Sakura.
"Maaf-maaf saja, begini-begini aku banyak tau hal di Konoha!" balas Sakura sambil setengah mendengus karena merasa diremehkan oleh Ash.
"Jadi kau Ash yang itu? Wah… Ada urusan apa kau sampai memunculkan diri di keramaian umum begini?" celetuk Naruto yang sedikit berdecak karena tak menyangka bisa melihat Ash yang konon katanya adalah buronan Negara termasuk Konoha dan katanya lagi Ash sudah tobat, dibebaskan secara bersyarat oleh Tsunade.
"Membahas masalah itu nanti saja aku jelaskan, yang penting sekarang kita nikmati acara hari ini dulu!" balas Ash yang sepertinya memilih untuk menjelaskannya nanti saja. Dia tak ingin kehilangan momen langka seperti ini dan benar-benar ingin dia nikmati.
Jadilah hari itu mereka semua melepas beban pikiran dari sekolah akibat-tugas-tugas yang bertumpuk dan menikmati acara tersebut sampai sore.
o0o
Sorenya…
.
Acara tersebut sudah selesai dan karena hari sudah sore maka mereka semua memutuskan untuk segera pulang sebelum hari berubah gelap.
"Astaga udah jam lima aja!" celetuk Ino sambil melihat jam dinding yang bertengger indah di tembok rumah Shouta. "Wah, kayaknya aku harus pulang deh!" sambungnya lagi sambil menatap teman-temannya yang lain yang sepertinya masih asik mengobrol dan bercanda.
"Waduh, iya nih udah jam segini! Perasaan cepet amat sih, makanannya aja belum pada abis!" samber Reika sambil ngelirik puding dan beberapa makanan lain yang kayanya sih belum pada abis.
"Reika, elo itu makan udah banyak banget kali! Gak takut perut lo meleduk?" kata Yumiko yang heran ngeliat Reika makan kayak orang kesurupan (sekedar info Yumiko sama Reika udah jadian! *pajak pacarannya dong!*).
"Gue udah bilang, kalau gue itu dalam masa pertumbuhan!" Reika keliatannya masih tetep setia sama alesannya yang satu itu daripada dia dibilang mirip Chouji.
"Masa pertumbuhan lo lambat sekali anak muda… " celetuk Asakura sambil geleng-geleng. Dia tau kenapa Reika makan segitu banyak, pasalnya semua temen-temen seangkatan dia makin tambah tinggi sampe 10 cm tapi dia kagak ikut kecipratan tinggi dan mentok naik 5 cm doang. Bahkan sekarang Asakura dan Shiryu lebih tinggi dari dia, apa kata Konoha coba? (coba gimana reaksi sipemilik OC kalau tau soal ini? Reika butuh susu!).
"Ya udah deh, kita pada pulang yuk!" kata Ino yang langsung pamitan ke Shouta, Sasame dan Ash.
"Dah, Rei kecil! Kapan-kapan main lagi, ya!" Tenten langsung dadah-dadahan ke Rei kecil sambil nyubitin pipinya yang mirip gemblong.
Akhirnya mereka semua pulang dari rumah Shouta. Di tengah jalan sebagian berpisah jalan dengan Sakura dan beberapa orang yang masih searah dengan gadis itu memulai perbincangan dan menanyakan kejadian menghilangnya Sakura pas di sekolah.
"Sakura, sebenarnya tadi itu kau menghilang kemana?" tanya Ino yang langsung menanyakan hal yang membuatnya penasaran.
"Entahlah… Aku juga tidak tau… Tapi yang jelas orang itu menyelamatkanku… " jawab Sakura sambil sedikit berpikir mengenai sosok yang menolongnya itu. Jujur dia memiliki rasa ketertarikan sendiri pada sosok tersebut.
"Lalu… Kau kenal orang yang menolongmu itu?" sambar Shino yang ikut jadi penasaran.
"Tidak… Hanya saja dia mirip dengan seseorang… " balas Sakura yang malah makin bikin penasaran teman-temannya yang lain. Mereka kini saling pandang satu sama lain dan pada akhirnya memandang Sakura dengan rasa yang ingin tahu.
"Maksudmu mirip dengan siapa?" tanya Ino yang lagi-lagi bertanya dengan gaya super penasarannya.
"Dia… Aku merasa dia mirip dengan Joker… " jawab Sakura yang mengingat kembali sosok itu. Dia memang mirip Joker tapi sepertinya dia juga bukan Joker. Gadis itu menggeleng cepat dan menepis rasa penasarannya itu. "Sudahlah, jangan dibahas lagi! Lagipula aku rasa kita tak mungkin bertemu dengan orang aneh itu lagi!" sambung Sakura yang langsung menyuruh mereka semua untuk tak membahas kejadian itu lagi.
Besoknya hari berjalan seperti biasa. Sakura masuk ke sekolah seperti pada hari-hari biasanya, hanya saja hari itu kelas mereka kedatangan seorang murid baru.
"Anak-anak, hari ini kita kedatangan murid pindahan dari Kirigakure. Ayo masuk dan perkenalkan dirimu!" Tsunade memanggil murid baru yang berasal dari Kirigakure itu untuk masuk.
Tak lama muncul seorang pemuda berperawakan tinggi dengan kulit yang agak pucat di hadapan mereka semua. Pemuda itu memiliki rambut berwarna coklat gelap dengan bagian rambut depan yang terlihat menutupi sebagian wajahnya.
"Halo, namaku Utakata. Mulai hari ini aku akan bergabung dengan kalian di kelas ini, jadi mohon bantuannya!" pemuda itu memperkenalkan dirinya sambil melempar senyuman ramah pada murid-murid di kelas. Untuk beberapa saat pemuda itu melayangkan pandangan ke arah Sakura dan tersenyum pada gadis itu.
"Eh, dia tersenyum padamu tuh!" Ino menyikut lengan Sakura sambil melirik ke arah Utakata.
"Hah? Tidak mungkin… Kurasa dia sedang tersenyum untuk semua orang!" balas Sakura yang sedikt kaget karena untuk sesaat dia sempat melamun.
"Huh… Ya sudah kalau tidak percaya! Aku berani taruhan, istirahat nanti dia pasti akan menyapamu, lihat saja!" cibir Ino sambil memanyunkan bibirnya karena Sakura tidak percaya dengan instingnya. Tapi dia berani taruhan kalau Utakata pasti akan mendekati Sakura nanti pas istirahat dan dia sangat yakin sekali dugaannya itu benar.
"Ini, kau itu terlalu banyak memikirkan hal yang tidak-tidak!" Sakura hanya mendengus pasrah saja sambil geleng-geleng melihat Ino yang terlalu antusias dengan kedatangan pemuda itu. Justru Sakura berani taruhan dalam hati kalau Ino menyukai pemuda yang baru masuk itu.
o0o
Tapi sepertinya apa yang dikatakan Ino benar-benar menjadi kenyataan. Jelang istirahat, pemuda yang bernama Utakata itu memang benar-benar menyapa Sakura dan sepertinya mencoba mendekatinya.
"Hai, boleh kenalan?" sapa pemuda itu yang langsung menyapa Sakura tanpa rasa ragu sedikitpun.
"Te-tentu saja!" balas Sakura yang sedikit kaget karena murid baru itu benar-benar mendatanginya.
"Jadi siapa namamu?" tanyanya lagi menanyakan nama Sakura.
"Aku Sakura, Haruno Sakura," balas Sakura dengan singkat dan sedikit formal pada Utakata.
"Nama yang bagus… Cocok sekali denganmu," kata Utakata sambil tersenyum.
"Hei, kau tidak mau tanya aku?" sambar Ino yang merasa terlupakan.
"Oh, ya tentu saja. Siapa namamu?" kali ini Utakata beralih menatap Ino dengan tatapan sedikit malas. Sepertinya dia memang benar-benar hanya tertarik pada Sakura.
"Aku Yamanaka Ino, kau bisa memanggilku Ino. Perlu kau ketahui satu hal kalau aku adalah sahabat Sakura dan kalau kau mau mendekati Sakura, kau harus bersikap baik padaku! Karena kalau tidak, aku tak akan mengijinkan Sakura dekat-dekat denganmu!" jawab Ino panjang lebar dan langsung menunjuk-nunjuk Utakata yang menurutnya tidak bisa bersikap sopan padanya.
"Hahaha, baiklah aku akan mencoba sedikit baik padamu." Utakata langsung tertawa sedikit setelah mendengar pernyataan Ino. Pemuda itu memberikan seringai yang menurut Ino sangat menyebalkan.
"Utakata!" belum sempat Ino membalas Utakata, tiba-tiba saja ada seseorang yang memanggil pemuda itu dari luar kelas. Orang yang memanggilnya itu adalah seorang perempuan yang bisa dibilang cukup cantik. Gadis itu memiliki rambut pirang keemasan bergelombang sebahu dan memiliki mata hijau kebiruan.
"Ah, sepertinya aku harus permisi dulu. Sampai ketemu nanti lagi." Utakata segera berpamitan dari Ino dan Sakura. Pemuda itu kemudian berjalan mendekati gadis yang memanggilnya itu.
"Aneh, siapa gadis itu? aku belum pernah melihat dia sebelumnya di sekolah… Apa kau pernah melihatnya, Sakura?" Ino langsung menatap heran pada gadis yang sekarang sudah pergi bersama dengan Utakata. Dia merasa belum pernah melihat gadis tersebut sebelumnya. Ino segera menatap Sakura dan bertanya padanya, tapi sayang gadis yang kini memiliki rambut panjang sepinggang itu malah sedang asik melamun.
"Sakura! Kau ini hoby melamun, ya?" Ino yang gemas langsung mencubit pipi gadis berambut merah muda itu dengan gemas.
"Eh? Ti-tidak kok! Aku juga tadi sedang berpikir tentang gadis tadi. Mungkin dia murid baru jadinya kita tak pernah melihat dia sebelum ini!" jawab Sakura sedikit ngeles. Sebenarnya dia tadi sedang berpikir kenapa gadis yang memanggil Utakata itu mirip sekali dengan gadis yang dia temui di atap sekolah dan mendorongnya sampai jatuh.
"Hah, kau ini… Eh, iya! Aku mau bilang soal Utakata, aku rasa dia punya maksud tersendiri padamu dan kau harus hati-hati padanya karena aku merasakan firasat buruk terhadapnya!" Ino langsung berceloteh di depan Sakura dengan gaya yang khas dan membuat Ino terlihat seperti seorang ibu yang sedang menasehati anak perempuan satu-satunya.
"Ino kau itu cerewet sekali!" Sakura yang gemas karena Ino terus berceloteh akhirnya mencubit hidung mungil Ino, membuat gadis berambut pirang itu mengaduh dan memasang deathglare pada Sakura yang kini tengah tertawa kecil padanya.
Lalu di kantor Tsunade…
.
Disana terlihat Tsunade yang bsedang mengadakan rapat dengan para guru juga Ash yang ikut menghadiri rapat tersebut dan kalau dilihat dari raut wajah mereka masing-masing, tampaknya mereka sedang melakukan pembicaraan yang begitu serius.
"Menggantikan Neverland? Kau serius? Apa itu merupakan tindakan yang tepat? Masalahnya banyak sekali yang sudah menyukai game itu… Kalau tiba-tiba ditiadakan apa para pemainnya bisa menerimanya?" tanya Tsunade yang tampak belum yakin untuk memutuskan penghapusan game tersebut. Saat ini mereka memang sedang melakukan pembicaraan terhadap game itu. Neverland memang sekarang sedang mengalami krisis dan terjadi kerusakan serta program error di game tersebut. Game itu sendiri sudah mengalami vakum kurang lebih hampir enam bulan.
"Benar sekali… Game itu sudah tak dapat diselamatkan jadi sebaiknya ditutup sementara dulu," kata Ash yang memberikan usul untuk menutup game tersebut. Para guru lain yang merangkap menjadi staff pada game itu langsung berunding.
"Kalian tenang saja, kita akan mengganti game itu dengan sesuatu yang baru nantinya dan untuk masalah hilangnya data-data pemain yang bisa saja terjadi sudah kuantisipasi!" sambar Ash dengan cepat sebelum yang lainnya bertanya ataupun protes terhadapnya. Sekarang yang lain hanya saling pandang bingung dan menatap Ash dengan rasa penasaran tinggi.
"Mengantisipasinya dengan apa?" tanya Kakashi yang akhirnya buka suara juga setelah bisa menguasai rasa penasaran dalam benaknya itu.
"Dengan ini!" Ash langsung mengeluarkan sarung tangan yang dia beri nama Neverland fighter glove (oke, sedikit kekanakan dan norak! *digampar Ash*). Pemuda itu tersenyum lebar dan terlihat bangga sekali memamerkan benda tersebut.
"Maksudmu permainan Neverland mau diganti sama sarung tangan butut itu?" celetuk Yamato kelepasan dan langsung dilempar bangku sama Ash.
BRUAAAGH!
Sebuah bangku melayang tepat ke arah Yamato dan membuat guru itu pingsan seketika, sedangkan guru-guru lain langsung mingkem dan menatap horror pada Ash.
"Seenaknya bilang ini sarung butut! Ini sarung tangan ajaib kau tau!" dengus Ash yang gak terima sarung tangannya dibilang butut.
"Ash, bisa kau jelaskan sarung tangan apa itu sebenarnya?" tanya Tsunade yang berusaha mengembalikan pembicaraan awal mereka.
"Sarung tangan ini dapat menyimpan data-data dari para pemain Neverland… Jadi sewaktu-waktu kalau game itu muncul kembali jadi para pemain tinggal memasukkan semua data-data milik karakternya, maka mereka tidak akan kehilangan karakter, level juga barang-barang yang ada di game itu," jawab Ash yang sudah kembali serius dan menjelaskan dari kegunaan dari sarung tangan tersebut.
"Dengan begitu para pemain Neverland tidak perlu takut untuk kehilangan karakternya kalau seandainya game itu ditutup untuk sementara untuk diperbaiki? Itu ide yang sangat bagus, Ash!" sambar Iruka yang bersemangat kembali, setelah sebelumnya guru yang satu ini ikut was-was akan terjadi demo besar-besaran kalau seandainya game itu ditutup untuk sementara yang kemungkinan besar mau ditutup dan akan dibuat game penggantinya.
"Jadi kau berencana membuat game yang baru? Hal itu tak gampang dilakukan, Ash… Apalagi kau hanya sendiri… " kata Tsunade yang tampak ragu dengan niat Ash tersebut.
"Yah, bukan membuat sih tapi melakukan sedikit perubahan pada Neverland. Kebetulan game itu sedang divakumkan, jadi tak ada salahnya melakukan pembaruan sekalian melakukan pembetulan pada bagian yang rusak! Jadi aku minta untuk staff yang lain ikut membantu!" jawab Ash yang memiliki rencana untuk melakukan upgrade pada Neverland karena memang kebetulan game itu sering mengalami crash dan error. Dia juga meminta bantuan dari para staff lainnya.
Tanpa mereka sadari kalau rapat dadakan mereka mengenai rencana terhadap game Neverland didengar oleh Asakura yang kebetulan lewat sana dan mendengar nama Neverland disebut-sebut dalam rapat tersebut.
"Mereka mau mengganti Neverland? Wah, yang lain harus tau nih!" gumam Asakura yang langsung berniat memberitahukan hal ini pada gamers Neverland lainnya. Tentu hal ini akan jadi berita besar, setelah Neverland vakum dan ternyata game itu berniat untuk diperbarui kembali.
"Baiklah kalau begitu kita sepakat dengan ini semua. Neverland akan kita vakumkan kembali untuk diperbaiki dan sedikit diperbarui! Kita juga harus segera mengenalkan sarung tangan aneh itu pada pemain Neverland agar mereka tidak mengamuk pada kita." Akhirnya mereka mencapai suatu kesepakatan untuk kembali menon-aktifkan game Neverland sementara dan melakukan perbaikan serta sedikit pembaharuan pada game itu.
Kemudian di Neverland...
.
Di dunia Neverland yang berbeda dimensi dengan dunia nyata tampak para NPC sedang berkumpul juga dan mereka seperti sedang merundingkan sesuatu yang juga tak kalah seriusnya.
"Kita tak bisa membiarkan hal ini terulang lagi, kita harus segera memberitahukan hal ini pada Sakura juga kawan-kawannya!" kata Marie yang seperti berencana untuk kembali ke dunia nyata dan menemui Sakura serta teman-temannya.
"Tapi bagaimana caranya? Masing-masing portal dijaga oleh mahkluk-mahkluk yang menyeramkan dan sangat kuat! Apa kita bisa melewatinya?" sambar seorang NPC yang memakai pakaian khas ninja dengan rambut coklatnya yang sedikit acak-acakan. NPC itu adalah Kaze dan dia tampak tidak yakin untuk hal ini.
"Bisa atau tidak bisanya yang penting dicoba dulu!" sambar Marie yang tak mau menyerah begitu saja sebelum mencoba.
"Kita berpencar saja! Siapapun yang berhasil melewati portal itu segera temui Sakura dan mengabarkan hal ini padanya, bagaimana?" Arkhan akhirnya memberi usul untuk berpencar ke segala tempat yang ada di Neverland dan mencari portal yang memiliki celah paling lemah.
"Setuju!" serempak mereka menyetujui usulan Arkhan dan segera bergegas berpencar ke segala penjuru.
Sementara itu disuatu tempat yang berbeda terlihat seorang pemuda berambut putih yang tengah tertidur dalam tumpukan mawar putih yang mengelilinginya. Pemuda itu tak lain adalah Joker yang untuk suatu alasan berada disana. Entah apakah dia memang hanya sekedar sedang tertidur atau ada hal lain yang membuatnya tak bisa bangun dari sana. Tapi yang jelas dalam tidurnya pemuda itu masih menyebut nama Sakura beberapa kali. Semakin lama sulur-sulur dari mawar-mawar putih yang mengelilinginya mulai mengikat tubuhnya semakin erat.
Apa arti dari semua ini? Apa yang sebenarnya terjadi pada Joker? Lalu apakah rencana Ash akan berjalan dengan lancar? Hal apa yang sebenarnya ining disampaikan oleh para NPC di Neverland?
.
.
Ending song
Opening intro : Diperlihatkan istana milik Joker dari kejauhan lalu screen berganti ke atas memperlihatkan sang purnama tengah menyinari istana tersebut, menimbulkan efek yang misterius bagi siapapun yang melihatnya.
Shizuka ni kikoeru itsumo to chigau koe (this quite voice is different from normal).
Setelah itu diperlihatkan ke dalam istana tersebut yang sunyi dan gelap di segala penjuru ruangannya.
Masshiro na sora ni ukabu tsuki no hikari (the moonlight floats on the pure white sky).
Sorotan gambar berhenti pada suatu ruangan dimana disana sedang duduk seseorang sambil menopang dagu dan menatap ke luar jendela di sampingnya.
Aa, subete wo yoru ni tokashite, tell me... (ah, dissolve everything into the night, tell me... )
Sosok itu diperlihatkan dari dekat yang tengah memakai sebuah topeng, dia menghela napas sesaat.
Jikan dake ga mujou ni sugite iku, nanika wo motomete (time heartlessly passes through these lines, seeking something).
Berganti memperlihatkan sosok lain dari jauh yang tengah tertidur tanpa daya diantara tumpukan mawar putih yang mengelilinginya. Semakin lama semakin diperlihatkan dari jarak dekat dan sosok itu adalah Joker.
Jiyuu ni tobitai no ni fumidasu koto sae dekizu ni (though I wish to fly freely, I've discovered that advancing is impossible).
Lalu beganti kembali dimana Marie sedang berdiri dan berhadapan dengan sosok bertopeng lainnya yang sedang mengarahkan sebuah senjata kepadanya.
Kowashite sakende mata kizutsuite mo, kuroi boku no hane (nothing happens even if I shout out, break apart and get hurt, with these black wings).
Kembali berganti pada Joker dimana mawar-mawar putih itu berubah satu-persatu menjadi mawar hitam secara perlahan.
mid intro : Diperlihatkan Sakura tengah terduduk sendiri di dalam sebuah ruangan kamar yang gelap, gadis itu tengah tertunduk seperti sedang meresapi sesuatu.
Sukima ni kanashimi kodoku wa kienai (this lonely sorrow doesn't disappear in this space).
Tampak bayang-bayang Sasori berjalan mendekati gadis itu. Tapi sosoknya segera menghilang tepat saat Sakura menoleh ke arahnya.
Nani mo nai heya de hiza wo kakaete ita (I held my knee, surrounded by nothing other than dust).
Saat itu tampak sebuah tangan pucat muncul dari belakang Sakura seperti ingin meraihnya.
Aa, omoi ga anata ni todokeba, tell me... (Ah, I try to deliver my thoughts to you, tell me... )
Tapi Sakura yang tak menyadarinya terus berjalan dan saat itulah sosok Sasuke muncul di belakangnya menatap Sakura dengan tatapan kecewa.
Hane wo hirogete anata no matsu ano tsuki no chuushin ni (spread your wings to the center of that moon which you wait for),
Sebuah sayap terkembang dari sosok pemuda berambut coklat gelap yang mengenakan topeng tersebut. Bulu-bulu sayap hitamnya berjatuhan ke bawah dan tepat di bawahnya ada Marie yang menatapnya sambil memegang sebuah pedang.
Tori no you ni. Chou no you ni tobetara to nandomo negai (like a bird. I wish many times to fly freely like a butterfly).
Adegan gambar berganti dimana ada sosok lain yang memiliki rambut putih tengah berdiri di depan pemuda berambut coklat gelap itu, menghalangi Sasuke untuk menyerangnya.
Kowashite sakende mata kizutsuite mo, kuroi boku no hane (nothing happens even if I shout out, break apart and get hurt, with these black wings).
Sasuke berjalan sendirian dengan lunglai dan bajunya dipenuhi oleh darah. Sorot matanya menunjukkan sebuah kesakitan yang tak bisa dia katakan.
Omoidaseba, togireru kioku no hahen wo fumitsubushi (if you remember, I step upon this piece of memory in order to destroy it).
Saat dia sedang berjalan sendiri di depannya tampak Sakura yang seperti berdiri menantinya, gadis itu berjalan mendekati Sasuke sambil menyeret sebuah pedang dan dia menebaskan pedang tersebut pada Sasuke.
Nagareru chi wo (as my blood flows from my cut).
Seketika Sasuke seperti terjatuh ke dalam sebuah jurang yang begitu gelap dimana dia berusaha meraih tapi tak ada satupun yang menolongnya.
Jikan dake ga mujou ni sugite iku, nanika wo motomete (time heartlessly passes through these lines, seeking something).
Marie terlihat tengah berlari melewati jalan setapak dan dia tampak sedang mencari sesuatu. Raut wajahnya menampakkan suatu kecemasan.
Jiyuu ni tobitai no ni fumidasu koto sae dekizu ni (though I wish to fly freely, I've discovered that advancing is impossible).
Akhirnya Marie berhenti berlari dan dia menggenggam erat kalung yang masih melingkar di lehernya sambil menatapnya penuh harap.
Kowashite sakende mata kizutsuite mo, kuroi boku no hane (nothing happens even if I shout out, break apart and get hurt, with these black wings).
Gambar kembali memperlihatkan sosok Joker dengan mawar-mawar hitam disekelilingnya dan satu-persatu dari kelopak-kelopak mawar itu berubah menjadi bulu sayap berwarna hitam dan berterbangan ke atas.
Ending intro : Akhirnya sayap-sayap hitam yang terbang itu hancur menjadi serpihan debu bersamaan dengan sosok Joker yang ikut menghilang.
.
.
Song title Dark side of the moon
By : Ren Kagamine
TBC…
A/N : Akhirnya gue bisa update chapter ini juga. Gue bantuin Yuki ngetik bagian ini sekaligus nyariin ending song pertama buat cerita ini. Soal ending song pribadi gue demen aja sama lagunya dan kayaknya cocok sama keadaan Neverland yang dark.
Sakura masih memegang peranan sebagai tokoh utama cewek disini dan mungkin Marie akan mengambil peranan juga. Disini juga lebih disorot ke sosok-sosok baru bertopeng itu, yang kemungkinan kalian udah bisa tebak siapa mereka. Gue ada rencana buat bikin SasuSaku tapi gue bakalan bikin si Sasuke ini berjuang buat Sakura (gak adil dong Sakura mulu yang selalu berjuang buat Sasuke! Sekali-kali itu mahkluk ayam kate gue bikin menderita sedikit).
Buat Marie siap-siap ada pair baru untuknya ahuahuahuahua *ditodong kartu sama Joker*. Yah, pokoknya pair baru buat Marie ini bakalan jadi sesuatu banget *digeplakin rame-rame*. Mungkin OC lama akan dibuat come back hehehe (like hero's come backkk!).
Gue mau ucapin terima kasih buat dukungan dari teman-teman pembaca karena dukungan kalian berharga banget. Maafkan gue dan Yuki yang sering ambrol alias sakit, keseringan sakit jadi tak enak hati. Masukan, pendapat atau tanya-tanya silahkan kirim lewat review ataupun PM.
.
.
"Thanks for reading".
