"I love you"
Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempatnya berada. Sepertinya sekali lagi ia berada di tempat aneh yang berkabut. 'Apa aku bermimpi lagi?'.
"I said, I love you"
Kyuhyun memicingkan matanya melihat siapa yang sedang berbicara, tapi tentu saja itu sia-sia jikalau sosok itu nyata bukan berbentuk kabut seperti itu.
"I love you so much, Hyung"
Lama-lama Kyuhyun merasa bosan sendiri, jadi ia lebih memilih menjauh dari sosok-sosok berkabut itu, mencari jalan keluar dari dunia asing ini tanpa menyadari sesosok dari dua sosok berkabut tersebut menoleh ke arahnya.
oO Reincarnation Chapter 4 Oo
Trylogi from Tonight and What I do Anything
oO Fallen1037 Oo
Seperti orang linglung, Kyuhyun yang tiba-tiba terbangun dari tidur lelapnya hanya menatap dinding bercat putih di kamarnya dengan mulut sedikit terbuka. Dari 10 menit yang lalu tak ada sedikitpun gerakan ia lakukan. Sepertinya bersikap seperti itu sangat menarik.
Tik Tik Tik
Suara jarum jam yang bergerak menjadi backsound tersendiri di kamar sunyi tersebut.
Tik Tik Tik
Sudut mata Kyuhyun menunjukan tanda-tanda pergerakan, ia memutar pandangannya pada jam yang diletakan di meja nakas.
05.09 am
Terlalu pagi untuk bangun dan bersiap-siap pergi ke sekolah, tapi sudah telat bila ingin tidur lagi. Lagipula sepertinya opsi untuk tidur kembali bukanlah hal menarik untuk saat ini.
Wajah Kyuhyun menunduk, menatap kedua tangannya, entah apa sebenarnya yang ada dipikirannya.
Sebelum memilih beranjak dari tempat tidur yang nyaman dan mengambil handuk kering yang tergantung di belakang pintu lalu berbalik ke kamar mandi, sekali lagi Kyuhyun menatap jarum-jarum jam yang bergerak sempurna.
Memangnya ada apa gerangan dengan jam itu?
oOo
Desisan suara penggorengan yang beradu dengan minyak panas dan potongan-potong
an sayur yang di tumis terdengar dari dapur. Selain itu suara air mendidih pun ada.
05.39
Enggan Kyuhyun turun dari kamarnya di lantai 2 dengan pakaian rapi khas anak sekolahan, rambut disisir ke samping, kacamata setebal alas botol yang setia menutupi bolamatanya, dan tas abu-abu tersampir di punggungnya. Kepalanya celingak celinguk menatap kiri dan kanan sebelum masuk ke dalam dapur dimana ibunya sedang sibuk memasak.
"Mom..."
"Oh my god!" Pekik Ryeowook terkejut. Bagaimana mungkin single mother itu tak kaget bila anaknya muncul dari belakang tiba-tiba seperti itu, "You make me scare!"
Kyuhyun terkikik geli, "Sorry Mom", kilahnya, duduk di bangku kosong meja makan.
"Belum ada apapun?", katanya dengan alis mata terangkat. Meja makan yang biasanya penuh dengan beberapa hidangan lezat sebelum ia turun dari kamarnya di pagi hari kini kosong melompong.
"Tentu saja belum," Ryeowook memutar tubuhnya, di ancungkan spatula ke arah Kyuhyun dengan wajah kesal, "lihat ini masih terlalu pagi untukmu," ujarnya seraya menunjuk pada jam dinding, "tumben, tidak biasanya jam segini kau sudah siap. Memangnya kau ada perlu sampai bangun sepagi ini?"
Kyuhyun mengangkat bahunya acuh. "Hanya tiba-tiba terbangun".
Ryeowook tampak mengerti, kembali memutar tubuhnya menghadap pengorengan, "tunggu saja sebentar lagi."
oOo
"Hyunnie, kau melamun?"
Kyuhyun mengerjap-erjapkan matanya cepat. Kemudian menoleh ke kiri dimana ibunya tampak berwajah cemas dengan satu tangan berada di bahunya, "you okey, honey?"
Kyuhyun mengangguk ragu. Bagaimana mungkin di saat seperti itu dia tiba-tiba melamun?
"Hyunnie?", Tubuh Kyuhyun tersentak saat tangan ibunya mengarah ke dahinya. "Kau sakit?".
Lembut Kyuhyun menjauhkan tangan ibunya, dan menggeleng lemah, "I'm okey, don't worry about it"
"Okey, if you talk that. This, your morning breakfast", di sodor mangkuk berisi sup dengan potongan-potongan daging ayam dan sayur-sayuran, tak lupa sepiring nasi putih lengkap dengan segelas orange jus.
"Uew, sayur lagi?" Pekik Kyuhyun, menjauhkan mangkuknya.
"Makan, atau tak ada makanan untukmu!"
Enggan Kyuhyun mendekatkan kembali mangkuknya dengan wajah cemberut tak terima, mulutnya bergerak-gerak memaki.
"Jangan kayak anak kecil seperti itu, cepat habiskan makananmu"
"But, Mom..."
"Tidak ada rengekan atau bantahan Kim Kyuhyun! Bukannya sudah kubilang jangan rusak dapurku, tapi kau malah membuatnya kotor dengan tumpukan piring bekasmu! Jadi cepat makan dan pergi kesekolah!"
Kyuhyun ngedumel lagi, tak bersemangat ia meraup sesuap nasi dengan beberapa potongan wortel masuk ke dalam mulutnya.
'Uew~' komentarnya saat menguyah. Raut wajahnya tertekuk-tekuk.
Ryeowook yang selesai mencuci peralatan masak dan duduk di bangku depan Kyuhyun tersenyum puas melihat anak manjanya ini mau juga memakan sayuran walau dipaksa.
"Aku sudah selesai, Mom", Ryeowook mengangkat wajahnya, menghentikan suapan entah yang keberapa. Matanya melotot tajam melihat piring Kyuhyun yang masih hampir penuh terisi.
"Kau tak menghabiskan makananmu!" Omel Ryeowook geram.
Tak ingin berdebat dan tak mau dipaksa memakan makanan menjijikan itu lagi, Kyuhyun bergegas berdiri mengambil tasnya lalu berlari keluar rumah tanpa memperdulikan teriakan murka Ryeowook.
"Siapa yang mau makan makanan tak enak seperti itu" gumam Kyuhyun saat sudah menjauh dari rumahnya. Matanya tertunduk melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan.
05.59
Masih terlalu pagi.
Tapi karena sudah menjadi kebiasaan, kakinya tanpa diperintah bergerak ke arah stasiun kereta bawah tanah.
Ternyata memang terlalu dini, stasiun kereta yang biasanya penuh sekarang ini tampak lenggang. Bahkan remaja berseragam sekolah saja jarang terlihat. Kyuhyun mengerang, melihat jam tanganya dan memilih duduk di salah satu bangku panjang disana, masih ada 15 menit sebelum kereta pertamanya datang.
Kyuhyun yang kebetulan duduk bersebelahan dengan seorang pria tua berpenampilan rapi dengan setelan jas hitam, menoleh dan memperhatikan ekspresi pria tua itu yang sedang konsentrasi membaca korannya.
Sedangkan di hadapannya, lebih tepatnya di atasnya, tergantung televisi layar datar yang sedang menayangkan berita pagi.
25 menit sudah Kyuhyun duduk menunggu, tapi keretanya tak kunjung datang. Resah ia melihat ke arah jam tangannya, 'Late'
"Attention!"
Interkom stasiun kereta bawah tanah berbunyi, otomatis membuat sebagian orang mendongak melihat ke satu titik yang sama.
"Kereta menuju ke wilayah MyeongWon terpaksa di batalkan karena perbaikan rel kereta. Kereta akan beroperasi lagi setelah perbaikan selesai. Terima kasih"
Suara protes dan makian tak senang terdengar jelas. Termasuk dari Kyuhyun.
'Shit! Kenapa baru diberitahu sekarang' geramnya, berdiri dan terburu-buru keluar stasiun kereta bawah tanah, 'Tahu begini lebih baik naik bus umum'. Tak ingin ketinggalan busway yang biasanya berangkat ke arah sekolahnya dalam 3 menit lagi, Kyuhyun memacu larinya secepat mungkin.
Bertepatan dengan sampainya Kyuhyun di halte bus ternyata bus yang menuju ke arah daerah MyeongWoo sudah berangkat 10 detik lalu. Lelah dengan napas tak beraturan ditambah keringat yang mengucur membasahi dahi Kyuhyun jatuh terduduk di bangku halte bus. Ia menggeram kesal, manik matanya memutar melihat jadwal keberangkatan bus selanjutnya.
25 menit lagi.
Kyuhyun kembali memaki seraya melihat jamnya. Kalau memakai bus dan sampai ke pemberhentian terdekat di sekolahnya, biasanya memakan waktu 55 menit bila tak macet, di tambah jika ia berlari dari halte bus ke gerbang sekolahnya memerlukan 5 menit. Jadi kalau dihitung-hitung, ia akan terlambat 3 menit! Sudah pasti pintu gerbang sudah tertutup dan ia tak mungkin diijinkan masuk walau memakai kelebihannya sebagai siswa kesayangan guru sekalipun.
Kyuhyun menggeram frustasi, tak pernah sekalipun ia membolos apalagi terlambat. Ini bisa merusak reputasinya di mata para guru.
Tapi, sepertinya bukan Kyuhyun bila ia tak punya akal untuk urusan kecil seperti ini.
Di keluarkan ponselnya dari saku jas sekolah.
"Hello, Hyung?"
Sepertinya Kyuhyun menelepon seseorang.
"Aku masih di halte bus, bisa kau ijinkan ke Park-seom kalau aku telat?",
"Ayolah Hyung. Keretaku tiba-tiba rusak jadi terpaksa harus naik bus umum."
"Hei kalau kau tak mau membantuku, tak ada salinan PR untukmu!"
"Nah begitu baru Hyung ku. Okey, bye"
Kyuhyun tersenyum, satu masalah selesai. Urusan dengan penjaga gerbang bisa di lakukan Park-seom. Jadi untuk sementara semuanya aman.
Ponsel Kyuhyun bergetar, sepertinya ada pesan masuk.
"Hei, hari ini guru baru itu akan mengajar di jam pertama. Cepat datang aku belum mengerjakan kalkulasi ku!. Aku sudah minta ijin Park-seom, jadi kau tenang saja. Cepat datang!"
Kyuhyun terkikik geli, memasukan kembali ponselnya ke dalam saku.
Kalkulasi pelajaran terakhir untuk hari itu, seharusnya Hyukjae Hyung tenang-tenang saja.
oOo
Lama Kyuhyun menanti, berdiri di bawah atap halte bus bersama dengan orang-orang yang pasti satu pikiran dengannya.
Gelisah?
Tentu saja.
Bila dilihat banyaknya manusia yang berdiri di halte ini, di tambah kemungkinan bus yang datang dalam keadaan yang lumayan penuh, apa mungkin ia masih bisa naik?
Oh jangan terlalu kesal karena pola pikir pemuda ini, salahkan saja otak jeniusnya yang selalu mengkalkulasikan semua kemungkinan.
Dari kejauhan, mungkin sekitar 10 meter, bus umum mulai terlihat. Beberapa orang yang sejak tadi memilih duduk di bangku halte bus mulai berdiri dan mengantri untuk naik. Dan saat bus berhenti dan pintunya terbuka, berbondong-bondong orang masuk ke dalamnya.
'Shit! Ternyata memang penuh', geram Kyuhyun. Tubuhnya yang terhimpit manusia-manusia lain yang berdesak-desakan di dalam bus membuat emosinya naik.
'Menyebalkan'
Terus selama perjalanan, Kyuhyun tak henti-hentinya menggeram kesal. Kacamata setebal alas botol yang selalu bertengger di pangkal hidungnya terkadang merosot turun karena senggolan dari orang-orang disampingnya. Sampai 20 menit lamanya hingga bus itu berhenti di halte busway berikutnya. Berpikir akan ada yang turun dan mengurangi kepengapan didalam bus itu, Kyuhyun menggela napas. Tapi pikirannya berubah drastis saat beberapa orang memaksa memasuki bus yang telah penuh sesak.
Sial!
Tapi memaki seperti apapun tetap saja tidak akan bisa mengubah semuanya...
Bola matanya bergerak gusar, menatap keluar jendela bus. Melihat dengan mata tajam pada barisan manusia di halte tersebut yang berniat mengantri masuk ke dalam bus.
"Supir bodoh! Apa dia tak tahu bus ini sudah penuh!" Gerutunya dalam hati, "Stupid driver! Eat..."
Makian yang akan terucap itu terhenti, bola mata dibalik kacamata itu melebar tak percaya dengan penglihatannya.
"Bukankah dia..."
Bola mata Kyuhyun terus menatap pada satu arah. Pada seorang pria berwajah manis dengan kesan tegas. Berpakaian rapi dengan kaos hitam berleher V yang ditutupi Jas hitam yang lengannya digulung sesiku. Berjalan menjauhi halte bus tanpa memperdulikan tatapan kagum dari orang-orang disekelilingnya.
Bagai terhipnotis, kaki Kyuhyun melangkah. Memaksakan tubuhnya melewati sempitnya orang-orang di dalam bus menuju pintu keluar tanpa membiarkan tatapan matanya beralih sedetik pun dari sosok di luar bus.
"Tolong buka pintunya!" Teriak Kyuhyun hampir putus asa saat langkahnya terhenti di depan pintu belakang busway. Sosok itu mulai menjauh.
Tidak, ia tak boleh kehilangan sosok itu. Tidak boleh.
"Tolong buka pintu ini!"
oOo
Srak
Brak
Pintu malang itu terbuka dengan tak elite. Dan tak lama wanita cantik berambut pirang gelombang muncul bersama wanita cantik lainnya yang berwajah imut dengan potongan rambut lebih pendek.
"Kyaaa! Guru baru itu sangat imut~" histeris salah satunya mengundang rasa penasaran yang lain.
"Maksudmu siapa, Jessica-ah?" Wanita lain berambut hitam menghampiri.
"Itu guru baru yang rencananya mengajarkan kita seni. Aigoo~ kami tadi ke ruang guru dan tak sengaja melihat CV nya di atas meja wakil kepala sekolah. Wajahnya sangat manis dengan pipi chubby di fotonya" timpal wanita berambut pendek, Sunkyu.
"Benarkah?"
Gadis-gadis di kelas itu mulai mendekati Jessica dan Sunkyu yang masih histeris sendiri.
"Apa semanis itu?"
Keduanya mengangguk mantap.
"Tapi tetap terlihat keren"
Dan seperti yang biasa-biasa diketahui. Bila para gadis-gadis sudah mulai bergosip mengenai penampilan fisik lawan jenisnya, kerumungan dan gosip-gosip yang diiringi dengan tawa cekikikan terdengar. Membuat sebagian siswa lelaki dikelas itu menggeleng tak minat.
"Hyuk! Menurutmu guru baru itu Killer tidak?"
Merasa dipanggil, Hyukjae yang sejak tadi berwajah gusar sambil menatap ponselnya menoleh.
"Entahlah, Suie. Semoga dia bukan guru banyak tingkah"
Suie mengangguk mengiyakan.
Sial kenapa dia belum kelihatan juga batang hidungnya. Sudah jam berapa ini!
Maki Hyukjae dalam hati seraya menatap angka-angka yang menunjukan waktu di layar ponselnya.
oOo
Dengan langkah terburu-buru Kyuhyun memacu laju kakinya mencari seseorang yang saat pertemuan awal mereka begitu menarik perhatiannya.
Wajah kalut, kacamata yang terus menerus terturun, keringat yang mulai mengucur dari dahi tak menghalanginya. Sampai kedua matanya membulat sempurna saat menangkap sosok itu sedang berdiri dipinggir jalan.
Menarik napas sejenak Kyuhyun tertunduk, lelah.
Tapi sepertinya istirahatnya tak bisa lama saat sosok itu menghentikan sebuah taxi.
Tidak
Tidak
Tidak
Pintu taxi terbuka, dan saat satu kaki orang itu melangkah masuk...
Grep
Mata keduanya bertemu.
Terkejut karena tarikan seseorang pada lengannya sebelum masuk ke dalam taxi, ia menoleh. Membiarkan kedua mata foxy nya menatap ke arah sosok berantakan dengan peluh mengalir turun dari dahi.
"Ya?"
Itulah suara pertama yang didengar Kyuhyun dari sosok itu. Terdengar merdu dan tak ada aksen suara berat laki-laki sedikitpun.
"A... Aku..."
oOo
Waktu kembali berputar, jam pasir yang membeku akhirnya bergerak. Menunjukan masa yang telah hilang dan membawa takdir baru
