Jadi karena banyak yang minta tetep lanjut aku lanjut deh.
Ntar kalo tiba-tiba otak ku konek NC ntar aku bikinin deh. Tapi kayaknya chap akhir aja hehe.
Oh ya aku yeoja line 99, yang lebih tua manggil saeng aja ya, ngak enak kalo thor.
.
.
.
.
Kai terus berusaha membangunkan Luhan. Manik kelam itu mulai meneteskan airnya. "hyung bangun, hyung kita baru saja bertemu masa hyung mau pergi lagi hisk" Kai terisak pelan. Kai mengambil ponsel LuHan yang bergetar, begitu melihat ID si penelepon Kai langsung mengangkatnya.
"yaboseyo, SeHun cepatlah ke taman, hisk LuHan hyung tiba-tiba pingsan!" seru Kai. Jemari Kai terus saja meremat lengan LuHan.
"jinja? Haith rutha itu kenapa lagi!" dengus SeHun. SeHun buru-buru mematikan ponselnya.
Kai mendekap erat LuHan. "hyung bertahanlah" bisik Kai.
*skip at hospital*
"trauma ringan" ucap sang dokter membuat tubuh Kai lemas. SeHun buru-buru menangkap tubuh sang istri. "sepertinya ada ingatan yang terlalu menyakitkan baginya. Lebih baik jika kalian merawatnya dengan baik" dokter itu membungkukkan badanya lalu pergi.
"lebih baik sekarang kita menjenguknya" XiuMin membantu SeHun memapah Kai. Sesampainya di kamar LuHan HunMin meletakan Kai di sofa. XiuMin buru-buru menghubungi orang tuanya.
"yaboseyo Umma, umma masih ingat dengan bocah yang umma tolong saat di Cina?"
"ne Seokie, ada apa denganya?" tanya RyeoWook ibu XiuMin. "bocah yang umma serahkan pada pamanya itu kan?" tanya RyeWook.
"umma sebaiknya segera ke rumah sakit seoul. Sepertinya traumanya kembali"
"Mwo!? Astaga umma akan segera kesana!"
HunKai menatap XiuMin sendu. "tenanglah, ummaku tau masa lalu LuHan hyung" ujar XiuMin menenangkan keduanya.
Kai menatap sendu LuHan yang masih tak sadarkan diri. "sebenarnya apa yang terjadi saat kau meninggalkanku hyung?" tanya Kai sendu.
SeHun yang merasa kasihan dengan Kai langsung mendekapnya. Kai tak kuasa menahan tangisnya, ditumpahkanya seluruh air matanya pada dada SeHun.
Brak
"astaga Umma kau membuatku kaget!" seru XiuMin kesal. Tanpa ba-bi-bu RyeWook langsung menghampiri ranjang LuHan, ia terdiam kaku menatap manik rusa yang tertutup oleh kelopaknya itu. "Luhanie" bisik RyeoWook mengusap kening LuHan lembut.
"kau makin mirip ayahmu nak" gumam Ryeowook mengecup kening Luhan.
"tch, kok kesannya anak umma itu dia sih" dengus XiuMin disambut delikan tajam dari sang Umma. RyeoWook memandang Kai lekat, sorot matanya melembut melihat liontin Kai. Dihampirinya Kai "apa LuHan yang memberikan itu?" tanya RyeoWook menunjuk liontin Kai.
"iya, dia memberikanya saat umurku tujuh tahun" jawab LuHan.
"apa kau tau siapa sebenarnya Luhan?" tanya RyeoWook duduk disebelah Kai.
Kai menggeleng. "dulu dia selalu menjadi ling lung saat aku menanyakannya. Aku juga baru tau kalau ia sebenarnya sepupu SeHun" jawab Kai.
RyeoWook menghela nafas. "ibu LuHan, Kim JunSu adalah sahabatku. Ia manis dan sangat riang, namun semuanya berubah saat pertunangan itu tiba. Pada awalnya semua berjalan lancar sampai JunSu tau kalau YooChun suaminya ternyata memiliki kekasih lain" cerita RyeoWook.
RyeoWook menatap HunKai dengan senyum mirisnya. "perasaanya saat itu tidak jauh dengan perasaanmu saat ini kai" Kai diam membeku mendengar cerita RyeoWook. "ia merasa terombang ambing. Ia membenci semuanya, bahkan ia membenci aku dan ibumu, Kim JaeJoong. Ia ingin membenci dirinya sendiri namun saat ia sadar di tubuhnya ada kehidupan lain ia berhenti membenci dunia"
RyeoWook menghela nafas. "YooChun berhenti membencinya. Perlahan mereka mulai saling mencintai. Aku tak tau apa yang terjadi saat umur LuHan sepuluh tahun keduanya kembali saling membenci. Saat umurnya sebelas tahun LuHan kabur dari rumah, kau pasti lebih tau iyakan Kai?" Kai mengangguk pelan, nafasnya tercekat mendengar betapa sulitnya hidup LuHan.
"tapi aku tak tau kenapa LuHan hyung meninggalkanku" ujar Kai pelan.
"YooChun membawa LuHan ke Cina. Aku tak tau apa yang terjadi, yang jelas saat aku menemukanya di Cina ada begitu banyak lebam di tubuhnya, setelah kuselidiki YooChun terus memukulinya selama setahun" RyeoWook menunduk air mata mengalir dari maniknya."kami berusaha mencari JunSu, dan yang kami temukan hisk-"
"JunSu dan YooChun sudah tewas di apartmentnya. Itu trauma paling mengerikan Luhan. "
"umma" gumam Kai melihat jaeJoong bersender di pintu. Jaejoong menutup pintu lalu menghampiri RyeoWook. "jangan menangis, itu hanya akan membuat Su-ie sedih" bisik JaeJoong, RyeoWook buru-buru menyeka air matanya. "di surat JunSu menyuruh kami menyerahkan LuHan pada keluarga Oh karena Kim HeeChul adalah kakaknya. Kami menyerahkanya kepada keluargamu Oh SeHun" JaeJoong memandang LuHan sendu. "sejujurnya aku juga membuat trauma yang besar pada anak itu" gumamnya Lirih.
"Jae Hyung jangan begitu" Ryeowook memeluk JaeJoong. "seharusnya aku tak memberitahunya kalau tungang SeHun itu kau Kai" gumam JaeJoong. "aku meinta HeeChul mengawasinya selama di kampus, aku kaget mengetahui ia menjadi playboy, tapi saat ku tau ia menyukai XiuMin aku sedikit senang"
"tapi aku selalu ditakdirkan untuk kalah"
"LuHan/Hyung!" pekik semua orang mengetahui LuHan telah sadar. LuHan mendudukan tubuhnya di ranjang. "bukankah begitu ajjuma? Ibuku membunuh ayahku saat ia menyadari ia tak akan bisa menang dari mantan kekasih ayahku. Ibu meminum racun menandakan ia kalah dengan dunia ini. Saat terakhir aku bersama JongIn ia bilang ia tak bisa terus bersamaku, saat mengetahui Kai sudah bertunangan dengan SeHun, dan saat mengetahui XiuMin ternyata kekasih SeHun. aku tau sejak awal aku memang ditakdirkan untuk selalu kalah bahkan pada sepupuku sendiri aku kalah" gumam LuHan dengan pandangan kosong.
PLAK
LuHan memandang Kai nanar, yang benar saja Kai baru saja menamparnya? "bodoh, kau benar-benar bodoh hyung. Jika kau tidak menarikku masuk ke pohon, jika kau tidak memelukku aku pasti sudah mati kedinginan. Memang sekarang aku mencintai SeHun tapi kaulah yang pertama kali memenangkan hatiku. Apa kau tau selama tiga tahun aku duduk menunggu di depan pohon kita hah!? Hisk kau pikir hanya kau yang terluka, aku juga!" seru Kai
LuHan tersentak mendengar pengakuan Kai. Namun binar ceria Luhan tak kunjung kembali membuat Kai heran. "tetap saja aku sudah kalah, aku tak bisa memilikimu" ujarnya lirih.
PLAK
Kai kembali menamparnya. "lupakah dengan ucapanku lima belas tahun lalu? Lupakah dengan ucapanmu tadi siang!?" seru Kai membuat semua orang kaget. "aku tetap bisa bersamamu, sebagai adikmu. Sejak awal kau memenangkan hatiku sebagai kakak bukan yang lain" ucap Kai melembut.
LuHan menunduk, jemarinya meremas erat selimutnya. "jadi Kai hyung, kau tidak menganggap LuHan sebagai kekasihmu kan?" tanya Xiumin berjalan menghampiri Lukai. "tentu saja, dia kakak terbaikku" jawab Kai tegas.
"kalau begitu aku boleh mengambilnya kan?" tanya XiuMin disambut pandangan heran yang lain. "haish, aku menyukai rusa Cina itu" jawab XiuMin jengkel.
"eh, lalu ciuman kalian tadi?" tanya Kai kaget sekaligus heran.
"itu ciuman perpithahan. Tentu thaja aku lebih memilihmu hyung" SeHun merangkul mesra bahu Kai.
"kalian menjebakku eoh?" tanya kai jengkel disambut tawa dua mahluk itu.
LuHan tersenyum tipis melihat Kai memukuli Sehun. 'mungkin aku tak sepenuhnya kalah' batin LuHan.
JaeWook saling tersenyum melihat senyum LuHan barusan. "satu masalah selesai hyung, aku merasa tak lagi diikuti Su-ie" bisik RyeoWook. JaeJoong terkekeh "kau benar Wookie, aku juga melihat Su-ie tersenyum pada LuHan" jawab JaeJoong balas tersenyum pada roh JunSu.
*skip at campus*
"APA PERDAMAIAN!?" pekik Chen menggebrak meja kantin. "jangan bercanda, aku tak mau ChanYeol sunbae makin mengangguku" serunya dengan suara cetar membahananya.
"tenanglah Chen, aku bisa merantai dobi itu kalau perlu" ujar LuHan merangkul bahu Chen.
Chen buru-buru menepis lengan LuHan. "jangan menyentuhku sunbae" desis Chen.
BaekHyun memandang LuHan dan Kai bergantian, manik sipitnya itu terus menelisik wajah Luhan dan Kai. "hei, kenapa kalian minta perdamian? Oh jangan bilang kalian baru saja menghabiskan malam panas bersama" cletuk BaekHyun membuat semua orang memandangnya horror.
"jangan bercanda Baek-"
"sebenarnya aku ingin sekali merasakan malam panas bersama Kai" cletuk LuHan membuat Kai makin horror. "nah benar kan, jadi berapa ronde yang kalian habiskan?" tanya BaekHyun bak reporter majalah.
"heum, selama Kai kuat sih mungkin bisa sepuluh ronde, asal kau tau Baek little Xi itu sangat kuat" ucap LuHan membuat semua uke itu merona parah.
"apa aku boleh mencobanya. Asal hyung tau, memikirkan seberapa kuat little Xi membuat bokongku gatal hyung" KaiChenHo menatap tak percaya sahabat mereka yang satu itu. Hei mereka tak berencana bercinta di tempat umum kan?
LuHan menggoyangkan telunjuknya di depan BaekHyun. "maaf ByunBaek, little Xi hanya untuk BaoZiku tercinta" ujarnya membuat BaekHyun muram, BaekHyun mendengus pelan "jadi hyung tidak menjebol Kai?" tanya BaekHyun kumat lagi jiwa reporternya.
"huft, sebenarnya aku pernah melihat Kai naked"
"hyung!"
"sayangnya sepupuku sudah lebih dulu menggarap tubuh molek itu. Hah padahal aku sudah niat mengajak threesome~" desah LuHan memangku dagunya dengan salah satu tanganya.
Krik
Krik
Krik
BaekChenHo masih diam tak merespon, mulut mereka terbuka lebar sementara mata mereka melotot. Kai menyikut pelan pinggang Luhan "kenapa hyung menceritakan itu sih?" gerutu Kai, LuHan hanya mengangkat bahunya acuh mendengar gerutuan Kai.
"jadi tuangan sepupu hyung adalah kai?" tanya BaekHyun.
"dan orang yang membuat seantero sekolah ribut adalah calon suami Kai?" tanya chen dengan wajah tak percaya.
"dan hyung pernah melihat mereka saat bercinta?" tanya SuHo dengan wajah sangarnya.
LuHan mengangguk santai "yap begitulah" jawabnya enteng.
"MAKNAE KENAPA KAU MENDAHULUI KAMI!?" pekik trio uke ter sexy ter imut ter manis an ter-ter lainya itu membuat seluruh isi kantin menatap mereka heran.
"h-hyung deul maaf~" Kai mengeluarkan aegyonya. Ketiganya masih saja memasang ekspresi tak suka, "Kai juga tak tau kalau bocah yang menimpuk kepalaku dengan bola basket waktu itu adalah tunanganku" ujar Kai membela dirinya sendiri.
"heh, bocah yang waktu itu?" tanya SuHo tak percaya.
"bocah cedel yang seenaknya pergi tanpa minta maaf padamu?" tanya Chen.
"bocah yang membuatmu berjanji akan membuatnya kelimpungan dengan tubuhmu itu-hempt" Kai buru-buru membekap mulut BaekHyun. Kai melirik ekspresi LuHan yang Nampak sulit di jelaskan.
"hehehe Luhan hyung jangan marah" cengir Kai.
"bisa kau jelaskan semuanya Oh JongIn?" tanya LuHan datar. Kai menelan ludahnya gugup. "begini sunbae, beberapa bulan lalu saat kami di taman ada bocah yang menimpuk Kai dengan bola basket. Bocah itu langsung pergi tanpa minta maaf pada Kai" terang Chen panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume balok.
"lalu kai berjanji akan membuat bocah itu mendesahkan namanya saat berad di atasnya" jawab BaekHyun tanpa filter.
LuHan menatap Kai sengit. "jadi sebelum pertunangan kalian sudah melakukanya?" tanya Luhan tak percaya.
Kai mengangguk pelan. "astaga Kai, bagaimana kau bisa puas dengan junior bocah kecil seperti itu? Kenapa kau tidak cari yang lebih besar, seperti LuHan sunbae mungkin" tanya Chen membuat LuHan menatapnya tak percaya, ia kira hanya ada dua uke stress yang gila sex.
"oh jadi bagaimana malam pertama kalian, berapa ronde yang kalian habiskan, berapa jam juga sex toys apa saja yang kalian gunakan?" tanya BaekHyun yang jiwa reporternya kumat (lagi)
"aku masih tidak percaya maknae kita sudah kehilangan keperawananya" gumam SuHo.
"jadi Kai ayo jawab pertanyaanku" ujar BaekHyun dengan senyum luar biasa mesumnya. Kai menghela nafas pelan, Kai mulai menceritakan pengalaman pertamanya dengan SeHun. Beberapa kali selama Kai bercerita ketiga uke itu akan memekik kegirangan atau mendesah kecewa.
Bahkan LuHan di buat speechless mendengar cerita Kai. LuHan tidak speechless karena mendengar cerita Kai, bahkan menurutnya ia bisa melakukan hal yang lebih gila dari seHun. Ia hanya speechless melihat ekspresi luar biasa mupeng dari tiga sahabat adik iparnya. Wajah mereka seperti orang-orang yang kekurangan nutrisi yadong (?)
"astaga Kai, gaya bercinta apa saja yang kalian lakukan?" tanya BaekHyun mupeng.
Kai mendengus, benar dugaanya beberapa hari lalu. BaekHyun pasti akan bertanya tentang hal itu jika ia tau SeHun. "banyak, aku tak terlalu mengingatnya" jawab Kai.
"pantas nilai Kai C semua, bokongnya sakit mulu sih" gumam Do tiba-tiba muncul.
"kau dari mana saja, kenapa baru tiba?" tanya BaekHyun. Do menunjuk dua bocah yang berada di belakangnya. "dari tadi mereka bertanya dimana JongIn hyung dan LuHan Hyung, haish membuatku pusing saja" dengus Do.
"SeHun/ XiuMin?" gumam LuKai bebarengan.
"wow, jadi dia SeHun. Sekarang aku percaya kalau junior suamimu besar" ujar BaekHyun riang.
SeHun menatap BaekHyun bingung. "hyung ini bilang apa thih?" tanya SeHun.
"astaga manisnya dirimu, aku tak percaya kau bisa menunggangi Kai dengan brutal" ujar Chen mencubit gemas pipi SeHun.
SeHun mengaduh kesakitan, tangan putihnya berusaha menjauhkan cubitan maut Chen. SeHun mengusap pipinya yang memerah akibat keganasan seorang Kim JongDae. "kalian kenapa kemari?" tanya LuHan heran.
XiuMin menghambur memeluk lengan LuHan "h-hyung itu seram" lirih XiuMin menatap ChanYeol dan Kris yang entah sejak kapan berdiri di sana. "ChanYeol berhenti menatapnya seperti itu. Kau seperti ingin memakannya" perintah LuHan membuat ChanYeol mincep.
"tapi dia sangat mirip dengan bakpao yang biasa kumakan hyung. Aku jadi lapar" ujar ChanYeol mengusap perutnya yang tiba-tiba berdemo.
LuHan menggeram. "lebih baik kau diam jika tak ingin berakhir buruk dobi" desis Luhan bak ular kobra yang siap mematuk musuhnya.
"SeHun XiuMin, kenapa kalian kemari, apa sekolah kalian sudah usai?" Tanya Kai lembut.
"kami disuruh umma memanggil kalian hyung deul, katanya ada hal penting yang harus di bicarakan" jawab XIuMin.
"hal penting, apa?" tanya LuHan heran.
"kami juga tidak tau hyung. Hyung thudah tidak ada jam kuliah kan?" tanya SeHun diangguki LuKai. "ya thudah ayo pulang" buru-buru SeHun menarik Kai keluar sementara LuMin mengikutinya di belakang.
'kenapa aku merasa ada yang tidak enak?' batin Kai heran.
-TBC-
Aku ada fic semi NC, cuman oral sex doang sih tapi aku ga enak publish pas puasa gini.
Jadi aku publish selesai puasa ya ^.^
Mohon reviewnya~~
