Disclaimer
Naruto dan chara lainnya hanya milik Masashi Kishimotto
Jinchuriki No Kitsune
Genre: Advanture
Pair: Rahasia
Warning
Femnaru bukan Naruko, OOC gaje, typo berserakan dimana-mana, cerita tidak sesuai dengan aslinya
Oke kalau cerita gw kacau gw minta maaf ini ffn pertama gw kalau jelek mohon maklum, gw disini cuman nulis g prnah ganggu siapa pun kalau jelek g usah baca gitu aja repot.
Skali lagi maaf tolong hormati karya orang .
Chapter 4
Naruto kini sedang berjalan beriringan dengan sasuke dipinggir desa konoha, perjanan mereka diwarnai dengan naruto yang terus mengoceh dan sasuke yang terus menggerutu mendengar celotehan tidak jelas dari orang yang sedang berjalan disampingnya itu mereka terus berjalan hingga dipersimpangan.
" jaa matta ne sasuke " naruto melambikan tangannya disertai senyum kearah sasuke.
" hnn " sasuke hanya membalas dengan gumamman tidak jelas
" teman ya '' sasuke bergumam pelan melihat kepergian naruto kemudian dia membalikan tubuhnya dan berjalan pulang
Naruto terus berjalan dengan sebuah senyum yang terus menghiasi wajah manisnya hingga ia melewati sebuah rumah tua kosong ditengah desa.
" ADA APA GAKI, APA KAU INGIN MELIHATNYA '' Kurama yang melihat naruto melamunpun bertanya
" entahlah kurama " naruto masih menatap kearah rumah tua itu rumah yang dulu ditinggali oleh seorang legenda dan pemimpin konoha , naruto mulai melangkahkan kakinya menuju rumah itu, rumah itu terlihat cukup besar dengan cat yang sudah mengelupas membuat naruto yang melihatnya agak merinding, naruto terus berjalan melewati pagar rumah ia kini melihat rumput-rumput liar yang tumbuh subur menghiasi halaman rumah itu naruto terus berjalan kearah pintu merah dan entah kenapa perasaan naruto menjadi sidikit aneh.
" eh tidak dikunci? " naruto kemudian memutar knop pintu itu secara perlahan dan perasaan aneh itu mulai bertambah
KRRIIYEEEETT
Suara pintu tergeser dan menampilkan ruangan gelap yang disinari oleh cahaya bulan yang masuk lewat celah-celah kecil dan jendela besar yang ada ditengah ruangan meskipun samar-samar naruto masih bias melihat ruangan cukup besar diruangan itu ada sofa meja dan alat-alat lain yang sudah dipenuhi oleh debu naruto berjalan pelan ketengah ruangan ia mengedarkan pandangannya untuk melihat ruangan itu lebih jelas dia kemudian berjalan menghampiri sebuah tangga saat tangan kecilnya menyentuh pinggiran tangga dia bias merasakan jari-jari tangannya dipenuhi oleh debu yang cukup tebal naruto mulai melangkahkan kakinya menaiki anak tangga suara langkah yang menyentuh kayu tua terus berdecit memenuhi ruangan kini ia bisa melihat tiga buah pintu yang berjejer setelah dia menaiki anak tangga terakhir ia berjalan kearah pintu hijau diujung lorong entah kenapa naruto merasa seperti ada sesuatu yang menariknya kesana , setelah sampai disana perasaan aneh itu menghampirinya lagi naruto mencoba membuka pintu yang ternyata lagi-lagi tidak dikunci sedikit bingung mengingat rumah ini dulunya adalah rumah dari seorang pemimpin desa tapi tidak ada satu pintupun yang terkunci
" ahh naru-chan sedang apa kau disini " terlihat seseorang yang memakai pakaian khas anbu sedang berdiri ditengah ruangan yang ternyata dulunya adalah sebuah kamar orang itu memiliki rambut perak melawan gravitasi dengan hitai-ite yang menutupi sebelah matanya dan sebuah masker yang menutupi setengah wajah miliknya, naruto mematung melihat ada orang lain dirumah ini.
" a..aku hanya " naruto tergagap mendengar pertanyaan orang itu
'' kau tahu ini dulu adalah rumah milik guruku beliau adalah sosok yang sangat baik dan ramah " orang itu memberikan eyes smile kearahnya
" beliau gugur saat melindungi desa enam tahun lalu " orang itu memandang sebuah bingkai foto yang dipegangnya
" nah " orang itu melemparkan bingkai foto tadi kearah naruto
" itu adalah foto beliau dan istrinya saat masih hidup " orang itu memberikan eyes smile lagi kearah naruto, naruto kemudian melihat foto yang tadi dilemparkan orang itu, orang itu berjalan kearahj naruto yang sedang munudukkan kepalanya
" kau boleh memilikinya naruto " naruto memandang orang yang sedang berdiri tepat didepannya orang itu mengelus puncak kepala pirang milik naruto
" kakashi hatake kakashi kau bisa memanggilku nii-san kalau kau mau " mata naruto membola saat mendengar penuturan orang yang benama kakashi
" be..benarkah kau mau menjadi kakakku " mata naruto terlihat berkaca-kaca sejak naruto selalu sendiri bahkan ia baru tahu orang tuanya kemarin dan sekarang seseorang yang mengaku murid dari ayahnya meu menemaninya bahkan menjadi kakaknya
" tentu, aku sangat ingin mempunyai adik manis depertimu naruto " lagi-lagi kakashi memberikan eyes smilenya kearah naruto, naruto langsung menerjang badan kakashi uang jauh lebih tinggi darinya
" hiks ho..honto ni arigatoo nii-chan " naruto menangis dalam pelukan kakak angkatnya itu
" naruto mungkin ini terlalu cepat tapi aku tidak mau warisan guruku diambil oleh orang lain " naruto mendongakkan kepalanya menatap kakashi yang menatapnya dengan serius
" hiks maksud nii-chan apa hiks " naruto bertanya kepada kakashi yang mencoba melepas pelukannya
" kemarilah naruto " kakashi berjalan kearah sebuah lukisan pohon sakura yang tergantung ditembok, naruto hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh kakak angkatnya itu, tiba-tiba kakashi mengeluarkan sebuah kunai dan mengarahkannya kearah naruto, naruto yang melihat itu mudur teratur kebelakang
" a..apa yang akan ka-Kyaaa " ucapan naruto terpotong ketika kakashi tiba-tiba menggenggam tangannya dan menggoreskan kunai tadi kearah ibu jarinya
" tenanglah naruto aku tidak akan melukai adikku " kakashi kemudian menyingkirkan lukasn tadi kini terlihat tulisan-tulisan kanji rumit yang menempel ditembok kemudian kakashi menggoreskan ibu jari naruto yang sedikit dilumuri darah ketembok dengan huruf kanji atau segel fuin tadi segel itu kemudian bersinar terang kemudian muncul kepulan asap yang lumayan tebal dan menampilkan sebuah pedang hitam dengan gagang merah yang memiliki tulisan kanji ( jika susah buat dibayangkan lihat saja pedang murasame akame ga kill ) dan dua buah gulungan yang lumayan besar
" a..apa ini kakashi-nii? "
" ini adalah pedang milik mendiang uzumaki kushina istri yondaime hokage atau bisa kubilang ibumu naruto " mata naruto membola pedang yang sedang dipegangnya ternyata milik mendiang ibunya
" pedang ini sedikit istimewa, pedang ini adalah pedang milik clan uzumaki hanya keturunan uzumaki yang bisa mencabut pedang ini dari tempatnya dan gulungan ini adalah gulungan kenjutsu milik ibumu " kakashi menyerahkan sebuah gulungan putih dengan garis merah disampingnya
" dan ini adalah gulungan milik yondaime hokage atau namikaze minato kau pasti sudah tau bukan siapa beliau " menadapatkan anggukkan sebagai jawaban
" didalamnya adalah jurus-jurus milik beliau dan hanya darahmu yang bisa membuka gulungan ini naruto " kakashi kini memberikan gulungan yang satunya dan naruto hanya menatap gulungan itu dengan tatapann kosong
" jadi benda-benda ini adlah peninggalan oto-san dan oka-san " batin naruto melihat benda-benda itu
" naruto terimalah ini adalah milikmu " ucapan kakashi membuyarkan lamunan naruto
" oh h..hai, arigatoo kakashi-nii " maruto melihat kakashi yang sedang menatapnya sendu
" jadi apa kau sudah bertemu dengan kyuubi naruto " naruto terbelakak mendengan apa yang dikatakan oleh kakashi karena dia tidak menyangka ada orang lain yang tau perihal kyuubi
" a..apa maksud nii-chan " naruto tergagap sambil melihat kearah lain ia tidak ingin kakashi melihat matanya yang sedang berbohong
" SUDAHLAH GAKI ORANG YANG ADA DIDEPANMU ITU BUKAN ORANG BODOH YANG BISA KAU KELABUHI " Kurama menatap naruto yang sedang membuang muka
" hemm tentu saja aku tau naru, chakra kyuubi terlalu berasa untuk tidak kurasakan olehku saat kau mengamuk dihutan kemarin malam " kakashi masih menatap naruto
" sepertinya aku memang tidak bisa membohongi seseorang sepertimu kakashi-nii " naruto tersenyum canggung sambil mnggaruk belakang kepalanya
" ma ma ma kalau kau belum mau cerita aku tidak akan memaksamu hemm lebih baik aku mengantarmu pulang sekarang naru " kakashi mulai berdiri sambil mengulurkan tangannya kearah naruto
" gomen ne nii-chan aku belum siap untuk cerita kepadamu, demo nanti aku pasti akan menceritakannya kepadamu nii-chan " naruto berdiri sambil menunduk menyembunyikan wajahnya dari kakashi
" sudahlah nii-san kan sudah bilang kalau nii-san tidak akan memaksamu untuk bercerita sekarang " kakashi mengangkat wajah naruto dengan dua jarinya yang menempel pada dagu naruto kini ia bisa melihat iris mata yang membuat hatinya sejuk
" umm arigatoo ne nii-chan " naruto tersenyum dan meraih tangan kakashi kemudian mereka menghilang meninggalkan kepulan asap
Naruto dan kakshi kini sudah sampai dikamar apartement milik naruto berterima kasihlah kepada kakashi karena naruto tidak perlu disangka maling saat menenteng sebuah pedang dari dalam rumah bekas hokage
" uhuk uhuk kakashi-nii apa kau tidak punya jurus yang tidak melibatkan asap mataku kemasukan asap tauk " naruto mengucek-ngucek? Matanya dengan tangan
" haha gomen naru-chan " kakashi terkekeh melihat tingkah adik angkatnya
" mwo kakahi-nii apa kau akan tidur disini menemaniku " naruto menatap kakashi yang sedang mengelus kepalanya
" sekali lagi gomen ne naru karena habis ini aku akan menjalankan misi rahasia yang sangat penting " kakashi memberikan tatapan serius agar naruto percaya bahwa dia akan menjalankan misi rahasia padahal dia hanya ingin bersantai dengan buku kesayangannya
" benarkah boleh aku ikut " mata naruto berbinar-binar mendengar misi rahasia dia sangat penasaran misi apa yang akan dilaksanakan oleh kakak angkatnya itu
" tidak naru ini misi level S hanya orang dewas yang boleh melaksanakan misi ini " kakashi mencoba menyakinkan naruto agar tidak merengek untuk ikut misi rahasianya
" haah baiklah nii-chan " naruto menunduk kecewa mendengar penolakkan dari kakashi
" lebih baik kau beristirahat naru besok aku akan mengajarimu teknik yang ada digulungan untuk menggunakan masamune milikmu naru " kakshi tersenyum melihat naruto yang terlihat sedang kecewa
" honto " naruto menatap kakashi lagi
" arara sepertinya kau sangat bersemangat untuk berlatih naru " kakashi mengelus kepala naruto dan berjalan kearah dapur untuk melihat apa saja yang ada disana
" apa Cuma ini yang dia punya " batin kakashi saat melihat lemari penyimpanan makanan yang hanya ada ramen dab beberapa bahan makanan
" apa kau sudah makan naru? " kakashi menutup kembali lemari itu dan melihat naruto yang sedang meminum air tidak jauh darinya
" belum " ucap naruto singkay dan menghampiri kakashi
" apa nii-chan lapar kalau lapar akan membuatkan nii-chan ramen " naruto menatap kakashi yang berdiri didepannya
" aku sudah makan naru, apa kau bisa memasak naru? " kakashi mengangkat tubuh kecil naruto
" mwo nii-chan aku bukan anak kecil turunkan aku " naruto menggembungkan pipinya membuat kakashi mati-matian menahan tangannya agar tidak mencubit pipi chubby itu
" hahaha baiklah sekarang kau tunggu dimeja aku akan menyeduhkan ramen untukmu " kakashi menurunkan naruto dan membuka lemari penyimpanan untuk mengambil satu cup ramen instan
" arigatoo nii-chan " naruto berlari-lari kecil keruangan yang terdapat meja yang biasa ia gunakan untuk makan kakashi tersenyum melihat naruto yang terlihat sangat senang
" aku akan menjaga anakmu sensei " kakshi menatap langit-langit ruangan sambil membayangkan wajah gurunya
TBC
Saya memang meminta kritik dan saran tapi saya tidak meminta cemooh terima kasih.
