[Bagian IV – Pertemuan yang Tak Disengaja]
One Punch Man © ONE & Yuusuke Murata
…
Yamimi meneguk kopinya perlahan, menyesapi rasanya dengan tenang. Wanita itu duduk tegak di kursi kafe, dengan Genos yang duduk di depannya. Keduanya tak sengaja bertemu ketika sedang melawan monster level... level iblis, kalau tidak salah.
Genos menatap Yamimi dengan saksama–meneliti penampilan wanita itu. Yamimi benar persis terlihat seperti Yamika, kecuali rambutnya yang–ternyata–sedikit bergelombang. Sangking sedikitnya, Genos bahkan tak sadar. Yamimi meniup poninya karena dianggap mengganggu, sebelum mendelik galak pada Genos.
"Ada sesuatu di wajahku, Tuan?"
Genos mengedip-ngedipkan matanya. Tuan? Sopan sekali wanita ini. "Tidak, tidak ada. Hanya saja..."
"Hanya saja?"
"Wajahmu mirip dengan seseorang yang kukenal."
"Oh, begitu ya..."
"Namanya Yamika,"
Genos dapat menyadari bahwa tubuh gadis itu menjadi kaku sebentar dan iris hijau zamrud milik sang wanita sedikit membulat. Namun sedetik kemudian, Yamimi kembali seperti biasa.
"Aku tidak bertanya,"
"Aku tahu,"
Ada sesuatu yang salah, dan Genos tahu itu.
"Tidak usah mengantarku pulang, aku bisa pulang sendiri," Yamimi berkata dingin, ketika Genos bersikeras mengantarnya pulang. Yamimi kembali meniup poninya yang dianngap mengganggu dan berbalik.
"Terima kasih atas traktirannya, lain kali aku akan membayarnya," Yamimi menoleh kearah Genos dan menjentikkan jarinya di depan wajah Genos. Pandangan Genos kabur, dan Genos merasa pusing seperti dunia telah diputarbalikkan. Genos hampir merasa ingin pingsan–
"Genos-san? Daijoubu desu ka?"
Manik keemasan Genos langsung menoleh ke samping, mendapati Yamika yang tengah menatapnya dengan ekspresi bingung bercampur khawatir. Genos mengedip-ngedipkan matanya, heran. Ia menoleh ke depan dan mendapati Yamimi telah menghilang.
"Genos-san? Apa kau sakit? Atau ada kerusakan pada sistemmu?"
Genos menggeleng. Tapi, serius–apa–bagaimana–kapan–
"Genos-san...?"
"Ah, aku tak apa-apa, Yamika-san. Mau kuantar pulang?"
"Oh, sungguh? Apa kau juga sedang berjalan pulang, Genos-san."
"Aku tidak apa-apa, Yamika-san. Kebetulan aku juga baru mau pulang."
"Begitukah? Baiklah, ayo pulang sama-sama!"
Yamika menggandeng lengan Genos, sedikit menyeret pemuda itu. Sedangkan Genos, ia masih bertanya-tanya...
... Bagaimana bisa ketika Yamimi hilang, Yamika muncul di sebelahnya? Apa yang terjadi padanya kala Yamimi menjentikkan jarinya?
Otak Genos berputar cepat, mencari jawaban.
Apa mungkin Yamika dan Yamimi adalah orang yang sama?
TBC
Keluh kesah pas buat fict ini adalah pacing-nya :') Susah buat bikin chapter-chapternya biar bisa mulai nyambung jadi satu garis :') dan lagi saya bingung, ini alurnya kecepetan atau malah terlalu lambat? /authornya curhat :'))
Oh, satu lagi. Cover fict ini saya ganti dengan foto random yang saya dapat di hp saya–anggap saja itu wajah Yamika/mi, bagi yang masih sulit ngebayangin wajah mereka #dor
Mind to review? Kritik dan saran diterima. Jangan biarkan kotak di bawah kosong, ya~
iwanagahimesama
