Tittle: Love Like This.

Author: Bluedevil9293.

Disclaimer: This story belong to me, but the character not be my mind.

Main Cast:

- SiBum.

Innocent!Siwon. Killer!Kibum.

Other Cast:

- HanChul.

Chap: 3

Genre: Romance, Drama, M-Preg, Rape, Little Humor.

Rated: T.

Warning: Yaoi, Shounen-ai, Boys Love, Boy x Boy. Please, Don't Like Don't Read. No bashing and flame, Like and comment if you like this fanfic.

Note: No bashing, no flame, no copas, no re-publis, no plagiat, yes to like and comment.

Summary: -

_o0o_

Author Pov...

Siapa yang mengira sudah seminggu Siwon menculik Kibum dan mengurungnya di sebuah rumah kecil yang di dalamnya terdapat kamar, dapur dan ruang tamu yang menjadi satu kecuali kamar mandi yang letaknya di ruangan lain. Sebenarnya Kibum bisa saja kabur dari rumah itu, toh kekuatan Kibum jauh di atas Siwon kalau mengingat Kibum yang memegang sabuk hitam karate dan taekwondo itu. Tapi masalahnya sekarang Siwon menyandera Kibum bukan di sekitar wilayah Seoul melainkan di daerah Jeju yang letaknya cukup jauh dari Seoul. Siwon juga menyembunyikan semua barang-barang milik Kibum termasuk handphone dan juga dompetnya membuat Kibum tak bisa kabur kemana-mana. Sebenarnya Kibum bisa saja mengunakan handphone Siwon, tapi masalahnya siapa yang akan dia hubungi? Kibum itu tipe namja yang malas menghafal nomor telfon orang lain dan jadilah ia sekarang seperti ini.

Cekrek...

Pintu rumah terbuka, tak lama masuk seorang namja tampan yang bisa di kenali itu Siwon dengan sebuah kantong besar ditangannya. Tampaknya Siwon baru pulang dari berbelanja bahan-bahan kebutuhannya dan Kibum seminggu ke depan. Kibum yang saat itu tengah menatap TV tak memperdulikan ke datangan Siwon, ekpresi wajahnya datar-datar saja membuat Siwon sulit menebak apa yang sedang namja cantik itu pikirkan saat ini.

"Jangan memasang wajah seperti itu," Ucap Siwon sambil berlalu di depan Kibum sambil membawa kantong belanjaannya menuju dapur. Kibum tak merespon perkataan Siwon tadi, dia tetap diam dan terus menonton acara TV-nya yang sejujurnya sangat tak menarik, "Aku membelikan cake kesukaanmu tadi," Ucap Siwon sambil memperlihatkan sebuah kotak sedang yang berisi cake kesukaan Kibum. Tampaknya usaha Siwon untuk membuat Kibum memperhatikannya sedikit saja itu percuma karena Kibum tetap tak merespon, "Yack! Kenapa hanya diam saja? Aku sedang berbicara denganmu Kim Kibum." Ucap Siwon lagi dengan nada tinggi, tampaknya ia mulai kesal karena di acuhkan Kibum.

"Sampai kapan kau mau mengurungku di sini? Kau pikir aku tak punya kerjaan lain selain menjadi sanderaanmu? Aku juga harus kuliah Choi Siwon!" Ucap Kibum kesal sambil menatap Siwon tajam.

"Aku baru akan melepaskanmu kalau Heechul mau kembali padaku." Jelas Siwon sambil menata belanjaannya ke dalam kulkas. Kibum mengendus kesal lalu tertawa meremehkan.

"Menunggu sampai hyung-ku menerimamu kembali? Hei, jangan gila Choi. Hyung-ku bagaimana bisa kembali padamu kalau kau cuma diam di dalam rumah ini, mengawasiku yang menjadi sanderaanmu. Sampai mati pun Heechul hyung tak akan bisa jadi kekasihmu lagi." Ucap Kibum sinis, Siwon menghentikan gerakannya sesaat saat mendengar perkataan Kibum tadi. Dia tahu kesempatan untuk mendapatkan Heechul sudah sangat tipis tapi Siwon masih terus berharap Heechul akan luluh nantinya.

"Itu bukan urusanmu, aku yakin Heechul akan kembali padaku lagi." Ucap Siwon yang kembali menata belanjaannya ke dalam kulkas.

Brraakkk...

Kibum yang kesal membanting remot TV yang tadi di gengamannya.

"Yack! Kau pikir ini rumahmu apa sesanaknya saja menghancurkan barang-barang di sini." Ucap Siwon protes atas ulah Kibum tadi.

"Aku tak perduli. Kau bilang ini semua bukan urusanku? Secara tak langsung ini semua sudah menjadi urusanku Choi Siwon. Kau yang menyeretku masuk ke dalam masalah ini karena kau sudah menculik dan menyanderaku selama seminggu di tempat yang bahkan tak aku ketahui dimana ini," Ucap Kibum kesal sambil menatap Siwon tajam. Siwon mencoba tak menghiraukan perkataan Kibum, ia kembali menata belanjaannya dalam diam membuat Kibum kesal, "Yack! Aku sedang berbicara padamu Choi Siwon! Jangan bertingkah seolah-olah kau tak menghiraukanku sama sekali." Ucap Kibum lagi kesal.

"Kau saja sering bertingkah seperti tak menghiraukanku jadi apa salahnya kalau sekarang aku pun begitu." Balas Siwon cuek.

"Kau! Ugh... Kemari kau!" ucap Kibum yang beranjak mendekati Siwon tapi dengan cepat Siwon langsung berlari menghindarinya. Belajar dari pengalaman Siwon tak mau sekarat di hajar Kibum lagi seperti seminggu dan tiga hari yang lalu, bahkan bekas pukulan Kibum tiga hari yang lalu saja masih terasa sangat sakit.

"Yack! Jangan mendekat, tetap disana." Ucap Siwon yang terus menjauhi Kibum sebelum namja cantik tadi menghajarnya.

"Kau kemari." Balas Kibum penuh penekanan di perkataannya. Siwon mengelengkan kepalanya menolak dan menjauhi Kibum yang mendekatinya, "Kau kemari atau mau ku hajar?" Tanya Kibum sambil menatap Siwon tajam.

"Oke, aku ke tempatmu tapi kau harus janji jangan memukulku sedikit pun." Ucap Siwon sambil menatap Kibum.

"Ya, ya, ya, cepat kemari." Seru Kibum tak sabaran, dengan perlahan akhirnya Siwon berjalan mendekati Kibum yang tengah menyender pada pintu kulkas yang tertutup.

Bugh... Bugh...

Baru juga Siwon berdiri sesaat di depan Kibum, namja cantik tadi langsung melayangkan dua buah tendangannya tepat ke perut dan kaki Siwon membuat namja tampan tadi bersimpuh di lantai sambil mengerang sakit seraya memegangi perutnya.

"Kau pembohong, kenapa kau menendangku?" tanya Siwon kesakitan.

"Aku cuma berjanji tidak memukulmu bukan menendangmu jadi aku tidak bersalah. Lain kali jangan terlalu percaya pada orang lain," balas Kibum yang memasang wajah tanpa dosanya. Kibum mendudukan tubuhnya di sebuah kursi, di depannya Siwon masih mengerang kesakitan, "Pinjam handphone-mu." Ucap Kibum sambil menengadahkan tangannya di depan wajah Siwon.

"U-untuk apa kau meminjam handphone-ku? Kau ingin lapor polisi?" tanya Siwon yang langsung manarik mundur tubuhnya menjauhi Kibum sambil memegang perutnya yang berdenyut sakit setelah Kibum tendang tadi.

"Sudah berikan saja jangan banyak tanya," Balas Kibum masih tetap menegadahkan tangannya pada Siwon. Siwon mengelengkan kepalanya pelan tanda penolakan, "Kau mau memberikan handphone-mu atau kau mau ku hajar sampai kau tak bisa bangun lagi? Ku rasa patah satu kaki tak masalah untukmu." Ucap Kibum mengancam Siwon seraya menatap namja tampan tadi tajam membuat Siwon mengkerut takut dan akhirnya mau tak mau Siwon memberikan handphone-nya pada Kibum.

"I-ini," ucap Siwon sambil mengulurkan tangannya pada Kibum, baru juga Kibum hendak meraih handphone yang Siwon ulurkan namja tampan tadi malah keburu menarik tangannya lagi membuat Kibum mengerang kesal, "Kau harus berjanji tak akan lapor polisi." ucap Siwon takut-takut.

"Aish, cepat berikan atau kau ku hajar," Ancam Kibum kesal, Siwon yang takut pun langsung memberikan handphone-nya pada Kibum yang dengan sedikit kasar di raih oleh sang namja cantik, "Kau tahu nomor telfon Heechul hyung bukan?" tanya Kibum, Siwon menganggukan kepalanya pelan, "Kalau begitu cepat telfonkan nomornya untukku." ucap Kibum yang kembali memberikan handphone Siwon kepada sang pemilik. Dengan patuh karena takut di hajar Siwon meraih handphone-nya tadi dan mendial nomor Heechul.

"I-ini." ucap Siwon yang kembali memberikan handphone-nya pada Kibum. Siwon sedikit bingung dan cemas saat Kibum meminta untuk menghubungi Heechul. Selama seminggu ini Siwon memang sering menghubungi namja cantik tadi dengan nomor telfon barunya tapi ia tak pernah berbicarra sepatah kata pun setiap kali menghubungi Heechul.

"Yeoboseo?" Terdengar suara merdu yang begitu Siwon rindukan di seberang telfon yang berada di tangan Kibum saat ini. Siwon memutuskan diam menguping pembicaraan antara kakak adik di depannya kini, "Nuguya?" Tanya Heechul di seberng telfon.

"Yack! Macan betina!" Ucap Kibum dengan nada tinggi memanggil hyung-nya membuat kening Heechul di seberang sana tercetak jelas empat buah segitiga siku-siku.

"Kau! Kucing jalang! Kemana saja kau selama seminggu ini huh? Tak pernah pulang! Tak memberi kabar juga! Kau kalau tak ingin pulang jangan pernah pulang lagi!" Ucap Heechul penuh emosi pada sang adik yang tak pernah menunjukan batang hidungnya selama seminggu ini.

"Yack! Kau pikir semua keinginanku tak pulang dan tak memberimu kabar. Semua ini gara-gara kau Macan betina." Balas Kibum dengan nada tinggi yang tak kalah dengan Heechul membuat Siwon cuma mengelengkan kepalanya sebagai pendengar.

"Sopanlah sedikit, aku ini hyung-mu jadi panggil aku dengan sebutan hyung." Ucap Heechul protes.

"Jangan minta di hormati kalau kau sendiri tak bisa menghormati." Balas Kibum sinis membuat Heechul kesal.

"Kau! Aish, kenapa aku bisa punya adik sepertimu." Kesal Heechul.

"Dan kenapa aku bisa punya saudara sepertimu." balas Kibum.

"Kau! Katakan kau dimana saat ini, aku akan langsung ke sana untuk menghajarmu." ucap Heechul kesal.

"Kau pikir aku tahu aku dimana. Kalau kau mau tahu aku dimana kau tanya saja pada mantan pacarmu itu, Choi Siwon." Ucap Kibum.

"Siwon? Kau bersama namja itu?" Tanya Heechul.

"Ne aku bersama mantan kekasihmu itu. Dia menculikku sejak seminggu yang lalu dan menyanderaku entah dimana. Kau ini benar-benar macan betina yang jalang ya Kim Heechul, sudah berapa kali ku katakan berhenti mendekati namja-namja kaya. Lihat apa yang kau perbuat saat ini? Kau menyeretku ke dalam masalahmu. Aku mau kau sekarang bicara padanya, aku lelah terus menjadi sanderaannya." Ucap Kibum kesal pada sang hyung yang tampak santai-santai saja. Andai saja Kibum bisa melihat Heechul saat ini yang dengan tenang memakan buah-buah yang Hangeng kupaskan untuknya layaknya seorang putri bangsawan sudah pasti Kibum akan mencincang hyung-nya itu.

"Oh begitu ternyata, sudah biarkan saja. Kalau dia lelah juga kau akan di lepaskannya. Lagian dia terlalu kekanak-kanakan." Ucap Heechul santai membuat empat buah segitiga siku-siku tercetak jelas di dahi Kibum.

"Yack! Kau santai lalu aku bagaimana?" Tanya Kibum kesal.

"Sudah nikmati saja waktu-waktumu. Kau bisa memanfaatkannya, dia itu kaya loh. Kau bisa meminta apa pun darinya dia pasti tak akan menolaknya. Kalau perlu kau kencani saja dia." ucap Heechul tenang sambil memakan sepotong apple yang Hangeng suapkan.

"Kau pikir aku macan jalang sepertimu yang haus akan belaian?" Bentak Kibum kesal lalu memberikan handphone Siwon kepada pemiliknya. Berbicara pada Heechul memang harus memiliki ekstra kesabaran dan tampaknya kesabaran Kibum sudah habis untuk meladeni Siwon jadi dia tak punya kesabaran lagi untuk meladeni hyung-nya yang mengesalkan itu.

"Eh ini." Ucap Siwon bingung karena tiba-tiba Kibum memberinya handphone yang masih menyambungkan dengan Heechul.

"Kau bicara saja padanya kalau kau mau."Ucap Kibum kesal sambil membuka kulkas dan mengambil dua kaleng beer milik Siwon dari dalamnya dan membawanya ke sofa di depan TV meninggalkan Siwon yang hendak protes karena Kibum mengambil persediaan beer yang baru di belinya.

"Dasar hyung tak tahu diri, kalau saja kau di depanku saat ini sudah ku bunuh kau sejak tadi." Ucap Kibum sambil meneguk cepat isi dari kaleng beer-nya. Siwon begidik ngeri melihat tampang kesal Kibum melebihi kekesalan yang sering namja cantik itu tunjukan padanya.

"Yeoboseo? Kau masih di sana Kucing jalang?" tanya Heechul di seberang telfon yang saat ini Siwon gengam. Siwon terdiam sesaat tapi akhirnya ia menempelkan handphone-nya tadi di telingga.

"Ha-hallo Chullie." Ucap Siwon gugup, sudah beberapa hari ia tak berbicara pada Heechul, namja yang dicintainya, dan itu membuatnya sedikit rindung dengan suara mantan kekasihnya itu.

"Kau kah itu Siwon?" tanya Heechul santai.

"Ne, ini aku Chullie. Aku merindukanmu." balas Siwon membuat Heechul memasang wajah malasnya yang tentu saja tak akan bisa di lihat Siwon.

"Jadi kau menculik adikku selama seminggu ini?" Tanya Heechul.

"Ne, aku menculik Kibum. Aku ingin kau kembali padaku Chullie. Kalau kau mau kembali padaku aku akan membebaskan adikmu itu." Ucap Siwon pada Heechul.

"Jadi begitu, kau menculik Kibum untuk membuatku kembali hum? Tapi sayangnya aku tak mau kembali padamu Siwon, kita sudah berakhir kau tahu itu bukan. Aku tak perduli dengan adikku yang sekarang kau sandera itu." ucap Heechul. Ya, Heechul memang tak perduli pada Kibum yang di sandera Siwon tapi bukan tak perdulu dalam artian yang sesungguhnya. Tentu saja Heechul sangat perduli dengan adik dan keluarga satu-satunya yang ia miliki itu. Hanya saja Heechul tahu bagaimana Kibum dan Siwon itu dan dia yakin Kibum bisa menolong dirinya sendiri dari namja macam Siwon yang termasuk lemah itu.

"Kau benar-benar tak perduli pada Kibum?" Tanya Siwon tak percaya.

"Ya begitulah." Jawab Heechul santai.

"Tapi dia adikmu." ucap Siwon lagi.

"Kalau dia adikku lalu kenapa?" Tanya Heechul.

"Aku akan membunuhnya." Ucap Siwon dengan nada suara bergetar membuat Heechul tertawa nyaring.

"Membunuhnya? Coba saja kalau kau mau, aku yakin yang ada malah kau yang akan di bunuh oleh Kibum." Balas Heechul santai. Ya memang benar, pasti Siwon yang akan mati deluan kalau berniat membunuh Kibum karena belum apa-apa saja selama seminggu ini Kibum sudah dua kali membuat Siwon babak belur.

"Kalau begitu aku... aku akan memeperkosan adikmu itu." Ucap Siwon lagi, yang lagi-lagi mengundang tawa Heechul.

"Lakukan saja, aku tak perduli." balas Heechul.

"Baik, aku akan melakukannya." Ucap Siwon yang langsung beranjak mendekati sebuah meja kecil, Siwon membuka laci meja yang ia kunci itu dengan perlahan di dalamnya terdapat sebuah sapu tangan dan cairan obat bius yang saat itu ia gunakan untuk membuat Kibum pingsan.

"Aku menunggu kalau begitu." Ucap Heechul santai di seberang telfon sana. Siwon tak mematikan panggilan telfon tadi, dengan satu tangan ia mengambil sapu tangan di dalam laci tadi dan membubuhkan obat bius di sapu tangan tadi lagi. Setelahnya dengan perlahan ia mendekai tempat Kibum berada. Awalnya Siwon berniat membius Kibum yang tengah terbaring di sofa sambil menonton TV tapi niatnya terhenti saat ia mendapati Kibum yang mabuk setelah meneguk dua keleng beer.

"Aku benar-benar akan memperkosa Kibum kalau kau tak mau kembali padaku Chullie." Ucap Siwon pada Heechul yang terdengar menghela nafasnya malas.

"Terserah kau saja, kau mau memperkosa Kibum sampai ia hamil pun aku tak perduli. Aku tak akan kembali padamu." Jawab Heechul final. Siwon mencengkram handphone-nya kencang lalu menelatkan handphone yang masih tersambung dengan Heechul itu diatas meja tepat di sambing dua kaleng beer yang sudah kosong. Dengan perlahan Siwon mendudukan tubuhnya di sisi sofa tempat Kibum kini berbaring dan memeriksa apa namja cantik tadi masih sadar atau sudah benar-benar mabuk.

"Kibum." Siwon mengoyang tubuh Kibum pelan membuat namja cantik tadi mengeliatkan tubuhnya dan tetap terpejam membuat Siwon yakin kalau Kibum benar-benar sudah mabuk saat ini. Siwon menelan salivanya berkali-kali saat dengan perlahan ia mulai menindih tubuh Kibum, dalam hati Siwon takut kalau tiba-tiba Kibum tersadar dan menghajarnya.

"Egh... Apa yang kau lakukan?" Tanya Kibum di tengah kesadarannya yang menipis saat Siwon menduduki pahanya dan mulai membuka kemeja biru yang di belikan Siwon untuk Kibum beberapa hari yang lalu.

"Ssshhttt... diamlah, kau tidur saja." ucap Siwon berbisik. Siwon mencoba bersikap setenang mungkin padahal jantung berdetak sangat cepat saat ini. Ia takut, takut Kibum kembali sadar dan menghajarnya.

"Apa yang... mmmpppttttt..." Kibum tak bisa protes saat Siwon langsung membekap bibirnya dan menciumnya dengan ganas. Kibum meronta pelan, alkohol membuatnya begitu pusing dan lemah. Sebenarnya Kibum memang tak kuat minum tapi tadi dia malah memaksa meminum dua keleng beer sekaligus.

Heechul yang tadi kembali bersantai sambil memakan buahnya dengan handphone yang masih melekat di telingganya terdiam kaku saat ia mulai mendengar suara desahan dari seberang telfon sana yang ia yakin itu suara desahan adiknya karena ia hafal benar suara sang adik. Heechul bahkan menolak suapan apel dari Hangeng saat ia mendengar suara rintihan tertahan dan desahan yang semakin keras di seberang telfon sana.

"Yack! Siwon apa yang kau lakukan? Kibum? Siwon? Yack!" teriak Heechul panik, entah kenapa dia merasakan sebuah firasat buruk saat ini. Heechul terus berteriak di handphone-nya berharap Kibum atau Siwon akan membalasnya tapi yang ada dia hanya mendengar suara desahan saja. Tak lama pangilan telfon pun terputus sebelah pihak, Heechul kembali mencoba menghubungi nomor yang sama beberapa kali tapi tak pernah di angkat sama sekali.

_o0o_ To Be Continue _o0o_

Date: 18 November 2012, 10.35 PM.

Dean here... Maaf lama update-nya, saya lagi kena sindrom malas update #Nyengir# kalau udh mw update bisanya selalu batal.

Q & A:

Q: apakah siwon menaruh cinta k bummie ? Atw sebaliknya ny gthu ?
A: Maunya? *Songong

Q: ini penculikan atau bukan sih ? kok malah pencurinya yang tersiksa (?) Jadi Kibum bakal tinggal di tempat Siwon gitu? Heechul gak nyariin Kibum apa?
A: Ini penyiksaan *DiCekek* Iya Kibum tinggal di tempatt Siwon tp tempatnya nggak di Seoul. Heechul nyariin kaga yah ==a lupa... *DiCekekReaders.