Teuki's Angel proudly present

Dear Dream Catcher

Cast by Super Junior, DBSK & Shinhwa members.

Romance, fantasy, & gaje fanfict.

This story from my mind, so this fanfict is mine. But all chara is not mine...

Note : Semua chara uke jadi GS, kecuali untuk Heechul & Jaejoong.

Chapter 4

Happy reading...

~KT~

Persahabatan & cinta, tak bisakah aku memiliki keduanya...?

.

.

.

Jungsoo masih bergantian memandang Sungmin dan Hyesung. Ada banyak pertanyaan di dalam benaknya sekarang, namun entah kenapa tak ada satupun yang bisa dikeluarkan.

"Sungmin teman dekat adikku."

Jungsoo sedikit tersentak, begitu pula Sungmin yang sedari tadi menunduk.

"Adikku minta tolong padaku untuk menjemput Sungmin. Mereka mau pergi ke suatu tempat." jawab Hyesung.

Jungsoo masih menatap Hyesung, kemudian tersenyum kecil.

"Oh begitu. Baiklah, selamat bersenang-senang.." ujar Jungsoo sambil menepuk pundak Sungmin.

Setelah Jungsoo meninggalkan mereka, Hyesung menghela napas lega. "Hampir saja..."

Sungmin memandang punggung Jungsoo yang semakin menjauh.

'Mianhae eonnie.. Lagi-lagi aku harus berbohong padamu..'

"Sungmin ?" panggil Hyesung.

"Ne ?"

"Kita.. jadi pergi ?"

Sungmin kembali menunduk. "Tapi..."

Hyesung mengerutkan keningngnya. "Tapi apa ?"

"Apa aku boleh ikut after party Four Season ? Aku kan hanya orang luar..." jawab Sungmin.

Hyesung berdecak kesal. "Kau bukan orang luar, kau ini kan..."

"Aku cuma teman masa kecil Youngwoon oppa !" pekik Sungmin memotong perkataan Hyesung.

"Harusnya kau mengundang Jungsoo eonnie, dia kekasih Youngwoon oppa."

Hyesung melirik tajam Sungmin. Tangannya terkepal erat hingga buku jarinya memutih.

"Apa kau pikir hubungan mereka itu wajar ?"

Sungmin menegakkan wajahnya yang tadi tertunduk. "Apa maksudmu ?"

Hyesung mendesah keras. "Mereka baru kenal beberapa bulan, kemudian jadi sepasang kekasih." Hyesung diam sejenak. "Sedangkan Youngwoon sudah mengenalmu bertahun-tahun."

"Cinta datang bukan karena seberapa lama saling mengenal, tapi bagaimana mereka merasa nyaman satu sama lain." jelas Sungmin. "Aku tidak mau egois seperti anak kecil. Kalau memang Youngwoon oppa memilih orang lain, aku akan berusaha menerimanya."

Hyesung menggaruk tengkuk belakangnya. "Terserah kau saja." ujarnya seraya melangkah meninggalkan Sungmin.

Sungmin terduduk lemas, tangannya menyangga kepalanya yang terasa berat.

"Kau tidak jadi pergi ?"

Sungmin mendongak, terlihat Hyukjae sedang berjalan ke arahnya.

"Hyukjae ? Kuliahmu sudah selesai ?" tanya Sungmin.

Hyukjae hanya mendelik sebal. "Jangan alihkan pembicaraan. Kau bilang setelah kuliah selesai kau mau pergi dengan Hyesung oppa ?"

Sungmin tersenyum tipis. "Tidak jadi."

"Waeyo ?"

"Tidak ada apa-apa. Aku sedang malas."

Hyukjae hanya mengendikkan bahu. "Aku mau pesan makanan, kau mau titip sesuatu ?"

Sungmin menggeleng. "Aku tidak lapar."

"Baiklah." Hyukjae melangkah menuju counter tempat memesan makanan.

'Kenapa sikap Hyesung oppa pada Jungsoo eonnie seperti itu ? Apa salah Jungsoo eonnie ?'

Sungmin masih saja tenggelam dalam lamunannya. Bahkan ia tidak sadar tengah diperhatikan oleh Hyukjae yang sudah duduk di depannya.

"Gara-gara kau semuanya jadi rumit seperti ini.." gumam Hyukjae pada benda yang ada di genggamannya.

"Hari ini akan aku ungkap kekuatan anehmu."

.

.

.

"Hyesung hyung ?"

Panggilan dari Yunho mengalihkan perhatian Hyesung dari ponselnya.

"Ada apa ?"

"Kau bilang mau mengajak Sungmin ke after party kita ?"

Hyesung kembali menatap ponselnya. "Dia tidak jadi ikut."

"Kenapa tidak ajak Jungsoo saja ?" sahut Youngwoon.

Hyesung melirik ke arah Youngwoon. "Selalu saja Jungsoo, pikirkan Sungmin juga. Kalian sudah bersahabat sejak kecil kan."

Youngwoon hanya memutar matanya bosan. "Dia bukan anak kecil lagi, tidak usah seprotektif itu."

"Dasar tak punya perasaan." cibir Hyesung.

Youngwoon berdecak. "Aku mau pulang." ujarnya sambil mengambil jaket dan tasnya.

"Kau tidak ikut after party ?" tanya Heechul.

"Tidak. Aku mau tidur." ketus Youngwoon, kemudian keluar dari van dan tak lupa membanting pintunya.

Jaejoong mendesah berat, kemudian menatap Hyesung. "Kau terlalu memojokkan Jungsoo, hyung. Harusnya kau restui saja hubungan mereka."

Hyesung malah menatap Jaejoong tak suka. "Tidak akan. Hubungan mereka tidak wajar."

"Kau selalu bicara seperti itu. Dari mana kau bisa menyimpulkan ?" sahut Yunho.

Hyesung hanya mengendikkan bahu. "Aku hanya merasa seperti itu."

Jaejoong dan Yunho menghela napas bersamaan. 'Kekanakan sekali sih..'

~KT~

Jungsoo menyenderkan kepalanya di sofa ruang keluarga. Sepulang kuliah tadi sore ia hanya duduk diam sambil memainkan ponselnya.

"Noona ?"

Perhatian Jungsoo dari ponselnya teralih oleh panggilan namdongsaengnya. Terlihat Yoochun berdiri di dekat pintu sedang merapikan sepatunya.

"Kau sudah pulang, Chun ?" tanya Jungsoo. Matanya kembali menatap ponsel.

"Kau sendiri tumben sudah di rumah ?" Yoochun balik bertanya.

"Aku bolos kuliah terakhir." jawab Jungsoo cuek.

Yoochun membulatkan matanya. "Mwo ?!"

Jungsoo berdecih pelan. "Jangan berlebihan, kau juga pernah bolos pelajaran terakhir kan ?"

"Ya ! Jangan bicara keras-keras !" pekik Yoochun.

"Eomma sedang belanja, tenang saja." jawab Jungsoo. Ia bangkit dan mengambil tasnya yang tergeletak di lantai, lalu melangkah meninggalkan ruang keluarga.

"Kau sakit ?" tanya Yoochun yang menyadari wajah kusut Jungsoo.

Jungsoo hanya mengibaskan tangannya tanpa menatap Yoochun.

Drrrtt.. Ddrrrtt..

Baru saja ponsel Jungsoo diletakkan di meja, benda persegi panjang itu bergetar menandakan ada panggilan masuk.

"Hyukjae ?" gumam Jungsoo setelah melihat layar ponselnya.

"Ne, Hyukjae ?" sapa Jungsoo.

"Eonnie, kita bisa bertemu sore ini ?"

"Waeyo ?" Jungsoo balik bertanya.

"Ini tentang dream catcher ajaibmu. Aku sudah menemui penjualnya tadi."

Jungsoo terdiam. Tanpa sadar tangannya terkepal kencang.

"Kita bertemu di cafe biasa jam empat sore." Jungsoo segera menutup panggilan tanpa menunggu jawaban Hyukjae.

.

.

.

Jungsoo hanya terdiam dan menatap ragu Hyukjae yang duduk di depannya.

"Kenapa wajahmu seperti itu ? Aku tidak bohong eonnie.." rajuk Hyukjae menyadari tatapan aneh Jungsoo.

"Jadi.. dream catcher ini dihuni arwah penyihir wanita ?" tanya Jungsoo.

Hyukjae mengangguk.

"Dan penyihir wanita itu memiliki kemampuan untuk mengabulkan permohonan ?"

Hyukjae mengangguk lagi.

"Masa sih..?" Jungsoo bergumam.

Hyukjae menghela napas kasar. "Semua sudah ada buktinya, eonnie. Hidupmu berubah setelah kau bangun tidur, apa kau tidak percaya juga ?"

Jungsoo menatap dream catcher ajaib itu, kemudian mengelusnya pelan.

"Dengan bukti yang senyata ini, mau tidak mau aku harus percaya."

Hyukjae tersenyum. "Kadang kekuatan supranatural tak berakibat buruk kan ?"

Wajah Jungsoo berubah sendu. "Tapi.."

"Tapi apa ?" tanya Hyukjae.

"Semenjak mimpiku jadi kenyataan, Sungmin seperti menjauhiku.." gumam Jungsoo.

Hyukjae menggigit bibirnya gelisah. 'Jadi Jungsoo eonnie belum tahu hubungan antara Sungmin dan Youngwoon oppa ?'

"I, itu mungkin perasaan eonnie saja.." ujar Hyukjae.

Mata Jungsoo berubah sayu. "Kalau seperti ini lebih baik aku hidup seperti biasa saja.."

Hyukjae menunduk dalam. Hatinya sekarang berkecamuk, haruskah ia jujur mengatakan hubungan antara Sungmin dan Youngwoon ?

"Eonnie.." Hyukjae menggenggam tangan Jungsoo. "Ayolah, jangan seperti ini.."

"Hyukjae, tolong aku.. Tanyakan pada Sungmin, kenapa dia menjauhiku.." ujar Jungsoo.

"A, apa eonnie sudah mencoba tanyakan langsung ?" tanya Hyukjae.

"Sudah.. Tapi aku tahu Sungmin berbohong. Dia seperti menutupi sesuatu." jawab Jungsoo.

"A, arraseo.. Akan kucoba tanyakan nanti."

Jungsoo tersenyum lega. "Gomawo, Hyukjae.."

Hyukjae hanya tersenyum canggung. Kalau sudah begini apa boleh buat..

Ddrrrtt.. Ddrrttt..

Ponsel Jungsoo bergetar, ada satu pesan masuk.

"Youngwoon.." gumam Jungsoo saat melihat di pengirim sms.

"Ada apa dengan Youngwoon oppa ?" tanya Hyukjae.

"Dia mengajakku bertemu.." jawab Jungsoo tanpa mengalihkan pandangan dari ponsel.

"Sekarang ?"

Jungsoo mengangguk. "Dia bilang sedang ada masalah.."

"Kalau begitu, sebagai kekasih yang baik kau harus temani dia." ujar Hyukjae sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.

Jungsoo balas tersenyum, walau terlihat dipaksakan. "Baiklah, aku pulang dulu ya."

Hyukjae mengangguk. "Hati-hati di jalan."

Setelah Jungsoo meninggalkan cafe, Hyukjae segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Sungmin, apa kau sedang sibuk ?" Hyukjae mengaduk milkshake stroberinya, menunggu jawaban Sungmin.

"Bisa kita bertemu sekarang ? Ada yang ingin kubicarakan."

.

.

.

Jungsoo melihat sebuah motor sport sudah terparkir rapi di depan rumahnya.

'Youngwoon sudah datang.'

"Aku pulang.." ujar Jungsoo saat memasuki rumah. Sayup-sayup ia mendengar Youngwoon sedang mengobrol dengan Yoochun.

"Ah, noona. Akhirnya kau datang." ujar Yoochun melihat Jungsoo datang menghampiri mereka.

"Eomma belum pulang ?" tanya Jungsoo, kemudian duduk di sebelah Youngwoon.

"Sudah, tapi pergi lagi ke tetangga sebelah. Mereka butuh bantuan untuk membuat kue." jawab Yoochun. "Baiklah, aku mau ke kamar dulu."

"Tadi kau dari mana ?" tanya Youngwoon setelah Yoochun naik ke lantai dua.

"Ke cafe. Temanku ingin membicarakan sesuatu."

Jungsoo mengelus pundak Youngwoon. "Kau sudah makan ?"

Youngwoon mengangguk pelan.

"Bagaimana penampilan kalian ? Lancar ?"

Youngwoon tersenyum. "Tentu saja. Acaranya ditayangkan besok malam, kau harus menontonnya nanti."

"Baiklah.." ujar Jungsoo.

Perlahan Jungsoo menyenderkan tubuhnya ke lengan Youngwoon. Sedangkan Youngwoon mengecup puncak kepala Jungsoo.

"Youngwoon.." panggil Jungsoo.

"Hmm..?"

"Kau.. ada masalah apa..?"

Youngwoon terdiam, membuat Jungsoo kembali menegakkan tubuhnya.

"Kau tidak mau menceritakannya ?" tanya Jungsoo lagi.

Youngwoon menatap mata Jungsoo. "Kau tidak akan cemburu kan ?"

Bukannya menjawab, Jungsoo malah tertawa dan memukul pelan lengan Youngwoon.

"Yak ! Kenapa malah tertawa ?" protes Youngwoon.

"Hey, kau pikir aku masih remaja 15 tahun ? Aku tidak akan cemburu semudah itu.." ujar Jungsoo. "Lagipula aku juga belum tahu apa masalahnya kan ?"

"Iya sih.." Youngwoon terdiam. "Tapi.."

Jungsoo menepuk-nepuk lengan Youngwoon. "Sudahlah, kalau kau tidak mau cerita juga tidak apa-apa."

"Mianhae.." lirih Youngwoon.

"Gwaenchana. Ceritakan kalau kau mau, aku tidak akan mendesakmu.." jawab Jungsoo.

Youngwoon menatap mata Jungsoo dalam diam. Hal itu membuat Jungsoo sedikit gugup.

"Jungsoo.." Youngwoon mengelus pipi Jungsoo. "Saranghae..."

"Na, nado saranghae.." balas Jungsoo.

Perlahan Youngwoon mendekatkan wajahnya ke arah Jungsoo. Menyadari apa yang akan dilakukan Youngwoon, Jungsoo memejamkan matanya erat.

Ciuman lembut dari bibir tipis Youngwoon membuat tubuh Jungsoo yang tadinya tegang jadi sedikit rileks. Tangan Jungsoo bergerak mengentuh dada bidang Youngwoon.

Youngwoon melumat pelan bibir bawah Jungsoo, membuat si pemilik bibir sedikit membuka gua hangat itu. Menyadari kesempatan yang Jungsoo berikan, lidah Youngwoon segera bergerak membelit lidah Jungsoo.

"Eemmhh.." satu lenguhan berhasil keluar dari mulut Jungsoo.

Cklekk..

"Eomma pulaaanngg...!"

Bruk !

Gubraakk !

"Eh ? Suara apa itu ?" Ny. Park, eomma Jungsoo segera berlari ke ruang keluarga.

"Ada apa ? Loh, Youngwoon ?" Ny. Park memandang bingung Youngwoon yang tengkurap di lantai.

"Ahaha.. Anyeong ahjumma.." cicit Youngwoon.

"Eomma sudah pulang ?" tanya Jungsoo. Wajahnya merona sempurna hingga ke telinganya.

"Iya. Wajahmu kenapa merah begitu ? Kau demam ?"

Jungsoo buru-buru menggeleng. "Aniya.. Aku sehat kok..."

"Eomma ke dapur dulu ya."

"Ne.." jawab Youngwoon dan Jungsoo kompak.

Youngwoon bangkit dari posisinya dan duduk di karpet bawah sofa. "Aduh, sakit sekali.."

"Mi, mianhae.. Aku tidak sengaja.." sesal Jungsoo. "Kau juga yang salah..."

"Aku cuma menciummu, sampai kau mendorongku kuat-kuat hingga aku jatuh dari sofa." cibir Youngwoon.

Pipi Jungsoo makin merona. Mungkin wajahnya sudah semerah kepiting rebus sekarang.

"Habis mau bagaimana lagi.." gumam Jungsoo. 'Kalau eomma memergoki kita berciuman kan gawat..'

-To Be Continued-

Author's Note...

Anyeooonnnggg... ^o^/

saya kembali lg dari persembunyiaannn... *krik krik*

Pasti pada bosen ya nunggu lanjutan ceritanya ? Mian, idenya tiba-tiba hanyut kebawa banjir... T_T

Hiks, jeongmal mianhae...

Bales review dulu...

ShinJiWoo920202 : antara umin dan hyesung ada apa ya..? ini masih sebuah misteri... hahaha...

kyumin kalo memungkinkan bisa aku masukkin. Liat nanti ya.. :)

Gomawo reviewnya... ^^~

yunitaelf : yeoja misterius itu adalah... ada deh.. XD

banyak yg penasaran ya sama hubungan sungmin-hyesung. Nanti bkl aku jelasin deh apa hubungan mereka.. :)

Gomawo reviewnya... ^^~

Oke, segitu aja bawelannya aku. Aku juga minta maaf bgt atas ngaretnya update ceritaku.. TT

Jeongmal mianhae & gamsahamnida... ^^~

With love,

Teuki's Angel (Min Hyorin)