Author : chen21ina
Title : ME VS YOU
Cast :
Kim Jongdae
Wu Minseok
and other
Rated : T
Chapter 4 !
"Min aku ingin bertanya sesuatu padamu ?" tanya Jongdae di sela-sela kegiatan nya mengayuh sepeda.
"Hmm tanya saja "
"kenapa kau begitu peduli pada Taeoh ? padahal kalian baru bertemu "
"Wajah Taeoh mengingatkan ku pada seseorang Dae-ah " jawab Minseok " penyelamat ku saat aku berumur tujuh tahun" Lanjutnya.
Flashback
"Kau ini bicara dengan bahasa apa ? hahahaha anak aneh ! jika tidak bisa bicara tidak usah ikut bermain " Ucap seorang anak laki-laki pada seorang anak perempuan yang kini sedang menunduk menyembunyikan tangisnya.
"Benar yang di katakan Minghao sana pergi " Ucap anak yang lain bahkan ia dengan berani mendorong anak perempuan tadi.
"Yakkk apa yang kalian lakukan ! " Tiba-tiba seorang anak laki-laki lain datang dan dua anak kecil tadi seketika merasa takut .
"Chen-ah dia ini anak aneh mau bermain tapi tidak bisa bicara " ucap anak yang bernama Minghao.
"Minnie hanya ingin ikut bermaiiiinnn kenapa kalian sangat menyebalkan " Akhirya anak perempuan tadi pun bicara dengan menggunakan bahasa Korea padahal saat ini ia sedang berada di China, negara asal ibunya.
"Kau dari Korea ?" Tanya anak laki-laki bernama Chen .
"Iya Minnie dari Korea, Minnie baru pertama ke China jadi Minnie tidak bisa bahasanya. Tapi Minnie ingin ikut bermain " Chen menghela nafas kemudian ia menatap dua orang di hadapannya sebelum kembali menatap anak perempuan yang wajahnya penuh dengan air mata tersebut.
"Nama mu Minnie ?" Tanya Chen.
"Xiumin, nama china ku Xiumin, eoh kau bisa bahasa Korea juga ?" tanya Xiumin kemudian ia baru sadar jika laki-laki di hadapannya berbicara menggunakan bahasa Korea.
"Ayah ku orang Korea, dan eomma ku China jadi aku sudah terbiasa menggunakan bahasa China dan juga Korea" jawab Chen lalu ia tersenyum.
"Teman-teman mulai hari ini Xiumin teman kita juga, jangan ada lagi yang mengejeknya " Ujar Chen galak.
Sejak saat itu Xiumin selalu bermain bersama Chen di taman dekat komplek rumahnya, Xiumin masih tidak bisa berbahasa China sehingga Chen yang bertindak sebagai penerjemah untuk gadis kecil tersebut. Namun sayang pertemanan mereka tidak berlangsung lama karena dua minggu setelahnya Chen harus kembali ke Korea karena urusan pekerjaan sang ayah.
Jongdae menghentikan laju sepedanya lalu kemudian menatap wajah Minseok dalam.
"Jadi nama china mu itu Xiumin? " tanya Jongdae dan Minseok menganggukan kepalanya semangat, persis seperti anak kecil.
"Eomma sebelum kita kembali ke Seoul, bisakah kita pergi ke taman terlebih dahulu ? aku ingin mengucapkan salam perpisahan untuk teman ku " tanya Chen kepada sang eomma.
"Teman mu atau kekasih mu Jongdae-ya "
"Haiissshh appa nama ku itu Chen !"
"Tapi nama korea mu adalah Kim Jongdae nak " ucap Junmyeon sang ayah .
"Jongdae-ya kau melamun ?" Jongdae tersadar dari lamunannya saat Minseok memegang lengan Jongdae.
"aku tidak melamun, aku sedang beristirahat. Bukan kah aku sudah mengatakan bahwa kau ini berat" Jawaban Jongdae kemudian membuat Minseok mendengus. Perjalanan selanjutnya di lalui Minseok dan Jongdae dalam diam. Tanpa Minseok ketahui Jongdae sedari tadi terus saja tersenyum.
.
.
"Minseok dan Jongdae itu kemana ? kenapa sampai sekarang belum kembali " Chanyeol berujar cemas. Saat ini Chanyeol,Jongin dan Kyungsoo sudah kembali kerumah Jongdae namun sang pemilik rumah justru belum kembali.
"Kau tenang saja Chanyeol-ah, Minseok aman jika bersama dengan Jongdae" Ujar Jongin santai.
Chanyeol dan Kyungsoo kompak menoleh kearah Jongin, tidak biasanya Jongin akan setenang ini jika Minseok pergi dengan orang asing. Minseok,Kyungsoo,Jongin dan juga Chanyeol sudah bersahabat sejak masih duduk di bangku senior high school mereka berempat saling berbagi dalam suka maupun duka. Walaupun memiliki impian dan pekerjaan masing-masing namun setiap minggunya mereka selalu menghabiskan waktu bersama. Diantara ke empatnya hanya tinggal Minseok saja yang belum lulus Kuliah, Kyungsoo sudah berhasil menjadi seorang dokter anak, Jongin yang bekerja di Kim Corp dan Chanyeol yang mendirikan restoran sendiri.
Minseok bukanlah gadis yang bodoh, jika dia mau tentu saja ia sudah lulus sejak satu tahun lalu bersama dengan ketiga sahabatnya ini. Minseok sengaja memperlambat waktu kuliahnya dan selalu berbuat ulah hanya untuk mendapatkan perhatian dari sang appa. Minseok tidak ingin kembali ke masa ia SMA dulu, dahulu Minseok anak yang baik dan penuh prestasi namun Yifan tetap tidak meliriknya hanya jika ada acara pertemuan dengan relasi bisnis Yifan akan membanggakan segala prestasi Minseok, padahal Yifan tidak pernah mengajarkan Minseok barang sedikitpun. Hal tersebut membuat Minseok mengubah pandangannya, ia tidak ingin lagi menjadi gadis penurut dan ia bersikap sangat berkebalikan. Minseok ingin Yifan sadar bahwa Minseok tidak bisa melakukan apa pun tanpa bimbingan sang ayah dan berakhir dengan Yifan yang akan meluangkan waktunya untuk Minseok. Namun sayang hal tersebut tidak pernah terjadi, bahkan kini Yifan dengan teganya meminta bantuan teman semasa sekolahnya dulu untuk mendidik Minseok.
"Jongin-ah kau pasti tahu sesuatu tentang pria bernama Jongdae itu kan ?" tanya Chanyeol penuh selidik.
"Benar kau pasti tahu sesuatu, sebenarnya ada apa ?" Kini Kyungsoo pun ikut bertanya. Jongin di buat gelagapan sendiri di pandang intens oleh sahabat dan kekasihnya.
"Aku tidak tahu apa-apa, ini hanya feeling saja . feeling ku mengatakan bahwa Jongdae adalah orang baik"
"Ck Soo-ya rupanya kekasih mu ini sedang mencoba untuk berbohong "
"Kyuuuuunnggg !" Semua mata kini melihat kearah Minseok yang baru saja datang dengan di bonceng oleh Jongdae.
"Astaga Minseok kaki mu kenapa ?" Kyungsoo langsung berujar panik saat melihat kaki Minseok yang berdarah.
"Hehehe tadi aku jatuh obati aku yah " Kyungsoo hanya mengangguk mendengar penuturan Minseok.
"Chanyeol Jongin kalian jangan memarahi Jongdae, aku jatuh karena kecerobohan ku sendiri justru Jongdae lah yang tadi menolongku" Ucap Minseok cepat saat melihat Chanyeol yang akan marah pada Jongdae.
.
.
Yifan mengusap wajah nya kasar, perkataan Yixing tempo hari masih terus terngiang di otaknya, Minseok putrinya yang kesepian.
"Yifan-ah kau baik-baik saja ?" Yifan tersenyum mendengar pertanyaan Jessica. Dia adalah teman lama Yifan semasa kuliah, dan saat ini resmi menjadi kekasih Yifan terhitung hubungan mereka sudah berjalan selama lima bulan.
Jessica sendiri adalah seorang desiner yang cukup sukses, ia mempunyai seorang putri yang berusia dua tahun di bawah Minseok.
"Aku memikirkan Minseok " ucap Yifan lemah.
"Memangnya kenapa dengan Minseok?"
"Kau tahu sendiri kan bahwa kelakuan Minseok belakangan ini sangat tidak bisa di tolerir. Jadi aku menitipkan Minseok pada Yixing dan Junmyeon" Jelas Yifan."Dulu sebelum Zitao meninggal dunia, ia pernah mengatakan sangat ingin menjodohkan Minseok dengan Jongdae putra dari mereka" Lanjutnya.
"Jangan bilang bahwa kau menitipkan Minseok pada Junmyeon agar sekalian mereka menilai sendiri bagaimana Minseok ? itu kah yang kau pikirkan?" tanya Jessica dan Yifan hanya mengangguk.
"Dan sebenarnya Minseok tidak tahu apa pun tentang siapa Yixing ataupun Junmyeon. Yang ia tahu hanyalah mereka berdua temanku semasa sekolah" Ucap Yifan.
"Astaga Yifan, tidak tahukah kau apa dampak dari perbuatan mu ini ? Minseok akan merasa bahwa kau tidak peduli padanya " Jessica hanya menghela nafas "Kusarankan lebih baik kau jemput Minseok segera, sebelum ia merasa lebih tidak di pedulikan" .
Yifan lagi-lagi hanya mengangguk saja, semua yang di katakan Jessica benar. Ia harus segera menghubungi Yixing dan Junmyeonn untuk menjemput Minseok.
.
.
"Min, aku sudah mengurus untuk jadwal terapi karena ini adalah terapi rutin jadi Taeoh akan tinggal di Seoul untuk sementara" ucap Kyungsoo.
"Aaahh begitukah, maafkan aku yah Soo aku sangat merepotkanmu "
"Tidak masalah lagipula Taeoh anak yang lucu, aku senang membantu "
"Aku mencintaimu Kyungsoo-yaaa"
"Aku lebih mencintaimu Minseokiieee "
"Oh astaga kalian berdua ini membuatku cemburu !" Jongin tiba-tiba saja muncul dan merusak acara lovey dovey Kyungsoo dan Minseok.
"Min besok aku sudah harus kembali ke Seoul, pekerjaanku menumpuk" Kata Jongin, dan seketika senyuman Minseok pun menghilang.
"Kau juga akan pulang kyung ?" Tanya Minseok dan Kyungsoo hanya mengangguk.
"Tidak bisakah kalian tinggal lebih lama ?"
"Maafkan aku Min, tapi pimpinan perusahaan ku sedang cuti juga jadi pekerjaan ku di kantor menjadi dua kali lipat" ujar Jongin menyesal.
"Jongdae-yaaaaaaaaa " Baekhyun tiba-tiba saja masuk ke dalam rumah, membuat Jongin mengernyitkan kening nya.
"Oh maaf aku tidak tahu jika sedang ada tamu " Baekhyun kemudian menundukan kepalanya.
"Jongdae ada di kamarnya Baek, kau langsung masuk saja-"
"Heyy aku membuatkan Jus untuk kalian semua " Chanyeol tiba-tiba saja muncul dari arah dapur membuat Minseok tidak jadi menyelesaikan kalimatnya.
Pandangan Baekhyun dan Chanyeol bertemu, mereka saling pandang sebelum Baekhyun terlebih dahulu memutuskan kotak mata keduanya dan segera masuk ke kamar Jongdae.
"Min dia siapa ?" tanya Chanyeol antusias.
"Itu Baekhyun, pacarnya Jongdae " jelas Minseok.
"Hah ? Apa kata mu ?" ucap Jongin membuat ketiga orang disana menoleh, mustahil jika Baekhyun adalah kekasih Jongdae, jelas-jelas Jongdae itu jodohnya Minseok. Jongin terlihat sedang berpikir keras membuat ketiga temannya kebingungan. Ada apa dengan Jongin ?
.
.
Suasana rumah Jongdae yang biasanya sepi kini berubah menjadi sangat ramai. Ternyata Baekhyun dan Chanyeol adalah tipe orang yang sama,berisik. Walaupun baru bertemu namun keduanya sudah bisa dekat, tidak jarang Chanyeol ataupun Baekhyun akan mengeluarkan candaan yang mampu membuat mereka semua tertawa.
Deru mesin mobil di halaman rumah membuat semuanya terdiam, lalu Junmyeon dan Yixing muncul dari balik pintu , Baekhyun yang terlihat sangat antusias.
"Ahjusiiiii ahjuma anyeonggg !"
"Wahh banyak tamu ternyata " Chanyeol,jongin,Kyungsoo dan Minseok kompak menundukan kepalanya sopan saat melihat kedatangan orang tua Jongdae.
"Appa ?" Minseok terkejut saat melihat Yifan kini muncul, namun senyum Minseok berubah masam seketika saat melihat Jessica disamping Yifan.
Kini para orang tua sedang berbicara di ruang tamu dan keenam anak muda disana menunggu di taman belakang.
"Min apakah hukuman mu sudah selesai ? buktinya Yifan ahjusi menjemputmu kan ?" tanya Kyungsoo dan Minseok hanya menggelengkan kepalanya.
Minseok tidak memikirkan hal tersebut, yang ia pikirkan saat ini adalah kehadiran Jessica. Ia pernah bertemu dengan Jessica satu kali saat itu Yifan memperkenalkan Jessica sebagai teman lamanya, dulu Minseok tidak memiliki kecurigaan sedikitpun pada Jessica. Tapi Minseok yakin appa nya ini pasti memiliki hubungan khusus dengan wanita tersebut karena mustahil Yifan akan membawa seorang teman kemari.
Minseok memejamkan matanya, kepalanya terasa pusing memikirkan hubungan antara sang ayah dengan wanita tadi. Minseok menyenderkan kepalanya pada bahu seseorang, ia tidak tahu siapa orang yang kini ia jadikan sandaran karena sejak melihat Jessica otak Minseok tidak bisa bekerja dengan benar.
Jongdae tersentak saat Minseok tiba-tiba saja menyenderkan kepalanya, laki-laki itu kemudian menaruh telunjuknya di dahi Minseok untuk mendorong kepala wanita tersebut.
"Biarkan seperti ini sebentar saja, kepalaku pusing " Ucap Minseok lemah membuat Jongdae kembali terdiam. Sebenarnya ia tidak apa-apa jika Minseok ingin bersandar namun jika saat Miseok bersandar dan Jongdae dilihat dengan tatapan membunuh oleh Chanyeol bahkan Jongin , ia merasa tidak enak juga.
"Minseok-ahh " Minseok membuka matanya ketika mendengar suara Yifan.
"Kita pulang " Minseok hanya mengangguk kemudian ia berjalan masuk ke dalam rumah untuk membereskan barang-barang miliknya.
Kyungsoo ikut ke kamar yang selama ini digunakan oleh Minseok, wanita bermata bulat tersebut membantu membereskan beberapa pakaian Minseok.
"Ahjuma bantu yah " Jessica tiba-tiba saja masuk membuat Minseok menghentikan gerakannya. Minseok menatap Jessica lama kemudian wanita tersebut menghela nafas.
"Anda ini kekasihnya appa kan ?" tanya Minseok to the point membuat Jessica terkejut.
"Saya mohon anda untuk jujur " Lanjut Minseok dan Jessica hanya mengangguk.
"Terima kasih atas tawarannya, namun saya bisa membereskan pakaian saya sendiri" ucap Minseok dingin, Ia kemudian memasukan pakaiannya cepat ke dalam tas dan bejalan keluar kamar.
Jessica hanya menghela nafas, kali ini tidak akan mudah.
Seharusnya Minseok senang karena ia bisa kembali pulang ke Seoul, namun itu berarti ia tidak akan bertemu lagi dengan Jongdae. Entah kenapa memikirkan hal tersebut membuat Minseok merasa tidak rela untuk pulang ke Seoul.
Minseok sudah pergi sejak lima belas menit yang lalu, di susul dengan Jongin,Kyungsoo dan juga Chanyeol yang juga langsung memutuskan untuk pulang hari itu juga. Kini Jongdae sedang di ruang keluarga bersama kedua orang tuanya.
"Sebenarnya ada apa ? kenapa Minseok tiba-tiba pulang " tanya Jongdae.
"Rencananya berubah nak, eomma rasa appanya Minseok telah menyadari kesalahan nya yang telah menelantarkan Minseok selama ini" Ucap Yixing dan Jongdae hanya mendengus.
"Memangnya kenapa jika Minseok dijemput oleh orang tuanya ? atau kau merasa tidak rela karena tidak bisa bertemu dengan Minseok begitu ?" Goda Junmyeon dan Jongdae langsung berjalan kedalam kamar membuat Junmyeon tertawa puas.
.
.
Minseok sudah satu minggu kembali ke Seoul, ia pun sudah mulai masuk ke kampus seperti biasa. Suasana kampus tidak pernah berubah, tetap saja berisik dan para mahasiswa lain pun tetap sama mereka semua melihat kearah Minseok dengan pandangan segan.
"Ck kau anak baru disini jadi jangan bertingkah !" Minseok menghentikan langkah nya ketika ia mendengar suara menyebalkan itu.
"Aku tidak bertingkah, memangnya aku berbuat salah apa sunbaenim ?"
"Kau berjalan tanpa mengucapkan permisi kepada kami,Luhan menurut mu anak baru yang tidak tahu sopan santun ini harus di beri pelajaran seperti apa ?"
"Terserah kau saja Hyorin-ah " Ucap Luhan pada gadis bernama Hyorin sedangkan sang anak baru hanya menundukan kepala nya saja. Hyorin sudah bersiap untuk menumpahkan minuman soda pada anak baru tadi namun tiba-tiba
SRET
"Aahh" Minseok dengan sengaja menarik baju belakang Hyorin membuat wanita itu terjatuh bahkan minuman soda yang tadi ia pegang tumpah mengenai tubuhnya sendiri.
"Apa yang kau lakukan ?!" teriak Hyorin pada Minseok.
"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kalian lakukaan ? tidak bosan kah kalian terus membully orang lain" jawab Minseok berani.
"Kau tidak perlu ikut campur urusan kami, pelayan club seperti mu bahkan tidak pantas berbicara pada kami" Ucap Luhan angkuh.
Minseok tidak membalas perkataan Luhan, namun ia langsung menjambak rambut Luhan membuat wanita yang memiliki tinggi sama dengan nya berteriak sakit.
"Aahhh kurang ajar kau Minseok !" Luhan tidak tinggal diam, wanita itu pun membalas perlakuan Minseok padanya. Mereka terus seperti itu hingga salah satu dosen datang dan memisahkan keduanya.
Luhan wanita yang sangat cantik, siapa pun yang melihat senyumnya di pastikan akan langsung jatuh cinta namun sayang paras cantik tersebut berbanding terbalik dengan kelakuannya. Bersamaa dengan Hyorin ia selalu senang membuat masalah, membully anak baru atau anak nerd, entah apa yang kedua gadis cantik itu cari namun membully seolah sudah mendarah daging dalam diri kedunya, dan Minseok sangat membenci hal yang berbau pembullian sehingga keduanya selalu terlibat perkelahian.
Minseok dan Luhan saling melemparkan tatapan benci, walaupun kini keduanya sedang berada di ruang dosen namun Minseok dan Luhan tidak peduli.
"Saya orang tua dari Luhan, sebenarnya apa yang terjadi " Pintu terbuka dan menampilkan seorang wanita cantik dengan pakaiannya yang fashionable. Minseok tidak dapat berkedip ketika melihat siapa yang baru saja datang.
"Jessica ahjuma ?"
.
.
Tbc
Sebelum saya kena omel karena nulis Taeoh mirip Jongdae waktu kecil aku bow duluan hehehehheehe sebenernya untuk Taeoh sendiri gada hubungan nya sama Jongdae sih, tapi di real life nya aku naksir Taeoh ,, yaampun ni bocah lucunya ga ketulungan .. jadi aku masukin dia ke dalam cerita ini ,, tapi karna Taeoh mirip kai .. mngkin nanti bakal ada kaisoo + taeoh moment ,, hehhehhehehhe ..
Daann makasih banyak buat yang udah review,follow,dan favorit ..
Waaahhhh aku seneng nya ga ketulungan tiap baca nya hehhehee .. kalian semua jjanggg !
Daaaannn see you di chap 5 yahh ^^
