Happy Family (행복한 가족)

Cerita tentang bagaimana kehidupan mereka dengan sang buah hati. Tingkah lucu mereka, sifat jahil, dan sesuatu yang bahkan bisa membuat orang lain hanya geleng kepala. Double B,JunHwan,MinYoon,KangNam,MinWoo,ZiKyung,TOPYong,ChanBaek,etc.

.

.

this is an IKON BTS WINNER BIGBANG BLOCKB EXO SEVENTEEN story with official pair. no need to talk much, happy read. leave coment if you want and don't give blame word. 하기 싫다면 집가, if you don't like there's a cross sign and click then. Dyo and KhungDae's first collaboration story

.

Double Attack (Part 1)

Junhoe tampak memandang Jinhwan dengan pandangan tidak rela. Didepan cermin, Jinhwan sedang menaburkan bedak yang cukup tipis diwajahnya dan memoles bibirnya dengan sedikit lipgloss. Membuat Junhoe mengehal nafas gusar.

"Hyung, bisakah kau tidak pergi hari ini?" Jinhwan melirik Junhoe lewat cermin didepannya.

"Aku harus pergi sekarang tuan Goo. Kau tahu aku harus menemui rekan kerja bersama Hanbin kesana. Aku tidak mau merepotkanmu terus dan aku ingin memiliki kesibukan selain mengurus Twinnie. Aku hanya pergi selama dua hari. Dan selama itu kau akan tinggal dirumah lamamu bersama dengan Jiwon dan juga Twinnie." Junhoe melotot dan meraih pinggang Jinhwan lalu memeluknya erat.

"Hyung, kau tahu kan aku dan namja gila itu tidak pernah akur. Dan kau ingin meninggalkanku berdua disana dengannya?" Jinhwan memutar mata malas saat mendengar Junhoe merajuk.

"Junhoe, kau tahu kau tinggal berempat dengan Twinnie. Dan lagi Jiwon itu tidak gila, dia adalah dongsaengku yang paling baik. Aku tenang meninggalkanmu dan Twinnie dengan Jiwon." Junhoe mendengus kala Jinhwan memuji Jiwon dan membelanya.

"Senang sekali kau membelanya hyung? Aish aku kan suamimu" Jinhwan menoleh dan memandang Junhoe tepat pada manik matanya.

"Apa kau tidak mau aku merasa senang?" Junhoe tergagap dan menggeleng pelan.

"Ania hyung, hanya saja kau tahu aku tidak pernah akur dengannya. Dan kau mau meninggalkanku dengannya bersama Jungkook dan Chanwoo?" Jinhwan tersenyum pelan lalu mencium bibir Junhoe kilat. Jinhwan kembali berbalik ke arah cermin dan membenahi penampilannya. Junhoe tahu ia tidak bisa menghalangi Jinhwan untuk pergi.

"Chagiiii…. Perhatikan akuu" Junhoe menjatuhkan dirinya ke lantai kamar mandi dan memegang kaki Jinhwan seperti anak yang tidak ingin ditinggal ibunya pergi. Jinhwan tak menggubris Junhoe dan ia mengambil kemeja dan memakainya dengan cepat sebelum Junhoe menariknya dan membuatnya stuck diranjang lagi.

"Bikyeo aku akan terlambat nanti" Jinhwan menggerakkan kakinya dan disambut gelengan serta pelukan yang lebih erat dari Junhoe dikakinya.

"Hyung, andweyo. Kau tidak boleh meninggalkanku. Aku tidak bisa merawat mereka sendirian" Jinhwan mengalah dan menunduk sejajar dengan Junhoe.

"Jiwon akan membantumu. Dan sekarang cepat bersiap karena kita harus segera berangkat." Jinhwan melepas pegangan Junhoe dan berjalan ke kamar mereka mengambil beberapa baju Junhoe dan perlengkapannya. Selesai itu, ia berjalan menuju kamar sebelah dimana kedua putra imutnya sedang tertidur. Jinhwan menghampiri keduanya dan mencium keduanya dengan sayang.

"Mian umma meninggalkanmu lagi. Tapi umma janji akan kembali secepatnya. Jadi kalian tidak boleh rewel dan menurutlah pada appa." Jinhwan tersenyum pelan lalu memberaskan barang kedua putranya lalu memindahkan mereka kedalam kereta dorong.

"Hyung kau serius?" Jinhwan tersentak saat mendengar suara deep Junhoe dan melihatnya berdiri didepan pintu.

"Aku serius Junhoe, dan aku benar benar harus pergi saat ini" sahut Jinhwan.

"Baiklah kalau begitu, karena kau meninggalkanku selama dua hari maka hukumanmu adalah 6 jam terkurung dikamar denganku sertelah kau pulang nanti" Jinhwan menganga mendengar permintaan aneh suaminya.

"Juneya, kau… bercanda?" Junhoe menggeleng tegas.

"Kau meninggalkanku selama sehari artinya kau harus melayaniku selama 3 jam, jadi jika kau pergi selama dua hari atau lebih maka kau tinggal mengalikannya saja" Junhoe tersenyum penuh kemenangan sementara Jinhwan menelan salivanya dengan susah. Hukuman apa lagi yang suaminya berikan padanya.

"A…arraseo, asalkan kau mengijinkanku pergi" Junhoe gantian melotot karena tidak percaya jika istrinya benar benar serius ingin meninggalkannya dengan Jiwon.

"Bin-aa, kau tahu keadaanmu sedang seperti ini. Kau tidak perlu pergi kesana, biar aku yang katakan pada mereka untuk datang kemari. Aku tidak mau baby kenapa napa" Hanbin memandang Jiwon dengan malas.

"Aku bukan namja manja yang harus diam dirumah. Baby tidak membuatku repot dan aku tidak merasa kesusahan. Kau cukup diam dirumah dan bantu Junhoe mengurus Chanwoo dan Jungkook. Ada Jinhwan hyung yang akan menjagaku." Jiwon memandang Hanbin dengan pandangan memelas.

"Kau tahu aku tidak pernah bisa akur dengan Junhoe. Dan kau mau membuatku tinggal bersama dengannya? Hell no baby" Hanbin memandang Jiwon dam tersenyum.

"Justru karena itu kau harus membuat hubungan kalian lebih dekat dan semakin akur. Aku tidak mau tahu karena aku harus pergi." Hanbin berjalan pelan keluar kamar dan mendapati bel rumahnya berbunyi. Dengan langkah pelan ia membuka pintu dan mendapati Jinhwan, Junhoe dan kedua putranya berdiri disana. Hanbin tersenyum dan memeluk Jinhwan. Sementara kedua seme yang berhadapan disana beradu tatap dengan tajam.

"Baiklah karena Jinhwan hyung sudah datang, aku akan segera berangkat" ucap Hanbin membuat Jiwon merangkulnya dengan erat. Begitu juga dengan Junhoe yang langsung memeluk Jinhwan dan menciumnya dengan erat. Membuat Jungkook dan Chanwoo menatap bingung pada keempat orang didepannya.

"Pppaaaa" Jungkook menepuk kaki Junhoe yang kebetulan dekat dengannya sambil berteriak marah. Junhoe melepas ciumannya dan memandang Jungkook dengan pandangan 'Mau apa kau bocah?'. Dan hal itu membuat Jinhwan memukul bahu Junhoe.

"Baiklah kami berangkat dulu" Hanbin berpamitan lalu berjalan menuju mobilnya. Jinhwan memeluk dan mencium kedua putranya sebelum menyusul Hanbin dan mengemudikan mobil menuju Busan.

"Jja, kita masuk" Junhoe berucap sambil mendorong kereta Jungkook dan Chanwoo memasuki rumah, membuat Jiwon tersadar dan memandang Junhoe dengan sengit.

"Siapa yang mengijinkanmu masuk kedalam ha? Ini rumahku" Junhoe menaikkan alisnya dan tersenyum remeh.

"Rumahmu? Dulu ini juga rumahku. Kenapa kau tidak mengijinkan kami masuk?"

"Aku hanya mengijinkan Jungkook dan Chanwoo masuk, tidak denganmu" Junhoe mengangguk pelan.

"Tak apa, bawa saja mereka denganmu. Asalkan kau yakin bisa mengurus mereka dengan benar. Karena jika tidak aku akan bilang pada Hanbin jika kau tidak menjaga mereka dengan benar. Dan kau pasti tahu apa yang akan ia lakukan. Boom!" Jiwon menggeram jengkel dan akhirnya membiarkan ketiga orang itu masuk kedalam rumahnya.

Junhoe menurunkan Jungkook dan Chanwoo ke lantai karpet didepan televisi kemudian membawa masuk perlengakapan mereka bertiga untuk tiga hari kedepan. Meninggalkan Jiwon yang hanya memandang ketiganya dengan pandangan tak berminat. Junhoe mengeluarkan dua boneka larva kesayangan dua putranya itu dan meletakkannya didepan Jungkook dan Chanwoo. Hal itu membuat Jiwon teringat akan insiden di toko bermain seminggu yang lalu. Gara gara boneka laknat itu ia harus menerima umpatan Jumnhoe dan juga pukulan dari Hanbin.

"Kau melihat boneka itu seperti ingin membunuhnya" ucap Junhoe sambil duduk disofa samping Jiwon dan menaikkan kadua kakinya sepanjang sofa itu. Membuat Jiwon memandangnya dengan jengkel. Tanpa banyak bicara Jiwon menyingkirkan kaki Junhoe dan duduk disamping namja itu. Junhoe memandang dengan mata memicing dan Jiwon membalasnya dengan tatapan yang sama.

"Kita tidak pernah bertengkar setelah kau menikah dengan Hanbin kan?" ucap Junhoe sambil melakukan pemasan. Membuat Jiwon menyeringai dan merengganggkan tangannya

TBC

N.B : sorry for the typo and give review please, see you next chapter.

Thanks to : GithaAC, park soohee, zewail licht, PrincessDoyoung, kangnam.