Sakura melihat kesamping bangku nya dan betapa kagetnya Sakura melihat seorang pria berambut merah tengah bermesraan bersama seorang wanita berambut coklat yang tidak Sakura kenali. "Gaara-kun, apakah kamu mencintaiku?" Ucap seorang wanita berambut coklat itu.
"Aku sangat mencintai mu melebihi apapun, Matsuri." ucap Gaara sambil mencium ubun-ubun Matsuri.
"Kalau begitu, putuskan lah si pinkitu. Aku hanya ingin kamu hanya memiliki ku saja. Dan aku ingin cepat-cepat menikah dengan mu."
"Tunggulah sayang. Aku pasti akan memutuskan si pink itu hingga waktunya tiba. Sekarang bukan saatnya. Aku masih ingin bermain-main dengan nya. Dia sangatlah polos, kau harus tau itu."
Cukup, Sakura sungguh geram dan sakit hati begitu mendengar percakapan kekasihnya dengan selingkuhan nya. Sakura sudah tidak kuat lagi menahan emosinya. Sakura beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju bangku Gaara dan Matsuri.
Sasuke yang sedang menghabiskan makanannya menatap bingung kearah Sakura. BRAK ! Sakura mengebrak meja Gaara dan Matsuri. Gaara sangatlah kaget begitu siapa yang mengebrak meja itu. "Sa-sakura..." Ucap Gaara sambil memasang wajah terkejut bukan main.
Cintaku, Guru Private Putri Ku
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Romance, Drama & Family
Pairings : Sasuke U. & Sakura H.
Warning : AU, semi OOC, mungkin TYPO(s), DLL.
Sakura menatap Gaara dengan tatapan marah dan kecewa. "Tak kusangka hiks... kita bertemu disini dan kamu sedang bermesraan hiks... dengan wanita lain dan sudah terbukti bahwa kamu telah mempermainkan aku, terimakasih atas semuanya Gaara-kun hiks... kita putus." Ucap Sakura sambil menangis.
Setelah mengucapkan itu, Sakura langsung berlari keluar dari restoran itu. Gaara langsung mengejar Sakura. Sasuke kaget melihat Sakura yang langsung lari keluar dari restoran. Sasuke langsung menyimpan beberapa uang di meja itu dan langsung berlari mengejar Sakura juga. Sakura terus berlari entah kemana sambil menangis. "Sakura tunggu, berhenti." Teriak gaara.
Akhirnya Sakura berhenti berlari. Gaara langsung berdiri di hadapan Sakura. Sasuke yang sedari tadi mengikuti Sakura dan Gaara langsung bersembunyi di tiang listrik dan mendengarkan pertengkaran Gaara dengan Sakura. "Sakura, ini tidak seperti yang kau lihat." Ucap Gaara sambil memegang kedua pundak Sakura.
"Apa nya yang tidak seperti yang aku lihat? Semua sudah jelas. Aku melihat dan mendengarnya sendiri hiks... bahwa kamu cuma mempermainkan aku." ucap Sakura sambil menepis tangan Gaara yang memegang pundaknya.
"Aku tadi cuma bercanda. Aku tidak mempermainkan kamu. Sakura, aku mohon jangan putuskan hubungan kita." Ucap Gaara sambil menatap mohon kepada Sakura.
"Kau bilang bercanda? Hiks... aku tidak lah percaya dengan semua kata-kata mu itu. Aku benar-benar kecewa denganmu." Ucap Sakura sambil menatap Gaara kecewa.
Tiba-tiba Gaara memeluk tubuh Sakura sangat erat. Sakura memberontak untuk melepaskan pelukan itu. Cukup, Sasuke tidak bisa diam saja menyaksikan mereka berdua. Sasuke mendorong Gaara untuk melepaskan pelukannya kepada Sakura. Gaara pun reflek melepaskan pelukannya kepada Sakura dan menatap sinis kearah Sasuke yang sekarang sedang merangkul Sakura. "Siapa kamu?" ucap Gaara.
"Aku adalah ayah dari murid private nya Sakura. Jangan ganggu Sakura lagi."
"Apa urusanmu? Aku ingin berbicara berdua dengan Sakura tentang hubunganku dengan nya."
"Hubungan? Bukannya Sakura sudah bilang kalau dia ingin mengakhiri hubungan nya dengan mu dan itu berarti kalian sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Sakura, ayo aku antar kamu pulang."
Sakura menganggukan kepala menyetujui dengan ucapan Sasuke. Baru juga mereka akan berjalan kembali ke restoran, tiba-tiba Gaara mengucapkan sesuatu sehingga Sasuke dan Sakura menatap tajam kearah Gaara. "Kamu sama saja Sakura. Kamu juga tuh bisa berdekatan dan bermesraan dengan laki-laki lain. Kamu bisanya menyebutku selingkuh dan ternyata kamu sama saja, Sakura. Dasar, tak tau diri."
Seketika itu juga Sakura langsung menatap Gaara benci. Baru juga Sakura akan membalas perkataan Gaara, tiba-tiba Sasuke mengucapkan... "Jangan berkata seperti itu kepada Sakura. Sakura tidaklah seperti yang kau bilang. Sebaiknya kita pergi saja."
Sasuke dan Sakura berjalan kembali menuju restoran dan pergi meninggalkan Gaara yang masih diam terpaku disana. Dan sekarang Sasuke dan Sakura sudah berada di mobil. Sepanjang perjalanan menuju rumah Sakura, Sakura masih saja menangis dan membuat Sasuke sebal melihatnya.
Sasuke memberhentikan mobilnya disebuah taman yang terang oleh lampu. Sasuke keluar dari mobil dan membuka pintu disamping Sakura. "Sebaiknya kamu tenangkan pikiran dan hatimu disini. Aku akan mendengarkan semua keluh kesahmu." Ucap Sasuke.
Sasuke menuntun Sakura keluar dari mobilnya. Setelah menutup pintu mobil, Sasuke mengajak Sakura untuk masuk ke taman itu dan duduk di bangku taman yang ada disana. Sasuke menatap Sakura yang duduk di sampingnya sedang menunduk sambil mengusap pipinya. "Jadi, laki-laki tadi itu kekasihmu?" ucap Sasuke membuka percakapan antara dirinya dengan Sakura.
"Dia bukan lagi kekasihku hiks... aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi hiks... aku sungguh kecewa dengan nya. Dia telah menghancurkan kepercayaanku padanya hiks... padahal aku ingin dia dan aku memiliki hubungan yang lebih serius. Kini, keinginanku sia-sia hiks... dia hanya mempermainkan aku hiks..." Curhat Sakura kepada Sasuke sambil menangis.
"Mungkin dia itu bukan jodoh untuk mu. Aku pun sama pernah mengalami kejadian seperti mu. Istri ku selingkuh di depan ku sendiri dan dia malah membiarkan Ayumi yang masih bayi dirumah sendirian dan lebih memilih mengunjungi selingkuhan nya di hotel."
Sakura kaget mendengar ucapan dari Sasuke. Sakura langsung menengadahkan kepalanya menatap Sasuke yang sedang menatap lurus ke depan dengan tatapan kecewa. Hening seketika, hanya terdengar suara tangisan Sakura dan suara air mancur yang ada di taman itu. "A-apakah hiks... semua laki-laki itu seperti Gaara-kun yang selalu mempermainkan perasaan saja?"
"Tidak Sakura. Tidak semua laki-laki seperti itu. Sudahlah jangan menangis."
"Aku sakit hati. Aku benar-benar kecewa dengannya. Sakit, Sasuke-san. Hiks..."
Sasuke paling tidak suka melihat seorang perempuan menangis. Tiba-tiba saja Sasuke langsung memeluk Sakura dengan erat dan menyandarkan kepala Sakura pada dada bidangnya. Sasuke menopang dagunya di kepala Sakura. "Menangislah. Tumpahkan segala keluh kesah mu itu. Aku akan mendengarkannya". Ucap Sasuke tulus.
Sejenak Sakura terkejut karena mendapatkan perlakuan seperti itu. Entah kenapa Sakura tidak menolak di peluk oleh Sasuke justru Sakura langsung balik memeluk Sasuke dan mencurahkan isi hatinya kepada Sasuke sambil menangis sampai-sampai kemeja Sasuke menjadi basah karena air mata Sakura.
Sasuke hanya diam mendengarkan curhatan Sakura dan terkadang merespon curhatan Sakura. 1 jam telah berlalu, kini Sakura sudah tidak menangis lagi dan Sakura melepaskan pelukannya pada Sasuke begitu juga dengan Sasuke. Saat melepaskan pelukan mereka, wajah mereka sangatlah berdekatan dan sejenak merek saling pandang dan tiba-tiba saja wajah Sakura maupun Sasuke bersemu. Sakura buru-buru menjaga jarak posisi tubuhnya dengan Sasuke dan memalingkan wajahnya. "Terimakasih, Sas-sasuke-san, anda telah mendengarkan curhatan ku dan menghiburku." Ucap Sakura sedikit gugup dan salting.
"Hn... tidak masalah."
"Dan maaf juga Sasuke-san sa-saya telah membasahi kemeja anda." Ucap Sakura sambil menatap Sasuke dengan tatapan bersalah.
"Hn. Sebaiknya sekarang kita ke mobil." Ucap Sasuke sambil berdiri dan berjalan menuju mobilnya disusul Sakura.
Setelah mengantar Sakura kerumahnya, Sasuke langsung kembali menuju rumahnya dan memasukan mobilnya ke garasi. Lalu Sasuke mengunci pintu depan rumahnya. Setelah itu, Sasuke berjalan menuju kamar anaknya untuk memastikan apakah Ayumi masih disana dan tertidur. Sasuke melihat Ayumi sedang tertidur sambil memeluk gulingnya. Sasuke tersenyum menatap putrinya yang sedang tertidur itu.
Pagi hari, Ayumi sekarang sedang berada di mobil Sasuke. Sasuke hendak mengantar putrinya untuk sekolah. Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di sekolah Ayumi. "Ingat, jangan nakal saat disekolah." Ucap Sasuke.
"Tousan sering mengatakan seperti itu setiap Ayumi akan sekolah. Aku tidak akan nakal kok, tousan." Ucap Ayumi sambil memasang wajah cemberut.
"Baguslah kalau kamu sudah mengerti apa yang tousan katakan. Belajar yang benar."
Ayumi mencium tangan Sasuke. Setelah itu Ayumi turun dari mobil dan berjalan menuju kelasnya. Sedangkan Sasuke dia langsung menjalankan mobilnya menuju kantornya. Saat sedang berjalan menuju kelasnya, tiba-tiba Ayumi bertubrukan dengan seorang murid laki-laki kelas 4. "Aduh..." Ucap Ayumi mengaduh.
"Kalau jalan hati-hati dong. dasar anak payah." Ucap murid laki-laki itu menatap sinis kepada Ayumi.
"Ayumi tidak payah." Ucap Ayumi tidak menerima dengan ucapan dari murid laki-laki itu.
"Ayumi? kamu Uchiha Ayumi yang tousan dan kaasan mu sudah cerai itu? dan kamu berada di pihak asuh ayah mu? Ya ampun kasian sekali. Pantas saja kamu payah, menabrak orang seenaknya, gak ada yang ngajarin sikap yang bagus sih karena jauh dan tidak ada perhatian dari kaasan nya." ucap anak laki-laki itu sambil tertawa.
"Ayumi enggak begitu hiks... walau Ayumi enggak ada perhatian dari kaasan, Ayumi punya sikap yang bagus hiks... tousan Ayumi mengajari sikap yang bagus ke Ayumi hiks... senpai jahat!" Ucap Ayumi sambil menangis.
Setelah mengucapkan itu, Ayumi langsung berlari meninggalkan murid laki-laki itu yang menatap Ayumi sinis dan Ayumi berlari kearah kelasnya. Ayumi langsung duduk di bangkunya dan menangis sambil menyebut 'tousan'. Shimura Rei, teman sebangku Ayumi menatap bingung Ayumi. Hideki yang bangku nya di depan Ayumi langsung menatap kebelakang bangku dan menatap Ayumi bingung juga. "Rei, Ayumi-chan kenapa?" ucap Hideki.
"Rei enggak tau. Ayumi-chan kenapa?" ucap Rei sambil menatap Ayumi bingung.
Ayumi tidak menjawab pertanyaan dari Rei justru Ayumi semakin kencang menangis. Rei yang bingung langsung lari keluar kelas mencari wali kelas. Anak laki-laki dari pasangan Shimura Sai dan Yamanaka Ino itu berlari menuju ruang guru dan akhirnya Rei menemukan wali kelasnya sedang berjalan menuju kelasnya. "Anko-sensei." Teriak Rei.
"Eh Rei-kun, ada apa? Kenapa kamu lari-lari?" ucap Anko bingung.
"I-itu... Ayumi-chan nangis di kelas."
"Nangis? Ayo kita ke kelas sekarang."
Lalu mereka berdua pun langsung berjalan menuju kelas dan sampai dikelas terlihat murid-murid kelas 2 itu sedang berkumpul mengelilingi bangku Ayumi. Anko dan Rei langsung menghampiri kumpulan itu dan sampai disana terlihat Ayumi masih menangis sambil menyebut 'tousan'. "Anak-anak sebaiknya kalian duduk dibangku masing-masing." Perintah Anko kepada muridnya.
Seketika itu juga murid-murid yang tadi berkumpul di bangku Ayumi langsung duduk dibangkunya masing-masing. Anko duduk di bangku yang dekat dengan Ayumi, bangku nya Rei. Sedangkan Rei dia berdiri disamping Anko dan menatap Ayumi dengan tatapan innocent. "Ayumi-chan kenapa nangis? Ada apa? Kamu bisa cerita sama sensei." Ucap Anko sambil membelai rambut Ayumi.
"Tousan, aku pengen ke tousan. Aku pengen pulang". Teriak Ayumi masih tetap menangis.
"Tapi Ayumi-chan, Ayumi-chan harus sekolah."
"Ayumi pengen pulang." Teriak Ayumi lagi dan masih tetap menangis.
"Iya-iya. sensei akan memanggil tousan mu. Asalkan Ayumi-chan berhenti berteriak dan menangis." Ucap Anko sambil menatap Ayumi. Ayumi langsung mengangguk dan menuruti ucapan Anko. Anko mengambil handphone nya dan mencari kontak nomer handphone tousan nya Ayumi.
Uchiha Corp merupakan salah satu perusahaan terkenal sekaligus terkaya di konoha. Orang-orang yang bekerja disana sangatlah sibuk. Begitu juga dengan wakil pimpinan perusahaan ini. Tampak Sasuke sedang membaca sebuah laporan. Tiba-tiba handphone Sasuke berdering tanda ada telpon. Sasuke menekan tombol hijau dan menyimpan handphonenya di telinga kirinya. "Moshi-moshi..." ucap Sasuke sambil tetap membaca laporan.
"Ah Uchiha-san"
"Hn. Ada apa, Anko-san?".
"Emm... begini, Ayumi-chan dikelasnya menangis sambil berteriak 'tousan'. dia ingin anda untuk kesini. Ayumi-chan tidak mau berhenti menangis sebelum anda datang kesini dan Ayumi-chan ingin pulang."
"Baiklah, saya akan kesana."
Telpon itu pun langsung diputuskan oleh Sasuke. Sasuke menyimpan handphone nya di saku celana nya. Sasuke menghela napas dan menyandarkan punggung nya di kursi kerjanya 'Ada apa dengan Ayumi?' batin Sasuke.
Sasuke beranjak dari tempat kerjanya dan berjalan menuju tempat parkir dimana mobilnya di parkirkan. Beberapa menit kemudian Sasuke sudah sampai di sekolah Ayumi dan Sasuke langsung berjalan menuju kelasnya Ayumi. Setelah sampai di kelas Ayumi, Sasuke melihat Ayumi yang sedang menangis sesegukan dan Anko duduk disampingnya menenangkan Ayumi.
Sasuke mendekati bangku Ayumi. Anko yang melihat ada Sasuke, langsung berdiri dan mempersilahkan Sasuke untuk duduk. Sasuke duduk di bangku itu dan mengusap rambut Ayumi. "Ayumi, kamu kenapa?" ucap Sasuke khawatir.
Seketika itu juga Ayumi langsung memeluk Sasuke dan membenamkan wajah nya di bahu Sasuke dan menangis kembali sambil mengucapkan "Tousan hiks... aku ingin pulang".
Sasuke langsung memangku Ayumi dan berdiri. "Anko-san, saya akan membawa putri saya pulang. Untuk hari ini putri saya tidak bisa sekolah." Ucap Sasuke.
"Iya, Uchiha-san." Ucap Anko.
Sasuke langsung pergi dari kelas itu sambil memangku Ayumi yang sedang menangis sesegukan di bahu Sasuke. Sasuke mendudukan Ayumi di samping kursi kemudi Sedangkan Sasuke duduk di kursi kemudi. Sasuke mulai menjalankan mobilnya menuju rumahnya. Setelah sampai dirumah, Sasuke dan Ayumi duduk di ruang tamu. Sasuke duduk disamping Ayumi sambil mengusap rambut Ayumi. "Ayumi, kamu kenapa? Jangan buat tousan khawatir. Ceritalah pada tousan kenapa kamu menangis?"
Sejenak Ayumi terdiam. "Tousan maukah tousan mencari pengganti kaasan Karin?" Ucap Ayumi.
Sasuke terkejut mendengar perkataan dari Ayumi. 'Ada apa dengan Ayumi? kenapa dia ingin seorang kaasan?' batin Sasuke.
"Tousan maukan mengabulkan permintaan Ayumi yang satu ini?" ucap Ayumi membuyarkan lamunan Sasuke.
Sasuke terdiam mendengar ucapan dari Ayumi. Sasuke menatap Ayumi yang sedang menatap nya dengan tatapan memohon. Sasuke langsung memeluk Ayumi sambil mengusap punggung Ayumi. "Baiklah, tousan akan mengabulkan permintaan mu itu."
-TBC-
Hay saya kembali lagi dengan fict Cintaku, Guru Private Putri Ku chapter 4. hhohoho ^O^ *ditendang
bagaimana? makin menarik kah? makin tidak menarikah? kependekan kah? kepanjangan kah? ._. *plak
saya sempat bingung sama adegan murid laki-laki sama Ayumi. kalau baca lagi ucapan murid laki-laki ke Ayumi itu aneh ya -_-"a
hehe... ah pokonya terimakasih sudah mau membaca fict ku ini :)
seperti biasa, saya butuh kritik, saran, komentar. jadi, Review ya :D
Thanks to Reviews :
HH, Afisa UchirunoSS, eonniisoo, mako-chan, Nina317Elf, hanazono yuri, Fran Fryn Kun, ^^
