Tittle : " Geunyang neo "
Pairing : noRen, markRen, slight! YukRen, NoChan, YukChan
Genre : Romance, Humor, DLL
Rating : T dulu aja yah
Chapter : 4
Typo mohon di maklumi...alur cerita boring di asik-asikin aja ya
Happy Smiling~
" JENO...LEE JENO! "
Yang dipanggil menoleh beserta teman disebelahnya
" Eh kenapa Ren? " Tanya Jeno melihat Renjun yang berlari kearahnya
" Mau kemana kalian? " Tanya Renjun
" Kita mau seminar digedung serba guna " Jawab Jeno sambil membenarkan kaca matanya
" Oh~ aku boleh ikut gak? " Renjun tersenyum menampakan semua giginya dengan mata yang menyipit
" Ee sebenarnya itu seminar anak IP- " Ucapan Jeno terputus oleh Yukhei yang langsung merangkul bahu Renjun
" Boleh gak ada masalah..." Yukhei membawa Renjun melewati Jeno.
Ada siratan tidak suka dimata Jeno bukan karena Renjun yang baru saja menjulurkan lidah kearahnya tapi...'Ah sudahlah' Batin Jeno kemudian mengejar mereka berdua.
" Eh mau kemana? " Renjun menahan tangan Jeno yang hendak pergi saat mereka sudah memilih tempat untuk duduk. Yukhei disebelah Renjun yang duduk di tengah
" Aku mau kesana saja duduk sendiri " Ucap Jeno datar
#Syutttttttt
Dengan sekali tarik Jeno kembali duduk dan melempar tatapan kesal pada Renjun
" Kamu duduk sini aja dengan tenang! " Perintah Renjun
#sreettttttttt
" Ee-Eh " Jeno terkejut saat tiba-tiba Renjun menggandeng lengannya posessiv
" Anggap aja kamu lagi diborgol xixixi..." Renjun mengacuhkan Jeno yang mencoba melepaskan diri
" Iya aku duduk, tapi gak perlu juga gandengan kayak gini Ren...malu tau diliatin orang " Ucap Jeno yang gelisah ditatapi oleh beberapa orang yang sudah berbisik-bisik menatap dirinya dengan sinis
" Eh Yukhei...kamu kok bisa sih ikut seminar gini? Setahuku kamu lain anak rajin? " Renjun menoleh pada Yukhei
Yah Jeno dikacangi...
.
.
.
Seminar sudah berlalu mereka bertiga berjalan bersama dari gedung serba guna tersebut. Jeno merasakan dua perasaan sekaligus pertama dia senang karena dari awal acara sampai akhir Renjun terus menggandeng lengannya seolah Jeno akan kabur saja, entah kenapa Jeno amat senang sampai ia tidak 100% memperhatikan seminar tadi. Yang kedua heol perasaan senangnya tadi saja sudah lama hilang...tapi perasaan yang ini? Jeno melirik dua orang disampingnya yang terus mengobrol dengan asik sampai-sampai lupa kalau Jeno si culun juga bagian dari mereka
" Ishh aku mau keperpus dulu ya " Jeno melepaskan gandengan lengan Renjun di lengannya
" Loh kok..." Renjun langsung menoleh begitu juga Yukhei
" Bentar lagikan masukan Jeno! Ulangan Biologi " Yukhei melirik jam tangannya
" Ada yang ketinggalan " Jeno memalingkan wajahnya ketika Renjun terus menatapnya
" Ahhhh aku tau ni ciee jangan-jangan kamu cemburu yak! " Yukhei memasang seringaiannya dan merangkul bahu Jeno
" Ccemburu apanya? " Jeno gugup ia terus membenarkan letak kaca matanya padahal kaca matanya tidak kenapa-napa
" Apaan sih Yukhei! Cemburu sama siapa sih? " Renjun mengedarkan pandangannya pasalnya ia kira Jeno tiba-tiba cemburu melihat orang yang disukai nya jalan dengan orang lain. 'Mana? Dimana orang yang di sukai Jeno ku?' Batin Renjun
" Aapa sih sudah aku pergi dulu " Jeno melepaskan dirinya entah dapat kekuatan dari mana dia menjadi gesit melepaskan diri dari Yukhei yang badannya berotot itu
" Hosh Hosh... untung saja berhasil kabur wah kesalahan besar berteman dengan si Yukhei! Bisa-bisanya blak-blakan begitu " Jeno duduk disalah satu bangku dalam perpustakaan. Kalau dia bilang ada yang ketinggalan didalam sana adalah bohong dia hanya ingin lari dari situasi berbahaya
" Aku akan keluar saat bel masuk..." Jeno melirik Jam tangannya
Jeno berjalan keluar dari perpustakaan sambil menunduk tentu saja diakan kalau jalan memang selalu menunduk
#TAPPPPP
" Astaga naga..." Jeno terlompat kebelakang saat orang didepannya tiba-tiba muncul dari semak-semak disisi jalan itu
" KAMEHAMEHA- Hahahaha hahaha uhuk haha " Orang itu adalah Yukhei ia tertawa sambil menunjuk-nunjuk wajah Jeno
" Yaaakk apa yang kau lakukan...aku kaget tau! " Jeno mengelus dadanya dan melempar tatapan sebal ke arah Yukhei
" Lagian haha duh perutku~ " Yukhei memegangi perutnya yang keram akibat tertawa. Setelah itu Yukhei merangkul Jeno dengan santai padahal baru saja ia menertawakan Jeno tidak berkeprimanusiaan
" Hehe pasti tadi kamu melarikan diri aja ya kann takut ketawan Renjun ya kannnn " Yukhei melirik Jeno
" Lain kali jangan ngomong sembarangan dong! " Jeno mengkerutkan alisnya kesal
" Loh masak itu sembarangan sih Jen? Masak tadi kamu gak cemburu sih..." Yukhei menoel dagu Jeno
" Ggg-gak kok " Jeno memalingkan wajah
" Gak yak, kok mukanya merah cie " Yukhei menarik paksa wajah Jeno untuk menghadapnya. Benar saja wajah Jeno sudah merah padam
" Haiishh sudah cari teman lain aja sana! Gak sudi aku berteman sama kamu " Jeno melepaskan diri dan lari sekuat mungkin dari Yukhei
" Hoy jangan ngambek dong! " Merekapun berlari menuju kelas
.
.
.
Renjun berjalan santai seperti biasanya lalu tiba-tiba Mark datang dan berjalan bersama-sama
" Ini buat kamu..." Renjun melihat es cream ditangan Mark
" Makasihhh _ " Tentu tidak akan ia tolak jika diberi makanan favoritnya secara geratis
" Dek sabtu malam kosong gak? " Tanya Mark. Renjun tersenyum
" Mhh gak kak, aku ada janji kalau hari sabtu "
Mark sedikit kecewa namun kembali tersenyum
" Kalau gitu lain waktu aja lah..." Ucap Mark
" Memangnya kenapa kak? Mau ajak jalan lagi ? " Renjun fokus pada es creamnya
" Iya...rencananya minta temenin cari buku " Ucap Mark
" Kalo boleh tau kamu mau kemana malam minggu? Ehm..." Mark menggaru tengkuknya air mukanya sedikit berubah " Jalan sama pacar yaaa? " Siratan mata Mark menuntut Renjun menjawab dengan jujur namun ada secercah harapan bahwa jawabannya akan sesuai ekspektasinya
" Pacar..hehe " Renjun menyenggol lengan Mark membuat Mark tergeser sedikit " Aku belum punya pacar kak ish jadi malu ketahuan jomblo! " Renjun memalingkan wajahnya pura-pura malu
Mata Mark berbinar wajahnya kini dihiasi senyum lebar se lebar-lebarnya
" Oh begitu...bagus lah haha " Mark tertawa lepas seolah merasa puas
" Eung..kok malah bagus? Ngolok ya kalo aku jomblo! " Renjun menaikkan sebelah alisnya
Mark buru-buru mengibas tangannya
" Enggak enggak kok! Maksud aku baguslah aku ada teman sama-sama jomblo..." Mark tersenyum kearah Renjun
JOMBLO...
JOMBLO...
JOMBLO...
" Dek...kok bengong? " Mark menepuk bahu Renjun yang terdiam begitu
" Kakak serius jomblo? Aku kira kakak pacarnya Koeun " Renjun masih membelalakan matanya
" Jadi bener ya rumor yang aku dengar? Dengar ya Renjun " Mark menyentuh bahu Renjun " Selama ini aku selalu ngabaikan orang-orang yang bilang kalo aku pacaran sama Koeun tapi untuk pertama kalinya aku jelasin ke kamu cuma ke kamu supaya kamu gak salah paham...Koeun itu " Mark mendekatkan bibirnya pada telinga Renjun
" Sepupu sekali ku..."
Renjun membelalakan matanya. Ia bahkan sampai membuat ekspresi yang membuat mukanya kelihatan jelek ( Bayangkan kalo muka Renjun ketarik sama stoking bisakan? )
" Mm-mana mungkin! Kalian itu pasangan paling disukai disekolah...lagi kalian mesranya gak ketulungan sampai-sampai lahirlah 'MarKoeun' shipper gimana bisa kakak bilang Cuma rumor " Renjun menatap horor pada Mark
" Ish gak percaya, " Mark memutar bola matanya " Apa perlu aku bawain KK(kartu keluarga) nenekku biar bisa liat bukti kalo mamahku sama mamahnya itu sodara kandung? " Mark mengangkat kedua alisnya
" Eh...gak perlu deh! Emang mau ngurus E-KTP bawa-bawa itu segala " Renjun tidak terasa sudah menghabiskan es creamnya
#Tring Tring Tring
Renjun menahan senyum saat tangan besar Mark mengusak rambut oranye nya
" Sudah bel...masuk kelas sana! Ingat ya " Mark menepuk pucuk kepala Renjun " Belajar yang fokus jangan males-malesan! Mau nanti jadi pemulung kalo lulus dari SMA " Mark bertingkah seolah dia adalah ayahnya Renjun dan itu membuat Renjun terkekeh geli
" Yee pemulung juga manusia kali wkwk bye kak~ " Renjun berlari kecil meninggalkan Mark sambil melambaikan tangannya. Mark balas melambai diam ditempatnya dengan senyum lebar terpatri diwajahnya
" Pemulung yang seenaknya mengambil hatiku..."
.
.
.
Saturday Siang...
" Renjun..."
" Manisku~ Assalamualaikum yuhuuuuu " Jaehyun buru-buru menyikut lengan Jhonny " Gak inget pesan Renjun jangan manggil yang aneh-aneh Jhon! Emmaknya galak " Ucap Jaehyun
" Moomin kami diluar~ " Jaehyun berteriak
#Plaaaakkkkkk
" Yong napa geplak pala gue lu! " Jaehyun melotot pada Taeyong
" Itu aneh bongsor! " Taeyong menatap jengkel pada Jaehyun
" Lah dimana anehnya dia kan moomin lagian moomin kan gak aneh orang imut gitu! " Jaehyun membela diri ia melipat tangan didada kesal
" Anehlah jelas aja namanya Renjun elu panggil moomin..." Taeyong memutar bola matanya
" Hoyyyy berantem aja kerjaan ck! " Renjun muncul dari semak-semak (Anggap aja ada disisi pagar) kemudian membuka pagarnya
" Eh udah siap rupanya si manis " Ucap Jhonny takjub pada Renjun yang selalu terlihat manis pakai baju apapun
" Bisa gak panggil aku Renjun aja! Aku risih tau kalo dipanggil macem-macem! Apa lagi panggilannya se enak jidat kalian shhh " Renjun memasang wajah galaknya
" Iya iya deh..Renjun " Jaehyun tersenyum
" Nah gitu lebih bagus " Renjun mengedarkan pandangannya
" Itu mobil sapa? " Tanya Renjun melihat mobil Jazz warna kuning/hijau stabilo terparkir tidak jauh dari rumahnya
" Mobilku dek..ayo kita berangkat " Jhonny merangkul Renjun membuat timbulnya aksi unjuk rasa dadakan dari dua temannya namun karena besarnya badannya membuatnya kokoh merangkul Renjun padahal sudah disenggol-senggol oleh Taeyong dan Jaehyun untuk tidak pakai bacok-bacok segala
Mall Gangnam
" Sayang ya dek Haechan gak bisa ikut.." Ucap Taeyong
" Ia dia memang lagi sibuk-sibuknya ngurus Karate "
Mereka sekarang tengah mengantri untuk membeli tiket bioskop kenapa begitu ramai padahal bisa saja salah satu menjadi perwakilan mengantri, salahkan saja ketiga manusia yang selalu berkelahi tidak kenal tempat! Tidak ada dari mereka yang rela membiarkan salah satu mengambil kesempatan dalam kesempitan. Renjun menawarkan dirinya saja yang mengantri alhasil ketiganyapun ikut. Mereka menghabiskan waktu 2 jam lebih untuk menonton Renjun duduk ditengah Jhonny dan Taeyong sedangkan Jaehyun harus cemberut karena gagal berdebat dengan kedua temannya sehingga ia duduk disebelah Taeyong. Kini mereka sedang makan direstoran Jepang favorit ketiganya apalagi mendengar Renjun juga suka dengan masakan Jepang
" Hey kakak-kakak " mendengar Renjun memanggil mereka, membuat mereka mengalihkan fokusnya pada Renjun
" Aku mau tanya, apa yang kalian sukai dari aku? " Tanya Renjun langsung membuat ketiganya mengerejapkan matanya
" Eh apa ya? "
" Loh kok gue gak mikir sampe situ? "
" Em karena...Susah ya ini pertanyaannya "
Renjun memutar bola matanya, menyesal telah menanyakan hal konyol itu
" Haish selama ini kalian tu ngejar aku buat apa kalo gak suka? " Tanya Renjun benar-benar penasaran
" Em sebenernya aku suka tu gara-gara senyum mu dek...manis banget " Jhonny menjawab apa adanya
" Iya aku juga suka senyum mu " Jaehyun mengangguk-angguk sambil berseru #Plakkk hanya mengangguk kok
" Percaya gak kalo selama ini kita tu ketagihan senyumanmu " Sambung Taeyong
Renjun memasang wajah terhorornya, kalau saja dia ada didunia webtoon wajahnya aka berubah seperti wajah ibunya sinchan kalau sedang murka dengan awan gelap mengitari kepalanya
" Tttt-tapi kalian masih suka orang lainkan mmm-maksudku bukan aku melulukan yang ada di otak kalian? " Renjun berharap mendengar kata 'Iya'
" Gak ada! " Jawab Taeyong cepat
" Huaaaaaaaaaaa horornya " Renjun menutup wajahnya
" Bohong si tiwai! Dia kan selama ni diem-diem naksir Nakamoto IPS3 itu " Ucap Jaehyun sambil menyeruput minumannya. 'Eh situkang bedakan'- batin Renjun.
Renjun melotot, Jhonny terpingkal tanpa suara, Jaehyun watados, Taeyong merosot dari duduknya sampai terlentang dibawah lantai
" Hueeee selama ini gue simpen rapet-rapet kenapa dibocorin ama bongsor sialan itu hueee " Taeyong menangis Renjun yang melihat langsung menarik tangan Taeyong untuk kembali duduk
Taeyong menatap Jaehyun seolah bilang Pulang-lewat-mana-lo tapi diabaikan oleh Jhonny, Taeyong beralih pada Jhonny yang terpingkal-pingkal bahkan tanpa suara sedikitpun
" Heh cichago alay! Elu kan juga suka sama anak IPA2 yang asal thailand itukan si cacat, eh cicit, cabai eh-jauh sih itu haha sapa itu namanya chita citata yakan " Taeyong menaik-naikan alisnya
Renjun kembali melotot, Jaehyun keselek, Taeyong menyeringai, sedangkan Jhonny melesakkan kepalanya kedalam sofa
" Shit si tiwai! Ketahuan gue suka sama chittapon...nyewa dukun dari mana lo " Johnny tiba-tiba melambaikn tangannya
" Woiii gue gak bisa keluarin kepala ini tolong..tolong " Taukan posisi naruto kalau mau lari yah seperti itu posisi Johnny cuman kepalanya tersangkut disela-sela sofa alias terjembab terlalu dalam dilipatan sofa
" Eh kak...hati-hati dong " Renjun membantu Jhonny karena tidak ada pergerakan dari kedua sahabatnya
" Emang keliatan apa kalo gue suka sama chitta? " Jhonny mengusapi lehernya yang merah, wajahnya sudah pasrah mendapati senyum jahil dari ketiganya
" Wahhh seru ya ternyata jalan sama kalian " Renjun tersenyum senang pasalnya ketiga manusia didepannya benar-benar konyol
" Eh Renjun jangan salah bongsor sialan itu...juga gak kalah pembohong itu " Jhonny melempar deathglare mematikan untuk Jaehyun
" Aaa-apaan? " Jaehyun menelan ludah " Renjun apapun yang dibilang mereka nanti itu fitnah yaa jangan dipercaya! " Jaehyun menggandeng lengan Renjun tiba-tiba
" Si Jaehyun itu adalah pembullinya Kim Doyoung tau kan dek Kim Doyoung anak IPA2 yang anak osis itu? Tau gak dia bulli si Doy setiap hari kenapa? Dia cuman mau modus bikin Doy kesel padahal dia itu suka berat sama Doy cuman, gak tau aja gimana cara deketin Doy tanpa malu-maluin wkkwkwkwkkwkwk " Taeyong tertawa evil begitupun Jhonny yang melempar tatapan puasnya
" Wkwkwkwkwk mirisnya kepaksa bulli demi bisa deket setiap hari wkwk " Johnny sampai menitikan air mata
" YAAAKKKKKKK KURANG AJAR! KALIAN BIKIN HARGA DIRIKU TURUN HUEEEEE RENJUNN AKU DIBULLI HUEEE " Jaehyun memeluk Renjun pura-pura menangis
" Haha dasar padahal kalian itu sahabat sejati tapi masih aja suka berantem! Huhhh tapi seenggaknya aku lega, tau kalo kalian gak bener-bener suka sama aku hihi " Batin Renjun melihat Jhonny and the genk yang menggemaskan tersebut
Depan Rumah Renjun
" Padahal di list acaranya banyak loh dek...eh yang dijalani cuman dua nonton ama makan aja ck " Jaehyun cemberut menatap miris kertas list ditangannya
" Udah sih elah...udah sukur Renjun mau jalan ama kita " Taeyong memang yang paling dewasa
Renjun tersenyum kemudian memeluk satu per satu anggota Jhonny and the genk
" Makasih ya kak, jalan sama kalian seru banget! " Renjun tersenyum riang
" Hehe sukur deh kalo dek Renjun bahagia...oh iya dek! Soal yang tadi rahasia in ya dari orang-orang " Jhonny menepuk-nepuk pucuk kepala Renjun
" Siap deh! " Renjun membentuk gestur hormat
" Ok kita balik ya dek...masuk gih dingin diluar sini " Johnny mulai berjalan menuju mobilnya
" Ati-ati... semangat ya ngejar pujaannya " Renjun melambai pada ketiganya sebelum akhirnya ia masuk kerumah
.
.
.
Dikediaman Jeno
Jeno tak lepas-lepasnya menatap sebal pada Haechan yang sedang bermain PS tanpa tahu diri. PS sejak kapan anak rajin seperti Jeno memiliki benda yang tidak mendidik tersebut? Jawabannya itu PS Haechan dan dia rela membawanya kerumah Jeno
" Haechan! Kamu kok bolos ekskul sih? " Ucap Jeno
" Letih coy! Lagian sekali-kali boleh dong...asal tau aku ini udah terbilang master jadi mah bebas dong mau ngapain aja " Haechan bahkan tampak sangat menyebalkan walau dirinya hanya sedang serius bermain game
" Tau gitu mending kamu temenin Renjun jalan sama Jhonny and the genk tadi Chan! " Jeno mengambil buku didalam tasnya dan membacanya
" Ogah~ sama om-om kayak mereka! Aku gak minat Jen...gak usah khawatir deh mereka bukan orang jahat mereka tu cuman anak-anak iseng yang kurang kasih sayang jadi gak akan macem-macemin Renjun " Jelas Haechan panjang lebar
#TingTongTingTong
Mendengar bel Jeno segera turun untuk membuka pintu
" YUKHEI! " Jeno melotot melihat lelaki tampan didepannya menyengir lebar
" Hai broh.. " Yukhei mengangkat alisnya
" Mau ngapain kerumahku? " Jeno mengamati Yukhei dari atas sampai bawah kenapa anak ini tidak punya urat malu hanya memakai kaos oblong dan boxer merah pergi kerumahnya
" Hehe gak ada niatkah nyuruh aku masuk? " Tanpa menunggu jawaban Jeno, Yukhei melengos masuk
" FYI rumahku tuh di blok B tau ga! Makanya jangan kuper jalan-jalan kek..." Yukhei mengedarkan pandangannya mengamati rumah Jeno yang lumayan mewah mengingat mereka tinggal diperumahan Elit berarti Jeno termasuk orang yang berada
" Kamu belum jawab ngapain kerumahku? " Tanya Jeno lagi tidak kasar takut menyinggung
" Aku bosan Jen, dirumah gak ada orang..." Jawab Yukhei santai
" Kamu anak populer Yuk, kenapa gak jalan aja sama genkmu? " Tanya Jeno mereka lagi duduk diruang tamu
" Justru karena mereka aku jadi bosan keluar rumah... -_- setiap keluar ketemu mereka! " Yukhei menjawab apa adanya
" Oh bisa juga rupanya anak populer bosen dengan kehidupannya " Jeno membuat bibirnya membentuk O sambil mengangguk-angguk
" Ya iyalah...gak enak tau setiap hari di ikutin sama orang bahkan sampai kehidupan pribadi harus mereka yang ngatur! Aku gak nyaman Jen makanya kemaren aku mutusin buat dekat sama kamu aja..." Ucap Yukhei santai tapi lalu muka Jeno yang menjadi kesal
" Oh jadi aku cuman sebagai alat menghindar? " Ucap Jeno terdengar sekali nada kesalnya
" Yap awalnya...tapi ternyata berteman dengan orang normal kayak kamu jauh lebih asik dari pada mereka-mereka! Tau gak aku langsung dikeluarkan dari genk mereka begitu tau aku dekat sama kamu haha bagus lah sapa yang betah seperti itu kecuali si Mark ! " Ucapan Yukhei membuat Jeno tertarik
" Mark Lee? " Ulang Jeno
" Iya Mark...ch bisa-bisanya dia kuat banget hidup bertahun-tahun dengan aturan dari fans dia tau padahal kalo dirinya itu gak suka tapi ketakutannya kehilangan popularitas, ketenaran, fans dan kehilangan semuanya jadi dia rela acting seolah dia menerima hidup bak bintang nya itu..."
Jeno terhanyut dalam pikirannya sendiri, ucapan Yukhei barusan membuat kesimpulan baru kalau 'Mark Lee tidak Sempurna' Entah Jeno bingung dia harus menanggapinya seperti apa.
" Woy JENO~ Lama banget sapa sih tamunya! "
Yukhei dan Jeno sama-sama mendangak melihat manusia yang sedang mengomel menatap pada langit-langit
" O_O oiii " Mata Haechan membulat setelah menunduk mendapati orang yang tak asing sedang menatapnya dari bawah
(Ada yang kau tahu...betapa ku mencinta~ selalu menjadikan mu isi dalam doaku~)
Haechan membatu bahkan ketika Jeno dan Yukhei berjalan kearahnya lagu Afgan tersebut masih mengiang-ngiang di telinganya
(Jodoh pasti bertemu~ uuuu wouwoo Jodoh pasti bertemu...)
" Chan! Kok bengong sih? " Jeno mengibaskan tangannya didepan wajah Haechan
" Afgan kok berisik banget sih..ck tapi pas loh itu lagunya " Haechan meracau tidak jelas sambil senyum-senyum sendiri
" Chan! " Jeno menepuk bahu Haechan kuat-kuat membuat sang empu bahu terlonjak
" Eh eh iya apaan? Sakit woy bahuku, sialan..." Sepertinya Haechan tertular sifat pengomelan dari Renjun
" Ngapain sih bengong? Kamu udah selesai main PSnya? " Tanya Jeno
" Kamu punya PS Jen? Serius punya? Daebakkkk " Yukhei menatap tak percaya pada Jeno
" Ck PSnya dia..bukan punyaku! " Jeno memutar bola matanya menunjuk Haechan
" Wah, kamu temennya Renjun kan...pinter banget bawa hal yang bisa ngilangin bosen...ayok main " Yukhei merangkul leher Haechan sambil mengusak rambut Haechan meninggalkan Jeno yang hanya bisa pasrah
" Kenapa aku gak pasang tulisan 'Rumah di Jual' aja sih tadi didepan hoshhh udah diganggu satu penganggu sekarang nambah satu lagi..." Akhirnya Jeno menyusul menuju kamarnya yang sudah dikuasai oleh manusia yang tidak pernah diundang kedatangannya tersebut.
.
.
.
Mark sedang berkumpul dengan genk populernya di sebuah cafe
" Tuh fans lu bawa hadiah sekapal! " Ucap Jaemin duduk didepan Mark
" Mana hadiahnya? " Tanya Mark yang sedang asik main game diponselnya
" Ditaruh ama Jamal dimobil lu! "
Lalu seorang anak perempuan menghampiri keduanya ia mendudukan dirinya malas
" Mark fans lu tu alay banget sih...masak tadi gue dipelototin cuman gara-gara gandeng lengan Taeil " Sebut saja gadis itu Koeun
" Nyatalah elu kan pacar gue bagi mereka..." Ucap Mark santai
" Ni gara-gara elu peak! Ngapain juga terima-terima aja disuruh sandiwara begini? Kenapa gak bilang yang sebenernya aja " Koeun melemparkan tatapan sebalnya
" Gak bisa mereka tu hard shipnya 'MarKoeun' udahlah jalanin aja dibawa santai lah... " Ucap Mark santai
" Lagian kita jadi kayak incest taukkk " Koeun melipat tangan di dadanya (Incest sebutan rasa ketertarikan pada orang yang sedarah)
" Mana mau Mark kehilangan fansclubnya kalau ampe tau si Mark ini..." Jaemin memajukan wajahnya membuat Koeun mengikutinya
" Gaayyy " Jaemin kembali pada posisi awalnya
" Jelas ditinggal kabur dia! Makanya bantu dia eun, paling enggak sampai semuanya kebongkar sendiri wkwk " Ucap Jaemin melempar tatapan sinis diakhir kalimatnya pada Mark
" Berisik kalian! Moga jodoh deh...hihi " Mark memilih bangkit dan pergi meninggalkan keduanya. Jaemin menoleh pada Koeun disebelahnya begitu juga sebaliknya teringat ucapan Mark keduanya sama-sama memalingkan wajah dengan aura canggung.
Hari Minggu~
Sinar matahari pagi menerobos masuk tanpa mengetuk terlebih dulu oleh pemilik kamar. Membuat sang pemilik harus membuka matanya walau tak ikhlas...
Segera ia meraih jam waker dinakas samping ranjangnya, ia kembali meletakan benda itu pada tempatnya semula ketika ia sudah tau pukul berapa sekarang...
" Hoammmmm~ " Membuka tangan selebar-lebarnya kemudian meninju udara adalah pilihan tepat untuk merenggangkan otot dan itu merupakan aktivitas umum ketika orang baru saja bangun tidur
#TokTokTokTok
Baru saja Renjun membuka jendelanya untuk menghirup udara segar...suara sang ibu seolah menarik kembali udara segarnya bahkan udara yang sudah ia hirup
" Renjunnnnnn~ Nakkkkk bangun cepat ada temanmu nih kesini! " Teriak ibu Renjun dari luar
" Ck pasti si Haechan nih... masih jam delapan juga, " Renjun memutar bola matanya sambil merapihkan tempat tidurnya sampai lupa-
" RENJUUUUUNNNNNNNNNN KAMU TIDUR APA LAGI SEMEDI SIHHH BANGUN RENJUNNN BISA-BISANYA GAK JAWAB MAMAH...MAU KUPINGMU NANTI MAMAH POTONG AJA JADIIN GANTUNGAN KUNCI "
Sampai lupa merespon ibunya yang tukang ngomel itu. Renjun menunjul kepalanya sendiri
" Iiya mah, Renjun udah bangun...baru aja keluar kamar mandi mah " Ucap Renjun masih merutuki dirinya sendiri
" Cepat turun! Teman-temanmu itu langsung bikinkan minum yaa mamah mau pergi ada urusan " Ucap ibunya kemudian
" Iya mamah ku~ " Walau jengah Renjun tidak boleh lupa merespon lagi
'Eh- Teman-teman? Berarti lebih dari teman eng maksudnya lebih dari satu teman...siapa yang kerumahku pagi-pagi gini keroyokan?' Tanpa pikir panjang Renjun keluar kamar untuk menjenguk kebawah dan disana sudah duduk lima orang laki-laki satu perempuan totalnya enam dengan rapi diruang tamu.
' Haechan '
' Jeno '
' Yukhei '
' Eh Koeun '
' Jaemin '
' M ' Mata Renjun terbelalak
' Mark Lee '
" For the amazing things in the world mau ngapain mereka kesini? "
Sementara dibawah suasana begitu horor, Tiga orang memecah diri dari tiga orang lainnya saling melempar tatapan membunuhnya...mereka hanya diam melempar tatapan tidak suka, duduknya pun seperti ada sekat lautan samudra yang membatasi jarak mereka
" Hacciimmmmm " Suara bersin dari Rona kucingnya Renjun saja tidak mampu mencairkan suasana yang dingin tersebut
" *Pltaakkkkkk* Meonggggg " Kali ini suara kucing tetangga yang dilempar sendal karena mencuri ikan pun tetap gagal membuat fokus keenamnya teralihkan
" Preeeettttttt " Suara kentut berhasil membuat fokus beralih pada Haechan " Hehe sorry coy itu hanya angin lalu " Haechan menyengir dan menunjukan gestur V pada jarinya namun itu tak berlangsung lama karena keadaan kembali dingin bak dikutub utara
Bau lemon menyeruak seiring dengan turunnya manusia manis pemilik rumah ini. Sekali saja ia menampakkan senyumannya mampu membuat fokus langsung teralih padanya dan melunturkan semua hawa-hawa negativ yang tadi sempat menguasai dunia
" Haiiii " Renjun melambaikan tangannya menyapa manusia-manusia didepannya yang memberi tatapan kagum kecuali Haechan
" HAIIIII " Seolah terhipnotis semuanya kecuali Haechan membalas sapaan dengan semangat. Renjun duduk disofa single karena sofa double dan triplenya sudah diambil alih oleh manusia beda kubu tersebut
" Ehm- ini agak aneh sih dan pertama kalinya loh! " Renjun menatap satu-satu orang asing yang pertama kalinya mengunjungi rumahnya dengan tersenyum canggung
" Tapi apa yang ngebuat kalian rame-rame kesini? Ada acara sekolah atau gimana? " Sambung Renjun
Dua kejadian Sebelumnya
Akibat kelelahan main PS Yukhei dan Haechan ketiduran dirumah Jeno. Keesokan paginya
" Kalian tu kayak gak punya rumah aja sih! Untung kasurku luas bisa muat empat orang " Ucap Jeno yang sekarang lagi duduk dimeja makan bersama tamu tak diundang
" He Jen! Kita loh cuman berdua memangnya kenapa sama kasurmu? " Haechan tidak terima melihat wajah Jeno yang penuh dengan kebencian
" Apanya kalian berdua tapi kayak tadi malam tu aku tidur sama sepuluh orang! Untung sofaku bisa jadi kasur kalo enggak nasibku gimana tadi malam? Kalian itu tidur saja heboh yaa..pantes aja kelakuan aslinya gak jauh beda ckckck " Jeno harus lebih bersabar dihinggapi teman seperti mereka
" Yah sabar lah Jen! Ini semua karena kami sayang kamu...gak mau kamu kesepian dirumah makanya kami kesini yakan Chan " Yukhei menyeringai seperti yang dilakukan Haechan. Entah sejak kapan Haechan dan Yukhei akrab anggap saja keduanya punya kesamaan yang bisa menjadi alasan nyamannya mereka saat bersama.
" Eh..ke pasar pagi yuks banyak koleksi game baru loh Chan disana " Ucap Yukhei
" Wahh ide bagus coy! " Haechan menyambut dengan ramah
" Kalian pergi aja...aku mau belajar " Jeno menyahut ketika Yukhei dan Haechan serempak melihatnya dengan tatapan ikut-ya-coy!
" Aishhh culun ni selalu begitu aja hidupnya...ayolah ikut kita happy happy " Haechan melempar sebutir sosis pada Jeno
" Gak! Lagian itu hanya kerjaan anak populer tau, jalan-jalan happy-happy " Jeno balas melempar ayam kepada Haechan
" Wah dapat kultum dari mana sih! Emang anak populer doang yang berhak bahagia? Aneh deh kampret satu ini " Haechan memungut lemparan ayam dan sosis yang tadi berceceran dimeja yang dianggapnya dibuang sayang itu
" Yahhh padahal mau ajak Renjun..." Yukhei melirik kearah Jeno " Yah gak papa sih kalo gak mau ikut " Ucap Yukhei seolah melemparkan kompor eh maksudnya meleparkan tatapan mengompori Jeno
" Renjun~ " Jeno menjawab cepat
" Heh Renjun aja cepat! Iya aku mau telpon dia suruh nyusul ke sana " Haechan memasang wajah sarkastiknya
" Eh jangan chan! Kasian Renjunnya... kita aja yang jemput kerumahnya " Usul Yukhei langsung membuahkan Respon tidak suka dari Haechan dan Jeno
" Kok kamu peduli banget sama Renjun? " Haechan menatap sarkastik dia memutar bola mata sampai hitam dimatanya menghilang
" Ck..Ayolah Chan masak gak paham " Yukhei mencubit pipi Haechan gemas sambil berkata 'Iya' tanpa suara sebagai perintah untuk Haechan segera mematuhinya
" Eeh iya iya...kita kerumah Renjun habis ini " Ucap Haecan akhirnya walau ia tidak mengerti maksud Yukhei yah iya kan saja dari pada panjang
" Ya sudah aku ikut saja...soalnya kalian maksa " Dengan malu-malu Jeno menundukkan kepalanya
" Ch, Sapa yang maksa.." Haechan mencibir lalu segera disikut pelan oleh Yukhei
" Bagus ayo kita cepat makannya coyyy "
.
.
.
Di markas Mark
" Udah dapet nih alamat rumahnya Renjun..." Jaemin menyodorkan secarik kertas langsung disambut oleh Koeun
" Oh ini mah deket rumah temen gue gilaa haha " Koeun tersenyum
" Bagus deh itung-itung ada navigator live yang nunjukin jalan kikikikikikik " Mark menepuk-nepuk kepala Koeun
" Setan! " Koeun menjitak kepala Mark dengan ponselnya
" Tujuan lu apaan kerumah Renjun, Lee? " Tanya Jaemin
" Ini mau bawa barang bukti kalo gue ama dia ga pacaran " Mark dengan tanpa beban menunjuk Koeun dengan dagunya
" Tau ni kampret maksa gue buat ikut hari ini...untung kenal kalo enggak udah gue jepitin bulu mata dia! " Koeun membenarkan dengan wajah kesalnya
" Oh gitu doang? Terus kesana dengan tangan hampa gitu? " Sindir Jaemin
" Enggak dong gue udah siapin makanan buatan bibi tiga rantang noh sekalian biar berkesan buat mamanya Renjun " Mark tersenyum bangga
" Berdoa lah...Renjun dan keluarganya adalah tukang makan yeee, gak pake otak makanan yang bisa aja buat jatah tiga bulan dikemas jadi satu ckckck " Jaemin hanya bisa menggeleng melihat rantang yang dimaksud Mark lebih mirip Rak buku arsip data pelajar itu.
" Let's go kita berangkat..." Ucap Mark semangat seperti seorang pemimpin anak TK dalam lomba tujuh belasan
(Note : Mark sebenarnya sudah tau rumah Renjun hanya saja dia berpura-pura agar tidak terlalu terlihat apa ya istilahnya menyusahkan diri sendiri atau sekedar repot-repot mencari info tentang Renjun makanya dia menyuruh Jaemin seolah dirinya ingin terima beres *jiwapopuler* )
Kembali ke waktu Normal dimana mereka sudah bersama-sama berkumpul diruang tamu kediaman keluarga Huang
" Jamaallll! Bawa sini rantangnya " Ucap mark meneriaki orang yang sedang duduk diluar meminum kopi yang baru saja dihidangkan oleh Renjun
" Siap den..." Akhirnya ia membawa tiga rantang yang berisi delapan kotak tempat makan itu masuk rumah Renjun
" Itu buat adek..." Mark tersenyum manis sekali pada Renjun
" Wah banyak banget kak.. sapa yang mau habisin kalo gitu " Renjun menatap takjub pada rantang didepannya
" Buat sapa aja asal adek seneng " Ucap Mark sambil membelai kepala Renjun
" Hoeeeeekkkkkkk " Itu adalah suara Yukhei, Haechan, Jaemin dan Koeun bersamaan
Jeno hanya bisa memancarkan sengatan listrik yang tak kasat mata.. pada Mark. Jeno menyesal ikut kerumah Renjun kalau akhirnya dia merasakan perasaan tidak suka ini lagi. Perasaan yang sangat mengganggu, perasaan yang membuatnya ingin meledak-ledak...ketika tangan itu menyentuh rambut oranye milik Renjun! Jeno benar-benar tidak suka! Tapi siapa dia berhak marah? Jeno kembali teringat siapa dirinya, Jeno kehilagan moodnya untuk sesaat. 'Aku harus cari cara buat keluar dari sini' sifat introvetnya kembali muncul dia berharap akan ada situasi lengah yang bisa membuatnya melarikan diri tanpa ketahuan terlebih ketahuan dengan Yukhei dan Renjun yang pasti tidak akan membiarkan itu terjadi.
" Eh kalo kalian kenapa datang kesini? " Renjun bertanya dengan Haechan dan Yukhei dan Jeno yang duduk sepaket bersebelahan
" En ini kita baru mau pul- " Entah keberanian dari mana Jeno bangkit dari tempatnya namun kembali terduduk setelah ditarik oleh Yukhei
" Kami mau ajak kamu jalan-jalan Ren..." Uap Haechan
" Eh- Kemana? " Betul saja Renjun langsung tertarik
" Kepasar pagi~ " Yukhei tersenyum menampakkan deretan giginya
" Serius? Ayo ayo aku mau...Eh kak Mark, kak Jaemin, er dan kak Koeun mau ikut juga " Ucap Renjun. Yukhei dan Haechan yang saat itu minum langsung menyembur dan itu kena wajahnya Jeno loh ckck kasian Jeno yang duduk ditengah
" Ehm maaf Renjun aku gak bisa.. soalnya ada kursus habis ini " Koeun tersenyum manis membuat Renjun membalasnya
" Wah kita jugakan Mark aw- " Jaemin mengaduh
" Bisa kok Renjun...yakan Jaem bisa dong hehe.." Mark mengetip-ketipkan matanya pada Jaemin padahal baru saja dia menginjak kaki tak bersalah Jaemin
Melihat itu Haechan, Yukhei dan Jeno berbisik
" Pstt tuh yakin mau pulang! Nanti gimana kalo Renjun deket-deket Mark teruss " Bisik Yukhei
" Iyahhh Jen masak sudah tampang kamu kalah telak tapi soal dapetin Renjun jangan mau kalah dong " Haechan menimpali. (Posisi mereka saat ini tu seperti team voli yang sedang berunding atau diberikan kultum sebelum tanding ngertikan maksudnya)
" Huaaahh " Jeno meronta melepaskan dirinya dari kurungan Yukhei dan Haechan
" Iya aku ikut..."
" YEAAAAAAAYYYYYY " Yukhei dan Haechan berkompak ria dengan raut wajah bahagia Renjun berjalan mendekati Jeno tepatnya kini ia berada dibelakang Jeno
" Makasih ya udah mau ikut Jeno ku~ " Renjun memeluk tengkuknya dari belakang membuat Jeno harus merinding disekujur tubuh belum lagi ia tak tau seberapa merah wajahnya ini
" EHM- " Mark tiba-tiba membuat fokus teralih padanya dengan deheman super bak suara Bapak-bapak ditambah ekspresi marahnya namun sedetik kemudian
" Ayo kita berangkat...^_^ "
Tobe continyus on and on man..why are you doubting TY Ehh- kok malah nyanyi
Bersambung coy
Holla~ aduh gak PD nih sebenernya mau lanjutin FF soalnya diri ini merasa belum pantas membuat FF karena nilai bahasa yang not good. Lah curhat! Tapi kalo ga dilanjutin geregetan sendiri sama otak yang isinya NoRen kalo enggak MarkRen.. maaf ya kalo FF nya hasilnya buruk kayak wajah saya #plakkk enggak kok wajah saya cantik dijamin wkwk terimakasih yang sudah review komen baik terimakasih komen buruk juga terimakasih saya menghargai duaduanya...toh kita sama-sama belajar ^_^~ Buat yang minta ada konflik mulai kok keliatan ntar dichap selanjutnya. Sekalian mau belajar dulu konflik yang badai itu gimana hihi soalnya gabisa bikin cerita serius bisanya tu yang ada diotak langsung aja tulis... masalah ending huhuhu bingung coy sayang duaduanya kan nanti Jaemin aku sengajain kosong sapa tau bisa nyembuhin hati oppa yang tidak terpilih oleh Renjun... makasih pokoknya buat yang fav follow and like T_T apa lagi yang sekedar membacapun saya sangat berterimakasih oya jangan lupa keritik ya apakah ada sedikit perubahan dari diri saya mengenai FF ini ataukah masih datar :' mianhae :' jongmal mianhaeyong...
Ada kapel baru YukHae entahlah muka Haechankan genit muka si Yukhei tu macam berandal manja gimana gitu ya langsung dicatet aja sama otak ini...
Apapun yang terjadi saya bakal salurin fantasi Noren Markren saya jadi saya akan lanjut walau yah tetep FF ini nosense dan moniton dan datar dan biasa aja dan garing yah saya tetap akan lanjut
Makasih yah...
Kamsamnidang
