Hello minna~~ chap 4 telah terbit! Gomenna kalau chap 3 humornya kurang! Soalnya saia lagi kurang ide. Terima kasih buat yang baca dan riview, yang baca tapi gak riview, dan yang riview tapi gak baca (?) ! Yasudah, langsung saja ya!
Disclaimer: Lalalala~~ *pura pura gak tau – di lempar bakiak sama MK dari jauh*
Keterangan : em, apa ya? *nanya balik – dicincang readers*
Dua Jiwa
Sebenarnya saia agak bingung. Judulnya kok dua jiwa ya? *readers: author geblek!*.
Mungkin hal itu akan saia kupas di chap ini setajam SILET! *dengan gaya ala host silet*
Sementara itu, di tempat lain
Brakkh... pintu itu dibuka dengan kasar. Menampakkan seorang lelaki berambut bob yang readers pasti sudah tau itu siapa sedang terduduk di tempat tidurnya.
"Dasar tidak sopan! Masuk kamar orang seenaknya! Keluar sana! Ulangi! Ulangi!" teriak pria berambut bob yang bernama Lee itu sambil ngusir si pembuka pintu itu keluar rumah. Yang diusir diem aja.
Satu langkah lagi menuju pintu, si orang tadi tersadar. "Itu emang dialog ku! Baka!" orang itu nyolot dan membangun simpang empat yang lumayan lebar di tol Jakarta *digeplak* di pelipisnya maksudnya.
Rhe-chan si sutradara muncul. "Heh! Kalian ini! Ulang! Ulang! Jangan ngabis-ngabisin pita film donk!" Rhe-chan ikutan nyolot.
Ulang dari awal.
Brakkh... pintu itu dibuka dengan kasar. Menampakkan seorang lelaki berambut bob yang readers pasti sudah tau itu siapa sedang terduduk di tempat tidurnya.
"Dasar baka! Kau telah membuat Sasuke hampir ketauan! Kalau saja dia ketauan, kau pasti ku bunuh malam itu juga!" kata orang yang ternyata bernama Itachi itu.
"Go... gomenna! Itachi-san!" Lee menunduk dengan wajah yang pucat.
"Lee, kau kupecat!" kata kata Itachi membuat Lee tersentak.
"Jangan Itachi-saaann!" Lee sujud sujud di kaki Itachi. Itachi cuek. "Berikan aku kesempatan sekali lagii!" Lee nangis dengan gaya ala Nobita minta dikasih alat sama Doraemon.
Nun jauh disana
Nobita : hatchimm... srutt srutt *ngelap ingus*
"Sudah berapa kali kau mengatakan itu padaku?" bentak Itachi.
Lee berhenti menangis. Dia merogoh rogoh kantongnya dan membuat Itachi penasaran. "Emm," Lee menatap benda yang baru dikeluarkannya. Tasbih digital. "Seratus tujuh puluh satu! Kalau ditambah hari ini jadi seratus tujuh puluh dua!" Lee menunjukkan gigi bersinarnya sambil mengacungkan jempol. Itachi sweatdropp.
"Baiklah kalau kau sadar! Aku pergi!" kata Itachi dengan kalemnya sambil melangkahkan kakinya ingin pergi.
"Tungguu!" belum lagi langkah pertama napak di lantai, tangan Lee sudah nempel di kaki Itachi. Dan dengan tampang kalem plus muak, Itachi menatap wajah lebay Lee yang diberi genjutsu Puppy eyes no jutsu.
"Huh, apa lagi?" Itachi menanggapinya datar.
"Jadi... aku masih jadi pesuruhmu kan?" tanya Lee dengan wajah yang di lebay-lebay-in.
Ctakk... jitakan ala Uchiha mendarat di kepala batok Lee. "Gak!" jawab Itachi singkat dan langsung ngeloyor pergi. Lee yang ditinggalkan melanjutkan nangis lebaynya. Ah, lama lama ngetik nama Lee author jadi inget Lee Min Ho! X3
Sakura melangkah dengan anggunnya kedalam kelas dan menuju tempat duduknya yang berada di sebelah kanan Sasuke.
Sakura melirik sedikit kearah Sasuke yang sedang asyik mendengarkan musik ipodnya. "Mirip," batinnya. "Apa mungkin? Ah, tidak! Keuchi kan cantik! Masa' Sasuke yeng sekeren itu bisa nyamar jadi cewek cantik? Kayak Hudson aja!" lanjutnya. Membuat Hudson flu mendadak.
Sasuke melihat kearah Sakura. Dan melepas headsetnya. "Apa ada yang salah dari penampilanku? Menatapku sampai seperti itu!" kata Sasuke dengan nada datar se datar datarnya. Membuat Sakura sadar dan segera buang muka. "Semoga dia nggak inget soal tadi malem!" batin Sasuke dengan penuh harap.
Malam harinya.
"Hari ini kita tidak ada pelanggan jadi... kalian bebas bermain disini!" jelas Itachi pada para dayang dayangnya yang sedang berkumpul dan duduk manis ala anak TK yang mendengarkan cerita dari bu guru. "Yah, sekarang bubar!" suruh Itachi. Dan mereka nurut aja *Uwa~~ penurut! – dikeroyok bences*.
Sasuke a.k.a Keuchi duduk sendirian di sebuah bangku taman. Kali ini mereka tidak pakai gaun. Melainkan hanya baju kaos dan rok mini *author ngebayangin Sasuke pake rok mini – digampar Sasuke*.
Dia mengeluarkan benda favoritnya dari kantong roknya yang mirip rok suster. Bukan mirip, tetapi memang itu rok suster yang dicolong Kakuzu, pesuruh Itachi dari seorang suster yang bernama Shizune saat sedang mandi.
Belum lagi headset itu nyampe ke kuping Keuchi, terdengar teriakan ricuh dari rekan rekannya.
"Ada apa sih!" tanya Keuchi pada Saara yang kebetulan lewat sambil lari lari gaje.
"Noh! Ada rajia! Jaa~~" jawab Saara sambil melanjutkan larinya.
Keuchi melanjutkan kegiatannya memasang headset. Dan tidak lama kemudian, lewatlah sekelompok cewek yang bertugas merajia banci banci taman Konoha. Cewek cewek itu memakai baju dengan warna yang berbeda beda. Ada yang pink, biru, hijau, kuning dan ungu.
Mereka berlima lewat begitu saja didepan Keuchi tanpa rasa curiga sama sekali. Begitu juga Keuchi merasa tidak terancam sama sekali dan malah asyik mendengarkan musik.
Tiba tiba seseorang duduk disamping Keuchi. Orang yang sudah tidak asing lagi. Keuchi meliriknya sedikit.
"Kenapa kau tidak ikut kabur, Kimmy?" tanya Keuchi. Ternyata itu adalah Kimimaro a.k.a Kimmy yang terlihat mempesona (walau wajahnya kusut *ditusuk Kimimaro*) dengan jaket abu abu dan rok biru muda selututnya.
"Kau sendiri?" Kimmy balik nanya.
Keuchi tertawa kecil. Tertawanya gak bernah dikasih makan, makanya tawanya kecil aja dan gak besar besar *di tsukuyomi*.
"Mbah Oro bilang, aku ini istimewa!" Keuchi membuka cerita.
"Istimewa? Ya jelas lah! Kau kan adik kandungnya Itachi-san!" bantah Kimmy.
"Bukan! Bukan istimewa yang seperti itu!" Keuchi membuka headsetnya.
"Jadi?" Kimmy mulai tertarik.
Flashback. 3 tahun yang lalu
"Sasuke!" panggil Itachi pada Sasuke yang sedang tidur siang dengan nyenyaknya.
"Hemmmh~" hanya itu respon dari Sasuke yang mimpi hujan tomat.
"Sasukee~~" Itachi mengguncang tubuh Sasuke. Hingga akhirnya dia mau bangun juga.
"Gak sopan amat! Ini rumahku! Seenaknya saja langsung masuk ke kamarku!" bentak Sasuke yang baru berhasil mengumpulkan ¼ nyawanya.
"Sudahlah! Ayo ikut aku!" paksa Itachi sambil narik tangan Sasuke menuju ke sebuah mobil Honda Jazz hitam milik Itachi yang sudah menunggu mereka dari tadi.
Ngeeeeeeng~~ (kira kira seperti itulah bunyinya) mobil itu mulai berjalan dengan kakinya (?). Eh, salah buku! Author pun membongkari buku buku yang berada di sekitarnya.
"Ini mah, chap 309! *hah?*" "Bukan," "Bukan," "Bukan," "Bukan," begitulah seterusnya sang author melempari buku mengenai kepala Itachi dan Sasuke yang sedang sweatdropp.
Ok! Dapat! Back to story!
Mobil itu mulai melaju dengan di giring eh, disetir oleh Itachi.
"Kau mau membawaku kemana?" tanya Sasuke yang berada disamping kiri Itachi dengan sinis.
"Kau akan kupertemukan de..." ciiiiiitttt... kata kata Itachi terpotong disertai rem mendadak membuat Sasuke yang belum pasang sabuk pengaman terkena chibaku tensei (?) dan terpelanting menabrak kaca depan dengan tidak elitnya.
Itachi keluar dari mobil sementara Sasuke berusaha mengutipi mur-murnya yang bertebaran *wth?*.
"Hey! Apa yang kau lakukan disana! Untung saja aku tidak menabrakmu tadi!" Itachi merepetin orang yang dengan tampang tak berdosa berdiri di tengah jalan.
"Uuuh!" keluh Sasuke setelah berhasil keluar dari mobil laknat Itachi. "Hn, marnok!" kata Sasuke saat dia melihat orang aneh berambut hitam panjang itu.
"Kau," kata orang itu pada Itachi.
"Apa!" bentak Itachi.
Dan dengan langkah yang pelan tapi pasti orang itu mengangkat wajahnya sedikit demu sedikit.
"Err... Mbah Oro?" ucap Itachi sweatdropp ketika wajah orang yang Sasuke bilang marnok itu berhasil menatap Itachi.
"Lama tidak jumpa! Apa kabar!" orang yang disebut 'mbah Oro' itu memasang senyum yang sok dimanis maniskan. Padahal pait minta ampun *dipenggal Oro*.
Itachi sweatdropp. Dalam hati dia bergumam 'Gak! Gak! Aku nggak kenal! Aku nggak kenal' sambil buang muka. Sasuke cekikikan dalam hati.
Oro melirik sedikit kearah Sasuke yang lagi menahan tawa. Dan kembali pada Itachi.
"Itachi... adikmu itu... dia punya keistimewaan," kata Oro datar *sok uchiha*.
"Keistimewaan? Iya aku tau dia istimewa! Liat aja tuh! Dari seluruh chara Masashi Kishimoto, Cuma dia yang rambutnya beda sendiri! Trus agak dimirip miripin tuh sama itu loh... unggas yang biasa di sate itu apa namanya ya? Uda gitu" ctakk,, jitakan dari Oro menghentikan kata kata Itachi.
"Bukan itu baka!" teriak Oro dengan simpang empat yang muncul sejak jitakannya yang tadi mendarat di kepala Itachi.
"Adikmu itu, em... siapa namanya?" gubrakk... Itachi ber-gubrak-ria.
"Baka! Namanya Sasuke! Grr!" sekarang malah pelipis itachi yang berisi simpang empat.
"Iya! Iya! Aku ulangi ya! Huh! Adikmu itu... dia punya dua jiwa *akhirnya author tau juga kenapa nih fic judulnya dua jiwa*!" jelas Oro pendek sempit.
"Ah dua jiwa? Barang baru ya? Berapa harganya? Beli dimana? Wey Sasuke! Kau punya dua jiwa beli dimana? Ka..." ctakk... lagi lagi jitakan Oro mendarat di kepala Itachi.
"Dua jiwa itu bukan barang! Dasar matre!" Oro mulai jengkel.
"Iya! Iya! Aku tau! Tadi kan Cuma bercanda! Ya! Lanjutkanlah!" Itachi mengusap usap benjolannya. Berharap Jinny datang dan mengabulkan permintaannya untuk memusnahkan makhluk laknat ini dari hadapannya.
"Jiwanya berbeda siang dan malamnya. Apa kau pernah memperhatikan sikapnya?" lanjut Oro.
"Iya! Kalo siang dia suka makan tomat! Tapi kalau malem suka minum tomat!" ucap Itachi innocent. Dan disambut dengan deathglare dari mbah Oro.
"Iya! Iya! Sasuke kalau siang itu pendiam! Tapi kalo malem cerewet dan suke ngegodain orang. Tapi..." Itachi menggantungkan kata katanya.
"Tapi apa?" Oro penasaran.
"Tapi..." lanjut Itachi.
"Tapi apa?" Oro udah over penasaran.
"Tapi dia nggak pernah godain akuuuuu!" dan seketika itu juga Itachi kabur ke kamar Masashi sang author asli dan menangis lebay. Dia melempari bantal kesegala arah dan ke segala orang. Sampai sampai Masashi juga jadi korban.
"Itachi! Kau kupecat!" kata Masashi dengan nada tegas. Dan malah membuat kamar itu banjir seketika.
Jadi pemirsa, itulah penyebab kematian Itachi di serial Naruto. Itu karena Itachi dipecat dan tidak ada peran pengganti.
Ok! Back to story.
Oro sweatdropp melihat fenomena tersebut. Sementara Sasuke sedang dibawa kerumah sakit karena komplikasi pada perutnya yang disebabkan oleh kebanyakan tertawa.
Flashback off
"Jadi begitulah! Setelah itu Itachi punya ide gila dan merekrut kalian semua!" Sasuke mengakhiri ceritanya. Kimimaro a.k.a Kimmy sweatdropp mendengarnya.
TBC
Huft selesai juga akhirnya. Walau agak macet di bagian kemunculan Orochimarunya, tapi akhirnya selesai juga.
Jangan segan segan untuk riview^^ flame lah kalau fic ini memang banyak typo dan gaje nya.
Saia memang suka membuat ending yang bikin penasaran pada fic multichap. Jadi jangan salahkan saia kalau chap ini juga ngegantung *langsung kabur*.
Riview please^^
