Chapter 4 keluarga

Title : Perjalanan

genre : fantasy, adventure

rate : T aja dah masih bingung

Pairing : Naruhina and other pairing

disclaimer : Masashi Kishimoto

Halo mina, ane balik lagi neh di chapter 4 dalam chapter ini ada naruhinanya , dan hinatanya ini sedikit agak ooc, ya lebih banyak ya gtu dah, ane gk jago bikin deskripsi orangnya hhehe, maaf ya langsung aja neh cek it dot, tanpa basabasi lagi

Previw

Setelah istrahat sejenak ia pun siap untuk melaju ke tingkat selanjutnya yaitu tingkat teratas, setelah membuka pintu ia menghela nafas, ia pun membuka pintu dan menaiki anak tangga satu persatu, ia berjalan dengan sempoyongan dan bekas pukulan sang kakek tersebut masih terasa oleh Naruto, tetapi itu bukan menjadi halangan baginya untuk melaju

-perjalanan-

Pintu paling atas telah terlihat di depan mata, pintu yang sangat indah dilapisi emas dan sangat terlihat sangat mewah. Ia pun membuka pintu dan setelah masuk ternyata ruangan itu sepi dan tidak ada siapa-siapa, dan ia pun melihat ada secarik kertas dengan tulisan

''AKU TAHU KAU AKAN DATANG KE TUJUH MATAHARI INI dan AKU TELAH MELIHAT SEMUANYA, AKU TELAH MEMBEBASKAN PAMAN SERTA TELAH KAMI BAWA PULANG KERUMAH,NYA AKU TAU KAU ITU SANGATLAH KUAT dan AKU INGIN BERTARUNG DENGANMU, TAPI TIDAK SEKARANG, AKU TAU KAU LELAH dan BERGERAK PUN SULIT, MAKA AKU PUTUSKAN UNTUK KAU DATANG LUSA KEMBALI KESINI DI LANTAI 7 INI AKAN AKU TUNGGU KEDATANGANMU, BILA KAU TAK DATANG KAMI AKAN MENGHANCURKAN DESA, TERTANDA GAARA''

Setelah membaca tulisan itu pun ia merasa lega karena sang paman telah dipulangkan dan ia pun bergegas untuk pulang dan bersiap=siap menghadapi lusa, ia pun pulang kembali kerumah Shion

Singat perjalanan ia pun akhirnya telah sampai di rumah Shion, ia tak tau sudah berapa hari ia tidak kembali, sesampainya di sana ia pun mulai dan membuka pintu tiba-tiba ia disambut dengan meriah, ternyata Shion, paman , kakek pun ternyata ada, ternyata kakek belum mati,

''Kakak, selamat datang ya'', sahut Shion dengan riangnya

''Terima kasih ya nak telah membantu keluarga paman'', sahut paman sambil tersenyum

''Eh, kau anak muda kau meninggalkan kakek sendiri'', sahut sang kakek Shion pun sambil mengemplang si Naruto

Naruto pun bingung, dan iapun bertanya '' kenapa kalian tau aku akan pulang hari ini, tapi syukurklah kalau kalian telah kumpul , dan kakek maaf ya keke aku kira kakek tidak terselamatkan dan aku terfokus untuk menyelamatkan Shion, kan sudah ku beri tau warga sekitar, hehehehe''

Shion pun menjawab, '' lah, bukannya kakak yang mengirim surat sebelum datang ke sini, kaka bilang akan pulang hari ini dan baik-baik saja katanya''

''Paman juga berterima kasih banyak telah diselamatkan sehingga keluarga kami kumpul kembali'', sahut paman menimpali

Kak, disurat katanya kakak mau pergi lagi? Mau kemana kak? Tinggalah disini bersama kami, sahut Shion yang terlihat sangat sedih itu

Naruto yang bingung dengan apa yang terjadi, ia tidak pernah menulis surat kepada keluarga Shion dan sebenarnya ia tidak tau apa-apa dengan kejadian yang sebenarnya, tetapi ia tak mau menceritakan apa yang terjadi bahwa ia akan bertarung lusa, Naruto tidak mau membuat semuanya menjadi khawatir dengannya.

''Ia, kakak harus pergi besok, maaf ya Shion kakak tidak bisa tinggal disini, kapan-kapan kakak akan berkunjung ke kesini lagi ya'', sahut Naruto

Setelah semua bersenang-senang meSasukeakan hari berkumpulnya mereka, Shion ia merasa ada yang aneh dengan sikap Naruto yang pulang dengan babak belur namun enggan menceritakan apa yang terjadi, kekhawatiran Shion semakin menjadi dan Shion mempunyai firasat yang sangat tajam ia dapat merasakan bahaya di sekitarnya atau pun yang mungkin akan terjadi

Hari sebelum pertemuan pun akan dimulai, Naruto yang pamitan dangan keluarga Shion dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan ia berniat untuk melakukan latihan di hutan dan tak ingin memberi tahu siapapun.

Naruto yang telah pulih dari kejadian kemarin mulai melakukan latihan, sebelum pergi sang kakeknya Shion memberikan sebuah buku yang dia sendiri tidak mau memberitahukannya, kakeknya Shion hanya meminta untuk di bawa dan dipakai kalau suatu saatnya diperlukan, ia mempunyai insting yang cukup tajam ia tau dapat melihat potensi dari setiap orang yang dilihatnya

Setelah sampai di hutan Naruto yang penasaran mulai membuka buku yang di berikan oleh kakeknya Shion, Ia merasa kalau yang diberikan oleh kakek akan dapat membantunya kelak.

Naruto pun mulai melihat buku tersebut ternyata itu adalah buku novel perjalanan yang dituliskan oleh kakek semasa ia muda, buku itu riwayat sang kakek dalam setiap perjalannya yang ia tempuh dan ia tuangkan dalm sebuah buku, disana terdapt pengalaman kakek yang dari kecil hingga sekarang, setelah melihat lihat isinya sekilas tiba-tiba saja ada secarik kertas jatuh , Naruto pun mengambil dan membuka tulisan tersebut

''APABILA KAU TELAH MEMBUKA BUKU INI, KAU AKAN MENEMUKAN PENGALAMAN, SECARIK TULISAN INI, BUKU INI MERUPAKAN PERJALANAN KAKEK, SEMUA KAKEK TUANGKAN DISINI SEMOGA BERGUNA KELAK. KAKEK MEMPUNYAI SUATU PERMINTAAN, TOLONG TERUSKAN PERJALANAN BUKU INI DENGAN PERJALANANMU, KAKEK INGIN AGAR BUKU INI DAPAT DAPAT TERUS MENJALANKAN PERJALANANNYA YANG TIDAK BISA KAKEK LANJUTKAN. TOLONG LANJUTKAN PERJALANAN BUKU INI TERIMA KASIH. TERTANDA HYUUGA

Naruto yang telah membaca surat tersebut menyanggupi permintaan kakek, buku itu merupakan pengantar perjalanan sang kakek, dan ia menerusakan perjuangan perjalan kakek dengan kehidupannya yang ia akan tulis. Buku tersebut berjudul JOURNEY, dan Naruto akan menjalankan dengan NEW JOURNEY. Setelah itu Naruto segera memulai latihanya sambil sesekali membaca tulisan kakek

Akhirnya Naruto pun berlatih sendiri ternyata di dalam buku itu juga terdapat jurus-jurus baru yang belum ia lihat sebelumnya, mungkin ini merupakan warisan ilmu yang diberikan kakek Shion kepada dirinya, tetapi setiap kali Naruto membaca buku itu ia merasa terharu melihat perjalanan kakek yang begitu hebat dan begitu mengesankan banyak pengalaman –pengalaman yang belum pernah ia dapatkan. Naruto pun segera melatih jurus tersebut dan ia ingin menguasai jurus tersebut, tanpa di sadari malam telah datang dan ia harus beristirahat kemudian mempersiapkan diri untuk besok

Naruto pun mulai tertidur, setelah beberapa saat ia mulai tidur terdengar suara aneh yang membuat kaget, seperti ada orang yang datang dan terburu-buru pergi setelah memperhatikan sekitar ia baru sadar bahwa buku kakek tersebut hilang dicuri sseorang ketika ia sedang tidur, dengan segera Naruto mengejar dan mencari dimana orang tersebut melarikan diri lalu dengan segera.

Setelah beberapa lama mengejar akhirnya ia menemukan seseorang yang telah mencuri buku paman ia sedang berada si pinggir sungai

''Hai kau kembalikan bukuku'' sahut Naruto

''Ini bukan bukumu'', sahut seseorang yang menggunakan tudung tersebut

"Sepertinya aku mengenal tudung itu tapi dimana ya?" sahut Naruto di dalam hati

''Hai, apakah kita pernah bertemu sebelumnya'', tanya Naruto

''Aku, tidak tau, ini bukan buku milikmu'', jawab seseorang itu

Akhirnya Naruto tak sabar lagi ia pun dengan cepat mengambil buku dari tangan seseorang itu, sentak seseorang itu kaget dan setelah itu ia jatuh kedalam sungai orang itu pun tak bisa berenang, Naruto yang merasa bersalah merasa tidak enak, ia langsung pergi menyelamatkan orang itu.

Setelah menyelamatkan orang tersebut, ia tak menyangka bahwa orang tersebut mirip dengan Shion, ia tak tau mengapa Shion mengikutinya dan merebut buku yang telah diberikan oleh kakeknya itu

''Mengapa kau ada disini Shion?'', tanya Naruto kepada gadis itu

''Shion?, aku bukan Shion, jangan kau panggil aku Shion , asal akau tau itu?'', jawab gadis itu

''Apa maksudmu kau kan Shion, apa yang sebenarnya terjadi, katakan padaku Shion'', sahut Naruto kembali

''Sudah kukatakan kalau aku ini bukanlah Shion, mengapa kau tetap memanggilku demikian'', jawab gadis itu agak geram

''Kalau begitu kau siapa, dan apa maksudmu mencuri buku ini'', tanya Naruto lagi

''Aku Hinata, aku yang mempunyai buku ini, ini warisan yang di berikan oleh kakekku kau tak berhak memilikinya, kau harus mengerti ini bukan lah milikmu'', jawab gadis itu kembali

''Siapa nama kakekmu?'', Tanya Naruto penasaran

''Nama kakekku adalah HYUUGA, kau harus ingat itu baik-baik", jawab gadis itu dengan tegas

Setelah menengar siapa kakeknya tersebut, Naruto semakin bingung dan ia merasa ada yang aneh dengan gadis itu, ia mirip sekali dengan Shion, Naruto baru pertama kali melihat orang yang kembar, di tempatnya dahulu ia tak menemukan orang yang mempunyai rupa yang sama persis. Naruto yang pertama kali melihat menjadi bingung dan tak dapat berkata-kata lagi, sehingga ia tak tau harus bagaimana lagi, tiba-tiba terlintas di pikirannya bahwasanya untuk mempertemukannya dengan kakeknya Shion

''Hei Hinata, aku tau soal kakekmu yang bernama Hiashi itu, aku tau dimana ia sekarang apakah kau mau berjumpa dengannya?'', tanya Naruto yang berusaha membujuk

''Apa maksudmu kau sengaja mengalihkan perhatian ku kan? Dan kemudian kaun mencuri buku ini? " , sahut Hinata yang curiga

''Percayalah padaku, aku mempunyai sesuatu yang mungkin akan kau kenali'', sahut Naruto kembali sembari memberikan kertas tulisan kakek kepada Shion

''Hah? Inikan tulisan kakek, dari mana kau mendapatkannya?'', Tanya gadis itu

''Sudah kubilangkan kan? Kalau aku tau dimana kakekmu itu berada percayalah padaku'', jawab Naruto

Setelah berpikikir sejenak, akhirnya Shion setuju untuk ikut dengan Naruto, akhirnya ia berdua kembali kerumah Shion.

Malam sudah semakin larut malam mulai menampilkan kegeramannya suasana hening mencekam tiada orang yang berlalu lalang, mereka berdua tidak mau berbicara, semua seolah-olah terdiam membisu dalam melanjutkan perjalanan ke rumah Shion, setelah beberapa saat kemudian sampailah ia dirumah Shion

Naruto pun mengetuk pintu perlahan, setelah beberapa saat terdengar pintu yang mulai dibuka, yang membukakan adalah paman, setelah membukakan pintu, paman terlihat terdiam membisu setelah melihat mereka berdua, tiba tiba saja paman memeluk Hinata, sentak membuat Naruto bingung dan tidak dapat berkata apa-apa, suasana entah mengapa menjadi hangat, Hinata pun yang bingung tau juga apa yang sebenarnya terjadi

Suasana yang hangat tersebut membuat Naruto teringat kenangan bersama kakek, walaupun kakek sangat keras tetapi sebenarnya ia orang yang penyayang kakek sering memberikan nasihat –nasihat yang Naruto ingat sampai saat ini, ia pun terharu melihat kejadian ini seolah-olah ia ingin sekali bertemu dengan kakeknya lagi

'' semua lihat siapa yang datang '', teriak sang paman

Beberapa saat kemudian semua keluar, Shion dan kakek pun keluar setelah itu Shion yang melihat Hinata mulai bingung ia merasa melihat kaca adan ia terasa sedang ada berada di suatu tempat yang penuh dengan cermin yang sejauh mata memandang hanya sosok dirinya lah yang terlihat, mereka baru pertama kali melihat sosok yang sama dengan dirinya dari muka, rambut wajah dan anggota tubuh.

Setelah melihat sang kakek Hinata tampak sangat gembira terlihat di wajahnya ia tak menyangka ia dapat bertemu dengan kakeknya yang ia cari-cari selama ini dengan segera Hinata memeluk sang kakek yang telah lama ia rindukan, hal ini membuat Naruto tambah bingung dan ia tak mengucapkan sepatah dua patah kata pun ia hanya tersenyum melihat kejadian itu

''Haalo cucuku apa kabar sekarang kau telah besar ya'', sahut sang kakek sambil mengusap-usap kepala Hinata

''Ia dong kek, aku kangen sekali dengan kakek, kakek tidak pernah mengirimkan kabar kepadaku, apakah kakek tidak sayang kepadaku?'', jawab Hinata yang cemberut

''Kakek minta maaf kakek tidak mengabari kamu, oh iya lupa kau ingat ini siapa?'', sahut sang kakek sambil menunjuk kearah Shion

''Tidak tau kek, memang dia siapa? Mengapa wajahnya sangat mirip dengan ku kek?'', Tanya Hinata kembali

''Ini saudara kembar kamu dan ini adalah ayah kamu'', jawab kakek

''Apa benar kek, aku tidak tau waktu itu aku pergi waktu kecil tidak ingat sama sekali'', jawab Hinata

Akhirnya sang kakek menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, bahwasanya dulu setelah mereka lahir terjadi sebuah kejadian yang menimpa keluarga mereka, Hinata di bawa sang kakek untuk bersembunyi kemudian Shion bersama kedua orang tuanya, sehingga mereka berdua terpisah dan hidup tidak saling mengetahui, Hinata di asuh oleh sang kakek dan Shion di asuh oleh ayah dan ibunya, sehingga mereka tidak pernah bertemu

Setelah mendengar cerita itu Hinata yang mempunyai sifat yang tidak sabaran mulai tidak terima apa yang terjadi, mengapa tidak ia yang berada di kedua orang tuanya, sebelum Hinata mulai mengamuk, sang kakek mulai menjelaskan lagi, dulu setelah mereka berpisahan masing-masing beberapa bulan kemudian datanglah kembali gerombolan penjahat yang telah memporak porandakan desa akhirnya sang ayah dan ibu telah diculik sehingga Shion hidup sebatang kara, sehingga kakek harus bolak balik menjaga kalian berdua

''Mengapa kakek pergi meninggalkan aku? Kakek lebih sayang dia dari pada aku?'', tanya Hinata dengan nada yang agak geram

Kemudian sang kakek menjelaskan kembali, "pada waktu itu kakek setelah berkunjung kerumah Hinata, kakek berencana untuk kerumah Shion, maafkan kakek karena waktu itu daerah sudah semakin mencekam dirumah Shion, akhirnya kami pindah dari tempat itu dan akhirnya sampailah disini, maafkan kakek karena kakek lupa jalan menuju ketempat kamu Hinata, kakek sudah berusaha untuk mengingatnya, dan kakek mencoba mencari tetapi kakek tidak ingat, maafkan kakek''

''Oh. Kalau begitu mengapa mereka berdua bertempat tinggal ditempat yang sama kek, jadinya kan kakek tidak harus bolak balik jadinya'', tanya Naruto yang penasaran

''Itu, tidak bisa, jawab kakek, karena apabila ada yang tinggal dalam satu tempat dalam wilayah ini dianggap sangat tabu, sehingga tidak dapat hidup satu atap, dan juga setiap ada yang tertangkap ada yang satu atap bersama maka menjadi sesuatu yang dianggap pelanggaran dan mempunyai sangsi, akan dihukum sangat berat, itulah yang di lakukan oleh para kriminal di daerah tersebut kakek juga tidak tau mengapa, setiap ada yang lahir kembar maka salah satu akan dibunuh atau kedua-duanya akan dibunuh, kakek tidak mengerti demikiannya''

Setelah mendengar penjelasan kakek, Hinata menjadi mengerti dan mulai bisa menerima keadaan dan ternyata ia telah mempunyai keluarga, ia sangat bahagia dan dapt bisa tersenyum kembali, Hinata akhirnya memberikan kembali buku pemberian kakek kepada Naruto dan setelah itu pun pamitan dan kembali ke hutan

Naruto yang tidak tau apa itu keluarga akhirnya merasakan apa itu kehangatan yang ada dalam sebuah keluarga, ia menjadi rindu dengan sosok kakek yang selama ini menjadi panutan dirinya, ia belajar semua dari kakeknya, dan ia tak tau menahu soal keluarga sesungguhnya, setelah melihat keluarga Shion ia menjadi tau apa itu keluarga.

Tbc

Gimana neh chapter 4nya, heheh,, sory kalo jelek ya, naruhinanya agak sedikit, heheh, thanks dah mw baca yak, jgn lupa review yak,heheheh arigatou