MY BELOVED COUPLE, KYUMIN

TOLONG BEDAKAN ANTARA "TERINSPIRASI"DAN "PLAGIAT"

DON'T LIKE, DON'T READ !

OUT OF CHARACTER

enJOY~~

.

.

.

"Apa lagi? Bertemu dengan kekasihku tentunya" jawab Soojung tersenyum manis

"Lalu? Untuk apa kau masih disini?"

"YAH! BERSIKAPLAH SEDIKIT MANIS PADAKU CHO KYUHYUUN!"

.

.

.

Sungmin melangkahkan kakinya santai menyusuri koridor sekolahnya. Sepi. Tentu saja, pelajaran dimulai pukul 08.00 tapi saat ini Sungmin sudah sampai disekolah.

Sungmin menengokan kepalanya ke arah jam dinding yang kebetulan dia lewati. Masih pukul 07.28 rupanya. Sungmin tak memiliki cukup uang hanya untuk membayar taxi. Bus? Ia akan menaiki bus dan setelah itu terlambat. Sungmin hanya naik bus saat pulang sekolah.

KLING

FROM : CHO KYUHYUN TAMPAN

Hey. Kau sudah sampai di sekolah? Apa kau ada tugas piket?

"Ish. Apa pedulinya?" cibir Sungmin memandangi layar ponselnya.

"Dan- Oh God! Bagaimana bisa aku masih bertahan dengan nama kontak seperti ini?" monolog Sungmin saat menyadari nomor Kyuhyun masih tersimpan dengan nama "CHO KYUHYUN TAMPAN".

"Aku harus menggantinya!" ucap Sungmin. "Ah! Atau kuhapus saja? Yah! Itu lebih baik!" Sungmin segera mencaro kontak Kyuhyun dan menghapusnya, namun kegiatanya terhenti saat dering ponselnya kembali terdengar

FROM : CHO KYUHYUN TAMPAN

Jangan berani mengapus kontaku Lee Sungmin. Jangankan melakukanya, memikirkanya saja kau tidak boleh!

"Dari mana dia tau?" Sungmin segera mengedarkan pandanganya ke seluruh koridor, dan gotcha! Dirinya melihat sosok Kyuhyun sedang bermain ponsel tak jauh dari dirinya sekarang.

"Jangan dihapus" ucap Kyuhyun dingin dengan tatapan fokus ke layar ponselnya

Sungmin berjengit lalu memutar badanya. Berjalan menjauhi Kyuhyun mungkin ide yang bagus.

"Aku sudah melihatmu. Jadi, berhentilah"

Sungmin menghentikan langkahnya saat mendengar nada bicara Kyuhyun yang...menyeramkan.

"Kau sudah sarapan?" Kyuhyun memasukan ponselnya kedalam saku dan berjalan santai ke arah Sungmin.

"S-sudah" jawab Sungmin tanpa membalik badan.

"Apa kau bisa memandang wajah lawan bicaramu?" ucap Kyuhyun

Sungmin mendesah pasrah dan memabalik badanya.

"Apa- YAH!" Sungmin sangat terkejut saat mendapati Kyuhyun sudah tepat berada didepanya.

Ah sepertinya Sungmin beruntung karena berkat tangan Kyuhyun yang memeluk pinggangnya saat ini, dirinya tak perlu merasakan bagaimana dingin dan kersanya lantai sekolah ini.

BRUK

Sepertinya juga Sungmin tak beruntung karena Kyuhyun dengan sengaja melepaskan pelukanya di pinggang ramping milik Sungmin.

"Aish..appo" Sungmin mengelus pantat bulatnya yang malang

"Ayo sarapan bersama" ucap Kyuhyun santai tanpa merasa bersalah

Sungmin mendelik tajam "YAH! KAU TAK MELIKI HATI EOH?! AKU BARU SAJA TERJATUH DAN AKU KESAKITAN KARENA ULAHMU! KENAPA KAU-"

"Aku minta maaf. Ayo sarapan bersama"

Tuan Cho Kyuhyun meminta maaf? Mengatakan kata maaf? Baik Sungmin, ataupun 4O dan para pasanganya yang ternyata sudah berada di tempat yang sama dengan mereka dan menjadi penonton pun terkejut.

Sejak kapan Cho Kyuhyun mengatakan kata mahal itu?

"Anak itu membawa perubahan yang cukup baik untuk Kyuhyun" ucap Siwon tersenyum lembut.

"Yah~ kuharap begitu" sahut Kibum bergelayut manja di lengan kekar milik Siwon

"Hyukjae juga membawa perubahan yang baik untukku" sela Donghae tersenyum manis

"Perubahan seperti apa? Kau bahkan tetap meilirik gadis lain saat Hyukjae berada disebelahmu" ucap Yesung santai sembari membenarkan letak poni Ryeowook

"Y-yah! K-kapan aku melakukanya?!" protes Donghae

"Eoh? Begitukah?" Hyukjae menatap Donghae sengit dan segera "mengelus keras" badan Donghae.

"Kau bahkan bisa melirik gadis lain?! Lalu apa artinya semua kata-katamu selama ini padaku hah?! Dasar pembual! Playboy gagal!" Hyukjae masih tetap mengeluarkan semua kata yang menunjukan kekesalanya terhadap namja ikan itu.

Sementara Donghae hanya terdiam.

"Tunggu dulu!" Donghae menahan tangan Hyukjae yang kembali ingin melayangkan pukulan ringanya.

"Apa kau marah?" tanya Donghae yang sukses membuat Hyukjae mengernyitkan keningnya heran.

"Apakah itu berarti..kau cemburu? YAH HAHAHA YA KAU CEMBURU PADA GADIS YANG KUDEKATI HYUKJAE-YA! KAU MENYUKAIKU" teriak Donghae kelewat senang

"M-mwo?! B-bukan begitu! Aku- hanya saja- Argh persetan aku akan kekelas" Hyukjae berjalan cepat menyembunyikan wajahnya yang kian memerah.

.

.

.

"Apa kau selalu berangkat sepagi ini?" Kyuhyun mulai membuka pembicaraan setelah 15 menit lamanya mereka hanya terdiam. Membosankan.

Sedangkan yang ditanya masih asyik menyuap sesendok yang penuh dengan nasi ke dalam mulutnya mungilnya.

Kyuhyun memandang ngeri ke arah Sungmin. Bagaimana bisa namja semungil itu makan dengan sangat rakus? Dan, dia terus saja menyuapkan nasi ke dalam mulutnya yang masih penuh.

"Mulutku musuh punuh" jawab Sungmin menunjuk mulutnya.

"Yah! Tak usah banyak bicara! Kau bisa tersedak jika begitu!"

"Upu pudulumu"

"Apa kau bilang?"

"Up- Ukhuk ukhuk"

"Aish, aku kan sudah bilang" ucap Kyuhyun kesal.

"Ini, minumlah"

Sungmin segera meminum segelas air yang tadi diberikan oleh Kyuhyun.

"Hah hah.. Ung.. K-kyu, g-gomawo"

"Hng. Lain kali jangan lakukan itu!"

.

.

.

.

"Kau mengerti? Jadi- lakukanlah"

"Apa? Yak! Kau fikir aku Kepala Sekolah?!"

"Well-" Kyuhyun mengendikan bahunya. "-setidaknya kau ini Ketua OSIS. Mereka pasti mendengarkanmu"

"Kenapa tidak kau saja yang melakukanya? Mereka tidak akan mempersulit prosesnya jika kau yang meminta" Siwon mencoba memberikan saran terbaiknya.

"Kau tau mereka selalu menganggapku perusuh di Sekolah ini-"

"Maaf tapi itu kenyataan"

"-Yak! Jika aku yang meminta memang akan mudah, tapi mereka pasti akan memberi pengawasan lebih terhadap Sungmin. Itu pasti akan membuatnya tak nyaman.

Siwon mengernyit bingung mendengar penjelasan Kyuhyun barusan.

"Lalu bagaimana dengan peraturanya? Bukankah kau sendiri yang membuat peraturan itu? Dan jangan lupakan murid lain, mereka pasti akan kesal terhadap Sungmin"

"Apa peduliku dengan murid lain? Lagipula, bukankah peraturan memang untuk dilanggar?"

.

.

.

.

"MWO?! Yahh~~! Won-ah tolong aku~"

Siwon hanya menggaruk lehernya. Tak enak juga melihat Hyungnya memasang tampang memohon seperti itu.

"Kau tak dapat diandalkan!" Sungmin memalingkan wajahnya ke samping.

"Bummie-ah.. kau pasti bisa menolongku~" Sungmin menunjukan mata polos andalanya.

"Ng- aku- bukanya aku tak mau membantumu, tapi kau tau seberapa besar pengaruh Kyuhyun di sekolah ini. Lagipula bukankah menyenangkan bisa belajar di kelas satu? Kau bisa menjaga Siwon untukku juga bukan?"

"Benarkah? Kau ingin orang lain yang menjagaku?" Siwon memajukan wajahnya mendekat kearah wajah Kibum. Makin dekat...makin dekat..makin-

"KALIAN BERDUA TAK DAPAT DIANDALKAN!"

BRAK

Siwon dan Kibum hanya memandang heran ke arah pintu yang baru saja menjadi korban kekesalan Sungmin.

"Ng.. Wonnie hyung~ Apa dia marah?" Kibum menempelkan tangan halusnya ke permukaan wajah Siwon yang tepat berada di hadapanya.

"Kurasa marah terlalu berlebihan-" Siwon memejamkan matanya, menikmati sentuhan halus dari Kibum. Tangan kekarnya makin mengeratkan pelukanya terhadap pinggang ramping milik Kibum.

"-dia hanya kesal"

"Benarkah? Lagipula untuk apa Kyuhyun meminta Sungmin pindah ke kelas satu?" Kibum memasang wajah polos dan sedikit memiringkan kepalanya.

"Entah- Yak! Jangan memasang ekspresi seperti itu! Kau tak tau apa yang bisa kulakukan hah?!"

"Eoh? Apa memang?" Kibum tetap mempertahankan ekspresi polosnya.

Siwon terkikik geli melihat reaksi Kibum. Kibum pun ikut tertawa ringan saat menyadari dirinya terlalu polos –untuk-saat-ini-.

.

.

.

Sungmin memfokuskan pandanganya ke arah papan tulis dan berusaha mati-matian mengabaikan Kyuhyun yang terus memandanginya dengan lekat sejak kelas dimulai.

"Teruslah mengabaikanku. Kau semakin manis jika begitu" Kyuhyun sama sekali tak memalingkan pandanganya dari Sungmin.

"Benarkah?" Sungmin balik menatap Kyuhyun. "Akan kulakukan kalau begitu"

"Lakukan? Apanya?" Kyuhyun memandang heran kearah Sungmin yang sudah kembali fokus ke pelajaran dan tugasnya.

"Mengabaikanmu tentu saja. Apa lagi?" jawab Sungmin santai.

"Yak! Aish. Kau rajin juga ya. Ng.. baiklah ini hadiah untukmu" Kyuhyun menyodorkan bukunya yang masih kosong ke meja Sungmin.

"Apa ini?" Sungmin memandangi Kyuhyun dan buku itu secara bergantian.

"Kau tak ingin beasiswamu dicabut bukan? Cha, kerjakan juga punya ku. Itu akan membuatmu makin pintar" Kyuhyun menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata.

"CHO KYUHYUN! KAU INI BE-"

"LEE SUNGMIN!"

"A-ah, m-mianhe songsaenim" Sungmin menundukan kepalanya dan segera melanjutkan tugasnya dan tugas milik Kyuhyun.

Kyuhyun yang melihat kejadian itu hanya terkikik kecil.

.

.

.

.

"HAHHHHHH~ CHO KYUHYUN GILAAAAA!" Sungmin membantingkan dirinya ke ranjang dengan sprei bermotif kelinci miliknya.

"KAPAN DIA AKAN BERHENTI MENGGANGGUKU?!" monolog Sungmin.

"AAAAAA" Sungmin menendang apapun yang ada disekitarnya.

.

.

.

"Psst psst Lee Sungmin"

Sungmin mengabaikanya.

"Hey! Kau ini tuli ya?"

Sungmin tetap tak mengindahkan panggilan itu.

DUG DUG DUG

"Hey ! Sungmin"

"HUAAAA CHO KYUHYUN BISAKAH KAU DIAM?! AKU-"

"LEE SUNGMIN KECILKAN SUARAMU ATAU BERTERIAKLAH SEPUASNYA DI KANTOR GURU!"

"M-mianhe"

"Andai saja kau menjawabku tadi, tak akan seperti ini bukan kejadianya?" Kyuhyun berujar santai.

"Diamlah" desis Sungmin.

.

.

.

"Ming"

"Apa?" Sungmin menyuapkan satu sendok yang penuh dengan nasi ke mulutnya.

"Aku ingin makan"

"Tinggal makan bodoh!"

"Suapi aku"

"MWO?! YAH! SHIREO!"

"Baiklah aku tak akan makan. Kau tau? Aku memiliki penyakit dan akan kambuh jika aku telat makan barang satu menit saja dan jika penyakitku kambuh-"

BRAK

"Buka mulutmu" Sungmin membanting sendoknya dan berlaih menyodorkan sesendok nasi ke arah Kyuhyn.

.

.

.

"Hah~ hari ini jadwalku piket yah?" Sungmin bermonolog

"Begitukah? Tenang saja, aku akan membantumu" sambung Kyuhyun.

"Woah~ Kau baik sekali Kyuhyun-ah~ Gomawo-yo~" Sungmin berujar girang.

"BAGI SIAPAPUN YANG HARI INI MEMILIKI JADWAL PIKET, SILAHKAN LANGSUNG PULANG. SUNGMIN BILANG DIA YANG AKAN MEMBERSIHKAN KELAS SENDIRI!" teriak Kyuhyun lantang.

"A-apa?! Yah!"

"Ah aku minta maaf Ming, eomma menyuruhku pulang. Bersihkan semuanya. Bye"

"HUAAAA CHO KYUHYUUN!"

.

.

.

.

"Hah~ Aku malas mengingat apa saja yang telah dia perbuat pada ku. Baiklah..mulai besok aku akan benar-benar mengabaikanya!" ucap Sungmin mantap dan segera menutup ke dua matanya.

.

.

.

Kyuhyun memainkan sebuah game yang ada di ponsel miliknya.

"Hah~" Kyuhyun mengusap wajahnya gusar.

"Sudah berapa lama aku disini? Kenapa bocah itu tak kunjung datang" monolog Kyuhyun sembari memandang ke sebuah gang kecil. Gang menuju ke rumah Sungmin.

Kyuhyun sengaja bangun sangat pagi sekali –sebenarnya tidak- hanya untuk berangkat bersama dengan Sungmin. Dia lebih memilih menunggu disini daripada harus menghampiri ke rumah Sungmin. Menunggu disini atau menunggu dirumah Sungmin dan Sungmin memilih kabur untuk menghindarinya.

"Ming!" panggil Kyuhyun antusias saat menangkap sosok Sungmin tengah berjalan santai memunggunginya.

Sungmin menoleh dan-

"Astaga! Untuk apa dia disini?!" Sungmin segera berjalan cepat menghindari Kyuhyun.

"Yah! Aku melakukan ini bukan untuk kau abaikan!" Kyuhyun menyeret Sungmin menuju mobilnya.

"Lepaskan!" Sungmin menyentak tangan Kyuhyun.

"Berhentilah bersikap seolah-olah kau adalah malaikat yang bisa dengan mudah dan sewena-wena mengatur hidupku Tuan Cho!"

"Eoh? Sudah selesai? Kalau begitu masuk!" Kyuhyun kembali memaksa Sungmin untuk memasuki mobilnya.

"Kubilang lepaskan!" dan Sungmin kembali menyentak kasar tangan genggaman Kyuhyun. Bahkan kali ini lebih kasar.

"Kau berani membentaku eoh? Arraseo arraseo, dimana alamatmu? Apa Appa mu dirumah?" Kyuhyun berujar sembari melangkahkan kakinya menuju gang tempat Sungmin keluar tadi.

Namun langkahnya terhenti saat lengan mungil Sungmin menahannya. Kyuhyun tersenyum miring.

"Jadi?" Kyuhyun membalikan badan dan menatap intens ke arah Sungmin.

"Apa yang akan kau lakukan? Bilang ke Appa kalau kau yang memberiku bea siswa? Apalagi? Mencabut beasiswa ku? Tak apa, setidaknya Appa ku masih memilik sesuatu untuk di pamerkan, seperti "Anaku pernah bersekolah di SMU Jeguk" , bukankah itu megagumkan? Jadi, berhentilah menggangguku" Sungmin melepaskan cengkramanya dan segera berjalan meninggalkan Kyuhyun yang kini tengah memandang kosong ke arah jalanan yang sepi.

Hatinya mencelos seketika, memangnya apa yang sudah ia lakukan terhadap Sungmin? Apa itu sudah kelewat batas? Hey, setidaknya Kyuhyun tak bermain fisik seperti yang biasa dia lakukan terhadap anak kelas 3 yang lain. Bahkan Kyuhyun membela Sungmin dari anak-anak yang ingin membully nya. Dan ini yang ia dapatkan ?

.

.

.

.

"A-anyeong"

Sungmin yang tadinya sedang membaca sebuah novel yang dia pinjam di perpustakaan dua hari yang lalu lantas menolehkan kepalanya ke sumber suara.

Sungmin sangat tercengang begitu melihat dua orang namja dengan keadaan berantakan dan muka yang telah dipenuhi luka berdiri didepanya.

"Anyeong" balas Sungmin tersenyum kikuk.

"A-apa anda yang bernama S-sungmin?" tanya Jinwoo

"N-nde, L-lee Sungmin imnida" Sungmin menundukan sedikit kepalanya, sedikit tak enak mendengar namja yang lebih mungil dihadapanya memanggil dirinya dengan kata ganti "anda".

"Kalian siapa?" tanya Sungmin kemudian.

"Ah! Perkenalkan , Kim Jinwoo imnida~Dan dia Hyungku, Kim Hanbin. Kami siswa dari kelas 3c..kami-"

"Yah!" Hanbin menyenggol lengan Jinwoo. Berhasil Jinwoo mengentikan semua ocehanya dan mengingat tujuan utama mereka.

"Kami k-kemari karena..ng..Kyuhyun m-memanggilmu" ucap Jinwoo.

"Mwo? Kyuhyun? Hh~ maaf tapi aku sibuk" jawab Sungmin kembali fokus ke novel nya.

"J-jebal Sungmin-ah. Hiks dia- dia bilang dia akan kembali menghajar hiks menghajar kami jika kau tak mau menemuinya..hiks kumohon Sungmin-ah" Jinwoo berujar dengan air mata yang tercucur bebas.

"A-apa? Omona..." Sungmin menggigit bibirnya. Dirinya begitu iba melihat keadaan dua kakak beradik tersebut, tapi dia sungguh malas berurusan dengan Kyuhyun si bedebah itu.

"Hhh~~ baiklah aku akan kesana dan menemui Kyuhyun"

"K-kamsahamnida Sungmin-ah" Jinwoo dan Hanbin membungkuk berterima kasih.

.

.

.

.

BUAGH BUAGH BRAK

"Argh.. Appo.."

"Hhh~ Kyu, berhentilah" ucap Yesung yang jengah memandang apa yang sedari tadi Kyuhyun lakukan.

"Apanya yang berhenti? Ini menyenangkan Yesung-ah" jawab Kyuhyun sembari menarik kerah salah satu dari dua namja yang telah babak belur didepanya.

"Dia benar-benar mengabaikanku"

BUAGH

Kyuhyun memberikan pukulan keras ke perut namja itu sehingga membuatnya kembali tersungkur.

"Apa dia marah? Apa dia tak bisa sedikit saja MEMBALAS PERASAANKU?!"

BUAGH BUAGH

Kali ini Kyuhyun menendang brutal ke arah dua namja yang kini meringkuk, mencoba melindungi bagian penting mereka.

"A-rgh.. K-Kyuhyun ssi, kumohon ampuni kami. K-kau pukuli saja aku, tapi jangan adikku" Ucap salah satu namja yang terlihat sedikit lebih tinggi dibandingkan namja di sebelahnya.

"Yatuhan..kalian membuatku terharu" ucap Kyuhyun dengan nada mengejek.

"Kumohon.. Kami akan melakukan apapun yang kau minta"

"Kyuhyun! Berhentilah! Kenapa kau jadi se brutal ini hah?!" teriak Siwon

"Berhenti Kyu, kau membuat markas kita menjadi bau dan berantakan" Donghae berujar santai.

"Kim-Han-Bin. Kim-Jin-Woo" Kyuhyun membaca name tag ke dua namja tersebut.

"Nah Kim Hanbin-ssi, jadi Kim Jinwoo ini adikmu? Dan kau akan melakukan apapun yang kusuruh bukan?" Kyuhyun menyentuh dagunya, memasang pose berfikir.

"Kalian dari kelas apa?" Kyuhyun berjalan menuju kursi di sebelah Yesung yang sedang membaca buku.

"K-kami dari kelas 3 c" jawab Hanbin.

"Hng..3c..MWO?! BENARKAH?!" Kyuhyun membulatkan matanya.

"Kalau begitu, panggil Sungmin. Suruh dia ke markas 4O. Jangan harap kalian bisa pulang dengan keadaan utuh jika bocah itu tak mau menemuiku"

"B-baik" ke dua namja itu lantas pergi dengan keadaan berantakan dan cara jalan yang tertatih.

"Hanya untuk memanggil Sungmin kau hampir membunuh dua orang" ucap Yesung masih fokus ke bukunya.

Kyuhyun mengendikan bahunya.

"Dia mengabaikanku" jawab Kyuhyun kelewat santai.

.

.

.

.

"Kyuhyun-ah"

Kyuhyun menolehkan kepalanya dan mendapati Sungmin tengah memandang dingin ke arahnya.

"Jadi seperti ini?" Kyuhyun beranjak dari kursinya dan berjalan mendekati Sungmin yang tengah berdiri didekat pintu masuk markas 4O.

"Apanya?" tanya Sungmin.

"Harus ada yang terluka dulu, baru kau mau menganggapku ada?" Kyuhyun berhenti saat jaraknya dan Sungmin tenggal beberapa senti lagi.

"B-bukan seperti itu. H-hanya saja- aku- Hhh~ sebenarnya apa yang kau mau dariku?"

"Aku? Sederhana saja. Bersikap manis lah padaku. Sapa aku dengan nada manis saat kita bertemu, makan sianglah bersama ku di kantin, berangkat dan pulang sekolah bersamaku, dan- bersikaplah seolah-olah aku milikmu"

Sungmin membulatkan matanya. Yak! Bagaimana bisa Kyuhyun mengatakan hal yang menurut Sungmin –sangat- sensitive dengan nada seperti sedang memesan sebuah makanan seperti itu.

"Jadi bagaimana? Kau bisa melakukanya?" pertanyaan Kyuhyun barusan membuat Sungmin tersadar dari lamunanya.

"Tidak" jawab Sungmin santai dan mantap.

"Apa? Kenapa?" Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan menuntut penjelasan.

"Ayolah Kyu, berapa usiamu? K-kau..kau sudah memiliki tunangan. Bagaimana mungkin kau bersikap seolah kau ini tak memiliki siapapun?"

Kyuhyun terdiam. Tak tau harus menjawab apa. Pernyataan Sungmin barusan terlalu membuatnya terkejut dan tak bisa membantah.

"Jadi- Bersikaplah seolah-olah kau tak mengenalku, tak usah saling menyapa jika kita bertemu, makan makananmu dengan baik tanpa aku, dan berhentilah mengangguku. Anyeong Yesung-shi, Siwon-ah, Donghae-si," ucap Sungmin sebelum berjalan keluar dari markas 4O.

.

.

.

.

"Sungmin-ah! Bisa kau layani pelanggan di meja nomor 20?!" teriak seseorang yang baru saja melewati Sungmin.

Sungmin menganggukan kepalanya dan segera berjalan ke meja nomor 20. Cafe tempat Sungmin bekerja sangat ramai hari ini. Tak heran mengingat ini adalah week end.

"Permisi, anda ingin memesan apa?" ucap Sungmin sopan dan memberikan sebuah kertas berisi daftar menu.

"Ah-" yeoja muda itu menaruh ponselnya dan membaca daftar menu yang diberikan Sungmin tadi.

"-aku ingin .. ng .. Cappucino saja" yeoja itu menutup buku menu dan mengembalikanya ke Sungmin.

"Baiklah, pesanan anda akan segera-"

"Tunggu, kau- bukankah kau orang yang tak sopan itu?!"

"Apa kau.."

.

.

.

TBC/RNR?