PREV :
"A-aku ingin dia h-hancur oppa, aku ingin Kyungsoo hancur," ucap Baekhyun melepas pelukannya. Dia menatap Chanyeol dengan aliran air mata di pipinya.
Tangan Chanyeol terangkat menghapus air mata Baekhyun, "Tentu, dia akan hancur," jawab Chanyeol. Baekhyun menegang, tapi dengan cepat dia menenangkan dirinya.
"O-oppa yakin?" Chanyeol mengangguk.
"Ya, karena dia berani membuatmu menangis seperti ini," jawab Chanyeol kembali menghapus air mata Baekhyun, "Jadi bukankah dia pantas untuk hancur?" lanjutnya menyeringai. Baekhyun mengangguk semangat.
"Ya Oppa, dia pantas hancur," ulang Baekhyun berbinar memeluk Chanyeol.
"Jadi sekarang jangan menangis lagi," Chanyeol menarik tubuh Baekhyun dan mengelus pipinya, "Aku membenci melihat air matamu Baek," lirihnya.
.
.
FF INI REAL IDE SENDIRI
NO PLAGIAT
.
Genre : Romance, Hurt
.
.
NEED #You
by. NesyaRera
.
Chapter 3
.
.++
Kyungsoo berjalan riang beriringan dengan Kai menyusuri lorong rumah sakit. Ditangannya dia memegang sebuah bucket bunga yang tadi di beri Minseok padanya serta sebuah paperbag berwarna hitam. Senyumnya tak pernah lepas dari bibir indahnya, dia sesekali melirik Kai yang masih berjalan disampingnya sambil menggenggam tangannya.
Dengan ramah Kyungsoo juga menyapa beberapa perawat, dokter serta beberapa staf rumah sakit yang dilewatiny. Ya, sebagian besar mereka sudah mengenal Kyungsoo.
"Apa bibirmu tak lelah terus senyum seperti itu?" Kyungsoo menoleh ke samping kirinya dan langsung berbinar melihat pemuda tampan dengan tinggi jauh diatasnya berjalan beriringan dengan gadis cantik yang juga lebih tinggi darinya.
"Kris, Tao," pekik Kyungsoo berhenti melepas tangan Kai dan langsung memeluk tubuh Tao dan Kris bersamaan, "Aku senang kalian disini," dia melepas pelukannya. Tao dan Kris terkekeh.
"Ayolah Kyungsoo, aku tak mungkin melewatkan hari penting ini," ucap Kris memutar matanya. Kyungsoo terkekeh.
"Ya, aku yakin itu. Karena kau pasti takut eomma tak akan memasak untukmu lagi jika kau tak datang hari ini kan?"
"Itu kau tahu," Kris mengusap rambut Kyungsoo membuat Kyungsoo mengerucutkan bibirnya.
"Astaga Kyungsoo kenapa kau selalu menggemaskan hm," giliran Tao yang mencubit pipi Kyungsoo.
"Ish kalian berdua memang selalu kompak untuk menyiksaku," gerutu Kyungsoo menyilangkan tangannya didepan dada. Kris, Tao dan Kai tak sanggup menahan tawa melihat Kyungsoo.
"Apa yang kalian lakukan padanya hah?"
Kyungsoo langsung berbalik mendengar suara orang yang sangat dikenal dan dinantikannnya. Matanya berbinar dengan senyum lebarnya.
"Oppa, kau datang," pekik senang Kyungsoo melihat Sehun berjalan mendekat dan langsung mencium kening Kyungsoo. Kris dan Kai hanya mendengus, terutama Kai. Hilang sudah kesempatannya bersama Kyungsoo.
"Aku pasti datang," Kyungsoo mengangguk.
Semua pasti tahu bagaimana senangnya Kyungsoo saat ini. Baru kemarin dia bertemu dengan Sehun dan hari ini dia kembali bertemu dengannya. Astaga! Jangan sadarkan Kyungsoo jika ini mimpi. Dia terlalu bahagia. Sehun orang yang dicintainya dan sudah sangat susah ditemuinya bisa ditemuinya lagi dua hari ini.
Sehun kakaknya yang dari pertama sudah menarik hati Kyungsoo. Ya, Sehun kakaknya.
.
.
.++
FLASHBACK
Kyungsoo kecil berumur enam tahun sedang bermain boneka seorang diri diruang tamu rumahnya saat tiba-tiba ayahnya datang sambil mencium pucuk kepala Kyungsoo seperti biasa. Kyungsoo berbinar dan langsung memeluk leher ayahnya, namun dia langsung melepas pelukan itu saat menemukan sosok lain yang sedang berdiri dibelakang tubuh ayahnya. Seorang bocah laki-laki yang lebih tua darinya terlihat sangat kurus dan lusuh.
"Appa dia siapa?" tanya Kyungsoo menatap ayahnya dan bocah itu bergantian. Ayahnya tersenyum dan menoleh ke arah bocah laki-laki itu.
"Kemarilah," tangannya melambai memanggil bocah itu. Bocah itu dengan ragu melangkah mendekat, "Sayang, kenalkan dia Sehun, Oh Sehun. Mulai sekarang dia akan jadi oppamu," ucap Ayahnya. Kyungsoo mengerjap menatap ayah dan bocah bernama Sehun bergantian.
"Astaga! Siapa ini?" pekikan seorang wanita paruh baya membuat Kyungsoo mengalihkan pandangannya dari Sehun, dia memutar kepalanya menoleh kearah wanita yang sudah berdiri disampingnya, "Yeobo, dia siapa? Kenapa dia disini?" tanyanya menatap suaminya Do Kangin bingung.
"Sayang, kenalkan dia Sehun. Mulai sekarang dia akan menjadi anak kita, oppa Kyungsoo," jawab Kangin tenang. Leeteuk -Ibu Kyungsoo - mengerutkan keningnya menatap Kangin dan Sehun bergantian.
"Apa maksudnya ini?"
"Tenang dulu yeobo," Kangin menenangkan Leeteuk yang terlihat marah. Dia melirik Sehun yang terdiam ketakutan, "Sayang, aku menemukan Sehun sedang tergeletak tak berdaya di depan kantorku semalam. Dan aku langsung membawanya kerumah sakit karena kondisinya yang lemah, dan saat kutanya dimana keluarganya dia bilang kalau dia baru saja kabur dari panti asuhan karena sering disiksa disana," jelas Kangin. Leeteuk terkejut mendengar cerita Kangin, dia menutup mulut dengan tangannya dan menatap sedih Sehun. Dengan lembut Leeteuk jongkok didepan Sehun dan langsung memeluk tubuh kurus Sehun.
"Kau benar Yeobo, Sehun anak kita," ucap Leeteuk lembut. Sehun tak sanggup menahan air matanya, dia membalas pelukan Leeteuk.
Kyungsoo kecil menatap bingung apa yang dilakukan orang tuanya dengan bocah laki-laki itu. Kenapa semua menangis?
"Sayang, beri salam ke Sehun oppa," ucap Ayahnya menyadarkan Kyungsoo. Kyungsoo menaruh bonekanya dan berjalan mendekati ibunya yang masih memeluk Sehun.
"Eomma," Leeteuk melepas pelukannya dan menoleh ke putrinya yang mengerjap bingung, "O-oppa ini siapa?" tanyanya.
"Sayang, mulai sekarang dia oppa Kyungsoo ya. Jadi Kyungsoo harus memanggilnya oppa," jelas Leeteuk. Kyungsoo berbinar mendengarnya.
"Wahhhh,,,, Aku punya oppa?" tanyanya. Leeteuk mengangguk, "Oppaaaaaa," Kyungsoo memeluk Sehun. "Oppa, aku Kyungsoo, wah oppa sangat tampan," ucap Kyungsoo melepas pelukannya membuat Leeteuk dan Kangin terkekeh.
Sejak saat itu Kyungsoo dan Sehun selalu saling menyayangi dan menjaga. Orang tua Kyungsoo sama sekali tak membedakan mereka berdua, mereka memberi kasih sayang yang sama. Dia merasa mempunyai kakak lelaki. Mereka berempat saling menjaga satu sama lain. Hingga kejadian menyedihkan itu datang, kejadian dimana mereka mereka harus kehilangan sosok pemimpin rumah tangga untuk selamanya.
Ya, tepat dua tahun setelah Sehun masuk kedalam rumah Kyungsoo sebagai keluarga. Kangin -Ayahnya- harus meninggal karena penyakit jantungnya. Hal itu membuat Kyungsoo, Sehun dan ibunya sangat terpukul. Tapi berkat cinta yang besar di keluarga itu akhirnya mereka sanggup menjalani itu dengan kuat.
Leeteuk yang sebelumnya bekerja sebagai guru memutuskan untuk berhenti dan melanjutkan usaha ayah Kyungsoo karena itu adalah usaha yang dibangun dari awal.
Sehun dan Kyungsoo tumbuh menjadi remaja yang pintar, tangguh dan dewasa. Tapi seiring berjalannya waktu ternyata hubungan Kyungsoo dan Sehun berubah, mereka tidak merasakan kasih sayang sebagai saudara melainkan cinta. Ya, mereka saling mencintai sebagai seorang wanita dan pria. Awalnya mereka sama-sama merahasiakan perasaan masing-masing karena takut ibunya akan marah. Tapi suatu hari ibunya malah bilang kemereka kalau dia senang jika mereka bersatu, hal itu seperti lampu hijau untuk hubungan mereka.
Sejak saat itu hubungan Kyungsoo dan Sehun semakin dekat, bahkan mereka sudah merencakan pernikahan saat Sehun selesai kuliah dan mendapat kerja serta Kyungsoo yang lulus sekolah. Ya, jarak usia mereka memang terpaut empat tahun. Semua berjalan lancar sebelumnya hingga suatu hari ada seorang yang datang kerumah Kyungsoo dan menghancurkan semuanya.
Kyungsoo hancur. Termasuk keluarga bahagianya.
.
FLASHBACK END
.
.
.++
Dan disinilah Kyungsoo sekarang. Berdiri menatap sendu tubuh seorang wanita paruh baya yang sangat dicintainya. Wanita itu tak lain adalah Leeteuk -ibunya- yang sedang terbaring koma selama hampir dua tahun karena. Kecelakaan yang semakin menghancurkan hidupnya.
Kecelakaan yang terjadi tepat dihari kelulusannya. Kecelakaan yang terjadi tepat saat dia memegang piagam penghargaannya sebagai lulusan terbaik dan kecelakaan terjadi tepat didepan matanya.
.
FLASHBACK
Kyungsoo berjalan riang berusaha melupakan semua masalahnya sambil menenteng tas punggungnya menyusuri halaman sekolahnya. Ditangannya dia menggenggam gulungan kertas penghargaan dari sekolah sebagai lulusan terbaik tahun itu. Dia tak sabar untuk bertemu dan memberitahu ibunya tentang kabar bahagia ini.
Ya. Hanya ibunya.
Jangan tanya kemana Sehun -kakaknya. Itu juga tepat satu bulan dimana Sehun harus pergi meninggalkan Kyungsoo dan ibunya karena suatu alasan yang terpaksa harus dimengerti semuanya. Dia tak mampu melawan, hanya bisa menerima. Itulah yang terjadi, hingga mereka harus merelakan Sehun pergi.
"Eommaaaa,,,,," Pekik Kyungsoo saat melihat ibunya berdiri diseberang jalan lurus didepannya menunggu lampu penyebrangan berubah warna jadi hijau. Tangannya melambai mengangkat piagam itu berusaha menunjukan itu ke ibunya. Dari jauh Kyungsoo dapat melihat Leeteuk tersenyum senang dan membalas lambaian tangan Kyungsoo.
Saat lampu berubah warna jadi hijau, karena terlalu senang Kyungsoo dan ibunya segera melangkahkan kakinya menuju tengah. Namun naas saat tiba-tiba ada sebuah mobil sedan hitam melaju kencang dari arah kanan ibunya. Waktu seakan berhenti untuk Kyungsoo saat dia melihat tubuh Leeteuk terlempar dan akhirnya tergeletak penuh darah di tengah jalan.
"E-eomma," lirih Kyungsoo berjalan gontai mendekati tubuh Leeteuk, "Eomma,,," lirihnya lagi saat berjongkok tepat disamping tubuh ibunya.
"EOMMAAAA,' jerit Kyungsoo selanjutnya sebelum akhirnya pingsan.
.
.
.++
Kyungsoo mengerjap saat merasakan aroma obat-obatan yang dibencinya menusuk hidungnya. Dia perlahan membuka matanya melihat sekeliling ruangan penuh warna putih itu. Matanya menyipit dengan kening berkerut saat melihat Kris, Kai, Minseok dan Jongdae berdiri disamping ranjangnya dengan wajah sedih.
Kyungsoo tersentak dan langsung duduk menghiraukan kepalanya yang langsung pening. Dia menatap nyalang ke Kris dan yang lain seakan mencari jawaban yang pasti mereka tahu. Kyungsoo langsung histeris saat mendengar jawaban dari Kris.
"Eomma Kritis Kyungsoo, dan dia koma."
Dan itu sukses membuat Kyungsoo hancur. Dunianya, semangatnya serta cintanya hilang dalam waktu singkat. Dia bahkan seperti mayat hidup tanpa semangat. Kyungsoo hanya mampu menatap kosong ranjang ibunya terbaring, melangkah tanpa arah.
Semuanya berubah saat suatu hari dia terbangun dan mendapati orang yang sangat dicintainya sedang mengelus rambutnya lembut.
"S-sehun o-oppa," lirih Kyungsoo. Air matanya mengalir.
"Ssstt, jangan menangis. Oppa disini," ucap Sehun sambil menghapus air mata Kyungsoo. Kyungsoo bangkit dan langsung memeluk tubuh Sehun, hingga hampir membuat Sehun terjungkal kebelakang jika dia tak mampu menahannya.
"Hiks ,, oppa ,, hikss eomma,,, hikss,,," rancau Kyungsoo dalam pelukan Sehun.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku," lirih Sehun. Kyungsoo menggeleng.
"Tidak oppa, tidak," Kyungsoo menghapus air matanya.
"Kita harus kuat Kyungsoo, sekarang hanya kita berdua," Sehun menggenggam tangan Kyungsoo, "Oppa harap kau jangan seperti ini sayang," lanjutnya mencium kening Kyungsoo, "Kita berjuang Kyungsoo. Aku, Kau dan kita. Jangan pernah menyerah, seperti janji kita pada eomma saat kita bertiga memakai cincin ini," Sehun mengangkat cincin perak berhiaskan garis tiga ditangan kanannya. Kyungsoo menatap cincin itu dan kemudian menatap cincin yang sama ditangan kirinya dan tangan ibunya.
Ya. Itu adalah cincin yang sama antara dia, Sehun dan ibunya setelah tepat lima tahun kepergian Kangin -ayahnya. Mereka bertiga sepakat memakai cincin yang sama dengan maksud satu untuk tiga dan tiga untuk satu.
"Ingat Kyungsoo kau tidak sendiri," lanjut Sehun memeluk Kyungsoo. Kyungsoo menangis dan akhirnya mengangguk.
Dan sejak saat itu, Kyungsoo menjadi gadis yang semakin kuat. Dia tak mudah menyerah dan berusaha melakukan semuanya sendiri. Sekuat apapun dia tak ingin meminta bantuan pada orang lain, bahkan termasuk Kris, Kai, Minseok ataupu Jongdae. Dia hanya ingin melakukan apa yang dia bisa.
Kyungsoo menjadi seorang gadis seutuhnya.
.
FLASHBACK END
.
"Eomma, aku datang," seru Kyungsoo berdiri disamping tubuh ibunya, "Selamat ulang tahun eomma, ini hadiah dariku," dia mencium kening Leeteuk setelah mengucapkan itu. Kyungsoo mengeluarkan sebuah kotak musik dari paperbagnya. "Ah eomma, ada titipan bunga cantik ini dari Minseok dan Jongdae. Mereka meminta maaf karena belum bisa datang lagi kesini, tapi mereka mengatakan padaku kalau mereka merindukanmu eomma," lanjut Kyungsoo mengangkat bunga itu didepan ibunya dan kembali mencium kening ibunya.
"Eomma, aku juga disini," Sehun bersuara. Kyungsoo tersenyum dan menoleh kearahnya, "Akhirnya kita bisa merayakan ulang tahunmu bersama lagi eomma, akan lebih indah jika kita bisa mendengar suaramu eomma," lanjutnya lirih. Dia menghela nafasnya sebelum melanjutkan, "Eomma aku punya sesuatu untukmu," Sehun mengeluarkan sebuah patung marmer kecil berwujud kucing kecil. Kyungsoo mengernyit menatap itu dan Sehun.
"Kau tahu eomma menyukai kucing sayang," jelas Sehun paham dengan kebingungan Kyungsoo, "Tak mungkin kan aku memberinya anak kucing, jadi ini pasti mewakilinya," lanjutnya. Kyungsoo mengangguk.
"Eomma, putramu yang tampan datang dengan kekasihnya," Kris terkekeh mengatakan itu membuat Kyungsoo memutar matanya malas, "Apa kau tak ingin mengucapkan selamat padaku hm, lihat kekasihku cantik kan?" lanjutnya melirik Tao yang tersipu malu.
"Halo ajumma, kenalkan aku Tao, kekasih Kris," Tao mengenalkan dirinya, "Senang sekali bisa bertemu denganmu ajumma, aku jadi tak sabar ingin bercerita banyak padamu soal kejelekan Kris," lanjut Tao membuat Kyungsoo, Sehun dan Kai terkikik.
"Ajumma, Kau masih mengingatku kan? Aku Kim Jongin teman Sehun dan Kris yang tergila-gila dengan putrimu Kyungsoo," Kai langsung mendapat jitakan dari Kris dan Sehun membuat Kyungsoo terkekeh, "Ish kenapa aku di jitak," dia mendecak, "Ajumma lihat kan? Mereka selalu seperti itu padaku, memang sepertinya aku yang paling pantas untuk Kyungsoo. Kau merest,,,,,"
"KIM JO-NG-IN," ucapan Kai terhenti saat mendengar namanya disebut Sehun penuh penekanan dan jangan lupakan tatapan membunuhnya yang langsung membuat Kai menelan ludah kasar. Kyungsoo dan Tao tergelak melihat wajah Kai.
"Ish kalian selalu saja seperti itu," Kyungsoo menyela, dia duduk dipinggir ranjang ibunya dan mengelus lembut tangan ibunya. Kyungsoo mulai bercerita disela candaan yang dilemparkan Sehun, Kris, Kai..
.
.
.++
Waktu berlalu dengan cepat saat Kyungsoo menikmatinya dengan senyuman dan candaan dari orang-orang yang disayanginya bersama tubuh ibunya yang masih terbaring diantara mereka. Dia menghela nafas dan mulai berdiri membereskan badannya, dia membungkuk dan memberi ciuman di kening ibunya.
"Eomma aku pulang dulu," ucapnya, "Aku akan sering kemari dan menemanimu," lanjutnya.
Ya, Kyungsoo memang tidak setiap hari datang kerumah sakit untuk bertemu ibunya. Semua karena dia harus bekerja mati-matian guna membayar biaya rumah sakit yang semakin hari semakin banyak. Kyungsoo sama sekali tak ingin meminta bantuan Kris, Kai, Minseok, ataupun Jongdae walaupun mereka dengan sukarela ingin membantu Kyungsoo. Bahkan Sehun yang notabene juga keluarganyapun tidak dia ijinkan untuk melakukan itu. Baginya sudah cukup Sehun berkorban untuk Kyungsoo dan keluarganya, dia tak ingin menambah beban kepada Sehun -orang yang dicintainya.
.
.
.++
Kyungsoo keluar dari ruangan ibunya menghampiri Sehun dan Kai yang duduk dibangku tunggu depan ruang eommnya. Kris dan Tao ijin pulang lebih dahulu karena Tao sudah di cari orang tuanya.
"Sudah selesai?" tanya Sehun mengulurkan tangannya, Kyungsoo mengangguk dan menyambut uluran tangan itu, "Ayo pulang," Sehun menarik lembut tangan Kyungsoo.
"Ah apa tidak lebih baik kita makan malam dulu Hun?" Kai menyela. Sehun terlihat berfikir sebelum akhirnya mengangguk.
"Kau benar Kai. Ayo kita makan malam dulu sebelum mengantar Kyungsoo ke Club," jawab Sehun. Kai mengangguk.
Setelahnya mereka berangkat menuju resto yang tak jauh dari rumah sakit, Kyungsoo duduk dimobil Sehun sedangkan Kai mengendarai mobilnya sendiri mengikuti dari belakang.
.
.
.++
Kyungsoo melangkah beriringan dengan Kai masuk kedalam club milik Jongdae. Ya mereka baru saja tiba setelah makan malam bersama Sehun. Pemuda bernama Sehun itu akhirnya memutuskan untuk pergi terlebih dahulu setelah Kyungsoo memintanya untuk pergi. Dia tak ingin Sehun mendapat masalah setelah lama pergi, terlebih pergi bersamanya.
Kai yang berjalan disampingnya menggenggam tangannya posesif saat bebebapa pria mabuk mencoba mengganggunya. Mereka berjalan beriringan hingga tiba di meja bar tempat biasa Jongdae sedang meracik minuman untuk pelanggannya.
"Wow you look so beautifull Kyungsoo," celetuk Jongdae setelah menaruh gelas di meja bar untuk seorang pemuda tinggi tampan. Kyungsoo terkekeh.
"Ini terpaksa Jongdae," jawab Kyungsoo. Jongdae mengangguk.
"Kenapa kau dengan si mesum ini hah? Kris mana?" Jongdae menunjuk Kai membuat Kyungsoo terkekeh.
"Sialan Kau Jongdae," Kai mendengus, "Malam ini Kyungsoo khusus untukku, jadi jangan banyak bicara kau," lanjutnya menatap tajam Jongdae, Kyungsoo tergelak.
"Aish Sudahlah, kenapa kalian tak pernah akur hah?" Gerutu Kyungsoo, "Jongdae, Orange Juice please," Lanjutnya. Jongdae mengangguk. Selanjutnya Kyungsoo segera duduk di kursi bar tepat depan pemuda yang baru diracik minumnya oleh Jongdae.
"Eh, kau datang lagi?" tanya Kyungsoo, Kai yang sebelumnya sedang asik menatap gadis di lantai dansa langsung menoleh mendengar suara Kyungsoo.
"Ya," jawab pemuda itu singkat. Kyungsoo mengangguk dan tersenyum.
"Aku tak heran mengingat bagaimana keahlian Jongdae meracik minumannya," ucap Kyungsoo terkekeh.
Pemuda itu mengangguk, "Kau sepertinya juga sering kemari dan terlihat akrab dengannya," ucap pemuda itu sambil menunjuk Jongdae. Kyungsoo terkikik.
"Aku memang sering kemari, bisa dibilang ini duniaku yang lain," jawab Kyungsoo, "Dan itu tentu saja mengharuskanku dekat dengan semua orang disini kan, terutama dia," lanjutnya, "Terima kasih Jongdae," Kyungsoo menerima gelas minuman dari Jongdae.
"Dan dia?" Pemuda itu menunjuk Kai, Kyungsoo meninum minumannya sebelum menoleh ke Kai.
"Aku? Aku kekasihnya," jawab Kai asal, "Awh,,, Sialan kau Jongdae," pekik Kai kesakitan saat Jongdae memukul kepalanya dengan sendok membuat Kyungsoo terbahak.
"Lupakan! Mereka memang selalu seperti itu," ucap Kyungsoo ke pemuda itu sebelum kembali ke Jongdae, "Jongdae, bukannya malam ini konsepmu tidak cocok dengan baju yang kupakai? Astaga aku lupa tentang itu dan bodohnya aku tidak membawa baju gantiku," sesal Kyungsoo.
"Hei apapun yang kau pakai kau tetap primadona disini sayang," Kai mengelus pipi Kyungsoo, "benarkan Jongdae?"
"Yes, right," Jongdae mengangkat ibu jarinya ke Kyungsoo.
"Tapi sayang sekali Cantik, malam ini aku tak bisa menemanimu hingga selesai," Kai terlihat sedih, Kyungsoo menaikkan alisnya, "Aku ada janji dengan Eommaku malam ini, jadi setelah ini aku harus pulang," lanjutnya. Kyungsoo mengangguk.
"Tentu saja tak masalah Kai, sampaikan salamku untuk eommaku ya," ucap Kyungsoo, "Jangan kawatirkan aku, oke," lanjutnya.
"Nanti setelah semua selesai aku kerumahmu oke! Buat apa? Tentu saja menemuimu," ucap Kai mengerling ke Kyungsoo.
"Haha, Tidak tidak, jangan datang kerumahku," Kyungsoo mengibaskan tangannya, "Begini saja, nanti pulang dari sini aku yang ke apartemenmu. Bagaimana?"
"Benarkah?" Kai berbinar, Kyungsoo mengangguk.
"Aku ingin tidur tempatmu malam ini, sekalian kita siapkan untuk acara besok," jawab Kyungsoo, "Lagipula malam ini aku tak mau sendiri Kai," lanjutnya lirih. Kai mengerti maksud Kyungsoo, dia langsung menarik Kyungsoo kedalam pelukannya.
"Tentu Sayang, kau takkan kubiarkan sendiri," jawabnya sambil mengelus rambut belakangnya. Entah sadar atau tidak pemuda tadi masih menatap interaksi Kyungsoo dan Kai dengan tatapan penuh arti, "Ah, sepertinya aku harus pergi cantik. Kutunggu kau di apartemen, kabari aku selalu oke?" Kyungsoo mengangguk. Kai mencium pipi Kyungsoo sebelum pamit ke Jongdae.
"Jongdae, aku pulang dulu, titip Kyungsoo," ucapnya.
Jongdae mendengus, "Tak perlu kau ucapkan Kai, itu juga tugasku," jawabnya. Kai mengangguk dan memutar tubuhnya meninggalkan bar. Kyungsoo kembali keminumannya dan Jongdae, saat mendengar suara pemuda didepannya bertanya.
"Dia benar kekasihmu?"
"Maksudmu Kai? Bukan!" Kyungsoo menggeleng, "Aku tak punya kekasih," lanjutnya, "Hei ngomong-ngomong kita belum kenalan, aku Do Kyungsoo kau bisa memanggilku Kyungsoo," Kyungsoo mengulurkan tangannya ke pemuda itu.
"Aku Chanyeol, Park Chanyeol, senang kenalan denganmu Kyungsoo-ssi," jawab pemuda yang ternyata Park Chanyeol.
"Panggil Kyungsoo saja jangan terlalu formal, mengingat kita sedang di Bar yang bukan tempat resmi," jawab Kyungsoo, "Sepertinya kau baru di Bar ini?"
Chanyeol mengangguk, "Ya kau benar, aku memang baru dua kali ini kesini setelah tiba di Korea," jawab Chanyeol.
"Pulang? Memang kau dari mana?"
"Aku dari Perancis," Kyungsoo mengangguk.
"Ah sepertinya aku harus pergi, mereka sudah menungguku," Kyungsoo berdiri, "Jongdae aku naik dulu ya," lanjut Kyungsoo ke Jongdae yang dijawab dengan anggukan.
.
.
.++
"Astaga sayang,,, kau benar-benar ya,,, " Jongdae segera menghambur memeluk Kyungsoo setelah Kyungsoo turun dari stage, Kyungsoo terkekeh sambil membalas pelukan Jongdae, "Kupikir kau akan merubah konsep acaraku malam ini hanya karena kau tidak memakai pakaian yang cocok, oh Tuhan itu tadi benar-benar keren Kyungsoo. Konsep hari ini Dark Romance dan kau sukses membawakannya dengan pakaian imut ini," lanjut Jongdae panjang setelah melepas pelukannya. Kyungsoo memukul lengan Jongdae pelan sambil tertawa.
"Oh Astaga Jongdae, jadi itu dari tadi pikiranmu soal bajuku, kau bohong bilang aku cantik, ishhh Dasar," ucap Kyungsoo mengerucutkan bibirnya, Jongdae terkekeh.
"Aku serius Kyungsoo, bilang kau cantik tapi kau juga sangat menggemaskan," jawabnya menggoda. Kyungsoo hanya terkekeh sambil menuju meja bar.
"Wah kau masih disini Chanyeol?" ucap Kyungsoo sambil duduk, Chanyeol yang memang sedari tadi masih disana. Dia menyasikkan Kyungsoo yang sedang menyanyi dan seperti sebelumnya dia masih terpesona dengan suara emas gadis itu. Dia bahkan melupakan tujuannya, dan bencinya saat mendengar Kyungsoo bernyanyi.
"Minum apa?" tanya Jongdae.
"Terserah asal tidak alkohol, aku tidak ingin mabuk malam ini," jawab Kyungsoo.
"Penampilanmu mengagumkan," puji Chanyeol, Kyungsoo tersenyum dan mengangguk.
"Terima kasih," Kyungsoo menerima minumnya, "Oh apa kau datang sendiri kemari? Dari tadi kau terlihat sendiri?" lanjut Kyungsoo ke Chanyeol.
"Ya, aku datang sendiri," jawabnya, "Aku belum punya teman disini," lanjutnya.
"Ohya, ah kau bisa mulai punya teman malam ini jika kau mau menganggapku temanmu," jawab Kyungsoo. Mata Chanyeol mendelik tak percaya dengan ucapan Kyungsoo.
"Berani sekali gadis ini?" batin Chanyeol.
"Hei jangan salah paham dulu," Kyungsoo menyadarkan Chanyeol, "Maksudku bukan teman malam yang orang lain pikir, ya mungkin bisa dibilang teman ngobrol seperti sekarang. Semua yang ada dibar ini bisa dibilang temanku, kecuali pria jalang yang tak tahu diri," lanjut Kyungsoo santai sambil menyesap minumannya.
Hanya satu kata yang muncul di pikiran Chanyeol saat mendengar semua ucapan Kyungsoo. MENARIK.
"Well seperti yang kau bilang hampir semua yang ada disini temanmu kenapa aku harus menolak menjadi temanmu," jawabnya, Kyungsoo mengangguk.
"Tentu tuan Park," jawab Kyungsoo sedikit bercanda.
"Kyungsoooooo,,," Kyungsoo segera menoleh mendengar suara pemuda yang sedikit mabuk menghampirinya, dia menggeleng sambil tersenyum melihatnya.
"Lihatlah, itu salah satu teman yang kumaksud," ucap Kyungsoo ke Chanyeol tanya menatapnya. Chanyeol menoleh mengikuti mata Kyungsoo, dia dapat melihat pemuda tampan dengan kulit putih serta senyuman menawannya. Pemuda itu terlihat sempoyongan karena mabuk mendekati Kyungsoo.
"Oh Kyungsoo sayang, kau tahu aku sangat merindukanmu," pemuda itu memeluk Kyungsoo, Kyungsoo sedikit menahan tubuh pemuda itu agar terlepas darinya. Tapi sikap Kyungsoo masih sangat tenang membuat Chanyeol yang melihat itu tak tahan hingga menarik pemuda itu hingga pelukannya terlepas.
"Terima kasih," ucap Kyungsoo pelan ke Chanyeol, Pemuda mabuk itu menatap tajam Chanyeol membuat Kyungsoo terkekeh, "Hai Myungsoo bagaimana kabarmu? Sialan kau, apa kau tahu aku juga sangat merindukanmu?" Kyungsoo menoleh ke pemuda mabuk bernama Myungsoo itu, hingga menarik perhatian Myungsoo untuk menoleh padanya.
"Aku baik sayang, kau tahu aku juga sangat merindukanmu Kyung," jawab Myungsoo, "tiga bulan di Jepang tanpa bertemu denganmu membuatku hampir gila Kyung. Mau menemaniku malam ini?" lanjut Myungsoo. Kyungsoo terkekeh.
"Oh tentu, tapi hanya berdansa tidak lebih," jawab Kyungsoo, Myungsoo mengerutkan keningnya tak suka, "aku sudah ada janji dengan Kai malam ini Myungsoo," lanjutnya mencoba menjelaskan, dan untungnya Myungsoo mau mengerti.
"Ayo, kita berdansa. Aku sudah tak sabar," Myungsoo mengulurkan tangannya ke Kyungsoo dan mulai menariknya untuk turun ke lantai dansa. Kyungsoo sempat menoleh ke Chanyeol dan berucap Maaf walau tanpa suara.
"Aisshhh sialan,,, gadis murahan ini benar-benar menarik," batin Chanyeol meneguk kasar minumannya. Matanya tak lepas dari Kyungsoo yang sedang menari bersama Myungsoo, dari matanya terpancar tidak suka melihat itu.
"Aku akan membuatmu hancur Kyungsoo, setelah apa yang kau lakukan ke Baekhyun. Aku akan membuatmu sangat mencintaiku, dan saat itu kau akan tahu bagaimana rasanya sakit," lanjut Chanyeol dalam hati.
.
.
.++
"Terima kasih Cantik sudah mau menemaniku," Myungsoo mengacak rambut Kyungsoo setelah mereka kembali kepinggir, "Ah aku hampir lupa, aku mempunyai hadiah untukmu," Lanjutnya meraih sesuatu dari saki mantelnya. Dia segera membuka sebuah kotak bludru warna hitam didepan Kyungsoo.
"Astaga Cantik sekali Myungsoo, sakura?" seru Kyungsoo melihat sebuah kalung berliotinkan bunga sakura yang indah. Myungsoo tersenyum dan mengangguk, "Itu sangat indah Myungsoo tapi maafkan aku. Aku sungguh tak bisa menerimanya," lanjut Kyungsoo yang sukses membuat wajah Myungsoo tertekuk, "Kai, baru saja memberiku kalung Myungsoo, aku tak mungkin menggunakannya bersamaan dan kau tahu aku tak mungkin melepas pemberian Kai," Kyungsoo coba menjelaskan. Myungsoo langsung murung.
"Maafkan aku Myungsoo," Kyungsoo menyentuh tangannya lembut dan tersenyum, "Ah tapi jika kau tak keberatan untuk aku memilikinya, aku akan sangat beruntung dan berterima kasih padamu. Aku akan menjadikan itu salah satu hadiah terindah yang diberikan oleh orang special," lanjut Kyungsoo berusaha mencari solusi. Wajah Myungsoo langsung berbinar, dengan antusias Myungsoo langsung mengangguk.
"Tentu Cantik, aku tersanjung kau mau menerima hadiahku," Myungsoo menyerahkan kotak itu ketangan Kyungsoo dan mengecup punggung tangan Kyungsoo, "Tapi aku harus pergi sekarang Kyung, sebelum orang suruhan keluargaku menarikku dengan tidak elegan dari sini," Kening Kyungsoo berkerut tak paham, "Haaha,, aku langsung kabur kemari Kyungsoo setelah turun dari pesawat," Myungsoo menjawab dengan terbahak. Kyungsoo terkekeh dan mengangguk.
.
.
.++
"Jongdae, sepertinya aku harus pulang," Kyungsoo kembali ke Jongdae saat Myungsoo sudah pergi.
"Kau pulang sendiri Kyung?" Kyungsoo mengangguk.
"Ya, aku naik taksi," jawabnya, "Sampai jumpa besok Jongdae," Lanjutnya sambil memutar tubuhnya.
Dia mulai melangkah saat ada yang mencekal tangannya. Kyungsoo segera berbalik dan menatap tangan yang ada dilengannya.
"Ada apa Chanyeol?" tanya Kyungsoo, "Oh maaf aku lupa pamit denganmu, aku harus pulang. Sampai jumpa lagi," Kyungsoo berusaha melepas tangan Chanyeol tapi gagal karena Chanyeol malah semakin mengeratkan genggamannya.
"Bagaimana kalau aku antar? Aku juga akan pulang," ucap Chanyeol, membuat Kyungsoo mengerutkan keningnya, "Hei bukankah kita teman, jadi harusnya tak masalah kalau aku mengantarmu pulang," lanjut Chanyeol.
"Itu pasti merepotkan Chanyeol," jawab Kyungsoo, "Seperti yang kau dengar tadi, aku tak pulang kerumah tapi keapartemen Kai malam ini. Apa itu tak masalah buatmu?" lanjutnya. Chanyeol menggeleng.
"Masalah? Sama sekali tidak Kyungsoo," jawabnya tenang. Dia berdiri dan memanggil Jongdae untuk membayar billnya. Sebelum kembali ke Kyungsoo, "Ayo," entah sadar atau tidak Chanyeol menggenggam tangan Kyungsoo berjalan menuju mobilnya.
.
.
.++
Mobil itu melaju dengan kecepatan normal membelah kota yang sudah sangat lengang. Kyungsoo masih berkutat dengan ponselnya saat tiba-tiba dia mendengar ucapan Chanyeol yang ada disampingnya.
"Kenapa kau malah pulang ke apartemen Kai?"
Mata Kyungsoo mengerjap sebentar sebelum memasukan ponselnya untuk menjawab pertanyaan Chanyeol, "Karena aku tak mau sendiri malam ini."
Kening Chanyeol seketika mengkerut, "Lalu kenapa harus dengan Kai? Padahal jika kau mau banyak pria yang mau menemanimu?"
Kyungsoo terkekeh mendengar pertanyaan Chanyeol. Dia tahu maksud dari kalimat Chanyeol, bukan sekali dua kali Kyungsoo mendengar pemikiran seperti itu tentangnya. Dan sekarang dia juga tahu Chanyeol pasti berfikir sama seperti orang lain yang berfikir tentangnya.
MURAHAN. Ya. Pasti itu.
"Karena aku tak melakukannya dengan sembarang pria Chanyeol," jawab Kyungsoo, "Aku sudah mengenal Kai, dia menyayangiku jadi kenapa aku harus melakukannya dengan orang lain. Disaat aku tak mempunyai alasan lain," lanjutnya.
Dia tak bermaksud membuat Chanyeol semakin salah paham tapi memang itu kenyataannya. Walaupun Kyungsoo hanya seorang gadis yang menjadikan Bar dunia malamnya bukan berarti dia gadis murahan yang menjadikan itu kehidupannya. Kai adalah orang yang udah dikenalnya sejak lama, dan dia juga tahu Kai tak akan berniat menyakitinya karena Kai terlalu menyayanginya seperti yang dilakukan Kris, Jongdae terutama Sehun padanya.
Kyungsoo melirik dari ujung matanya Chanyeol yang terdiam seperti memikirkan sesuatu setelah mendengar kalimat Kyungsoo.
"Astaga gadis ini!"
"Bagaimana bisa dia bersikap murahan dan terhormat dalam satu waktu. Sialan! Dia membuatku bingung," batin Chanyeol.
.
.
.++
"Chanyeol terima kasih sudah mau mengantarku,"
Kyungsoo segera melepas selfbeltnya saat mobil Chanyeol sudah berhenti didepan apartemen Kai. Kyungsoo segera membuka pintu tapi tangannya kembali ditahan Chanyeol hingga membuat Kyungsoo menoleh ke arah pemuda itu.
"Ada apa?" tanya Kyungsoo.
"Bisa aku minta nomormu?" Chanyeol menggaruk tengkuknya berusaha menghilangkan kegugupan bodoh yang dialaminya saat berdekatan dengan Kyungsoo.
"Astaga, kupikir ada apa. Tentu, mana ponselmu," Kyungsoo menengadahkan tangannya didepan Chanyeol. Kyungsoo segera menyimpan nomornya di ponsel Chanyeol setelah ponsel itu ditangannya, "Ini, Kyungsoo," Kyungsoo mengembalikan ponsel itu ke Chanyeol.
"Ah sekali lagi terima kasih Chanyeol, aku permisi."
Kyungsoo segera keluar dari mobil saat melihat Kai sudah berdiri didepan pintu lobby apartemennya. Kai membuka tangannya dan dengan cepat Kyungsoo menghambur dalam pelukannya. Kai memberi kecupan lembut dikening Kyungsoo yang sudah menjadi kebiasaannya.
Tanpa di sadari Kyungsoo dan Kai, sedari tadi Chanyeol yang ada didalam mobil masih menatap interaksi Kai dan Kyungsoo. Entah kenapa hal itu membuat Chanyeol mengeram menahan marahnya.
"Brengsek, kau benar-benar murahan Kyungsoo," geram Chanyeol.
.
.
.++
TBC
.
Up Chapter 3 Nih,, Ada yang nungguin FF ini ga ya?
Gimana nih yang nyari-nyari ChanSoo :D udah mulai muncul nih?
.
Ditunggu REVIEW nya ya :D
.
Dan Juga terima kasih buat semua yang masih ikutin FF CHANSOO / HUNSOO ku yang lain ya :D
.
Jawab Review ^^ :
park28sooyah : heheh,, jujur aku juga kesel sih,, cuma kalau gak mereka juga kurang greget xixxii jadi maafken aku ya :D
Orizuka : Akhirnya Muncul juga nih CY di Chap nih ya :D
Yuura Shiraku, ucrittri: Woow,, Calm hehe #Piss
diyohpuppy, Lovedudu1201, chansekyuu, dohchoco, luvchansoo, guest, rly, Ayys, Lee hun bii : Makasih ya,, keep stay :D
ripusi1288, Kyungra26, : Hahahha,, jujur sih aku juga bingung dengan Pairnya TT terlalu menggoda semua :D
Rizk Cloud9 : Clue - BBH tahu kok :D
Rizkinovitasarii, kim pratama1108 : Aku juga benci kalau ada yang terluka atau jahat TT, tapi gimana? jadi tetap ikutin aja hiihi :D
dinadokyungsoo1 : Maaf sedikit kasar ya kata2 ku itu :D
.
TERIMA KASIH BUAT SEMUA YANG MASIH IKUTIN, REVIEW, LIKE AND FOLLOW FF INI
.
HIRAUKAN TYPO BERTEBARAN #MAAFKEUN
