Atobe langsung memandang tezuka yang sedang memasang muka bingung " ba.. baiklah… ini kejadian…"

Sebelum memulai ceritanya, tiba-tiba tezuka memegang tangan atobe. " kamu yakin mau melanjutkan cerita ? mukamu sudah pucat. Bahkan, mukamu saja merah begini. "

Sadar Karena mukanya merah. Cepat-cepat, atobe langsung melepaskan pegangan tezuka darinya. Dia sih, bukan merah karena sakit. Tapi, dikarenakan tangannya yang dipegang tezuka. " kenapa ? " tanya tezuka bingung.

" a.. aku tidak apa-apa… " jawab atobe gagap. Dari gaya omongnya, tezuka makin yakin kalau ada yang tidak beres disini.

" dengar. Lebih baik kita hentikan saja permainan ini. " ujarnya lagi sambil memegang bahu atobe. " aku pernah dengar, kalau kita sudah berhasil sampai cerita yang terakhir. Maka kejadian yang buruk akan datang. "

Tiba-tiba, atobe tertawa terkekeh belum lagi tawanya itu mirip tawa orang yang kesurupan. Membuat tezuka tercengang karena tawa atobe yang tiba-tiba dan mengerikan, mendengar tawa atobw yang mengerikan, dia makin ingin cepat-cepat keluar dari gudang itu. " lebih baik kita menyelesaikan permainan ini, daripada kita harus berhenti ditengah cerita. " Ujar atobe tiba-tiba.

" apa ? "

" kekekeke… Apa kamu pernah dengar beberapa remaja menjadi gila ? "

Tezuka langsung teringat akan Koran yang dia baca tadi pagi. Ya ! dia ingat ! 5 remaja gila dan memanggil kata ' menjauh dariku ' atau ' lepaskan aku '. Tapi, memangnya ada hubungan-nya dengan 10 cerita seram ? Tunggu, jangan-jangan !! Tezuka langsung menoleh kearah atobe yang lagi tersenyum licik. Dia merasakan kalau kondisi yang sekarang dialaminya juga sama seperti 5 remaja itu.

Sadar karena tezuka mengetahui apa yang terjadi. Atobe makin tertawa " ya.. kamu benar… kita sedang mengalaminya sekarang.. Dan, 5 remaja yang menjadi gila itu, dikarenakan mereka bercerita 10 seram dan mereka berhenti ditengah cerita. Dan Lucky… " Atobe makin melebarkan senyumnya. " mereka diteror oleh entah setan apa, dan mereka menjadi gila karena mereka tidak tahan oleh setan itu. "

Tiba-tiba, tezuka langsung meremas kerah baju atobe. " DENGAR !!! Kalau kamu sudah tau akan seperti ini ! kenapa, kamu malah mengajakku untuk bercerita seram , HAH ??! " Tiba-tiba, atobe malah tertawa seram lagi, tezuka makin tidak nyaman dengan keadaan seperti ini.

" lebih baik, kamu tanya saja dengan pemilik tubuh ini… Aku hanya meminjamnya. "

" Apa ?? " belum pertanyaan-nya dijawab. Tiba-tiba, tubuh didepannya langsung tak sadarkan diri. " atobe !! atobe ! oi ! " dengan cepat, tezuka langsung menampar sedikit kearah pipi atobe, takut atobe kesakitan. Tidak berapa lama, atobe langsung sadarkan diri.

" ng… " atobe mengerang sedikit. " apa yang terjadi… ? "

Apa yang terjadi ?? Kenapa dia malah menanyakan hal seperti itu ? pikir tezuka. " Atobe, kamu yakin tidak ingat apa-apa. ? "

" apa maksudmu… ? " atobe benar-benar tidak mengerti apa yang dikatakan tezuka. " justru, yang kubingungkan itu kamu. "

" hah ? kenapa aku ?? "

" kamu itu sebenarnya ngomong ama siapa sih ? " jawaban atobe benar-benar mengejutkan tezuka. Padahal, jelas-jelas tezuka berbicara dengan orang yang didepannya.

" aku itu daritadi ngomong sama kamu ! " tezuka malah ngotot dan berharap kalau atobe hanya bercanda. Tapi, justru jawaban yang diberikan atobe lebih mengejutkan.

" aku itu daritadi gak ngomong sama sekali ! " JEGER ! Tidak ngomong daritadi !! Berarti yang tadi diajak tezuka berbicara itu siapa ?! Tezuka langsung merasakan kalau bulu kuduknya langsung merinding. Dengan cepat, Tezuka langsung melihat sekelilingnya. Dan berharap dia menemukan sesuatu, atau jangan-jangan sebenarnya ini adalah jebakan dari acara tv ?

" tezuka ? " tanya atobe tiba-tiba.

" hah ? " tezuka benar-benar lemas karena dia tidak menemukan apa-apa.

" mukamu pucat. Apa kamu baik-baik saja ? apa lebih baik kita hentikan saja permainan ini ? "

Tezuka menggeleng tidak setuju. Dia sangat teringat dengan 5 remaja yang diceritakan oleh 'atobe' dan jelas-jelas, dia tidak ingin mengalami hal yang sama sekaligus menjadi gila. " tidak. Lebih baik kita lanjutkan saja. " Atobe menatap tezuka dengan muka bingung.

" lanjut ? kamu yakin ? " padahal, dari jam sebelumnya. Tezuka menolak mentah-mentah dengan permainan ini. Tapi, kenapa dia malah mau terus ?

" yakin ? " tanya atobe untuk meyakinkan.

" yakin. "

Atobe menghela napas. " baiklah.. ini ceritaku, pas aku harus mengambil jalan pintas untuk kesekolah. "

Cerita 3 : Wanita Bermulut Sobek

©Prince Of Tennis

" ARRRGGHH !!! TELAT ! TELAT !! " Teriak Atobe Frustasi. Dia bangun kesiangan dikarenakan dia terlalu asyik mengerjakan PR-nya sampai malam suntuk.

" SIAL… Seharusnya, aku diantarkan saja dengan mobil atau helicopter !! " Dia benar-benar tidak terpikir untuk memakai kendaraan pribadinya. Dia malah main pergi aja setelah tau kalau dia terlambat bangun.

10 menit lagi, jam pelajarannya akan dimulai. Padahal, dari jalan yang sedang dia lalui membutuhkan waktu 15 menit untuk sampai disekolah. Untungnya, dia sudah tau jalan-jalan pintas apa saja yang harus dilaluinya untuk sampai disekolahnya. Walaupun, jalan itu harus melewati gang kecil, pagar pembatas sampai harus masuk perkarangan rumah.

" terpaksa deh, harus ngambil jalan pintas.. " ujarnya sambil berlari kearah gang yang disebelahnya. Kebetulan, gang yang mau diambil atobe itu sempit dan gelap. Tapi, hal itu dihiraukan atobe. Sekarang yang lebih penting adalah, Bagaimana caranya dia bisa sampai disekolah sebelum pelajaran dimulai.

Tiba-tiba, dari kejauhan dia malihat wanita berambut panjang yang memakai gaun merah. Dia langsung teringat dengan siswi yang pernah ditemuinya diperpus. Dan sejak itu, atobe tidak mau keperpus malam-malam lagi. Dan dia mendapatkan pelajaran yaitu : Tidak mungkin ada wanita sendirian digelap-gelap seperti ini atau dimalam hari, Kalaupun ada…. pasti wanita itu….

Didalam hati, dia takut untuk melewati perempuan itu. Tapi, dihati lain mengatakan kalau dia harus melewatinya agar tidak telat kesekolah. Karena, dia teringat dengan sensei mata pelajaran jam pertama adalah sensei yang sangat galak dan tidak akan segan-segan memberikan tugas sampai anak itu kejang-kejang. Akhirnya, mau tidak mau dia harus melewatinya.

Ketika, mau melewatinya….

" hei, kamu. " ujar wanita itu sambil menoleh kearah atobe. Atobe baru sadar kalau wanita itu, memakai masker. Perasaannya mulai tidak enak.

" ya… ada apa ? " Tanya atobe takut-takut.

" aku cantik, tidak ? "

Atobe benar-benar tidak mengerti pertanyaan yang ditanya oleh wanita bermasker itu. Bagaimana bisa bilang cantik atau tidak, secara wanita itu memakai masker. Karena, atobe merasa kalau wanita itu sedikit tidak beres. Dia mengacuhkannya, Tapi dengan cepat wanita itu menghalangi jalan Atobe. Seolah-olah, Atobe tidak boleh pergi sebelum dia menjawab pertanyaan itu.

" aku cantik, tidak ? " Lagi-lagi, wanita itu melontarkan pertanyaan yang sama.

Merasa tidak nyaman dan dia sudah mulai telat, atobe akhirnya menjawab pertanyaan dari wanita itu. Dengan terpaksa tentunya. " ca.. cantik… " jawabnya ragu-ragu.

Setelah, pertanyaan itu dijawab atobe. Wanita itu langsung melepaskan maskernya dan Atobe sangat kaget sekaligus hampir serangan jantung. Karena, ternyata wanita itu mulutnya sobek !! Mulutnya benar-benar sobek sampai ketelinganya.

" kalau begini ? " Tanya wanita itu setelah membuka maskernya. Belum menjawab pertanyaan dari wanita itu, Atobe langsung lari kearah luar gang.

" WUAAAAAA !!! " Hanya teriakan yang dijawab atobe. Dia benar-benar tidak menyangka kalau hal ini lebih parah daripada siswi perpus itu.

Wanita itu langsung berlari kearah atobe sambil memegang pisau. " TUNGGUUUU !!! " teriak wanita itu.

Atobe kaget karena wanita itu ternyata dapat berlari lebih cepat dan mungkin larinya bisa menyamai Kenya anggota shitenhoji itu atau mungkin bisa wanita itu yang menang dibandingkan Kenya. Atobe makin mempercepat larinya, dan sekarang dia berharap dia dapat keluar dari gang itu.

Wanita itu makin mengangkat pisaunya dan berniat mencabik atobe. Tapi, karena semangatnya yang masih menggebu-gebu dan dia masih punya masa depan. Dia makin mempercepat larinya.

Syukurnya, Atobe dapat keluar dari gang itu. Dan jalanan masih ramai oleh orang-orang. Atobe langsung bernapas lega, dan dia melihat belakangnya. Apa wanita itu masih mengejarnya atau tidak. Ternyata, wanita itu sudah menghilang entah kemana. Lagi-lagi, atobe menghela napas lega sambil melihat jam yang ada ditangannya.

" Gawat !! Aku telat !!!! " Atobe langsung berlari meninggalkan gang itu.

2 hari kemudian….. Jam 5 sore.

" haaa… ulangan tadi benar-benar neraka… " desah shishido kesal.

Atobe hanya tertawa mendengar desahan shishido. Lagipula, salah sendiri. Padahal, jelas-jelas sudah diberitahukan kalau besok mau ulangan. Tapi, dia malah asyik main game dirumah atobe. " Salah kamu juga, padahal jelas-jelas besok mau ulangan tapi kamu malah main.. "

Kali ini shishido menghela napas kesal. " ini juga salahmu atobe !! "

" lah, kenapa malah salahku ?? "

" jelas itu salahmu !! " Shishido malah tambah ngotot. " Kenapa, kamu bisa dibelikan banyak game yang sangat seru dan mahal-mahal !! " GEDUBRAK !! Padahal atobe sudah mengira kalau salahnya adalah karena penyebabnya hal yang serius , tapi ternyata Cuma hal itu.

" kalau itu… lebih baik kamu tanyakan saja pada ayahku.. " ujar atobe sambil memukul punggung shishido.

" haaa… Atobe…. "

" ya ? "

" bagaimana kalau kita bertukar ayah ? " Entah shishido sedang strees karena ulangan tadi atau kepalanya terbentur karena latihan tennis tadi. Shishido malah menanyakan hal yang pasti 100% dijawab tidak.

Dan benar saja, dengan jelas dan tegas atobe mengatakan 1 hal. " Tidak ! "

Tiba-tiba, shishido langsung memukul atobe dengan tas tennisnya, Atobe hanya tertawa melihat tingkah laku temannya itu. " hei… bagaimana kalau kamu boleh main kerumahku untuk main game. Tapi, sebelum main game kita belajar dulu. " Setelah atobe mengatakan itu, shishido benar-benar mendapatkan pencerahan. Dengan bahagianya, shishido langsung memeluk atobe.

" wuaaaaa !! kamu benar-benar baik, atobeeee…. " shishido benar-benar tersedu-sedu melihat kebaikan atobe. Lagi-lagi, atobe tertawa melihat tingkah laku shishido hari ini.

" tapi, tumben kamu baik hari ini ? Biasanya, kamu selalu menyombongkan diri. " ujar shishido tiba-tiba setelah memeluk atobe. " Apa jangan-jangan kamu sakit ? Hari ini saja, kamu benar-benar baik padaku dan tidak menyuruh kabaji untuk membawa tasmu. Dan lebih anehnya, kamu malah membolehkan kabaji pulang bareng dengan Chotarou dan Hiyoshi. Kamu sakit ya ? atau jangan-jangan kamu strees ? " ujarnya lagi sambil menyentuh dahi atobe dengan punggung tangannya.

Atobe benar-benar sweatdrop mendengar pertanyaan shishido. " hei. Hei. Memangnya seorang ore-sama tidak boleh baik hati ? Baiklah, kalau begitu. Jangan main game lagi dirumahku. "

" Heh ??! Jangan dong !! Aku-kan hanya bercanda !! " shishido benar-benar panik setelah melihat raut muka atobe yang tiba-tiba berubah menjadi dingin.

Tiba-tiba, atobe tertawa lagi untuk sekian kalinya. " hahahaha. Aku Cuma bercanda kok. " ejek atobe sambil menjulurkan lidahnya. Tahu, shishido dikerjain atobe. Cepat-cepat, shishido langsung menghadiahkan atobe sebuah pukulan tasnya.

Ditengah acara pukul-pukulan mereka. Tiba-tiba, atobe melihat wanita yang bergaun merah didepannya dan berdiri membelakangi mereka. Atobe langsung teringat dengan wanita yang ditemuinya di gang kecil itu. Cepat-cepat, atobe langsung bersembunyi dibelakang shishido.

" ? " shishido benar-benar bingung dengan atobe yang tiba-tiba bersembunyi dibelakangnya. " ada apa atobe ? "

" Jalan ! jalan terus !! jangan menghadap kearah wanita itu !! " perintah atobe. Dia tidak ingin ' insiden ' itu terjadi lagi.

" wanita ? " shishido langsung mendongak kedepannya. Dan benar didepannya ada wanita itu. " memangnya ada apa dengan dia ? "

" Jangan banyak tanya !! Jalan saja !! kalau boleh, lari !! "

" hah ?? Maksud kamu apa sih ? " shishido benar-benar tidak mengerti maksud atobe. Tapi, lebih baik dia turuti saja perintah atobe. Takut, nanti atobe kembali kesifat sebelumnya. Yaitu, sifat narsis dan sombongnya.

Dengan santai, shishido malah jalan kearah wanita itu. Ketika hampir mau melewatinya…. Tiba-tiba, wanita itu langsung mencegat shishido seperti halnya yang pernah dialami atobe. Atobe makin panik, karena dicegat tiba-tiba oleh wanita itu. Dia makin mengeratkan tangannya yang sedang memegang seragam shishido.

Shishido makin risih dengan atobe yang tiba-tiba menjadi pengecut seperti itu. Hanya wanita aneh inikan ? apanya yang harus ditakuti ? pikir shishido. Mau melewati jalan yang lain arah. Tiba-tiba, wanita itu langsung mengajukan pertanyaan yang sama seperti atobe.

" aku cantik, tidak.. ? "

Shishido hanya terdiam dengan pertanyaan wanita itu, sedangkan atobe malah makin panik. " acuhkan !! Acuhkan !! Jangan dijawab !!! " perintah atobe ketakutan. Sebenarnya apa sih yang ditakutinya ? pikir shishido lagi sambil mengerutkan alisnya. Karena, tumben-tumben saja melihat buchou yang satu ini lagi beda imejnya. Shishido malah ingin mengerjainya. Dia ingin tahu reaksi apa yang akan dikeluarkan raja hyotei itu.

" jelek. " jawab shishido tiba-tiba.

" HIIIIIII !!!!! BAKAAAAA !!!! " Teriak atobe makin panik, plus sakit jantung. Setelah mendengar jawaban shishido yang tegas dan singkat itu.

" APAAAAAA KAMU BILAAAAAANNNGGG !!!! " wanita itu langsung membuka maskernya dan langsung menunjukan mulutnya yang robek plus sabitnya yang siap untuk mencabik mereka.

" GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!! "

Shishido dan atobe tanpa aba-aba, langsung berlari secepat kilat. " Kan, sudah kubilang !!!! Acuhkan saja !!! " atobe malah masih sempet-sempetnya ngeceramahi shishido.

" Kenapa kamu tidak bilang daritadi !!!???? "

" KALAU AKU BILANG KAMU TAK AKAN PERCAYA !!!! "

" Bagaimana kalau kita tidak usah pedulikan hal itu lagi !!! Sepertinya wanita itu hampir dekat !!!!! " perintah shishido. Dengan kompak, mereka berdua langsung menghadap kebelakang dan benar saja. Wanita malah makin kencang larinya.

" GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!! " lagi-lagi, mereka sangat kompak berteriak.

" TUNNNNGGGGGGUUUU !!!! "

Atobe makin mempercepat langkahnya, dia benar-benar lupa dengan shishido. Shishido malah makin tertinggal dibelakang. Dan benar saja, shishido dengan mudah langsung tertangkap oleh wanita itu. Tinggal menunggu dia akan dicabik olehnya.

" SHISHIDO !!! " atobe langsung teringat dengan shishido. Setelah, mengerem langkahnya, dia langsung berbalik arah dan hendak menolong shishido.

" ATOBE ! TUNGGU !! JANGAN KESINI !! "

" TAPI !!! "

Tiba-tiba, shishido langsung teringat sesuatu. " Tunggu !! Kalau tidak salah !! POMARD !!! POMARD !!! " Shishido benar-benar tepat waktu. Setelah, dia mengatakan kata ' pomard '. Wanita itu langsung berhenti menikam shishido dan mulai berjalan lain arah dengan lesu dan menghilang entah kemana.

Atobe langsung membantu shishido berdiri. " kata-kata apa itu ? "

" aku tidak tahu. " jawabnya sambil membersihkan diri dari debu jalan. " kalau tidak salah, ada yang bilang kalau kata-kata itu dapat membuat wanita bermulut robek lesu. "

" dan setelah itu, banyak kata-kata ' pomard ' yang ditulis didinding sekolah atau jalan. Dan sekarang, wanita itu sudah tidak memunculkan batang hidungnya sekali. "


" cerita ke-3 selesai. " ujar atobe sambil menjetikan jarinya.

" Legenda jepang ya ? " tanya tezuka tiba-tiba.

" apa ? "

" itu tadi cerita legenda jepangkan ? " tezuka mengulangi pertanyaan-nya tadi.

" ya. "

Tezuka menghela napas. " jujur. Sebenarnya aku tidak begitu percaya akan legenda. Tapi, aku tidak menyangka kalau kamu yang akan mengelaminya. "

" sepertinya begitu. " dari cerita itu, atobe mulai sedikit merinding dengan wajah wanita itu. Keduanya langsung diam membisu. Tiba-tiba….

PRANG !!

" APA ITU !!? " teriak atobe dan tezuka bersamaan.

TBC


akhirnya selesai juga. gomen ya, gw updatenya lama. soalnya, pas ngebuat cerita ini tiba-tiba, gw buntu ide. T.T

oh ya, dicerita ini. gw ngambil dari cerita hantu disekolah. Pasti pada tahukan, novel horor jepang ini.

Dan... aku sedikit minta maaf soalnya aku ngebuat atobe n shishido jadi OOC begini. =.="

gw sangat berterima kasih pada Aoryuu chanz, , dan Yukimori. Karena mereka telah mendukungku ^^

So, minna please reviewnya ya. Agar aku bisa semangat bikin lanjutannya. ^^