'Aku merindukanmu, hanya merindukanmu, yah itu saja'

Oh Sehun to Kim Jongin

.

Chaeri Zhang note.. behalf on SeKai love to their lovely shippers..

.

OH SEHUN X KIM JONGIN

.

WARN! GENDER SWITCH AREA

.

Oh Sehun menatap jengah butiran air langit yang membasahi sebagian Tillburg petang ini. Lelaki itu terus menggumam tanpa berkesudahan. Tidak lagi mempedulikan kepulan asap dari cangkir berisi vanilla latte yang rasa manisnya dulu dia benci sekali, sebelum Sehun bertemu dengan gadis itu, tentu saja, dia tidak ingin berubah seperti ini. Menjadi pesakitan, seperti… yah, entahlah tidak ada jawabnya.

Sehun merasa sakit, hanya karena merindu. Sakit yang mencubit, membekas, tak mau hilang.

Pandangan si Professor Linguistik muda beralih ke jalan umum menuju rumah pribadinya. Dua bulan lalu, saat senja membasah oleh buliran air, tepat di bawah pohon mample yang mulai merekah di ujung jalan itu, ciuman pertama Sehun jatuh pada gadisnya.

Gadis yang tidak istimewa, hanya seorang mahasiswa magister sederhana yang berhasil mengajuk hatinya menuju langit lapis ketujuh, gadis itu tidak cantik, hanya energik, dia hanya menarik.

"Hujan lagi, dan kau tidak ingin benar – benar kembali padaku"

Sehun menarik nafas, menghela sekali, membuangnya beberapa kali, dadanya tiba – tiba sesak saat dia mengingat kepingan memori musim seminya.

Kepingan memori…

Kim Jongin.

Dia merindukan gadis itu, gadis milik Park Chanyeol.

Kapan mereka akan berakhir dalam perceraian?

Dan Sehun hanya mampu melambungkan angannya menuju rasio alam bawah sadarnya setinggi mungkin.

Dia kembali menelan senyum manisnya.

asap dari cangkir terus menguarkan aroma kepedihan Sehun. Dan gemericik air diluar sana, semakin jatuh deras, tanpa batas.

Senja basah, dan lelaki bernama Oh Sehun dengan putaran kenangan di kepalanya.

Tangan putih pucat itu lantas meraih ponsel di meja, jarinya mengeja beberapa angka, membiarkan at gwanghamun Cho Kyuhyun melantun. Jatungnya berharap cemas, menanti sambutan hangat dari seberang.

"Ya Gyosunim.."

Ah.. peluruh rindunya. Sehun tak mau lagi buang waktu. Tiga kalimat saja cukup.

"Jonginnie.. aku rindu.."

Klik!

Sambungan langsung diputus sepihak olehnya, netra Sehun sudah berat, tak kuat menahan aliran bening cerminan rindunya.

Ah.. lelaki boleh sesekali menangis kan?

-FIN

March, 15, 2018, Tillburg, Netherland.

CHAERI ZHANG