ANOTHER YOU
Summary : "mereka berbeda namun terlahir sama, sama bukan berarti satu begitu pun jalan hidup keduanya ,perasaan manusia sangatlah klasik dapat berubah setiap saat "Dia bukan kekasih mu, kekasih mu telah meninggal ,dia Jungkook mereka kembar identik"
Main cast :
Kim Taehyung-Kim Jungkook
Park Jimin-Min Yoongi
Kim Namjoon-Kim Seok Jin
And other
Warning : BL, Alur membingungkan, jalan cerita abal, TYPO.
Enjoying~
.
.
Karena Hidup adalah Anugrah
Love yourself
.
.
.
"Hyuuuung banguun"
Ini sudah kelima kalinya teriakan kalimat yang sama terdengar namun masih belum ada respon dari orang yang masih mengapung dialam mimpi itu.
"Ish dasar kerbau!"
Si penyandang kerbau mengernyit dalam tidurnya, nyatanya ia sudah terbangun semenjak teriakan ketiga, namun ia sengaja berpura-pura masih tidur untuk menggoda adik manis nya itu.
"NAMJOON HYUNG KERBAAUU!!!" Tak tahan, jungkook Berteriak tepat dimuka Namjoon.
Seketika mata Namjoon terbuka lebar, heol dari mana adik kecilnya yang lugu menemukan istilah kerbau untuk dirinya yang tampan ini.
"Huwaaaa." Jungkook terlonjat kaget hingga tubuhnya terjungkal dari kasur sang kakak.
"Kookie siapa yang kerbau hmm?." Namjoon bertanya dengan tatapan tajam dan melotot.
"Tentu saja kau hyung." Tak mau kalah, Jungkook balas melotot dengan posisi masih duduk karena terjungkal.
"Siapa? " berjalan mendekati sang adik.
satu langkah.
"Hyung.. "
dua langkah.
"Hyung siapa?" dengan tatapan menyipit.
"Na...Nam..huwaaa seraaaam."
Jungkook berteriak keras dan hendak melarikan diri ketika melihat wajah sang kakak berubah sangat suram.
GREP
Namjoon berhasil meraih pergelangan kaki sang adik.
"Siapa yang kerbau kookie~"
perlahan tangan Namjoon mulai bergerak menyusuri kaki Jungkook
"Huwaaaa pong pong yang mirip kerbau hyuuuuung hiks."
"Pong pong? bukan kah tadi kookie bilang hyung yang kerbau?"
"Hiks pong pong yang mengatakan hyung kerbau bukan kookie huwaaa"
Asal tau saja Pong pong adalah nama anjing kecil berbulu putih lebat peliharaan Jungkook yang di bawa bersamanya ketika pindah ke Seoul.
Namjoon tersenyum geli melihat tingkah adiknya yang terpojok lantas malah menyalahkan anjing nya.
"Pong pong hmm.. "
"Ahahahahhahahha hyung geli"
Tangan Namjoon yang merambat dari pergelangan kaki menuju pinggang sang adik dan menggelitiki nya.
"Masih mau bilang Pong pong yang bersalah?"
"Ahahaha hehe iya kookie yang bilang hyung kerbau heheehe"
"Aigoo dari mana kookie dapat istilah itu?"
"Umm dari Halmeoni, katanya Namjoon hyung seperti kerbau jika tidur"
Namjoon pun menganga dengan perkataan jungkook. tidak menyangka jika Halmeoni yang bak malaikat itu mengatan hal nista seperti itu. walaupun memang benar sih kalau dia susah untuk di bangun kan.
"Aniya.. kookie tidak boleh mengatakan hyung kerbau lagi, apa wajah hyung terlihat seperti kerbau? tidak ka-"
"ya"
"Aish mau hyung cium eoh sini kau biar kuciumi wajah mu"
"Ahahaha.. "
Pagi itu sangat cerah ditambah keceriaan yang terpancar jelas dikediaman kakak beradik itu.
Namjoon memang membawa Junkook pindah ke Seoul namun tidak tinggal dengan kedua orangtuanya. Dikarenakan sang ayah masih dengan keegoisannya.
Sekarang Namjoon tidak peduli lagi dengan ancaman Ayahnya, ia cukup berani menentang selagi itu berhubungan dengan jungkook. Hanya perlu mengurus dan rajin menjalani terapi pskiater, juga melanjutkan pendidikan jungkook disalah satu sekolah luar biasa terbaik yang berada di seol.
Seperti perkataan neneknya, Namjoon tidak mau bahkan tidak bisa kehilangan untuk kedua kalinya. Namjoon benar-benar akan menjaga dan menjadi kakak terbaik untuk Jungkook.
"Kookie sudah kenyang? "
"Sudah hyung"
"Kalo begitu cepat minum obat mu lalu kita berangkat sekolah"
Yang di ajak bicara malah menekuk wajah nya asam.
"Kenapa? "
"Kookie tidak mau minum obatnya"
'Mulai lagi dia' fikir Namjoon dalam hati. Jungkook memang selalu menolak meminum obat nya.
"Obatnya sangat pahit hyuuung kookie tidak mau"
"Kookie anak yang penurut bukan? jadi minum obat nya ya lalu kita kesekolah baru kookie.. disana banyak teman baru loh"
Mata sang adik berkedip-kedip antusias dengan rayuan kakaknya.
"Tapi kalau kookie tidak mau minum obat nanti Kookie tidak bisa bertemu dengan teman baru, jadi ayo minum obatnya"
menatap obatny dengan bibir yang tertarik kebawah Jungkook pun langsung meminum obatnya dengan cepat.
"Hiks pahit hyung"
"Anak pintar, pahitnya hanya sebentar ko sayang, ayo berangkat sekolah"
Pernah suatu ketika nenek yang merawat jungkook lalai dalam memberikan obat untuk Jungkook.
Saat itu sang nenek memang sudah memberikan obat nya namun Jungkook membuang obatnya ke pot tanaman hal itu di lakukan Jungkook beberapa kali hingga saat itu Jungkook benar-benar menjadi seperti orang yang tidak memiliki jiwa, tatapan mata kosong dan tidak bisa berkata dengan jelas serta tersenyum, tertawa,menangis hingga menjerit dengan sendirinya .
Hal itu mengundang kecemasan sang nenek dan langsung memeriksa kan kerumah sakit dokter berkata jika otak Jungkook akan mengalami kelambanan otak seperti orang yang benar-benar idiot jika Jungkook tidak meminum obatnya dengan benar.
butuh beberapa hari untuk mengembalikan kinerja otak Jungkook kembali seperti biasa walaupun tidak sempurna setidaknya obat-obatan itu mampu membuat Jungkook tidak hidup seperti dalam dunia Autis.
"Ini sekolah baru mu kookie, lihat banyak anak-anak disini yang akan jadi teman baru mu"
"Jangan nakal terhadap teman baru mu, karena Kookie pindahan dari sekolah yang di Daegu, Kookie langsung masuk di kelas tiga, nanti seongsangnim yang akan mengatar kookie ke kelas"
Jungkook hanya mengangguk-anggukan kepalanya dia tidak begitu mendengarkan penjelasan sang kakak, matanya fokuas melihat sekeliling.
Sekolah Luar biasa untuk orang yang kurang normal, sekolah itu setingkat dengan sekolah menengah atas, memiliki bangunan yang cukup megah dengan lapangan yang luas dan ring basket nya seperti sekolah pada umumnya.
Sekolahan itu cukup dekat dengan rumah mereka, hanya perlu berjalan kaki selama 15 menit dari rumah ke sekolah.
Namjoon sengaja membeli rumah terdekat agar nanti adiknya tidak bingung ketika harus berangkat sekolah sendiri, yah walaupun masih tetap dalam pengawasan Namjoon.
"Nah kookie, nanti hyung akan menjemput mu untuk pulang bersama, jadi nanti tunggu hyung menjemput mu karena ini hari pertama kookie masuk sekolah, nanti jika sudah hafal jalan pulang kookie bisa pulang dan pergi sekolah sendiri mengerti?"
"Nde Namjoon hyung"
"Hyung pergi bekerja ya, sampai bertemu nanti"
Jungkook berjalan mengekori wanita di depan nya yang merupakan wali kelas nya di sekolahan baru tersebut , langkah kaki guru wanita muda itu membawanya pada sebuah ruangan kelas berukuran sedang dengan murid yang tidak terlalu banyak itu mungkin hanya berjumlah dua puluh anak yang seumuran dengan nya tentunya dengan berbagai kecacatan fisik mau pun mental.
"Nah anak-anak hari ini kita punya teman baru yang datang dari Daegu,mulai sekarang dia akan belajar bersama kita ,perkenal kan dirimu nak."
"Uuumm..."Jungkook sedikit melirik ke arah wali kelas nya lalu kemudian menundukan kepala.
"Tidak apa-apa jagan malu, mereka semua teman baru mu dan mereka semua sangat baik."
Rupanya Jungkook merasa malu di tatap oleh seisi ruang kelas.
"A-anyeonghasseo Kim Jungkook imnida..aku berasal dari Daegu kalian bisa memanggil ku Kookie"
"Waaaah kuki..dimana kuki? kau punya kuki? berikan satu aku mau yang rasa coklat"
"Woozie-ah kookie itu nama teman baru kita, bukan kue kering yang biasa kau makan sayang"
Sang guru menjelaskan dengan tertawa kecil dan seisi kelas mendadak ramai dan bersorak nama Kookie.
"Seongsangnim apakah Kookie malaikat yang seongsangnim ceritakan kemarin? Kurasa aku melihat sayapnya" anak yang di pojok kanan bersuara.
"YA! matamu mungkin sakit, jelas-jelas dia adalah Kuki..kuki senyum mu sangat manis apa aku boleh mencium mu"
"Huuuuuuuu" seisi kelas menyoraki Woozi dengan mode polos juga mesumnya.
Jungkook pun ikut tertawa lepas bersama teman-teman barunya .
"Nah Kookie kau bisa duduk di samping Kyungsoo, Kyungsoo tolong angkat tangan mu"
Kyungsoo pun mengangkat satu tangannya
"Nde seongsangnim" Jungkook langsung menghampiri Kyungsoo
"Kookie apa kau sudah duduk?"
Jungkook merasa heran dengan Kyungsoo sudah jelas bahwa dia telah duduk disampingnya kenapa masih bertanya, juga mata Kyungso seakan melihat kearah lain ketika berbicara dengan nya
"Nde Kookie sudah duduk di sebelah mu"
"Ah..perkenalkan aku Kyungsoo" sambil mengulurkan tangan nya ,namun tangan kyungsoo terulur terlalu tinggi hingga melewati telinga jungkook yang duduk dekat dengan nya
Jungkook berkedip heran kearah tangan kyungsoo yang masih terulur melewati telinga nya
"Kyungsoo-ah apa kau tidak bisa meliat Kookie?"
Raut wajah Kyungsoo yang tadinya ceria berubah cemberut dan langsung menganggukan kepalanya.
"Mian hehe salam kenal Kyungie" membalas uluran tangan Kyungso dan mereka kembali tersenyum bersama.
Hari cepat berlalu hingga tiba jam pulang sekolah, para murid sekolah luar biasa itu pun sudah berkumpul di halaman sekolah menunggu jemputan nya masing-masing, ada juga yang menuju halte bus yang berada di samping sekolah dan ada juga yang berjalan kaki untuk pulang.
"Kookie apa kau akan di jemput pulang"
"Nde Namjoon hyung akan menjemput Kookie"
"Apa rumah mu jauh?"
"Aniya rumah Kookie dekat sini tapi Kookie belum tau arah jalan pulang nya, Apa Kyungie juga akan di jemput?"
"Tidak, rumah ku juga dekat sini aku tinggal di panti asuhan dekat sini , aku pulang duluan ya Kookie"
"Hati-hati di jalan kyungie"
Jungkook memperhatikan kyungsoo yang berjalan dengan tongkat nya, meraba-raba jalan sekitar dengan tongkat nya yang menandakan dia buta hingga tubuh kyungsoo menghilang di persimpangan jalan
GUK GUK..
"Eoh Pong-pong?"
Jungkook melihat anjing kecil putih yang serupa dengan anjing milik nya Jungkook berpikir mungkin itu anjing nya yang mengikutinya hingga kesekolah.
"Pong-pongie?"
guk guk guk
Anjing itu berlari cepat dan Jungkook mengejarnya, Jungkook terus berlari mengejar anjing nya hingga tanpa sadar Jungkook berada pada kawasan sekolah lain yang sebenarnya tidak jauh dari sekolahnya.
"Eh ini dimana? sepertinya ini bukan sekolahan Kookie" melihat sekitar karna memang sudah jam pulang sekolah, murid sekolah menengah itu pun banyak yang berlalu lalang dan Jungkook kehilangan jejak anjing kecil yang di kejar nya.
"Pong-pong kamu dimana"
Jungkook terus berjalan dan melihat ke arah bawah mencari anjing nya.
DUK..
karna Jungkook tiba-tiba berbalik arah dia menubruk dada seseorang lain yang berjalan di belakang nya.
"Aduuh" Jungkook melihat seseorang yang telah dia tubruk dadanya dia berpakaian seragam namun berbeda dengan milik nya.
"apa kepalamu terluka? Mian "
"Kookie tidak apa-apa, justru Kookie yang meminta maaf karna telah menabrak mu Ahjussi"
"Ahjussi? hey aku masih SMA"
"Ah nde mianhamida"
Lalu Jungkook kembali fokus kepada jalanan mencari anjingnya.
"Apa kau mencari sesuatu? "
"Aku mencari Pong-pong"
"Apa itu Pong-pong? "
"Pong-pong anjing kecil kookie yang berwarna putih dan sangat lucu, dia tadi berlari kearah sini"
"Karna kau manis aku akan membantumu mencari nya"
"Nde terimakasih hyung"
"Namaku Kim Seokjin kau bisa memanggilku Seokjin hyung"
TBC
Halloo aku kembali :D masih adakah yang berminat membaca cerita ku? Aku butuh penyemangat :''D
Terimakasih yang sudah mereview cerita ini dari chap pertama, maafkan aku karna tidak ada balasan Riview.
dan bagi Goshreader kumohon luangkan waktumu untuk menyampaikan tanggapan kalian karna kolom riview selalu terbuka
Terimakasih~
