Mirror

.

Main Cast : Jimin X Suga

Rated : T

.

Disclaimer. Characters are own by themselves, but story is mine

DON'T LIKE DON'T READ

.

Preview :

"Chris" Jimin mendengar lirihan Suga, kata yang keluar itu membuat bulu kuduk Jimin meremang seperti terjerat dalam masa lalu yang tak ia ketahui, Jimin mencoba abaikan dan lanjut menggendong Suga ke apartermennya.

.

0.4 : What's Wrong?

.

Sinar matahari pagi menyinari kamar bernuansa abu-abu kelabu melalui jendela, seorang pria bersurai hitam yang sedang bergelung nyaman. Min Yoongi yang memiliki bakat untuk berguling-guling menggulingkan badannya ke kanan.

Tuk

'kok nyangkut' batin Suga, biasanya kalau dia bangun pagi selalu menjalankan ritual berguling paginy yang biasa dilakukan dengan menutup mata. Suga pun meraba benda apa yang mengganggunya, seperti wajah. Suga membulat lalu bangkit, astaga apa yang terjadi padanya kenapa buntelan mochi itu bisa tidur disamping nya, dia mengecek tubuhnya oh aman tidak ada yang lecet, Suga menghela lega. Suga bangkit takut membangunkan sang empu, melihat jam di dinding yang menunjukkan 3 pagi, dia masih sempat pulang bersiap-siap untuk bekerja. Ngomong-ngomong kamar Jimin besar sekali ini sih 2 kali dari dapur apartermen nya, wah, anak yang baru lulus seperti Jimin saja punya apartermen sebesar ini bagaimana dia yang sudah bertahun-tahun kerja? Suga keluar, berkeliling lalu membuat sarapan atas rasa terima kasih nya pada Jimin tidak enakkan hangover semalam sudah ditolongin. Apartermen Jimin sungguh besar kalau di hotel pasti yang paling mahal dengan pemandangan indah, apartermen bernuansa gray lumayan membuat Suga berdecak kagum, Suga melanjutkan berkeliling nya dan menemukan sebuah foto keluarga disudut dekat vas bunga, Suga mendekatkan foto itu untuk melihat lebih jelas. Suga membulatkan matanya tatkala terkejut melihat siapa pria tua yang merangkul Jimin!

Dia sangat kenal pria itu, karena dia pernah di tolak menjadi composer di agensi besar miliknya yah agensi yang bahkan lebih besar dari BigHit, Ark Entertainment. Agensi terbesar no.1 di Korea Selatan penghasil idol group yang terkenal di manca negara. Lalu the biggest mystery nya adalah jika Jimin ada ditengah-tengah wanita dan pria pemilik Ark Entertainment, berarti Jimin anak dari pemilik Ark Entertainment. Suga ingin menjerit namun ia tahan, kemudian dia pulang ke apartermennya. Selagi jalan di koridor apartermen dia baru sadar bahwa dia terasa familiar dengan koridor ini, dia tau dia ada dilantai paling atas gedung ini jadi meng-klik turun pada tombol lift, lift pun datang Suga memasukinya dan sadar bahwa inikan apartermen nya juga namun apartermen nya terletak dilantai 8, tidak seperti si Park yang ada di lantai 31, walah pantas saja koridor nya familiar.

Suga menghela nafas wahai takdir kenapa mempermainkannya? Mempunyai pegawai anak dari agensi yang ingin kau masuki namun di tolak lamaranmu, tinggal di satu gedung yang sama ditambah ocehan si Park Jimin sehari-hari, di umurnya yang ke 30 tahun ini bukankah terlalu banyak tekanan batin. Belum lagi mimpi buruk yang menyiksanya tiap malam. Dia harus balik ke apartermennya refreshing agar kerja nanti otaknya bisa rileks.

Park Jimin mendengar alarm yang berbunyi yang memang sengaja ia stel agar bisa bangun pagi untuk pergi kerja, eh, Min Suga si kepala composer itu dimana? Positive thinking aja mungkin dia udah balik pulang. Jimin pergi ke dapur untuk meminum air putih namun sudah disapa dengan sop rumput laut yang sudah tak hangat lagi. Jimin tersenyum wah dibalik keras kepalanya dia baik juga, pikir Jimin.

Setelah makan dan mandi akhirnya Jimin dengan semangat paginya dia berangkat kerja lagian ini hari pertama setelah tugas membuat lagu mereka selesai pasti kerjaan tidak terlalu berat sambil menaiki lift untuk turun dia bersiul. Siulan harus terhenti ketika lift berhenti di satu lantai, lantai 8. Ah, menganggu kesenangannya saja, baru mau jingkrak-jingkrak gegara dibuat sarapa sama kepala(ketua) manisnya itu. Ekhem, seseorang berdehem, Jimin masih dalam lamunannya.

"Pagi-pagi sudah melamun", tuh kan Jimin lagi serius melamun sampai-sampai suara Suga terdengar nyata.

"Aisssh, kenapa kau sangat menyebalkan?" Suga memukul kepala Jimin."Aduh"

Jimin mengusap kepala nya yang dipukul Suga, rupanya pria pucat di depan nya asli. "Ngelamunin apa pagi-pagi, yang jorok-jorok ya?"

"Nggak" jawab Jimin. "Makasih ya Jim, udah mau bawa aku pulang semalam"

"Gak apa-apa, kan kita rekan kerja" Jimin membalas dengan senyuman. "Ngomong-ngomong kok belum pulang?"

Jimin bertanya karena ini kan masih daerah apartermen nya kenapa Suga tidak pulang, "aku sudah pulang kok rumahku dilantai 8, nomor 807"

Suga mengatakannya santai, namun Jimin membulat mendengarnya, tidak sangka selama ini mereka tetangga. Suga berdehem sekali lagi rupanya mereka sudah sampai di lobby. Akhirnya mereka naik kereta api cepat bersama menuju kantor BigHit Entertainment. Sesampainya disana, mereka disambut oleh Taehyung dengan muka panik.

"Gawat, Suga hyung bos datang katanya kita ada rapat dadakan jam 8 nanti!" Panik Taehyung

"Santai aja, kan kita sudah biasa rapat dadakan" ucap Suga sambil menyeruput kopi americano yang baru ia beli di mesin kopi di lobby kantor.

"Masalahnya, bos minta anak baru itu ikut rapat juga bersama hyung" Suga menyeburkan kopinya. Taehyung mencoba menghidar, Jimin yang daritadi hanya memperhatikan keanehan dua orang didepannya juga terkejut diajak rapat dadakan.

Disinilah mereka berdua duduk diruangan rapat, menunggu si bos alias Bang Shin Hyuk datang. Semua karyawan yang sedang duduk pun berdiri, Bang Shin Hyuk datang kharismanya membuat orang-orang segan padanya. Rapat pun dimulai dengan khidmat. Mereka sedang membicarakan rencana untuk membentuk idol group pria, karena tahun semalam mereka sudah buat idol group cewek namun gagal.

"Tapi pak, tahun semalam kita sudah gagal dalam bidang musik dan juga kasus narkoba yang menimpa salah satu anggota girl group kita" ucap dari salah satu produser senior ppdog.

"Agensi yang tidak begitu besar seperti kita juga sudah banyak terlilit hutang, belum lagi uang yang kita gunakan untuk membiayai hidup para trainee. Uang penghasilan dari mengisi soundtrack belum cukup untuk menutupi hutang kita" ini kata dari salah satu orang perwakilan divisi keuangan perusahaan.

"Nama kita juga terlanjur buruk di peridolan" ucap Suga singkat dan padat.

"Iya saya tau, terima kasih masukan dari kalian semua makanya saya mengusul idenya. Kalian tau bukan bahwa trainee kita semua laki-laki karena saya sudah memundurkan yang perempuan karena takut kejadian itu terulang lagi, karena kita punya banyak hutang terlalu banyak karena terlalu terbebani dengan membiayai trainee pria, kini waktunya kita menggunakan mereka di idol, kalau pencintraan kita yang terlanjur sudah jatuh, maka kita harus bangkit lagi dengan musik yang lebih bagus lagi untuk apa produser dan komposer terbaik ku perkerjaan disini" ucap Bang Shin Hyuk menjelaskan projek yang ia mau lakukan. "Dan juga kita punya kartu As disini"

Bang Shin Hyuk berucap misterius semua karyawan pun kebingungan dengan tingkah nya, "maksudnya?"

"Park Jimin-ssi, anak Park Minsuk pemilik Ark Entertainment! Bukankah kita memiliki pelatih idol terbaik!" Balas Bang Shin Hyuk terhadap pertanyaan Suga dengan lantang. Suga terkejut jadi bosnya tau mengenai Jimin merupakan anak CEO Ark Entertainment. Suga bisa melihat Jimin jadi gugup, ketika bosnya berkata seperti itu, tapi benar cepat atau lambat sesuatu yang ditutupi akan terungkap.

"Terima kasih atas kepercayaan anda terhadap saya untuk menjadi pelatih idol group yang akan anda bentuk tapi anda sudah memberi saya pekerjaan untuk menjadi bawahan komposer Suga, jadi saya tidak bisa melepas tanggung jawab saya" Jimin menanggapi bosnya

"Tidak apa Jimin-ssi, tugas mu bersama Suga sudah berakhir jadi sekarang kau akan menjadi pelatih idol, nanti kita akan bicarakan lebih detailnya di pertemuan ke depan" Bang Shin Hyuk memberi hornat dan meninggalkan mereka semua.

Jimin menghela nafas diberi tugas yang berat tapi bukannya dari awal ini kemauannya menjadi pelatih idol tetapi rasanya sangat berat begitu. Apalagi Suga terlihat syok. Suga meninggalkan ruangan rapat disusul Jimin tetapi ketika di lift mereka bertemu dengan Bang Shin Hyuk.

"Bos" sapa Suga dan Jimin.

"Jimin-ssi, jangan lupa titip salamku kepada ayahmu, ya" ucap Bos mereka

Jimin hanya tersenyum tidak enak rasanya masuk kerja dengan menggunakan nama ayahnya padahal dari awal dia berniat untuk mandiri tidak mau tergantung kedua orang tuanya, Jimin malu sekali sekarang apalagi sama Suga.

"Tak kusangka bawahanku anak konglomerat" canda Suga, Jimin hanya tertawa kaku dengan sindiran Suga, dia jadi awkward.

Suga keluar duluan menuju ruangannya, Suga menghela nafas, ada apa dengannya? Kenapa dia kecewa begitu, padahal mereka baru seminggu lebih kenalan. Suga memperhatikan kaca, di ruangannya tiba-tiba terlihat gambar air, air seperti di laut atau danau. Ini matanya yang sakit atau dia sedang berhalusinasi kacanya ada putaran air di dalamnya seperti dia sedang menonton televisi, lalu muncullah tulisan tanggal 13 Agustus 1960. Suga terasa tertarik ke dalamnya. Pusaran itu menarik Suga ke dalam kaca, lalu menghilang.

13 Agustus 1960

Glossy sengaja bangun pagi. Sudah 3 hari yang lalu dia mendengar berita pernikahan Putera Mahkota Christian, sang pujaan hati yang sampai sekarang tidak menghubunginya. Hatinya sangat sakit sekarang, dia sungguh lelah menangisi hidupnya yang menyedihkan ini. Glossy sudah tidak punya muka untuk kerja karena semua orang disana tau dia menyukai putera mahkota, karena jika dia kesana pun yang ada hanya olok-olokan saja. Ya tuhan rasanya sakit sekali, 3 tahun hanya dalam satu kejap tinggal kenangan. Gloss memutuskan untuk berhenti bekerja dan menetap dirumah kecilnya yang berada di pinggir kota. Glossy ingat dulu komandan nya sering menjajikan banyak hal kepadanya memberinya bunga setiap hari tanpa bosan, pura-pura marah akan hal itu yah itu cuma masa lalu. Glossy keluar dari rumahnya untuk menghirup udara segar untuk menenangkan jiwanya namun bukan dapat menenangkan nya malah menyakiti jiwanya. Rombongan arak-arakan Putera Mahkota dan calon Puteri Mahkota sedang melintasi jalanan ketika Glossy berniat untuk jalan-jalan di kawasan sungai Thames.

Glossy sangat cemburu sekarang, ingin menangis rasanya, dia ingin dirinyalah yang disanding bersama Putera Mahkota yang gagah itu bukan wanita itu, lihatlah matanya saja sudah berkaca-kaca. Sebagai polisi, Glossy sudah biasa merasakan aura yang mengancam, dan benar aura itu sedang mendekat ke arah Putera Mahkota. Dengan sigap Glossy berlari menembus kerumunan meski susah untuk menghampiri seorang pria yang dibalik jasnya membawa panah kecil yang siap di tembakkan. Glossy tampa panik, keringat bercucuran, dia berpikir keras. Perhitungan waktu temabakan dan cara menyelamatkan Putera Mahkota harus dipikirkan dengan baik. Terlalu lama berpikir, nampaknya si pria misterius itu sudah siap menodongkan senjatanya dari balik celah jasnya. Glossy yang panik dengan sigap melompat di atas kerumunan, membuat kerumunan panik dan bergerak tidak tentu arah, si pria misterius pun terkecoh untuk tidak jadi menembak. Glossy melihat itu pun berkesempatan berlari menuju rombongan

"Permisi, saya polisi kerajaan" ucap Glossy

"Mau apa kau? Mau menjumpai Putera Mahkota? Dasar tidak tahu malu! Putera Mahkota akan menikah!" Glossy ditahan oleh Polisi Kerajaan lainnya.

"Aku mohon, ini sangat penting ada yang ingin membunuh yang mulia" ucap Glossy. Polisi itu tidak percaya, Glossy yang matanya terus memerhatikan pria misterius itu masih terpojok dengan keriuhan masyarakat yang melihat rombongan Putera dan Putri Mahkota. Tapi tidak lama Pria misterius itu kembali mengambil panahnya, Gossy yang dihalangi polisi kerajaan pun meninju polisi itu lalu lompat dengan tumpuan badan polisi itu kearah kereta arakan itu, disaat yang tepat panah itu menembus tubuh Glossy.

Uhuk.

Glossy memuncratkan darah di depan Putera dan Putri Mahkota, akibat kereta kuda yang sedang berjalan, Glossy yang tak punya tumpuan pun terjatuh. Jatuh ke dalam sungai Thames.

TBC

.

NOTES

Makasih buat yang masih baca, maaf kalau banyak kurangnya, maaf lama update sibuk dengan berbagai ujian. Next lebih baik lagi, seru gak ceritanya?