"Tanyakan saja, Oppa akan menjawabnya" jawab Jaejoong. Ia berpikir, mungkin ini saatnya untuk memberi tahukan kebenaran yang selama ini ia rahasiakan, apa lagi Yeoja yang bertanya itu mempunyai hubungan darah dengan orang yang cukup berperan dalam rahasianya ini.

"Itu.. Itu tentang pernikahanmu, kenapa bisa batal dan Soal Changmin" tanya Yoona agak tak enak hati, ia seharusnya tak boleh ikut campur, namun karena penasaran tingkat akut yang ia rasakan, akhirnya ia bertanya. Dan siapa tau itu adalah kabar baik untuk Oppanya, Jung Yunho.

"Arraseo, aku sudah menduga kau akan menanyakan semua itu, baiklah aku akan menceritakan semua"

.

.

.

Chapter 4

Disclaimer : Milik Tuhan, agensi, diri sendiri dan Orang tua mereka.

Rate : T

Genre : Romance / Drama / Family.


SEQUEL ONE THING (DIHARAPKAN MEMBACA ONE THING DULU)


Warning : BOYLOVE that mean Boy x Boy, YAOI. M–PREG, typo(s) bertebaran, penggunaan EYD yang kurang tepat dan hal – hal tidak jelas lainnya. Banyak hal yang kurang masuk akal di Fic ini. Bagi yang TIDAK suka YAOI atau BOYLOVE atau SESAMANAMJA diharapkan untuk tidak membaca dari pada anda membuat keonaran(?). Jika tak suka dengan Couplenya dimohon untuk tidak membaca pula ya. DON'T LIKE DON'T READ.

ini cerita 100% murni ide saya, jika ada kesamaan adalah sebuah ketidak sengajaan.

Pairing Utama:

YUNJAE

YOOSU

CANGKYU

.

.

.


My Son © fanboyHAE


.

.

.

*FLASHBACK ON*

*JAEJOONG POV*

Satu bulan setelah pertunanganku dengan Park Yoochun, aku tak pernah mendengar lagi kabar apapun mengenai mantan kekasihku Jung Yunho. Ia bagai menghilang di telan bumi, tapi biarlah, aku dan ia sudah mempunyai kehidupan masing – masing, aku tak ingin mengusik hidupnya lagi. Mulai sekarang aku hanya akan fokus pada kehidupan baruku.

Semua berjalan baik hingga bulan kedua pertunanganku. Park Yoochun, Tunganku, saat itu mengajak–ku ke suatu taman. Ada yang aneh dengan sikapnya, tak seperti biasanyan. Ia kelihatan murung, tak bersemangat dan merasa sangat bersalah. Entahlah, aku juga bingung dengann sikapnya yang mudah berubah itu.

"Mianhae Joongie..." Katanya membuka pembicaraan kami. Maaf? Apa maksudnya? Apa ia pernah berbuat salah kepadaku? Tapi seingatku ia tak pernah berbuat aneh – aneh padaku. Justru sebaliknya ia selalu berusaha membuatku bahagia.

"Wae? Kenapa kau meminta maaf, Chunnie?" tanayaku penasaran.

"Mianhae Joongie aku tak bisa melanjutkan pertunangan kita" ucapnya dengan nada yang amat bersalah dan sedih. Aku sangat bingung harus menanggapinya seperti apa. Kenapa tiba – tiba Yoochun ingin membatalkan pertunanganya denganku? Aku aku berbuat salah ya? Apa ia merasa bosan dengan sikapku?

"Waeyoo Chunnie? Kenap tiba – tiba seperti ini" tanyaku memberanikan diri sambil melihat mata yang memancarnya rasa bersalah.

"Sebelum kita berhubungan sebenarnya aku mempunyai seorang kekasih yang sangat ku cintai, namun karena ke egoisanku, aku memutuskannya. Dan beberapa hari lalu aku bertemu dengannya dengan perut yang membuncit. Kau tau maksudku kan? Dia hamil Joongie, dan aku yakin sekali kalau anak yang sedang dikandungnya itu adalah anakku, Joongie" Yoochun menjelaskan dengan sedih, dalam setiap perkataannya tadi terdengar rasa penyesalan yang sangat amat besar.

"Awalnya Junsu tak mu mengakui kalau anak yang di kandungnya adalah anakku juga, tapi kemarin aku berhasil memaksanaya mengatakan bahwa itu adalah darah dagingku. Aku bingung harus bagaimana Joongie" lirihnya.

Sebenarnya aku juga cukup shock dengan apa yang dikatannya barusan, tapi bagaimana dengan nasibku selanjutnya? Aku telah melepaskan semuanya demi pertungana ini... aku juga bingung, tapi bagaimana pun juga aku tak boleh egois, semoga keputusan yang aku ambil ini adalah keputusan yang terbaik untuk kami berdua.

"Aku mengerti Chunnie... Kau harus bertanggung jawab, kau harus menikahi Junsu itu. Kasihan anak dalam kandungannya kalau lahir tanpa seorang ayah. Aku akan selalu mendukungmu" ucapku yakin.

"Aku tau kau orang baik Jae, aku akan membalas semua kebaikanmu. Biarkan aku membantumu bersatu lagi dengan Yunho–ssi... Sebentar lagi dia Junsu akan kemari, dan dia juga besedia membantu kita Jae..." Kata Yoochun.

Aku tersenyum mendengar pernyataan tentang ia mau membantuku bersatu dengan Yunho. Mantan kekasih yang sangat aku cintai itu. Bolehkah aku kembali bersama Yunho setelah apa yang aku perbuat kepadanya? Entahlah semoga saja ia mau memaafkanku dan mengijinkanku kembali padanya.

Sesaat kemudian, datang seorang Namja yang sangat manis dengan perut yang sedikit menonjol. Tunggu Namja? Apa Junsu yang di ceritakan Yoochun tadi seorang Namja? Tapi bagaimana seorang Namja bisa hamil? Apa mungkin di dunia ini ada hal yang seperti itu?

"Jae, ini Kim Junsu, kekasih yang tengah megandung anakku dan ia adalah seorang Namja Pregnant" Yoochun memperkenalkan Junsu padaku. Serta menjawab pertanyaan yang ada dibenak—ku tadi.

"Kim Jaejoong Imnida... Salam kenal Su–ie" kataku sambil mengulutkan tangan.

"Jaejoong Hyung kau memanggiku Su–ie? Apakah Yoochun yang memberi tahumu tentang nama panggilanku itu" tanyanya.

"Ani, aku rasa Su–ie lebih manis di ucapkan, oleh karena itu aku memanggilmu Seperti itu" jawabku mantap. Memang tadi kata Su–ie melintas begitu saja saat melihat Namja yang sangat istimewa ini.

"Gomawo Hyung... Tak keberatankah jika aku memanggilmu, Hyung?" Tanya dengan mata berbinar – binar.

"Tentu Su–ie, aku harap kita bisa menjadi sahabat yang baik setelah ini" jawabku sambil tersenyum tulus kepadanya.

"Ne, Tentu Hyung" kata Junsu sambil memelukku.

"Ehemmmm... Kalian ini malah melupakan aku Huh... Menyebalkan" Kata Yoochun dengan kesal yang di buat – buat. Kami bedua hanya tertawa menanggapinya.

"Jae, kita akan Ke Seoul sekarang..." kata Yoochun.

"Arraseo"

.

.

.

Aku menginjakkan kakiku untuk pertama kalinya setelah sekian lama aku pergi dari tempat ini, aku sangat merindukannya. Bayak kenangan yang tak bisa aku lupakan di tempat ini. Terutama kisah cintaku dengan Yunho, namja yang membuatku mengalihkan duniaku saat kami pertama kali bertemu.

"Chunnie, Su–ie, kita ketempat Yunho dulu ya, aku tak sabar ingin menemuinya" kataku bersemangat.

"Ne, Hyung" jawab mereka kompak. Hyung... Ya kusuruh mereka berdua untuk memanggilku Hyung agar lebih akrab, lagi pula umurku juga yang paling tua kan di antara kami bertiga.

"Kajja"

.

.

Tak lama kemudian kami bertiga sudah berada di depan gedung apartemen Yunho. Aku sangat gugup saat ini, jantungku berdetak tak sangat kencang. Aish... apa yang terjadi padaku, kenapa aku bisa segugup ini, kenapa aku merasa seperti Yeoja sih, yang akan menemui pangeran kuda putihnya. Jae kendalikan dirimu Jae. Jangan melalukan di depan Yunho. Semangat Kim Jaejoong. Lakukan yang terbaik. Kau pasti bisa.

Kami melangkahkan kaki menuju apartemennya.

"Omo itu Yunho..." Ya aku yakin itu Yunho. Tapi kenapa ia bersama seorang gadis, tapi siapakah gadis itu? Sepertinya mereka sangat dekat dan posisi mereka...

Omo. Itu Go Ara. Ya, aku yakin itu dia. Ia adalah Yeoja yang dari dulu tak henti – hentinya mengejar Yunho saat kami masih di Senior High School. Saingan terberatku saat bersama Yunho. Tapi apa yang dilakukan Yeoja itu di aparteman Yunho. Janga – jangan mereka...

CHUP!

Aku terbelalak kaget, aku melihat mereka berciuman bibir, tidak, bahkan mereka saling melumat, setidaknya itu yang kulihat sekarang. Jadi itu alasan Yeoja itu berada di apartemen Yunho, rupanya mereka memiliki hubungan khusus, aku rasa sangat terlambat kali ini. Hatiku hancur berkeping – keping. Aku bingung harus berbuat apa saat saat melihat pasangan itu. Tanpa kusadari Air mataku mengalir dengan sendirinya.

Tanpa berpikir panjang aku berlari menjauhi mereka. Aku tak sanggup melihat adegan itu. Orang yang paling kucintai sedang berciuman dengan Yeoja yang merupakan musuh besarku dulu. Walaupun aku tau mungkin mereka sepasang kekasih namun tak tau kenapa kau merasa sangat sakit sekarang.

Aku sangat tak rela melihat mereka bersama. Mungkin ini juga yang di rasakan Yunho saat aku meninggalkan dan melukainya dulu. Ini bukan salah Yunho yang mencari penggantiku, ini sepenuhnya adalah kesalanku, kesalahan terbesar Kim Jaejoong, kau pantas menerima semua ini Jae, kau pantas karena kau–lah yang terlebih dahulu menyakiti Namja yang jelas – jelas sangat mencintamu itu.

"JAEJOONG HYUNG. TUNGGU..." kudengar Junsu memanggilku dengan suara yang cukup keras. Namun aku tak mempedulikannya. Aku terus berlari sebisa mungkin, tak peduli dengan tatapan orang yang memandangku aneh. Yang aku tau, aku harus meninggalkan tempat ini. Meninggalkan Namja yang telah bersama dengan orang lain akibat kesalahanku sendiri. Kau tak boleh menangis Kim Jaejoong, jangan menangis lagi.

"ARGGHHHH" aku berhenti di depan sebuah toko karena ada yang aneh dengan perutku. Rasanya sangat sakit, seperti ada yang meremas – remas dan menendang bagian dalam perutku. Aku meringis kesakitan. Aku tak bisa menahan rasa sakit ini. Kepalaku mendadak terasa sangat sakit.

Dan...

Aku tak tau apa yang terjadi selajutnya.

.

fanboyHAE

.

Seberkas cahaya yang masuk membuatku perlahan mengerjabkan kedua mataku yang sepertinya dari tadi hanya terpejam. Setelah cukup bisa beradaptasi dengan cahaya yang cukup menyilaukan, aku membuka mata besarku dengan sempurna.

'Uhh, ini dimana,' batinku sambil berusaha duduk diri.

Aku mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Warna putih mendominasi setiap sudut dalam ruangan itu. Bau obat – obatan yang begitu menyengat di hidungku. Aku yakin ini pasti di Rumah sakit.

"Hyung, kau sudah sadar?" Seorang Namja dengan perut yang agak menojol masuk ke dalam ruangan dan mengambil duduk di samping ranjangku..

"Kenapa aku bisa berada di sini Suie? Seingatku tadi aku berlari dan perutku terasa sangat sakit. Tapi setelah itu, aku tak ingat apa – apa.." tanyaku dengan pandangan kosong yang keluar dari mataku.

"Kau tadi pingsan Hyung..." ucap Namja dengan suara lumba – lumbanya. Kim Junsu. Junsu kemudian mengusap pundak–ku yang bergetar dengan pelan, mencoba memberinya sedikit ketenangan untukku. Aku teringat kejadian yang membuat hatiku terasa perih tadi. Aku menangis lagi. Pabbo Jaejoong, kenapa kau menagis lagi, kau harus kuat Kim Jaejoong, semua ini terjadi juga akibat kesalahan bodohmu—kan.

"Jadi apa yang terjadi padaku Su–ie? Apakah aku baik – baik saja? Tadi pertuku rasanya sangat sakit dan seperti ada yang meramas – remas dan menendang bagian dalamnya" tanyaku lagi, kali ini di iringi oleh lelehan air mata yang meluncur semakin deras dari mataku. Aku berusaha menahannya namun sia – sia.

"Tunggu sebentar Hyung, biar Doker yang menjelaskannya padamu." Kata Junsu. Ada apa sebanarnya? Apakah aku mengidap penyakit yang berbahaya?

Kreeetttt!

Pintu terbuka. Kemudian ada dua orang yang memasuki ruanganku ini. Park Yoochun dan yang satu pasti Dokter yang akan memberi tahuku tentang apa yang terjadi sebenarnya padaku.

"Dokter, sebenarnya aku sakit apa" tanyaku lirih saat dokter itu berdiri di dekatku.

"Sebelumnya perkenalkan, namaku Choi Siwon. Sebenarnya anda tak sakit apa – apa. Jaejoong–ssi, hanya saja..." Jawab Dokter itu tertunda. Aku memandanginya, raut wajahnya terlihat sangat aneh, seperti shok dan bercampur dengan rasa kagum, mungkin, itu hanya anggapanku saja.

"Anda tengah hamil satu bulan, Jaejoong–ssi" lanjut Dokter yang bernama Choi Siwon ini.

Aku mengela nafas. "Oh, ternyata aku hanya hamil.. aku kira aku... MWO?" apa tadi yang dokter ini bicarakan? Aku hamil dua bulan? Mana mungkin. Aku Namja, bukan Yeoja. Tunggu, apa jangan – jangan aku Namja Pregnant, sama seperti Junsu? Jadi ini alasan kenapa Orang tuaku memperbolehkanku berhubungan dengan sesama Namja? Karena aku Namja Pregnant yang bisa mengandung layaknya seorang Yeoja.

"Dokter Choi, anda pasti salah, aku tak mungkin hamil, ya kan Siwon–ssi" tanyaku memastikan. Aku cukup shock mendengar kenyataan yang baru saja aku ketahui beberapa detik lalu. Semoga ini hanya sebuah kesalahan.

"Maaf Jaejoong–ssi, tapi itu semua benar, kami telah melakukan tiga kali pengetesan, namun hasilnya sama, anda positif hamil satu bulan dan anda beruntung karena kandungan anda dapat bertahan dengan kondis anda sepeti tadi," jawab Dokter itu dengan sabar. Aku jadi sedikit merasa bersalah karena meragukannya. Tapi aku harus bagaimana? Wajarkan aku sangat kaget, ini pertama kali aku mengetahui bahwa aku juga pregnant.

"Sekali lagi selamat atas kehamilan anda Jaejoong–ssi, anda adalah salah satu Namja yang sangat istimewa di antara Namja lain. Oleh karna itu anda harus menjaga kandungan anda dengan sungguh – sungguh. Kalau begitu saya permisi dulu..." ucap Dokter Choi dan kemudian meninggalkan ruangan ini.

"Ne Siwon–ssi, Gomawo..." kata Junsu. Ia terlihat sangat lesu sejak tadi atau jangan – jangan...

"Su–ie... Kau jangan salah paham ne... Aku yakin anak yang aku kandung ini bukan anak Yoochun, kami belum pernah melakukan 'itu' sama sekali, kau percaya pada Hyungkan?" aku mencoba menjelaskan kenyataan seadanya(?) pada Junsu, aku harap ia akan percaya, karena memang kami belum pernah melakukan sampai tahap itu, paling – paling berciuman saja, itu pun sangat jarang.

"Tapi Hyung... Kalau itu bukan anak Chunnie, lantas anak siapa?" tanyanya dengan cemas. Matanya sedikit berkaca – kaca, aku jadi semakin merasa bersalah terhadap Junsu.

Tunggu, benar juga, anak yang aku kandung ini anak siapa kalau begitu. Seingatku aku tak pernah berhubungan badan dengan siapapun, dengan Yoochun hanya bercuimuan dan berpegangan tangan. Tapi apa karena berpegangan tangan bisa membuat orang hamil o.O? Aish, mana mungkin itu terjadi.. Jangan berpikiran bodoh Jae, ingat – ingat lagi...

Tunggu, aku ingat sesuatu, malam itu, malam sebelum hari pertunanganku dilaksanakan aku mengunjungi rumah Yunho dan kami... Omo.. Berati anak yang aku kandung ini anaknya Yunho. Oh tidak kenapa semua jadi begini, disaat kami sudah tak mempunyai hubungan apapun. Aku harus bagaimana...

"Aku rasa ini anak Yunho, seingatku aku pernah melakukannya dengan Yunho" jawabku sambil tertunduk. Aku tak berani melihat ekspresi yang akan mereka keluarkan. Aku takut mereka kecewa dan merasa jijik terhadapku. Aku tak ingin mereka membenciku.

"MWO!" teriak mereka berdua. Seperti dugaanku mereka pasti akan sangat kaget. Tapi aku harap mereka tak seperti yang aku pikirkan sebelumnya. Dan dari eksperi yang mereka, aku rasa mereka hanya kaget saja.

"Hyung mohon, rahasiakan ini pada siapapun terutama Yunho" kataku memohon, dan kemudian mereka mengangguk dalam bisu.

Mungkin ini keputusan yang terbaik untuk kami. Aku tak ingin mengganggu hidup Yunho lagi. Aku rasa ia juga sudah melupakanku setalah apa yang kulihat dengan mata kepalaku tadi. Aku harap aku dapat bertahan. Semangat Kim Jaejoong, sebentar lagi kau akan menjadi seorang ibu?

"Baby, mianhae kau akan lahir tanpa seorang Appa, tapi Eomma berjanji akan menjadi Eomma sekaligus Appa untuk–mu saat kau lahir ke dunia ini…" gumamku lirih sambil mengelus perut rataku. Tapi aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia dan akan sangat menyayangimu setelah ini.

*JAEJOONG POV END*

*FLASHBACK END*

.

fanboyHAE

.

"Jadi Changmin itu anakmu dengan Junho Oppa?" Tanya Yoona kaget. Ia sampai tersedak saat mengetahuinya.

"Ne, kau benar, Changmin adalah anak kami, aku yang telah mengandung dan melahirkannya, walaupun memalui proses operasi, mungkin kau tak percaya, tapi inilah kenyataannya. Aku seorang Namja yang dapat hamil layaknya Yeoja, tapi Oppa mohon jangan beritahukan kepada siapapun termasuk Yunho, Jebbal" Kata Jaejoong sambil memohon kepada Yoona.

"Aku percaya padamu Oppa, Tapi Kenapa Oppa tak mau Yunho Oppa mengetahuinya, bukannya Yunho Oppa itu ayah kandungnya Changmin, jadi ia berhak taukan..." ucap Yoona.

"Changmin itu hanya anakku, dan Oppa juga tak mau mengusik kehidupan Yunho dengan kehadiran Changmin, biarkan Oppa dan Changmin hidup seperti ini, jadi Oppa mohon padamu" ucap Jaejoong dengan cepat, aku tak ingin Yunho mengetahuinya, setidaknya bukan saat ini, batin Jaejoong.

"Ne Oppa, Arraseo, aku berjanji..." Yoona akhirnya menyetujui permintaan Jaejoong.

"Gomawo Yoona-ah, aku mengandalkanmu."

.

.

.

*1 Bulan kemudian (Cepet bener :p)

Hari ini adalah hari ulang tahun Changmin. Ulang tahunnya yang ke enam tahun.

Gyeoure taeeonan areumdaun dangshineun

Nun cheoreom kkaekkeuthan namaneui dangshin

Gyeoure taeeonan sarangseureon dangshineun

Nun cheoreom malgeun namaneui dangshin

Hajiman bom yeoreumgwa gaeul gyeoul

Eonjena.. malgo kkaekkeuthae

Gyeoure taeeonan areumdaun dangshineun

Nun cheoreom kkaekkeuthan namaneui dangshin

Hajiman bom yeoreumgwa gaeul gyeoul

Eonjena.. malgo kkaekkeuthae

Gyeoure taeeonan areumdaun dangshineun

Nun cheoreom kkaekkeuthan namaneui dangshin

Saengil chukha hamnida

Saengil chukha hamnida OOH

Saengil chukha hamnida

Dangshineui saengireul

Happy birthday to you (Happy birthday to you)

Happy birthday to you (Happy birthday to you)

Happy birthday to you (Happy birthday to you)

Happy birthday to you (Happy birthday to you)

(Happy birthday to you) Happy birthday to you

(Happy birthday to you) Happy birthday to you~

(Happy birthday to you) Happy birthday to you~

(Happy birthday to you)

Happy birthday to you

Sebuah(?) lagu ulang tahun selesai di lantunkan dengan sukses oleh duo JJ. Semua yang mendengarkan mereka saat bernyanyi tergakum – kagum dengan suara yang di keluarkan dari bibir mereka berdua. Sangat merdu. Suara mereka bahkan menyaingi penyanyi – penyanyi yang sedang naik daun.

"Eomma dan Ahjumma Gomawo, suara kalian sangat merdu..." Ucap Changmin dengan sangat senang.

"Gomawo, Chagiya... Sekali lagi Selamat Ulang tahun yang ke enam tahun buat anak Eomma yang tampan ini. Tak terasa Changmin sudah berumut enam tahun, Eomma sangat bahagia. Saranghae Chagi" Kata Jaejoong sambil memeluk erat tubuh anaknya dengan penuh kasih sayang.

"Ne Eomma, Changminnie juga sangat senang, Nado Saranghae Eomma..." Balas Changmin dengan tulus.

"Embb.. Minnie... Saengil Chuka Hamnida ne... sekarang kau sudah enam tahun, Minnie" ucap Kyuhyun saat Changmin dan Jaejoong melepaskan pelukan penuh kasih sayang mereka.

"GOMAWO BABY KYU, SARANGHAE~~~" pekik Changmin dengan kadar semangat yang berlebihan sambil menciumi kedua pipi Kyu secara terus menerus saat Kyuhyun memberikannya sebuah hadiah kepadanya.

"YA. Hentikan Minnie, jangan ciumi aku terus. Ada banyak orang disini. Aku–kan jadi malu..." Jawab Kyuhyun sedikit kesal dengan Changmin yang dari tadi menciumi kedua pipi Kyuhyun, yang menurut Kyuhyun sangat berlebihan itu, apa lagi di sana ada beberapa orang dewasa yang menyaksikan kejadian live itu.

"Kau tak menyukaiku baby Kyu. Kenapa tak membalas ucapanku tadi, aku sedih sekali" kata Changmin pura – pura sedih saat ia berhenti menciumi Kyuhyun. Kyuhyun yang melihat raut kesedihan yang terpancar dari wajah Changmin sedikit merasa bersalah.

"Nado Changminnie" Ucap Kyuhyun sambil mencium kedua pipi Changmin bergantian. Changmin yang tadi terlihat sangat sedih itu sejarang kembali memasang wajah cerianya saat mendapat hadiah tambahan dari Kyuhyun.

"HAHAHAHA" tawa bahagia menggema saat melihat kelakuan kedua bocah lucu itu.

Pesta itu hanya dirayakan dengan sederhana. Mereka memang sengaja melakukannya, bukan karena mereka pelit atau apa, hanya saja meraka tak ingin membuat anaknya menjadi sombong jika di rayakan secara berlebihan. Tamu undangannya pun tak terlalu banyak. Hanya beberapa orang saja disana. Kyuhyun beserta kedua Orang tuanya yaitu Park Yoochun dan Park Junsu., Kedua orang tua Junsu atau kakek nenek Kyuhyun, teman sekelas Changmin dan Kyuhun, beberapa tetangga dekat mereka serta beberapa teman kantornya.

"Nah sekali lagi Selamat ya Minnie–ah, sekarang kau sudah enam tahun." Kata sang Ahjussi aka Park Yoochun pada Changmin, anak sahabatnya itu.

"Ini hadiah untukmu nak" Ucap Junsu sambil memberikan hadiah pada Changmin. Sambil mengecup kedua pipi Changmin.

"Embb. Gomawo Ahjumma, Gomawo Ahjussi \^o^/" jawab Changmin sambil memeluk calon mertuanya itu.

"Gomawo juga untuk Eomma yang telah memberikan kasih sayang yang sangar tulus untuk Minnie. Minnie tau Eomma orang yang sangat kuat dan tegar. Changmin sangat mencintai Eomma " kata Changmin yang berhasil membuat semua orang disana meneteskan air mata kebahagiaan.

"Ne Chagiya... Eomma juga sangat mencintai Changminnie... " Jawab Jejoong dengan air mata yang tak bisa di bendungnya lagi. Kemudian memeluk tubuh kecil anaknya itu dengan sangat erat, penuh kasih sayang.

'Lihatlah Yun, betapa hebatnya anak kita ini. Kata – katanya sangat begitu manis. Kini usianya sudah enam tahun. Tak terasa selama enam tahun Changmin menemani hari – hariku. Andai kau tau Yunnie, kami sangat membutuhkanmu saat ini. Namun apa daya. Kau telah mempunyai kehidupan sendiri begitu pula denganku. Aku akan berusaha membuat Changmin selalu merasa bahagia apapun caranya. Aku tak akan membuatnya bersedih, aku bersumpah.' Batin Jaejoong.

.

fanboyHAE

.

Tanpa mereka sadari ada tiga pasang mata yang mengawasi kegiatan mereka bertiga di seberang jalan. Salah satu diantara mereka. Seorang Namja dewasa, yang terlihat sangat tampan dan gagah mengamati adegan 'kebagiaan' di pesta itu dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Perlahan cairan bening mulai menetes dari mata beningnya dan mengalir melalui pipinya dengan sangat cepat.

.


—TBC—


Kira – kira siapa orang itu ya? Kenapa Namja itu menangis eoh?

Follow me on twitter : fanboyHAE or arriedonghae

Jika misalnya fanboyHAE tidak ditemukan maka cari yang arriedonghae.. begitupula sebaliknya… Alasan? Karena saya sering mengganti nama akun twitter saya, tapi hanya menggunakan kedua uname tadi

So, Wanna Gimme your review? What do you think abaou this chapter? ^^

LOVE!