Yook~ Update Yook ^^ Hehe.

Hepi reading

.

.

"Luccyyy!"

"Jangan dekati aku!"

"Luce dengarkan aku dulu!"

"Tidak!"

BRAAK!

.

.

Before the birth of baby Nashi.

.

Disclaimer of Fairy tail

Hiro Mahima

.

WARNING : MARRIED LIFE, TYPO(S) LIFE, DRAGNEEL FAMILY LIFE, FAIRY TAIL LIFE

.

.

Natsu mengejar Lucy yang berjalan menuju bar. Parasnya yang tak lagi secerah dan secantik hari kemarin pun membuat teman-teman mereka tahu, bahwa wanita itu tengah kesal. "L-Lu-chan?"

"Levy-CHAN! Hari ini aku akan menginap dirumahmu okeh?" Kata Lucy sembari duduk di sebelahnya. "Eh? Memang ada apa Lu-chan?"

Lucy berdengus kesal "Katakan saja seseorang membuatku kesal!" Lucy sengaja memperbesar suaranya, sehingga Natsu dapat mendengarnya—dengan sangat jelas. Ditambah lagi dengan pendengaran yang tajam.

"Ara.. Ara.. kau berantem dengan Natsu, Lucy?"

"Tanyakan saja pada Flamehead bodoh di sana itu!"

Gray tertawa mendengar Lucy memanggil Natsu dengan julukan yang ia berikan "Yaaay! Lucy! Akhirnya kau sadar itu nama yang tepat untuk seorang pria berambut merah muda!"

Natsu berniat untuk membalik perkataan Gray seperti biasanya, tapi entah.. ia tidak semangat. "Terserahlah Gray.." Katanya sembari merebahkan kepalanya pada meja bar. Gray mengedip beberapa kali. Apa? Natsu memanggil dengan nama aslinya?

"Bunny-girl jelas membuat Salamander terlihat menyedihkan" Gajeel menggelengkan kepalanya.

"Jangan salahkan aku MUKA BESI!" Teriak Lucy dari meja bar. Aura gelap dan menusuk yang keluar dari tubuh Lucy saat ini lebih menyeramkan dari Erza, Mira maupun Juvia ketika ia sedang cemburu.

"Lucy.. sampai kapan kau akan tinggal di rumah Levy?" Tanya Erza.

"Entahlah. Mungkin sampai aku merasa lebih baik. Bisa saja seminggu"

Natsu tertegun mendengar Lucy selama seminggu akan menginap di rumah Levy.

"Atau.. sebulan?"

Natsu kembali tersentak, ia terlihat ingin menangis.

"Oho, mungkin setahun?"

Natsu menjedotkan kepalanya ke meja.

"O-Oy, Lucy? Aku benci mengatakan ini.. tapi… lihatlah Flamehead.." Gray menunjuk Natsu membuat Lucy meliriknya sebentar "Ia seperti tidak ada semangat hidup" Kata Gray memandang Natsu yang terkulai lemas. Saat ini seperti ada roh kecil yang keluar dari tubuhnya.

"Huh? Aku tak peduli, aku tak kenal pria di sana itu"

Natsu benar menangis mendengar perkataan Lucy "Gi hee, hanya Bunny-girl yang dapat membuat salamander menjadi lemah seperti bayi besar cengeng"

"AKU TIDAK! MUKA BESI! Hiks.." Protes Natsu di sela isaknya.

"Geez.. dasar cengeng!" Teriak Gray "Lucy.. jangan membuat nama guild kita tercemar karna Flamehead menjadi penyihir yang lemah dan cengeng. Lagi pula ia kan suamimu?"

"Tidak! Aku tidak butuh pria serakah! Rakus! Keras kepala! Egois! Ceroboh! Juga menyebalkan seperti dia!"

JLEB! JLEB! JLEB!

Jantung Natsu seperti tertusuk pisau tajam.

"Baiklah Lucy. Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Erza sembari menaruh sendok kuenya di atas meja bar.

Lucy menghela nafas "Baiklah.. aku malas menceritakan ini. Tapi .. ya sudahlah.."

Flashback

"Natsu! Ayo sarapan!" Panggil Lucy dari dapur.

"Yayy! Kita makan! kita makan!" Teriak Natsu senang. Kini sudah saatnya sarapan dan Lucy bilang ia membeli beberapa ayam goreng super pedas buatan Mira ditambah lagi dengan saus Tabasco.

"Hihihi.. " Lucy tertawa kecil melihat tingkah lucu Natsu yang melompat-lompat kecil saking senangnya. "Natsu.. inikan hanya ayam goreng? Kenapa begitu senangnya?"

Natsu menghadap Lucy penuh. Wajahnya sangat serius "Lucy.." ia menaruh tangannya pada pundak Lucy "Ayam goreng buatan Mira, bukan sebuah ayam goreng biasa. Buktinya saja kau sangat suka"

Lucy menaikan satu alisnya. Huh? Lalu kenapa? Lucy hanya mengangkat bahunya tak mengerti. Natsu terkadang aneh—koreksi—selalu bukan terkadang.

Lucy membuka lemari esnya. Mencari kotakan yang berisi ayam goreng. Matanya mengabsen setiap makanan yang berada di dalam kulkas. Tapi makanan yang ia cari tidak ada. Lucy mengingat kembali dimana terakhir ia taruh.

'Aku yakin.. aku menaruhnya di dalam kulkas. Kenapa sekarang tak ada? Siapa yang memakannya? Di rumah ini.. hanya ada aku, Natsu dan Happy. Dan Happy sedang menjalankan misi dengan Wendy dan Charle… kalau begitu..' Lucy berpikir keras lalu ia menatap Natsu tajam.

"Huh? Ada apa Luce?" Tanya Natsu merasa diperhatikan.

"Kau.. kau yang memakan semua ayamnnya kan Natsu?"

Natsu mengerutkan keningnya "Ayam? Aku? makan? tidak ada!"

"Bohong! Dirumah ini hanya ada aku dan kau! Dan Happy tengah menjalankan misi!"

"Tapi bukan aku Luce! aku serius!" Protes Natsu.

"Natsu.." Lucy berjalan mendekatinya "Kau hanya tinggal jujur saja. Aku dapat memaafkan jika kau jujur" Kata Lucy.

"Demi mavis Luce.. aku tidak ada mengambilnya! Kenapa kau tidak percaya padaku sih! Atau.. jangan-jangan.. kau yang memakan ayam itu! tapi kau lupa?"

"Jadi kau menuduhku Natsu?!" Teriak Lucy. "Baiklah!" Lucy beranjak dari dapur menuju pintu keluar rumah mereka "Jangan dekati atau pun berbicara denganku! Sebelum kau meminta maaf dan jujur padaku!"

"Lu-luce jangan begitu, Luce!" Natsu mengejar Lucy yang pergi menuju guild mereka.

Di sepanjang jalan Natsu terus mengejar Lucy dan memanggil namanya tetapi Lucy berpura-pura tidak mendengar.

End Flashback

"Sampai ia jujur.. aku tidak akan berbicara dengannya"

"Tapi Luce…" Natsu menghampirinya dan Lucy membuang wajahnya ketus "Bukan aku. Sungguh…" Natsu menghentak-hentakan kakiknya kesal.

"Ara.." Mira menatap Natsu dan Lucy bergantian "Susah jika tidak ada yang ingin mengalah"

"Tapi aku tidak—!" Lucy dan Natsu berbicara bersamaan "—SALAH!"

"Hadeh.." Levy mengurut kepalanya "Ini akan susah"

"Natsu sebaiknya kau jujur" Kata Erza.

"Tapi aku tidak salah Erza! Kenapa aku harus mengakui kesalahan yang tidak aku perbuat!"

"Nah!" Lucy menunjuk Natsu "Lihatlah sikapnya ini Erza! Ia sangat keras kepala!"

"Bunny-girl dan salamander sangat kekanak-kanakan. Berantem hanya karna ayam.. Gi hee"

"DIAM KAU MUKA BESI!" Natsu meninjunya dan Lucy memberikan 'Lucy kick'nya. "Kenapa kau selalu menyalahkanku sih Luce!"

"Memang kau yang salah! Kau kan rakus! Siapa lagi yang dapat aku salahkan, huh?!" Kata Lucy dengan nada menantang dan seakan ia menyalahkan semuanya pada Natsu.

Natsu terdiam sesaat "Terserah kau Luce! ini pertama kalinya aku kesal denganmu! Ini pertama kalinya aku marah padamu! Aku sudah cukup sabar. Jadi terserahlah!" Natsu berjalan meninggalkan kerumunan. Lucy menatap Natsu sebentar sebelum ia mengangkat bahu tak peduli. "Okeh.. kita lihat siapa yang dapat bertahan.." Kata Lucy sebelum ia menyeruput es teh yang ia pesan dari Mira tadi.

Suara Natsu tadi cukup keras untuk didengar oleh anggota guild lainnya. "Kenapa lagi mereka itu"Kata Macao prihatin. "Apa pengantin baru memang selalu begitu?" Tanya Romeo. "Tidak juga.. hanya saja.." Wakaba menyalakan rokoknya "Lucy menikahi Natsu.. tentu tidak selamanya hidupnya tenang"

"Juvia merasa kasihan dengan Lucy-san dan Natsu-san. Semoga mereka cepat berbaikan"

"Aku juga Juvia.. Aku juga.." Lisanna mengangguk setuju.

"Flamehead.. bersikap lah janta—" Gray menutup mulutnya "Sialan Elfman! Kau menularkan virusmu!" Teriaknya.

"Kapan Natsu menjadi jantan.." Elfman menatap Natsu yang berjalan keluar guild.

"Cukup kalian!" Teriak Lucy membuatnya kembali mejadi pusat perhatian "Ayo Levy-chan! Aku kesal berada di sini! Ayo kita kerumahmu!"

"Ba-Baiklah Lu-chan…" Levy berjalan di belakang Lucy dan pergi menuju rumahnya.

"Harus ada yang membuat mereka berbaikan kembali" Master Makarov yang melihat semua kejadian dari lantai dua berjalan menghampiri kerumunan.

"Tapi bagaimana Master?"

"Erza dan Mira temui Lucy di rumah Levy dan bujuk dia.. lalu.." Master menghadap beberapa pemuda "Gray dan Gajeel.. mungkin kalian orang yang tepat.. untuk menemui Natsu"

(^^)

Natsu berjalan menuju ke taman dekat pusat perbelanjaan yang beberapa waktu lalu ia terus mengehentak-hentakan kakinya kesal. "Lucy! Lucy!Lucy! kenapa gara-gara ayam kau bisa marah hingga seperti ini!" Teriak Natsu frustasi.

"Sudah kuputuskan! Mulai detik ini , aku tidak akan makan ayam lagi! "

"Jangan berteriak bodoh, kau membuat pengunjung perbelanjaan takut" Kata Gray yang datang menghampirinya. Diikuti Gajeel yang terus menggerutu di belakangnya.

"Geez.. mau apa kalian kesini muka besi.. Ice Princess.."

"Jaga omonganmu Salamander.. kami tak mungkin kemari jika Master tak menyuruh kami"

"Terserahlah.. hah!" Natsu menghela nafas sembari duduk di kursi taman "Hari ini aku sedang tidak ingin bertarung atau melawan kalian.."

"Hei.. Flamehead.. aku tahu kita adalah musuh juga 'ehem' teman satu tim.. karna itu kau bisa ceritakan semuanya padaku. Anggap saja kini kita sedang berdamai—untuk sementara waktu"

"Yah.. Ice Boy benar, Salamander.. dan kau juga bisa bercerita denganku. Karna kita sesama Dragon Slayer, Gi hee" Gajeel manampakan cengiran khasnya.

Natsu menatap kedua musuh bebuyutannya yang kini menjadi teman ceritanya. "Kalian benar bisa diandalkan?"

"Tentu" Angguk mereka.

"Baiklah.. kalian sudah dengar ceritanya tadi bukan? Sungguh aku tidak mengambil ayam—sialan itu dari kulkas. Tapi Lucy tetap saja menuduhku. Kapan ia dapat mempercayai kata-kataku?"

"Kau lupa salamander, Bunny-girl mengandung anakmu. Ia jadi memiliki sifatmu yang pemarah. Dan kau pemarah karna kekuatanmu berasal dari api"

"Muka besi benar ,Flamehead. Tidak semuanya kesalahan Lucy. Kau harus lebih mengerti keadaannya. Dan.. pfft.. soal kalian bertengkar akibat ayam itu.. lebih baik lupakan saja! itu memalukan ! Maksudku.. kenapa kalian tidak menyuruh Mira untuk membuatkannya lagi?"

Natsu mendesah pelan "Geez.. aku tak kepikiran sampai disitu Stripper. Luce membuatku panik. Kau dengar Lucy akan menginap dirumah Levy? Agh! Apa yang harus kulakukan?!"

"Meminta maaf" Kata Gray dan Gajeel bersamaan. "Apa?! Harus aku lagi yang mengalah?! Tidak!"

"Ya… itu terserah padamu salamander. Jika kau ingin Bunny-girl menginap di rumah si kecil selama bertahun-tahun itu keputusanmu"

"Lagi pula Flamehead.. kita pria. Tidakkah kau merasa aneh jika seorang wanita meminta maaf duluan? Wanita itu egois. Meski ia salah kita yang harus mengalah. Itulah hukum alam"

"Kalian benar.." Natsu menganggukan kepala pelan "Bagus! Sekarang aku merasa lemah karna bercerita dengan kalian!"

"Gi hee. Kau memang sudah lemah dari awal salamander bayi besar yang cengeng"

"Sialan kau muka besi!" Tangan Natsu sudah mengeluarkan semburat api. "Huwoo! Sudah membaik rupanya Flame-fart . Apa kau siap bertarung dengan kami?"

"Huh? Haha.. tidak untuk kali ini Ice Princess. Aku harus mendapatkan wanitaku kembali"

"Ah.. salamander.. soal ayam itu. Hmm.. aku benci mengatakan ini tapi.. dari dulu aku sangat penasaran jika orang-orang menanyakanku ini.." Gajeel terlihat gelisah dan kebingungan.

"Apa itu?"

"Sebenarnya telur dulu.. apa ayam duluan?"

"Geez.. itu pertanyaan mudah! Jawabannya .." Natsu menahan kalimatnya.

"Telur/Ayam.." Natsu dan Gray menjawab bersamaan.

"Eh?! Kau benar-benar bodoh ya? Sudah pasti duluan ayam!" Protes Natsu.

"Salah telur duluan!"

"KALAU TELUR DULUAN SIAPA YANG NGERAMIN?!"

"LAH?! KALAU AYAM DULUAN KELUARNYA DARI MANA?!"

Tiba-tiba Gajeel meninju wajah mereka memuat keduanya terpental. "Itu untuk apa Muka besi?!" Teriak mereka.

"Lupakan pertanyaanku yang itu.. sekarang. Enak mana? Cokelat rasa kotoran atau kotoran rasa cokelat?"

Natsu dan Gray ternganga "I-Ini pertanyaan yang sulit.." Natsu menggosok dagunya. Gray terlihat berpikir keras. Gajeel hanya menyengir lebar 'Keduanya sama bodoh, Gi hee' Pikirnya.

*Baiklah kita tinggalkan mereka~ Mau aja dibodokin Gajeel dan Author-Muahahahaha!

(^^)

"Lu-chan.. kau benar tidak ingin pulang?"

Lucy mengalihakan pandangannya pada sahabatnya yang sedang menyuguhnya ia segelas susu hangat. "Hah.. aku hanya kesal pada Natsu, Levy-chan. Kenapa ia tidak jujur saja"

"Ah.. dan.. Mira? Erza? Kalian ada keperluan apa kemari?" Levy menghadap Mira dan Erza yang baru saja datang.

"Tentu saja ingin melihat keadaan Lucy"

"Lucy.. Umm.. apa kau sudah yakin. Natsu yang mengambil ayam buatanku itu?"

"Mira, dirumah hanya ada aku dan Natsu. Siapa lagi yang dapat menghabiskannya tanpa—sisa?"

"Tapi Lucy.. tidakah kau berpikir kau terlalu kelewatan? Maksudku.. itu hanya ayam. Demi Mavis , Lucy.. aku dapat membuatkanmu segentong penuh jika kau mau, hihihi"

Lucy tertawa kecil "Kau benar Mira. Tapi.. kembali kepada permasalahannya. Natsu tidak jujur.. itu saja.." Lucy memainkan bibir gelas susu itu "Jika ia mengakui kesalahannya, maka aku akan langsung memaafkannya"

"Hey Lucy.. kapan terakhir kali kau mengalah pada Natsu?" Tanya Erza.

"Mengalah? Eh? Um…"Lucy memainkan bibirnya sembari terus mengingat-ngingat terakhir kali ia mengalah pada Natsu "Aha! Hehe.. t-tidak pernah Erza.." Jawab Lucy tertawa gugup.

Levy, Mira dan Erza hanya saling beradu pandang satu sama lain. "Hah.. Lu-chan.. tidak salah jika Natsu marah dan merasa kesal padamu. ia pasti merasa kau ini sangat egois"

"Eh? Aku tidak!"

"Nah Lucy.. kau bilang Natsu keras kepala. Bagaimana dengamu? Kau sendiri tidak mau mendengar nasehat kami" Lucy hanya terdiam. Perkataan mereka ada benarnya juga.

"Ja-Jadi.. apa yang harus aku lakukan?"

"Meminta maaf" Kata mereka serempak. "Hanya maaf saja?" Tanya Lucy.

"Oho! Atau kau meminta maaf dan bilang pada Natsu, jika kau ingin menghadirkan 30 anak! Agar aku dapat mengurus mereka~" Kata Mira senang dan mulai membayangkan guild Fairy tail yang ramai akan anak-anak dengan rambut pirang dan merah muda.

Lucy hanya bersweatdrop dengan perkataan Mira "Mi-Mira.. yang satu saja belum lahir.." Lucy mengelus perutnya yang hampir genap 6 bulan ia mengandung. "Dan.. kau pikir aku melahirkan dengan bertelur?! 30 Mira! 30 ?!"

"Hihihi.. Mira sangat terobsesi dengan kalian Lu-chan. Karna kalian pasangan yang sangat serasi"

"Ngomong-ngmong soal pasangan Levy.. kenapa kau juga tidak segera menghadirkan anakmu sendiri?" Mira menyengir lebar.

"D-dengan si-siapa Mira?" Tanya Levy pura-pura bego. Berusaha menutupi wajah Blushingnya.

"Dengan seorang Iron Dragon Slayer? Inisialnya.. Gajeel?" Erza mengacungkan jempolnya. "Ga-Gajeel?! Tidak mungkin Erza.. hadeh.." Sangkal Levy.

"Phew, Levy-chan.. kapan kau jujur sih"

"KYAAA! Sekarang aku membayangkan bayi dengan rambut biru muda dan hitam!" Teriak Mira penuh dengan kegembiraan.

"OKEH CUKUP!" Teriak Levy "Se-sekarang lebih baik kita temui Natsu .. Lu-chan… Em, kumohon?" Levy menatap Lucy dengan puppy-eyesnya. Lucy mengerti sekali jika Levy tidak ingin Erza dan Mira mengungkit masalah—yang berhubungan dengan Gajeel dan .. bayi.

"Baiklah, Levy-chan! Ayo!"

(^^)

Natsu, Gray dan Gajeel tengah dalam pertarungan yang—biasanya di dalam guild. Ketika seorang wanita pirang masuk kedalam guild. Natsu menghentikan aksinya dan memandang Lucy dari tempatnya berdiam."Nah.. Flamehead.. temui wanitamu" Perintah Gray yang juga menyadari kehadiran Lucy. Natsu mengangguk dan berjalan menghampiri Lucy.

Natsu mengambil nafas panjang "Luce/Natsu!" Natsu dan Lucy memanggil nama masing-masing bersamaan.

"Luce dengar aku minta—"

"—Tidak Natsu.. aku yang seharusnya minta maaf" Lucy tersenyum kearahnya. Natsu mengedip beberapa kali. "Aku egois.. aku sadar itu. karna itu… Umm.."

Lucy melihat sekelilingnya. Semua perhatian anggota guild teralihkan kepada mereka. "Selalu menyenangkan memang.. melihat keluarga baru" Bisca menatap Natsu dan Lucy tersenyum lembut. "Yah.. seperti kita dulu" Alzack merangkul wanita berambut hijau itu.

"Ayo lanjut!" Teriak Master Makarov.

"Jadi.. Natsu.. aku minta maaf.."

Natsu hanya memandang Lucy—lama. Membuat Lucy mengerutkan keningnya "Natsu! Apa jawabanmu? Apa kau memaafkan aku?"

"Eh? Tentu saja Luce!" Natsu menampakan cengirannya. Tapi Lucy masih menatapnya "Ke-Kenapa kau masih memandangku juga Luce?"

"Geez.. salamander! Peluk dia! Bodoh!"

Natsu hanya ber-o-ria dan memeluk Lucy erat. "Yuhuuuu! Kalau begitu masalah selesai!" Teriak beberapa anggota guild.

"Kerja bagus semua!" Teriak Master.

"Eh? Ada apa ini?" Tanya Happy yang baru saja masuk kedalam guild bersama dengan Wendy dan Charle. Happy terbang menghampiri Natsu dan Lucy yang masih dalam mode-hugging.

"Natsu? Lussy? Apa yang kalian lakukan? Lakukan hal seperti ini dirumah?! Kalian tidak tahu malu sekali!"

Lucy melepaskan pelukannya "Hihi.. selamat datang Happy. Hah.. tadi ada sedikit masalah dengan kami"

"Eh? Jangan katakan kalian bertengkar? Geez… tugasku memang sangat penting! Jika aku tidak ada kalian pasti bertengkar!"

Natsu menepuk-nepuk kepala sahabatnya itu pelan "Hhh… yah kau benar Happy. Aku dan Luce memang bertengkar. Tapi kini semua sudah beres!"

"Lalu? Kalian bertengkar karna apa?"

"Hal sepele.. hanya karna ayam goreng" Lucy menahan tawanya. Kalau mengingat kejadian saat mereka bertengkar tadi, ternyata itu memang hal yang sangat konyol.

"Ayam?" Happy terlihat berpikir "Apa ayam yang ada dalam kulkas kalian?"

Natsu dan Lucy seketika berhenti tersenyum. Begitu juga dengan anggota guild yang lainnya. "Dari mana kau tahu Happy?" Tanya Natsu.

Happy cekikikan "Hihihi~ kalau soal itu! Aku tahu kemana ayam itu pergi!"

Natsu dan Lucy saling beradu pandang.

"Sebenarnya aku, Wendy dan Charle sudah selesai mengerjakan misi dari kemaren. Dan kemarin malam aku pulang kerumah… tapi aku mendengar dari pintu kamar kalian.. kalian mendengkur keras. Menandakan kalian tertidur pulas. Aku tidak ingin menganggu, Jadi aku memutuskan untuk menginap dirumah Wendy dan Charle.." Happy melirik Charle dan Wendy yang hanya mengangguk.

".. tapi sebelum aku keluar.. aku merasa lapar! Dan akhirnya aku membuka kulkas kalian! Disitulah pertemuanku dengan ayam goreng nan lezat itu! Hihihi…" Happy tertawa kecil.

"Lalu dimana ayam itu sekarang Happy?" Tanya Lucy.

"Huh? Tentu saja dalam perutku Lusyy!" Jawab Happy mengelus perut buncitnya. Tiba-tiba Lucy menarik ekor Happy "Happy…" Panggilnya dengan nada membunuh "Kau tahu.. aku dan Natsu hampir pisah rumah karna kau…" Aura gelap dan menusuk sudah kembali keluar dari tubuh wanita celestial mage itu.

"Natsu!" Lucy menghadapnya dengan Happy yang masih meronta-ronta digenggamannya. "Apa kau suka kucing goreng? Dengan saus tabasco pedas?"

"Natsuu! Tolong akuuu— Eh Na-Natsu?" Happy menatap horror Natsu yang berjalan mendekatinya. Ini tidak seperti Natsu yang ia kenal.

"Aku ingin bagian kepala.. okeh Luce.." Kata Natsu tersenyum seram.

Dengan begitu, siang hari nan cerah itu, penduduk Magnolia dapat mendengar teriakan seekor kucing biru yang bergema dan menggelegar dari guild Fairy tail. Berkali-kali ia hanya berteriak "AMPUNI AKUUUUU!"

(^^)

Seminggu kemudian.. setelah kejadian yang meneggangkan bagi Happy itu, siapa sangka nyawanya dapat terselamatkan? Karna Natsu dan Lucy memaafkannya.

"Ah.."

"Ada apa Luce?" Natsu bertanya pada Lucy yang sedari tadi hanya mengetuk-ngetukan jari lentiknya pada meja bar. Ekspresi wajahnya datar. Bahkan seperti ia tidak memiliki emosi. Nyawanya seakan melayang.

"…"

Lucy tidak merespon atau pun menjawab pertanyaan Natsu. Ada yang aneh dengan wanita pirang yang tengah mengandung itu. Sepertinya Lucy tenggelam dalam pikiran dan angannya sendiri.

Beberapa orang menyadari wajah Natsu yang terlihat khawatir pun berjalan mendekati mereka. "Eh? Ada apa lagi dengan Lucy, Natsu?" Tanya Levy. Natsu menggelengkan kepalanya membuat rambut spyke merah mudanya bergoyang alami. "Entahlah Levy.. coba kau lihat Luce. Ia tidak seperti biasanya. Tapi kali ini sungguh.. aku tidak melakukan apa-apa" Natsu melirik Happy yang tengah mengemut ikannya di pojok bar "A-Aku tidak melakukan apa-apa juga! Aku berkata jujur!" Katanya.

Natsu memincingkan matanya "Sungguh?"

"A-Aye!"

"Lu-chan~ Aku punya buku baru. Kau ingin baca?" Lucy tidak merespon. "Ada apa dengan Bunny-girl? Nyawanya seakan hilang?" Gajeel mentowel bahu Lucy agar ia meresponnya, tapi malah mendapat tatapan sinis dari Natsu karna ia menyentuh istrinya. "Lucy terlihat sehat.. hanya saja.. ia seperti sedang memikirkan sesuatu?" Erza menggosok dagunya yang tidak memiliki jenggot itu. "Yah.. aku tahu Erza.. tapi apa yang ia pikirkan?" Mira memandang Lucy khawatir.

"Berikan saja Lucy beerku.. aku merasa lebih baik jika minum itu" Saran Cana.

"Jangan aneh-aneh saja Cana.. Lucy sedang mengandung" Lisanna menepok keningnya sendiri. "Dan.. itu hanya—dapat menyembuhkan dirimu sendiri. Bukan Lucy"

"Lucy terlihat seperti wanita sekarang.. ia tidak jantan" Elfman mengehela nafas kecewa."Elf-nii-chan… kalau Lucy seorang pria jantan. Natsu tak mungkin mau menikahinya" Lisanna bersweatdrop.

"Flame-head pasti salah memberikan Lucy makan" Natsu menonjok wajah Gray, membuatnya terlontar menghantam dinding guild. Beberapa saat kemudian mereka pun melakukan hal yang biasanya—bertarung.

"Lusyy.. kau seperti wanita yang kehilangan akal sehat, aku jadi takut membiarkan Natsu tinggal bersamamu" Kata Happy, berniat untuk membuat Lucy sedikit marah dengan perkataannya. Tiba-tiba Lucy berdiri dari tempatnya. Membuat perhatian orang-orang disekitarnya teralihkan kepadanya.

"L-Luce? kau ingin kemana?"

Lucy tidak menggubris pertanyaan Natsu. "Mira? Apa Master ada?" Tanyanya serius.

"Ya.. dia ada diatas. Apa yang—"

Tanpa mendengarkan omongan Mira. Lucy berlari kecil menuju kantor Master Makarov. "Natsu… apa yang kau lakukan pada Lucy, kali ini?!" Mira menghadapnya "Kau pasti telah melakukan sesuatu yang membuatnya seperti itu!"

"Aku tidak!"

"Jangan-jangan kau.. membakar rumah kalian ya?"

"Tidak!"

"Atau kau berlaku kasar padanya?"

"Tidak pernah.. aku tidak mungkin kasar pada Luce!"

"Atau kau berniat untuk membuat anak kucing lagi, Natsu?"

"T-Tidak! Dan.. Happy.. kami manusia.."

"Jangan-jangan Flamehead.. kau menerima ajakan pemuda gay yang suka padamu itu ya?!" Natsu menempelkan kakinya tepat pada wajah Gray dengan keras. "Sialan! Kau ingin bertarung lagi huh?!" Gray bangkit dari tempat ia jatuh. "Maju! Ice Princess!"

"Hentikan!" Erza menjitak kepala kedua frenemy itu. "Lihat lah Lucy.. keluar" Semuanya melihat Lucy yang keluar dari kantor bersama dengan Master Makarov. "Ah!"

"Ada apa Gajeel?"

"Sepertinya Bunny-girl menyadari kalau Salamander bukan yang terbaik untuknya. Dan ia berniat untuk menceraikannya"

"Jaga omonganmu , muka besi buruk rupa!"

"Siapa yang kau panggil buruk rupa?! Salamander wajah arang!"

"Diam!" Teriak Erza. "A-Aye! Erza!"

Lucy dan Master berjalan mendekati mereka. "Baiklah.. kalian…" Master Makarov mengehela nafas. "Lucy akan pergi—"

"—KAU INGIN KEMANA LU-CHAN!"

"LUCY JANGAN TINGGALKAN KAMI!"

"NATSU! SUDAH KUBILANG INI PASTI SALAHMU!"

"Jangan katakan ini soal makanan lagi?!"

"Lucy! Haruskah kuberi Natsu pelajaran! Bagian mana dari tubuhnya yang harus aku potong?" (*Wew Erza ekstrim banget)

"Flamehead.. sudah kubilang Lucy tak pantas untukmu!"

"Gi hee, dan sudah kubilang juga… kau akan diceraikan!"

"Lucyyy!" Natsu memeluk kakinya. "Jangan tinggalkan aku! aku tahu, aku banyak salah dan terkadang banyak melakukan hal bodoh! Tapi itu semua karna aku sayang padamu! Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu! Kumohon jang—! Oucch!" Lucy menjitak kepala Natsu.

"L-Luce?"

"Geez.. ini sebabnya aku ingin pergi, Master" Lucy menghadap Master Makarov. Yang lainnya semakin takut dengan perkataan Lucy. Terlebih lagi Natsu yang sudah keringat dingin. Sekarang ia hanya mencoba mengingat kesalahan apa yang telah ia perbuat!

"Hah.. kalian… dengarkan dulu aku bicara. Lucy benar ingin pergi.. tapi dia ingin beberapa orang menemaninya"

"Aku ingin Levy-chan, Erza, Elfman, Mira, Lisanna dan .. Umm.." Lucy mencari seorang gadis Sky Dragon Slayer. "Wendy saja yang menemaniku" Kata Lucy. Mendengar seseorang menyebut namanya, Wendy datang menghampiri Lucy.

"Kau butuh aku untuk apa Lucy-san?"

"Kau lihat saja" Lucy tersenyum kearahnya. Wendy mengangguk tanda mengerti.

"Tapi Lucy? Bagaimana denganku? Kau tidak butuh mereka. Kau punya aku!" Natsu menunjuk dirinya sendiri.

"Ah, Natsu.. aku lupa memberitahumu sesuatu.." Lucy mendekatkan bibir mungilnya ketelinga Natsu "Hari ini.. kau jangan pulang hingga besok, okeh?"

Natsu tertegun mendengarnya "A-apa? Ke-kenapa Luce?! lalu aku akan tidur dimana?!"

"Kau bisa tidur di guild"

"Tapi—"

"Tidak ada tapi! Atau kau tidak akan bertemu aku dan Nashi lagi"

Semua tercengang mendengar omongan Lucy. Sudah jelas. Pasti Natsu berbuat sesuatu yang buruk—lagi. Natsu menatap Lucy tak percaya. Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa ini? apa permasalahannya?!

"Dan.. Natsu.. bersikaplah baik selama aku pergi" Kata Lucy sebelum ia pergi keluar guild bersama dengan beberapa orang yang menemaninya.

"Lucy.." Natsu menghadap Master Makarov "Ji-chan! Sebenarnya Luce akan pergi kemana?!"

Master menaruh telunjuknya di bibirnya "RA-HA-SIA"

"WAAAA! APA-APAAN INI JI-CHAN?!"

.

.

.

Jadi bagaimana? :3 kira-kira.. apa yaa yang telah Natsu perbuat lagi -_-"

RnR yaaa ^^ makasih~ pendapat kalian bikin aku semangat nulis lagi~ Huahaha~ 3