*Happy Reading!*

"S-Seijuurou-sama… Ada seseorang yang mencarimu."

Akashi Seijuurou menatap tajam seorang kepala maid yang berdiri ketakutan di hadapannya. Akashi kesal. Berani-beraninya kepala maid itu membangunkan dirinya dari tidurnya. Memangnya dia tidak tau apa kalau Akashi sangat kelelahan akibat latihan neraka yang diberikan oleh pelatihnya hari ini hah?! Akashi hanya ingin tidur dan mengistirahatkan dirinya sebelum pagi datang dan mengharuskan dirinya menjalani aktivitas yang melelahkan seharian. Tidak boleh kah? Dan juga, apa katanya tadi? Ada yang mencarinya? Orang gila mana yang datang bertamu ke rumah orang pagi buta begini? Datang ke ke kediamannya pula!

Akashi mengalihkan bola matanya yang mirip iblis itu ke arah jam digital di mejanya. Pukul 3 tepat. Kemudian diarahkan kembali matanya itu ke arah kepala maid di hadapannya tanpa mengurangi tatapan menusuk dan mengintimidasinya yang sangat mengganggu itu. Membuat si kepala maid merasa ingin bunuh diri saja saat ini juga.

"Siapa?" Akashi bertanya. Nada bicaranya dingin dan penuh penekanan. Sang maid sudah menangis saking takutnya.

"S-s-seseorang yang bernama Mayuzumi Chihiro dari Rakuzan…"

Akashi mengernyit. Mayuzumi-san? Untuk apa dia datang ke rumahku pagi-pagi begini? batin Akashi.

"Ya sudah. Suruh dia menunggu di ruang tamu," titah Akashi. Sang maid langsung membungkuk kemudian ngacir dari kamarnya. Akashi sendiri? Ia hanya menghela napas. Ia turun dari ranjangnya, melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi, lalu berganti pakaian. Walaupun tamunya itu sangat kurang ajar karena dia telah beran-beraninya datang ke rumanhnya pagi-pagi buta begini, Akashi harus menyambutnya dengan sopan dan memberi perlakuan baik karena yang datang itu adalah senpai-nya.

Akashi keluar dari kamar dan menemui Mayuzumi yang duduk anteng sambil membaca light novel kesukaannya di sofa ruang tamu. Ia terlihat santai dan tidak ada sopannya sama sekali. Padahal Akashi sudah sangat jengkel karena kehadirannya ditambah dengan sikapnya.

"Jadi, ada keperluan apa kau datang kesini, Mayuzumi-san?" tanya Akashi berusaha sopan walaupun ia jengkel setengah mati.

Mayuzumi tidak menjawab. Ia hanya dia sambil terus melanjutkan kegiatan membaca LN-nya.

"Tidak baik jika kau mengabaikan kaptenmu walaupun saat ini kita sedang tidak ada di lapangan. Atau, apa kau sudah bosan hidup, Chihiro?" Ok, sepertinya kesabaran Akashi telah habis. Kini ia telah berganti mode bokushi dengan mata hetero dan gunting di tangan kanan siap menghabisi orang di hadapannya.

"Tidak ada keperluan apa-apa. Aku hanya bosan berada di rumah. Jadi aku datang kesini untuk sekedar mengobrol denganmu," Mayuzumi menjawab santai. Ia sama sekali tidak gentar.

"Hooh, ternyata kau memang sudah bosan hidup rupanya." Akashi sudah marah tingkat dewa. Kedutan muncul di sekitar mata dan bibirnya yang bergetar kesal. Gunting siap dilayangkan.

"KALAU MAU CURHAT, CARI ORANG LAIN SAJA SANA! AKU SEDANG LELAH SEKALI, TAU!" Akashi berteriak OOC sakig kesalnya. Gunting telah dilayangkan, namun tidak mengenai target karena Mayuzumi langsung menghindar. Gunting tertancap di sofa yang tak berdosa.

"Hei, bisakah kau berhenti bermain-main dengan guntingmu itu. Itu berbahaya," protes Mayuzumi.

"Masa bodo! Kau telah mengganggu tidurku. Kau harus diberi hukuman. Aku akan membunuhmu sekarang juga!"

Akashi bergegas mengambil gunting yang tertancap di sofa, namun tangannya segera dicegah Mayuzumi.

"Hei, tenanglah! Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu. Jadi tolong dengarkan dulu."

Akashi berhenti mengamuk. Ia menatap tajam Mayuzumi.

"Kuharap itu penting," ujarnya dingin.

Keduanya lalu duduk berdampingan di sofa tersebut.

"Ne, Akashi. Apa kau pernah merasa sangat putus asa hingga kau berpikir bahwa mati dengan membunuh dirimu sendiri adalah jalan yang terbaik?"

Akashi cengok. Ia tidak mengerti dengan kakak kelasnya ini. Ada apa dengannya? Kenapa tiba-tiba bertanya begitu?

"Hah? Apa kau mengalami kecelakaan lalu lintas saat menuju ke rumahku dan kepalamu terbentur? Kalau memang begitu, seharusnya kau ke rumah sakit dulu."

"Apa sih? Kau aneh," Mayuzumi bicara asal.

"KAU YANG ANEH! MANA ADA ORANG YANG BERTAMU KE RUMAH ORANG LAIN JAM TIGA PAGI HANYA KARENA INGIN MENANYAKAN HAL TIDAK PENTING SEPERTI ITU?!" Akashi kembali teriak OOC karena kesal. Sebenarnya ada apa sih dengan si bayangan Rakuzan ini?

"Sudahlah, jawab saja pertanyaanku." Mayuzumi malas menanggapi sikap Akashi yang mendadak OOC.

"Aku malah berharap agar kau cepat mati, Chihiro." Akashi berujar sarkartis dan sadis. Mayuzumi kicep.

"Kau jahat sekali. Kau tidak boleh begitu padaku," Mayuzumi ngambek.

"Bodo amat. Apa peduliku padamu?!"

"Kalau aku mati nanti Rakuzan kehilangan bayangannya."

"Mudah saja. Jika kau mati, akan kusuruh Tetsuya pinda ke Rakuzan untuk menggantikanmu. Simple kan?"

Mayuzumi kembali kicep. Kemudian, ia terkekeh pelan.

"Apa yang lucu?"

"Ne, Akashi. Kalau aku mati, apa kau akan sedih?" Mayuzumi kembali bertanya. Nada bicaranya mendadak berubah. Raut wajahnya juga terlihat serius seakan-akan menyaratkan bahwa ia akan mati sebentar lagi. Akashi jadi bingung harus mengatakan apa.

"Untuk apa aku sedih? Toh, kau tidak terlalu penting bagiku," walaupun kata-katanya sadis, Akashi tidak serius mengatakannya. Ia hanya bercanda.

"Heh, begitu kah? Sayang sekali ya. Padahal aku ingin memberikan semua koleksi LN-ku jika aku sudah mati nanti kepadamu agar kau nanti tidak kangen denganku."

"Untuk apa? Aku tidak butuh."

"Begitu kah? Ya sudahlah." Mayuzumi bangkit dari duduknya, hendak pamit dari rumah Akashi.

"Kau mau kemana?" tanya Akashi.

"Pulang."

"Jadi kau datang kesini dan mengganggu tidurku hanya untuk menanyakan hal aneh itu? Kurang ajar sekali kau. Kuhukum kau. Latihanmu kugandakan 100 kali lipat!" ujar Akashi emosi.

"Hehehe, tidak bisa. Karena aku akan pergi dan tidak akan kembali lagi."

"Hah?"

"Sudahlah. Kalau nanti aku sudah pergi, kau jangan terlalu banyak bergaul dengan gunting-gunting itu ya. Kau menakuti orang-orang," Mayuzumi berujar sambil mengelus puncak kepala Akashi lembut. Ia seolah-olah mengatakan yang tadi itu adalah kata-kata terkahirnya. Akashi sendiri bingung dengan sikap senpainya yang aneh ini. Ia merasakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi.

Namun, tanpa Mayuzumi dan Akashi sadari, rona sewarna rambut Akashi muncul di pipi pemuda pendek yang absolut itu.

"Aku pergi dulu ya. Jaga dirimu. Sampai jumpa dan selamat tinggal."

Setelah pamit dengan Akashi, Mayuzumi segera meninggalkan mansion keluarga Akashi, meninggalkan sejuta pertanyaan yang di kepala Akashi. Disaat seperti ini, Akashi tidak bisa berpikir ataupun menebak apa yang sedang dipikirkan si abu-abu.

"Dia itu kenapa sih?"

Namun, sejak tadi Akashi merasakan bahwa sesuatu yang buruk akan menimpa sang kakak kelas.

.

Akashi hendak kembali ke kamarnya sebelum ia menemukan sesuatu yang tertinggal di atas sofa ruang tamunya. Sebuah light novel milik Mayuzumi. Akashi menghela napas.

"Dasar dia itu. Dia sampai melupakan LN kesayangannya. Aku harus mengembalikannya besok. Kalau tidak, ia tidak akan datang latihan hanya gara-gara LN-nya hilang."

.

Keesokkan harinya, saat Akashi hendak ke kelas Mayuzumi, ia berpapasan dengan Mibuchi Reo di jalan. Mibuchi menyapanya.

"Oh, Sei-chan. Kau mau kemana?"

"Aku ingin ke kelas Mayuzmi-san. Aku ingin mengembalikan LN-nya, Mibuchi-san," jawab Akashi sopan. Seketika Mibuchi terdiam. Raut wajahnya berubah sendu.

"Sei-chan, kau belum dengar kabar soal Mayuzumi ya?" tanya Mibuchi.

"Hah? Ada apa dengannya?" tanya Akashi.

"Mayuzumi ditemukan tewas karena jatuh dari atap rumah sakit tempat ibunya di rawat pada pukul 3 pagi. Aku berencana datang ke pemakamannya bersama Hayama dan Nebuya siang ini. Apa kau mau ikut?"

Seketika Akashi membeku. Suara Mibuchi yang memanggil-manggil namanya tidak terdengar lagi olehnya. Apa katanya? Mayuzumi mati? Pukul tiga pagi? Jadi tadi pagi itu… benar-benar kata-kata terakhirnya?

Tunggu. Tunggu sebentar. Jika memang benar Mayuzumi mati pada pukul 3 pagi di rumah sakit tempat ibunya dirawat, lalu siapa pemuda abu-abu yang datang ke rumahnya semalam?

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

Visitor

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

Original Story © Yuuki Azusa

Rated : T

Genre : Horor x berbagai genre lainnya

Cast : Akashi Seijuurou, Mayuzumi Chihiro, Mibuchi Reo

oooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooooo

Ok, chap 4 ini sama sekali gak horror. Aku juga gak kepikiran kenapa bikin MayuAka disini. Tapi ya sudahlah, tanganku ini gatel banget pengen nulis fic ini.

Kuucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya bagi kalian yang sudah membaca, mereview, ngefavs, dan ngefollow cerita ini. Terus ikuti kisahnya ya.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya!~