Chapter 4: Ambigu.

CHIBI

Oleh: Ayuri Chaentachi

Rate: K+

Desclaimer: NARUTO belong to Masashi Kishimoto

Genre: Family, Fiendship, dan Humor

Main Cast: Kyuubi no Kurama (12 tahun)

Chouji Akimichi (11 tahun)

Warning:

Twist,

Ini merupakan kumpulan kisah ALLCHARA Naruto CHIBI dan tidak saling terkait tiap-tiap chapternya. Dan cerita ini bukan bashing chara hanya saja saya menyesuaikan dengan alur saja.

"Speak"

'mind'

Author pov

AU, typos, cerita yang sangat biasa.

No Need Flamed, Pleased but, I Need comment and Suggestion.

So, don't like don't read

Summary:

"Menurutmu bagaimana jika sekarang kukuliti saja? Ha… atau dipotong saja…"

"Mendokusai, cepatlah!"

Mendengar suara dari dalam gudang tersebut pikiran Kyuubi melayang kearah Film yang ditontonnya semalam. Karena itu sekarang, beberapa pikiran tak masuk akal merasuki pikirannya tentang apa yang dikerjakan dua orang bocah didalam sana. Takut. Tiba-tiba saja dia takut. Padahal biasanya dia menonton orang saling membunuh itu biasa saja. Tapi, sekarang dengan hanya memikirkan bahwa didalam sana orang melakukan pembunuhan dan terdengar menyiksa korbannya membuat dia takut. Kenyataan itu…

... Ayuri Chaentachi Present...

Saat cahaya telah pergi keperaduannya, hanya butir-butir bintang yang menjadi bukti keberadaanya. Secara perlahan namun penuh akan kepastian bayang-bayang kegelapan bergerak menghampiri. Menimbulkan berbagai spekulasi akan ritmi yang penuh dengan misteri yang menghantarkan ketakutan berpeluh dan penuh getaran yang mengoyahkan tubuh. Ditambah lagi nyanyian ringkih penuh beban keputusasaan mengetarkan gendang telinga.

"Huaaaa, hen… hentikan!" sahutan kecil yang penuh akan harapan penipu meluncur mulus dari bibir yang telah sobek berlumuran darah, pekat. Menampilkan urat-urat gigi yang tampak akan lepas. Namun, sang kegelapan tak memberi ampun sedikitpun dengan perlahan megetuk daging yang mulai terlepas dari tulang, melahapnya tanpa ampun.

Menimbulkan suara-suara kematian.

"Grrroouuhh, ROBEK… KULITI…~ MAKAN! HAHAHAHAH "

KLIK!

"Kyuubi!, kau pikir sekarang jam berapa, ha? Cepat tidur!" seorang wanita paruh baya mematikan televisi yang sedang ditonton oleh bocah berambut merah keoren-orenan.

"Owhh, tidak, Ibu itu bagian yang paling menarik." Protes Kyuubi dengan berdiri ingin menghidupkan kembali telivisi yang baru saja dimatikan oleh Ibunya.

"Grap!" belum sempat tangan Kyuubi menggapai tombol televisi. Tangannya sudah ditangkap terlebih dulu oleh ibunya. Dengan sedikit sentakan Ibunya menarik Kyuubi kekamar.

"Menarik? Ibu sama sekali tidak melihat hal menarik dari yang kau tonton, lagian itu bukan tontonan anak-anak." Tegas Kushina dengan mendelik Kyuubi yang masih bersikukuh bertahan agar bisa kembali menonton.

"Tap—"

"Tidak, ada kata tapi, Kurama-kun! Sekarang cepat pergi kekamarmu sebelum kau hanya akan bisa menonton dalam mimpi!"

Sing!

Lama terdiam akhirnya Kyuubi kembali mendapatkan kesadarannya dan seperti sudah diprogram, dia berjalan lurus kearah kamarnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Sepertinya, Kyuubi tau betul apa yang lebih menakutkan didunia ini selain Film Gore yang sering di tontonnya.

... Ayuri Chaentachi Present...

DI SEKOLAH.

Salah satu tempat yang paling wajib dikunjungi saat istirahat adalah kantin. Tak terkecuali bagi setiap murid. Begitu pula dengan Kyuubi. Setelah berjuang dengan penuh semangat muda dia berhasil mendapatkan dua potong roti mentega dan sebuah jus apel.

Gontai Kyuubi berjalan menyusuri koridor sekolah menuju kelasnya. Tak diacuhkannya seseorang yang dari tadi sibuk memanggil-manggil namanya.

"Hah… Kyuu… Hah… kau tega sekali meninggalkanku." Deru nafas yang tak teratur terdengar dari orang yang sekarang berjalan beiringan dengan Kyuubi. Jelas sekali dia menyuarakan protesannya, yang lagi tak mendapat tanggapan dari bocah meren ini.

"Ssssttt! Diamlah Nagato!" tiba-tiba Kyuubi membekap paksa mulut temannya. Seraya menatap jauh kedepan.

"Pppuaah, ada apa Kyuu?" dengan paksa Nagato melepaskan bekapan Kyuubi dan menolehkan pandangannya kearah tatapan mata Kyuubi tertuju.

"Ada apa dengan bocah gendut itu? Kau kenal dengannya, Kyuu?" Tanya Nagato beruntut seraya membuka roti yang di dibelinya dan melahapnya segera.

"Tidak" tak peduli dengan Nagato Kyuubi segera mengikuti bocah gendut yang tampak mencurigakan. Pasalnya bocah itu berkali-kali memperhatikan sekitar seperti orang yang sedang waspada akan sesuatu hal. Kemudian menutup rapat pintu gudang tempatnya berdiri.

... Ayuri Chaentachi Present...

Sekarang Kyuubi dan nagato berada tepat didepan pintu gudang. Setau Kyuubi gudang itu berisi meja dan kursi yang telah rusak. Setelah beberapa kali berkeliling tak ada sedikitpun celah untuk mengintip kedalam gudang tersebut.

"Kyub—" lagi-lagi kyuubi membekap Nagato. "Diam" kata Kyuubi pelan. Setelah mendapatkan angukan dari Nagato Kyuubi melepaskan bekapannya.

"Sampai kapan akan kau pandangi… Ck mendokusai!"

Sebuah suara yang terkesan malas terdengar dari dalam gudang. Spontan saja Kyuubi mendekatkan telinganya kearah perpotongan pintu, agar suara dari dalam gudang dapat didengarnya dengan jelas. Penasaran, Nagatopun mengikuti apa yang Kyuubi lakukan. Tak lama suara yang sama sekali berbeda menyahuti suara yang pertama. Dapat mereka terka bah suara kedua ini merupakan suara bocah gendut yang mereka lihat dari kejauhan tadi.

"Huh, itu bagian ritual… "

"Ritual apa? Makan saja! Air liurmu menetes!"

"tidak bisa begitu… bagaimana kalu kurobek dulu…"

"Crrakkk…" bunyi sobekan terdengar menggema dari dalam gudang mengejutkan kedua bocah yang sedang mencuri dengar dari luar. Spontan saja mereka saling beertatapan.

"Apa yang mereka lakukan?" karna sangat pelan suara Nagato hampir sama sekali tak terdengar. Namun karna saat itu Kyuubi sedang menatapnya maka dia dapat mengerti maksud Nagato hanya dari gerak mulutnya yang memang terkesan dijelaskannya. Baru akan menjawab petanyaan Nagato suara dari dalam gudang kembali terdengar.

"Menurutmu bagaimana jika sekarang kukuliti saja? Ha… atau dipotong saja…"

"Mendokusai, cepatlah!"

Mendengar suara dari dalam gudang tersebut pikiran Kyuubi melayang kearah Film yang ditontonnya semalam. Karena itu sekarang, beberapa pikiran tak masuk akal merasuki pikirannya tentang apa yang dikerjakan dua orang bocah didalam sana. Takut. Tiba-tiba saja dia takut. Padahal biasanya dia menonton orang saling membunuh itu biasa saja. Tapi, sekarang dengan hanya memikirkan bahwa didalam sana orang melakukan pembunuhan dan terdengar menyiksa korbannya membuat dia takut. Kenyataan itu…

"Puk" tepukan kecil dari Nagato menyadarkan Kyuubi.

"Kyuu… kau tak apa?"

Mendengar pertanyaan Nagato, Kyuubi mengangguk kecil.

"Aku merasa tak baik Kyuu, kau sering menonton Film pembunuhan jugakan? Kurasa…, apa yang haru kita lakukan, Kyuu?"

"Bagaimana kalau kumakan saja… Aaaa"

Brak!

"Hentikan!" dua orang bocah menerobos paksa kedalam gudang dengan kepala menunduk dan mengangkat kedua belah tangan yang terkepal erat.

"Ja… jangan di ma—" perlahan Kyuubi mengangkat kepalanya "—kan, ekh?"

"Roti? Kacang?" bingung Nagato.

"Kenapa jangan dimakan?" Tanya bocah gendut heran pada dua orang yang tiba-tiba menerobos masuk dan menghentikannya untuk melahap makan siangnya.

"Aa? Tidak, tidak itu… April mop—."seru Kyuubi. " Akh,kau makanlah… ahhahaa" tambah Kyuubi lagi sambil tertawa hambar. Itu lebih baik dari pada Nagato yang tampak kehilangan arwah.

"Ck, aku tahu ini akan terjadi mengingat kebiasaanmu itu Chouji. Mendokusai! Ha-ah…"

"Apanya yang terjadi Shika?"

"Mendokusai!"

"Crauk!" tanpa peduli sekeliling Chouji melanjukan acara makannya yang tertunda.

.

.

.

Selesai

Word: 886, 0April 1, 2015. Cocok dengan April mop gak ya…

Achaen: hola minna, ada yang masih ingat saya?

Minna: dare?.

Achaen: #nangis darah. Ketemu lagi… dengan chibi-chibi. Tapi, kali ini genrenya agak tak terdeteksi. Dan jika ceritanya agak maksa, mainstream?. Tapi jujur ini ide keluar dari otak saya yang ada dititik didih lo…

Minna: cair donk…

Achaen: ehhehehe… pokoknya begitulah, mohon kritik saran, ngingatin tipo, ato apa aja asal jangan flame. Jujur saya tak kuat menerimanya. Intinya kasih feedback ya, minna…, minna?

Sore jaa…

RnR Pleased.