Tittle : Namja x Cingu

Cast : Oh Sehun , Xi Luhan, Kai, Do Kyungsoo (Hunhan & Kaisoo)

Rate : T (Bisa berubah tergantung mood Author)

Genre : Romance, Hurt Confort.

Warn : Boyslove-yaoi, many typos, alur berantakan

Don't Like , Don't Read !

Enjoy !


Chapter: 4

Sehun tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ia merasa ada bara api terbakar menjalar diseluruh permukaan kulitnya. Ia mengepalkan jari-jarinya,menahan gemeletuk gigi-giginya. Amarah, kekecewaan, kekhawatiran dan tangisan yang berusaha untuk ia redam sekarang takkan ada artinya lagi. Ia melihat Luhan, bibir namja itu disentuh oleh orang lain yang jelas ia kenali,Kai sahabatnya sendiri. Luhan memejamkan matanya, ia bahkan menikmati ciuman itu. Ciuman yang bahkan tidak pernah terpikirkan bagi Sehun, karena ia pikir itu akan melukai Luhan. Namun justru ciuman dari orang lain dapat menenangkannya. Nafas Sehun tercekat namun ia berusaha bicara.

"Aku tidak tahu kalau kalian.. Kalian.. Apa kalian Berkencan?" Sehun seolah tidak tahu apa yang ingin ia tanyakan.

"Ya seperti itulah" Jawab Kai.

Sehun merasakan nafasnya lebih memburu lagi mendengar penuturan Kai lalu beralih melihat Luhan yang hanya diam diatas ranjang tanpa mengatakan sepatah katapun membuatnya tambah berang, seolah ditipu oleh Luhan membuat dirinya hilang kendali dan berlari menerjang Kai. Sehun menarik baju Kai dan mengangkatnya dari ranjang Luhan. Menjatuhkannya dilantai dan langsung meninjunya dibagian rahang.

Hal itu lantas membuat Luhan memalingkan wajahnya dan beralih pada Sehun yang tanpa ampun memukuli wajah Kai. Keributan dikamar memancing Kyungsoo. Langsung masuk dan berusaha melerai perkelahian satu pihak ini. Kai sama sekali tidak membalas dan hanya pasrah menerima pukulan demi pukulan yang Sehun sematkan kepadanya.

"Luhan lakukan sesuatu, hentikan mereka" Seru Kyungsoo. Dia terlihat sangat panik saat memasuki kamar.

Namun Luhan hanya diam melihat pemandangan di depannya. Sehun dengan bringas memukuli Kai tanpa mendapatkan serangan baik dari Kai. Luhan tau siapa Sehun. Sehun adalah makhluk egois. Dia kesal pada dirinya sendiri tapi malah melampiaskan amarahnya pada Kai.

"Sialan kau. Kau pikir siapa dirimu bisa mencium Luhan seenaknya hah? Kau pikir siapa dirimu bisa memeluknya hah? Kau pikir siapa dirimu bisa berkencan dengannya hah? Kau pikir siapa dirimu KIM JONGIN?" Sehun berteriak memenuhi seluruh ruangan.

Luhan terhenyak, tidak pernah ia melihat Sehun begitu marah apalagi pada Kai sahabatnya dari kecil. Lantas mengapa Sehun harus mengatakan hal itu? Apa haknya mengatakan itu pada Kai. Luhan merasa benar-benar marah kali ini. Ia harus keluar dari jeratan Sehun dalam dirinya.

"Lalu kau pikir siapa dirimu OH SEHUN?" Kali ini suara Luhan yang membentak. Kai sudah hampir tidak sadarkan diri sekarang.

"Kau pikir siapa dirimu Sehun? Kenapa kau bisa melakukan apa saja sementara Kai tidak?" Luhan berkata namun suaranya lebih melemah

"Luhan.." Sehun memanggilnya lirih.

"Kau boleh melakukan apa saja tapi Kai tidak? Kau pikir siapa dirimu?" Luhan berjalan mendekatinya "Kau pikir siapa dirimu Oh Sehun? Mengapa kau lakukan ini padaku? Mengapa kau bisa melakukan ini padaku?" Luhan berjongkok meraih wajah Sehun dengan telapak tangan mungilnya. "Berhenti Sehun.. Hiks Berhenti mempermainkan aku Sehun, berhenti hiks.. Berhenti sekarang juga.. Aku mohon"

Saat itulah kesadaran Luhan mulai terbuai, Ia tidak tahu apapun namun semua tampak menghitam. Pemandangan terakhir yang ia lihat adalah wajah Sehun. Wajah Sehun dengan ekspresi cemas pada dirinya.

"LUHAN" Kyungsoo langsung mendekap Luhan. "Cepat angkat Luhan ke tempat tidur Sehun" lalu tanpa menunggu Sehun melakukan perintah Kyungsoo dan menempatkan Luhan disana.

Sehun menghampiri Kai yang tergeletak tak berdaya dilantai dan membantunya berdiri kemudian membawanya keluar kamar "Aku tidak tahu apa yang terjadi Kai, tapi aku rasa kau tahu. Kau selalu lebih tahu. Maafkan aku"


Seminggu setelah kejadian itu segalanya berubah. Ujian kelulusan telah diselenggarakan. Setiap orang akan membuat rencana untuk masuk universitas. Tidak berbeda dengan Luhan dan Kyungsoo, yang akan melanjutkan Studinya. Kyungsoo berencana akan bekerja paruh waktu dan kuliah mengambil jurusan fisika sementara Luhan lebih tertarik dengan sastra. Kyungsoo menjadi lebih terbuka dengan Luhan dan Luhan sangat senang karenanya. Luhan sudah memasuki tahap ketiga terapinya itu artinya kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit lagi. Ya luhan mengalami cedera ringan dikepalanya akibat tabrakan dengan benda keras beberapa hari lalu. Hal itu berimbas pada memori otaknya juga keseimbangan badannya. Tidak jarang Luhan akan terjatuh saat berjalan. Namun syukurlah Kyungsoo dan Kai selalu menemaninya.

Kai sudah resmi berpacaran dengan Kyungsoo. Setelah kejadian seminggu lalu barulah Kai menyadari persaannya bukan lagi milik Luhan, ia sudah tidak berdebar lagi karena Luhan melainkan berdebar jika ia berdekatan dengan namja bermata bulat sepupu Luhan. Kai menjelaskan bahwa ia sengaja mencium Luhan didepan Sehun dan sudah memperkirakan Sehun akan datang maka ia hanya mengulur waktu dan mencium Luhan disaat yang tepat saat Sehun memasuki kamar. Tidak ada yang menyesal atas kejadian itu baik Luhan maupun Kai. Luhan sangat lega akhirnya dapat mengutarakan di Perasaannya pada Sehun walaupun dengan cara seperti ini. Karena dengan cara seperti inilah Sehun akan benar benar sadar. Bahwa mungkin suatu saat Sehun bukanlah lagi tempat dimana Luhan akan kembali.

Dari kejauhan Sehun memandangi sosok seorang namja berkulit tan - sahabatnya menghampiri dua namja dengan tampang sangat imut. Namja imut yang bermata bulat hanya tersenyum saat melihat namja tan itu mendekati arah mereka. Berbeda dengan namja bermata rusa yang malah dengan antusias berlebihan berdiri dan berlari menuju namja bekulit tan tersebut. Namun tanpa disangka ia kehilangan keseimbangannya dan terjatuh tepat sebelum tangannya berhasil menyentuh tangan namja berkulit tan yang begitu ingin ia gapai. Kemudian Sehun dapat mendengarnya menangis. Menangis seperti anak kecil yang jatuh karena tersandung kakinya sendiri. Sehun hanya dapat tersenyum melihatnya, melihat senyumnya yang bukan lagi jadi miliknya. Sehun sekarang tahu tidak ada yang lebih ia inginkan didunia ini selain kebahagiaan Luhan. Hanya Luhan.

Ini adalah hari kelulusan yang begitu dinantikan. Semua orang berbahagia namun berbeda dengan Sehun. Hari ini merupakan hari terakhirnya di Korea. Besok ia akan pergi meninggalkan segala kenangan disini. Ia akan langsung bertolak ke German tempat ayahnya akan mendirikan perusahaan cabang disana dan melanjutkan study bisnisnya. Tepat seperti perkiraannya ayahnya benar benar akan menghukum Sehun karena ia dengan seenaknya memutuskan hubungan dengan Tiffany. Tapi itu bukan masalah bagi Sehun. Ia malah tidak peduli. Mungkin jika ia pergi, segalanya akan menjadi lebih mudah.

Ia berjalan melewati lorong dan mendapati Kai sedang berjalan menggandeng tangan Kyungsoo disebelahnya. Mau tidak mau ia harus bertatapan serta melewati mereka. Canggung rasanya tidak bertegur sapa dengan sahabat yang 15 tahun mengenalmu. Namun Sehun seolah ingin menghilang dia memalingkan wajahnya menghadap arah yang bebeda.

Lain Sehun lain lagi dengan Kai. Ia takkan mempermasalahkan apapapun. Melihat Sehun berjalan kearahnya dan kyungsoo membuatnya tersenyum dan setelah mereka cukup dekat dia berkata " Selamat atas kelulusanmu Sehun, nilaimu bagus."

Sehun merasa inilah dia. Sekasar dan seegois apapun kau pada temanmu, jika dia benar benar temanmu Ia akan memaafkanmu. Itulah teman sejatimu.

"Kau juga. Selamat atas kelulusanmu walau pun nilaiku lebih baik" perkataan itu justru membuat keduanya tertawa. "Selamat untukmu juga Kyungsoo, nilai kalian bahkan sangat jauh diatasku"

"kalian?" Kyungsoo seolah membeo. "Ahh pasti Luhan, mmm dia menggalami kecelakaan hanya tiga hari sebelum ujian. Aku membantunya belajar namun tetap sangat sulit. Dia kehilangan banyak memorinya.. Tapi sekarang keadannya lebih baik" terang Kyungsoo panjang lebar membuat Sehun kembali memikirkannya. Bagaimana mungkin ia akan pergi meninggalkan Luhan dalam kondisi seperti ini.

"Temuilah dia Sehun" Kyungsoo berkata sambil tersenyum "Dia sepertimu Sehun. Dia takkan lebih baik tanpamu dan kau takkan pernah lebih baik tanpanya"

"Ya temui dia, minta maaf padanya sebelum kau pergi" Kai menambahkan.

"Kau tau aku akan pergi?"

"Sehun aku sahabatmu, tidak ada yang lebih mengerti dirimu selain aku." Kai mengeratkan genggamannya pada Kyungsoo.

Sehun tersenyum, ya Kai adalah sahabatnya. Satu satunya orang yang paling mengerti dirinya. Sehun langsung berlari ketempat parkir motornya yang merupakan hadiah kelulusannya dan melaju kencang menembus keramaian demi mencapai sebuah tempat yang akan membawanya bertemu dengan orang yang paling dia butuhkan. LUHAN.


Sehun bergegas menekan tombol lift dan masuk kedalan dengan tergesa gesa. Setelah pintu lift terbuka ia berlari sekuat tenaga dilorong apartmen dan setibanya ia akan menekan bel, kebetulan sekali seorang namja yang begitu ia rindukan membuka pintu hendak keluar. Sehun tidak lagi berfikir benar atau tidak. Yang ia lakukan saat ini adalah memeluk sang namja seerat mungkin dan takkan melepaskannya.

"Se-sehun.."

"Luhan, aku merindukanmu"

"…"

"Luhan, aku sangat merindukanmu"

"…"

"Luhan, aku tahu kau sangat marah tentang kejadian seminggu yang lalu, aku benar benar minta maaf. Harusnya aku tidak pernah melakukan itu kepadamu, aku tidak pernah ingin melakukan itu kepadamu, mengacuhkanmu mengabaikanmu tidak pernah terlintas dibenakku sebelumnya. Aku menyesal membuatmu salah faham aku menyesal memukul Kai. Aku menyesal.. Aku benar benar menyesal Luhan. Hiks.." Sehun menangis. Ia memdekap Luhan lebih erat, merasakan tubuhnya menempel sempurna dengan Luhan. Ia benci harus mengakui ini, namun dia akan tetap lemah dihadapan Luhan.

"Hiks.. Hiks. " suara tangisan lain terdengar dari Luhan. Sehun mengeratkan pelukannya dan mengusap punggung Luhan menenangkannya. Membawanya masuk ke dalam apartmen dan menendang pintu dengan kakinya. Luhan tetap berada dalam kukuhannya.

Tangannya mulai meraba pipi tembem milik Luhan dan menangkupnya hingga ia dapat melihat dengan jelas Luhan menangis karenanya. Selama ini dia slalu berusaha melindungi Luhan dari apapun yang akan menyakitinya. Namun siapa sangka malah dirinyalah yang menghancurkan hati Luhan menjadi berkeping keping. Mata rusa itu memandangnya dengan berlinang air mata kemudian Sehun mengecupnya.

"Jangan menangis, jangan menangis untukku lagi. Lupakan aku jika itu lebih baik untukmu Luhan. Aku berjanji tidak akan muncul dihadapanmu lagi. Jangan menangis" Sehun terus mengatakannya sampai Luhan menjadi benar-benar tenang dipelukannya.

"Cium aku Sehun" Luhan mengatakannya tanpa takut sedikitpun.

Sehun tidak mengerti apa yang Luhan pikirkan tentang dirinya. Ia menyakiti Luhan namun namja itu malah meminta ciumannya.

"CIUM AKU SEHUN" Bentak Luhan kali ini.

"Luhan…"

"Cium aku jika kau mencintaiku Sehun, mengapa kau begitu keras kepala. Aku melakukan segalanya untukmu. Aku mencintaimu hingga hatiku hancur dan aku takkan meminta lebih. Aku hanya meminta cintamu. Mengapa kau sangat egois Sehun., kau begitu egois" Luhan kembali menangis dan memukul mukul dada Sehun dengan tangan kecilnya.

Inilah yang selalu Sehun takutkan dirinya terlalu bodoh dihadapan Luhan. Sehun kemudian menangkup kedua pipi kenyal itu dan mendekatkan bibirnya pada bibir Luhan. Ia menutup matanya walau masih mendengar Luhan terisak pelan namun saat bibirnya menyentuh bibir Luhan, isakan itu terhenti. Sesaat Sehun membiarkan bibirnya hanya menempel namun ia mencoba meresapi dan kemudian perlahan menggerakkannya sedikit demi sedikit. Luhan menerimanya dengan sangat baik. Ia membalas ciuman Sehun. Sehun merasa panas menjalari seluruh tubuhnya membuat ia menginginkan Luhan lebih dari ini. Perlahan ia menyelusupkan lidahnya pada mulit kecil Luhan. Dan Luhan memberikan akses kepadanya hingga terjadilah pergumulan lidah didalam mulut kecilnya. Lidah Sehun menyapu seluruh ruang yang ada disana. Dan sesekali Sehun akan menarik lidah Luhan dan itu membuat Luhan mengeluarkan suara aneh karenanya.

"Mmmhh" Luhan merasa kakinya melemas akibat ciuman itu hampir saja terjatuh jika saja Sehun tidak memeluk pinggangnya seperti ini dan Luhan dengan refleks langsung mengalungkan lengannya pada leher namja yang lebih tinggi darinya itu.

Sehun terus melumat bibir Luhan hingga ia merasa Luhan memukul mukul dadanya karena kehabisan nafas. Dengan tidak rela ia melepaskan pagutannya dari bibir yang mulai sekarang akan menjadi candunya baginya itu. Luhan langsung meraup oksigen serakus mungkin begitu Sehun melepaskan ciumannya. Ia menatap Sehun dengan malu namun Sehun malah menatapnya dengan sangat tajam. Sehun meraih dagunya hingga membuat Luhan mendongak melihatnya. Sehun meneliti wajah Luhan. Hingga akhirnya memperhatikan bibir Luhan yang baru saja ia lumat menjadi sedikit bengkak dan memerah. Seperti ingin mengulang lagi Sehun kembali memberikan kecupan kecupan ringan dibibir Luhan yang membuat Luhan tersenyum.

"Aku mencintaimu Luhan" ucap Sehun diakhir kecupannya.

"Aku mencintaimu Sehun" balas Luhan kemudian menarik Sehun dan balas menghujani bibir tipis Sehun dengan kecupannya.

Sehun menggendong Luhan dan mendudukkannya di pangkuan Sehun disofa ruang tengah.

"Luhan aku mencintaimu" ucap Sehun mencium Luhan kembali setelahnya. Lumatan lumatan kecil pun akhirnya terjadi. Tidak hanya bibir Sehun beralih dari bibir menuju dagu Luhan dan kemudian menciumi leher putih Luhan. Luhan tentu saja mendongak memberi keleluasaan pada Sehun mengeksplor lehernya. Luhan tidak kuasa lagi menahan desahan nikmat akibat perbuatan Sehun.

"Mmhh.. Sehun.. Se..hunie" desah Luhan.

Namun justru desahan Lihan membuat Sehun panas seluruh tubuh. Ia tau apa yang ia rasakan, ia bergairah karena desahan itu. Ia ingin Luhan berhenti mendesah, namun ia tak kuasa menghentikan aksinya menciumi Luhan.

Bukannya berhenti Sehun malah semakin menikmati perbuatannya karena desahan Luhan. Ia semakin rakus menciumi Luhan dari bibir ke leher dan menorehkan beberapa tanda kepemilikan di leher jenjang Luhan.

"Akhh.. Sehunnie sakit, jangan gigit aku" Luhan langsung memejamkan matanya yang justru membuat Sehun gemas karena tingkahnya.

"Aku memberikanmu tanda sayang, itu tandanya kau milikku. Tidak akan ada seorangpun yang akan boleh menyentuhmu kecuali aku" Ucap Sehun sambil mengelus tanda kepemilikan yang barusan ia buat.

"K-kau memanggilku apa?" Luhan merasa tidak salah dengar. Tadi Sehun baru saja memanggilnya 'sayang'

"Aku memanggilmu apa? Kau ingin aku memanggilmu apa?" Tanya Sehun balik berpura-pura tidak mengerti maksud Luhan ia ingin menggoda Luhan.

"Yaish, Sehun kau menyebalkan! Kau menyebalkan! Kau menyebalkan!" Luhan berteriak tidak jelas memeluk Sehun menutupi wajahnya yang memerah malu dari namja berwajah dingin didepannya.

"Hahaha Kau imut sekali sayang, kenapa kau harus bertanya hmm?" Sehun membawa Luhan kembali menghadapnya. Dan menggengam tangan mungil namja itu.

"Aku mencintaimu Luhan dengan segenap hatiku. Apakah kau ingin jadi kekasihku?"

Luhan membelalakkan matanya kaget. KEKASIH? Tentu saja ia mau. Namun dasarnya Luhan sangat pemalu hingga ia hanya bisa mengangguk sambil menatap dada Sehun didepannya tidak berani melihat manik hazel namja yang dicintainya.

Sehun menarik dagu Luhan. Dibuat gemas sendiri oleh Luhan yang bagaikan anak kecil dimatanya. "katakan Luhan, apa kau mau jadi kekasihku? Jawab aku sayang"

"Ya, aku mau Sehun. Tentu saja aku.." Belum sempat Luhan berkata Sehun sudah membungkam mulutnya. Sehun menciumi Luhan lebih lembut kali ini. Bergerak pelan dibibir Luhan. Mengemuti setiap belahan bibir Luhan. Dan mendobrak masuk kedalam mulut kecil itu dan memainkan lidahnya bebas didalam sana. Namun ciuman ini membuat Sehun semakin bergairah. Sehun mengusap pelan namun seduktif punggung Luhan. Menyusupkan tangannya langsung menyentuh permukaan kulit Luhan yang sensitif. Membuat Luhan meleguh nikmat karena perlakuan Sehun.

"Nghh"

SHIT – Batin Sehun. Ia tidak bisa menahannya lagi. Desahan Luhan membuatnya hilang kendali. Ia mulai menciumi Luhan dengan ganas. Ia semakin seduktif meraba setiap permukaan punggung Luhan. Beralih kepinggangnya lalu keperut rata Luhan. Luhan bukannya diam, malah makin menggumam didalam mulut Sehun. Sensasi nikmat yang ia rasakan pertama kali yang diberikan oleh Sehun terasa menggelitik perutnya. Sehun semakin bergairah meraba Luhan sampai meraih tonjolan kecil Luhan. Tonjolan kecil yang sangat menggoda bagi Sehun. Sehun memelintir dan memainkannya dengan jarinya. Mencubit cubit puting itu yang membuat Luhan mendesah hebat.

"Oh.. Sehunnie.. hhah"

Sehun menciumi leher Luhan dan jakun Luhan yang naik turun mengendalikan libidonya sendiri. Sehun perlahan membuka kancing kemeja Luhan.

"K-kenapah kau membuka bajuku Sehun?" Luhan masih bisa bertanya seperti itu membuat Sehun terdiam.

"Aku ingin melihat ini Lu, tonjolan kecil ini" kata Sehun sambil memainkan tonjolan berwarna pink itu. Luhan tertahan menahan geli saat Sehun menyentuhnya.

"Aku ingin memakannya Luhan sayang" Sehun mendekatkan bibirnya kearah tonjolan itu. Luhan hanya menatap Sehun polos dengan mata bulatnya dan tentu saja kepala kecilnya tidak akan mengerti apa yang sedang Sehun coba lakukan.

Sehun menciumi puting itu dan langsung melumatnya. Dengan rakus juga Sehun menggigitnya, entah karena gemas Sehun mengigit puting itu terlalu keras sehingga menyebabkan sang pemilik menangis kesakitan.

"Hiks Sehunnie sakitt.. Lepaskan kenapa sejak tadi kau menggigitku terus.. Hiks hiks apa aku berbuat salah padamu? Huaaa…. " Luhan terisak lucu bagaikan anak kecil dimata Sehun. Luhan masih terlalu polos ternyata. Sehun hanya senyum senyum sendiri melihat tingkah kekanakan kekasihnya ini.

BRAK

"Yak Oh Sehun apa yang kau lakukan?" – Kai

"Lalu kenapa Luhan menangis? Dan kenapa Luhan tidak pakai baju – Kyungsoo

Kai langsung diam menyadari Luhan tanpa baju, berada diatas pangkuan Sehun, rambut keduanya acak-acakan, bibir Luhan yang sedikit bengkak dan memerah. Oh dia tahu kalau mereka datang diwaktu yang tidak tepat. Kai sebaiknya mengajak Kyungsoo menginap dirumahnya malam ini namun ketika ia menatap kyungsoo, namja bermata bulat itu sudah berjalan kearah Sehun dan Luhan.

"Kenapa kau menangis? Apakah ada yang sakit?" Tanya Kyungsoo cemas.

"Ani. Sehunnie menggigit ini dan ia bilang ingin memakannya Kyungii" Kemudian Luhan menunjukkan tonjolan berwarna pink miliknya yang digigit Sehun tadi. Sehun membelalak kaget menatap Luhan, ia tidak menyangka bahwa Luhan akan mengatakan itu.

"Kenapa kau menggigitnya hah? Memangnya tidak ada benda lain yang bisa kau gerogoti, tingkahmu seperti anak anjing yang sedang tumbuh gigi" Kata Kyungsoo langsung memarahi Sehun.

Yaampun ternyata Kyungsoopun sama saja polosnya. Sehun melirik Kai meminta bantuan sahabatnya itu. Kai sudah terkekeh sejak tadi melihatnya. Sial sekali mereka punya kekasih yang pemikirannya masih polos.

"Baiklah Chagii jangan memarahi Sehun lagi, Sehun itu sedang dalam masa pertumbuhan dia akan menggigit apapun yang menggemaskan, seperti Luhan" Kai memberikan penjelasan tidak masuk akal pada Kyungsoo. Kyungsoo lalu mengangguk dan memakaikan kembali baju Luhan.

"Aku dan Kai membawa banyak makanan" Seru Kyungsoo "Kemarilah Sehun"

"Ya karena hari ini adalah hari terakhir Sehun" Seru Kai.

"Hari terakhir Sehun? Apa maksudnya?" Luhan bertanya sangat kencang.

"Kau tidak memberitahukannya Sehun?" Sekarang giliran Kai yang bertanya pada Sehun.

"Aku lupa. Luhannie aku akan pindah ke German besok" Sehun berkata sangat sedih "Maaf aku baru mengatakannya, aku begitu menginginkamu tadi"

"Kapan kau kembali?" Luhan bertanya pelan menahan tangisnya. Ia tidak akan menangis. Tidak akan. Tidak akan. Ia berusaha meyakinkan dirinya.

"Entahlah, aku akan kuliah sambil bekerja di perusahaan cabang ayah disana" Jawab Sehun sendu.

"Andwee. Lalu bagaimana denganku? Kita bahkan baru menjadi sepasang kekasih beberapa jam dan kau akan pergi meninggalkanku? Ada apa denganmu Oh Sehun? Kau selalu saja melakukan hal sesukamu. Tidakkah kau memikirkan perasaanku. Bagaimana perasaanku jika kau meninggalkanku, aku tidak mungkin menunggu jika aku tidak tahu kau akan pulang atau tidak. Kau jahat Sehun.. Nappeun namja hiks hiks…" Akhirnya Luhan menangis. Ia memukul Sehun berkali-kali melampiaskan rasa kesalnya pada sang kekasih.

Sehun tidak tahu sejak kapan tepatnya ia menyukai Luhan, semenjak pertama kali ia berteman atau saat mereka sudah saling akrab. Namun satu hal yang Sehun tau sekalipun Luhan sangat manja, ceroboh ataupun melakukan kesalahan, saat itulah ia merasakan cintanya semakin besar untuk namja mungil ini.

"Aku tidak bilang aku meninggalkanmu Luhan. Aku akan membawamu bersamaku. Kau akan kuliah di sana dan tinggal bersamaku. Apakah kau bersedia?" Sehun menautkan jemarinya pada Luhan dan menciumi punggung tangan namja itu.

Luhan langsung menerjang Sehun, memeluk erat kekasihnya itu. "Kenapa kau tidak mengatakannya sejak tadi? Kau sengaja ingin membuat aku menangis eoh?" Luhan membenamkan wajahnya di ceruk leher Sehun. Dan Sehun membelai lembut surai Luhan di lehernya.

Kai dan Kyungsoo hanya dapat tersenyum melihat Luhan yang sangat manja pada Sehun. Namun karena itu jugalah Sehun menjadi sangat posesif terhadap Luhan. Sehun menjadi sangat berhati hati dam menjaga Luhan dari apapun yang akan melukainya. Sehunlah akan menjaga Luhan dengan segenap hatinya karena Luhanlah yang ia butuhkan. Sikap peduli yang awalnya ia kira hanya sebatas teman berubah menjadi sikap menjaga dan melindungi Luhan yang manja dan ceroboh.

FIN – THE END


Ahhhhhh... apa ini ?

engga banget kann T,T

entah apa yang terlintas dikepalaku sampai aku membuat ff nista ini..

pengen buat adegan rate M sebenarnya tapi kembali lagi aku masih pemula dan mental aku belum cukup kuat untuk membuat m scene..

tapi next story bakal ada kog yang errleleee...nyaa hahha

ditunggu ya update selanjutnyaa.. dan sekali lagi review pleaseee..

aku butuh review readers buat bikin aku tambah semangat .. ^^