Pairing: SasuSaku
Judul : Cruellity of Love (Chapter 4)~
Author: TateyamaAyano.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Genre : Hurt/Comfort , Romance
Author Note : Chap 3 kependekan yak ._. Hope yang ini lebih panjang
Btw perempuannya kaga ada nama kan -_- namanya itu Ayame :3 dan sirup mapple berasal dari Kanada.
sorry kemaren gak ketulis ... Nah, untuk chapter 3&4 lyricnya masih sama seperti lyric di chapter 2 oke.
So, enjoy reading .. ~~
Chapter 4
Sakura POV
Aku berjalan ke toilet yang letaknya tidak jauh dari kamarku. Yah di kamarku ada toilet, tapi aku juga ingin mengambil beberapa oreo dan satu botol Nuttela.
Selesainya dari toilet aku melanjutkannya ke kamar makan untuk mengambil makanan. Aku mendengar suara musik - suara piano yang bagus datang dari ruang musik. 'Jarang - jarang ada yang bermain piano disini.' pikirku. 'tapikan tidak mungkin seorang maid , apa mungkin -' aku melihat Sasuke duduk di kursi piano dengan jarinya bermain di tuts piano.
Aku mendengar ia bernyanyi sebuah lagu yang aku tidak tahu itu apa, ya aku hanya tau lagu - lagu Taylor Swift dan beberapa lagu terkenal.
Ia memainkannya dengan sangat bagus, aku hanya bersandar di dinding dan melihatinya bermain. Aku harap ia tidak menyadari aku disini, tapi seketika lagunya berhenti. "Hey !" kata seseorang dari kejauhan.
"Eh apa, a-.. Maaf aku disini, aku hanya lewat ingin ke toilet dan aku mendengar kau bermain piano lalu aku putuskan masuk kesini. Siapa tahu ada setan atau apa, kau memainkan piano dengan bagus, oke bye aku harus pergi melanjutkan perjalananku." kataku panjang lebar- cepat- tidak jelas. Aku melanjutkan perjalananku dengan wajah memerah. Aku merasakan ada seorang memegang tangan kiriku.
Aku membalikan wajahku, "Wt - Apa yang kau mau." kataku setengah kaget kepada Sasuke yaitu orang yang memegang tanganku. " Kau di maafkan. Sebagai ganti kau mengantarku ke kamarku. Aku tersesat." katanya sambil melapaskan tanganku. "oke, kau ikuti aku dulu, aku akan mengambil makanan dulu." kataku sambil melanjutkan berjalan.
Well, jujur saja situasi awkward, rasanya aneh. aku mengambil beberapa bungkus oreo dan sebotol nuttela. Lalu aku melanjutkan kembali ke kamarku yang letaknya di lantai 3. "Hey Sasuke ini perlu kau ingat , aku tak akan mau mengantarmu lagi jika kau hilang." kataku sambil berdiri di depan pintu kamarnya. Ia hanya masuk ke kamarnya TANPA mengucapkan terimakasih atau apapun.
'Yah sudah ia sudah memaafkanku. Aku mau apa lagi ' pikirku di benak.
" KREK"
aku membuka pintu kamarku. "Kau melakukan apa saja ? Lama sekali kau kembali . " kata Ino sambil menggunakan kutek bewarna cream ku. "Aku mengambil ini saja. Ya memang lama , aku ke toilet lalu mengambil ini, by the way kau memakai kutekku tanpa ijin"kataku sambil duduk lalu meraih iPhoneku. " Well kau kelamaan , aku meminjamnya dulu. Bagi oreo mu ya ? Aku sangat lapar" kata Ino memohon. "Itu seharka 5 pounds kau tahu, so kamu harus menggantikanku 1 pound. Ambil saja." kataku cuek. " Yah terserahmu, aku akan membayar mu besok" kata Ino sambil meniup kukunya yang masih basah kena kutek.
3months later
Sudah tidak terasa 3 bulan Sasuke sudah ada di sini, Yah bagaimana dengan self-harm ku ? tepat sudah jarang kambuh lagi , dan kira-kira 3 bulan ini aku baru melakukannya 6-8 kali. Dan itu hanya goresan ringan.
Dan aku sudah dapat menyimpulkan mengapa Sasuke yang sangat dingin. Dan tepatnya kadang ia bisa menjadi baik dan kadang menjadi orang yang dingin - tidak tahu malu.
*Flashback
"Aku sudah menyelesaikan catatanku. ok bye aku akan pulang." teriakku sambil berlari. "Terserah kamu lah Sakura, aku akan tetap di sekolah karena aku malas menyetir. D kau gila sakura , guru-guru tidak datang saja kau sudah kabur !" kata Ino berteriak di depan pintu kelas . " Aku tak peduli, ok see you" kataku sambil ber lari melewati koridor. Ketika akan memasuki mobil , aku melihat Sasuke melefon seseorang.
Kelihatannya ia bersemangat sekali ketika selesai menelefon si orang. Aku sangat ingin tahu apa yang ia lakukan , jadi aku putuskan untuk mengikutinya. Aku melihat ia memasuki kafé yang jaraknya kira-kira 300meter dari sekolah kami.
Disana , aku melihat sesosok gadis berambut violet bercat emas di bagian ujung rambutnya.
Sasuke POV
"Apakah benar ?" kataku bersemangat. "Ya aku sebenarnya sudah sampai di London sejak kemarin , bisakah kau menemuiku di kafé dekat pusat London ? Ada sesuatu yang penting untuk aku bicarakan." "Ya , aku akan menemuimu, tunggu aku disana sekitar 10 menit " kataku sambil menutup telefon.
Aku berjalan ke tempat yang ia maksud.
Sesampainya di kafé, mataku langsung melihat sekeliling kafe. Dan yap,ia duduk di dekat jendela di ujung kiri. Aku berjalan mendatanginya dengan senyum. "Hey. Long time no see babes" kataku sambil berusaha menciumnya. Ia menolak.
"Sebenarnya aku ke sini untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting. Please , just sit down. " katanya datar. " Okay apa yang akan kita bicarakan ?" tanyaku dengan fake smile. "I'm so-sory . We are broking up." katanya sambil memainkan jemarinya. Ya sangat banyak perubahan di dirinya. Ia terlihat semakin liar dan semakin gila. "Why ? yah apakah kau berselingkuh ?" tanyaku setengah berteriak. Ia masih diam. " Apa kau hamil ? Kau berbohong kan ? Apakah kita akan together forever huh ? You just. arggh... A BigLiar. " kataku. "Look at me Hinata. Explain. Please."
"Begini.. Aku .. Mengikuti sebuah audisi di sekolah kita dan aku terpilih menjadi salah satu model untuk sebuah majalah. Aku akan menjadi model dan aku akan meng edit gambar-gambar untuk majalah itu.. Dalam pekerjaanku sebagai model, aku harus stay single. Gajinya sangat besar. Jadi, kuputuskan untuk mengambil job itu dan memutuskan hubungan kita." katanya . Ia tidak menangis, ia hanya menatap ke sofa dan kakinya .
"Ya aku mengerti. Aku mengerti. Aku tak akan menggangu hidupmu.
Thank You for everything." kataku sambil keluar dari café tersebut.
Sakura POV
Aku melihat Sasuke keluar dari ruangan menangis. Matanya merah. Yang kulihat selama pembicaraan 15 menit itu hanya Sasuke duduk, ia berbicara, gadis berbicara, lalu Ia berbicara dan ia meninggalkan tempat. Itu hal yang sangat aneh. Aku kembali mengikuti Sasuke yang berjalan sambil menangis. Aku hanya bisa diam di belakangnya, mengikuti nya dengan sabar.
Aku melihat Sasuke duduk di sebuah kursi taman yang tidak banyak orang dapat melihatnya , ia hanya duduk disana , menangis. Well , aku ingin membantunya mengatasi 'kegalauan' tersebut. Aku berlari ke sekolah. Aku mengambil mobil ku dan aku menyetir ke Starbucks dulu yang letaknya telat di depan sekolahku.
Aku masih melihatnya duduk disana menangis. Cuaca dingin karena sedang musim gugur. "Hey." sapaku ketika sudah dekat di kursi. Aku menyerahkan sebuah cup Starbuck's yang berisikan Hot Chocolate. Ia tidak menerimanya. Aku duduk di sebelahnya sambil meminum kopi yang ada di dalam cup di tanganku.
"Apa yang kau lakukan disini ?" tanyanya dingin. "Tidak, aku tadi melihatmu disini sendirian jadi aku putuskan untuk membelikanmu ini." kataku. "Apa kau melihatnya ?" tanyanya.
DEGH
"Melihat apa ?"
"Tidak, sebaiknya kau tidak tahu." katanya sambil meminum starbucks nya. "So, mengapa kau menangis ? Aku bukan ingin tahu. Jika kau tidak mengatakannya juga tidak apa." "Aku kehilangan pacarku karena pekerjaannya. " katanya sambil menunduk. "Kau hanya kehilangan pacar. Kau belum membayangkan aku." kataku sambil memejamkan mata untuk menikmati suasana dinginnya musim. Sasuke hanya menengok ke diriku.
" Ketika aku berumur 5 tahun, ayahku pergi entah kemana. Di umur 7 tahun , ibuku menikah lagi dengan seorang lelaki. Ia sangat baik kepadaku dan ibuku sangat menyayangiku. Ketika aku berumur 13 , ayah dan ibuku meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat. Yah mereka pastinya tak akan kembali..." kataku terdiam sebentar untuk minum. Air mata sudah menggenang di kelopak mataku.
"Aku pindah ke rumah tanteku ketika aku berumur 14. Disini, aku memiliki seorang pacar yang sekarang meninggal dalam sebuah kecelakaan. Ia meninggal 2 tahun yang lalu. " kataku yang sudah meneteskan banyak sekali meneteskan air mata. "itu gila" kata Sasuke dengan suara yang hampir menangis. "Kau masih beruntung kau tahu. Kau masih beruntung." kataku.
*Flash back off.
Sejak saat itu ia tetap masih seorang yang sangat dingin tetapi yah ia setidaknya 15 persen bersikap lebih baik ke aku, walaupun jarang. Sejak kejadian itu, sekitar 3 minggu sesudahnya, Ia pacaran dengan Ayame , seorang gadis yang sekitar3 bulan yang lalu pindah ke sekolah kami. Yah, benar. Ayame adalah perempuan yang baru masuk sekolah langsung berpacaran dengan cowok terpopuler di sekolah kami.
Jujur saja. menurut ku ia anaknya bitch, menyebalkan , dan sombong. Yah. aku sama sekali tidak menyukainya, dan sepertinya ia juga tidak menyukaiku. dan, yah. Ayame ikut tim cheerleader di sekolah kami.
"HEYYY SAKURAAAAAA KAU TAHUUU, KITA AKAN ADA TRIP MUSIM SEMIII, DAN SEKOLAH AKAN DILIBURKAN SELAMA 2 MINGGU !" kata Ino setengah maksudku berteriak dengan sangat kencang. " Kau akan kemana" kataku datar. "Kita akan pergi ke sebuah cottage milik Ayame. Emm... Ini untuk beberapa orang saja sebenarnya. Tapi Ayame bilang kau dan aku boleh mengikuti trip tersebut." kata Ino sambil meloncat-loncat tidak karuan.
"Yah terserah kau. Aku hanya mengikutimu. By the way siapa saja yang akan mengikuti trip ini ?"
"Ayame , tentu saja. Sasuke, Shikamaru, Sai, Temari, kau dan aku." kata Ino sambil membaca list nya. "Kau gila mengambil resiko berjalan-jalan dengan anak populer" kataku dengan tampang suram. "Kau sendiri termasuk kalangan populer, baka." kata Ino yang juga bertampang suram.
'Liburan ini sangat menarik. ' pikirku sambil memulai membereskan koper ku. Aku akan melihat aksi sasuke bersama pacarnya. Dan tentu saja aku masih bingung , sepertinya Ayame tidak menyukaiku. Tapi mengapa ia membolehkan aku mengikutinya ? apakah ia akan menunjukan bahwa Sasuke miliknya ? yah aku masih tidak tahu.
"Huwah merepotkan. mengapa aku baru mengatur bajuku sekarang ? ah betapa malasnya diriku." kataku sambil mencari bajuku di ruangan yang hanya berisi baju. Yah besar ruangannya kira-kira sebesar sebuah boutique kecil dengan ukuran 6x7meter. "Baju ada 4 , celana 4 , sepertinya bajuku sudah rapi. lagian hany- "
LOVING HIM WAS LIKE-
iPhoneku bebunyi. "Halo ?" kataku mengangkat telfon. "Heey Sakuraaa kau besok sudah harus siap pukul 8 , kau akan dijemput oleh sebuah rv." kata Ino terburu-buru. "Yah aku akan siap pukul 8 . weker akan kusiapkan." "oke bye. Aku belum mengatur apapun" kata Ino sambil menutup telfon. "Huah pukul delapan.." kataku dengan raut wajah yang sangat kesal.
Aku membuka mataku karena suara alaram yang sangat berisik menggangu kupingku. Aku meraih weker dan mematikannya. "Good morning world. Make my day nice. I miss you everyone." kataku sambil turun dari tempat tidur.
Wangi aroma strawberry tercium di sekujur tubuhku. "Kira-kira apa Sasuke sudah siap.." kataku dengan suara datar yang sangat kecil. ' I just wondering what will he do with dat gurl.' pikirku.
Aku memakai baju dress floral serta jaket pendek bewarna pink soft. Lalu aku lari mengambil sneakers pink ku. Ya , aku melihat Sasuke duduk di ruang tamu yang lebih mirip dengan loby hotel. "Hey" sapaku sambil membawa koperku. "Hn. Hey" jawabnya datar tanpa ekspresi. Ia tidak peduli aku sedang melakukan apa. Ia hanya terpaku pada iPhone yang terletak di depannya. Yah aku tidak peduli. Aku hanya menyapanya saja.
"Hey Ayame sudah sampai, Sasuke, kau cepetan." kataku berteriak
"Tante, aku pergi duluu, okee byee" kataku sambil berlari semangat untuk pergi ke mobil itu. Disana , Ino sudah menungguku. "HIIII" sapaku ke Ino. "Haiiiiiii" kata Ino sambil membantu ku menaikan koperku yang masih ku bawa sedari tadi. "Kau akan duduk dimana ?" kata Ino sambil Berdiri di sebelahku, sedangkan aku merapikan rambut ku. "yang pasti di sebelahmu. Aku tidak mau mengambil tempat duduk yang lain." kataku cuek.
"Tapi aku duduk dengan Shikam-" "KAU JADIAN DENGAN NYA YA ?" tanyaku berteriak semangat. "Heh, tidak. Siapa yang bilang. " kata Ino dengan tampang memerah.
"Wah wahhh. Ternyata kau jadian dengan Shikamaru juga ya." kataku dengan tampang jahil berlebihan.
KONFLIK DIMULAI MINGGU DEPAN AHAHAHAHAA
SABAR YA ._. okeee
Untuk,
Hanazano Yuri, Mako-chan, Bella-chan, Hanna-chan, Nadialovely,Chibiusa , etc.
Thankyou udah me-review :) Semoga chapter selanjutnya makin panjang dan seruu ~~
Mind Review ?
Love, author
