HELLOO LONG TIME NO SEE

MIAANN AKU LAMA BANGET UPDATE NYAA HEHEHEHH, aku lagi sibuk banyak pikiran jadi lupa lanjutin story ini:( mianhaeeee:((

Okhayyy kita lanjut aja yahhh

SO SORRY FOR A LOT OF TYPO

READY

KRIIINGG KRIIINGG

Mendengar itu semua siswa yang berada di luar kelas buru buru masuk ke dalam kelas, seperti semut yang memasukki kandangnya

"Hahahaha! Kalau seperti ini setiap hari air mata ku bisa habis" jisung mengelap airmatanya yang sedikit keluar karena mendengar lelucon yang di lontarkan oleh teman teman barunya

"Babaaay haechan!" Jisung melambaikan tangannya kepada teman barunya yang bernama haechan tadi, kelasnya tepat berada di samping

"Hush hush ayo duduk" renjun mendorong pelan jaemin dan jisung untuk duduk,karena kedua anak itu masih asik berbincang di depan kelas, dan ada beberapa anak kelas lainnya yang memperkenalkan diri kepada jisung

"Nee renjun eomma" ejek jaemin, lalu mendapatkan pukulan 'manja' yang sangat legit dari renjun

"Ouh! Kepalaku pecah" jaemin memegang kepalanya, terlalu di lebih lebihkan

"Dasar lebay!" Cibir renjun

Sedangakn jisung berjalan kearah tempat duduknya dan mendapatkan kedua kursi yang kosong

'Dimana chenle? Katanya ia tidak lapar' batin jisung bingun tidak melihat chenle

Tak lama kemudian chenle datang, namun ia mengenakan masker untuk menutupi hidung dan mulutnya, lalu anak itu berjalan menuju tempat duduknya

"Kau dari mana? Kata nya kau tidak lapar??" Entah keberanian dari mana jisung bertanya seperti itu, bahkan jisung masih memikirkan tentang feelingnya yang tidak bagus ketika berhadapan dengan chenle

"Aku ke toilet" jawab chenle singkat, jisung membentuk huruf 'o' di mulutnya

"Mengapa kau mengenakan masker?" Jisung tak tahan dengan keingin tahuannya, ia terus bertanya kepada chenle

"Tidak enak badan" jawab chenle singkat lalu menunidurkan kepalanya di atas meja

"Ow okay" jisung merasa keadaan menjadi canggung kembali

Mr.Choi memasukki kelas dengan wajah ketusnya, melihat banyak yang bersantai dan mengobrol satu sama lain, guru itu memukul meja menggunakan penggaris panjangnya

TTAKK!

Semua anak terdiam

Jaemin yang asik menulis pekerjaan rumah yang belum ia selesaikan terkejut dan mematahkan pensilnya

Renjun yang sedang meminum air memuncratkan air minumnya

Jisung yang sedang berusaha menghilangkan kecanggungan diantara dirinya dan chenle berterima kasih atas kedatangan orang yang baru saja memasuki kelasnya

Chenle terbangun dari tidurnya

"Hey! Fokus fokus!" (Siwon) Mr.Choi mengetuk ketukkan penggaris panjangnya agar semua memperhatikannya

"Selamat pagi semuanya! Sekarang buka BAB II dan kerjakan soal latihannya! Tiga puluh menit harus selesai! Lalu saya akan memanggil satu satu dari kalian untuk maju mengerjakan soal soal yang sudah kalian kerjakan! Cepat!" Perintahnya, jisung menganga mendengar perintah dari gurunya itu

"Maaf.. pelajaran apa ini?" Tanya jisung kepada chenle takut takut

"Matematika" jawab chenle singkat, jisung menghembuskan nafas beratnya

"Sial.. tidak ada riwayat rumus matematika di otak ku!" Jisung memegang kepalanya yang tampak pusing mendengar jika mereka satu persatu akan di panggil ke depan kelas untuk mengerjakan soalnya

Chenle melihat sifat jisung hanya tersenyum kecil

20 menit kemudian

"Sudah dua puluh menit! Kerjakan demgan teliti, jangan sampai terlewat satu soal pun!" Siwon berteriak, memecahkan konsentrasi siswa siswa yang berusaha fokus untuk mengerjakan

Ada beberapa yang fokus benar benar mengerjakan seperti renjun, ia akan bersedia memukul kepala siapapun yang berhasil diam diam melihat bukunya, kecuali ada yang bertanya maka renjun akan bersenang hati membantunya

Ada yang mencontek diam diam, seperti jaemin contohnya, ia menengok kanan kiri namun berhasil tidak terlihat oleh siwon

Ada yang bingung sendiri seperti jisung, jisung benar benar buruk dalam matematika, 'aku bahkan tidak memerlukan rumus rumus itu untuk berbelanja atau berpergian' prinsip jisung

Jisung sangat ingin bertanya kepada chenle namun anak itu terlalu menyeramkan untuk di ajak berbicara, sedangkan di barisan belakang hanya ada jisung dan chenle, lalu kepada siapa lagi jisung harus bertanya?

"Lima menit lagi! Cepat selesaikan atau saya hukum mengelilingi lapangan 20 putaran" teriak siwon, makin membuat jisung menyesali hari pertama masuknya

Jisung menutup matanya dengan kedua tangannya, anak itu sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi

"LIMA" siwon hitung mundur

'Aku tamat! Aku tamat!' Batin jisung

"EMPAT!"

'Oh tuhan! Tolong jisung' jisung seakan akan siap untuk menangis di tempat itu juga

"TIGA"

'Daddyyy tolonglahh jisung celaka'

"DUA"

'Aku siap mati, aku siap'

"SATU! Semuanya berhenti bekerja!" Siwon mengetuk penggarisnya kembali, semua anak mengeluh takut

'Dasar guru gila' jisung lemas, anak itu tidak tau apa yang akan ia lakukan

Sedangkan di sampingnya sudah menahan tawa melihat tingkah jisung yang benar benar belum mengerjakan satu soal pun, bahkan chenle dapat melirik buku jisung yang masih bersih tanpa satu coretan pun di sana

"Kau akan maju di urutan pertama, bawa ini" seakan dapat membaca keadaan dan pikiran siwon, chenle menebak bahwa jisung yang akan maju di urutan pertama

"Kau tau dari mana" jisung berbisik, namun masih terdengar histeris

"Sudah bawa saja buku ku, guru gila itu tidak akan tau" chenle tersenyum kecil dan memberikan bukunya kepada jisung

Jisung sudah pucat, bahkan ia tidak sadar chenle seakan akan membaca pikirannya tadi

"Park jisung?" Siwon memanggil, mendengar itu jisung mengangkat tangannyak

"Saya"

"Kau anak baru bukan? Ayo maju dan kerjakan soal pertama" mendengar perintah siwon jisung menahan jeritannya

"Eung.. kau yakin ini sudah benar?" Tanya jisung kepada chenle dengan hati hati

"Ikuti saja" jawab chenle singkat, jisung hanya mengangguk paham dan berjalan kedepan

Tak lama jisung kembali ke tempat duduknya, tersenyum dengan lebar menatap chenle

"Aaaaa thankyou chenle-yaaa" jisung menggenggam tangan chenle sebentar

Chenle terdiam, matanya terbelalak

"Ini buku mu, heheheh guru itu tidak mengetahuinyaa, aku sangat senaang" jisung bertepuk tangan

Tak sadar semua orang memperhatikannya

"Ada apa park-sshi?" Tanya siwon

"Ah.. tidak ada, s..saya hanya senang dapat menjawabnya dengan benar, hehe" jawab jisung berbohong

Siwon hanya menaikkan alisnya, lalu kembali fokus kepada anak yang akan maju di urutan kedua

"Sudah puas senangnya?" Tanya chenle sambil menatap jisung gemas

"Sudahh" jisung tersenyum lebar kearah chenle

"Kau pintar yaaa?" Jisung menatap chenle, merasa di tatap chenle malu malu

"Bukan apa apaa" chenle kembali menidurkan kepalanya di atas meja, ia merasa malu di tatap oleh jisung karena belum ada yang pernah menatapnya seperti itu, ia yakin seratus persen wajahnya sudah memerah saat ini

CHENLE POV

Hai namakun zhong chenle, kau bisa memanggil ku chenle atau lele, tapi panggilan lele hanya biasa di panggil oleh keluarga ku saja hehehe

Memang terdengar aneh dan tidak nyata, aku ini adalah vampire

Ibuku adalah vampir darah murni yang bernama zhong baekhyun

ayah ku? Vampire berdarah kotor yang menikahi ibuku hanya demi tahta.. Dialah yang membuang kami ke dunia manusia

Namun kejadian itu sudah lama.. sudah seribu tahun yang lalu

Kini kami nyaman tinggal di sini, dan tidak sedikit dari kami yang turun ke dunia manusia

Oh ya, aku memiliki saudara laki laki yang bernama zhong jaehyun, dia adalah vampire kedua yang paling aku sayangi sesudah ibuku, dia sangat baik bahkan aku sangat iri kepadanya

Dia dapat bersosialisasi dengan manusia, bahkan ia dapat beradaptasi dan tetap memakan makanan manusia..

Ntah aku alergi dengan nasi.. setiap aku memakan nasi selalu saja sesak nafas, makadari itu aku selalu meminum darah hewan yang aku sembunyikan di dalam kotak jus

Itu mengapa aku sangat pendiam dan tidak bisa bersosialisasi dengan manusia karena.. mereka pernah menangkap basah aku ketika sedang meminum makanan siang ku, tidak hanya sekali bahkan berkali kali, waktu itu aku masih meminumnya di toilet

Lalu mereka juga mengamatiku tidak pernah memakan apapun bahkan ke kantin sekalipun

Lalu mereka menganggapku anak aneh, atau bukan manusia, untungnya mereka tidak berpikiran bahwa aku adalah vampire

Meskipun jaehyun hyung tetap ingin berangkat bersama dengan ku, dan jaehyun hyung tidak malu dengan tetap memperkenalkan bahwa aku adalah adiknya, orang orang tetap saja mengejekku dan mengatakan bahwa aku adalah adik angkat jaehyun

Huft sangat menyedihkan..

Dan hari ini benar benar sangat berbeda dari sebelumnya

Baru pertama kali aku melakukan skinship dengan seseorang bahkan dia baru saja mengenal ku, dan dia berterimakasih kepada ku.. anak itu benar benar lucu, dan aku rasa dia seperti itu karena belum mendengar apapun dari teman teman yang lain tentang diriku

Dan juga wangi darahnya.. aku tidak pernah mencium darah sewangi itu, dirinya benar benar berbahaya jika terus berdekatan dengan ku

Hah.. aku hanya perlu menunggu beberapa hari lagi maka anak baru yang sangat wangi itu pasti akan mulai menjaga jarak dengan ku

CHENLE POV END

Jisung mengerutkan dahinya, lalu merapatkan kakinya, dan menggenggam penghapus dengan kencang

"Aku tidak tahaan" jisung bergumam kecil

"Jangan sampai keluar di sini" jisung semakin merapatkan kakinya

"Help daddyy!!"

TBC

HAYOLOO JISUNG NGAPA ITUU!!!!

Maaf bangett aku telat banget ngeupdate nyaaa

Banyak pikiran:(

Hehe btw sukses yaa buat para readers yang lagi ngehadepin ujian nasionaall!!!

Don't forget to give me ️ and coment

THANKYOUU~~~~