A/N: Huwaaaaaaa, maaf banget , berhubung Lodo gak bisa lanjutin, maka terpaksa saya , Seika yg gantiin. Dan maaf kalo lanjutannya lama banget! Semoga kalian bisa menikmati fic ini…

Kisah Ocnya Lodo, Raina…


Irlandia….

Di sebuah pegunungan yang indah, di mana terdapat desa yang kecil namun damai di kaki gunung…

Ada sebuah rumah mungil di pinggir desa, dekat dengan daerah hutan di kaki gunung . Rumah itu agak reyot, karena sudah tua . Di sekeliling rumah itu terdapat pohon-pohon besar yang dahan-dahannya menutupi atap, hingga pada malam hari, rumah itu terlihat angker . Namun biasanya selalu dipenuhi aura ceria dan penuh kehangatan di dalamnya…

Ya, biasanya….

Keadaan rumah mungil itu sunyi senyap…Yang terdengar hanyalah isakan tangis belaka… Ah… Rupanya telah terjadi sebuah tragedi dalam rumah itu . Alam seakan turut berduka, hingga cuaca saat itu menjadi mendung, disertai angin yang kencang.

Aku tidak ingin membuat kalian mati penasaran , jadi mari kita lihat apa yang terjadi di rumah itu…

Di dalam rumah mungil…Di balik dinding sempit dan penuh retak, ada sebuah kamar . Di dalam kamar itu, berbaringlah seorang pria yang agak tua . Wajahnya kesakitan . Sepertinya Ia sedang menanti Malaikat maut untuk menjemputnya.

Tapi pria itu tak hanya sendiri . Di sampingnya, seorang gadis kecil yang umurnya tak lebih dari 8 tahun, berlutut di samping ranjang sambil menangis . Rambut ungunya acak-acakan, wajahnya kuyu dan lesu karena terlalu banyak menangus . Matanya yang merah memancarkan rasa khawatir dan takut.

"Ra…Raina.." erang pria sakit itu, berusaha memanggilnya.

"Ya, …Ada apa?" Raina mendekatkan dirinya pada ayahnya .

Sang ayah tersenyum lemah, lalu dengan susah payah mengambil sesuatu di balik bantalnya . Ia mengeluarkan sebuah tongkat kecil, yang terbuat dari logam keras.

" Ini adalah tombak yang selalu aku gunakan sejak aku masih muda . Ini warisan turun temurun dari leluhur Ini akan berguna untukmu, jagalah baik-baik."

" Tom, tombak? Kok lebih mirip seperti tongkat pendek yah?"tanya Raina.

"Sudah, ambil saja dulu . Lalu hentakkan tongkat itu, maka tongkatnya akan memanjang dan ujung tombaknya akan keluar."

Meski masih bingung , tapi Raina menurut saja.

"Hidup Ayah sudah tak lama kamu tak perlu cemas, Ayah sudah mendaftarkan kamu ke panti asuhan untuk berjaga - jada . Jadilah anak yg baik, Raina."Matanya perlahan menutup,dan ruangan itu menjadi hening.

Tak ada lagi hembusan nafas, selain nafas Raina sendiri.

"Ayah…?"


5 tahun kemudian…..

Raina sudah berkali-kali pindah panti asuhan . Terakhir adalah panti asuhan Graud Foundation . Saat itu ia berumur 10 . Raina masih ingat saat itu, ia bertemu anak laki-laki yang lebih muda darinya, tapi baik . Meski agak cengeng.

Yap, dia Shun . Tapi baru sebentar mereka akrab, Shun sudah harus pindah ke Andromeda Island . Raina sampai mengutuk agar kido mitsumasa cepat mati.

Raina pun memutuskan merantau ke Yunani . Tapi dasar nasib, selama 3 tahun ia nyasar kesana – kemari . Hingga baru saat inilah, ia bisa sampai keYunani dengan selamat.

Saat ini Raina berumur 13 berjalan menyusuri desa rodoria yang tua .Penduduknya hidup penduduk ini dikenal dekat dengan para ksatria Athena, hal yang sudah menjadi rahasia umum disana.

Siang itu , matahari bersinar cerah . Warga desa, sibuk dengan kegiatan masing - masing . Suasananya begitu damai, beda sekali dengan saat di kapal tadi…

Ketika Raina sibuk melihat-lihat,tiba-tiba ia menabrak seseorang . Barang yang dibawa orang itu hampir jatuh, tapi dengan sigap bisa diambil kembali olehnya sebelum jatuh ke tanah.

Raina sampai bengong, apalagi saat melihat pria itu tertutup.

"Apa ia buta?kalo buta, mana mungkin…"

Seakan bisa membaca pikiran Raina, pria itu menjawab, "Saya tidak buta,"

Raina terkejut, tapi langsung minta maaf karena tak sengaja menabrak dia.

"Tak apa , kau tak perlu sampai mebungkuk seperti itu." jawabnya

Raina mendongak, melihat wajah pria itu . Rambutnya pirang dan panjang . Seperti orang barat . Tapi dari garis wajah dan hidungnya , seperti garis wajah bangsa India . Dan lagi, ada titik merah di tengah dahinya.

Pria itu mengerutkan keningnya,"kenapa menatapku seperti itu?"

"Errr, gak, hanya bingung…Err, ini dimana sih?"Raina jadi salting.

"Ini di Rodoria, dekat dengan sanctuary . Oh ya, omong-omong,kau sedang mencari pekerjaan?"

"Hah? Kok tahu?"

"Hanya menebak saja."

"Iya, begitulah."

"Aku mau menawarkan pekerjaan, tapi itu tergantung pilihanmu."

"Pilihanku?"

"Ikut aku, oh ya, aku belum memberitahu namaku . Aku Shaka."Shaka mengulurkan tangannya.

"Raina"jawabnya sambil menjabat tangan Shaka.

"Baiklah Raina, ikut aku."ujarnya sambil membalikkan badan.

"Kemana?"tanya Raina.

"Sanctuary…" jawab Shaka pendek.

Raina, meski ingin, tapi ketika melihat ekspresi Shaka, memutuskan tak bertanya apa-apa lagi.


"MEMPERTARUHKAN NYAWAAAAAAA?" teriak Raina histeris.

Teriakan Rina yg keras hampir merobohkan kuil virgo yang sudah banyak retaknya saking tuanya . Shaka sendiri menutup kupingnya karena tak ingin gendang telinganya jadi korban.

Raina tak bisa mempercayai apa yang baru saja ia dengar . Jantungnya seakan-akan ingin keluar dar tempatnya . Percaya atau tidak, inilah percakapan yg terjadi 3 menit yang lalu…

Flash back:

Shaka: "Aku ingin menawarimu menjadi saint."

Raina:"Saint?"

Shaka:" Ksatria Athena , yang sudah mengabdi selama beribu-ribu tahun. Gajinya tak terlalu besar, tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan …"

Raina:"Tapi…?

Shaka:"Menjadi saint itu tak mudah, latihannya berat,bahkan ada yang gugur karena mempertaruhkan nyawa,"

Raina:"HAAAAAAAAAAAH?"

Present:

Shaka menghela nafas,"Yah, kalo kau tak mau tak apa-apa, kau bisa jadi pelayan sanctuary, tapi gajinya lebih kecil sih."

Raina menatap Shaka,"Kenapa kau menawariku menjadi saint?"

Shaka terdiam berberapa juga jawaban keluar dari mulutnya.

"Sebenarnya aku pernah melihatmu, tengah malam tadi…Saat kau menghajar para perompak kapal itu sendirian."

"Ka, kau melihatnya?"

"Ya, aku melihatbnya dari menghajar mereka dengan tombakmu yang ,kan?"

"Iy, iya…"jawab bingung dengan kemisteriusan Shaka, Raina teringat peristiwa semalam.

Semalam , memang ada perompak yang masuk secara paksa ke dalam saja selain mengancam nyawa, Raina juga terancam akan tersesat di laut tanpa bisa sampai ke yunani dengan selamat.

Untungnya Ia bisa bertahan dan menghajar para perompak itu dengan tombaknya . Setelah babak belur , para perompak itu pun lari tunggang langgang.

"Kamu punya potensi menjadi saint . Kau punya cosmo, sadar tak sadar . Tubuhmu juga atletis . Kelihatannya itu bukan pertama kalinya kau bertarung ya?"kata Shaka.

"Err, ya apa boleh baut , ayahku sudah meninggal, tak ada yg bisa melindungiku, jadi mau tak mau aku harus bisa mebela diri sendiri..Ahahaha."ujar Raina sambil tertawa hambar.

Shaka jadi gak enak hati."Maaf, aku berkata yang tidak-tidak."

"Tidak masalah kok haha sudah lama." ujarnya . Raina tak ingin terlihat sedih di depan orang lain.

"Selama apapun waktu berlalu, luka karena kehilangan orang yang berarti tak akan pernah hilang…."ucap Shaka dramatis.

Raina tertegun mendengarnya . Pikirannya melayang ke masa2 kecilnya, dan hampir saja ia menangis terharu kalo saja Shaka tak berkata,"Kayaknya kalimat tadi pernah aku baca dari buku sastra ini deh…"ujar Shaka sambil mengambil bukunya dari meja.

GUBRAK!

Raina sampai terjungkal dari kursi , kirain mah kalimat puistis itu bikin sendiri gak taunya nyontek?

"Oh karena sulit disembuhkan, aku rasa kamu perlu ikut meditasi, yoga, membaca sastra, menafsir tripitaka, itu bagus untuk keseimbangan jiwamu, dan bla bla bla bla bla bla bla…"cerocos Shaka tanpa henti sampe Raina sweatdrop 1 galon.

Boro-boro deh keseimbangan jiwa . Sekarang aja ia dah hampir gila dengerin khotbahnya Shaka . Tentang samsara lah, inkarnasi lah . Dan Sederet istilah buddha yang tak ia mengerti . Sengsara banget. Sampe2 rasanya Raina pengeeeeen banget langsung menghilang dari situ . Mungkin ia bakal pindah ke Planet Mars.

"STOOOOOPPPP!Ok, ok …Sudah cukup…Aku , aku mau jadi saint saja,ok?" potong Raina cepat.

Dari ekspresinya sepertinya Shaka jengkel karena khotbahnya dipotong . Tapi akhirnyaShaka setuju untuk membantunya menjadi saint…


3 tahun berlalu…..

"Shaka! Cepet dong jangan meditasi terus!"teriak Raina dari dapur.

"Iya,iya." jawab Shaka duduk di makan sayur salad yang (selalu) menjadi , Raina sudah jadi saint di usia 16 tahun ,denan ranking silver.

Dan sekarang, ia hidup di sanctuary sambil membantu Shaka membereskan kuilnya setiap hari.

And they live happily ever after…*endingnya Cinderella

Raina:"OIIII! ENDINGNYA KETUKER!"

Author:"Berisik!Dah bagus dikasih ending yg bagus, mau kutuker ama endingnya ama endingnya Romeo Juliiet?Biar mati bareng deh lo berdua!

Raina:"URRRGGGH!MAUNYA ENDING YANG ASLI!"

Author:"Dasar rewel, nih deh kukasih!"

Ending:

Akhirnya mereka hidup dengan tenang dan, rukun…?

Raina:"Shaka!kok sayurnya gak abis?"

Shaka:"Saya tak ingin mengenyangkan diri saya dengan benda duniawi."*dengan kalem

Raina:"Duniawi apanya?ini sih namanya pemborosan tau!

Bla bla bla bla bla….

Kalo diceritain secara lengkap disini, author yakin sampe tahun depan juga gak bakal beres .Jadi, cerita ini sudah:

TAMAT


A/N: Maaf kalo ceritanya campur aduk kayak gado2, hope you all like it!

Tag to go:

Aku pilih:Yuki-san!

Seika,Kumaichiro-san or Scarlet?

Please review demi meramaikan fandom ini.