Chapter 4

Title: My Friend

Author: Lee Shikuni

Archip: Ending? Gmn Readers-nya aja, deh, chapter, yaoi

Genre: Friendship, romance, horror(?), fantasy(?)

Cast: -Lee Sung Min (Super Junior)

-Kim Ryeo Wook (Super Junior)

-And OC

Warning: Typo(s), GJ, rumit, dll.

A/n: Sebenernya Shi bikin nie FF asal. Cuma iseng2 aja, karna inspirasinya tiba2 dtg abis nonton (Inspirasi nakal). Tapi karna ada beberapa org yg minta next&pujian dari temen sekelas, akhirnya di next jg nie FF. YeSungdahlah…. DLDR! Happy reading… ^^

AUTHOR POV

Setelah pertemuan(?) Sung Min dan Kyu Hyun di taman waktu itu, hubungan Sung Min dan Kyu Hyun semakin dekat. Respon dari anak-anak kampus lain memang kurang bagus. Apa lagi yeoja. Tapi tidak Sung Min pedulikan tentang itu.

Ryeo Wook juga, yang awalnya selalu mengikuti Sung Min kemana pun ia pergi, sekarang dia akan menghilang. Pergi ntah kemana jika Sung Min sedang berdua dengan Kyu Hyun. Malas mungkin melihat mereka. Di tambah lagi dulu dia pernah menyukai Kyu Hyun juga, bukan? Waktu Ryeo Wook untuk benar-benar berdua dengan Sung Min hanya malam hari sebelum Sung Min tidur di kamarnya. Itu, sudah menjadi rutinitas Sung Min.

"Minnie…" panggil Kyu Hyun lembut. Sekarang mereka sedang berada di sebuah taman kota.

"Annyeong, Kyu… Menunggu lama?" tanya Sung Min tak enak. Kyu Hyun menggeleng.

"Ani…" jawabnya kemudian.

"Lalu, untuk apa kita diam di sini sore-sore begini, Kyu? Tugasku banyak, lho…" tanya Sung Min.

"Aku… Ingin mengatakan sesuatu, Minnie" ucap Kyu Hyun tenang.

"Mwoya?" tanya Sung Min tak sabar. Kyu Hyun menggeleng pelan.

"Kajja cari kafe untuk makan malam" ajak Kyu Hyun. Dan mau tak mau, Sung Min menuruti ajakan Kyu Hyun.

ΩΩΩ

Makan malam selesai. Ini sudah malam. Tapi Sung Min dan Kyu Hyun tetap berjalan-jalan di taman yang sudah sepi sejak tadi itu.

"Kyu… Sebenarnya kau mau apa, sih? Aku benar-benar sibuk sekarang" keluh Sung Min. Kyu Hyun hanya tersenyum penuh rahasia.

"Tunggu di sini sebentar ne, Minnie?" pintu Kyu Hyun. Dan dia melangkah agak jauh dari Sung Min. Sung Min tetap menurut, dan diam dengan sejuta tanda tanya.

Kyu Hyun berjongkok. Dan ntah dia sedang melakukan apa. Tapi beberapa detik kemudian, Kyu Hyun kembali berdiri di samping Sung Min dengan senyuman puasnya.

Sung Min menatap benda 'aneh' yang Kyu Hyun letakkan di tanah, agak jauh dari mereka.

"1… 2… 3!" seru Kyu Hyun.

Dan sesuai hitungan, satu per satu ledakkan kembang api menghiasi langit malam Seoul. Kyu Hyun tersenyum puas melihatnya. Sung Min melihatnya dengan takjub tanpa berkedip sekali pun. Namun matanya memanas, tak bisa menahan rasa harunya.

"Saranghae Lee Sung Min" ucap Kyu Hyun sembari menatap mata foxy Sung Min dalam.

Sung Min juga menatap Kyu Hyun lekat-lekat. Mencari kebohongan dalam tatapan mata itu. Tapi nihil. Dia tak menemukkan apa pun kecuali sebuah rasa cinta yang besar. Perlahan air mata Sung Min menetes. Di antara percaya dan tidak, keinginannya terkabulkan. Menjadi namjachingu Kyu Hyun. Kyu Hyun mengusap air mata Sung Min perlahan. Raut wajahnya berubah cemas.

"Wae? Apa aku menyakiti hatimu, Minnie?" tanya Kyu Hyun hati-hati. Sung Min masih belum bisa menjawabnya. "Ya sudah. Jika kau tak membalasnya pun tak apa. Aku tak memaksamu. Mungkin kau bukan seorang gay sepertiku. Tapi berjanjilah selalu di sisiku, ne?" pinta Kyu Hyun sembari tetap mengusapi air mata Sung Min yang kian lama, kian deras. "Mia-" perkataan Kyu Hyun terpotong saat Sung Min menggenggam tangannya erat sekali.

"Kyu! Naega… Naega…" Sung Min tak bisa melanjutkan kata-katanya. Mungkin karena saking senangnya(?). Dan dengan cepat, di peluknya Kyu Hyun dengan sangat erat. Seolah tak ingin kehilangan namja itu.

Kyu Hyun terlonjak kaget. Matanya membulat sempurna. Dia tak mengerti. Tapi dia merasa senang dan menikmati pelukkan hangat dari Sung Min. dan membalas pelukkannya.

"Nado saranghae, Cho Kyu Hyun" gumam Sung Min mantap tepat di telinga Kyu Hyun.

Kyu Hyun terkejut tak mengerti. Lalu melepaskan pelukkannya. Di tatapnya mata Sung Min yang masih sangat terlihat sekali habis menangis.

"Apa katamu, Minnie? K-Kau serius?" tanya Kyu Hyun tak percaya.

Sung Min menutup matanya. Dan menarik nafas dalam-dalam untuk mengatur emosinya. Lalu mengangguk sekali dengan pasti.

"Ne- Mphtpm!" ucapan Sung Min di bungkam dengan bibir Kyu Hyun yang sudah setia melumat bibir bershape M-nya itu.

Sung Min terbelalak kaget. Tapi beberapa detik kemudian, dia menutup matanya kembali dan mengikuti permainan Kyu Hyun.

Cukup lama mereka bercumbu, hingga kembang api itu habis, barulah mereka melepaskan 'tautan' mereka.

"Minnie, kenapa tadi kau menangis, eoh?" tanya Kyu Hyun dengan tatapan yang masih cemas.

"Aku terlalu terharu dan bahagia. Ternyata impianku jadi kenyataan." Jawab Sung Min seraya terkikik.

"Impian? Memangnya apa impianmu, Minnie?" tanya Kyu Hyun.

"Jadi namjachingumu!" jawab Sung Min semangat dan keduanya tertawa bersamaan.

ΩΩΩ

DUK! Suara pintu sebuah kamar berhiaskan warna pink tertutup dengan lembut. Seorang namja masuk dengan senyum tak lepas dari wajahnya. Namja itu Lee Sung Min. Setelah mengganti pakaiannya dengan piyama, sudah menjadi suatu rutinitas baginya untuk menunggu seorang 'teman'nya datang.

"Kau terlihat senang sekali" ucap seseorang yang dengan tiba-tiba sudah muncul. Tengah duduk di ujung ranjang bersprai pink milik Sung Min. Sung Min tersenyum melihat ke datangannya.

"Tentu saja! Coba tebak apa yang kulakukan dengan Kyu Hyun tadi. Aaahh… Dia romatis sekali!" pekik Sung Min tertahan saking senangnya. Dan dia kembali membayangkan kejadian yang tadi di taman.

"Aku sudah tahu. Jangan di ceritakan lagi" ucap seorang Gwishin bernama Kim Ryeo Wook itu dengan malas.

"Sudah? Kau melihat kami, ne?" terka Sung Min. Ryeo Wook hanya tersenyum tipis menanggapinya. "Kau tidak cemburu, kan?" tanya Sung Min hati-hati. Ryeo Wook menggeleng pelan.

"Ada yang lebih penting dari pada cinta lamaku itu" gumam Ryeo Wook.

"Mwoya?" tanya Sung Min penasaran. Ryeo Wook kali ini tersenyum dengan senyum terbaiknya seraya menggeleng. "Kalau tidak mau cerita ya sudah. Aku mau tidur. Selamat malam, Ryeo Wook~ah" ucap Sung Min dan beranjak tidur.

Ryeo Wook masih setia berada di kamar bernuansa pink itu yang kini gelap. Hanya di terangi lampu tidur.

"Tunggu saja waktu mainnya" gumam Ryeo Wook, setelah sebelumnya memastikan Sung Min benar-benar sudah terlelap. Ryeo Wook mengukir senyumnya yang terlihat menyeramkan itu. Lalu dengan perlahan menghilang begitu saja.

TBC~

Akhirnya bisa diem2 update juga!

Nie, yang minta update cepet. Gamsahamnida udh mau baca FF iseng2 aku, ini.

Sebenernya kmrn udh mau update. Cuma, takut ketauan Eomma yang baru plg, karna skrg Shi lagi UTS&dilarang pegang computer. Dan sekarang baru bisa update. :3

Mrs. M: Mianhne kalo udh greget nunggu update-nya. Sekarang udh update, nih. Moga suka~ 3

Review, please….~ 3