Tittle: Liar
Author: Park Chan Gyu
Main cast: Park Chan Yeol, Byun Baek Hyun
Other cast: cari lah sebisa anda/?
Genre: drama,romance, alur gaje (GS)
Disclaimer: cast miliki Tuhan keluarga agency dan para fans, tapi BaekYeol itu milik saya PROTES?
Warning: ini hanya fantasy belaka okeh, GenderSwitch , gajering banget deh
Summary: gadis beasiswa di SM high school selalu saja mendapat perlakuan yang tidak baik dari murid murid kalangan atas, tapi dia memiliki rahasia yang membuat banyak orang akan tercengang, apa itu?
….
….
Park… Chan… Gyu…
…
…
HAPPY READING~
.
.
.
Akhirnya Baekhyun memilih untuk mengambil buku bahasanya di loker. Ketika akan membuka pintu loker menggunakan kunci, ia merasa aneh, lokernya sudah tak terkunci dan dengan sikap penasarannya Baekhyun membuka loker itu. Baekhyun mundur beberapa langkah ketika melihat isi lokernya kali ini, menatap tak percaya dengan tangan kiri membekap mulutnya. Deru nafasnya tak beraturan…
Sebenarnya ada apa?
.
.
.
.
Ternyata yang ada diloker itu adalah bangkai burung merpati berbulu putih yang berlumuran darah kering. Baekhyun ingin muntah saat melihat itu, dengan menahan nafas dia mengambil bangkai itu dan membuangnya ke tong sampah yang tak jauh dari lokernya
''hari ini hari tersialmu, jelata!'' desis seseorang tersenyum sinis melihat penderitaan sang gadis beasiswa dari balik tembok
Gadis bermarga Byun itu menatap sedih buku bahasanya yang juga terkena darah burung merpati. Entah berapa kali dia menghela nafas, meratapi nasibnya yang semakin buruk di sekolah ini. Dia kembali kekelasnya dengan wajah ditekuk. Sesampainya dikelas…
''Baekhyun, Baekhyun tas-mu!'' teriak jongdae menunjuk tas milik Baekhyun yang kini tergantung mansi di atas pohon besar yang berada disamping kelasnya. Baekhyun mendongak melihat seberapa tinggi tasnya digantung
Dengam lemas, Baekhyun berjalan menuju pohon besar itu. dia menyentuh pohon besar itu, ada keraguan dalam dirinya, dia ingin mengambil tasnya namun ia takut saat menaiki pohon dia akan terjatuh dan orang tuanya bisa mengamuk. Kini dia hanya bisa terdiam, setelah menguatkan dirinya. Baekhyun perlahan menaiki pohon besar itu.
''woah dia benar-benar melakukannya'' pekik lelaki berkulit pucat mengintip dari ruangan khusus
''mana coba aku juga mau lihat'' seru seseorang menunjukkan wajah penasarannya
''dia sangat tangguh'' puji lelaki itu
Berbeda dengan pria dingin yang tengah menyandarkan dirinya disofa. Matanya menatap tajam tepat kea rah pohon besar itu. DRRT! Ponsel yang ada didalam ponselnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Dia segera membuka dan membaca isi pesan itu, wajah dinginnya menampakkan serigaian yang hanya dia dan Tuhan yang tahu.
Gadis malang itu telah sampai di ranting yang tasnya tergantung disana. Dengan tangan yang mungil ia menggapai tasnya. HAP! Sepenuhnya tas itu ia raih, bernafas lega namun yang jadi permasalahannya ia kesulitan untuk turun. HUFT! Penuh kehati-hatian ia menuruni pohon besar yang beruntungnya tidak licin dan banyak pijakan. Baekhyun sudah memijakkan kakinya ditanah dan menggendong tas yang susah payah ia ambil
.
.
.
.
.
Waktu begitu cepat berlalu, bel pulang sudah berbunyi. Semua murid SMHS tengah berjalan melewati lapangan untuk ke parkiran, begitu juga dengan baekhyun. Luhan dan Jongdae, teman baiknya sedang ada jam membuatnya berjalan sendiri
PUK! PUK! PUK!
''Ah!'' Baekhyun merasa banyak telur yang dilempar ke arahnya. Gadis itu segera menutupi wajahnya dengan keduanya saat dirasa semakin banyak telur yang terlempar ditubuhnya
''kau pantas mendapatkannya jelata!'' ucap seseorang yeoja terus melemparkan telur ke arah gadis didepannya ini. Dan banyak umpatan sekaligus lemparan telur yang Baekhyun dengar dan rasakan. Baekhyun menurunkan kedua tangannya ketika taka da lemparan telur lagi. Namun baru saja ia mengerjapkan mata… BYUR!
Matanya terbelalak ketika seember air yang baunya sangat menyengat itu disiramkan kepadanya.
''euh! Kau memang pantas menjadi jelata, bau itu memang pantas bersanding dengan-mu'' ujar Jung Soo Jung –murid yang setiap hari membully Baekhyun- menatap jijik kearah Baekhyun. Semua murid menjauhi Baekhyun, dan gadis korban pembullyan itu melangkahkan kakinya.
BRUGH! Baekhyun meringis kesakitan akibat kakinya tersandung sesuatu yang tak ia lihat. Ah! Itu benang jernih, ternyata ada 2 orang bersebrangan menarik benang itu dan membuat gadis malang itu tersandung. Semua orang yang melihat itu tertawa terbahak-bahak atas penderitaan yang didapat gadis beasiswa tersebut. Dan matanya kembali membola saat tumpukan terigu di siramkan kepadanya, tubuhnya yang amis dan basah menjadi lengket
Tak ingin mendapatkan hal yang lebih parah dari ini, Baekhyun memilih berdiri dan meninggalkan lapangan itu tanpa memikirkan sepedanya. Setetes air mata mengalir melewati pipinya yang berlumuran tepung itu. Dia segera menghapus air mata itu walau pada akhirnya pipinya itu semakin kotor. Keluar dari gerbang, banyak mata yang menatap aneh ke arahnya.
.
.
.
.
.
''dia terlihat menyedihkan''
''kau tak mau menjadi pahlawan lagi?''
Seseorang yang disindir itu tersenyum kecil dan menatap lawan bicaranya dengan tatapan menusuk
''aku bukanlah malaikat bung!'' jawabnya menyesap coffe latte dengan tenang
.
.
.
Jongin hanya terdiam melihat gadis disampingnya ini, beruntung dia bisa membuat gadis itu berhenti setelah mereka berkejar-kejaran
''siapa yang melakukan ini?'' tanyanya berulang kali, namun gadis di hadapannya sedikit-pun tak mau membuka mulut
''nuna, kenapa kau jadi seperti ini?!'' Tanya Jongin mendesak, yang diajak bicara hanya menghela nafas
''pulanglah kau pasti ditunggu oleh orang tuamu'' usir gadis yang ternyata adalah Byun Baekhyun
''beritahu aku dulu, siapa yang membuat nuna menjadi seburuk ini?!'' Jongin menatap tajam kea rah Baekhyun, mencoba mendapatkan penjelasan
''jika kau tau, kau akan mengamuk'' balas baekhyun pergi meninggalkan Jongin. Namja berkulit tan itu hanya mendengus kesal. Dia sudah tau kalau gadis itu kembali dibully tapi ia tak pernah tau kalau bully yang dialami Baekhyun akan separah ini
''nuna, besok ada turnamen basket'' beritahu Jongin barjalan disamping Baekhyun saat dia sudah menjajarkan dirinya
''lalu?'' Tanya Baekhyun dingin, seperti biasanya
''aku akan ikut turnamen itu juga nuna, dan lawannya adalah sekolah nuna'' jelas Jongin, membuat Baekhyun menengok kea rah Jongin dengan tatapan tak percaya
''dimana turnamen itu diadakan?'' Tanya Baekhyun dengan nada serius
''disekolahmu'' jawab Jongin menunjukkan senyum manisnya, Baekhyun mendengus mendengar berita itu
''besok nuna harus datang'' suruh Jongin, dan dibalas anggukan
Mereka sudah sampai didepan rumah sederhana milik keluarga Byun. Jongin mengambil mobil yang selalu ia titipkan disamping rumah Baekhyun, sedangkan gadis itu masuk kedalam rumah secara diam-diam takut bila sang ibu melihat dan tau. Beruntung ibu tercintanya sedang sibuk membuat makan malam, jadi gadis yang seluruh badan penuh dengan tepung itu segera masuk kekamarnya untuk membersihkan diri
.
.
.
.
.
Gadis beasiswa itu berdiri didepan lokernya, dia agak ragu untuk membuka dan melihat isi loker itu. namun, yeoja bermarga Byun itu tak punya banyak waktu dan tanpa keraguan lagi dia membuka loker itu. kepalanya ia miringkan dan matanya mengerjap bingung, loker yang kemarin sangat kotor dan bau menjadi sangat bersih dan wangi, bahkan dia ingat sekali kalau kemarin ia tak sempat membersihkan lokernya.
''siapa yang melakukan ini?'' tanyanya entah pada siapa
Baekhyun membalikkan badannya ketika banyak kerumunan yang berlari entah kemana, namun samar samar ia mendengar kalau ada turnamen basket. Gadis berbibir tipis itu menepuk kening mulusnya ketika mengingat sesuatu. Janji! Ya ia janji akan melihat turnamen itu kepada si kkam jelek. Dengan cepat, ia menutup dan mengunci lokernya, setelah selesai dirinya ikut berlari menuju lapangan indoor sekolahnya
.
.
.
.
''BAEKHYUN'' teriak gadis dengan rambut pirangnya saat melihat siluet teman terdekatnya itu. yang dipanggil menengok kea rah suara, senyumannya merekah saat melihat sahabatnya itu
''kau datang?'' Tanya Luhan, Baekhyun hanya mengangguk
''kita diliburkan, hanya karna turnamen ini'' ucap Luhan yang dibalas anggukan lagi
Semua bangku sudah terisi penuh, Luhan dan Baekhyun duduk di bangku barisan ke empat. Tak terlalu buruk, toh mereka hanya ingin menjadi penonton, berbeda dengan geng yeoja sombong bermarga Jung itu, mereka sudah standby di bangku paling depan dan berteriak tak jelas. Mata Baekhyun terfokus ketika melihat siluet yang ia kenal, benar-benar dingin itulah batin Baekhyun berbicara
Pertandingan akan dimulai, para pemain sudah ada ditengah lapangan. Semua murid yeoja berteriak mendapati para penguasa-lah yang akan bertanding. Tak terkecuali Baekhyun, dia bahkan menunjuk namja yang memakai kaos tanpa lengan dengan angka 7 dan memiliki kulit yang sangat kontras
''KIM JONGIN!'' pekiknya namun ia segera membekap bibir mungilnya dengan telapak tangannya saat menyadari tingkah anehnya, semua mata menatap tajam dirinya. Yang dipanggil menatap semangat.
''NUNA!'' balasnya tak kalah teriak sambal mengeluarkan cengirannya yang terlihat lucu, ia melambaikan tangannya meminta semangat. Baekhyun dengan ragu mengepalkan tangannya ke udara
''Hwaiting'' cicit Baekhyun yang dapat dibaca oleh namja bermarga Kim itu. namja itu mengangguk semangat. Tanpa menyadari dua mata pasang menatap tak suka keduanya
''Byun jelata! kau akan menyesal'' bisik seseorang yang terus saja menatap benci
Babak pertama dimenangkan oleh team penguasa SMHS. Semua pemain tengah beristarahat, namja berkulit tan hanya duduk saja tanpa meminum barang seteguk bahkan ia ditawari minum oleh siswi sebelah namun ia tolak, sedangkan teman se-teamnya tengah mengatur strategis, meskipun ini hanya turnamen untuk meningkatkan hubungan keduanya tetap saja mereka harus menang
Jongin merasakan pipinya terasa dingin, dan ketika ia melihat kea rah samping dirinya tersenyum
''kenapa kau tidak mau minum? Kau bisa dehidrasi bodoh!'' Jongin hanya meringis ketia mendengar ocehan dari yeoja ini, dengan cepat ia menambil botol mineral yang ada ditangan Baekhyun dan meneguknya
''dimana kekasihmu?'' Tanya Baekhyun mengedarkan pandangannya ke segala penjuru guna mencari seseorang
''dia bilang dia tidak bisa datang'' jawab Jongin menutup botol mineral yang isinya hanya tinggal setengah
''aku mengatakan bahwa kau akan menonton jadi tanpa dia pun aku bisa tetap semangat bertanding'' jelasnya lagi, Baekhyun hanya mengangguk
''kau harus menang jika tidak aku akan menyuruh Do memutuskanmu'' ancam Baekhyun, Jongin menatap ngeri gads disampingnya ini
''kau mengerikan nuna, sangat!''
.
.
.
.
.
.
Pertandingan sudah selesai, dan turnamen itu dimenangi oleh team SIHS. Kini Baekhyun tengah berjalan bersama Luhan, sahabatnya
''aku tak tau jika kau berteman dengan Kkamjong'' heran Luhan
''aku telah lama berteman dengannya'' bohong Baekhyun
''oh iya kenapa kau tidak bersekolah di sekolah miliknya saja? Disana katanya tidak ada pembullyan'' Tanya Luhan, Baekhyun mengedikkan bahunya tanda tak tau
''aku lebih ingin bersekolah disini'' jawab Baekhyun asal
''jika aku jadi kau aku tak mau menjajakan kaki-ku di tempat mengerikan ini lagi'' balas Luhan yang membuat sahabatnya ini terkekeh
''Baekhyun kau harus pergi ke gudang'' suruh yeoja dengan name tag 'Kim Dahee' yang tak sengaja melihat Baekhyun bersama Luhan
''untuk apa dia dipanggil ke gudang?'' Tanya Luhan penasaran, Dahee hanya mengedikkan bahunya
''kau fikir aku mau tahu untuk apa si jelata itu disuruh ke gudang'' jawab Dahee meninggalkan mereka berdua
''jangan pergi gudang'' larang Luhan, saat melihat Baekhyun membalikkan badannya menuju gudang yang tak jauh dari keberadaan mereka ini
''jika aku tak pergi, masalah akan semakin runyam, lagipula ini 'harus' jadi aku akan kesanna'' jawab Baekhyun
.
.
.
.
Baekhyun sudah berada di dalam gudang yang gelap dan pengap, ia bingung untuk apa ia disuruh kegudang jika tak ada siapa-siapa. KLEK! Lampu menyala membuat ruangan pengap itu menjadi terang benerang. Dan Baekhyun terkejut melihat empat yeoja yang suka membullynya kini berada dihadapannya
''hello baby'' sapa yeoja yang sepertinya adalah ketua dari geng itu. Gadis sederhana itu bergeta saat melihat benda yang digenggam yeoja itu dan lagi kedua tangannya dicengkeram erat oleh dua yeoja lainnya yang Baekhyun tau adalah Hyeri dan Minzy
''ap..apa yang mau kau lakukan Krystal?'' Tanya Baekhyun pada yeoja yang kini berada dihadapannya, tangan kirinya menggenggam lembut rambut panjang milik Baekhyun
''aku iri sekali dengar rambutmu, aku sangat menginginkannya''
KRES! Gunting yang ada ditangan kanan Krystal dengan cepat memotong rambut indah Baekhyun, sang pemilik sangat terkejut ketika melihat rambutnya yang dipotong itu dibuang tepat dihadapannya. Baekhyun menatap helaian rambutnya yang jatuh dilantai gudang itu
''sudah selesai, kau terlihat makin cantik dengan rambut barumu jelata'' puji Krystal atau mungkin sindiran, dan kedua temannya melepaskan genggaman di kedua tangan Baekhyun saat dirasa sudah selesai
''ku peringatkan kau! Tak ada yang boleh mendekati Kkamjong-ku selain Jung Soojung'' ancam Krystal setelah itu merak meninggalkan Baekhyun. Yeoja yang hanya menyaksikan pembullyan itu menatap dingin gadis yang perlahan menjatuhkan tubuhnya ke lantai lalu meninggalkannya
Baekhyun terisak meratapi rambutnya dipangkas oleh yeoja sombong itu. kini rambut sepinggangnya menjadi sebahu itupun tak rata.
''kalian boleh membullyku sepuas kalian, tapi jangan sentuh rambutku hiks..'' gumamnya mencoba menghapus air mata yang tak henti-hentinya mengalir dipipi Baekhyun
Baekhyun berjalan menuju kelas music, ia merasa butuh hiburan. Mendudukkan diri dibangku dan mulai memainkan jemari lentiknya di not-not piano. Dan dirinya mulai menyanyikan lagu 'impossible'. Air mata kembali mengalir deras, ia mengeluarkan semua emosinya saat ia bernyanyi.
Ternyata tak hanya Baekhyun yang berada didalam ruangan itu, karena sosok namja mendudukkan dirinya ketika terbangun dari mimpi indahnya. Dan namja itu mengintip seseorang yang tengah bernyanyi dengan suara yang sangat lembut. Matanya terbelalak saat melihat orang itu
''Jelata?''
.
.
.
.
TBC
A/N: hihihi gimana udah agak panjangan? Masih penasaran sama orang-orangnya? Itu udah sedikit aku buka, main castnya tetep chanbaek, Chanyeol oppa udah keluar kok tapi kalian lebih cermat ya hihi. Rahasianya gak lama lagi terbongkar kok hihi, udah tau hubungan Baekhyun sama Jongin? Hihi semangat buat reader XD
Jangan lupa review lagi ya ^^
