SLCD
Chap 4:Cloved/Clubs 1, Ling Tong x Xiahou Mei XDDDDD
Note special : muaehehehehehe, Extra screen nya buatan Hui Na ! okeh ? okeh ??? bagus…. *diinjek *
/lol\/lol\/lol\/lol\/lol\
Ling Tong dan Xiahou Mei jalan jalan di pelosok kota (?) untuk apa ? ya cuman sekedar jalan jalan. Walaupun begitu, Xiahou Mei masih tetep aja membuat Ling Tong jengkel. Ling Tong di pukul pukul, di tarik tarik tapi untung nggak di Grape Grape *ditonjok deh Authornya* setelah selese berjalan jalan. Kedua orang itu otomatis kembali ke Istanah kan ? dan yang pasti Ling Tong dan Xiahou Mei pisah dan yang pasti Xiahou Mei pergi sebentar mengambil surat dari kakaknya yang mungkin sudah sampai. Sementara itu, Ling Tong pasti pergi sebentar ke dapur Istanah cari Yuebing buat Xiahou Mei dikalau dia keluar dan ngamuk ato nangis ato mau memperlihatkan cintanya yang tulus padanya (what the _).
" yay… akan aku tinju Ling Tong ketika lewat !" pikir Xiahou Mei
Ketika itu udah terdengar derapan Kaki Ling Tong yang lewat seketika itu dengan kuda kuda yang mantep si Xiahou Mei langsung melanyangkan tinjunya ketika dengan teriakan Khasnya..
" LING TONG !!!!!!!!"
" AW, GAWAT !!!!!" teriak Ling tong dan Xiahou Mei dengan slow motion lebay disitu, tapi naasnya Pukulan Xiahou Mei meleset akibat teriakan-dari-dua-orang-strategis-ajaib disitu. Dan seketika 'Bruk' jatoh deh dua orang itu ke lantai
" ADOH.. XIAHOU MEIIIIII…." Teriak Ling Tong
" SIAPA SIH TUH TEREEAKKKK ????" teriak Xiahou Mei shock dengan teriakan yang membuat dua orang manusia nan ajaib itu jatuh ke tanah
Begitu sadar alias tenang, Xiahou Mei mendapati dirinya 'berpelukan' ama Ling Tong pas jatoh dan seketika itu dua orang itu langsung berdiri dan langsung berpencar " Sial ! siapa sih yang membatalkan rencana ku untuk memukul kak Ling Tong ?" teriak Xiahou Mei membuang muka dari Ling Tong dengan wajah berwarna merah.
" tapi aku ingin berterimakasih ama 'mereka' !" teriak Ling tong yang melakukan hal sama seperti Xiahou Mei.
Seketika itu, mereka berdua langsung terbengong bengong melihat Hui Na ama Lu Xun keluar dari ruangan itu bersamaan dengan Lu Meng dan Zhou Yu dan kemudian mereka berempat langsung saling menatap Ria.
" aku tak percaya jika reaksinya jadi begini…" kata Zhou yu
" eh, memangnya tuan Zhou yu melakukan apa ?" Tanya Xiahou Mei shock sama Ling tong
" jangan bilang kalau dia itu…" kata Ling tong
" tentu, dia memang cocok menjadi seseorang yang penting di hati Lu xun !" kata Lu Meng senyum sambil mengangukkan kepalanya
" APA !?" teriak dua orang itu.
Akhirnya Ling Tong dan Xiahou Mei langsung menuju ke satu orang strategis satu atas perintah Zhou yu dan Lu Meng untuk bertanya soal perasaan mereka antara satu sama lain. Ketika itu disaat yang bersamaan Lu Xun melewati Ling Tong sambil bawa buku gede Ling tong udah bisa nebak kalo dia mau belajar Gila gilaan buat besok. Akhirnya dia samperin itu Strategist
" oi, kok bawa buku banyak ?? mau belajar ya ??" Tanya Ling Tong pura pura kagak konek disitu.
" Aku mau mengalahkan Hui Na ! apapun yang terjadi !" kata Lu Xun udah masang muka dari Kira di Death Note disitu dan bikin Ling Tong sweat drop dan akhirnya Ling tong ngerespon..
" oh…" sambil melotot dan mundur beberapa langkah dari Lu Xun yang udah ngasih liat muka nggak enak dipandang dan sukses lah dia nggak jadi nanya soal perasaan Lu Xun.
Sementara itu di jam, waktu, menit, detik, dll ( alah ), Xiahou Mei mau melancarkan aksinya ke Hui Na sambil sekalian belajar gitu ( entah buat apa ).
" Kak Hui Na ngapain ??" Tanya XIahou Mei sok konek ke Hui Na yang lagi sibuk sibuk belajar disitu
" belajar…" jawab Hui Na singkat
Xiahou Mei yang melihat keseriusannya itu pun langsung semakin mundur satu langkah takut akan terjadi sesuatu disitu. " untuk apa ?" Tanya Xiahou Mei lagi
" untuk mengalahkan manusia laknat itu !" kata Hui Na udah negluarin muka jahat kaya kira juga dan bikin Xiahou Mei tambah jauh yang membuat Xiahou Mei sukses tidak menyelesaikan Aksinya seperti Ling Tong.
Setelah ketemu ama Ling Tong lagi mereka berdua langsung ngobrol soal Lu Xun ama Hui Na sesuai situasi yang mereka alami tadi.
" kok hari ini mereka serem ya…" kata Xiahou Mei Merinding
" iya… seperti ada gitu…" kata Ling Tong mendukung pernyataan Xiahou Mei " mendingan " lanjut Ling tong
" mendingan apa ?" Tanya Xiahou Mei
" kita buat rencana aja yuk ama Xiahou Fang …" kata Ling Tong
" APA !? DASAR BODOH ! MANA KAKAKKU MAU !" teriak Xiahou Mei yang
" sttttt… diem gih ! nanti mereka denger !" kata Ling Tong
" MUAHAHAHAHAHAHAHAHA !!!" seketika itu terdengar tawa dua orang strategi sarap itu ampe membuat Xiahou Mei yang kaget meninju Ling Tong ampe jatoh dan masuk rekor nggak nyambung.
" SIALAN !" teriak Ling Tong yang langsung megang pipinya yang udah bonyok abis dipukul Xiahou Mei
" AKHIRNYA !" teriak Xiahou Mei senang sekali.
Keesokan harinya
Setelah rapat yang panjang banget, Xiahou Mei ditemenin Ling Tong pergi mencari kekakaknya si Xiahou Mei di bagian Shu. Ketika itu, seorang gadis berpakaian Hijau dengan Bunga di tangannya sedang berdiri bersama seorang pria. Seketika itu, Xiahou Mei langsung menutup gadis bergaun ijo itu.
" Xiahou Mei !" tebak cewek pake baju ijo itu.
" Aw…. Bagaimana bisa kau tau ??" Tanya Xiahou Mei dengan sifat keanak anakannya yang langsung mengambil ( dibaca merebut ) bunga yang ditangan Xiahou Fang.
" Hi Xiahou Fang, gimana keadaan mu di Shu ? " Tanya Ling Tong dengan nada sok sok dan seketika Xiahou Mei langsung memukul wajah Ling Tong " KENAPA KAU MELAKUKAN INI PADAKU !?" teriak Ling Tong sambil memegang hidungnya yang terkena pukulan Maut Xiahou Mei yang seketika itu, Ling Tong diliatin ama para tentara Shu yang kemudian sibuk ke urusan masing masing setelah puas melihat penderitaan Ling Tong.
" Xiahou Mei ! astaga !!! Ling Tong kamu tidak apa apa ?" Tanya Xiahou Fang langsung kaget dengan reaksi Xiahou Mei
" Ling Tong sok tau !" kata Xiahou Mei
" Xiahou Mei ! panggil Ling Tong dengan kalimat 'kak' Ling Tong !" perintah Xiahou Fang " Ling tong, maafkan adikku !" lanjut Xiahou Fang yang langsung menatap Ling Tong.
" ahaha… tidak apa apa kok ! aku sudah terbiasa dengan pukulannya…" kata Ling Tong melap darah yang keluar dari hidungnya akibat pukulan Xiahou Mei.
Kemudian empat orang itu berjalan menuju tempat Wu untuk bertemu dengan Duo Strategis yang tak pernah Akur bukan di China aje tapi di seluruh dunia. Ketika itu, Xiahou Mei yang semakin penasaran dengan cowok yang dari tadi 'deket' dengan kakaknya
" Eh, kakak.." bisik Xiahou Mei yang mulai melirik ke pria yang dari tadi disebelah Xiahou Fang " …itu siapa ? pacarmu ya ??" bisik Xiahou Mei lagi dengan teori ngaur miliknya dan pas ngomong Pacar gede banget volumenya.
" Xiahou Mei !!!" kata Xiahou Fang dengan nada hampir teriak dengan wajah merah
" yay ! tebakan ku bener !" teriak Xiahou Mei langsung mengangkat tangannya keudara.
Ling Tong, Xiahou Fang, dan cowok itu cuman sweatdrop. Dengan wajah merah dan sedikit menjaga amarah Xiahou Fang langsung menjawab pertanyaan Xiahou Mei sebelum dia bikin Gosip di Wu " dia ini Zhao yun…" kata Xiahou Fang " … dia jendral di Shu, dan dia BUKAN pacarku…" lanjut Xiahou Fang
" salam kenal…" kata Pria itu menatap Xiahou Mei yang melotot mendengar kalimat akhir.
Lalu Xiahou Mei langsung masang muka kecewa ala anak anak kaya Xiao Qiao gitu " oh… begitu, sayang sekali… padahal kakakkan calon-istri-impian-semua-pria termasuk Kak Ling Tong !"kata Xiahou Mei nunjuk nunjuk Ling Tong yang disampingnya
" APA MAKSUDMU ?" teriak Ling Tong mau ngamuk
Seketika itu Xiahou Mei langsung menonjok Ling Tong sampe Ling Tong mimisan lagi disitu. Xiahou Fang ama Zhao yun langsung sweatdrop mau mati bukan setengah mati lagi ngeliat kelakuan Xiahou Mei. Ketika itu, seorang anak cewek pake baju biru dengan kain di belakangnya diikuti dengan seorang cowok yang pake baju biru juga dibelakangnya mampir kesitu.
" Hi, Xiahou Fang !" kata anak cewek itu langsung memeluk Xiahou Fang " aku rindu dengan kue buatan mu !" lanjut cewek itu
" Xiao Aling, bagaimana keadaanmu.. ah… hi Cao pi.." sapa Xiahou Fang, Cao pi hanya ngerespon dengan tatapan dingin dan satu angukan kepala sementara kedua tangannya melipat ( kaya limbad *ditendang+ditampar+dicakar Cao pi*)
" Ahahaa…aku baik kok ! eh, aku nggak bisa berlama lama disini ! aku mau pergi ama Cao pi ! bye bye…" kata Xiao Aling langsung memeluk Cao pi di bagian lengan (?) dan langsung pergi bersamanya dengan Cao pi yang sweatdrop dengan kelakuan Xiao Aling.
" Datang tak tiba tiba, pergi dengan cepat " koment Xiahou Mei.
" Xiahou Mei…" kata Xiahou Fang
" Xiahou Fang, sudah lah… " kata Ling Tong " dia diberi tau apapun kagak akan denger…" lanjut Ling tong
" Apa kamu bilang ?" teriak Xiahou Mei yang langsung menginjak kaki Ling Tong dan kemudian meninjunya lagi…
" aku bisa mati ini lama lama…" pikir Ling Tong sambil melayang ketika dipukul Xiahou Mei ampe menabrak dinding/batang pohon.
" XIAHOU YANG MEI !" teriak Xiahou Fang kaget
" Astaga…" pikir Zhao yun sambil memutar bola matanya melihat Xiahou Mei…
Bersambung…
EXTRA SCREEN !!!! YAY ( by, Hui Na a.k.a Devina ) : Love, ONE DAY IN CHINA...
--03.30
A.M--
Seperti hari-hari sebelumnya, dua makhluk terajaib dan
tergaje di Wu akhirnya bangun. Mana lagi bangunnya sebelum ayam
berkokok. Nggak ngerti apakah itu memang kebetulan atau direncanakan,
mereka bangunnya bersamaan, dan bersamaan pula meneriakkan tekadnya
begitu mereka buka mata.
"POKOKNYA HARI INI AKU HARUS BISA
MENGALAHKAN STRATEGIS BRENGSEK ITU!"
Dan setelah suara itu,
semua orang di sekeliling mereka bangun. Satu suara Hui Na atau Lu
Xun aja sudah keras, apalagi kalau dikali dua.
Singkat cerita,
mereka cepet-cepet ke ruang strategi... dan nggak ada seorangpun di
dalam kecuali mereka berdua. Rencananya sih masing-masing dari mereka
mau jadi yang paling pagi... biar kelihatan rajin getu... Nyatanya
dua orang itu malah ketemu...
Hui Na ngasih tatapan nggak enak ke
Lu Xun.
Lu Xun nggak terima dilihatin getu, langsung aja nyindir.
"Aduh, orang jelek kok ngelihatin orang ganteng? Nggak enak
banget." Katanya narsis.
Kontan Hui Na menatap jijik ke Lu Xun,
tambah pake acara muntah-muntah pula! "Cuih! Kalau jelek ya jelek,
nggak perlu ngaku-ngaku segala! Memangnya siapa yang ngelihatin
kamu!"
"Heh, kamu sudah buta, ya? Kamu sendiri gimana? Cewek
nggak, cowok juga nggak." Balas Lu Xun sengit.
Hui Na memutar
bola matanya dan seketika langsung bete berat. "Kamu bagusnya apa,
sih? Ganteng ya nggak ganteng... pinter ya nggak pinter... kaya, ya
nggak kaya... Baik, ya nggak baik..."
"Emang kamu sendiri
gimana? Sejelek-jeleknya aku, masih lebih jelek kamu.
Sebodoh-bodohnya aku, masih lebih bodoh kamu. Semiskin-miskinnya aku,
masih lebih miskin kamu. Sejahat-jahatnya aku, masih lebih jahat
kamu, tahu nggak, sih?!"
"Nggak! Nggak tahu! Dasar
gila!"
Rupanya pertengkaran itu nggak selesai juga. Ternyata
berkembang dengan sangat hebat! Bukan cuma perang mulut tapi juga
perang otot! Intinya, semua hal sudah pernah ditarungkan oleh dua
orang itu, mulai dari otak, otot, bahkan mulut! Akhirnya pertarungan
itu baru selesai pas Lü Meng dan Zhou Yu muncul. Mereka langsung
diem seribu bahasa sampe kayak orang bisu dengan muka biru habis
tonjok-tonjokkan. Dan sepanjang diskusi itu, mereka saling bertatap
mata nggak enak (kalo di anime-anime ya kayak seolah dari mata mereka
ada listrik-listriknya getu...)
--12.00 A.M.--
Zhou Yu dan
Lü Meng akhirnya selesai mengajar kedua murid ajaib itu, dan dengan
segera mereka mau makan siang. Pas pergi makan, mereka pergi ke teman
masing-masing. Hui Na pergi menemui Xiahou Fang, Xiahou Mei dan Xiao
Aling. Ketiganya kaget melihat Hui Na yang mukanya biru semua kayak
habis dihajar orang satu kampung.
"Hai!" Sapanya.
"Hai
juga!"
"Makan dimana, nih?"
Xiahou Fang menunjuk ke arah
sebuah meja kosong yang ada enam kursi. Sementara tiga orang itu
berjalan, Hui Na mengikuti.
Nggak tahunya, Lu Xun juga ketemuan
sama Zhao Yun, Ling Tong, dan Cao Pi. Ketiganya sudah mengambil
makanan, sementara Lu Xun belum. Sama seperti reaksi tiga cewe yang
tadi, reaksi tiga cowo itu pas ngelihat mukanya Lu Xun juga kaget,
tapi ngapain juga tanya. Mereka sudah tahu alasannya, kok.
"Kalian
mau makan dimana?" Tanya Lu Xun.
Zhao Yun menunjuk ke sebuah
meja kosong yang ada enam kursi yang juga waktu itu ditunjuk sama
Xiahou Fang. Tanpa rasa penasaran sedikitpun, Lu Xun mengikuti
aja.
Pada saat mereka duduk, Lu Xun kaget setengah mati melihat
kemunculan cewe paling nggak tahu aturan yang dia pernah kenal di
China yang luas ini. Hui Na sendiri kaget melihat kemunculan cowo
terbodoh yang pernah dia tahu sepanjang sejarah China.
"Ngapain
kamu di sini?!" Bentak Hui Na sambil menuding Lu Xun.
"Ya
karena aku mau makan, lah! Kamu buta, ya?!" Balas Lu Xun nggak
kalah keras sambil menuding Hui Na juga.
Tanpa mereka sadari,
ternyata enam orang itu sudah duduk di kursinya masing-masing. Xiahou
Fang di sebelah Zhao Yun, Xiahou Mei di sebelah Ling Tong, dan Xiao
Aling di sebelah Cao Pi, tanpa menyisakan satu tempat duduk
pun.
"Hei! Kalian ini teman nggak setia! Kalian nggak mau bantu
aku?!" Hui Na bertanya pada tiga temannya itu.
"Dasar curang!
Bisanya cuma minta bantuan saja!" Kemudian Lu Xun pun melakukan hal
yang sama seperti Hui Na. "Kalian bertiga, kalau temannya kalian
diejek, masak diam aja?!"
Dan nggak tahunya, keenam orang itu
sudah asyik sendiri. Xiahou Fang lagi ngobrol sama Zhao Yun, Xiahou
Mei dan Ling Tong lagi suap-suapan makan, sementara Xiao Aling dan
Cao Pi cuma saling bertukar pandang aja tanpa ngomong apa-apa kayak
dunia serasa milik berdua dan yang lain cuma kontrak! Hui Na dan Lu
Xun langsung sweatdrop.
"Maaf, ya, Hui Na." Kata Xiahou Fang
sopan sambil tersenyum. "Kami sedang makan."
Zhao Yun juga
ikut-ikutan minta maaf. "Lu Xun, rasanya tempatnya sudah penuh.
Kamu makan sama Hui Na saja, ya?"
"Hah?" Keduanya menatap
memelas, tapi nggak ada yang menganggap mereka sesudah itu.
Parahnya,
entah kenapa, semua meja lain sudah penuh. Yang sisa cuma satu meja
kosong aja. Entah sebenarnya Wei, Wu, dan Shu sedang bekerja sama
melawan Yellow Turban atau sedang bekerja sama mengerjai
mereka.
Walhasil, duo strategis muda itu terpaksa duduk di meja
yang sama. Mereka mengambil makanan kesukaan mereka, yang ternyata
sama! Apalagi kalau bukan dimsum!
Sialan, orang ini bisanya cuma
niru aku... Pikir Lu Xun dalam hati.
Heh, dia ini nge-fans sama
aku atau apa sih? Kok makannya sama kayak aku? Pikir Hui Na
juga.
Pokoknya suasana di meja itu hening kayak kuburan. Kuburan
aja masih mending, setidaknya ada yang nangis. Pokoknya ini
benar-benar hening dan sepi banget... kayak tembok makan sama
tembok.
Mereka pun minumnya juga sama. Yah, seperti strategis pada
umumnya, mereka cuma minum teh panas, anti minum arak kayak
orang-orang yang lainnya. Cuma kali ini tehnya berbeda. Lu Xun minum
Green Tea alias teh hijau, sementara Hui Na minum Chrysanthemum Tea
alias teh bunga krisan. Celakanya, sangking dinginnya suasana
diantara dua orang itu, tehnya nggak jadi panas lagi dan malah jadi
es teh! (kayak kesukaannya Xiahou Fang...)
Hui Na melihat
Lu Xun yang sedang menikmati tehnya, dia jadi punya keinginan buat
bikin rusuh sama Lu Xun. "Hmmm... apa enaknya sih Green Tea itu?
lebih enak Chrysanthemum Tea." Katanya sambil menyeruput tehnya
keras-keras supaya Lu Xun mendengar.
Heran, bahkan teh aja bisa
bikin dua orang ini bertengkar.
Lu Xun nggak mau kalah. "Green
Tea itu daunnya mahal, cuma bisa didapat di tanah Hangzhou saja.
Kalau bunga krisan, bahkan di pasar aja jual!"
"Oh ya?" Hui
Na menantang. "Di rumahku ada segudang daun teh hijau, tahu?
Ngapain harus ke Hangzhou buat beli daun teh?"
"Bener, nih?"
Balas Lu Xun. "Bukannya keluarga Wang yang terhormat, terkaya,
terpandang, dan ter-ter yang lain itu cuma tahu minum
Chrysanthemum Tea?" Lu Xun pas ngomong bagian 'terhormat,
terkaya, terpandang, dan ter-ter' benar-benar dengan nada
meremehkan, membuat Hui Na dongkol setengah mati sampai dari
telinganya keluar asap kayak kereta api! (eh, jaman dulu nggak ada
kereta api)
Hui Na yang nggak tahan mendengar keluarganya
dihina, langsung mengambil poci tehnya dan menyiramkan ke Lu Xun.
Seketika itu juga muka sampai baju Lu Xun basah semua. Untung aja
tehnya sudah dingin. "Tuh! Biar tahu enaknya Chrysanthemum Tea!
Dasar emang anak keluarga Lu kuper!"
Lu Xun juga nggak terima.
Dengan muka dan baju yang sekarang berbau bunga krisan, dia ngambil
poci tehnya juga dan dengan secepat kilat menyiramkannya ke Hui Na.
Sangking cepatnya, Hui Na gagal menghindar. "Itu juga biar keluarga
Wang tahu enaknya Green Tea!"
Lama-lama, mereka nggak cuma
siram-siraman teh, tapi juga sampai lempar-lemparan makanan, piring,
sumpit, sendok, mangkok, pokoknya apa aja yang ada di meja itu,
bahkan kursi yang nggak berdosa aja dilempar. Belum cukup bonyoknya
mereka, sekarang malah bonyoknya bertambah lagi. Mereka baru berhenti
setelah Xiahou Fang dan Zhao Yun cs melerai mereka.
--16.00
P.M.--
Yang namanya Hui Na sama Lu Xun memang nggak pernah
mengenal damai. Setelah makan, mereka harus, atau tepatnya terpaksa,
berdiskusi memikirkan strategi perang. Apa boleh buat? Ini
perintahnya Zhou Yu dan Lü Meng. Mereka disuruh BEKERJA SAMA, bukan
adu strategi kayak dulu lagi. Bukannya berdiskusi, mereka malah
bertengkar lagi.
Xiahou Mei sama Ling Tong yang paling dekat sama
ruang strategi sudah nggak tahan mendengar suara teriakan mereka.
Tutup kuping atau apapun nggak bisa membuat suara dua orang cacad itu
teredam. Walhasil, Ling Tong dan Xiahou Mei akhirnya ikut-ikutan juga
dengan harapan mereka bisa melerai kedua orang itu...
Ling Tong
menjitak kepala Lu Xun dari belakang. "Hei! Kamu ini sama cewe
nggak bisa sopan sedikit, ya?"
Xiahou Mei juga ikut-ikutan
menasihati Hui Na, meskipun dia lebih muda. "Kak Hui Na! Kak Lu Xun
itu kan senior? Jadi harus dihormati, donk!"
Lu Xun balik
menjitak jidat Ling Tong. "Eh, kamu bisa lihat nggak sih, Hui Na
ini bukan cewe!"
"Emang dia cowo?" Tanya Ling Tong dengan
gaya bodoh banget.
"Nggak juga."
"Terus apa?"
"Dia
itu..." Lu Xun menatap tajam ke arah Hui Na, yang juga ngasih
tatapan nggak enak. "bu nan bu nü – nggak cowo, tapi juga
nggak cewe!"
"Oh getu?!" Hui Na melepaskan tangan Xiahou Mei
yang memegangnya. "Setidaknya aku masih bu nan bu nü! Daripada
kamu, gui jian chou – setan aja ketakutan lihat kamu!"
"Heh!
Junior nggak perlu mengkritik seniornya! Semua orang di Wu juga tahu
kamu orang baru!"
Hui Na yang sudah dari tadi berusaha menahan
ngamuk sejak fajar menyingsing tadi, akhirnya gagal juga berusaha
sabar. Langsung aja dia jotos Lu Xun dengan bogem mentahnya. Lu Xun
yang nggak ada persiapan apa-apa sampe kaget karena serangan Hui Na.
Satu tangannya memegang pipinya yang masih sakit, sementara tangan
yang lain balik menjotos Hui Na. Hui Na yang juga nggak nyangka bakal
dibalas gagal menghindar.
Lama kelamaan, perangnya mereka sampe
gila-gilaan. Bahkan ada acara guling-gulingan di tanah,
jambak-jambakan, cakar-cakaran, gigit-gigitan, dan sebagainya, dan
seterusnya, dan lain-lain. Pertarungan yang kali ini jauh lebih seru
daripada pertarungan yang sebelumnya. Ling Tong sama Xiahou Mei sih
sudah berusaha menolong, tapi apa daya pas mereka nolong, mereka juga
kena jotos. Berhentinya baru setelah Xiahou Fang dan Zhao Yun masuk.
Waktu itu kondisi keempatnya, apalagi Hui Na dan Lu Xun, sudah mau
mati. Anehnya, keduanya masih nggak ada yang mau kalah!
--20.00
P.M.--
"DIA MEMANG BRENGSEK!!!" Hui Na beteriak keras-keras
sampe Xiahou Fang dan Xiahou Mei yang ada di situ perlu tutup
kuping.
Hui Na duduk di atas kasur, sementara Xiahou Fang
mengobati luka-lukanya akibat 'berperang' sama Lu Xun tadi.
"Sudahlah... kalian ini kan strategis, seharusnya pandai mengatur
emosi."
"Di China bagian manapun, nggak akan ada strategis
yang bisa tahan kalau ketemu orang kayak dia!" Balas Hui Na keras
kepala.
Xiahou Mei akhirnya buka suara juga. Lukanya sih nggak
separah Hui Na... "Kak Hui Na, sih... Kak Lu Xun tuh orangnya baik,
kok! Sabar, baik, ganteng, pinter lagi! Tapi tentu saja lebih baik
kak Ling Tong!" Katanya sambil tertawa kecil.
"Lagipula kalian
kan rekan sekerja?" Tambah Xiahou Fang dengan gaya bijaksana
getu... "Kalau kalian aja bertengkar, gimana dengan bawahan yang
lain?"
Hui Na jadi terjepit diserang dua orang itu. "Kalian
memang bisa ngomong begitu karena nggak pernah lihat Lu Xun yang
asli! Lu Xun yang asli itu ya kayak getu tingkahnya, kayak
binatang!"
"Hui Na..." Xiahou Fang ngomong lagi. "Aku
sudah kenal Lu Xun lebih lama dari kamu. Mungkin karena masih baru
kenal, kamu nggak akur sama dia. Lu Xun itu sebenarnya laki-laki yang
baik. Nanti pasti bisa baikan, kok."
"Betul itu!" Xiahou Mei
setuju. "Sekarang coba Kak Hui Na minta maaf sama Kak Lu Xun, pasti
dia jadi baik."
"APAAAAA????!!!!" Hui Na kontan nggak setuju
dengan usul yang baginya sinting itu. Mau ditaruh dimana mukanya
kalau harus minta maaf? "Nggak bisa! Pokoknya kalau dia nggak minta
maaf dulu, aku juga nggak mau minta maaf!"
Pada saat yang
bersamaan...
Zhao Yun yang nggak tahu apa-apa soal kedokteran lah,
ketabiban lah,obat-obatan lah, atau apapun itu harus berganti profesi
karena ngelihat kedua temannya yang bonyok kiri-kanan, apalagi Lu
Xun. Ling Tong sih masih mendingan...
"Dasar! Dia itu cewe, tapi
nggak tahu adat! Rese! Nggak berpendidikan!" Teriak Lu Xun
jengkel.
"Eh, katamu sendiri kan kalau dia itu bukan cewe?"
Ling Tong menyahut.
Zhao Yun mau nggak mau harus jadi figur paling
bijaksana disitu. Padahal dia kira strategis kayak Lu Xun sudah cukup
dewasa... "Gadis dari keluarga terhormat seperti keluarga Wang
pasti terpelajar dan punya tata krama yang baik." Jelas Zhao Yun.
"Hui Na bertingkah seperti itu pasti karena kamu yang
memulai."
"Lagipula..." Ling Tong ikut-ikutan. "Salahmu
juga pakai acara bilang dia bu nan bu nü! Cewe mana yang nggak sakit
hati dibilang begitu?! Kalau sampe Xiahou Mei aku katakan begitu,
pasti dia menjotosku juga."
Karena dituduh seperti itu, Lu Xun
jadi tambah serba salah. "Karena Xiahou Mei memang cewe baik dan
penurut, nggak kayak Hui Na ini! Tingkahnya kayak binatang!"
Zhao
Yun mau nggak mau ketawa. "Lu Xun, kamu itu kan strategis, kenapa
bertindak tidak bijak begitu?"
"Bener banget!" Ling Tong
menggangguk pura-pura ngerti, padahal dia nggak tahu bijak yang
dimaksudkan Zhao Yun itu gimana. "Seorang strategis memang harus
jadi orang bijaksana!"
"Gimana caranya?" Lu Xun bertanya
penasaran.
"Gampang." Zhao yun tersenyum lebar. "Minta maaf
sama Hui Na."
"APAAAAA????!!!!" Bagi Lu Xun, usul itu sama
sekali nggak bijaksana, malah menjual harga diri. "Kalian kira
siapa dia itu sampai aku harus minta maaf?! Pokoknya, kalau dia nggak
minta maaf, aku juga nggak mau minta maaf!"
--22.30
P.M.--
Lu Xun dan Hui Na sudah ketiduran sangking capeknya. Mereka
sama sekali nggak tahu kalau rencananya Xiahou Sisters plus Ling Tong
dan Zhao Yun adalah memang mendamaikan mereka. Lagian, siapa yang
tahan kalau setiap hari harus mendengar perang dunia?
"Kata Hui
Na," Xiahou Fang melapor. "Dia nggak mau minta maaf sampe Lu Xun
yang minta maaf duluan."
"Sama." Balas Zhao Yun lesu. "Lu
Xun nggak mau minta maaf kalau Hui Na nggak minta maaf
duluan."
Xiahou Mei duduk berpangku dagu. "Kalau getu, gimana
caranya membuat mereka damai?"
Ling Tong nggak tahu harus
menjawab apa. "Dua orang itu memang aneh. Kayak magnet."
"Eh?"
Kayak paduan suara, tiga orang lainnya nanya.
"Begini," Ling
Tong mulai menjelaskan dengan gaya sok tahu. "Magnet itu kan kutub
utaranya dan kutub selatannya saling menarik. Tapi kalau sama-sama
utara atau sama-sama selatan, pasti tolak-menolak. Sama kan kayak Lu
Xun dan Hui Na? Dua-duanya sama-sama strategis, ulang tahun sama,
umur juga sama, sama-sama pyromaniac, sama-sama mengidolakan Lü Meng
dan Zhou Yu, sama-sama suka dimsum, sama-sama suka belajar, sama-sama
rambut pendek, sama-sama pinter, sama-sama kepala batu, bahkan
sama-sama bu nan bu nü. Mereka kurang cocok apa lagi? Tapi
saling tolak-menolak kayak magnet!" (Cieh... ngomongnya tentang
magnet, gara-gara di Fisika baru belajar medan listrik yang punya
sifat sama kayak medan magnet...)
Zhao Yun dan Xiahou Fang
menangguk mengerti, tapi Xiahou Mei langsung menjitak Ling Tong
karena kesoktahuannya. "Kak Ling Tong sok tahu, ah!"
Sementara
itu, Lu Xun dan Hui Na lagi-lagi terbangun bersamaan tengah malam itu
dan bersin-bersin, padahal nggak lagi flu, dan malam itu udara panas.
"Kok rasanya aku lagi digosipin, ya?" Pikir keduanya dalam hati.
The End
