~~…PERHAPS YOU…~~

.

.

KYUMIN

Slight. JungMin

EunHae

And Other…

Rate : T to M

Genre : Hurt/Comfort, Crime, Romance

Disclimer : Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun milik Tuhan YME, keluarga mereka dan milik diri mereka sendiri, namun mereka saling memiliki. dan FF abal ini murni 100% Milik saya…!

- WARNING! YAOI, OOC, Abal, GAJE, EYD amburadul dan Typo dimana-mana

-review di tunggu!-

Don't Like? Don't Read…!

Don't COPAS… !

.

.

Happy Reading…. ^^

.

.

Chapter 4

.

.

(JANGAN LUPA BACA WARNING DI BAWAH!)


Eunhyuk berkali-kali mempoutkan bibirnya kesal. Jemari lentiknya dengan terampil mengaduk-aduk white coffe di hadapannya. Sekali-kali orbs coklatnya menatap keluar melalui kaca jendela disampingnya, mengamati orang yang berlalu lalang diluaran sana.

Namun tak berapa lama, dia kembali menatap cangkir dihadapannya dengan kedua tangan menopang dagu, dan tak melupakan agar bibir imutnya kembali terpout kesal.

.

Pagi hari, cafe yang tepat berada disebrang gedung Apartmentnya selalu ramai dikunjungi pengunjung, namun Eunhyuk selalu mencari tempat yang sedikit terpojok karena tak terlalu menyukai tempat yang terlalu ramai.

.

"Apa hatimu sedang tidak baik adik kecil?" Eunhyuk mendongakan kepalanya dan sedikit kaget saat keempat orbs yang bisa dibilang mempunyai kemiripan itu bertemu.

"Aah. Ahjussi…"

"Ahjussi?" Namja tampan yang masih berdiri di depan meja Eunhyuk itu mengerutkan kening.

"Emm. Bukankah kau ahjussi yang waktu di pesta bersama Sungmin hyung? Aahh kemarin juga kita bertemu."

"Kau benar. Aku yang bersama Sungmin hyungmu itu. Tapi kau juga salah! karena aku bukan ahjussi-ahjussi. Apakah aku boleh duduk?" Dia, Kyuhyun. Menunjuk kursi kosong di depan Eunhyuk.

"Silahkan."

"Sedang apa kau di sini sendirian?" Kyuhyun yang baru saja menempelkan pantatnya di kursi, kembali bertanya dan memandang wajah manis di hadapannya.

"Aku sering menghabiskan waktu di tempat ini. Wae?"

"Anio.. Hanya saja aneh melihat remaja sendirian tanpa pengawasan orang dewasa."

"Mwo? Remaja? Tunggu!" Eunhyuk menatap Kyuhyun sengit. kemudian kembali berkata dengan memicingkan matanya lucu.

" Tadi kau juga memanggilku adik kecil. Yyaa! Ahjussi! aku sudah besar. Kau tahu? usiaku 22 tahun. Tahun ini aku akan lulus menjadi sarjana. Dan tak lama lagi aku juga akan menjadi dokter bedah . Tck.."

Eunhyuk memanyunkan bibir makin kesal pada namja tampan yang kini terkekeh dihadapannya. "Apakah ada yang lucu ahjussi?"

"Bagiku kau terlihat seperti balita berusia 5 tahun."

"Haiiishhh… Jinjja?! Yyaa ahjussi! kenapa kau sangat menyebalkan? Aku kira saat kemarin kita bertemu, kau itu seseorang yang sangat elegan. Tak tahunya sangat menyebalkan!"

Kyuhyun makin terkekeh melihat namja bergumy smile yang makin kesal dihadapannya. Kenapa dia sensitive sekali? Pikirnya. Namun sangat Lucu.

"Kau juga memanggilku ahjussi. Apakah setua itu aku dimatamu?"

Eunhyuk memandang Kyuhyun dan berpikir sejenak. "Bisa dibilang begitu. Kau ahjussi-ahjussi yang tampan."

"Mana ada ahjussi-ahjussi tampan. Dan kau harus tahu, usiaku masih sangat muda."

"Eiiii.. Aku tak percaya. Jangan membual di hadapanku ahjussi."

"Apa kau tak melihat semua yeoja di tempat ini terpesona akan ketampananku? Lihatlah!" Kyuhyun menunjuk sekelompok remaja yang duduk tak jauh dari meja mereka. Seketika para remaja itu menjerit histerit kala Kyuhyun mengedipkan sebelah mata kearah mereka. Sedangkan Eunhyuk? dia hanya memutar bola matanya jengah. Satu lagi yang Eunhyuk ketahui dari namja yang dianggapnya sangat elegan tersebut, yaitu sangat NARSIS. Sama seperti…..

"Wae? Apa ada yang salah?" Kyuhyun menatap khawatir air muka Eunhyuk yang berubah drastis tak se cerah beberapa waktu yang lalu.

"Ani.. Hanya teringat seseorang. Aah ahjussi, apa yang kau lakukan disini?"

Untuk beberapa detik, Kyuhyun diam menatap Eunhyuk. Dia masih belum bisa mengerti dengan perubahan di wajah Eunhyuk. Sampai akhirnya dia kembali bersuara.

"Aku juga tinggal di sana" Tunjuknya pada gedung Apartment mereka.

"Oh? kau tinggal di gedung yang sama denganku? Ahhh.. Pantas saja kemarin kau bisa bersama Sungmin hyung. Oh ya ahjussi, apa kau temannya Sungmin hyung? Tapi sepertinya kita belum pernah bertemu sebelumnya."

"Bisa dibilang ya, bisa juga dibilang tidak."

"Apa maksudmu ahjussi?" Eunhyuk menopang dagu dengan kedua tangannya sambil menatap Kyuyun tak mengerti.

"Tunggu! sepertinya sedari tadi kau memanggilku dengan sebutan tua itu."

"Lalu aku harus memanggilmu apa? Namamu saja aku tak tahu."

"Kyuhyun. Namaku Kyuhyun." Eunhyuk menagngguk-anggukan kepala lucu dengan pose mengingat-ingat nama Kyuhyun.

"Dan kau.. Panggil aku, hyung saja." lanjut Kyuhyun kemudian.

"Hyung?"

"Ne.. Hyung. Hyukjae-ah.."

"Eh? Darimana kau tahu namaku? Hyung?" Tanya Eunhyuk dengan sedikit masih kaku menyebut Kyuhyun dengan sebutan 'Hyung'.

"Aku tahu dari Sungmin."

"Oh begitu rupanya. Mm.. panggil saja aku Eunhyuk. Hyung." cicitnya. Kemudian kembali menatap Kyuhyun dengan penuh tanya.

"Ah iya.. Kenapa kau bilang kau dan Sungmin hyung bisa di bilang teman atau tidak? jadi sebanarnya kalian berteman atau bagaimana? aku masih belum mengerti. Kalau kau bukan teman Sungmin hyung, kenapa kita selalu bertemu di saat kau bersamanya?" Eunhyuk menyeruput white coffe yang sudah sedikit dingin dengat kedua orbsnya yang tak pernah lepas dari Kyuhyun.

"Entahlah. Kami bisa dikatakan berteman atau tidak. Kami baru bertemu saat pesta ulang tahun hyungmu."

"Oh.. Pantas saja aku belum pernah melihatmu sebelumnya."

"Dan kau, sepertinya hatimu sedang tidak baik. Kenapa?" giliran Kyuhyun yang bertanya pada namja yang di yakininya sedikit cerewet dan hyper aktif(?) dihadapannya itu.

"Ahhh tidak. Hanya saja aku sedang malas sendirian. Kau pasti tahu Donghae, namja mirip ikan yang kemarin bersamaku bukan?" Eunhyuk menerka-nerka, kalau Sungmin memberitahu namanya, tidak menutup kemungkinan Sungmin juga menyebutkan nama kekasihnya itu pada Kyuhyun. Mengingat mereka setiap bertemu selalu bersama sang kekasih ikannya itu.

"Mmm.. Kekasihmu? Wae?" benar dugaan Eunhyuk. Sungmin memberitahunya juga. Dia heran, kalau mereka -KyuMin- baru bertemu beberapa hari yang lalu di pesta, kenapa kelihatannya mereka sudah begitu akrab? Jarang sekali Sungmin bisa dekat dengan orang baru selama 17 tahun terakhir ini. Kalau dulu, iya. Sungmin memang namja manis yang aktif dan mudah bergaul. Namun selama 17 tahun ini, Sungmin sangat jauh berbeda dengan Sungmin 17 tahun yang lalu. Namun dengan Kyuhyun?

'apakah Sungmin hyung menyukainya. Tapi bagaimana dengan Jungmo hyung?' pikir Eunhyuk.

"Apa kau masih hidup Eunhyuk-ah?" Eunhyuk terkesiap. Dan lagi, kenapa ahjussi tampan dihadapannya so' akrab sekali memanggilnya seperti itu? Apakah itu bentuk pendekatannya kepada Sungmin hyungnya?

"Ahjussi. Aah maksudku hyung! Apakah hubungan kita sangat dekat? Kau memanggilku akrab sekali."

"Wae? Apakah aku harus memanggilmu, Eunhyuk-ssi? Aah kau seperti adik kecil yang manis, tak perlu se formal itu."

"Ish. Lagi-lagi kau menganggapku anak kecil. Oke baiklah. Aku sedang kesal pada ikan nemo itu hyung." Eunhyuk mulai menumpahkan isi hatinya. Beberapa saat yang lalu dia yang bilang Kyuhyun so' akrab dengan cara panggilannya. Namun sepertinya saat ini dia yang sudah nyaman bahkan terlihat akrab pada Kyuhyun.

"Wae? Apakah dia selingkuh?"

"Dia tak akan berani selingkuh hyung. Karena dia sangat mencintaiku." bibir Eunhyuk kembali terpout kesal. Dia juga sebenarnya takut kalau hal itu benar-benar terjadi.

"Lalu?"

"Hari ini dia tak menjemputku. Semalam dia mengabaikan teleponku. Memang sih, Sungmin hyung bilang mereka sedang sibuk-sibuknya mengincar bandar Narkoba. Bahkan Sungmin hyung berangkat pagi-pagi sekali."

"Lalu masalahnya?" Kyuhyun tak tahan melihat ekspresi Eunhyuk yang sedang kesal malah terlihat lucu di matanya.

"Ish.. Aku hanya sedang kesepian hyung, dan orang-orang malah pergi."

Kikikan kecil akhirnya lolos dari bibir tebal Kyuhyun. "Aigoooo.. Benar aku bilang, kau itu masih balita. Begitu saja merajuk. Eunhyuk-ah, mereka memang sangat sibuk, bukannya mengabaikanmu. Aku yakin, mereka pasti sangat menyayangimu. Emm?"

Mata bulat Eunhyuk memicing tak suka melihat Kyuhyun yang menggodanya. Tapi dia memilih untuk mengabaikan tawa aneh Kyuhyun, kemudian berucap. "Ne Hyung.. Aku juga tahu. Dan aku egois sekali ya?"

"Ani. Kau tidak egois, hanya sedikit manja." Eunhyuk kembali menatap Kyuhyun. Manja? Selama ini dia berusaha untuk tak dibilang manja. Namun tak dapat dipungkiri, dia memang membutuhkan kasih sayang dari semua orang yang disayanginya.

"Baiklah. Mulai sekarang kalau mereka sibuk, kau bisa bertemu denganku agar tak kesepian."

"Memangnya kau tak sibuk hyung?"

"Tentu saja sibuk. Aku juga bekerja." Kyuhyun mengacak rambut pirang Eunhyuk gemas.

"Ish.. Kau ini hyung." dengan kesal, Eunhyuk merapikan helaian rambutnya yang di jamah Kyuhyun dengan tak berprikerambutan(?)#Abaikan.

"Kau ini lucu sekali Eunhyuk-ah.."

.

"Hyukkie-ya.!" teriakan seseorang menginterupsi percakapan mereka. Tanpa komando, mereka berdua menoleh keasal suara.

"Abeonnim.." Eunhyuk berdiri. Kemudian menghampiri dan memeluk namja yang sudah berumur namun masih terlihat sangat tampan yang kini berdiri tak jauh dari meja mereka.

"Beogoshippo abeonnim."

"Nado.. Bagaimana kabarmu? Selama di Jeju aku selalu memikirkanmu." Ucap namja paruh baya tersebut dengan jemari kekarnya yang tak henti mengelus surai pirang Eunhyuk sayang.

"Aku baik. Apakah kasusnya sudah selesai Abeonnim?" Eunhyuk melepaskan pelukannya, kemudian beralih menatap namja yang di rindukannya.

"Ne.. Makanya sekarang aku sudah di Seoul dan langsung menemuimu. Aah sepertinya kau sedang ada tamu Hyukkie?" acara temu kangen itu sedikit terputus kala keduanya menyadari kalau ada orang lain selain mereka.

"Aah aku hampir lupa. Dia teman Sungmin hyung. Namanya Kyuhyun hyung. Hyung, beliau ayahnya Donghae." Eunhyuk mengenalkan Kyuhyun dan namja paruh baya tersebut bergantian.

"Kyuhyun Jo imnida.."

"Kim Yesung."

Kedua namja yang berbeda usia itupun berjabat tangan dengan saling mengulas senyum. Dan Kyuhyun sedikit membungkukan badannya sopan pada namja paruh baya yang jauh lebih tua dihadapannya.

"Hyukkie-ya, aku kemari untuk menjemputmu. Ryeowook eommonim ingin bertemu denganmu. Hari ini kau libur bukan?"

"Iya. Aku juga memang berencana ke tempatmu abeonnim. Hari ini Donghae dan Sungmin hyung sibuk. Padahal dihari libur." Eunhyuk memberi jeda. kemudian pandangannya beralih pada namja tampan yang masih berdiri di antara mereka.

"Mmm.. Hyung, tak apa-apa kan aku tinggal?"

"Tentu saja. Aku juga akan pergi setelah ini Eunhyuk-ah." ucap Kyuhyun dengan memberikan senyum andalannya di hadapan mereka.

.

Yesung dan Eunghyuk pergi dari tempat itu terlebih dahulu. Meninggalkan Kyuhyun yang masih memandang kepergian mereka. Samar-samar indra pendengarannya masih bisa menangakap percakapan antara keduanya.

"Kau makin manis Hyukkie-ya. Apakah Donghae memperlakukanmu dengan baik?"

"Tentu saja. Kalau tida aku akan menghajarnya. Meskipun dia anakmu abeonnim."

Mereka tertawa kecil, dan Kyuhyun tersenyum tulus melihat keduanya sebahagia itu.


.

.

.


Hari ini Kyuhyun dan Juga Kangin beserta seluruh Staff penting KM Group mengadakan meeting penting. Dan selama pertemuan, karena ini meeting pertama Kyuhyun saat bekerja sama dengan hotel tersebut, Kyuhyun mengerahkan semua kemampuannya yang dia miliki. Sebenarya bukan hanya saat meeting pertama saja. Changmin sang sekretaris sekaligus asisten Kyuhyun yakin. Kalau Kyuhyun akan terus bekerja seperti itu. Mengingat kualitas kerja Kyuhyun selama ini memang pantas diacungi jempol. Bahkan dia sebagai sahabatnya sangat bangga memiliki sahabat secerdas Kyuhyun.

Dan sepertinya seluruh kepala yang hadir dalam meeting tersebut setuju dengan pemikiran Changmin. Mereka sangat terkesan dengan kelugasan beserta kepintaran Kyuhyun.

.

.

5 menit yang lalu meeting selesai.. Semuanya tersenyum puas dengan hasil pertemuan mereka kali ini. Tak sia-sia mereka bekerja sama dengan salah satu hotel terbesar di AS. Dan bekerja sama dengan namja muda tampan yang kegeniusannya diatas rata-rata seperti Kyuhyun Jo.

"Aku sangat terkesan denganmu Kyuhyun-ssi, tak salah ayahmu selalu membanggakanmu." Kangin menepuk bahu Kyuhyun yang berjalan di sampingnya.

"Kamsahamnida. Anda terlalu memuji tuan Lee." Kyuhyun membungkukan badan sebagai bentuk terimakasihnya pada sang Presdir yang kini tengah memujinya itu.

"Ayahmu pasti sangat bangga memiliki anak sepintar dirimu Kyuhyun-ssi."

"Anda juga sangat beruntung memiliki orang-orang terpercaya seperti Kim Jungmo-ssi."

"Kau benar. Calon menantuku memang pintar. Dan sekarang aku lebih bahagia karena bekerja di kelilingi orang-orang pintar seperti kalian."

"Kamsahamnida abbeonim/ Tuan Lee." ucap Jungmo dan Kyuhyun berbarengan.

"Kau juga ternyata sangat menyenangkan. Lain kali kita harus makan malam bersama." Kangin kembali menepuk pundak Kyuhyun yang lagi-lagi menundukan kepala sebagai ucapan terimakasih atas pujiannya.

"Baiklah. Aku harus menemui klien penting. Aku harus pergi terlebih dahulu." ucap Kangin sebelum akhirnya meninggalkan Kyuhyun dan juga Jungmo yang menganggukan kepala hormat.

.

.

"Tak sia-sia kita bekerja sama Kyuhyun-ssi, aku sangat terkesan denganmu."

"Gomapsemnida Jungmo-ssi, kau juga sangat berbakat. Kalau bukan karena bantuanmu, aku tak akan bisa seperti tadi."

"Senang bekerja sama denganmu. Baru kali ini aku merasakan semangatnya bekerja sama dengan orang yang benar-benar cerdas sepertimu."

"Kau terlalu memuji Jungmo-ssi."

Drrrtt,,,,,Drrrrtttt,,,,

Aksi saling memuji antara Kyuhyun dan Jungmo terhenti kala getaran ponsel pada saku di balik jas kerja Jungmo bergetar antusias.

"Mianhae, aku harus mengangkat telepon." setelah menatap ID pemanggil di ponselnya Jungmo kembali menatap Kyuhyun dan mohon pamit. Kyuhyun hanya menganggukan kepala sambil tersenyum sebagai jawaban.

Jungmo berjalan meninggalkan Kyuhyun sambil mengangkat line teleponnya. " Ne. Sungmin-ah.."

DEG….

Ada sedikit perasaan tak enak dihati Kyuhyun mendengar Jungmo memanggil orang disebrang telepon -yang sudah pasti Sungmin- dengan lembut. Dia tahu Sungmin adalah tunangan Jungmo. Tapi tetap saja perasaan aneh itu menjalar dihatinya setiap mengingat wajah manis sang Detective, yang kini menjadi tetangga Apartmentnya.

Changmin menepuk bahu sahabatnya, kemudian menarik lengan Kyuhyun untuk kembali pada ruangan kerjanya. "Kajja Kyu…"


.

.

.


Sore hari, saat Kyuhyun beserta Changmin pulang ke Apartment, Kyuhyun meminta Changmin untuk menghentikan mobilnya sebelum masuk pelataran parkir gedung megah tersebut. Obsidiannya menangkap 3 sosok yang dikenalnya berada didalam cafe tempat dia bertemu dengan Eunhyuk beberapa hari lalu.

"Waeo Kyu?"

"Changmin-ah, aku turun disini. Kau masuk saja duluan." Kyuhyun siap membuka pintu disampinganya membuat kening Changmin berkerut tak mengerti. Yang di akhiri dengan keluarnya pertanyaan. "Kau akan pergi kemana?"

Kyuhyun mengangkat jari telunjuknya kearah cafe disebrang jalan sebagai jawaban untuk sahabatnya itu.

"Oohh.. baiklah. Aah iya Kyu, setelah ini aku akan pergi menemui Victoria."

"Geure. Tapi ingat! Besok kita masih harus bekerja." Kyuhyun sedikit memberi tekanan pada setiap kata-katanya. Victoria adalah kekasih Changmin, dan kalian pasti tahu lah apa yang akan mereka lakukan. Yang bahkan akan membuat mereka lupa waktu.

"Tenang saja. Dan kau.." Changmin menunjuk hidung Kyuhyun dengan telunjuknya. " Kau jangan lupa makan malam Kyu. Kau juga harus tidur nyenyak malam ini. Besok pagi aku berangkat dari Apartment Victoria."

"Ne.. Ne.. Lama-lama kau seperti ahjumma-ahjumma cerewet Changmin-ah."

"Aku memang akan seperti babby siter kalau berurusan denganmu. Karena tuan Jo selalu mewanti-wanti agar aku selalu mengawasi pola makan dan tidurmu."

"Baiklah. Aku tahu itu. " Kyuhyun memutar bola mata malas. Ayahnya memang terlalu khawatir padanya. Padahal dia sudah bukan anak kecil lagi.

"Oke! aku turun Changmin-ah. Selamat bersenang-senang."

"Kau juga."

.

.

.

.

"Hyung..!" Eunhyuk berseru kala menangkap siluet namja tampan yang baru saja muncul dari pintu café, dan sontak membuat Sungmin dan juga Donghae yang saat ini bersamanya menolehkan kepala kearah lambaian tangan Eunhyuk. 3 detik kemudian mereka -HaeMin- saling menatap bingung.

'Sejak kapan mereka saling mengenal?' mungkin itulah yang ada dibenak Sungmin dan Donghae saat ini.

Kyuhyun berjalan kearah mereka "Mianhae Eunhyuk-ah, aku terlambat."

Baik Sungmin maupun Donghae keduanya kembali bengong dengan ucapan Kyuhyun.

"Gwaenchanna hyung.. Aah hyung, tadi aku mengirim pesan pada Kyuhyun hyung. Kebetulan kita sedang berkumpul, kenapa tak sekalian saja mengajaknya. Bukankah dia juga temanmu hyung? Lagipula, Kyuhyun hyung juga tinggal di gedung Apartment yang sama dengan kita." Eunhyuk yang menangkap tatapan bingung Sungmin menjelaskan.

"Silahkan duduk hyung." lanjut Eunhyuk yang kali ini mempersilahkan 'tamu'nya untuk duduk.

Karena hanya kursi disebelah Sungmin yang kosong, Kyuhyun akhirnya mendudukan diri disana.

"Kalian..? Sejak kapan kalian saling mengenal? Dan sepertinya kalian sangat dekat?" Sungmin tak tahan dengan kepenasarannya. Dia saja baru mengenal Kyuhyun satu minggu yang lalu. Tapi bagaimana bisa Eunhyuk dan Kyuhyun terlihat begitu akrab? Bahkan Eunhyuk memanggil Kyuhyun dengan sebutan 'Hyung' tanpa beban. Setau dia, Eunhyuk hanya bertemu Kyuhyun dua kali. Dan itupun belum sempat berkenalan. Eunhyuk juga tak pernah bercerita padanya.

Dan sepertinya, apa yang ada di kepala namja pecinta ikan di samping Eunhyuk sama dengan apa yang ada dikepala cantik Sungmin. Mereka berdua masih menatap Kyuhyun dan Eunhyuk dengan penasaran. Sementara Eunhyuk tersenyum kikuk dipandangi kedua Detective yang seperti tengah mengincar mangsa tersebut.

"Apakah aku mengganggu acara kalian?" Kyuhyun yang menyadari kekakuan tersebut angkat bicara.

"Aahh tidak Kyuhyun-ssi. Hanya saja aku belum mengetahui kalau kalian ternyata sudah saling kenal." Sungmin merasa sedikit tak enak membuat 'tamu' Eunhyuk seperti kurang nyaman.

"Kami bertemu dua hari yang lalu saat kalian sibuk mengincar gerbong narkoba hyung. Dan ternyata Kyuhyun hyung orangnya asik juga." Eunhyuk lah yang menjawab kepenasaran Sungmin dan juga Donghae.

"Kau pasti tak tahu siapa itu Kyuhyun-ssi. Eunhyuk-ah." Sungmin menatap Kyuhyun sekilas, kemudian beralih menatap dongsaeng di hadapannya.

"Eh?"

"Dia orang penting di Hotel appa. Kau harus hormat padanya." Lanjut Sungmin sedikit tersenyum melihat kebingungan di wajah manis sang adik.

"Jinjjayo hyung?" kedua mata bulat Eunhyuk mengerjap lucu kearah Kyuhyun.

"Aah tidak juga. Sungmin-ssi terlalu berlebihan. Aku hanya bekerja disana. Dan kau Eunhyuk-ah, jangan menjadi sungkan seperti itu. Bersikaplah seperti sebelumnya."

"N..Ne.. Oh iya, kalian belum berkenalan secara resmi. Hyung, dia Kim Donghae " Eunhyuk menyenggol sikut Donghae disampingnya sambil masih menatap Kyuhyun.

"Annyeonghaseo. Kim Donghae imnida."

"Akhirnya kita bisa berkenalan Donghae-ya" lagi-lagi Kyuhyun memanggil Donghae dengan panggilan akrab seperti pada Eunhyuk saat pertama bertemu. Mungkin karena Donghae memang lebih muda darinya jadi dia memperlakukannya sama dengan Eunhyuk saat itu. Tapi dengan panggilan akrab tersebut justru membuat Donghae rileks tak terlalu canggung terhadap Kyuhyun.

"Ne. Sama-sama. Mmm.."

"Hyung. Panggil saja aku hyung" potong Kyuhyun

"Ne.. Hyung."

"Kyuhyun-ssi, apa kau mau memesan sesuatu?" Sungmin yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka bertiga akhirnya mengangkat suara.

"Aku sudah pesan tadi sebelum menuju meja ini."

Dan benar saja, tak lama seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka bertiga beserta pesanan Kyuhyun. Karena mereka bertiga belum lama datang ke cafe tersebut, jadi pesanan mereka dan Kyuhyun bisa diantar bersamaan.

.

"Kau tahu Sungmin-ssi? pertama kali berkenalan dengan adikmu, dia memanggilku apa?" Dengan mengulum senyum menawannya Kyuhyun menatap ketiga namja di hadapannya bergantian.

"Apa?" Sungmin melirik Eunhyuk yang siap melayangkan protes, namun mulut bergumy smilenya langsung di bungkam oleh tangan Donghae. Karena dia juga ingin tahu kekacauan apa yang telah kekasihnya perbuat.

"Dia memanggilku AHJUSSI. Aigooo… Apakah aku setua itu Hae-ya?"

Sungmin terkikik, sementara Donghae meringis karena Eunhyuk telah mendaratkan gigitannya pada tangan kekar yang menghambat mulutnya tersebut.

"Dia memang ajaib hyung" ucap Donghae sedikit meringis merasakan denyutan pada tangannya akibat terkaman sang kekasih.

"Apanya yang ajaib ikan jelek? Lagian waktu itukan aku bingung harus memanggilnya apa. Dan yang terlintas dipikiranku ya itu. 'Ahjussi'."

"Mianhamnida Kyuhyun-ssi. Adikku pasti telah membuatmu kesal." Sungmin sedikit menggeser posisi duduknya hingga berhadapan dengan Kyuhyun dan membungkukan badannya sebagai permintaan maaf atas kelakuan sang adik ajaibnya.

"Tidak juga. Kau tak perlu meminta maaf Sungmin-ssi. Justru aku menyukainya."

"Ne.. Tapi... Aku masih heran. Kau sangat lancar berbahasa korea Kyuhyun-ssi?" Sungmin mengalihkan pembicaraan.

"Memangnya hyung bukan orang Korea asli?" Eunhyuk yang tidak mengetahui fakta tersebut kembali bertanya yang diangguki oleh Donghae disampingnya.

"Beliau dari AS Eunhyuk-ah."

"Apa kau ingat Changmin? Temanku yang tinggal bersamaku?" Sungmin mengangguk mengingat nama itu.

"Dia orang Korea asli. Aku belajar darinya. Dan juga, sebenarnya ayahku lahir di Korea. Jadi beliau juga lancar berbahasa Korea. " lanjut Kyuhyun. Dan ketiga namja dihadapannya menganggukan kepala mengerti.

.

.

"Yyaa ikan jelek! singkirkan tangamu dari pundakku. Berat tahu!" seperti biasa pasangan ajaib itu kembali akan berperang lucu.

"Chagi.. Kau tak pernah memanggilku hyung. Aku 2 tahun lebih tua darimu."

"Hyung? Jangan mimpi! kau itu terlalu cengeng, lebih pantas aku panggil Saeng.."

"Mwo? Kau juga lebih cengeng dariku."

"Kata siapa? Coba tanyakan pada Sungmin hyung apakah aku cengeng? Aah dan juga, jangan kira aku tak tahu. Kemarin saat kalian berhasil menangkap gerbong narkoba, kau mengantarkan seorang gadis sexy pulang bukan?"

"Mwo? Siapa yang memberi tahumu?" Donghae menatap Sungmin, namun Sungmin menggeleng pertanda bukan dia yang memberitahukan kekasih aktifnya itu.

"Sudah kuduga! Sifat Playboymu pasti keluar Kim Donghae!"

"Aku terpaksa. Karena tak ada lagi yang bisa mengantarnya."

" Alasan!"

"Hyuuung… Bantu aku.." Donghae meminta petolongan dari Sungmin dengan tatapan memohonnya.

Namun belum juga Sungmin mengeluarkan suara, namja manis di samping Donghae telah kembali berucap dengan panas.

"Jangan bersembunyi dibelakang Sungmin hyung. Kau pasti menikmati moment itu. Atau bahkan ka—hmmptttttt…."

Bibir sexy Donghae dengan cepat membungkam mulut kekasihnya. Dia tak ingin sang kekasih melanjutkan kata-kata tak berartinya. Eunhyuk tengah cemburu saat ini. Donghae melumat bibir pasangannya dengan sedikit kasar karena Eunhyuk meronta ingin melepaskan pagutan tersebut.

Sementara Sungmin, hanya bisa menganga melihat aksi kedua Dongsaengnya itu. Wajahnya seketika memerah dan melirik Kyuhyun dengan ekor matanya.

Kyuhyun tersenyum melihat aksi vulgar dihadapannya itu. Namun tak dapat dipungkiri, hatinyapun merasa panas melihat adegan sedikit dewasa tersebut. Dengan hati yang berdebar, dia melirik Sungmin disampingnya. Tepat kedua obsidian itu tertuju pada belahan bibir Shap-M semerah cherry yang terbuka dihadapannya. Ingatannya kembali pada kejadian di dalam lift beberapa hari yang lalu. Dengan susah payah Kyuhyun menelan ludah dan dengan cepat mengalihkan pandangannya kesembarang arah sambil menenangkan debar –debar liar di jantungnya.

"Yyaa! Apa yang kau lakukan!" setelah pagutan bibir itu terlepas, Eunhyuk memukul bahu Donghae dengan wajah memerah. Dia malu, dia sangat malu pada kedua hyung di depannya. Rasanya dia ingin menggoreng ikan nemonya sekarang juga.

"Aku tak ingin mendengar kau berbicara seperti itu. Karena kau juga pasti tahu, aku sangat mencintaimu. " Donghae kemudian menatap kedua hyung dihadapan mereka. " Hyung, mianhae.."

.

Mereka kembali tertawa melihat aksi pasangan ajaib yang tak pernah akur tersebut. Eunhyuk dan juga Donghae, meskipun sering beradu mulut tapi mereka bernafas lega melihat Sungmin yang bisa tertawa lepas seperti itu. Sangat langka sekali bisa melihat Sungmin tertawa sebahagia saat ini. Keduanya -EunHae- tersenyum bahagia. 'Apakah karena kehadiran Kyuhyun yang membuat Sungmin kembali ceria? ' pikir keduanya.

.

.

Begitupun dengan seseorang yang sedari tadi berdiri disebrang jalan menatap keempat namja yang tertawa bahagia di dalam cafe tersebut. Hatinya senang bisa melihat orang yang dicintainya kembali ceria. Namun sebagian hatinya sangat miris melihat kenyataan tersebut.

" Kenapa kau tak pernah bisa sebahagia itu saat bersamaku Min?" lirih Jungmo sarat akan kepedihan.


.

.

.


Waktu menunjukan pukul 00.00 kst saat gadget hitam milik Sungmin bergetar tak sabaran diatas meja nakas samping tempat tidurnya.

"Yeobseo.." ucapnya serak.

"Sungmin-ah.." bisik suara disebrang hampir tak terdengar oleh indra pendengarannya.

"Nuguseo?"

"Sungmin-ah.. ini saya Kang Gilroo"

Sungmin mengerutkan kening mengingat nama yang begitu familiar, Kedua foxy bening itu membulat sempurna kala mengingat nama itu. "Kang ahjussi?"

Dengan sekali sentak, Sungmin bangkit dari posisi tidurnya dan kini terduduk gusar di atas tempat tidur. Dia ingat betul nama itu. Nama seseorang yang selama ini dia cari. Kang Gilroo. Sekretaris Cho Hangeng yang menghilang di hari kematian atasannya tersebut.

"Ahjussi, benarkah ini kau? Kemana saja kau selama ini? Sekarang Kau dimana ahjussi?" berondong Sungmin tak sabaran.

"Sungmin-ah. Jeongmal mianhae baru sekarang aku menghubungimu." Sungmin diam menunggu

"Sungmin-ah, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan mengenai Guixian. Bisakah sekarang juga kita bertemu?" dengan mata yang kembali membelalak sempurna, Sungmin melirik jam wekker di atas meja nakas sebelum menjawab "Baik ahjussi. Kau dimana?"

"Datanglah ke Daegu sekarang. Aku tak punya banyak waktu. Aku akan kirim alamatnya."

"Baiklah ahjussi. sekarang juga aku kesana. Jangan kemana-mana. Tunggu aku. Ne?"

Sungmin memutus line telepon. Tanpa mengganti pakaian tidurnya, Sungmin buru-buru mengambil mantel bulu yang tergantung tak jauh dari pintu kamarnya. Tak lupa dia membawa tas punggung yang selalu dibawanya kemanapun dia akan pergi. 'Kang ahjussi pasti mengetahui sesuatu' yakin hatinya.

.

.

.

Sementara itu ditempat lain….

"Sebenarnya kita akan pergi kemana Changmin-ah?" Kyuhyun melirik sahabatnya yang tengah fokus melihat jalanan malam yang sudah sangat sepi. "ini sudah sangat malam." lanjutnya.

"Kita akan ke Daegu Kyu. Gilroo samchoon ingin bertemu denganku." ucap Changmin tanpa mengalihkan fokusnya pada jalanan malam tersebut.

"Pamanmu? ada apa dia meminta bertemu denganmu malam-malam begini?"

"Sudahlah jangan banyak tanya Kyuhyun-ah. Sepertinya tak banyak waktu tersisia."

Meskipun masih belum mengerti dengan apa yang Changmin katakan, namun Kyuhyun memilih untuk diam dan menemani perjalanan sahabatnya tersebut.

.

Mercy hitam Kyuhyun yang dikemudikan oleh Changmin melaju lancar menuju tempat tujuan. Karena itu sudah tengah malam, jadi jalanan tidak terlalu padat dan memudahkan mereka sampai ditempat yang dituju.

"Kau yakin tempatnya disini?" Kyuhyun memajukan kepalanya kedepan melihat bangunan-bangunan yang dilalui mereka dari kaca mobil depannya. "Ini sangat sepi." lanjutnya.

"Menurut alamat yang appa kirimkan sih, benar." Changmin memelankan laju mobilnya dan melakukan hal yang sama dengan Kyuhyun meneliti tempat tersebut yang memang sangat sepi.

Setelah Changmin menghentikan mobilnya, mereka melanjutkan dengan berjalan kaki untuk mencari tempat yang mereka ingin tuju.

"Dimana dia?" Kyuhyun menyalakan gadget hitamnya agar memberi mereka sedikit penarangan.

"Kyu, kau lihat disana ada sedikit cahaya? Mungkinkah…?"

Kyuhyun dan juga Changmin mempercepat langkahnya menuju sebuah rumah di ujung jalan yang mereka yakini pasti rumah tersebut sudah tak berpenghuni.

Kyuhyun membuka perlahan pintu rumah tersebut. Tak dikunci. Dan terdapat sebuah lilin disana.

.

Namun, Kyuhyun yang berjalan didepan, menghentikan langkahnya. Kakinya sedikit bergetar, Changmin yang penasaran akhirnya mensejajarkan tubuhnya dengan Kyuhyun. Dan diapun sama terkejutnya dengan Kyuhyun. Apa yang mereka lihat saat ini susah untuk di ucapkan dengan kata-kata. Keduanya tak bergeming dari tempatnya. Hati mereka terlalu panas melihat apa yang ada didepan mereka saat ini. Di sana. Di hadapan mereka, sesosok tubuh namja paruh baya yang tergolek tak bernyawa dengan darah yang membanjiri sekujur tubuhnya serta beberapa jejak tusukan di sekitar jantung dan paru-parunya. Sangat mengenaskan.

"AHJUSSIIIIII….! ANDWEEEE! JANGAN BERGERAK! ANGKAT TANGAN KALIAN!"

Kyuhyun maupun Changmin sontak kaget mendengar pekikan beserta peringatan tersebut. Kyuhyun perlahan membalikan badan untuk menghadap pada asal suara tersebut. Matanya makin membelalak lebar kala mendapati ujung pistol yang sudah tertodong kearahnya. Namun bukan karena pistol itu yang membuat dirinya benar-benar terkejut, melainkan orang yang memegang pistol tersebut yang membuat persendian kakinya melemas seketika.

"Sungmin-ssi…"


.

.

.

_T.B.C_

.

.

.


Yaaaa Chapter 4 hadir…

Di chapter ini tak ada flashback ya pemirsah.. #Senyum#

WARNING!

Jeongmal... Jeongmal... Jeongmal...Jeongmal mianhae pemirsaaaaahhh..

Untuk sementara waktu sayyah akan Hiatus dulu. #WHATTT?#

Tapi tenang saja, sayyah gx bakalan hiatus lama-lama ko. Mungkin sekitar 3 atau 4 minggu. Setelah itu sayyah akan kembali lagi ngerecokin FFN.. Janji!

Karena sekarang ini sayyah sedang sibuk-sibuknya dengan tugas yang makin menumpuk dan persiapan menghadapi UTS, kemudian di sambung UTS. Jadi dengan sangat terpaksa sayyah harus meninggalkan dulu dunia ff dan fokus pada UTS. ^^

So, sebelum sayyah kembali, ayo Review sebanya-banyaknya. Biar sayyah semakin bersemangat saat Comeback nanti. #Jiaaaaahhhh….

*Di ff ini,marga Donghae sayyah ngikutin babehnya, Yesung ya. jadi Kim Donghae.. ^^

*Buat yang sudah Review di Chapter kemarin, Jeongmal gomawooooooooo…. #KissHugSatu2

Jangan lupa review lagi di Chapter ini yaaa… ^^

*Mian For Typo. Karena sayyah Miss Typo. Kkk,,,

Akhir kata

Kamsahamnidaaaaaa….. ^^

*Lambai-Lambai Bareng Kyumin

_ Princess Kyumin137 _