standard disclaimer applied


Crybaby

.

Part VI

.

"Hei, benarkah Minseok-hyung dan Lu Han-hyung tidak putus?" tanya Junmyeon langsung begitu ia bertemu dengan Yifan di halaman universitas.

Ayolah, Junmyeon. Ini masih pagi dan kamu sudah menyerang Yifan yang masih ngantuk-ngantuknya dengan sebuah pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.

"Hoam…" Yifan menguap lebar sebelum akhirnya menjawab. "Itu benar. Kalau kamu tidak percaya, tanya saja Lu Han langsung."

"Lalu jika mereka tidak putus kenapa Minseok-hyung beranggapan mereka putus?!" seru Junmyeon tidak percaya, ini benar-benar menganggu pikirannya hingga tugas yang diberikan Professor Ahn padanya tidak dikerjakan.

"Entahlah," jawab Yifan ambigu.

Junmyeon memberikan tatapan tidak percaya dengan raut kesal yang greget, laki-laki tiang basket disampingnya ini memang suka sekali membuatnya penasaran yang mungkin nantinya akan naik pangkat menjadi mati penasaran. Siapa yang tahu? Junmyeon hanya bisa menghela napas panjang sebagai tanda bahwa ia telah menyerah untuk mengintrograsi seorang Wu Yifan, sebaiknya ia memang harus mengintrograsi Lu Han secara langsung saja.

Ngomong-ngomong tentang Lu Han, laki-laki dengan julukan the little prince itu tengah berada didepan gedung universitas bersama dengan Sehun.

"Ah, itu Lu Han-hyung, kan?" tanya Junmyeon pada Yifan yang lagi-lagi tengah menguap lebar.

"Eum." Yifan mengiyakan pertanyaan Junmyeon dengan gumanan singkat. "Dan itu Minseok-hyung," sambungnya sambil menunjuk seseorang—Minseok—yang berdiri didepan samping kiri tak jauh dari tempatnya dan Junmyeon berdiri.

"E-EH?!" Junmyeon sontak langsung menoleh kearah yang ditunjukkan oleh jari Yifan.

Benar saja, terlihat seorang laki-laki manis dengan pipi chubby-nya yang khas alias Kim Minseok tengah berdiri membatu ditempat dengan kedua mata yang menatap lurus ke gedung universitas. Ralat, lebih tepatnya pada dua sosok manusia yang entah mengapa terlihat sangat ber-lovely dovey—menurut pandangan drama queen Minseok—disana.

Tak lama, kedua mata Minseok mulai mengeluarkan air mata secara perlahan.

Yifan yang masih ngantuk-ngantuknya hanya bisa memberikan reaksi biasa berbeda dengan Junmyeon yang sudah seperti cacing kepanasan karena terlalu paniknya.

"Hiks—hiks—"

Oh, tidak. Isakan itu lagi.

"Yaaa! Calon duta bacon Daehan Minguk cepat tutup kedua mata Minseok-hyung!" perintah Junmyeon pada calon duta bacon Daehan Minguk alias Republik Korea Selatan—yang sayangnya hanya rumor—yang berada dua meter disebelah kanannya.

"Eh?" Byun Baekhyun—calon duta bacon Republik Korea Selatan yang sayangnya hanya rumor—langsung menoleh dengan kedua tangannya yang memengang sebuah eyeliner dan cermin kecil, sepertinya ia baru saja memakaikan eyeliner dikedua matanya.

Sesibuk itukah Baekhyun hingga tidak sempat memakai eyeliner di rumahnya?

"Yaaa! Byun Baekhyun, kamu tidak mendengar perintahku, hah?" teriak Junmyeon yang kesal karena Baekhyun malah memberikan wajah tanpa dosa kearahnya.

"Minseok-hyung, ini masih sangat pagi. Hoamm…," kata Yifan yang ternyata sudah melaksanakan perintah Junmyeon tadi yang sebenarnya ditujukan untuk Baekhyun. "kamu tidak lelah menangis terus?" tanyanya pada Minseok yang sudah mulai tenang karena kedua matanya ditutup oleh Yifan.

"Eum." Minseok hanya menguman, mencoba menenangkan pikirannya lalu tanpa sadar ia menyederkan dirinya pada tubuh Yifan yang hanya bisa pasrah.

Apa yang terjadi dengan Junmyeon dan Baekhyun? Bisa dibilang mereka saling ini malah sedang berdebat tentang sesuatu yang tidak penting.

.

.

.

Tidak ada kayu, rotan pun jadi.

Tidak ada Lu Han, Sehun pun jadi.

Terima kasih pada Jongin yang diam-diam telah menjadi intel yang baik karena sudah membawakan Sehun untuk di intrograsi oleh orang-orang dari organisasi tidak jelas yang diketuai oleh Byun Baekhyun yang ketua sebenarnya adalah Kim Junmyeon tapi dikarenakan Baekhyun yang lebih sering koar-koar di organisasi tidak jelas ini, maka secara tidak resmi Baekhyun menanyatakan bahwa dirinya lah sang ketua. Oke, penjelasan ini terlalu rumit dan bertele-tele.

"Um, hyungdeul, sebenarnya ada apa?" tanya Sehun yang merasa terganggu dengan berbagai tatapan aneh yang ditujukan padanya, apalagi tatapan Baekhyun.

"Katakan yang sejujurnya, Oh Sehun-ssi. Benarkah kamu berpacaran dengan Lu Han-hyung?" Jongdae segera mengajukan sebuah pertanyaan pada tersangka alias Sehun.

"Hah? Bukannya Lu Han-hyung berpacaran dengan Minseok-hyung? Jadi bagaimana bisa aku berpacaran dengan Lu Han-hyung?" Sehun bertanya balik, heran dengan pertanyaan Jongdae yang menurutnya aneh.

"Apa kamu tidak tahu bahwa mereka putus?" tanya Baekhyun dengan nada bicara yang dibuat-buat menyeramkan.

"Setahuku mereka tidak putus. Lu Han-hyung tidak pernah bilang bahwa dia putus dengan Minseok-hyung padaku," jawab Sehun jujur, lagian sebagai anak baik yang berbakti Sehun selalu mematuhi apa perkataan ummanya termasuk larangan untuk berkata bohong.

"Yaaa! Sudah aku bilang mereka tidak putus," sahut seseorang yang baru saja memasuki ruang rapat organisasi, Yifan. "Pertanyaan bahwa Sehun dan Lu Han berpacaran atau tidak itu, sangat sia-sia."

"Ngomong-ngomong apakah kalian membentuk sebuah organisasi tanpaku?" tanya Sehun yang heran kenapa semua hyungdeul-nya berada di ruangan ini kecuali Lu Han dan Minseok.

"Ah, itu…, itu—jadi Sehun-ie dan Lu Han-hyung tidak pacaran, tapi sepertinya Minseok-hyung berpikiran bahwa mereka pacaran makanya setiap kali Minseok-hyung melihat Sehun-ie bersama dengan Lu Han-hyung ia langsung menangis," jelas Chanyeol yang langsung mengabaikan pertanyaan Sehun.

"Itu benar. Kita harus mengatakan kebenaran ini pada Minseok-hyung." Jongdae memberikan sebuah usul.

"Tapi, mungkinkah Minseok-hyung mau mendengar?" tanya Kyungsoo.

"Mendengar hal yang berhubungan dengan Lu Han-hyung saja dia langsung mengeluarkan air mata," kata Junmyeon yang diiyakan oleh semuanya.

"Apa lagi namanya," sambung Yixing yang sedikit trauma karena sudah dua kali karena ia membuat Minseok menangis hanya karena menyebutkan sesuatu yang berhubungan dengan Lu Han.

"Minseok-hyung akan menangis selama lebih dua jam kurasa," tebak Baekhyun ngasal, dirinya mulai lelah melihat the crybaby Minseok.

"Aku bersyukur karena tidak pernah terlibat saat Minseok-ie-hyung menangis," kata Jongin tanpa sadar yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari semuanya.

"Harusnya kamu merasakannya," sahut Zitao dengan nada kesal. "Kamu juga harus merasakannya, hyung," sambungnya untuk Chanyeol yang dibalas laki-laki tinggi itu dengan cengiran lebar.

"Hei, hal pertama yang harus dilakukan adalah meluruskan kesalahpahaman yang terjadi dan mencari tahu kenapa Minseok-hyung bisa berpikiran bahwa ia dan Lu Han putus," jelas Yifan dengan tenang.

"Iya, itu benar. Kita harus menanyakannya pada Minseok-hyung terlebih dahu—"

"YAAA! BISA-BISANYA KALIAN MENGABAIKAN PERTANYAAN KU TADI?!" teriak Sehun yang benar-benar kesal. "HYUNGDEUL MACAM APA KALIAN, HAH?!"

"Oh iya, Sehun. Kenapa akhir-akhir ini kamu selalu dekat dengan Lu Han-hyung?" tanya Yixing yang seratus persen mengabaikan teriakan Sehun tadi.

"Yixing-hyung, sifat pelupamu semakin parah ya? Lu Han-hyung itu kan sepupuku dan aku memang selalu dekat dengannya sejak kecil Aigo, bagaimana bisa kamu lupa?" jawab Sehun dengan penuh kesabaran, sifat pelupa Yixing sangat bisa ia maklumi. Tapi bagaimana jika ternyata—

Kesepuluh orang diruangan itu kecuali Sehun dan Yixing tentunya langsung membeku lalu menghela napas pelan dan menepuk kepala mereka masing-masing dengan pelan pula.

—sifat pelupa Yixing sudah menyebar ke semua hyungdeulnya kecuali Lu Han?

"Ah, iya, aku lupa. Maafkan aku, Sehun-ie," kata Yixing sambil tersenyum kecil.

Mari tinggalkan Yixing dan Sehun yang tiba-tiba tenggelam dalam percakapan yang tercipta dengan sendirinya, dan mulai memperhatikan kedelapan orang lainnya yang berkumpul membuat lingkaran kecil sambil berbisik-bisik.

"Aku bertaruh demi eyelinerku bahwa Minseok-hyung juga lupa akan hal itu," bisik Baekhyun.

"Tanpa kamu bertaruh pun, sekali lihat kita semua juga pasti tahu kalau Minseok-hyung lupa," sahut Junmyeon dengan nada berbisik yang mendapat anggukan setuju dari semuanya.

"Sepertinya pikirannya jadi kacau karena ia berpikir sudah putus," bisik Yifan dengan tenang.

"Hah…," mereka semua menghela napas panjang, kenapa mereka harus terlibat dalam masalah serumit ini sih?

"Ayo bicara pada Minseok-hyung besok," ajak Jongin pada semuanya.

"Call!"

.

.

.

TBC!


Author's Note :

Ciaaa~ ternyata Sehun sama Lu Han itu sepupu. Ada yang pernah nebak gitu, gak? Maafkan sifat troll(?) ku yang tiba-tiba muncul di ff ini bukannya di ff Haru Haru atau YSMH, memang sebenarnya enggak mungkin juga sih aku nge-troll di kedua ff ini karena aku buatnya serius. Btw, see you next time!

xoxo,

hunshine delight