Chanyeol and Luhan's story.....

"Hei, Hyung. Bangun. Kita sudah sampai. Kau yang punya janji malah tertidur pulas," omel Chanyeol seraya menggoyangkan tubuh Luhan. Rupanya mereka sudah berada di parkiran sejak tadi.

"Eungghhh... Iya, aku bangun. Sekarang jam berapa?"

"Kau tampak sangat menyebalkan, Hyung."

"Benarkah? Kalau begitu beri aku kaca."

"Ini." Chanyeol menyodorkan cermin ke Luhan.

Luhan memposisikan cermin itu menghadap wajah Chanyeol dan berkata, "kalau begitu, berkacalah. Kau juga belum tentu lebih tampan dariku."

"Terserah apa maumu, Hyung."

Chanyeol turun dari mobil Ferr*ari berwarna merah mengkilat kesayangannya.

Ia berjalan menuju pintu Luhan dan membukakannya seperti seorang pelayan.

"Baguslah kau sadar diri kalau aku rajamu, Yeol."

"Kau sama sekali tidak membuatku merasa aman, nyaman dan tentram. Hanya aku yang yang bisa membuat diriku sendiri merasa nyaman. Jadi, kau bukanlah raja yang sesungguhnya. Lagipula, untuk apa aku menganggapmu rajaku?"

'Kau membuatku menjadi sangat gila, Hyung. Kau harus bertanggung jawab,' batin Chanyeol.

"Kau semakin jahat dari hari ke hari, ya? Padahal saat kita kecil, kau menganggapku rajamu dan panutan untuk dirimu."

"Cepat turun, Hyung."

"Gendong aku~"

"Dasar koala."

"Aku bukan koala individualis yang kelewat introvert."

"Cepat."

Luhan segera turun dari mobil.

Tidak beruntung, Luhan terpeleset kubangan air yang berada di dekat situ.

Kepala Luhan mendarat tepat di dada bidang sang adik.

Luhan memegang erat baju Chanyeol. Chanyeol memanfaatkan waktu itu untuk memeluk Luhan.

"Maaf, Yeol. A... aku... benar-benar kaget, yang kupikirkan hanya cara agar aku tidak jatuh," ucap Luhan, dengan posisi masih bersandar di dada adiknya.

"Tidak apa, Hyung."

'Di... dia bersandar di dadaku. Woah.. Apa ini mimpi?!'

"A.. ayo. Kita masuk."

Luhan mengeluarkan ponselnya dan dia menelepon sahabatnya, Baekhyun.

Kau dimana, Hyung?

"Aku masih di parkiran, kau dimana?"

Aku dengan Sehun di foodcourt lantai bawah.

"Oke, aku menuju ke sana."

Pip

"Yeol, ayo kita masuk sekarang."

"Hm..."

Only You I Need

Sehun and Baekhyun's story...

"Akhirnya...! Kita sudah sampai...!" sorak Baekhyun.

"Berhenti membuatku malu, Hyung."

"Siapa kau?! Apakah kau pencuri ciuman pertama?!" ucap Baekhyun sinis.

"Aku thudah mengantarkanmu. Dan yang aku dapatkan adalah sindiran yang sangat menusuk? Aku menyethal telah mengantarkanmu, Hyung."

"Salahmu sendiri, Hun."

Baekhyun berjalan menuju pintu masuk mall dengan ceria.

BRUKK

Sehun terkejut melihat kakaknya tersandung tali sepatunya sendiri. Sungguh memalukan, pikir Sehun.

'Aku tidak mengenalnya, aku tidak mengenalnya. Dia hanyalah orang athing.'

"Aw..." keluh Baekhyun.

Sehun memutuskan untuk menghampiri Baekhyun dengan sangat terpaksa.

"Biathakan menali tali sepatumu dengan benar terlebih dahulu, Hyung."

Sehun mengikat tali sepatu Baekhyun dengan wajah kesal tapi datar miliknya.

Baekhyun masih duduk dan terdiam memandangi wajah adiknya yang membuatnya merasa kalah tampan.

"Ada apa, Hyung?" Sehun merasa risih dan tidak nyaman karena Baekhyun menatapnya.

"Ah, tidak. Aku hanya bertanya-tanya. Kau adikku atau bukan. Dan ternyata aku benar, kau adalah adik paling tampan yang kucintai dan kusayangi sepenuh hatiku. Kau hanyalah adikku, sampai saatnya tiba kau akan meninggalkanku dan mungkin melupakanku."

Baekhyun menutup mulutnya karena dia mengucapkan semua yang terpendam dalam otak dan hatinya tanpa sadar. Sehun hanya membulatkan matanya.

"Ah! Kau... kau tidak mendengarkannya, kan? Lupakan saja, kumohon," pinta Baekhyun memelas.

"Aku tidak ingin, tidak boleh dan tidak akan pernah melupakanmu, Hyung kethayanganku."

Sehun mendekatkan wajah tampannya ke wajah imut Baekhyun.

"Hei! Apa kau sedang berkaca di mataku, Hun?!"

Sehun menempelkan bibirnya pada bibir kakaknya. Spontan Baekhyun kaget dan menjauhkan wajahnya.

"SEHUN! DUA CIUMAN PERTAMAKU ADALAH MILIKMU?! LAGI?! APA KAU BERCANDA?! AKU LEBIH INGIN DICIUM PEREMPUAN DARIPADA DICIUM OLEHMU."

"Itu tanda thayang thethama thaudara. Tidak boleh?"

"Itu tidak wajar, Hun. Untuk dua kali ini aku maafkan. Selanjutnya, jangan harap aku memaafkanmu," ancam Baekhyun.

"Wow... kau membuatku takut, Hyung," ucap Sehun mengabaikan ancaman Baekhyun dengan wajah datarnya.

"Sudahlah! Kau menyebalkan! Cepat masuk!"

TBC

WARNING!

Mohon jangan banting hp. Buat Nao aja hpnya.

Ini chapter terakhir sebelum Nao Hiatus sebulan.

Maaf ya.

Nao mau jadi lebih disiplin, konsisten, dll.

Nao mau meningkatkan kevintaran.

Nao juga pingin ngecek berapa banyak review dalam sebulan :v

Mohon dipahami.

Sekian ini ada angpau buat kalian

*tebar Dollar Suho :v