Sebelum itu kita HARUS sepakat dari sini, kalau aku akan menggunakan OC, suka tidak suka aku akan menggunakan OC.

Declaimer : Yuuri On Ice Not Mine

Sebagai sesama manusia kita harus saling memaaf-kan, jadi maafkan lah diriku yang suka typo di chapter sebelum, sekarang dan ke-depan. Akan aku perbaiki secepatnya (kalau niat). Maafkan juga atas keterlambattan Update-nya.

Still Yuuri's POV

o0o

Chapter 03

o0o

Twin?

"Katsuki-kun! hari ini juga latihankan di Ice Castle?"

"Ah, emn! Begitulah…"

"Kalau begitu mau kesana bersama? Katsuki-kun hari ini piket kan? Aku tunggu setelah kamu selesai!"

"Eh? Tapi…"

"Kita sudah 1 minggu menjadi rink mate, tidak perlu sungkan begitu, aku akan menunggumu di depan gerbang sekolah! Bye bye!"

Shimizu Yurika, seperti katanya. Dia adalah murid pindahan dari Kyusuu dan rink mate-ku yang baru selama kurang dari seminggu ini, tingginya kurang lebih sama denganku. Rambut hitamnya yang di potong short cut dan matanya yang lebar berwarna kecoklatan, ditambah lagi bentuk dan strukur wajahnya yang hampir mirip denganku, sekilas membuat kami terlihat seperti saudara kembar.

'…Aku masih belum terbiasa kalau bicara dengan anak perempuan…' sikapnya juga sedikit Tomboy dan penuh peryaca diri, dan kepercaya diriannya selalu membuat aku susah, aku hanya tertawa ironis dengan ke-tidak-bisa-an-ku dalam mengatasi perempuan.

Sekarang aku duduk di kelas 5 SD di umurku yang ke-10, prestasiku selalu tingkat teratas semenjak kelas 1, ada rasa senang dan bersalah setiap kali para guru-guru kaget karena prestasiku yang selalu all A di sekolah. Aku juga pernah mendapatkan masa di bully, tapi hanya dalam waktu singkat saja, itu karena –entah kenapa dan apa sebabnya, anak perempuan di kelasku melindungiku dari anak laki-laki yang mencoba menjahiliku karena kata mereka, aku memiliki wajah dan tubuh seperti perempuan, aku benar-benar tidak tau dan mengerti kenapa dan apa yang membuat mereka (siswa laki-laki) begitu iri dan benci padaku.

Dan ironisnya, ketidak sukaan mereka padaku makin meningkat saat musim Valentine tiba, saat itu aku… mn… mendapatkan banyak sekali coklat dari anak perempuan yang sekelas denganku dan dari yang berbeda kelas.

Dan kemudian 'Sepertinya aku mengerti kenapa mereka iri padaku…'

.

Yurika yang berjalan santai di sebelahku tiba-tiba berhenti, membuatku juga menghentikan langkahku dan mengalihkan perhatianku dari earphone yang terpasang di telinga kiriku "Katsuki-kun, aku dengar dari Takeda-sensei, kamu melanjutkan SMP-mu di luar daerah dan memilih untuk masuk ke SMP sebelah, apa itu benar?"

Aku selalu di buat heran kenapa dan dari mana dia bisa tau semua informasi yang sangat personal dan pribadi bagiku "Mn" aku mengangguk singkat, telinga dan sebagian otakku masih terfokus pada suara musik yang aku dengarkan.

"Kalau begitu aku juga masuk ke SMP yang sama dengan Katsuki-kun!"

"Eeh?! Tu –tunggu!"

"Ok! Kalau sudah begini, aku akan berjuaaang!" dan kemudian dia lari meninggalkan aku yang berdiri sendirian di pinggir jalan.

'…Aku tidak percaya kalau aku bisa berteman dengan manusia yang bersikap seperti angin topan…' aku mengganti jalan santaiku dengan lari dengan pace pelan, memasang earphone-ku yang satu lagi di telinga kanan.

Setiap kali aku bicara atau bersama dengan Yurika, ada perasaan aneh saat aku bersama dengannya.

Tidak.

Bukan cinta, karena aku tau perasaanku hanya untuk Viktor, dan aku sangat tau bagaimana rasanya jatuh cinta pada seseorang. Perasaanku pada Yurika…

ini lebih bisa di bilang rindu, ya rindu, sikap Yurika yang sangat my pace sedikit mirip dengan Viktor "Haahhh!" aku benar-benar ingin bertemu dengan Viktor, SEKARANG!

Aku mempercepat lariku, saat Ice Castle sudah terlihat di depan mata. Saat aku masuk kedalam, tidak ada orang di bagian resepsionis 'Mungkin sedang ada di area rink es…' aku melakukan pemanasan singkat dan memasang sepatu skate-ku lengkap dengan pelindung karetnya yang berwarna merah dan putih. Walau tinggiku masih belum bisa di bilang cukup untuk melebihi tinggi dinding pembatas, aku sekarang bisa melihat es yang membeku di depanku saat mengenakan sepatu skate-ku yang membuatku lebih tinggi 8 cm.

Kalau di pikirkan lagi, ada banyak yang berubah di hidupku yang sekarang. Di hidupku yang sekarang, aku bisa merasakan lebih jelas kalau aku di anugerahi kemampuan istimewa dalam dunia skating, aku di anugerahi dengan bertemu lebih banyak yang bisa aku dapatkan di luar dunia skating. Satu-satunya yang membuat hidupku berbeda sekarang, hanya diriku yang hampir tidak perlu berkerja keras di luar dunia skating 'Pengetahuan, ingatan, sikap, personality dan pengalaman hidup selama 24 tahun plus 5 tahun ekstra di kehidupan masa lalu dan sekarang…' tanpa aku sadari, umurku sudah seumuran dengan Viktor.

Aku tertawa dengan nada ironis memikirkan umurku yang sekarang.

.

Latihan hari ini, seperti biasa aku di buat susah dengan skin ship dan ke-my -pace-an Yurika "Yuuri!"

'Ah! Minako-sensei!' pelan aku melpaskan lenganku dari pelukan Yurika "Maaf Yurika, aku ada urusan dengan Minako-sensei" tanpa menunggu jawabannya, aku segera menuju ke pinggir rink, kearah Minako-sensei menungguku "Bagaimana Minako-sensei? Aku bisa ikut kan? Kan?!" aku bisa mendengar dengan jelas kalau nada penuh dengan antusias memenuhi nada bicaraku.

Minako-sensei mengangguk dan mengacungkan ibu jarinya padaku "Tentu saja bisa! Tapi karena lombanya di mulai sebelum devisi senior, jadi devisi junior akan di mulai akhir agustus" aku mengangguk mengerti dengan penuh antusias.

"Kalau begitu, aku mau Minako-sensei yang jadi pelatihku saat mengikuti lomba" senyum di wajahku semakin lebar saat melihat Minako-sensei mengangguk dan kembali menunjukkan ibu jarinya padaku.

Akhirnya, akhirnya aku bisa mengikuti kompetisi sebagai langkah pertamaku untuk bertemu Viktor 'Sabar, aku hanya perlu bersabar sedikit lagi, setelah lomba tingkat daerah nanti, aku hanya perlu memenangkan lomba di kejuaran National untuk nanti terpilih ke-kejuaraan dunia, disana aku bisa bertemu dengan Viktor!'

Pertama aku harus memenangkan Figure Skating Chugoku, Shikoku, & Kyusuu – kategori junior male, single Figure Skating yang sudah ada di depan mata.

Aku mengambil posisi di tengah rink saat Yuko, Takeshi dan Yurika memutuskan untuk kepinggir untuk mengambil istirahat mereka. Perlahan suara di sekitarku menghilang, pikiranku kembali memutar kembali sebuah lagu yang nantinya akan menjadi lagu untuk free program-ku di season ini.

Aku berdiri tegak, menyatukan kedua tanganku di depan dadaku dan menundukkan kepalaku sebagai starting position di program yang aku buat dan pikirkan selama hampir satu tahun ini 'I Lived, One Republic' adalah nama dari lagu free program-ku kali ini.

Mambayangkan dentingan gitar yang masuk kedalam intro lagu di dalam otakku, perlahan mengangkat kelapakku dengan tersenyum –membayangkan Viktor ada di depanku, aku membuka kedua telapak tanganku, menunjukkan di depan wajah Viktor apa yang ada di dalam tanganku sekarang, kemudian melakukan inner eagle dan step sequence sebagai intro sebelum camel spin dan jump pertamaku, kombinasi dari triple dan double toe loop.

Aku mengangkat kedua tanganku di double toe loop untuk menambah point dan mendarat dengan sempurna. Energy di dalam tubuhku keluar dan memberikan impact lebih di spin-ku yang berikutnya, masuk kebagian pertengahan lagu, aku menambah tingkat kesulitan step sequence dan spin-ku, agak sedikit kesal sebenarnya, tidak bisa melakukan quad karena adanya batasan tinggi pada tubuh yang masih di bawah umur, tapi aku bisa menambah point-ku dengan mengangkat tanganku di double jump dan mempertajam step sequence-ku untuk menambahkan point yang menurutku masih kurang.

Yang membuat aku tertarik padamu adalah music, tubuhmu menyanyikan lagu saat sedang skating.

Suara Viktor menggema di dalam otakku, saat lagu yang di otakku masuk ke bagian beat yang menandakan kalau laguku mau selesai, setelah selesai melakukan spiral, dengan segenap stamina yang aku punya.

triple lutz, single salchow, triple loop.

Aku hampir melompat girang karena ini pertama kalinya aku berhasil melakukan 3 kombinasi untuk hari ini 'Belum, masih ada triple salchow dan spin untuk komponen terakhirku di program ini'

"Kuh…" tanganku menyentuh es saat mendarat triple salchow 'Kecepatannya masih kurang…' tanpa membuang waktu, aku melakukan spin dengan sempurna sebagai pembalasan dendam. Step sequence sebagai sentuhan akhir dari program-ku aku lakukan dengan sempurna, kemudian berdiri tegak di tengah rink dengan merentangkan kedua tanganku, menunjukkan kalau aku hidup dengan memiliki arti "Hah… Hah…" paru-paruku terasa terbakar dan kakiku bergetar hebat, aku bisa mendengar detak jantungku sendiri 'Capek…'

"Hebat! Katsuki-kun! kamu hebat! Benar-benar hebat! Perfect! Aku tidak menyangka kalau aku sedang ber-skating bersama dengan genius sepertimu!" Yurika memberikan botol air minum dan handuk kecilku.

"Emn… terima kasih, tapi aku yakin kalau aku bukanlah seorang genius" memang bukan, aku hanya memiliki pengalaman lebih dalam hidupku. Pelan namun pasti aku keluar dari rink dan mendudukkan diri di kursi terdekat, menegak air dan mengelap keringat dari keningku menggunakan handuk.

"Itu tidak benar Yuuri" Minako-sensei menyela "Kamu memang genius, tidak ada yang mengajarimu cara melakukan trik di atas es dan kamu bisa melakukannya dengan sempurna" Minako-sensei mendudukkan dirinya di sebelahku dan menepuk kepalaku pelan "Terlebih coreografi dan music pilihanmu, semuanya, kamu memproduksi dua buah program dalam waktu singkat, kalau bukan genius, kau ini apa?!"

Aku benar-benar tidak nyaman dengan semua pujian ini, setelah aku rasa tubuhku stabil, aku berdiri dan kembali masuk kembali ke rink "Aku hanya anak kecil umur 10 tahun yang memiliki pengalaman hidup lebih panjang dari pada umurku" aku bisa melihat Yurika, Yuko, Takeshi dan Minako-sensei menatapku bingung, tapi aku tidak mau memperpanjang pembahasan ini, jadi aku memilih untuk membiarkan mereka tergantung dengan perkataanku tadi.

'Ketahuan atau tidak, bukan masalahku yang sekarang, sekarang aku hanya perlu memfokuskan diri pada kompetisi mendatang'

.

Sejak saat itu, Minako-sensei dan yang lainnya tidak memujiku saat aku melakukan sesuatu yang baru di dalam skating-ku 'Setidaknya mereka mengerti kalau aku tidak suka di puji…'

Tapi saat sedang istirahat, tiba-tiba Takeshi mendatangiku "Aku masih tidak mengerti, kenapa kamu tidak suka di puji sebagai genius…?" akhirnya hari ini datang juga, hari di mana aku mulai kembali kesusahan dengan bagaimana menjawab pertanyaan agar mereka percaya kalau aku adalah anak laki-laki 10 tahun yang normal.

"Aku tidak suka saja… pujian dan harapan yang berlebihan hanya akan membuatku tertekan dan stress"

"…Apa itu? kalau mendengarnya seperti itu, aku akan salah paham dan menganggapmu sebagai seorang Masochistic" aku tidak percaya… di umurnya yang ke 13, Takeshi sudah mengetahui hal yang harusnya memiliki rating 18 keatas.

aku berusaha untuk bertingkah tidak tau dengan apa yang di maskdukan dengan Takeshi "Ma –Maso? Apa itu?"

"Artinya kamu adalah manusia yang lebih suka di pukul dan merasakan sakit dari pukulan tersebut, dari pada membalasnya" dan setelah mengatakan hal itu, dia pergi meninggalkan diriku yang sedikit kagum dengan perkataannya barusan.

'Tidak aku sangka… aku di nasihati oleh anak smp…' tapi ada juga rasa lega setelah bicara dengan Takeshi, karena dia selalu memperlakukan aku sebagai anak kecil normal yang sedikit bisa melakukan trik di atas es.

'Aaah… aku ingin segera bertumu dengan Viktor…'

.

Aku bisa merasakannya dengan jelas, kalau lngkahku untuk bertemu dengan Viktor, semakin dekat.