Title: Destiny
Cast: All EXO Member
Pair: Official Pair
Summary: Takdir yang mempertemukan mereka kembali. Suatu takdir yang terulang kembali. EXO fic. KrisTao/TaoRis HunHan ChanBaek/BaekYeol SuLay ChenMin KaiDo
Disclaimer: Semua member EXO itu punya tuhan dan orangtua mereka. Tapi cerita ini berasal dari otak-ku.
-0-
"Aku tidak mau menemani Time Controller hyung,"
Tao dan halmeoni-nya langsung menengok kearah suara berasal. Ia menemukan Sehun dan Baekhyun disana. Dan yang mengeluarkan suara adalah.. Sehun.
"Se-Sehun?"
"Mianhae Tao hyung, tapi.. aku tidak bisa mengulang takdir kembali," kata Sehun "Aku muak. Lagipula aku punya teman-teman baru sekarang. Aku punya dunia baru,"
Baekhyun menatap Sehun, Tao, dan halmeoni bergantian. Ia tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh mereka. Jujur saja, saat diajak menguping (?) tadi oleh Sehun, ia tidak mengerti sama sekali.
"Sehun, halmeoni mohon, jangan-lah bersikap egois seperti ini," kata halmeoni
"Egois apa? Aku sama sekali tidak bersikap egois! Aku hanya menolak untuk menjalani takdir atau apalah itu!"kata Sehun
"Tapi, menurut buku ramalan…,"
"Aku tidak peduli dengan apa yang dikatakan buku ramalan itu! Itu hanya sebuah buku! Tidak mungkin menentukan kelanjutan hidup kita! Hanya orang-orang bodoh dan terikat dengan masa lalu yang percaya dengan ramalan di buku itu!"
"Tapi, apakah kau tidak merindukan Telepathy…," potong Tao
"Jangan menyebutkan nama itu dihadapan-ku! SEKALIPUN JANGAN! Aku sudah muak dengan semua-nya. Kalian tidak mengerti perasaan-ku! Di masa lalu, aku lah yang paling tersakiti! Aku tidak mau merasa tersakiti lagi! Jadi, aku mohon. Jangan mengajakku untuk menuruti apa yang dikatakan buku ramalan itu," sela Sehun
"Baiklah. Kau bebas melakukan apa-pun semau-mu. Tapi… aku hanya ingin kau membantu satu hal," kata Halmeoni
"Apa itu?"
"Undur waktu kedatangan 'mereka' dengan angin-mu, setidak-nya undur selama satu hari, aku.. butuh waktu lebih lama untuk menyiapkan semua-nya,"
Sehun terdiam mendengar perkataan halmeoni. Ia berfikir.
Setelah cukup lama berfikir, ia akhir-nya menganggukan kepala-nya. Menyetujui permintaan halmeoni-nya itu.
"Baiklah, aku setuju. Asalkan.. aku tidak perlu diikut sertakan dalam perjuangan bodoh ini,"
-0-
Tao, Sehun, Baekhyun, dan halmeoni kini sedang berada di ruangan bawah tanah rumah Tao-Sehun. Mereka berdiri mengelilingi satu meja. Dan di meja tersebut, terlihat buku kuno atau yang disebut dengan buku ramalan itu terbuka.
Halmeoni terlihat menuliskan sesuatu di halaman kosong buku tersebut. Halaman paling belakang, lebih tepat-nya. Tulisan-nya seperti ini.
Para pemilik kekuatan terkuat dipermukaan bumi ini.. Frost, Telepathy, Flight, Water, Healer, Light, Lightning, Flame, Earth, Time Controller, Teleporter, dan Wind.. aku, penjaga dua belas kekuatan ini, mengharapkan kalian untuk berkumpul di jembatan Sungai Han, jam delapan malam, pada tanggal 5 Desember, atau lebih tepat-nya 2 hari lagi. Aku.. berharap kalian semua akan berkumpul tepat waktu. Walaupun aku tau beberapa dari kalian melupakan ingatan masa lalu ini, tapi.. kuharap kalian berkumpul untuk membicarakan tentang kembali-nya sang 'Sieben'.
Selesai. Itulah pesan yang ditulis oleh Halmeoni. Halmeoni Tao-Sehun-Baekhyun yang sebenar-nya merupakan… penjaga dari pohon kehidupan. Penjaga dua belas kekuatan. Seseorang yang menjamin agar dua belas kekuatan itu bersatu kembali.
Dan.. kata-kata yang ada di-buku itu tiba-tiba menghilang. Menghilang untuk timbul di buku lain-nya.
-0-
Kai mendudukkan diri-nya di teras rumah-nya. Ia membuka buku ramalan yang ia punya. Ia menampakkan smirk-nya ketika membaca kata-kata yang tertulis dibuku itu.
"Jadi, nenek-nenek tua itu bermaksud untuk mengumpulkan semua-nya lagi, ehh?" pikir Kai
"Hmm, baiklah. Tidak usah salah-nya juga untuk datang. Lagipula ini memang tujuan-ku kan? Untuk datang dan menyatukan semua-nya lagi," gumam Kai
Kai menutup buku itu dan menutup mata-nya juga. Ia merasa lelah. Padahal ia tidak melakukan apa-pun.
"Hft… Entah kenapa aku sudah dapat merasakan lelah-nya pertempuran nanti…,"
-0-
"Lu-Luhan hyung…,"
Luhan, yang saat itu sedang memasak, menoleh kearah Chen. Mata-nya melebar ketika melihat buku yang berada di meja makan itu tiba-tiba terbuka dan menunjukkan cahaya dari dalam-nya.
"A-Apa yang terjadi?" tanya Luhan
Luhan buru-buru mematikan kompor dan langsung duduk di sebelah Chen. Ia langsung merebut buku itu.
"Ch-Chen.. ini, ini pesan dari Nana…,"
"Na-Nana? Maksud hyung Nana halmeoni?"
"Ne.. tentu saja dari Nana halmeoni. Siapa lagi?" balas Luhan
Luhan membacakan pesan itu pelan-pelan. Yang penting terdengar oleh Chen, begitu pikir-nya.
"Lu, Lulu hyung mau datang?" tanya Chen
"Mollayo…,"
"Apakah.. apakah Frost hyung akan datang, hyung?" tanya Chen
"Seperti-nya.. mungkin.. entahlah..,"
Luhan membaca ulang pesan itu berkali-kali. Suatu kerinduan timbul di hatinya begitu membaca kata-kata 'Wind'. Ia berfikir, akan-kah Wind akan datang ke pertemuan itu?
"Kurasa kita akan datang, Chen, tapi sembunyi-sembunyi saja," kata Luhan akhir-nya
"Hmm.. Baiklah hyung,"
-0-
"CH-CHANYEOL!" teriak Kris
Kris menatap ngeri pada buku di tangannya yang tiba-tiba jatuh dan terbuka sendiri. Buku itu juga menampilkan cahaya yang begitu terang. Membuat Kris tidak mau menatap-nya.
Chanyeol, yang memang masih berada di rumah Kris, langsung berlari kearah suara teriakkan berasal. Ia juga langsung melebarkan mata-nya karena melihat apa yang terjadi.
"A-Ada apa dengan buku itu, Kris?" tanya Chanyeol
Chanyeol buru-buru menghampiri buku itu dan mengambil-nya. Ia menatap halaman yng terbuka itu.
"Kris. I-Ini.. pesan dari..,"
"Jangan bilang dari nenek tua itu!"
"Tidak, tidak salah lagi. Ini pesan dari Park Nana…," kata Chanyeol
Kris menatap Chanyeol tidak percaya. Ia langsung merebut buku itu dari tangan Chanyeol.
"Kau sudah membaca pesan-nya?" tanya Kris
"Sudah, dia.. menyuruh kita berkumpul,"
"Berkumpul? Maksud-mu, semuanya berkumpul? Frost, Telepathy, Light.. Time Controller..?" tanya Kris
"Ya.. tentu saja, dan menurutku, malah Time Controller dipastikan akan datang, Kris," kata Chanyeol
"Dipastikan akan datang? Kenapa?"
"Karena.. pesan yang dikirim dari buku ini, adalah pesan yang dikirim dari buku yang dimiliki Time Controller, Wind, serta Light…,"
-0-
"Yi-Yixing ah! Bukunyaa!" kata Xiumin panik
Lay langsung menoleh kearah Xiumin. Matanya melebar ketika melihat buku yang ada di tangan Xiumin terbuka lebar pada halaman terakhir dan menampakkan cahaya yang begitu terang. Siapapun akan dibuat silau olehnya. Tapi, anehnya, orang-orang disekeliling mereka sama sekali tidak terganggu akan cahaya itu.
Lay langsung merebut buku itu dari tangan Xiumin. Benar dugaannya. Muncul tulisan dihalaman terakhir buku itu. Lay menampakkan senyumnya ketika membaca tulisan itu.
"Rupa-nya Nana sudah memikirkannya sejauh ini, eoh? Sampai-sampai menyampaikan pesan ini pada kami semua," pikir Lay
"Maksudnya apa, ya Lay?" tanya Xiumin polos
"Mollayo ge," jawab Lay berbohong "Mungkin, kita disuruh datang ke sungai Han tanggal lima Desember nanti?"
"Memang begitu sih tulisannya," kata Xiumin sambil menggigit bibirnya, ia bingung "Kau mau datang atau tidak, Lay?"
"Aku.. ada acara," kata Lay, kembali berbohong
"Jinjja? Menurutmu aku harus datang atau tidak?" tanya Xiumin
"Molla, gege mau datang atau tidak?" tanya Lay
"Aku, bingung…," kata Xiumin "Aku penasaran, tapi aku takut kesepian tanpa-mu, aku takut ternyata terjadi hal yang tidak-tidak,"
Lay tertawa kecil melihat kepolosan gegenya tersebut. Ia lalu menepuk pundak hyungnya.
"Ya sudah, aku akan menemani gege, ne?" kata Lay sambil tersenyum. Menampakkan dimple-nya
"Jinja? Yeyy, gomawo Yixing-ah," kata Xiumin senang
"Ne, ge..,"
-0-
Suho dan D.O kini tampak terduduk kelelahan. Keringat membanjiri tubuh mereka. Tentu saja. Siapa yang tidak lelah jika berlatih apa yang pernah kau kuasai dulu tapi sekarang tidak, selama 4 jam lamanya? Siapa coba yang tidak lelah jika seperti itu?
"Suho hyung," panggil D.O "Ambilkan buku tua yang ada di ruang tamu bisa tidak? Tolong~"
Suho menatap D.O malas. Anak ini. Selalu seenaknya saja.
"Shireo," balas Suho singkat, padat, dan jelas
"Aishh, please hyung, please," pinta D.O sambil mengatupkan kedua tangannya "Aku lelah sekali~ Kalau tidak lelah aku juga akan mengambilnya sendiri," D.O menampakkan aegyo-nya
D.O mempoutkan bibir-nya ketika melihat reaksi Suho yang biasa-biasa saja. Aegyo D.O memang tidak pernah berhasil apabila dengan Suho. 'Huh, coba saja kalau dengan Teleporter, permintaanku pasti akan dituruti semuanya,'pikir D.O
D.O terdiam. Ia teringat akan dongsaengnya yang sangat ia sayangi. Dongsaengnya yang ia cintai. Dongsaengnya yang melindunginya dengan segenap jiwanya. Dan, dongsaengnya yang terbunuh karena melindungi dirinya…
D.O menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak mau teringat lagi dengan kenangan buruk itu.
Suho melirik kearah D.O. Suho tau, D.O pasti teringat akan 'Teleporter'. Suho tau itu.
"Sudahlah, diam dulu disini, aku akan ambilkan buku itu," kata Suho sambil perlahan berdiri
Sebelum melangkahkan kaki, Suho mengacak-acak rambut D.O dan langsung berlari meninggalkan D.O yang terkaget dengan kelakuan Suho.
"YAKK! SUHO HYUNGG!"
D.O langsung bangkit dari duduknya dan berlari mengejar Suho. Ia memang tak pernah suka jika ada yang mengacak-acak rambutnya. Ya, kecuali bagi satu orang.
Suho terlihat sudah duduk di sofa ruang tamu ketika D.O sampai. Suho terlihat membaca halaman terakhir dari buku tua yang dimaksud D.O.
"Hyung, baca apa?" tanya D.O penasaran, melupakan amarahnya
"Nana-ssi sudah mulai bergerak rupanya," kata Suho
"Nana-ssi? Nana-ssi yang itu?" tanya D.O tidak percaya "Apa katanya, hyung?"
D.O buru-buru duduk di sebelah Suho dan merebut buku itu secara paksa. Suho hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan D.O.
D.O membaca kata demi kata dengan teliti. Ia membulatkan matanya ketika selesai membaca.
"Jadi tanggal 5 Desember kita harus ke sungai Han, hyung?" tanya D.O
"Ya, kufikir begitu, mungkin yang lain juga akan datang," jawab Suho
"Humm, baiklah.. sepertinya 5 Desember akan menjadi hari yang menarik~," kata D.O sambil tersenyum cerah
-TBC-
Akhirnyaa~ Part ini selesai jugaaa *sujudsyukur* Maaf karena update-nya lama banget, sebenernya FF ini mau aku post kemarin, tapi karena modem tidak mendukung, ya.. gajadi u,u
Gomawo buat semua yang udah review. Maaf kalau Nana ga pernah bisa bales review kalian. Ini aja Nana buatnya tengah malem, sekalian ngedit ceritanya.
Makasih buat salah satu reader yang udah ngoreksi cara penulisanku. Gomawo, ne? Semoga cara penulisanku udah benar.
Big thanks to: Phindi little Panda, Hyegun EXOtics, , tiikaaa, Jin Ki Tao, Ryu Chanhyun, Scarlet Azur4sky, kasduu3424, Guest, Mochibum, Brigitta Bukan Brigittiw, acidcid, taoris lover, sari2min, kimhyunshi.
And big special thanks to: River21. Makasih udah ngoreksi cara penulisanku. Semoga udah bener ya disini :)
Oh ya, buat yang tanya-tanya tentang kenapa exo belum ketemu, apa mereka dah ngelawan 'mereka' sebelumnya, itu bakal kejawab seiring chap demi chap :D dan buat yang nanya ini bakal sampai chap berapa, kayaknya ga bakal tuntas dalam 5 chap u,u
