UNFORGIVEN HERO

HAEHYUK

BOYS LOVE VERSION

FF ini di-remake dari sebuah Novel yang juga berjudul UNFORGIVEN HERO karya Shanty Agatha. Dibuat dalam versi Boys Love dengan sedikit perombakan, pengurangan dan penambahan disana- sini sesuai kebutuhan alur cerita.

Bagi yang kurang berkenan dengan sesuatu yang berbau Remake dan Boys Love, harap untuk tidak melanjutkan membaca demi kebaikan bersama ^.^

No bash, please ^^

Thank You~

..

..

Enjoy~~

..

..

..


"Even if everything is just a lie. But my love for you is real. There is no meaning whether it all for you? I lied to you because I love you, because I love you so much! "


..

..

Perputaran dunia sungguh tidak dapat diduga. Begitupun perjalanan hidup manusia. Eunhyuk melirik cincin yang melinkar jari manisnya, tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau ia akan segera menikah dengan seorang laki- laki. Ia datang ke perusahaan ini karena sebuah panggilan keberuntungan yang datang tidak di duga. Dan hanya karena satu kejadian di malam pesta itu, tiba-tiba ia menjadi tunangan pemilik perusahaan ini. Siapa yang menyangka? Bahkan di dalam imajinasinya yang paling liarpun Eunhyuk tidak pernah membayangkannya.

Semua ini terjadi terlalu cepat… terlalu tiba-tiba. Dia bahkan tidak mengenal jauh Aiden Lee.

Yang Eunhyuk ketahui tentang Aiden Lee hanyalah info dari majalah bisnis yang dibacanya ketika mencari tahu tentang perusahaan yang memanggilnya untuk interview itu, dan beberapa info dari Sungmin. Selebihnnya Eunhyuk tidak tahu apapun lagi mengenai Aiden Lee.

Eunhyuk mengerjapkan mata ketika mobil hitam yang elegan itu meluncur dengan mulus dan berhenti tepat di depannya. Aiden sendiri yang menyetir mobilnya. Dia turun dari mobil dan membukakan pintu penumpang di sebelahnya.

"Kau sudah lama menunggu?"

"Tidak. Aku baru beberapa menit di sini"

Eunhyuk melangkah masuk ke mobil dan lelaki itu menutupnya, lalu kembali ke balik kemudi dan menjalankan mobilnya.

Tiba-tiba sebuah pemikiran melintas di benak Eunhyuk, bahwa dia bahkan tidak tahu nama lengkap lelaki ini.

"Kau yakin akan melanjutkan semua ini? Kita bahkan tidak saling mengenal sama sekali?"

"Masih banyak waktu. Dengan senang hati aku akan membuka diri agar kau bisa mengenalku lebih jauh. Kau bisa tanyakan apapun tentangku yang ingin kau tahu"

"Siapa nama aslimu?"

Donghae mengerem dengan mendadak. Membuat ban mobil berdecit dan tubuh Eunhyuk terdorong kedepan, untunglah mereka sedang berada di jalanan yang sepi. Eunhyuk menoleh ke arah Donghae dan menatapnya bingung. Apa Donghae kaget karena pertanyaannya? Tapi kenapa? Eunhyuk hanya menanyakan nama aslinya 'kan?

"Maaf, tadi ada kucing menyeberang. Kau tidak apa- apa?"

"Tidak. Aku hanya kaget"

"Aku juga kaget setengah mati. Tadi kau tanya apa?"

"Nama aslimu. Aiden bukan nama aslimu 'kan? Karena menurutku nama Aiden bukan nama untuk orang Korea pada umumnya"

Donghae mencengkram kemudinya erat- erat. Tidak menyangka Eunhyuk akan menanyakan nama aslinya secara tiba- tiba. Walaupun Donghae sudah menduga jika cepat atau lambat Eunhyuk akan menanyakannya, tetap saja ia tidak mengira akan secepat ini.

"Kau tidak tahu? Padahal kau sudah beberapa bulan bekerja sebagai bawahanku. Keterlaluan"

Donghae berpura- pura bersikap biasa, padahal jauh di dalam hatinya Donghae tegang setengah mati. Donghae takut jika Eunhyuk mengetahui nama aslinya dan ternyata Eunhyuk mengingatnya sebagai Donghae si penyebab kematian ayahnya, maka hancurlah sudah semua rencananya. Tapi mungkin ini adalah saatnya mengambil resiko. Kalau Eunhyuk tidak memberi reaksi apapun setelah mengetahui nama aslinya berarti Donghae bisa melangkah ke rencana selanjutnya dengan aman. Karena bagaimanapun, kalau mereka menikah nanti, Eunhyuk harus tahu nama aslinya. Donghae menghela napas sekali lagi, seolah sedang bersiap- siap melepas sumbu granat.

"Nama asliku Lee Donghae"

Donghae mencoba tenang meskipun jauh di dalam hatinya ia ketakutan setengah mati. Selama ini ia selalu menyembunyikan identitasnya itu rapat- rapat dari siapapun, bahkan semua orang diperusahaanya pun mengenalnya sebagai Aiden Lee. Dan sekarang setelah Eunhyuk mengetahui nama aslinya rasanya seperti Donghae sedang menunggu granat yang siap meledak ditangannya, membuatnya berdebar.

Tetapi apa yang ditakutinya tidak terjadi. Eunhyuk memang sedikit mengernyitkan dahi lalu mengangkat bahunya.

"Kau pasti sudah tahu namaku 'kan?"

"Lee Eunhyuk. 'Eun' yang berarti sebuah permata. Kau memang seperti sebuah permata yang berkilauan, sangat menyilaukan"

Donghae mencoba bercanda, menutupi rasa leganya saat Eunhyuk tidak mengingatnya sebagai Donghae, seseorang yang telah membunuh ayahnya bertahun lalu. Tentu saja penampilan Donghae yang dulu dan sekarang berbeda. Donghae yang dulu kurus karena memakai obat dan minuman keras, perokok berat, ugal- ugalan dengan tindik telinga dan rambut yang di cat berwarna coklat terang. Dan dari kontur wajahnya pun Donghae yang sekarang jauh terlihat lebih dewasa. Secara fisik sangat sulit menghubungkan dirinya yang sekarang dengan pemuda tak bertanggung jawab di masa lalu itu.

"Kau bisa memanggilku Donghae kalau kau mau, keluargaku memanggilku begitu"

"Tidak! Aku tidak mau. Aku akan memanggilmu dengan Aiden saja"

Donghae bisa melihat jika tubuh Eunhyuk begitu tegang. Donghae lalu menarik napas dengan pedih, Eunhyuk masih mengingat jelas nama lelaki yang membunuh ayahnya, itu sebabnya Eunhyuk menolak memanggilnya dengan nama Donghae. Sepertinya Eunhyuk memang masih menyimpan kebencian kepada lelaki yang membunuh ayahnya. Donghae harus bisa membuat Eunhyuk melupakan "Donghae si pembunuh'. Dan terbiasa dengan nama Donghae sebagai seorang yang baik- baik yang akan menikahinya.

"Kenapa? Keluargaku biasa memanggilku dengan nama itu dan kau akan segera menjadi keluargaku yang paling dekat"

Donghae tersenyum lembut dan menatap Eunhyuk dengan sorot mata sendunya. Eunhyuk harus belajar memanggilnya dengan nama Donghae. Dengan begitu, mungkin saja itu bisa melunturkan kebencian di masa lalunya sedikit demi sedikit.

"Tapi aku-

"Cobalah. Bahkan kau belum mencobanya"

Donghae mengerang dalam hati. Ia ingin sekali mendengar namanya diucapkan oleh suara merdu dari bibir Eunhyuk.

"Donghae"

Nama itu akhirnya terucapkan dari bibir Eunhyuk dengan pelan. Tapi terdengar luar biasa di telinga Donghae, bagaikan alunan merdu menghembus telinganya. Mimpinya selama ini telah terwujud. Donghae memejamkan matanya, berusaha menahan senyumnya yang semakin lebar.


.::: UNFORGIVEN HERO :::.

.::: HAEHYUK :::.


Victoria sedang berjalan santai menuju apartementnya ketika sebuah tangan keras mencengkeram lengannya membuatnya memekik dan menatap marah kepada Nickhun.

"Lepaskan aku! Kau kasar sekali"

Nickhun menatap Victoria dengan tajam, lalu akhirnya melepaskan pegangan tangannya. Dengan sinis Victoria mengusap-usap lengannya yang memerah bekas cengkeraman Nickhun.

"Sial! ini sakit sekali, pasti akan memar. Mau apa kau? Apa kau ingin melanjutkan yang tertunda waktu itu?"

Tatapan Victoria berubah sensual dan menggoda.

"Hentikan, Victoria! Aku tahu pasti kau tidak tertarik padaku. Dulu aku mengejarmu dan kau menolakku mentah-mentah. Lalu kenapa malam itu kau merayuku?"

"Mungkin karena aku berubah pikiran. Kenapa? Apa kau tidak tersanjung dirayu olehku?"

Victoria mengerling dan tersenyum kemudian mengedipkan sebelah matanya berusaha menggoda Nickhun.

"Aku mencium bau busuk. Ada sesuatu yang tersembunyi di sini dan aku yang menjadi korbannya. Tapi ingat Victoria, aku tidak akan tinggal diam, aku akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi"

Nickhun hampir berteriak didepan wajah Victoria. Dia yakin ada yang tidak beres dibalik kejadian di malam pesta itu. Dan Nickhun yakin, Victoria pasti tahu sesuatu.

"Mencari tahu apa? Kau aneh. Ah, mungkin kau sedang patah hati jadi kau sibuk berhalusinasi"

"Apa maksudmu?"

"Kau tidak tahu? Laki- laki manis yang kau kejar itu akan segera menikah dengan Aiden"

Victoria tersenyum miring, menikmati rona pucat yang langsung menguasai wajah Nickhun.

"Sudah ya, aku sibuk. Lain kali kalau mau membuang waktuku, tolong lakukan untuk sesuatu yang lebih penting. Seperti bercinta misalnya?"


.::: UNFORGIVEN HERO :::.

.::: HAEHYUK :::.


"Kau tidak akan memberitahu Eomma? Dia pasti akan langsung pulang dari Jepang kalau tahu kau mau menikah"

"Tidak! Eunhyuk pasti mengenalinya"

Dan Donghae tidak mau hal itu sampai terjadi. Selangkah lagi dia bisa memilki Eunhyuk dan dia tidak mau usaha kerasnya selama ini hancur begitu saja hanya karena Eunhyuk bertemu dengan ibunya. Eunhyuk pasti akan dengan mudah mengenalinya, karena setelah kecelakaan itu mereka pernah bertemu beberapa kali.

"Jadi, selamanya kau akan melarang Eomma bertemu Eunhyuk? Itu sama saja mencegah matahari terbit, bodoh!"

"Tidak sekarang. Setidaknya sampai aku sudah benar- benar berhasil memiliki Eunhyuk"

Donghae berpindah ke mini bar, dan menuangkan segelas Wine untuk dirinya sendiri tanpa memperdulikan Krystal yang mendengus sebal karena sifat keras kepalanya.

"Kau sepertinya sudah terobsesi padanya. Mungkin kau harus menemui psikiater"

"Psikiater hanya akan menemukan satu kesimpulan"

Donghae tersenyum manis, sangat manis hingga membuat Krystal merinding.

"Kesimpulan apa?"

"Bahwa aku sedang jatuh cinta"

Krystal tertegun, benar-benar tertegun dengan mulut mengaga lebar.

"Kau benar- benar jatuh cinta pada Eunhyuk?! Maksudku, semua ini bukan karena obsesi dan rasa bersalahmu saja 'kan?"

"Itu juga. Awalnya memang karena rasa bersalah, tapi tanpa sadar aku sudah sangat mencintainya dan terjatuh untuknya. Karena itulah aku ingin memilikinya dan tidak rela jika Eunhyuk dimiliki orang lain"

"Kau mempertaruhkan hatimu, Oppa. Dia akan membuatmu hancur berkeping-keping kalau dia tahu siapa kau sebenarnya"

"Setidaknya aku sudah mencoba"

Donghae mencoba menghilangkan rasa takut dengan apa yang sudah pasti akan terjadi di depannya nanti. Kalaupun itu terjadi nanti, semoga cintanya kepada Eunhyuk cukup untuk mempertahankan laki- laki itu disisinya.

Krystal menatap sedih Donghae, perasaannya campur aduk. Selama bertahun- tahun Donghae berjuang sendirian, berusaha berubah menjadi orang yang lebih baik. Semua Donghae lakukan hanya demi menebus rasa bersalahnya pada Eunhyuk.

"Apa kau tidak melupakan sesuatu?"

"Apa?"

"Yuri. Bagaimana kau akan membereskannya? Dia pasti akan sangat marah saat tahu kau akan menikah dengan Eunhyuk"

Donghae terperanjat. Dia lupa sama sekali tentang Yuri karena terlalu fokus pada Eunhyuk. Yuri bisa dikatakan sebagai 'pasangan tetapnya' atau kalau mau dikatakan secara lugas, Yuri adalah 'partner seks'nya. Hubungan mereka bebas dan tanpa komitmen. Mereka saling memanfaatkan satu sama lain. Entah apa motif Yuri, mungkin karena Donghae cukup tampan dan kaya untuk dijadikan kekasih. Sedangkan bagi Donghae, Yuri hanyalah sekedar pelarian saat dia sangat menginginkan Eunhyuk.

Sampai beberapa lama kemudian, Donghae merasakan kehampaan. Dia tidak bisa menipu dirinya sendiri dengan memakai Yuri sebagai pengganti Eunhyuk. Bahwa dia tidak bisa kalau bukan Eunhyuk. Hingga akhirnya Donghae memutuskan meninggalkan Yuri dan mengakhiri hubungan tanpa komitmen mereka.

"Semoga dia tetap berada di luar negeri, Setidaknya sampai aku dan Eunhyuk menikah"

"Sayangnya, dari yang aku dengar dia akan pulang dalam waktu dekat. Kau harus menjauhkan Eunhyuk darinya untuk mencegah hal- hal yang tidak di inginkan"

Dan seperti memilih waktu yang tepat, ponsel Donghae berbunyi, dia mengangkatnya ketika melihat nama Victoria di layar.

Di seberang telepon Victoria menjelaskan perihal pertemuannya dengan Nickhun. Membuat Donghae menghela napas gusar. Setelah telepon ditutup, dia menatap Krystal dengan penuh tekad.

"Pernikahan ini harus segera dilaksanakan"

Dan untuk melaksanakan pernikahan dengan segera, Donghae membutuhkan bantuan seseorang.


.::: UNFORGIVEN HERO :::.

.::: HAEHYUK :::.


"Kau yakin?! Ini bukan ide bagus"

"Aku sudah bertekad. Dan kau tidak bisa mundur lagi, Hyuk. Demi dirimu sendiri dan demi Krystal"

"Ta- tapi aku tidak menyangka akan secepat ini! Maksudku, kau bilang kita punya kesempatan untuk saling mengenal dulu, pernikahan bukan sesuatu yang main- main, Donghae!"

"Aku sudah memesan tiket dan semua sudah disiapkan. Krystal akan menyusul kita nanti. Tidak bisa dibatalkan! Dan sekarang kita sedang dalam perjalanan ke sana"

Tadi pagi Donghae menyuruhnya bersiap-siap karena akan ada meeting mendadak dengan klien dan Eunhyuk harus ikut. Eunhyuk sempat protes karena ia tidak mempersiapkan apapun. Tapi Donghae bilang semua sudah disiapkan.

Dan baru sekarang, saat mereka sudah duduk manis di dalam pesawat Donghae mengatakan bahwa mereka berangkat untuk menikah. Dan Donghae mengatakan bahwa ini sebuah kejutan tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Kejutan?

Kejutan macam apa yang membuatnya panik, gemetaran, dan merasa terjebak luar biasa?!

Di bawa ke sebuah tempat yang belum pernah didatanginya untuk dinikahi, tanpa rencana dan pemberitahuan sebelumnya. Ini hampir seperti ia diculik oleh Donghae. Atau jangan-jangan memang ini rencana lelaki itu?

"Kau sengaja!"

"Apanya?"

"Ini semua! Kau merencanakannya dengan sengaja membuat aku tidak bisa mundur lagi"

"Tidak, sayang. Sebenarnya ini karena Krystal, dia yang mendesak pernikahan ini segera dilaksanakan. Aku menceritakan kejadian di pesta malam itu. Kau tahu, dia tidak berhenti menangis seperti orang gila dan terus memaksaku untuk segera menikahimu atau dia akan memusuhiku selamanya"

"Benarkah?"

Donghae menganggukkan kepalanya, menghela napas lega sambil meminta maaf dalam hati pada Krystal, karena menggunakan nama adiknya itu lagi untuk memanipulasi Eunhyuk. Yang terpenting sekarang dia bisa membawa Eunhyuk bersamanya dan menikah secepatnya.

..

..

Setelah menempuh penerbangan selama berjam- jam akhirnya mereka tiba di Malibu. Setelah meninggalkan bandara Donghae dan Eunhyuk langsung melanjutkan perjalanan menuju hotel tempat mereka akan menginap. Sebuah hotel yang terlihat begitu megah dan indah membuat Eunhyuk terpana.

Selama perjalanan menuju kamar hotel, Donghae terus menggandeng tangan Eunhyuk dengan mesra dan membawanya ke president suite di lantai paling atas hotel. Sepertinya para pegawai di hotel ini telah menunggu kedatangan mereka dan menyiapkan segalanya. Ingatkan Donghae untuk berterima kasih pada Yunho, sahabatnya yang telah membantunya menyiapkan segalanya untuk mereka seperti janjinya.

Eunhyuk mengernyitkan keningnya ketika mereka mendapatkan kamar yang sama. Apa ia akan tidur sekamar dengan Donghae?

"Kita satu kamar?"

"Kita akan menikah besok jam sepuluh pagi. Apa bedanya?"

"Aku tidak mau sekamar denganmu sebelum menikah"

"Kita sudah pernah melakukannya sebelumnya, Hyuk. Tidur sekamar. Seranjang malahan"

Donghae tersenyum lembut melihat kecemasan di wajah Eunhyuk yang memerah karena malu.

"Maafkan aku, aku hanya memikirkan kepraktisan saja tanpa memperhitungkan perasaanmu. Aku berpikir bahwa besok pagi toh kita sudah menikah, jadi tidak ada gunanya menyewa kamar terpisah. Aku tidak sadar hal ini akan membuatmu tidak nyaman"

Dengan lembut Donghae menyentuh pipi Eunhyuk.

"Apa kita akan tidur seranjang?"

"Ada sofa besar di sana. Aku akan tidur di sofa jika itu maumu. Jangan takut, aku berjanji tidak akan berbuat macam- macam"

Sejenak Eunhyuk berpikir, lalu menghela napas panjang. Sepertinya janji Donghae bisa dipercaya.

"Baiklah"

..

..

Donghae melangkah hati-hati ke tempat tidur dan duduk di tepinya. Donghae berusaha menepati janjinya, dia tidur di sofa di kamar itu. Walaupun sebenarnya Donghae ingin sekali tidur sambil memeluk Eunhyuk sepanjang malam.

Donghae tersenyum menatap Eunhyuk dengan sorot mata sendunya. Eunhyuk tertidur dengan posisi meringkuk seperti janin. Ruangan itu temaram, dengan hanya satu lampu tidur yang menyala remang- remang. Tapi Donghae masih bisa melihat bekas air mata yang sudah mengering dari sudut mata Eunhyuk yang mengalir ke pipinya.

Fikirannya berkecamuk. Kenapa Eunhyuk menangis? Apa dia merasa terbebani dengan pernikahan ini? Atau ada sebab lain?

Dengan lembut Donghae mengusap air mata itu. Hati-hati agar Eunhyuk tidak terbangun.

"Setelah ini kau tidak akan menangis lagi, Lee Eunhyuk. Tuhan tahu aku akan mengusahakan segala cara untuk membuatmu bahagia"


.::: UNFORGIVRN HERO :::.

.::: HAEHYUK :::.


"Aku senang kita bertemu lagi akhirnya. Tapi sekarang keadaannya berbeda, kau akan menjadi kakakku"

Krystal tersenyum ramah dan memeluk Eunhyuk yang dibalas dengan kaku oleh Eunhyuk.

Eunhyuk benar-benar merasa gugup. Pernikahannya akan berlangsung sebentar lagi, dan perasaannya kacau balau, campur aduk.

Ini pernikahan?

Ya Tuhan...

Dan ia akan melangsungkannya dengan orang yang bahkan tidak ia kenal dekat. Apa ia sudah gila? Tapi mau bagaimana lagi? Kejadian di malam pesta itu membuat segalanya berbeda. Dan seperti kata Donghae, ia sudah tidak bisa mundur lagi.

"Kau tidak apa-apa?"

"Aku tidak apa-apa, mungkin pernikahan ini membuatku sedikit gugup…"

Krystal tersenyum maklum, siapa yang tidak gugup kalau baru tahu bahwa akan menikah sehari sebelumnya? Donghae memang keterlaluan! Krystal tidak bisa menyalahkan Eunhyuk, kalau ia jadi Eunhyuk mungkin ia sudah pingsan di tempat.

"Donghae orang yang baik. Percayalah, saat dia memutuskan untuk menikahimu, maka dia akan menjagamu"


.::: UNFORGIVEN HERO :::.

.::: HAEHYUK :::.


Mereka sudah menikah. Eunhyuk termenung, tiba-tiba saja mereka sudah sah sebagai pasangan menikah. Seperti mimpi rasanya. Terjadi begitu saja. Lalu sekarang ia harus apa?

Eunhyuk melirik ke arah Donghae yang sedang duduk di sebelahnya. Lelaki yang duduk di sebelahnya ini, Aiden ah, Lee Donghae... sekarang sudah menjadi pasangan hidupnya.

Pasangan hidup. Suaminya… Eunhyuk melafalkan kata-kata itu berulang- ulang dalam hati. Mencoba membuat hatinya terbiasa. Tetapi rasanya terlalu cepat untuk membuat sesuatu yang berlangsung begitu tiba-tiba menjadi terbiasa untuk hatinya.

"Sekarang kita sudah bisa tidur seranjang. Ya... kalau kau tidak keberatan"

Donghae melepas dasi yang seharian melilit dilehernya dan menyampirkannya di kursi lalu menatap Eunhyuk yang gugup dengan senyuman lembut.

Donghae sangat baik mengatakan itu. Mungkin orang lain akan langsung memaksa untuk tidur seranjang karena mereka sudah menikah. Tetapi Donghae masih menanyakan keberatan Eunhyuk. Itu berarti dia menghargai pendapat Eunhyuk sebagai pasangannya.

"Mungkin aku tidur di sofa lagi saja kalau kau belum siap"

Melihat Eunhyuk diam saja, Donghae berdiri dan berniat melangkah pergi menuju sofa tapi Eunhyuk menahannya dengan menarik lengan kemejanya.

"Tunggu"

Donghae berhenti seketika, melirik ke arah tangan gemetar Eunhyuk yang mencengkeram lengan bajunya, membuat Eunhyuk langsung melepaskan pegangannya dengan gugup dan menatap Donghae dengan malu.

"Aku tidak akan mengusirmu dari ranjangmu lagi"

"Jadi kau yang akan tidur di sofa?"

Eunhyuk mengerutkan alisnya dan menatap Donghae bingung, kemudian menyadari bahwa lelaki itu sedang bercanda. Donghae terkekeh, kemudian dengan gerakan lembut menarik Eunhyuk agar masuk ke dalam pelukannya. Lelaki itu memeluknya erat, mengecup pucuk kepalanya dan meletakkan dagunya di sana.

"Kau milikku, Lee Eunhyuk" Suara Donghae berubah serak dan berat.

"Jangan takut, aku tidak akan menyakitimu. Pernikahan ini memang terlalu cepat, kuakui aku terlalu tergesa-gesa menyeretmu dalam hal ini. Aku minta maaf"

Eunhyuk memejamkan matanya dan menempelkan pipinya di dada Donghae. merasakan degupan jantungnya yang entah kenapa terasa sangat menenangkan.

"Kau tidak keberatan kalau kita sama- sama tidur di ranjang itu?"

Eunhyuk mendongakkan kepalanya, langsung berhadapan dengan sepasang mata Donghae yang menatapnya sendu. Eunhyuk hanya mengelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Donghae.

Akhirnya ia berani memutuskan. Pernikahan ini memang tak terduga dan sama sekali tidak terbayangkan olehnya. Tapi seperti kata Krystal sebelum pernikahan tadi, ia beruntung menikah dengan Donghae, karena Donghae pasti akan menjaganya. Dan Eunhyuk memutuskan, ia akan mencoba menjadi pasangan yang baik untuk Donghae.

"Kalau kita sama-sama tidur di ranjang itu, kita tidak akan hanya tidur. Aku akan menyentuhmu. Mngkin aku sudah pernah melakukannya malam itu, kita sama-sama tidak ingat. Tapi,kalau ternyata ini yang pertama untukmu, aku berjanji akan bersikap lembut"

"Ya"

Donghae mengerang menahan hasratnya, lalu disentuhnya dagu Eunhyuk lembut untuk mendongakkan kepalanya, kemudian mencium bibir Eunhyuk dengan sepenuh gairahnya, jemarinya menelusuri permukaan kedua lengan Eunhyuk, bergerak naik turun dengan menggoda membuat Eunhyuk mengerang pelan.

Ketika ciuman itu terlepas, napas mereka berdua sama- sama terengah-engah. Donghae lalu mengecup lembut bibir Eunhyuk yang masih terbuka, beralih ke pipinya, kemudian ke telinganya, meniupkan nafas panasnya di sana membuat Eunhyuk memekik kegelian.

"Di sana titik sensitifmu?"

Lelaki itu lalu mengecup lembut telinga Eunhyuk dan lidahnya dengan nakal mencicipi di sana.

"Aku sangat menginginkanmu, Eunhyuk"

Dengan lembut Donghae mengangkat tubuh Eunhyuk dengan kedua lengannya dan dibaringkannya ke atas ranjang, kemudian menciumnya lagi dan tubuhnya bergerak dengan lembut di atas Eunhyuk. Dengan lembut tetapi cekatan, Donghae membuka kancing demi kancing kemeja putih yang Eunhyuk kenakan dengan pelan dan hati- hati, seolah ingin menyiksa dirinya sendiri. Seperti orang yang membuka hadiahnya dengan penuh antisipasi dan kemudian mengintip dengan hati-hati.

"Di mana kau ingin aku menyentuhmu, sayang? Katakan padaku" Suaranya menjadi serak dan sensual.

Eunhyuk hanya bisa mengerang dan terus mendesah menerima perlakuan Donghae yang begitu lihai di tubuhnya. Membuatnya tidak sadar sejak kapan Donghae melepaskan seluruh pakaian yang ia pakai, sehingga kini ia terbaring telanjang di bawah tindihan Donghae yang masih berpakaian lengkap.

"Kau sangat indah"

Kepala Donghae pening oleh gairah saat ia menggerakkan tangannya menyusuri lutut Eunhyuk lalu naik ke pahanya. Sampai kemudian menyentuh milik Eunhyuk yang terpampang dihadapannya. Menyentuhnya, meremasnya pelan membuat Eunhyuk memekik dan menggeliat dibawah tindihannya.

Donghae menegakkan tubuh dan bertumpu pada lututnya yang mengangkang di atas tubuh telanjang Eunhyuk dan membuka kemejanya, memamerkan dada telanjangnya yang bidang dengan otot-otot yang kekar dan keras membungkus tubuhnya. Membuat Eunhyuk merasakan dorongan luar biasa untuk menyentuhnya.

"Kau mau menyentuhku?"

Eunhyuk menganggukkan kepalanya, Donghae membawa tangan Eunhyuk ke kejantanannya yang tegang dan keras. Membuatnya mengeluarkan erangan sedikit keras.

Dengan penuh ingin tahu Eunhyuk menyentuh setiap inci tubuh Donghae, mempelajarinya, mengenalinya. Sampai kemudian Donghae menggenggam tangan Eunhyuk dan menahan gerakannya.

"Cukup. Kurasa aku akan meledak kalau kau terus menyentuhku"

Dengan penuh gairah lelaki itu kembali menindih Eunhyuk, posisi mereka sangat pas.

"Buka kakimu, sayang. Izinkan aku memilikimu"

Donghae membantu Eunhyuk membuka pahanya dan mendesakan kejantanannya diantara paha Eunhyuk, mendesak dengan kuat diinti tubuhnya.

Yang dirasakan Eunhyuk kemudian adalah rasa sakit yang luar biasa, Milik Donghae yang keras mendorong masuk membuatnya terkejut akan kekuatan besar yang mencoba menyatukan diri dengannya. Eunhyuk mengerang, mencoba mendorong tubuh Donghae menjauh karena kesakitan yang dirasakannya.

"Rilekslah, terima aku…"

Donghae berbisik pelan di telinga Eunhyuk, tubuhnya mendorong lagi, dan ketika akhirnya ia berhasil masuk sepenuhnya, Donghae menekankan miliknya dalam-dalam dan menahan dirinya untuk tidak langsung bergerak. Donghae mengangkat kepalanya dan mengecup pipi Eunhyuk lembut.

"Apa masih terasa sakit? Kau mau aku berhenti dulu?"

"Lanjutkan, bergeraklah"

Dengan lembut Donghae mulai menggerakkan tubuhnya, agak sakit bagi Eunhyuk pada awalnya. Merasakan sesuatu yang asing menggesek bagian tubuhnya yang begitu peka. Tapi kemudian ritmenya mulai terasa. Setiap Donghae bergerak, Eunhyuk mulai bisa menikmati gelenyar sensual yang terkirim ke sekujur tubuhnya. Membuatnya mengerang, sambil berpegangan pada tubuh Donghae.

Tubuh mereka berdua berkeringat, di atas ranjang berseprei putih yang sekarang sudah acak-acakan. Donghae menggerakkan tubuhnya di dalam tubuh Eunhyuk. Semula lembut dan hati-hati, tapi ketika merasakan tubuh Eunhyuk mulai merespon dengan napas terangah dan erangan pelan, Donghae bergerak dengan penuh gairah, membawa mereka menuju puncak gairah masing-masing.

"Apa aku memuaskanmu?"

Eunhyuk masih berusaha menormalkan napasnya. Apa Donghae memuaskannya? Tentu saja. Kalau benar ledakan luar biasa yang dirasakan tubuhnya dan seolah menerbangkannya ke langit ke tujuh adalah sesuatu yang orang-orang sebut sebagai orgasme, berarti Donghae telah memberikan orgasme yang paling nikmat kepadanya. Eunhyuk memang tidak punya perbandingan. Tetapi tubuhnya yang begitu terpuaskan tahu.

"Ya, Donghae"

Lelaki itu tersenyum mesra dan mencium bibir Eunhyuk sekali lagi. Lalu mengangkat kepalanya, dan menarik miliknya yang masih tenggelam di dalam tubuh Eunhyuk dengan hati-hati.

"Sakit?"

Eunhyuk hanya menganggukkan kepalanya. Tiba-tiba merasa malu. Mereka telah melakukan hal yang paling intim yang bisa dilakukan oleh pasangan menikah. Dan sekarang mereka telanjang bersama di atas ranjang.

"Maaf kalau aku menyakitimu"


.::: UNFORGIVEN HERO :::.

.::: HAEHYUK :::.


Krystal baru sampai dari penerbangannya menghadiri pernikahan Donghae dan Eunhyuk. Dia langsung menuju ke kantor. Donghae menyerahkan seluruh kendali perusahaan di tangannya selama dia pergi. Krystal fikir setelah kerja keras yang Donghae lakukan selama ini, Donghae memang berhak mendapatkan libur dan menikmati kebersamaannya dengan Eunhyuk. Krystal tidak keberatan menggantikan tugas-tugas Donghae sementara waktu.

Ponsel di dalam tasnya berdering ketika Krystal hendak melangkah menuju ruangan kerja Donghae, dia berhenti di lorong dan mengangkat ponselnya. Ibunya yang menelpon dari Jepang.

"Jadi Donghae akhirnya menikahi Eunhyuk?"

Ibunya langsung menodongnya dengan pertanyaan tanpa basa- basi.

"Begitulah, maafkan aku. Aku sudah membujuknya untuk memberitahu Eomma, tapi dia menolak karena takut Eunhyuk akan mengenalimu dan itu akan merusak semuanya"

"Aku mengerti. Apa Donghae bahagia?"

"Dia jatuh cinta pada Eunhyuk. Aku rasa dia bahagia"

Krystal tersenyum, "Semoga saja peristiwa kecelakaan di masa lalu itu tidak merusak kebahagiaan mereka. Asalkan kita bisa menyimpan kebenaran tentang kecelakaan itu, aku pikir mereka akan menjadi pasangan yang sangat cocok"

"Eomma setuju. Karena Eunhyuk yang mengubah Donghae kita menjadi lebih baik. Mungkin Eomma memang harus bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dan berterimakasih padanya"

"Pasti akan ada waktunya. Waktu telah mengubah wajah kita, aku berharap Eunhyuk tidak ingat kalau dia pernah bertemu Eomma setelah kejadian kecelakaan itu"

..

Di sudut lain lorong itu, Nickhun berdiri diam terpaku. Dia tadi hendak berjalan menuju lift ketika suara Krystal yang sedang berbicara di telepon menarik perhatiannya. Nickhun langsung berdiri di sudut lorong, di sebelah pot tanaman berukuran besar yang cukup menutupinya sehingga tidak terlihat oleh Krystal.

Dia mendengar percakapan itu dengan cukup jelas. Donghae dan Eunhyuk dikabarkan pergi ke Malibu untuk pertemuan bisnis. Tapi Nickhun curiga ada sesuatu yang lebih, dan ternyata kecurigaannya terbukti. Dari pembicaraan Krystal itu dia bisa menyimpulkan bahwa Donghae dan Eunhyuk telah menikah.

Dadanya serasa diremas. Penuh oleh sakit hati. Dia benar-benar mencintai Eunhyuk. Pemuda manis yang begitu polos, yang telah berhasil mengembalikan kepercayaannya akan cinta. Nickhun dulu tidak percaya cinta dan menghabiskan hidupnya sebagai playboy yang suka berganti-ganti pasangan dan berhubungan seks tanpa ikatan. Tapi baginya Eunhyuk berbeda, kepolosan Eunhyuk berhasil menyadarkannya.

Tapi, baru saja dia ingin ke jalan yang baik, mencintai Eunhyuk sepenuh hati. Semuanya dihancurkan begitu saja oleh sesuatu yang licik, sesuatu yang menjebaknya dan menghancurkan nama baiknya di depan Eunhyuk.

Nickhun akan membuat nama baiknya kembali. Dia bertekad! Tadi dia mendengar sesuatu tentang 'kecelakaan di masa lalu" yang disebut-sebut dalam percakapan . Apapun peristiwa kecelakaan itu, sepertinya merupakan hal penting, dan mereka sepertinya ketakutan kalau Eunhyuk sampai tahu sesuatu. Nickhun akan mencari tahu. Kalau itu bisa mengembalikan lagi Eunhyuk kepadanya. Dia akan berusaha.

..

..

..

TBC

..

..

..


Chap 4-nya readernim...

Maaf untuk chap 3 kemarin karena ada satu nama yang kelewat waktu di edit...maaf yaa klo bikin readers sekalian jdi ga nyaman bacanya *bowsampenungging*

Semoga di chap ini ga ada kesalahan penulisan nama lagi yaa^^

Saya sangat menerima saran dan kritik koq asal disampaikan dengan bahasa dan cara yg baik- baik ^^…

Buat DinaLee (maaf klo salah) makasih sarannya, dear ^.^ tapi dikarenakan ff remake ini udah jalan sampe chap 4, akan teramat amat sangat sangat memabukan(?) klo saya harus ganti nama Eunhyuk jdi Hyukjae...maaf ya deaaaarr *hug*

At last... see u next chap...*dadahdadah*

..

..

DeSTORIA