Setelah Suju Vakum…

Disclaimer: aku hanya meminjam nama saja.

Cast: All Member Super Junior

Genre: Family, Freindship,

Rated: K+

Warning : OOC, miss Typo (s), Kurang memuaskan, bahasa tidak dimengerti-_- DLL

Summary: Kehidupan member Suju setelah Vakum dari dunia Hiburan. Mereka mulai menjalani hidup masing-masing tanpa kata "Super Junior" namun dibalik itu, mereka menyimpan rindu yang amat sangat dengan kegiatan Super Junior dengan para membernya. Kita lihat saja kehidupan mereka setelah itu…

Happy Reading !

Chap 3: Sorry Sorry^^

Anyeong Hasseyo! Hankyung imnida. Itu nama Korea ku. Sedangkan nama China ku adalah Hangeng. Ya, aku asli China. Namun pekerjaanku ini yang memaksaku untuk kembali ke Korea.

Aku bilang Kembali tadi yah? Ya… memang. Aku dulu pernah belasan tahun tinggal di Korea. Takkan pernah kulupakan masa-masa itu. Tentu saja. Aku mendapat banyak teman, sahabat, dan Fans

Ups! Ketahuan! Kekeke~ iya aku dulu punya baaaanyaaaakkk~ Fans! Senangnya disayang banyak orang, diteriaki namanya oleh hampir beribu-ribu orang di dunia. Namun itu Dahulu.

Oke, aku ga mau mengingat masa laluku sekarang. Bukan karena itu kenangan buruk atau apa. Tapi aku tidak mau mengingat semua itu sekarang. Kenapa? Kalian gak boleh tau yah^^

Aku ke Korea karena disuruh Appaku. Selama di China, setelah aku lelah dengan dunia Entertaiment, aku memilih jadi Guru Kungfu. Yahh aku begini-begini kan jago kalo soal Kungfu. Ingin sih jadi guru balet. Tapi agak ragu juga. Masa iya aku yang ganteng nan macho begini malah ngajar balet yang harus gemulai? Bisa-bisa malah Anak-anak muridku ngerebutin aku lagi. (Han oppa narsis -_- )

Yah lumayan banyak muridku diKorea. Dan berkat pekerjaan ini, aku berkecukupan hidup sendiri di Korea serta bisa mengirim uang untuk oemma dan appa ku di China. Klo hidup sendiri di Korea, kayaknya aku dah pengalaman kan? Yahh kalian tau lah aku udah belasan tahun di Korea dulu. Tapi banyak teman yang tinggal bersamaku. Sekarang aku benar-benar sendiri. Mungkin aku punya beberapa kerabat. Namun tak sebanyak dulu. Aiiihh jadi inget masa lalu kan!?

"Songsaenim! Kenapa songsaenim melamun?" Suara namja kecil membuatku tersadar dari lamunanku.

"Dong Ho-ah. Kau membuatku kaget!" ucapku padanya. Dia malah terkekeh geli.

"hehe.. Mian songsaenim. Habisnya songsaenim malah ngelamun. Aku dan teman-teman kan ingin belajar jurus baru!" ujar Dong Ho ceria

"hei… Kungfu kita bukan yang seperti di Film Naruto. Kungfu kita itu untuk bela diri! Ingat yah!" Nasihatku padanya sekaligus teman-temannya.

"NE!" balas mereka serempak.

"oke, sebelum latihan dimulai kembali, ada yang mau ditanyakan?" tanyaku sambil menatap satu persatu

"Aku songsaenim!" salah satu murid yeojaku, Min Young mengangkat tangannya. Tanda ia mau bertanya.

"apa Minyoung? Bilang pada Songsae."

"memang benar, Songsaenim pernah menyelamatkan yeoja remaja dari kecelakan?" oh begitu. Eh dia tau darimana yah? Apa dia tahu bahwa yeoja yang kuselamatkan adalah Artis? (Teng tong! *Hee ngerusuh. Digebuk massal*)

"iya pernah. Kamu tahu darimana Minyoung-ah?" tanyaku.

"hmmm.. aku dengar dari rumor saja. Kan Songsenim terkenal Karena sudah menjuarai Kungfu selama 2 tahun ini…" katanya agak gagap. Eh? Anak kecil udah tahu Rumor? Dasar… *Han Oppa geleng-geleng*

"udah kan? Tidak ada yang bertanya lagi? Kalu sudah, ayo kita mulai latihan!" Teriakku semangat.

"NE!" Balas murid-muridku serempak.

Skip Time….

Huuuufftt~ capeknyaaa~ mengajar Kungfu anak-anak kecil bukan hal yang mudah. Namun tetap saja aku menyukainya. Kadang mereka yang bertingkah konyol dan polos membuatku tak tahan untuk tertawa.

Ngomong-ngomong soal anak kecil, aku juga ingin punya anak deh. Rasanya pasti bahagia ya kalau sudah memiliki keluarga kecil yang tentram dan damai… Apa 'mereka' sudah memiliki keluarga ya? kalau iya, berarti aku kalah dong. Tapi aku ga ngebayangin kalau 'dia' bakalan punya pacar Yeoja cantik. Dia sendiri mirip Yeoja! Haha~

Kumasuki apartementku. Tak sengaja kulihat paket Bunga pemberian Min Zie. Iya, Min Zie itu nama Yeoja yang kuselamatkan dari kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Mungkin aku bisa bercerita sedikit yah?

Waktu itu aku tengah libur dari acara " Ajar-Mengajar" Kungfu. Aku tengah berjalan-jalan mencari udara segar. Tiba-tiba saat aku menengok ke kiri, aku melihat seorang yeoja hampir terserempet mobil. Aku yang kaget langsung berlari dan menolongnya sebelum terkena mobil itu. Aku membawanya ke seberang jalan. Aku mendengar ada seseorang berteriak "MIN ZIE!". Mungkin nama yeoja ini Min Zie, pikirku.

Tiba-tiba ada yang menghampiriku yang tengah menggendong Yeoja tadi. Yeoja tadi pingsan karena kaget mungkin. Kulihat sekilas wajah Yeo.. errr maksudku namja karena kulihat ia memakai kemeja dan jas. Ia terlihat cemas. Terlintas dipikiranku, ia mirip sekali dengan 'dia' (Teng Tong! *ngerusuh lagi digampar*)

"Ya! Min Zie ya! Ireonia! Ppali! Ppaliwa!" ujarnya sambil menguncang-guncang tubuh yeoja itu.

"Cih! Mobil sialan! Bukannya berhenti dan bawa dia ke rumah sakit!" omelnya kesal. Tuh kan, bener-bener mirip 'dia'.

"tenang saja. Ia hanya pingsan. Nanti juga siuman…" ucapku lembut. Entah kenapa mendengar suaranya membuatku mengingatnya….

"ah, Gamshahamnida ne sudah menolong keponakanku!" dia tersenyum. Mirip bahkan sama dengan 'dia'. Aku menganggukkan kepalaku lalu melihat jam. Sudah hampir malam lebih baik aku pulang.

"kau bisa membawanya kan? Kalau bisa aku pulang dulu ya. sudah hampir malam." Pamitku

"ah ne! tak apa aku bisa sendiri. Lagipula rumahku tak jauh dari sini."

"ne. kalau begitu aku pergi dulu! Anyeong!" salamku dan langsung kembali ke apartement.

Yah begitulah ceritanya. Sejak saat itu katanya Min Zie menyuruh orang untuk mengetahui siapa yang menolongnya. Dan ia mulai bersahabat denganku. Aku baru tahu kalau yang kutolong itu Artis ternama. Dan anehnya tak ada yang tahu kalau dia kecelakaan. Mungkin menjaga image kali yah…

Aku masuk ke kamar mandi. Membersihkan diri dari kotoran-kotoran yang menempel di badan. Setelah selesai aku membuka lemari pakaian ku. Tiba-tiba ada sms dari hp ku yang tergeletak dikasur. Kuambil HP ku dan kulihat sms itu berasal dari Min Zie.

From: Minzie

Oppa! Dengarkan aku ya! oppa harus melihat aku jadi DJ Radio! Ani oppa nyalakan Radio oppa lalu cari saluran(?) 89.1 ! aku jadi DJ Radio untuk radio tersebut hari ini. harus ya oppa!

Aku terkekeh. Kupakai baju piyama ku segera. Lalu kunyalakan Radio pemberian appa. Kucari saluran radio yang dibilang Min Zie. Ah, sudah dimulai. Kudengarkan suara Min Zie yang terdengar merdu.

"ah anyeong Yeorobun! Kita punya bintang tamu yang akan menjadi DJ Radio untuk hari ini. Min Zie-ya, bagaimana perasaanmu?"

"Tentu saja aku senang! Ini pengalaman pertamaku menjadi DJ Radio! Semoga kalian suka!"

"Ne, ah, Min Zie-ya, kau ingin memutar lagu apa untuk pembuka?"

"aahh… aku mau memutar lagu lama. Ini adalah lagu Boyband kesukaanku waktu dulu. Sayang mereka telah Vakum. Ini lagu yang Berjaya pada masa itu. Kita putar ya!"

Aku penasaran. Boyband kesukaannya? Yang kutahu, ia suka Super Junior kan? Jangan-jangan…

Dance Dance Dance Dance
Dance Dance Dance Dance
Dance Dance

Omo! Ini kan!?

Sorry Sorry Sorry Sorry
Naega naega naega meonjeo
Nege nege nege ppajyeo
Ppajyeo ppajyeo beoryeo baby
Shawty Shawty Shawty Shawty
Nuni busyeo busyeo busyeo
Sumi makhyeo makhyeo makhyeo
Naega michyeo michyeo baby

Aiihh! Lagu ini!?. segera kumatikan Radio itu. Kutelentangkan tubuhku dikasur menatap langit-langit kamar.

Kupejamkan mata. Memori-memori akan masa laluku terulang sudah. Kududukkan diriku. Kuambi sebuah foto dibawah bantalku. Cukup besar size foto itu. Didalamnya, terdapat Member Super Junior. Lengkap. 13. Dengan tulisan di pojok foto tersebut "PROM15E TO 13ELIEVE" kutatap nanar diriku yang ada difoto itu. Aku sedang tersenyum lebar dengan Heechul disebelahku. Member yang lain memasang gaya yang imut-imut. Aku tertawa renyah. Tak terasa di pelupuk mataku tlah mengalir air mataku. Kuhapus kasar air mata tak berdosa(?) itu.

"aiiihh Hangeng! Lupakan itu!" Teriakku lantang. Masa bodoh dengan tetangga. Aku tak peduli. Mengapa aku begini? Aku sendiri bingung kenapa aku bisa seperti ini. hanya saja, aku merasa amat sangat bersalah.

Aku merasa bersalah. Karena aku, Heechul katanya mengurung diri 3 bulan dikamarnya. Aku merasa telah mengecewakan semuanya… mengecewakan member lain, mengecewakan Heechul, serta mengecewakan ELF. Aku merasa… benar-benar tidak berguna…

Kuputuskan Kontrakku dengan SM. Bukan karena aku bosan dengan Suju atau apa. Tapi Jadwal yang terlalu padat, Rindunya aku akan kampung halamanku, serta Beratnya pekerjaan yang harus kulalui dengan SM membuatku putus asa. Aku mengeluarkan diri dari Super Junior.

Setelah keluar, aku memilih ber solo karir di China. Banyak juga yang mendukungku setelah keterpurukkanku itu. Bahkan para ELF masih setia memberiku dukungan walau aku bukan Member Super Junior lagi. (Hee bangga sebagai ELF! (Digebuk karena menggangu suasana)

Setelah sekian lama aku Solo. Aku memilih Vakum. Kudengar saat itu Super Junior juga Vakum. Hatiku teriris melihat Super Junior yang tampil tidak lengkap sejak Tahun itu. Tahun terberatnya Super Junior.

Kangin yang 2 kali terkena kasus sehingga harus wamil. Aku yang keluar. Serta Kibum yang memilih menjadi Aktor. Itulah yang membuat ku merasa bersalah. Entah . aku benar-benar merasa tak berguna.

Karena kelelahan berpikir sambil menangis, aku tertidur…

Pagi hari.

Jam 06.00 KST. Aku sudah berada didapur untuk membuat sarapan. Saat terbangun tadi kepalaku terasa sangat pusing. Dan ketika kulihat wajahku di cermin, mataku terlihat sedikit membengkak.

Menu sarapan Andalanku setiap hari adalah Beijing Fried Rice. Hehe… jadi Inget Suju Full House kan… aih! Sudahlah! Aku harus maju sekarang! Tiba-tiba ponselku berbunyi. Tanda panggilan masuk.

"Yeoboseyo?"

"Anyeong Hasseyo Han Songsae. Aku orang tua Gweebon. Boleh aku meminta tolong padamu?"

"Nde, tentu saja Oemonim. Memangnya ada apa?"

"Setelah Gweebon berlatih Kungfu, bisakah kau mengantarnya ke tempat latihan Dance nya? Dekat dengan tempat latihanmu kok. Maaf aku meminta tolong seperti ini. soalnya tak ada yang bisa kumintai tolong. Aku terlalu sibuk."

"Ye. Tentu saja Oemonim. Tak apa kok. Semua muridku sudah kuanggap anakku sendiri…"

"Nde! Gamshahamnida Songsaenim! Ah aku harus Meeting. Anyeong!"

Klik!

Oke… tugasku bertambah sekarang….

Skip Time… (Again)

Latihan sudah selesai. Aku harus mengantar Gweebon ketempat latihan Dance nya. Nama tempat itu "Lee Dance" eh? Namanya cukup aneh. Apa orangnya aneh juga?

"Songsaenim. Gomawoyo ne mau mengantar Gwee ke tempat Dance.." ujarnya imut sambil memegang tanganku.

"ne. cheonma. Tak apa kok. Ayo segera pergi!" ajakku.

"Nde!" dia semangat sekali…

Kami berjalan sambil sesekali tertawa berkat leluconku dan sikap polos Gweebon. Tak terasa kami sudah sampai di tempat yang dituju.

"Anyeooonngg~! Lee Songsaee~! Gwee sudah datang!" Teriak Gweebon kencang. Aku terkekeh. Sungguh anak kecil yang polos seperti dia ini bisa menjadi hiburan.

"aahh Nde Gwee! Kajja! Masuk! Ayo kita latihan!" eh suara itu? Nada ceria itu.

"Ayo Gwee tunggu apalagi! Eh ada yang mengantar Gwee. Anyeong Lee.." perkenalannya terpotong Karena Gweebon keburu berteriak…

"Yak! Monyet Songsae! Ayo latihan!" aku terdiam. Gwee tak sopan sekali… tapi tunggu dulu…

Lee?

Monyet!?

Mungkinkah!?

TBC

Anyeoonng~ *Tebar telor ungu Kyu* Hee balik~ mian baru update! Hee abis sakit. Mata Hee sampe sekarang masih rada-rada sakit. Hee aja nyolong-nyolong waktu istirahat buat ketik ni ff *Curcol dikit

Chap ni ga sempet Hee Edit. Jadi maaf klo ada Typo atau apa. Maklum Mata Hee udah kena silinder *lha?

Untuk Rossaelf4ever. Di Prolognya udah aku jelasin bahwa 1 chapter itu isinya kehidupan 1 member SJ. Maaf yak lo kurang memuaskan ff ini atau apapun. Hee minta maaf *bow

Makasih untuk semua yang review juga yang udah baca! Maaf yak lo update kelamaan!

Review again Please :3

HEE