Maaf chapter ini pun pendek, soalnya saya lagi ngurus daftar ulang #curhat
Jadi tanpa menunggu lebih lama lagi, silahkan dinikmati(?)
.
Mari kita tinggalkan pemeran utama kita, bagaimana kalau kita cari suasana baru. Bosan kalau liat mereka lagi mau cari pemeran kece yang lain, masa mereka terus sih...
Terlihat author sedang diamuk massa (red: Tetsu, Taiga, Daiki), kecantikannya jadi berkurang drastis. Atau dari awal memang tidak cantik ya? sudah kita abaikan author madesu itu, dan ayo kembali ke cerita.
Tetsuya's Cinderella Story
By : Rakshapurwa
Rate: T
Genre: Humor(?) dan Parody(?)
Pairing: Rahasia(?)
Warning: ke OOC-an yang sudah tak terbendung
Masih ingin membaca?
Enjoy
.
.
Kediaman keluarga Midorima, tempat diberlangsungkannya pesta dansa.
Keluarga Midorima adalah keluarga tersukses dan terkarya serta ter-lucky(?) di negara Seirin. Keluarga Midorima amat sangat terkenal. Tidak ada yang tidak mengetahui keluarga ini. Ya kecuali kalau orang itu kurang update, tidak punya akun Fac*book, Tw*tter, dan Instragr*m jadi tidak tau seluk beluk keberadaan keluarga Midorima. Tapi, apa hubungannya dengan jejaring sosial tersebut, hanya rumput yang sedang salto(?) yang tau jawabannya.
Keluarga Midorima terdiri dari seorang ayah, seorang ibu, dan seorang anak laki-laki. Mereka semua sangat tampan, kece, dan juga sehat. Maklum orang kaya, mereka makannya kan empat sehat lima sempurna enam kebanyakan. Benar-benar, Keluarga Midorima adalah keluarga idaman, selalu membuat iri keluarga-keluarga lainnya. Author jadi ingin menjadi salah satu istri dari anak-anak mereka.
Terlihat disudut sana keluarga Midorima sedang menatap author dengan padangan, please, jangan sampai kejadian.
Ruang keluarga kediaman keluarga Midorima
Ruang keluarga yang sangat besar dan luas menjadi setting cerita absurd ini. Ruang keluarga bernuansa jepang futuristik bersama itik(?) dengan hiasan ornamen-ornamen Jawa(?) sebagai pemanis didindingnya. Banyak pula foto-foto keluarga menghiasi setiap sudut ruangan, mulai dari yang seluruh badan, setengah badan sampai hanya kepalanya saja. Terkadang hobi orang kaya memang membingungkan.
PIP...PIP...SREEEK... (SFX)
Terdengar suara pintu geser otomatis terbuka, sepertinya ada yang memasuki ruangan. Rupanya sang kepala keluarga Midorima –sebut saja papa Shintarou- yang memasuki ruangan, tapi dia terlihat sedang kesal. Apakah ada masalah yang terjadi?
"Sudah susah payah kubuat pesta dansa untuknya, tapi dia tidak mau datang-nanodayo."
Siapakah orang yang dibicarakan papa Shintarou? Nanodayo kah? Dasar menyebalkan sekali nanodayo bisa-bisanya dia membuat orang se-kece papa Shintarou marah. Awas saja nanti author tidak akan gaji dia..
"Jangan mengejekku baka author, itu cara bicaraku-nanodayo."
Oh maaf salah lagi ya? namanya juga manusia, sering khilaf jadi tolong maklumnya(?) ya...
Papa Shintarou mendesah lelah sambil berpose kece(?), kenapa anaknya yang satu itu tidak mau ikut kepesta dansa yang sudah susah payah ia buat. Papa Shintarou ingin melihat anaknya itu tersenyum bahagia bukannya malah mengurung diri dikamar sambil nonton anime favorite- nya yang sudah diputar berulang kali. Bisa-bisa anaknya nanti tidak kece lagi, kalau tidak ada yang mau dengannya bagaimana? Papa Shintarou menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Shin-chan sayang, apa kau ada disini?"
Terdengar suara merdu kelewat ceria dari arah pintu geser otomatis ruang kelurga tersebut. Mari kita tengok siapakah gerangan orang itu.
Rambut hitam belah tengah, bertubuh lebih pendek dari papa Shintarou, dan selalu tampak ceria serta panggilan Shin-chan itu, siapa lagi kalau bukan istri papa Shintarou -sebut saja mama Kazunari-.
"Ya aku ada disini Kazu."
Mama Kazunari tersenyum lembut ketika melihat keadaan papa Shintarou. Seperti sudah mengetahui apa yang membuat papa Shintarou kesal, mama Kazunari menghampiri papa Shintarou dan memeluk pinggang papa Shintarou dari belakang. Benar-benar romantis sekali.
"Apakah karena anak kita, kau seperti ini?"
Papa Shintarou tidak menjawab, dia hanya mengangguk dalam diam. Hal itu membuat mama Kazunari gemas, dengan cepat ia membalikan tubuh papa Shintarou agar berhadapan dengannya. Dan menatap papa Shintarou dalam-dalam.
"Pasti dia akan datang kau tidak usah khawatir, Shintarou."
Papa Shintarou menghela nafas, kemudian tersenyum kecil kearah mama Kazunari.
"Terima kasih Kazu, kau memang selalu mengerti aku."
"Sama-sama Shin-chan."
Mereka berdua pun berpelukan, saling membagi kehangatan satu sama lain membuat para pemain merasa iri, kenapa hanya peran mereka yang tidak nista? Itulah yang mereka pikirkan.
Entah mengapa cerita ini berubah menjadi melankolis. Author sendiri pun hanya bisa berkata...
-Oy itu tidak ada dinaskah...
.
Setting pun kembali berubah, mari kita tinggalkan pasangan yang sedang berbahagia disana. kali ini kita berada disebuah kamar yang sama luasnya dengan ruang keluarga tadi. Sebuah kamar bernuansa klasik dengan poster-poster anime yang menghiasi dinding kamar tersebut. Mulai dari yang berukuran kecil hingga besar, bergambar normal sampi abstrak serta bergambar moe sampai tampan(?).
Tidak hanya poster anime saja tapi hampir sleuruh rak buku yang ada dikamar tersebut berisikan puluhan bahkan ratusan jenis manga yang berbeda. Serta ratusan nendroid terpajang disetiap sudut kamar. Ah benar-benar tipe kamar idaman para otaku.
Mari kita tengok lebih dalam lagi, jika kita fokuskan pada suatu titik merah disudut sana maka kita akan melihat seonggok(?) makhluk berambut merah, bermata belang dan bertubuh sedikit pendek sedang menonton anime Kuroko no Basket dengan sangat serius. Seakan-akan dialah salah satu pemain didalamnya. Makhluk misterius itu adalah anak dari papa Shintarou –sebut saja tuan muda Seijurou-.
Tuan muda Seijurou adalah seorang otaku kece, tampan dan juga cerdas. Banyak wanita menggilainya, memimpikannya, dan berteriak memanggil namanya. Terakhir diketahui wanita itu meneriaki tuan muda Seijurou karena ia menyangka tuan muda Seijurou adalah seorang copet. Kenapa bisa demikian? Lihat saja wajahnya...kece...
-oy siapa itu yang nambahin kata 'kece'
"Kenapa aku harus menghadiri pesta aneh itu kalau aku bisa bersenang-senang disini."
Tuan muda Seijurou sedang merasa Badmood karena papa Shintarou yang dengan seenaknya memaksanya untuk mengikuti sebuah pesta dansa. Jujur saja tuan muda Seijurou tidak terlalu suka keramaian, ia lebih menyukai tempat yang sunyi, nyaman, ber-AC, penuh dengan manga serta anime. Tunggu sepertinya tuan muda Seijurou mendeskripsikan kamarnya sendiri?
"Kau tidak seharusnya berkata seperti itu tuan muda Sei-chin."
Rupanya tuan muda Seijurou tidak sendirian, dia ditemani oleh butlernya yang setia-sebut saja Atsushi-. Butler Atsushi berwajah tampan, bertubuh tinggi dan berambut berwarna ungu panjang, sungguh butler idaman para wanita.
Tapi entah mengapa tuan muda Seijurou merasa gondok pada bagian tinggi badan butler Atsushi.
"Apakah kau sedang mengoreksiku Atsushi?"
Butler Atsushi pura-pura tidak dengar, dia malah sedang sibuk makan cemilan milik tuan muda Seijurou. Sudah menjadi rahasia umum kalau butler Atsushi adalah satu-satunya orang yang dapat memakan cemilan tuan muda Seijurou tanpa dilempar gunting oleh yang punya.
"Aku mau disini saja. Kalau kau membantah kau akan tau akibatnya."
Ckrisckris..
Ah suara ajaib itu mulai muncul, membuat hampir semua pemain merinding disko.
"Tapi diluar sana banyak wanita dan pria(?) yang cantik."
Tuan muda Seijurou yang mendengar perkataan butler Atsushi langsung berdiri dari duduknya, berjalan kearah beranda kamarnya yang terbuka lebar. Suasana hening menyelimuti mereka berdua. Sampai dengan tiba-tiba tuan muda Seijurou berbalik kearah butler Atsushi.
"AKU LEBIH TERTARIK DENGAN WANITA DAN BISHONEN 2D DARIPADA 3D"
Tuan muda Seijurou berteriak dengan lantang ditambah dengan kembang api yang meletus diudara menjadi latar belakangnya. Matanya menatap penuh keyakinan dan jari telunjuknya dengan tidak berperiketulunjukan(?) menunjuk butler Atsushi, seperti sedang menantangnya. Sungguh pernyataan yang luar biasa keluar dari mulut tuan muda Seijurou. Semoga para fansgirl-nya tidak mendengar, bisa-bisa jakarta banjir lagi saudara-saudara. Apakah ada hubungannya? Sekali lagi silahkan tanyakan saja pada rumput yang sednag bersalto(?) dibawah sana.
Dan cerita ini kembali TBC
.
Hehe maaf cerita malah jadi romance (-bukan dari awal memang romance genrenya) dan humornya makin berkurang #nangis.
Dan lagi Akashi tolong maafkan saya #dilempar ribuan gunting
Entah mengapa saya ingin sekali membuat Akashi menjadi seorang otaku, oleh karena itu lahirlah chapter ini. Terima kasih buat yang sudah membaca dan mereview cerita ini#pasang pose kece
Sekian cuap-cuap saya, jadi ada yang mau mereview? #berpose ala papa Shintarou
Disclaimer: Kuroko no Basuke punya Fujimaki Tadatoshi.
