Tittle : The Lost Memory (Part 4)

Cast :

VIXX's Leo as Jung Taekwoon a.k.a Leo

VIXX's Ken as Lee Jaehwan

VIXX's N as Cha Hakyeon

Hakyeon membuka pintu mobilnya lalu keluar dari mobilnya. Hakyeon berjalan mendekati pintu depan rumah Taekwoon. Hakyeon menghela nafas, lalu dia berjalan memasuki rumah Taekwoon.

"Aku sudah mencurigai rumah ini dari awal... Aku harus menemukan barang-barang yang akan membuat Leo kembali mengingat Jaehwan sebelum Leo pulang."

Baru saja Hakyeon hendak melangkahkan kaki, tiba-tiba saja Hakyeon merasa seperti ada seseorang menyentuh pundaknya untuk menahan langkahnya. Hakyeon merasa ganjal. Sentuhan itu terasa sangat dingin.

"Jaehwan...?"

Hakyeon membalikkan tubuhnya perlahan, dan benar saja. Seorang yang menahannya itu adalah Jaehwan. Jaehwan menatap Hakyeon dengan ekspresi wajah yang terlihat sedih.

"Apa maumu, Lee Jaehwan? Apa? Kenapa kamu mencoba untuk membuat Leo mengingatmu kembali? Sadarilah, kamu sudah_"

Belum sempat Hakyeon menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba terdengar suara pintu depan berbunyi. Sepertinya Taekwoon sudah pulang. Perlahan Jaehwan menghilang, membuat Hakyeon diam tak berkedip.

Taekwoon berjalan ke ruang tengah, mendapati Hakyeon yang diam mematung seperti itu. Taekwoon menghela nafas lalu berjalan mendekati Hakyeon dan mencubit lengan Hakyeon agak keras. Tentu saja itu membuat Hakyeon kesakitan.

"Apa yang kau lakukan?!"

"Menyadarkanmu dari lamunanmu. Lagi pula apa yang kamu lakukan di rumahku?"

"Bukan apa-apa."

Hakyeon memalingkan pandangannya dari Taekwoon, berharap Taekwoon berhenti menanyakan hal itu. Taekwoon menghela nafas, dia seperti mengetahui kalau Hakyeon tidak ingin Taekwoon menanyakan hal itu.

"Hakyeon."

"Apa?"

"Hari ini aku ada schedule?"

"Tidak ada. Wae?"

"Ayo temani aku jalan-jalan. Aku bosan."

Tanpa menunggu jawaban dari Hakyeon, Taekwoon langsung menarik tangan Hakyeon. Sebenarnya Hakyeon ingin marah, tapi entah mengapa Hakyeon lebih memilih untuk diam saja.

Taekwoon berhenti berjalan tepat di depan mobil Hakyeon yang terparkir di halaman depan rumah Taekwoon, lalu Taekwoon mengulurkan tangannya pada Hakyeon.

"Berikan kunci mobilmu."

"Mwo? Memangnya kamu bisa menyetir?"

"Kamu meragukan kemampuanku?"

"Aku belum pernah melihat kamu menyetir mobil..."

"Aish. Sudah berikan kunci mobilmu!"

Dengan sangat terpaksa dan sedikit ragu-ragu Hakyeon mengambil kunci mobilnya dari saku jaket yang dia kenakan lalu memberikan kunci itu pada Taekwoon. Setelah menerima kunci itu, Taekwoon langsung masuk ke dalam mobil.

"Hakyeon! Ayo cepat masuk!"

Hakyeon menghela nafas dan memilih untuk mengikuti apa yang Taekwoon minta. Hakyeon berjalan masuk ke dalam mobil, namun dengan perasaan agak ragu dan takut ketika Leo sudah mulai menyalakan mesin mobil.

Dan tidak terduga, ternyata Taekwoon bisa mengendarai mobil, padahal Hakyeon belum pernah melihat Taekwoon mengendarai mobil sebelumnya. Tapi setidaknya Hakyeon bisa lega karena Taekwoon tidak akan mengancurkan mobilnya.

"Leo, kau mau membawaku kemana?"

"Sudah diam saja."

Hakyeon menghela nafas lalu dia mengikuti kata Taekwoon untuk diam. Hakyeon mengambil handphone nya lalu memainkan handphone nya.

"Hakyeon..."

"Ya?"

"Panggil aku Taekwoon."

Hakyeon menoleh pada Taekwoon. Wajahnya sedikit memerah. Entah mengapa, Hakyeon berfikir saat Taekwoon menyuruh Hakyeon untuk memanggil nama Taekwoon bukan dengan stage name nya, Hakyeon merasa Taekwoon mengajaknya untuk selangkah lebih dekat.

"Baiklah... Taekwoon..."

Hakyeon menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Diam-diam dia tersenyum. Tanpa Hakyeon sadari Taekwoon melirik Hakyeon, dan tersenyum tipis melihat tingkah Hakyeon.

Taekwoon memarkirkan mobil Hakyeon di sebuah puncak gunung, di pinggir tebing di dekat sebuah jurang. Hakyeon melihat pemandangan sekitar situ, terlihat indah. Di sekitar mobil terdapat rerumputan dan bunga-bunga kecil. Bahkan di atas sini langit Seoul siang hari sangat terlihat jelas. Benar-benar pemandangan yang bagus.

Taekwoon membuka pintu mobil lalu turun dari mobil, diikuti dengan Hakyeon. Taekwoon mendongakan kepalanya seraya memejamkan kepalanya, membiarkan angin menerpa tubuhnya.

"Taekwoon, apa yang mau kau lakukan disini?"

"Entahlah. Seperti ada sesuatu yang membawaku ke sini."

Taekwoon berjalan ke pinggir tebing, lalu membalikkan tubuhnya menghadap Hakyeon yang masih berdiri di samping mobil. Hakyeon benar-benar panik melihat apa yang di lakukan Taekwoon, dia takut Taekwoon akan terpeleset dan jatuh ke jurang.

"Taekwoon! Menyingkir dari situ! Kamu sudah mau mati, hah?!"

Taekwoon hanya diam dan tersenyum pada Hakyeon. Namun senyum itu terlihat ada yang aneh. Mendadak Hakyeon merasakan firasat tidak enak.

Sementara Taekwoon kembali melihat bayangan itu. Bayangan dirinya bersama Jaehwan. Satu memori teringat kembali, ketika Taekwoon membawa Jaehwan kabur dari rumah sakit untuk sedikit menghibur Jaehwan.

"Wah~ pemandangan disini indah sekali, hyung!"

"Kau suka?"

Jaehwan menganggukan kepalanya seraya tersenyum lebar melihat pemandangan di depannya. Taekwoon memeluk Jaehwan dari belakang lalu mengecup pipi Jaehwan dengan lembut. Tidak lama kemudian, bayangan itu menghilang. Taekwoon memejamkan matanya. Tiba-tiba sebuah bisikan terdengar di telinga Taekwoon.

"Hyung... Ikutlah denganku..."

Taekwoon mengenal suara itu, itu suara Jaehwan! Taekwoon membuka matanya lalu menoleh ke kiri dan ke kanan, berusaha mencari dimana Jaehwan. Namun naas, Taekwoon terpeleset. Melihat itu, dengan cepat Hakyeon berlari mendekati Taekwoon.

"Jung Taekwoon!!"

-to be continued-