Disclamer : Aoyama Gosho-sensei

Strawberry pie chapter 4

Ternyata mobil Hakuba Porsche! Aku agak gemetaran teringat Gin. Tapi aku masih tetap jengkel padanya. Aku masih menimbang-nimbang apakah akan pindah jususan. Tapi, kalau begitu aku jadi harus mengurus administrasi lagi, dan itu merepotkan. Dan sebenarnya, buat apa sih aku harus repot hanya untuk hal sepele gini- ngejauhun Hakuba sialan itu-. Dan mobilpun terus berlalu seiring dengan otakku yang beputar cepat

OooooooooooooooooooooO

ckittt! Suara ban mobil yang direm bergesekan dengan lantai parkiran universitas, terdengar menusuk telinga

"sudah sampai". Katanya. Aku sudah tau itu baka! Sahutku dalam hati.

Aku membuka pintu tanpa menunggu dia turun kemudian berkata "arigatou" dan akupun pergi.

OooooooooooooooooooooO
"and then, we must blablabla". Penjelasan tidak begitu kuperhatikan. Entah kenapa daritadi ada perasaan yang mengganjal dihatiku. Kayaknya bakal terjadi sesuatu...

"ms. Miyano, sepertinya kau tidak mendengarkan penjelasanku daritadi. Kalau begitu, silakan kerjakan hal.69 di papan tulis". Seru Mr. Dannean padaku

dengan malas aku melangkah kepapan tulis dan mengerjakan soal di papan tulis. Tiba-tiba aku melihat benda kecil berkilat yang terbang kearah ku. Terdengar bunyi 'prang!' keras. Sesuati seperti mengenai kepalaku. Menghantamku dengan keras, dan semua menjadi hitam.

OooooooooooooooooooooO

=normal pov=

Dan benda kecil bulat itu dengan cepat menghantam kepala Shiho.
"Shiho! Awas!". Bagai gerakan slow motion, tubuh Shiho hampir terjatuh menghantam lantai kalau saja tidak ada sepasang tangan kekar yang menahan jatuhnya tubuh mungil itu.

OooooooooooooooooooooO

=Shiho pov=

yang kulihat pertama kali saat aku bangun adalah langit-langit putih. Errrr ini surga ya? Pikirku ga jelas.

"apakah kau mengira kalau ini surga?". Sebuah suara membuyarkan lamunanku. Aku menoleh ke arah sumber suara tersebut. Tak jauh dari tempat aku berada, pria berambut pirang bergelombang itu berdiri sambil menyunggingkan senum sinisnya."sayangnya ini adalah ruang kesehatan sekolah".

Oh baiklah! Kenapa aku tidak menyadarinya dari tadi sih!

"kau harus berterima kasih padaku. Karna akulah yang 'mengangkut'mu sampai sini". Aku lalu teringat saat-saat terakhir waktu itu...dan kurasakan wajahku sedikit memanas

"ini. Pelakunya". Ia melemparkan sebuah benda bulat berwarna hijau padaku

"bola kasti?". Bola kasti yang menyebabkan aku pingsan begini?

"jangan meremehkan. Pemukul bola ini adalah penyetak homerun terbaik tahun ini". Baiklah, sebuah bola dengan seorang homeruner terbaik bisa membuatku pingsan ?

"kurasa kau harus istirahat disini, mau kubelikan roti. Atau sesuatu?"

"err gak usah"

"kalau gitu aku harus balik ke kelas Mr. Dennean kalau tidak mau dihukum mengerjakan essai tentang kasus-kasus pembunuhan". Ia beranjak pergi. Tapi,

"tunggu!" cegahku. Ups! Apa yang kulakukan?

"ng? Ada apa?"

"emmm. Arigatou"

"oh. Doita". Dan iapun keluar dari ruangan serba putih ini
OooooooooooooooooooooO

Kring...

Bel berbunyi nyaring. Aku bangkit dari tidurku dan menuju kelasku berikutnya. Aku berjalan menyusuri lorong sambil merapikan pakaian dan rambutku yang kacau akibat insiden 'bola dan home runner' tadi. Pikiranku kembali melayang pada kejadian tadi. Kok aku bisa-bisanya mengucapkan terima kasih padanya sih? Mungkin saja dia bohong? Tapi, ah! Bodo'

aku berjalan ke ruang kelas dan mendapati kosong

"eh?" aku menyadari sesuatu saat kulirik jam tanganku menunjukkan pukul 12 siang.

Ukh! Baka! Ini udah jam makan siang!

Akupun lalu berbalik arah ke cafetaria

OooooooooooooooooooooO

aku duduk di salah satu bangku di cafetaria. Menyuapkan sepotong muffin vanila kemulutku saat seseorang menepuk pundakku.

"hai". Sapa seorang gadis cantik berambut merah bergelombang kepadaku. 'who is she?'. 'siapa neh?'

"err, kenalin aku Scarlet Keith ". Cukup sesuai dengan rambutnya scarlet-merah tua- bisikku dalam hati.
"Shiho miyano". Jawabku singkat.

"kamu orang jepang?". Ia sepertinya kaget mendengar namaku

"yah, ayahku orang Jepang"

"oh" dia hanya ber-oh ria. Sebenarnya, apa sih maunya

"ada apa?" tanyaku langsung

"enggak. Cuma mau kenalan aja. Kamu anak baru psikologi kriminal kan?"

aku cuma ngangguk

"pacar Hakuba?"

"haah? Bukan!". Sanggahku.

"masa'?" tanyanya heran

"memangnya kenapa?"

"pangeran-es itu gak mungkin nolong cewek baru kayak kamu. Biasanya aja dia cuek sama cewek. Kok bisa?"

"err gak tau juga sih.."

"oh iya. Kau kan masuknya agak telat, kau harus belajar keras. Karena sebentar lagi kita mid semester"

benar juga sih apa katanya

"tinggal dimana? Kalau aku di-" dia menyerocos tak berhenti. Dia mirip sekali dengan Ayumi. Dan sepertinya, ia sudah melupakan pertanyaannya tadi

"aku home stay"

"oh-"

kring...

Bel kembali berbunyi menyelamatkan ku dari 'red devil*?*' ini.

Sebenarnya aku bukannya membencinya, tapi aku agak err segan dengan anak yang terlalu ceria? Karena pada dasarnya aku adalah gadis pendiam.

"sampai nanti". Kataku sambil melambai padanya

"sampai nanti" jawabnya sambil tersenyum ramah

OooooooooooooooooooooO

aku membaringkan tubuhku diatas spring bed dikamarku. Hari yang cukup melelahkan. Tapi setidaknya, aku punya seorang teman baru

"pangeran-es itu gak mungkin nolong cewek baru kayak kamu. Biasanya aja dia cuek sama cewek. Kok bisa?"

pertanyaan Scarlet kembali terngiang ditelingaku

'kenapa?'

Tentu saja karena aku tinggal dirumahnya dan tidak ingin repot

'tapi ia justru repot jika harus menggendongku keruang kesehatan?' sebuah suara dalam hatiku bertanya-tanya

'kenapa?'

aku tak tahu.

OooooooooooooooooooooO

akhirnya selesai juga chapter yang paling melelahkan ini,tapi kok ceritanya makin gaje ya?

Mungkin chapter depan agak lama publishnya. Gomen, Alfa g bisa publish cepet2 karena lagi buntu ide =u=

Ohya! Kesalahan Alfa yang baru Alfa sadari pas publish chapter 3 adalah, pairing yang sebenernya SaguruShiho jadi SaguruAi, *berarti Saguru ntar jadiannya sama anak kecil*?* dong!*

Special thanks bwt choco n kiara yang udah setia nungguin fic ini,

choco : ini juga sangatsangat*lebay* diusahain. Chapter2 kemaren tuh emang udah ditulis di buku tapi chapter ini harus kerja eksta *?*

kiara : semua 'kiara-kiara-kiara varionus' itu kamu sendiri atau ada yang lain? Makasih udah RnR.

Hiksu. Alfa nangis bahagia *episode 2?*

Huweeeee!

Udah ah nangisnya*?*

Review plisss